Journal Information
ISSN / EISSN : 1412-5439 / 2656-7369
Published by: EDUCARE: Journal of Primary Education (10.35719)
Total articles ≅ 48
Filter:

Latest articles in this journal

Ilya Syafa’Atun Ni’Mah, Dijan Novia Saka, Fatimatuz Zahro
Published: 6 October 2021
Fenomena, Volume 20, pp 311-322; https://doi.org/10.35719/fenomena.v20i2.71

Abstract:
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya kekerasan pada anak dimasa pandemi Covid-19 dan bagaimana upaya pencegahan serta implementasinya berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research) yang menggunakan pendekatan yuridis empiris. Hasil penelitian mendapatkan bahwa faktor penyebab terjadinya kasus kekerasan terhadap anak di masa pandemi Covid-19 yaitu dikarenakan faktor ketidaksiapan orangtua dalam situasi ini, faktor krisis ekonomi, serta dikarenakan faktor pendidikan yang dilakukan di rumah. Dan tulisan ini juga memberikan solusi pencegahan kekerasan terhadap anak di masa pandemi Covid-19 dengan cara kegiatan sosialisasi yang dilakukan peneliti di Desa Brengkok. The purpose of this study is to determine the factors that cause violence against children during the Covid-19 pandemic and how to prevent and implement it based on lawo number 35 of 2014. This study uses descriptive qualitative research methods with the type of field research that uses empirical juridical approach. The results of the study found that the factors that caused cases of violence against children during the Covid-19 pandemic were due to the unpreparedness off parents in this situation, the economic crisis, and the education factor carried out at home. And this article also provides a solution to prevent violence against children during the Covid-19 pandemic by means of socialization activities carried out by researchers in Brengkok Village.
Sulih Lucky Virgianti, Agus Miftakus Surur, Agus Subandono
Fenomena, Volume 20, pp 297-310; https://doi.org/10.35719/fenomena.v20i2.70

Abstract:
Penelitian ini mengusung judul tentang “Peran Guru dalam Pendidikan Karakter Anak pada Masa Pandemi Covid-19 di Desa Kampungbaru, Tanjunganom, Nganjuk”. Penelitian ini memiliki tujuan yakni dapat mengembangkan serta menanamkan pendidikan karakter kepada anak yakng saat ini semakin hari semakin memudar karena terkikis oleh peradapan zaman yang samakin maju. Penanaman pendidikan karakter kepada anak diharapkan untuk dapat mengembangkan nilai-nilai yang positif dan dapat membentuk kepribadian anak menjadi lebih baik. Penelitian ini menggunakan pendeketan kualitatif dengan metode penelitian Asset Based Community Development (ABCD). Dalam pelaksanaan penelitian ini ditemukan bahwasanya perilaku atau tindakan yang dilakukan secara terus menerus dan dilakukan secara berulang-ulang akan menghasilkan hasil yang baik. Pendidikan karakter yang dilakukan oleh guru bimbel “Smart House”memberikan hasil yang baik untuk membentuk kepribadian anak secara permanen. This research carries the title about “The Role of Teachers in Children's Character Education During the Pandemic Covid-19 in the Village Kampungbaru, Tanjunganom, Nagnjuk”. This study aims to be able to develop and instill character education in children who are currently fading due to being eroded by an increasingly advanced civilization. Instilling character education in children is expected to be able to develop positive values ​​and can shape the child's personality for the better. This study uses a qualitative approach with research methods Asset Based Community Development (ABCD). In the implementation of this research, it was found that behavior or actions that are carried out continuously and are carried out repeatedly will produce good results. Character education is carried out by tutors “Smart House” give good results to shape the child's personality permanently.
Kholilur Rahman
Fenomena, Volume 20, pp 189-208; https://doi.org/10.35719/fenomena.v20i2.59

