JIEMAN: Journal of Islamic Educational Management

Journal Information
ISSN / EISSN : 2716-246X / 2716-2451
Published by: EDUCARE: Journal of Primary Education (10.35719)
Total articles ≅ 43
Filter:

Latest articles in this journal

Fiqru Mafar
JIEMAN: Journal of Islamic Educational Management, Volume 3, pp 163-184; https://doi.org/10.35719/jieman.v3i2.77

Abstract:
Artikel ini membahas tentang pemanfaatan OneDrive sebagai sarana penyimpanan di dunia maya dalam pengelolaan dokumen kepangkatan dosen di sebuah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Jawa Timur. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan bagaimana penerapan pengelolaan dokumen kepangakatan dosen sebuah PTKIN Jawa Timur menggunakan OneDrive. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui proses wawancara dan dokumentasi. Hasil pengumpulan data tersebut kemudian dianalisis secara induktif. Data hasil penelitian ditampilkan secara deskriptif untuk menggambarkan bagaimana pengelolaan dokumen kepangkatan dosen sebuah PTKIN Jawa Timur menggunakan OneDrive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan OneDrive dalam pengelolaan dokumen kepangkatan dosen di sebuah PTKIN di Jawa Timur dapat dilakukan melalui pembuatan folder berdasarkan tahun ajaran dan semester sesuai waktu dokumen tersebut dihasilkan. Kapasitas penyimpanan yang besar menjadikan OneDrive menjadi pilihan yang bagus yang dapat dipertimbangkan untuk mengelola dokumen secara maya. Melalui penyimpanan tersebut diharapkan sivitas akademik di salah satu PTKIN di Jawa Timur dapat dengan mudah mengakses dokumen kepangkatan di mana saja tanpa terbatas ruang dan waktu. Dapat disimpulkan bahwa OneDrive sebagai salah satu media penyimpanan di dunia maya dapat dimanfaatkan oleh sivitas akademik pada perguruan tinggi yang bersangkutan dalam pengelolaan dokumen kepangkatan dosen. Kata Kunci: OneDrive, dokumen kepangkatan dosen, PTKIN AbstractThis article discusses the use of OneDrive as a means of storage in cyberspace in the management of lecturer documents at one of State Islamic University (PTKIN) at East Java. The purpose of this study is to describe how the implementation of document management for lecturers in one of PTKIN at East Java environment uses OneDrive. The research method used is the qualitative method. Data was collected through interviews and documentation then analyzed by inductive method. The research data is displayed descriptively to describe how is the management of the lecturer documents at one of PTKIN at East Java. The results showed that OneDrive is used by the creation of folders based on the academic year and semester according to the time the document was produced to manage lecturers' documents at one of PTKIN at East Java. The large storage capacity makes OneDrive a good choice for managing documents virtually. Through this storage, the academic community of one of PTKIN at East Java can easily access documents anywhere without being limited by space and time. The conclusion is OneDrive as the storage media in cyberspace can be used by the academic community of the university in managing lecturer rank documents.
Sukarno Sukarno, M. Munadi, Abdul Matin
JIEMAN: Journal of Islamic Educational Management, Volume 3, pp 257-276; https://doi.org/10.35719/jieman.v3i2.93

