Journal Information
ISSN / EISSN : 1412-5439 / 2656-7369
Published by: EDUCARE: Journal of Primary Education (10.35719)
Total articles ≅ 36
Filter:

Latest articles in this journal

Makmun Murod, Slamet Utomo, Sri Utaminingsih
Fenomena, Volume 20, pp 219-232; https://doi.org/10.35719/fenomena.v20i2.61

Abstract:
Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa kelas VI pada pembelajaran Matematika materi konsep lingkaran. Faktor-faktor yang menyebabkan hasil belajar Matematika masih rendah salah satunya adalah masih kurangnya penggunaan bahan ajar yang menarik dan menunjang proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas bahan ajar Matematika e-modul interaktif berbasis android untuk meningkatkan pemahaman konsep lingkaran kelas VI Sekolah Dasar di Kabupaten Demak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, angket dan tes tetulis. Instrumen penelitian berupa tes. Sampel penelitian ini dilakukan dengan purpose sampling. Analisis data meliputi deskripsi data, uji prasyarat analisis, dan uji hipotesis dengan menggunakan uji t. Hasil penelitian adalah bahan ajar Matematika e-modul interaktif berbasis android cukup efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep lingkaran kelas VI tentang konsep lingkaran dengan nilai t-hitung 30,926 sedangkan t-tabel sebesar 1,9765 maka t-hitung > t-tabel atau 30.926 > 1,9765.
Arif Zunaidi, Elisa Fitri Febriani, Jamaludin A Khalik
Fenomena, Volume 20, pp 145-164; https://doi.org/10.35719/fenomena.v20i2.54

Abstract:
Usaha budidaya ikan lele saat ini semakin variatif. sejalan dengan kemajuan zaman dan teknologi, prinsipnya cenderung menggunakan lahan seminimal mungkin agar mendapatkan hasil yang maksimal. Dalam praktiknya, ada model jual beli bibit lele yang menggunakan timbangan. Penelitian mengunakan metode kualitatif dengan metode observasi untuk melihat fakta yang terjadi di lapangan. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan menggunakan metode analisis penelitian deskriptif. Tujuan Penelitian untuk megetahui bagaimana praktik jual beli bibit ikan lele sistem timbangan dalam perspektif Etika Bisnis Islam. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Praktik jual beli bibit ikan lele yang terjadi di Dusun Tawang ini jika dilihat dari segi ketauhidan sebenarnya telah memenuhi rukun dan syarat dalam jual beli. Dalam kaitannnya dengan etika bisnis islampun tidak ada pelanggaran berat. Namun dalam prosesnya masih ada kecurangan yang dilakukan pembeli yaitu menimbang dengan tidak adil. Selebihnya sudah sesuai dengan etika bisnis islam. Catfish farming is currently increasingly varied. In line with the advancement of times and technology, the principle tends to use as little land as possible in order to get maximum results. In practice, there is a model for selling catfish seeds that uses scales. This research uses qualitative methods with observational methods to see the facts that occur in the field. The collected data were analyzed using descriptive research analysis method. The research objective was to find out how to practice selling catfish seeds with a weighing system in the perspective of Islamic Business Ethics. The results of the study revealed that the practice of buying and selling catfish seeds that occurred in Tawang, when viewed from the perspective of monotheism, actually fulfilled the pillars and requirements in buying and selling. In relation to Islamic business ethics, it is not heavy. However, in the process there is still fraud committed by buyers, namely weighing unfairly. The rest is in accordance with Islamic business ethics.
Muhammad Ridwan Bakhtiar, Ali Samsuri, Dijan Novia Saka
Fenomena, Volume 20, pp 165-188; https://doi.org/10.35719/fenomena.v20i2.58