Abstract:
Tranformasi atau merubah bentuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dari Sekolah Tinggi ke Institut atau dari Institut ke Universitas bukan merupakan pekerjaan yang mudah. Apalagi yang dirubah bentuknya adalah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). 8 (delapan) STAIN bersiap alih status menjadi IAIN, dan 9 (sembilan) IAIN menjadi UIN, termasuk di dalamnya IAIN Jember menjadi Universitas Islam Negeri KH. Achmad Shidiq (UIN Khas) Jember. Naskah ini mengulas tentang peran alumni (Khususnya Alumni S3 IAIN Jember) pada proses tranformasi status dari Insitut menjadi Universitas. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan : (1) untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana proses tranformasi IAIN Jember menjadi UIN Khas Jember sebagai wujud local wisdom (kearifan lokal), (2) untuk mengetahui peran almuni UIN Khas Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif kualititatif, yaitu penelitian engan memahami fenomena secara holistik secara alamiah. Sumber penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research), yaitu penelitian yang berbasis kajian teoritis, referensi serta literatur ilmiah lainnyaHasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Nilai local wisdom dalam proses tranformasi IAIN Jember menjadi UIN Khas Jember, meliputi: penghargaan sejarah, penegasan faham keagamaan, dan penegasan azas bagi UIN Khas Jember. (2) Peran almuni UIN Khas Jember sebagai katalisator, kontributor, public opinion, dan mover networking bagi pengembangan dan kemajuan UIN Khas Jember. The organizational transformation of Islamic universities and colleges is not an easy task. Moreover, the transformation is under the authority of the state, namely the National Islamic Religious College ("State Islamic Religious College/PTKIN). Eight State Islamic colleges (STAIN) are preparing to become State Islamic Institute (IAIN) and nine IAIN become State Islamic University (UIN), including IAIN Jember to become UIN KH. Achmad Shidiq (UIN KHAS) Jember. This manuscript discusses the role of graduates (especially S-3 graduates of IAIN Jember) in the organizational transformation process from the State Islamic Institute to the State Islamic University. This study aims to: (1) analyze how the process of transforming IAIN Jember into UIN KHAS Jember is included in local wisdom; and (2) to find out the progress of the graduates of UIN Khas Jember. This study uses a qualitative descriptive approach that is to understand the phenomenon holistically naturally. This research method is library research, namely research based on theoretical studies, references, and other scientific literature. The results of this study are: (1) The value of local wisdom in the organizational transformation process of IAIN Jember into UIN KHAS Jember is historical appreciation, affirmation of religious ideology, and affirmation of principles for UIN KHAS Jember. (2) The graduates of UIN KHAS Jember act as catalysts, contributors, public opinion makers, and movers of networking for the development of UIN KHAS Jember.
Muhaiminah Darajat
Fenomena, Volume 20, pp 249-266; https://doi.org/10.35719/fenomena.v20i2.65

Abstract:
Manusia adalah makluk sosial yang tidak mungkin bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Karena itu, ia hidup bermasyarakat dan mengembangkan kebudayaan serta peradaban untuku kepentingan bersama. Maka pernikahan merupakan jalan dalam bersosialisasi dengan manusia lainnya. Akan tetapi jika pernikahan dihadapkan pada masalah perbedaan terutama perbedaan agama maka hal ini menjadi rumit untuk menjalankan roda kehidupan kedepan. Sebab, jika sudah memiliki anak maka hal ini dapat menimbulkan kegoncangan pada diri anak. Ia akan ragu untuk memilih antara agama ayah atau ibunya. Islam sangat jelas sekali dalam mengatur hal ini. Penelitian kualitatif deskriptif ini, bermaksud untuk mengungkap hasil dari pada pernikahan beda agama tersebut, yaitu dampak Pernikahan antar agama bagi kelangsungan pendidikan anak desa Wonorejo Kabupaten Situbondo. Dari studi penelitian yang ada terungkap bahwa Pernikahan antar agama bagaimanapun tetap merugikan, terlebih bila dipandang dari sudut pedagogis, sebab secara tidak langsung berarti sudah mempersiapkan lingkungan yang kurang baik bagi kedua belah pihak (pasangan dan keluarganya masing-masing) serta bagi kelangsungan pendidikan anak-anaknya. Social creatures, that's humans who cannot possibly live without the help of others. Therefore, he lives in society and develops culture and civilization for the common good. So marriage is a way of socializing with other humans. However, if marriage is faced with the problem of differences, especially religious differences, it becomes complicated to run the wheel of life in the future. Because, if you already have children, this can cause shock in the child. He will hesitate to choose between the religion of his father or mother. Islam is very clear in regulating this. This descriptive qualitative research, intends to reveal the results of the interfaith marriage, namely the impact of interfaith marriage for the continuity of education for the children of Wonorejo village, Situbondo City. From existing research studies, it is revealed that interfaith marriages are still detrimental, especially when viewed from a pedagogical point of view, because it indirectly means that they have prepared an unfavorable environment for both parties (spouse and their respective families) as well as for the continuity of children's education. his son.
Muhammad Yahya Khabibi, Agus Miftakus Surur, Agus Subandono
Fenomena, Volume 20, pp 267-282; https://doi.org/10.35719/fenomena.v20i2.67