Abstract:
Guru mempunyai peran sebagai profesional. Jabatan ini menuntut peningkatan kecakapan dan mutu keguruan secara berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kebijakan sertifikasi guru di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal. Selain itu, penelitian ini akan melihat faktor-faktor apakah yang menghambat implementasi kebijakan sertifikasi guru, serta implementasi kebijakan sertifikasi guru terhadap peningkatan kinerja guru di Kantor Kementerian Agama Kabupatan Tegal. Penelitian ini menggunaka metode deskriptif kualitatif. Teknik analisis data menggunaka model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan sertifikasi guru di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal berjalan dengan baik. Berdasarkan model implementasi kebijakan Edward III yang terdiri atas empat variabel yakni komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi, maka hanya sumber daya pada dimensi staf pengelola belum mampu menjabarkan petunjuk kepala seksi dan struktur birokrasi pada dimensi kecepatan dan ketepatan pengiriman berkas yang masih perlu ditingkatkan. Faktor penghambat implementasi kebijakan sertifikasi guru di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal adalah kecenderungan staf pengelola menunggu perintah dan kurang inisiatif. Melalui program peningkatan kualitas kinerja guru tersebut terutama terhadap program sertifikasi guru, guru mampu meningkatkan terhadap penguasaan kompetensi sebagai agen pembelajaran meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi professional, semua itu akan berdampak pada perbaikan kinerja guru. Kata Kunci: kebijakan pemerintah, sertifikasi guru, kinerja guru Abstract Teachers have a role as professionals. This position demands the continuous improvement of skills and quality of teacher training. This research aims to describe the implementation of teacher certification policy in the Religious Affairs Office of the District Tegal. In addition, this study will look at what factors hinder the implementation of teacher certification policies, as well as the implementation of teacher certification policies towards improving teacher performance at the Religious Affairs Office of the District Tegal. This study uses qualitative descriptive methods. Data analysis techniques use interactive models. The results showed that the implementation of the teacher certification policy in the Religious Affairs Office of the District Tegal runned well. Based on the Edward III policy implementation model consisting of four variables, namely communication, resources, disposition, and bureaucratic structure, only resources in the managing staff dimension have not been able to describe the instructions of the head of the section and bureaucratic structure on the dimensions of speed and accuracy of file delivery that still need to be improved. The inhibiting factor in the implementation of teacher certification policies in the Religious Affairs Office of the District Tegal is the tendency of managing staff to wait for orders and lack initiative. Through the teacher performance improvement program, especially against teacher certification programs, teachers are expected to be able to improve the mastery of competence as a learning agent including pedagogical competence, personality competence, social competence, and professional competence, all of which will have an impact on improving teacher performance.
Muhlas Muhlas, Riayatul Husnan
JIEMAN: Journal of Islamic Educational Management, Volume 3, pp 277-294; https://doi.org/10.35719/jieman.v3i2.71

Abstract:
Kurikulum pondok pesantren merupakan hal yang sangat urgen dalam mencapai sebuah keberhasilan pembelajaran. Padahal yang kita ketahui pondok pesantren tidak memiliki kurikulum secara resmi dari pemerintah, karena hal itu merupakan kebijakan dari masing-masing pengasuh pondok pesantren. Kajian ini difokuskan untuk mengungkap kosep perencanaan, pola pelaksanaan, model evaluasi manajemen pengembagan kurikulum pesantren di Jawa Timur. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini pendekatan diskriptif kualitatif dengan penerapan studi kasus. Teknik pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara, dokumenter, sedangkan analisis datanya menggunakan reduksi data, penyajian data, verifikasi dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola perencanaan manajemen pengembagan kurikulum pesantren mengha-silkan program kegiatan, pertama, penyusunan program kerja visi misi dan tujuan. Kedua, adanya keterlibatan para ustadz dan stakeholders. Pola pelaksanaan manajemen pengembangan kurikulum pesantren diesuaikan degan visi-misi pesantren melalui kegiatan, 5 S antara lain: strategi inquiry, strategi inquiry sosial, strategi exposition learning, strategi rote learning, strategi contextual teaching learning. Model evaluasi manajemen pengembangan kurikulum pesantren meliputi evaluator, ruang lingkup atau objek evaluasi, alat evaluasi, kebijakan evaluasi. Kata Kunci: manajemen pengembangan kurikulum, pondok pesantren AbstractThe Islamic boarding school curriculum is very urgent in achieving a learning success. In fact, what we know is that Islamic boarding schools do not have an official curriculum from the government, because it is the policy of each boarding school caregiver. This study is focused on revealing: planning concepts, Implementation patterns, evaluation models of islamic boarding school curriculum development management in East Java. The approach used in this study is a qualitative descriptive approach with the application of case studies. Data collection techniques use observation, interview, documentary. While the data analysis uses data reduction, data display, verification, and conclucation. the results of the study show that the pattern of management planning for the development of the Islamic boarding school curriculum produces a program of activities, first, the preparation of the work program of the vision, mission and objectives. Second, the involvement of the asatidz board and stakeholders. The implementation pattern of Islamic boarding school curriculum development management is adjusted to the vision and mission of the pesantren through activities, 5 S, including: inquiry strategy, social inquiry strategy, exposition learning strategy, rote learning strategy, contextual teaching learning strategy evaluation model of curriculum development management includes evaluator, scope or object of evaluation, evaluation tool, evaluation policy.
Fathorrozi Fathorrozi, Abd. Muhith
JIEMAN: Journal of Islamic Educational Management, Volume 3, pp 203-220; https://doi.org/10.35719/jieman.v3i2.73