Abstract:
Sumber daya manusia yang berkualitas merupakan aset yang paling berharga dalam mempertahankan kelangsungan hidup suatu perusahaan. Maka dari itu dibutuhkan SDM yang bersedia ikut andil melebihi in-role pekerjaan mereka, dengan kata lain SDM tersebut menampilkan perilaku extra-role atau disebut organizational citizenship behavior. Terdapat beberapa faktor yang mendorong terjadinya OCB diantaranya motivasi kerja dan Budaya Organisasi. Permasalahan pada penelitian ini adalah apakah motivasi kerja dan budaya organisasi berpengaruh terhadap organizational citizenship behavior karyawan di Bank Jatim Syariah Kantor Cabang Kediri dan Kantor Cabang Pembantu Blitar. Populasi dan sampel penelitian berjumlah 47 orang. Metode yang dipakai adalah Kuantitatif Deskriptif, Analisis Regresi Berganda, Koefisien Determinasi. Hasil penelitian ini, hasil kategorisasi variabe, seluruh variabel penelitian diperoleh kategori sedang. Hasil dari persamaan regresi Y = 0,160 + 0,436X1 + 0,501X2. Hasil dari uji koefisien korelasi X1 terhadap Y sebesar 0,748. Hasil dari uji parsial X1 terhadap Y menunjukkan Thitung>Ttabel (7,566 > 2,013) dengan Sig. 0,00 < 0,05, maka terdapat pengaruh positif dan signifikan antara X1 terhadap Y. Hasil dari uji parsial X2 dengan Y menunjukkan Thitung>Ttabel (6,104 > 2,013) dengan Sig. 0,00 < 0,05. Dengan hasil uji koefisien korelasi X2 terhadap Y sebesar 0,673. maka terdapat pengaruh positif dan signifikan antara X2 terhadap Y. Hasil dari uji simultan menunjukkan nilai Fhitung>Ftabel (69,653 > 3,21) dengan Sig. 0,00 < 0,05. Serta, hasil koefisien determinasi menunjukkan nilai 0,760, maka disimpulkan terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Quality of human resources are the most valuable assets in maintaining the survival of a company. Therefore, HR are needed who are willing to take part beyond their in-role work, in other words, these HR display extra-role behavior or are called organizational citizenship behavior. There are several factors that encourage OCB, including work motivation and organizational culture. The problem in this study is whether work motivation and organizational culture affect organizational citizenship behavior of employees in Bank Jatim Syariah Kediri Branch Office and Blitar Sub-Branch Office. The population and research sample amounted to 47 people. The method used is descriptive quantitative, multiple regression analysis, and coefficient determination. Research result this, from the variable categorization all of the research variables obtained in the moderate category. Results of regression equation Y = 0.160 + 0.436X1 + 0.501X2. The result of the correlation coefficient test of Work Motivation to Organizational Citizenship Behavior is 0.748. The result of partial test, work motivation against organizational citizenship behavior shows that tcount> ttable (7.566> 2.013) with Sig. 0.00 ttable (6.104> 2.013) with Sig. 0.00 Ftable (69.653> 3.21) with Sig. 0.00 <0.05. And The result of coefficient determination shows a value of 0.760, then concluded that there is a positive and significant influence of dependent variable on independent variable.
Kholilur Rahman
Fenomena, Volume 20, pp 189-208; https://doi.org/10.35719/fenomena.v20i2.59

Abstract:
Tranformasi atau merubah bentuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dari Sekolah Tinggi ke Institut atau dari Institut ke Universitas bukan merupakan pekerjaan yang mudah. Apalagi yang dirubah bentuknya adalah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). 8 (delapan) STAIN bersiap alih status menjadi IAIN, dan 9 (sembilan) IAIN menjadi UIN, termasuk di dalamnya IAIN Jember menjadi Universitas Islam Negeri KH. Achmad Shidiq (UIN Khas) Jember. Naskah ini mengulas tentang peran alumni (Khususnya Alumni S3 IAIN Jember) pada proses tranformasi status dari Insitut menjadi Universitas. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan : (1) untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana proses tranformasi IAIN Jember menjadi UIN Khas Jember sebagai wujud local wisdom (kearifan lokal), (2) untuk mengetahui peran almuni UIN Khas Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif kualititatif, yaitu penelitian engan memahami fenomena secara holistik secara alamiah. Sumber penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research), yaitu penelitian yang berbasis kajian teoritis, referensi serta literatur ilmiah lainnyaHasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Nilai local wisdom dalam proses tranformasi IAIN Jember menjadi UIN Khas Jember, meliputi: penghargaan sejarah, penegasan faham keagamaan, dan penegasan azas bagi UIN Khas Jember. (2) Peran almuni UIN Khas Jember sebagai katalisator, kontributor, public opinion, dan mover networking bagi pengembangan dan kemajuan UIN Khas Jember. The organizational transformation of Islamic universities and colleges is not an easy task. Moreover, the transformation is under the authority of the state, namely the National Islamic Religious College ("State Islamic Religious College/PTKIN). Eight State Islamic colleges (STAIN) are preparing to become State Islamic Institute (IAIN) and nine IAIN become State Islamic University (UIN), including IAIN Jember to become UIN KH. Achmad Shidiq (UIN KHAS) Jember. This manuscript discusses the role of graduates (especially S-3 graduates of IAIN Jember) in the organizational transformation process from the State Islamic Institute to the State Islamic University. This study aims to: (1) analyze how the process of transforming IAIN Jember into UIN KHAS Jember is included in local wisdom; and (2) to find out the progress of the graduates of UIN Khas Jember. This study uses a qualitative descriptive approach that is to understand the phenomenon holistically naturally. This research method is library research, namely research based on theoretical studies, references, and other scientific literature. The results of this study are: (1) The value of local wisdom in the organizational transformation process of IAIN Jember into UIN KHAS Jember is historical appreciation, affirmation of religious ideology, and affirmation of principles for UIN KHAS Jember. (2) The graduates of UIN KHAS Jember act as catalysts, contributors, public opinion makers, and movers of networking for the development of UIN KHAS Jember.
Zaenol Abidin, Gina Romadhona, Vera Yuli Andini, Muhammad Faiz
Fenomena, Volume 20, pp 233-248; https://doi.org/10.35719/fenomena.v20i2.62