Abstract:
Pengabdian masyarakat yang dilakukan ini bertujuan untuk mengenalkan pembelajaran Fikih menggunakan metode demonstrasi sebagai alternatif pengajaran dimasa pandemi Covid-­19. Pengabdian masyarakat yang dilakukan ini berdasarkan pada Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pengabdian masyarakat ini sebagai wujud dari program kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik dari rumah (KKN DR) IAIN Kediri yang dilakukan secara virtual dan memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku. Bentuk kegiatan ini bermacam­-macam diantaranya adalah kampanye media sosial dan pengajaran. Kampanye media sosial digunakan sebagai bentuk edukasi masyarakat tentang Covid-19 sedangkan pengajaran merupakan bentuk nyata kepedulian tentang pendidikan di masa pandemi. Kegiatan penerapan pembelajaran pada materi Fikih menggunakan metode demonstrasi ini dilakukan di Kelurahan Ngronggo kepada anak-anak TPQ al-Hikmah ang bertujuan memberikan alternatif di masa pembelajaran agama di masa pandemi. Hasil dari pengabdian tersebut menunjukkan respon positif, dimana anak-anak dapat menerima pembelajaran Fikih dan mendemonstrasikan agar dapat membantu mereka untuk belajar pendidikan agama Islam dengan lebih mudah dan bermakna. This community service aims to introduce Fiqh learning using the demonstration method as an alternative teaching during the Covid-19 pandemic. This community service is based on the Tri Dharma of Higher Education. This community service is a manifestation of the Thematic Real Work Lecture from home (KKN DR) IAIN Kediri program which is carried out virtually and takes into account the applicable health protocols. These activities take various forms, including social media campaigns and teaching. Social media campaigns are used as a form of public education about Covid-19, while teaching is a real form of concern about education during the pandemic. The activity of implementing learning on Fiqh material using the demonstration method was carried out in Ngronggo Village for TPQ al-Hikmah children with the aim of providing an alternative during religious learning during the pandemic. The results of this service show a positive response, where children can receive Fiqh learning and demonstrate so that it can help them to learn Islamic religious education more easily and meaningfully.
Makmun Murod, Slamet Utomo, Sri Utaminingsih
Fenomena, Volume 20, pp 219-232; https://doi.org/10.35719/fenomena.v20i2.61

Abstract:
Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa kelas VI pada pembelajaran Matematika materi konsep lingkaran. Faktor-faktor yang menyebabkan hasil belajar Matematika masih rendah salah satunya adalah masih kurangnya penggunaan bahan ajar yang menarik dan menunjang proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas bahan ajar Matematika e-modul interaktif berbasis android untuk meningkatkan pemahaman konsep lingkaran kelas VI Sekolah Dasar di Kabupaten Demak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, angket dan tes tetulis. Instrumen penelitian berupa tes. Sampel penelitian ini dilakukan dengan purpose sampling. Analisis data meliputi deskripsi data, uji prasyarat analisis, dan uji hipotesis dengan menggunakan uji t. Hasil penelitian adalah bahan ajar Matematika e-modul interaktif berbasis android cukup efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep lingkaran kelas VI tentang konsep lingkaran dengan nilai t-hitung 30,926 sedangkan t-tabel sebesar 1,9765 maka t-hitung > t-tabel atau 30.926 > 1,9765.
Arif Zunaidi, Elisa Fitri Febriani, Jamaludin A Khalik
Fenomena, Volume 20, pp 145-164; https://doi.org/10.35719/fenomena.v20i2.54