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tugas kepala sekolah sebagai manager dan leader pemasaran di sebuah Sekolah Dasar di Jember, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipan pasif, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini mengungkap dua hal. Pertama, tugas kepala sekolah sebagai manajer pemasaran di SD adalah dengan melakukan perencanaan yang meliputi identifikasi pasar dan target pasar. Pengorganisasian dengan pembagian tugas sesuai kesepakatan. Pelaksanaan yang meliputi pemasaran secara langsung, yaitu penyebaran brosur, pemasangan baliho, presentasi ke lembaga dan mengunjungi tokoh berpengaruh, dan pemasaran tidak langsung, yaitu khatmil Qur’an keliling, drumband, pemuatan foto kegiatan di kelas dan luar kelas, penyelenggaraan event lomba pada Peringatan Hari Besar Islam, program unggulan dan prestasi siswa. Pengawasan dengan evaluasi capaian, menunjukkan hasil yang dicapai sesuai keinginan. Kedua, tugas kepala sekolah sebagai leader pemasaran di SD adalah dengan menerapkan strategi bauran pemasaran, 4P yaitu, produk: program tahfidz juz 30 dan pengamalan pendidikan agama; harga: gratis tanpa biaya; tempat: sejuk, asri, terhindar dari keramaian dan menawarkan keberkahan; promosi: pembagian zakat dengan melibatkan siswa, berkunjung ke tokoh berpengaruh, dan khatmil Qur’an secara keliling. Kata Kunci: peran kepala sekolah, manajemen pemasaran, bauran pemasaran, sekolah dasarAbstractThis study aims to describe the principal duties as the marketing manager and leader marketing in the private Islamic primary school in Jember, East Java. This research uses qualitative approach. The data collection technique used in this research is passive participant observation, semistructured interview and documentation. This research finds two things. First, the principal duties as the marketing manager in the primary school are doing the planning that includes market segmentation, market target and program determination; organizing by dividing the tasks according to the agreed schedule; implementing direct and indirect marketing; and monitoring with provide direction, motivation and awareness to teachers on duty. Second, the principal duties as marketing leader in the primary school are applying marketing mixed strategy, 4Ps. The Product: juz 30 tahfidz’s program and practicing religious education; The Price: it’s free; The Place: cool and fresh, beautiful, no crowd, and offers blessings; and The Promotion: distributing zakat with the students, visiting public figures, and doing door to door Al-Quran recitation.
Nur Rahmi Sonia
JIEMAN: Journal of Islamic Educational Management, Volume 3, pp 237-256; https://doi.org/10.35719/jieman.v3i2.95