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan metode reward dan punishment dalam peningkatan kosa kata bahasa Inggris serta menggali informasi mengenai kelebihan dan kekurangan metode reward dan punishment. Metode penelitian dalam kajian ini adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini mendapati bahwa penguasaan kosa kata bahasa Inggris peserta didik meningkat. Selain itu tingkat keyakinan dan kepuasan siswa dalam proses pembelajaran semakin baik. Praktik pemberian reward dan punishment disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Reward berupa hadiah kerajinan tangan, pujian, dan nilai. Sedangkan punishment berupa pengulangan materi dan tidak mendapatkan hadiah. Kelebihan dari metode ini adalah menumbuhkan rasa kompetitif dan memotivasi belajar secara maksimal. Sedangkan kekurangan dari metode ini berupa biaya yang harus disiapkan untuk memberikan hadiah serta terfokuskan pada siswa yang aktif saja, sebaliknya menjadi beban bagi siswa yang malas dan memiliki mental yang lemah. The purpose of this study is to describe the application of the reward and punishment method in increasing English vocabulary and to explore information about the advantages and disadvantages of the reward and punishment method. The research method in this study is a descriptive method. Data collection techniques were carried out by observation, interviews, and documentation. The results of this study found that mastery of English vocabulary increased. In addition, the level of confidence and student satisfaction in the learning process is getting better. The practice of giving rewards and punishments is adjusted to the needs of students. Rewards are in the form of handicraft gifts, praise, and grades. While punishment is in the form of repetition of material and not getting a prize. The advantage of this method is that it fosters a sense of competitiveness and motivates maximum learning. While the drawbacks of this method are in the form of costs that must be prepared for gifts and focus on only active students, on the contrary it becomes a burden for students who are lazy and have weak mentality.
Yuli Indarti, Fuadatul Huroniyah
Fenomena, Volume 20, pp 115-128; https://doi.org/10.35719/fenomena.v20i2.48

Abstract:
Peningkatan usia harapan hidup penduduk menyebabkan jumlah penduduk lanjut usia terus meningkat dari tahun ke tahun. Lansia adalah individu yang mengalami proses penuaan sehingga rentan terhadap penyakit. Berbagai kondisi pada masa lanjut usia khususnya status gizi mungkin menunjukkan keterkaitan dengan kesehatan mental. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah lansia yang tinggal panti werdha UPT. Tresna Werdha Jember. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, dokumentasi dan angket. Analisis data yang digunakan adalah univariat, bivariat dan multivariat dengan menggunakan program SPSS. Hasil penelitian ini dapat simpulkan : (1). Tidak ditemukan kaitan status gizi dan tingkat depresi. Artinya status gizi lansia tidak berpengaruh terhadap tingkat depresi pada lansia atau sebaliknya (2) Hasil uji statistik menggunakan regresi logistic berganda menunjukkan bahwa karakteristik responden (jenis kelamin, umur, agama, status pernikahan, status gizi) tidak berpengaruh terhadap tingkat depresi, namun terdapat dua karakteristik yang berpengaruh pada tingkat depresi pada lansia yaitu pendidikan dan kepemilikan penyakit. Kesimpulannya, tidak ada kaitan status gizi dan tingkat depresi. The increase in life expectancy of the population causes the number of elderly people to continue to increase from year to year. Elderly are individuals who experience an aging process so they are susceptible to disease. Various conditions in old age, especially nutritional status, may show an association with mental health. The research approach used is quantitative, with with a cross sectional design.. The study population is the elderly who live in the UPT Tresna Werdha Jember nursing home. Sampling was done by purposive sampling. The data collection instrument in this study used the method of observation, documentation and questionnaires. The data analysis used was univariate, bivariate and multivariate using the SPSS program. The results of this study can be concluded: (1). There was no association between nutritional status and depression level. This means that the nutritional status of the elderly has no impact on the level of depression in the elderly. (2) The results of statistical tests using multiple logistic regression indicate that the characteristics of the respondent (gender, age, religion, marital status, nutritional status) have no effect on the level of depression, but there are two characteristics that influence the level of depression in the elderly, which are education and disease. The conclusion is there was no association between nutritional status and depression level.
M. Kholid, Imamul Muttaqin, Uzie Nurhayati
Fenomena, Volume 20, pp 209-218; https://doi.org/10.35719/fenomena.v20i2.60