Abstract:
Usaha budidaya ikan lele saat ini semakin variatif. sejalan dengan kemajuan zaman dan teknologi, prinsipnya cenderung menggunakan lahan seminimal mungkin agar mendapatkan hasil yang maksimal. Dalam praktiknya, ada model jual beli bibit lele yang menggunakan timbangan. Penelitian mengunakan metode kualitatif dengan metode observasi untuk melihat fakta yang terjadi di lapangan. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan menggunakan metode analisis penelitian deskriptif. Tujuan Penelitian untuk megetahui bagaimana praktik jual beli bibit ikan lele sistem timbangan dalam perspektif Etika Bisnis Islam. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Praktik jual beli bibit ikan lele yang terjadi di Dusun Tawang ini jika dilihat dari segi ketauhidan sebenarnya telah memenuhi rukun dan syarat dalam jual beli. Dalam kaitannnya dengan etika bisnis islampun tidak ada pelanggaran berat. Namun dalam prosesnya masih ada kecurangan yang dilakukan pembeli yaitu menimbang dengan tidak adil. Selebihnya sudah sesuai dengan etika bisnis islam. Catfish farming is currently increasingly varied. In line with the advancement of times and technology, the principle tends to use as little land as possible in order to get maximum results. In practice, there is a model for selling catfish seeds that uses scales. This research uses qualitative methods with observational methods to see the facts that occur in the field. The collected data were analyzed using descriptive research analysis method. The research objective was to find out how to practice selling catfish seeds with a weighing system in the perspective of Islamic Business Ethics. The results of the study revealed that the practice of buying and selling catfish seeds that occurred in Tawang, when viewed from the perspective of monotheism, actually fulfilled the pillars and requirements in buying and selling. In relation to Islamic business ethics, it is not heavy. However, in the process there is still fraud committed by buyers, namely weighing unfairly. The rest is in accordance with Islamic business ethics.
Muhammad Ridwan Bakhtiar, Ali Samsuri, Dijan Novia Saka
Fenomena, Volume 20, pp 165-188; https://doi.org/10.35719/fenomena.v20i2.58

Abstract:
Sumber daya manusia yang berkualitas merupakan aset yang paling berharga dalam mempertahankan kelangsungan hidup suatu perusahaan. Maka dari itu dibutuhkan SDM yang bersedia ikut andil melebihi in-role pekerjaan mereka, dengan kata lain SDM tersebut menampilkan perilaku extra-role atau disebut organizational citizenship behavior. Terdapat beberapa faktor yang mendorong terjadinya OCB diantaranya motivasi kerja dan Budaya Organisasi. Permasalahan pada penelitian ini adalah apakah motivasi kerja dan budaya organisasi berpengaruh terhadap organizational citizenship behavior karyawan di Bank Jatim Syariah Kantor Cabang Kediri dan Kantor Cabang Pembantu Blitar. Populasi dan sampel penelitian berjumlah 47 orang. Metode yang dipakai adalah Kuantitatif Deskriptif, Analisis Regresi Berganda, Koefisien Determinasi. Hasil penelitian ini, hasil kategorisasi variabe, seluruh variabel penelitian diperoleh kategori sedang. Hasil dari persamaan regresi Y = 0,160 + 0,436X1 + 0,501X2. Hasil dari uji koefisien korelasi X1 terhadap Y sebesar 0,748. Hasil dari uji parsial X1 terhadap Y menunjukkan Thitung>Ttabel (7,566 > 2,013) dengan Sig. 0,00 < 0,05, maka terdapat pengaruh positif dan signifikan antara X1 terhadap Y. Hasil dari uji parsial X2 dengan Y menunjukkan Thitung>Ttabel (6,104 > 2,013) dengan Sig. 0,00 < 0,05. Dengan hasil uji koefisien korelasi X2 terhadap Y sebesar 0,673. maka terdapat pengaruh positif dan signifikan antara X2 terhadap Y. Hasil dari uji simultan menunjukkan nilai Fhitung>Ftabel (69,653 > 3,21) dengan Sig. 0,00 < 0,05. Serta, hasil koefisien determinasi menunjukkan nilai 0,760, maka disimpulkan terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Quality of human resources are the most valuable assets in maintaining the survival of a company. Therefore, HR are needed who are willing to take part beyond their in-role work, in other words, these HR display extra-role behavior or are called organizational citizenship behavior. There are several factors that encourage OCB, including work motivation and organizational culture. The problem in this study is whether work motivation and organizational culture affect organizational citizenship behavior of employees in Bank Jatim Syariah Kediri Branch Office and Blitar Sub-Branch Office. The population and research sample amounted to 47 people. The method used is descriptive quantitative, multiple regression analysis, and coefficient determination. Research result this, from the variable categorization all of the research variables obtained in the moderate category. Results of regression equation Y = 0.160 + 0.436X1 + 0.501X2. The result of the correlation coefficient test of Work Motivation to Organizational Citizenship Behavior is 0.748. The result of partial test, work motivation against organizational citizenship behavior shows that tcount> ttable (7.566> 2.013) with Sig. 0.00 ttable (6.104> 2.013) with Sig. 0.00 Ftable (69.653> 3.21) with Sig. 0.00 <0.05. And The result of coefficient determination shows a value of 0.760, then concluded that there is a positive and significant influence of dependent variable on independent variable.
Yuli Indarti, Fuadatul Huroniyah
Fenomena, Volume 20, pp 115-128; https://doi.org/10.35719/fenomena.v20i2.48