Abstract:
Artikel ini menjelaskan mengenai hasil implementasi manajemen sarana prasarana pada sebuah Madrasah Aliyah (MA) swasta di Beton, Ponorogo, Jawa Timur. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara triangulasi yang dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi dari sumber yang sama, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah bahwa implementasi manajemen sarana prasarana di MA ini terdiri dari proses perencanaan, pengadaan, pemeliharaan dan pengawasan. Pertama, perencanaan terdiri dari kegiatan penyusunan daftar kebutuhan, estimasi biaya, menetapkan skala prioritas dan menyusun rencana pengadaan. Kedua, pengadaan terdiri dari pembelian, penerimaan hibah, penyewaan, pinjaman dan rekondisi. Ketiga, pemeliharaan dilakukan dengan cara membentuk tim pemeliharaan, menyusun daftar pemeliharaan, menentukan jadwal pemeliharaan secara rutin dan berkala, dan evaluasi pemeliharaan. Keempat, pengawasan dilakukan melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana melaporkan hasil pengawasan kepada kepala sekolah, penyusunan laporan pengawasan, dan pelaporan kepada pihak yayasan setiap enam bulan sekali dan setahun sekali. Kata Kunci: manajemen sarana prasarana pendidikan, Madrasah Aliyah AbstractThis article is to explain the results of the implementation of infrastructure management at a private Madrasah Aliyah, Beton, Ponorogo, East Java. The type of research used in this research is qualitative research with a case study approach. The data collection technique in this study was carried out by triangulation which was carried out using observations, interviews and documentation from the same source.  While the data analysis techniques used are data collection, data reduction, data display, and drawing conclusions. The results of this study are that the implementation of infrastructure management at this madrasah consists of the planning, procurement, maintenance and supervision processes. First, planning consists of preparing a list of needs, estimating costs, setting priorities and compiling a procurement plan. Second, procurement consists of purchasing, receiving grants, leasing, lending and reconditioning. Third, maintenance is carried out by forming a maintenance team, compiling a maintenance list, determining routine and periodic maintenance schedules, and evaluating maintenance. Fourth, supervision is carried out through the vice principal for infrastructure reporting the results of supervision to the principal, preparing supervision reports, and reporting to the foundation once a month and once a year.
Linatul Fatimah, Siti Aminah
JIEMAN: Journal of Islamic Educational Management, Volume 3, pp 185-202; https://doi.org/10.35719/jieman.v3i2.72

Abstract:
Manajemen layanan khusus unit koperasi berbasis e-money dibentuk untuk mempermudah dan memperlancar pembelajaran, serta dapat memenuhi kebutuhan peserta didik pada unit koperasi berbasis e-money. E-money sendiri bertujuan untuk memberikan manfaat dan kemudahan dalam pengelolaan keuangan dan pencatatan transaksi. Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta pengawasan dan evaluasi layanan khusus unit koperasi pada pondok pesantren modern di Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipasi yang pasif, wawancara semistruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini yaitu 1) Perencanaan unit koperasi berbasis e-money terdiri atas perencanaan jangka panjang seperti penerapan e-money dan menyempurnakan pembukuan keuangan dan perencanaan jangka pendek seperti penyelenggaraan rapat, meningkatkan usaha toko; 2) Pengorganisasian unit koperasi berbasis e-money terdiri dari rapat anggota tahunan, pengurus, pengawas, dan anggota; 3) Pelaksanaan unit koperasi berbasis e-money berwujud beberapa usaha yaitu usaha toko makanan dan seragam, laundry, dan wartel; 4) Pengawasan unit koperasi berbasis e-money dilakukan setiap hari dengan terjun langsung dan evaluasi yaitu laporan keuangan koperasi dalam bentuk print out. Kata Kunci: manajemen layanan khusus, koperasi, e-money AbstractA distinctive service management for e-money-based koperasi (economic enterprise) units was established to facilitate and assist the learning process, and to meet the needs of students in e-money-based koperasi units. E-money itself aims to provide benefits and convenience in financial management and transaction recording. The purpose of this paper is to describe the planning, organization, implementation, and monitoring- evaluation of distinctive services for koperasi units in modern Islamic boarding schools in East Java. This research deployed qualitative research with a case study approach. Data collection techniques used was passive participatory observation, semi-structured interviews, and documentation. The results of this study suggests that; 1) Planning of an e-money-based koperasi unit consists of long-term planning such as implementing e-money and improving financial accounting and short-term planning such as carrying out meetings, increasing store's establishment; 2) Organizing e-money-based koperasi units consisting of annual member meetings, management, supervisors, and members; 3) Implementation of e-money-based koperasi units is carried out in the form of several businesses, such as food and uniform outlets, laundry, and wartel businesses; 4) Supervision of e-money-based koperasi units is carried out in daily basis by direct involvement and evaluation through the hard copy of koperasi financial reports.
Maulidatul Khasanah, Walid Fajar Antariksa
JIEMAN: Journal of Islamic Educational Management, Volume 3, pp 221-236; https://doi.org/10.35719/jieman.v3i2.82

Abstract:
Beberapa lembaga pendidikan telah menerapkan sistem presensi elektronik model fingerprint untuk meningkatkan kedisiplinan pegawai dan guru. Penerapan presensi elektronik dengan model fingerprint memiliki kelebihan dalam pencatatan dibanding presensi manual. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan implementasi presensi elektronik di sekolah dan dampaknya dalam meningkatkan kedisiplinan pegawai dan guru. Lokasi dalam penelitian ini adalah di sebuah sekolah dasar Islam di Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang dipakai adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sistem presensi fingerprint adalah sangat mudah. Pengelola Sekolah juga membuat beberapa aturan agar sistem presensi ini dapat berjalan dengan optimal. Evaluasi tentang kehadiran dilakukan tiap bulan. Guru dan pegawai yang tidak hadir atau tercatat terlambat akan mendapatkan sanksi dari sekolah. Penerapan presensi elektronik di sekolah dasar Islam adalah sudah baik dalam meningkatkan kedisiplinan guru dan pegawai di sekolah. Kata Kunci: presensi elektronik, kedisiplinan, guru, pegawaiAbstractSeveral educational institutions have implemented fingerprint attendance systems to discipline employees and teachers. The application of fingerprint attendance has advantages in recording compared to manual attendance. This study aims toexplain the implementation of electronic attendance in schools, explain the results of the evaluation, andexplain how the impact on disciplining employees and teachers. The location of this research is at SD Islam in Malang. This research uses a qualitative approach with a case study approach. Data collection techniques used are interviews, observation, and documentation. The results show that the use of the fingerprint presence system is very easy. School management also makes several rules and evaluation programs so that the attendance system can run optimally. Evaluation of attendance was carried out every month. Teachers and employess who were absent or regestered late would be punished by the school. The application of electronic attendance is that it has been good in disciplining teachers and employees.
Mahrus Mahrus
JIEMAN: Journal of Islamic Educational Management, Volume 3, pp 41-80; https://doi.org/10.35719/jieman.v3i1.59

Abstract:
Kurikulum dan pembelajaran memiliki posisi penting dalam sistem pendidikan nasional. Kuriklum sebagai program pendidikan (ideal curriulum) menekankan pada proses pembelajaran operasional. Sebagai alat yang penting dalam rangka mencapai tujuan pendidikan, kurikulum dan pembelajaran hendaknya adaptif terhadap perubahan zaman dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam implementasi kurikulum dan pembelajaran diperlukan manajemen efektif dan efisien, sehingga menjaga kedaulatan sistem pendidikan nasional dalam rangka menjaga nilai-nilai kebangsaan dan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional seperti yang telah dicita-citakan para pendiri bangsa. Penelitian ini berdasarkan pemikiran bahwa manajemen kurikulum dan pembelajaran menjadi komponen penting dalam sistem pendidikan nasional yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah studi pustaka yaitu menelaah buku, literatur dan catatan. Analisis data dilakukan dengan kategorisasi dan penafsiran data. Manajemen kurikulum dan pembelajaran dalam sistem pendidikan nasional merupakan suatu proses yang sangat komplek dan melibatkan berbagai komponen yang saling terkait dalam rangka mengarahkan segala bentuk aktivitas pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Prosedur manajemen kurikulum terdiri dari perencaaan kurikulum dan pembelajaran, pengorganisasian manajemen kurikulum dan pembelajaran, pelaksanaan manajemen kurikulum dan pembelajaran, serta evaluasi manajemen kurikulum dan pembelajaran. Kata Kunci: manajemen kurikulum dan pembelajaran, sistem pendidikan nasional  AbstractCurriculum and learning process have an important role in the national education system. Curriculum seen an educational program (ideal curriculum), emphasizes the operational learning process. As it is considered to be an important instrument to achieve educational objectives, curriculum and learning should be adaptive towards the constantly changing times and advances in science and technology. Effective and efficient management is needed in implementing the curriculum and learning themselves to maintain the national education system’s autonomous nature and the national values, as well as achieving the national education objectives as sought by the founding fathers of the nation. This research is based on the idea that curriculum and learning management are important components to look at in the national education system that are interrelated in an integrated manner to achieve national education objectives. The method used in this study is a descriptive method with a qualitative approach. Literature study such as reviewing books, literature and notes was used to collect the data. Meanwhile, data analysis was carried out by categorizing and interpreting the collected data. Curriculum and learning management in the national education system is considered to be a very complex process which involves various interrelated components to direct all forms of educational activity to achieve national education objectives. The curriculum management procedures consist of planning, organizing, implementing, and evaluating the aspect of curriculum and learning themselves.
Nurviana Nurviana, Akmal Hawi, Maryamah Maryamah
JIEMAN: Journal of Islamic Educational Management, Volume 3, pp 81-104; https://doi.org/10.35719/jieman.v3i1.68