Abstract:
Peningkatan usia harapan hidup penduduk menyebabkan jumlah penduduk lanjut usia terus meningkat dari tahun ke tahun. Lansia adalah individu yang mengalami proses penuaan sehingga rentan terhadap penyakit. Berbagai kondisi pada masa lanjut usia khususnya status gizi mungkin menunjukkan keterkaitan dengan kesehatan mental. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah lansia yang tinggal panti werdha UPT. Tresna Werdha Jember. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, dokumentasi dan angket. Analisis data yang digunakan adalah univariat, bivariat dan multivariat dengan menggunakan program SPSS. Hasil penelitian ini dapat simpulkan : (1). Tidak ditemukan kaitan status gizi dan tingkat depresi. Artinya status gizi lansia tidak berpengaruh terhadap tingkat depresi pada lansia atau sebaliknya (2) Hasil uji statistik menggunakan regresi logistic berganda menunjukkan bahwa karakteristik responden (jenis kelamin, umur, agama, status pernikahan, status gizi) tidak berpengaruh terhadap tingkat depresi, namun terdapat dua karakteristik yang berpengaruh pada tingkat depresi pada lansia yaitu pendidikan dan kepemilikan penyakit. Kesimpulannya, tidak ada kaitan status gizi dan tingkat depresi. The increase in life expectancy of the population causes the number of elderly people to continue to increase from year to year. Elderly are individuals who experience an aging process so they are susceptible to disease. Various conditions in old age, especially nutritional status, may show an association with mental health. The research approach used is quantitative, with with a cross sectional design.. The study population is the elderly who live in the UPT Tresna Werdha Jember nursing home. Sampling was done by purposive sampling. The data collection instrument in this study used the method of observation, documentation and questionnaires. The data analysis used was univariate, bivariate and multivariate using the SPSS program. The results of this study can be concluded: (1). There was no association between nutritional status and depression level. This means that the nutritional status of the elderly has no impact on the level of depression in the elderly. (2) The results of statistical tests using multiple logistic regression indicate that the characteristics of the respondent (gender, age, religion, marital status, nutritional status) have no effect on the level of depression, but there are two characteristics that influence the level of depression in the elderly, which are education and disease. The conclusion is there was no association between nutritional status and depression level.
Zaenol Abidin, Gina Romadhona, Vera Yuli Andini, Muhammad Faiz
Fenomena, Volume 20, pp 233-248; https://doi.org/10.35719/fenomena.v20i2.62

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan metode reward dan punishment dalam peningkatan kosa kata bahasa Inggris serta menggali informasi mengenai kelebihan dan kekurangan metode reward dan punishment. Metode penelitian dalam kajian ini adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini mendapati bahwa penguasaan kosa kata bahasa Inggris peserta didik meningkat. Selain itu tingkat keyakinan dan kepuasan siswa dalam proses pembelajaran semakin baik. Praktik pemberian reward dan punishment disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Reward berupa hadiah kerajinan tangan, pujian, dan nilai. Sedangkan punishment berupa pengulangan materi dan tidak mendapatkan hadiah. Kelebihan dari metode ini adalah menumbuhkan rasa kompetitif dan memotivasi belajar secara maksimal. Sedangkan kekurangan dari metode ini berupa biaya yang harus disiapkan untuk memberikan hadiah serta terfokuskan pada siswa yang aktif saja, sebaliknya menjadi beban bagi siswa yang malas dan memiliki mental yang lemah. The purpose of this study is to describe the application of the reward and punishment method in increasing English vocabulary and to explore information about the advantages and disadvantages of the reward and punishment method. The research method in this study is a descriptive method. Data collection techniques were carried out by observation, interviews, and documentation. The results of this study found that mastery of English vocabulary increased. In addition, the level of confidence and student satisfaction in the learning process is getting better. The practice of giving rewards and punishments is adjusted to the needs of students. Rewards are in the form of handicraft gifts, praise, and grades. While punishment is in the form of repetition of material and not getting a prize. The advantage of this method is that it fosters a sense of competitiveness and motivates maximum learning. While the drawbacks of this method are in the form of costs that must be prepared for gifts and focus on only active students, on the contrary it becomes a burden for students who are lazy and have weak mentality.
Back to Top Top