Abstract:
Sekolah negeri berlabel unggul yang digagas pemerintah di hampir setiap daerah menjadi masalah karena ketimpangan yang terjadi dengan sekolah lain yang berstatus tidak unggul. Jumlah pelajar menumpuk di sekolah unggul atau pavorit yang banyak menjadi incaran calon siswa baru. Menanggapi hal tersebut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan atau bentuk Lain Yang Sederajat. Peraturan PPDB Zonasi tersebut juga telah diperbaharui Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019. Sistem zonasi di Kota Sekayu sudah dijalankan dan mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan di Provinsi Sumatera Selatan (Peraturan Gubernur (PERGUB) NO. 8, BD.2020/NO. 9). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesulitan calon peserta didik baru untuk mendaftar sekolah di beberapa SMA yang terdapat di kota Sekayu. Salah satu sekolah yang sudah menerapkan PPDB online adalah SMA Negeri 2 Sekayu. Keunggulan SMA Negeri 2 Sekayu diantaranya adanya minat yang tinggi dari calon peserta didik, sarana dan prasarana lengkap dan memadai, tim IT yang proesional, letak sekolah strategis sehingga mudah dijangkau oleh transportasi umum. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengelolaan PPDB berdasarkan sistem zonasi yang meliputi: 1) perencanaan, 2) pengorganisasian, 3) pelaksanaan, 4) pengawasan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari kepala sekolah, ketua panitia PPDB, dan peserta didik baru. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah: 1) perencanaan kegiatan PPDB dilakukan sesuai juknis dari pemerintah, 2) pengorganisasian PPDB dilakukan pasca pembentukan panitian PPDB dan panitia PPDB dipilih berdasarkan pendidik dan tenaga pendidik yang mengusai ICT, 3) pelaksanaan PPDB dilakukan secara online mandiri maupun secara offline, 4) pengawasan PPDB dilakukan kepala sekolah dan panitia PPDB. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengelolaan PPDB dilaksanakan sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah, pendaftaran dilakukan secara online dan offline serta memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat. Kata Kunci: Kata kunci: pengelolaan; PPDB SMA di Kabupaten Musi Banyuasin,  PPDB; sistem zonasi AbstractState schools labeled as superior, which were initiated by the government in almost every region, became a problem because of the inequality that occurred with other schools with non-excellent status. The number of students piled up in superior or favorite schools which are the targets of many prospective new students. In response to this, the Ministry of Education and Culture stipulates Permendikbud Number 17 of 2017 concerning Admission of New Students to Kindergarten, Elementary School, Junior High School, Senior High School, Vocational High School or other equivalent forms. The PPDB Zoning Regulation has also been updated by Permendikbud Number 44 of 2019. The zoning system in Sekayu City has been implemented and refers to the Governor's Regulation (Pergub) concerning Admission of New Students at Senior High Schools and Vocational High Schools in South Sumatra Province (Governor Regulation (PERGUB) ) NO. 8, BD.2020/NO. 9). This research is motivated by the difficulty of prospective new students to register for school in several high schools in the city of Sekayu. One of the schools that has implemented PPDB online is SMA Negeri 2 Sekayu. The advantages of SMA Negeri 2 Sekayu include high interest from prospective students, complete and adequate facilities and infrastructure, a professional IT team, strategic location of the school so that it is easily accessible by public transportation. This study aims to describe the management of PPDB based on the zoning system which includes: 1) planning, 2) organizing, 3) implementing, 4) monitoring. This research is a qualitative research using data collection methods through interviews, observation, and documentation. The informants consisted of the principal, the head of the PPDB committee, and new students. The results obtained in this study are: 1) PPDB activity planning is carried out according to technical guidelines from the government, 2) PPDB organizing is carried out after the formation of the PPDB committee and the PPDB committee is selected based on educators and educators who master ICT, 3) PPDB implementation is carried out independently or online. offline, 4) PPDB supervision is carried out by the school principal and the PPDB committee. The conclusion of this study is that the management of PPDB is carried out in accordance with technical instructions (juknis) from the government, registration is carried out online and offline and provides excellent service to the community.
Ahmad Aziz Fanani, Imam Wahyono
JIEMAN: Journal of Islamic Educational Management, Volume 3, pp 25-40; https://doi.org/10.35719/jieman.v3i1.43

Abstract:
Penelitian ini mengkaji tentang pelaksanaan supervisi pengawas madrasah dalam peningkatan kompetensi pedagogik guru. Penelitian ini secara spesifik membahas tentang pelaksanaan supervisi akademik yang dilakukan oleh pengawas madrasah yang terdiri dari perencanaan kegiatan supervisi, pelaksanaan supervisi hingga sampai tindak lanjut. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan pengamatan, wawancara, dan studi dokumen. Alat analisis data yang digunakan model interaktif yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Semenyara itu, keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan trianggulasi sumber. Hasil penelitian ini pertama, perencanaan kegiatan supervisi akademik meliputi penyiapan instrumen supervisi, membuat rancangan pendekatan supervisi dan teknik supervisi dan penentuan waktu pelaksanaannya. Kedua, pelaksanaan kegiatan supervisi akademik dilakukan dengan pendekatan kolaboratif dan teknik individual dan kelompok. Teknik individual yakni pertemuan secara individu dengan guru, sedangkan teknik kelompok dengan cara menghadirkan seluruh guru untuk diskusi sebagai proses kelompok dan tukar-menukar pengalaman. Sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan sepervisi, yakni pengawas memberikan pembinaan kepada guru dengan cara memberikan pelatihan. Kata Kunci: supervisi akademik, pengawas madrasah, kompetensi pedagogik AbstractThe study examined the execution of the madrassa supervisor's supervision in increased pedagogical teachers' competence. The study specifically discussed the implementation of academic supervisions carried out by madrassa supervisors of supervision activities, the administration of supervision down to follow-up. The approach used in this study is a qualitative approach. Data-collecting techniques use observation, interviews, and document study. The data analysis tool used by interactive models consists of data collection, data reduction, data presentation and deduction deduction. Incidentally, the validity of the data in this research uses source triulation. The results of this first study, the planning of the academic supervision activities included the preparation of supervision instruments, the design of supervision approaches and supervision techniques and the timing of the execution. Second, the performance of academic supervision is carried out with collaborative approaches and individual and group techniques. An individual technique of meeting individually with teachers, while a group technique presents all teachers to discussion as a group process and an experience swap. As a follow-up to the exercise of a sense, the supervisor gives coaching to the teachers by training them.
Back to Top Top