Abstract:
Penelitian ini ingin menguji dan mengetahui seberapa besar pengaruh kepuasan kerja (X) dan terhadap kinerja karyawan (Y) dimana populasinya adalah sebagian karyawan Pegadaian Syariah Cabang Bangkalan dan dalam penelitian ini sejumlah 32 karyawan. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik sampling jenuh, yaitu teknik sampling yang tidak memberikan peluang bagi seluruh anggota populasi dimana penetuan sampel pada sebagian anggota populasi. Metode pengumpulan data dilakukan dengan angket atau kuesioner. Teknik Analisis yang digunakan adalah uji statistik melalui uji T, koefisien determinasi (R2) dan regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil penelitian dengan Uji T menunjukkan bahwa variabel kepuasan kerja mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai t-hitung lebih besar dari pada t-tabel (2.063 ? 1,694) dan nilai signifikan lebih kecil dari 0.05 (0.0478 ? 0.05). Sedangkan hasil koefisien determinasi (R2) sebesar 0.124 ini berati kontribusi variabel independen (kepuasan kerja) mempengaruhi variabel dependen (kinerja karyawan) sebesar 1,24% sedangkan sisanya sebesar 98.76% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model penelitian. This study examines how the influence of job satisfaction (X) and on the performance of employees (Y) Pawnshop Syariah, Bangkalan Branch. The total population in this study were 32 employees. The sampling technique used is a saturated sampling technique, which is a sampling technique that does not provide opportunities for all members of the population. So, the determination of the sample on some members of the research population. The method of data collection is done with a questionnaire or questionnaire. The analysis technique used is statistical test through T test, coefficient of determination (R2) and simple linear regression. Based on the results of the research with the T test, it shows that the job satisfaction variable has a positive and significant effect on employee performance with a t-count value greater than t-table (2.063 ? 1.694) and a significant value less than 0.05 (0.0478 ? 0.05). While the results of the coefficient of determination (R2) of 0.124 means that the contribution of the independent variable (job satisfaction) affects the dependent variable (employee performance) by 1.24% while the remaining 98.76% is influenced by other variables outside the research model.
Moh. Nasrul Muttaqin, Agus Miftakus Surur; Dkk
Fenomena, Volume 20, pp 77-90; https://doi.org/10.35719/fenomena.v20i1.50

Abstract:
Qira’ah Sab’ah jika dikaitkan dengan ayat-ayat Al-Qur’an, maka sangat erat kaitannya. Jadi dengan adanya maqam-maqam Qira’ah Sab’ah, ayat-ayat Al-Qur’an dapat dilantunkan dengan berbagai macam lagu. Dengan adanya pelatihan dan bimbingan khusus diharapkan dapat membawa peningkatan pemahaman peserta pada maqom Qiro’ah Sab’ah. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dikarenakan penelitian bersifat induktif, berdasarkan pembelajaran tertentu dan kemudian dapat digunakan dalam pembelajaran serupa. Penyampaian maqam Qiro’ah Sab’ah. Dalam pelatihan tilawah, penyampaian Qiro’ah Sab’ah dilakukan oleh pelatih tilawah melalui proses latihan rutinan tilawah. Usaha untuk mempermudah menghafal maqam Qiro’ah Sab’ah yang diajarkan sebelumnya, maka peserta mencatat dengan menggaris bawahi ayat al-Qur’an dan ditulis jenis maqam yang digunakan disamping ayat al-Qur’an tersebut, kemudian mereka juga merekam suara lantunan ayat al-Qur’an yang disampaikan oleh pelatih tilawah. Pelaksanaan olah vokal pada pelatihan olah vokal, yakni dengan dibentuk kelompok-kelompok kecil terlebih dahulu, kemudian mereka menjawab jenis dari kelompok terkait maqom yang diujikan oleh pelatih. Terkait metode demonstrasi yang digunakan dalam pelatihan tilawah diawali dengan latihan melantunkan ayat al-Qur’an dengan menggunakan berbagai macam maqom qiro’ah sab’ah baru kemudian peserta tilawah menirukan ayat al-Qur’an yang dilantunkan oleh pelatih dengan menggunakan maqom Qiro’ah Sab’ah. Kata kunci: Maqam, Qiro’ah Sab’ah, Kerohanian, Tilawah Qira'ah Sab'ah if it is related to the verses of the Al-Qur'an, it is very closely related. So with the existence of maqam-maqam Qira'ah Sab'ah, the verses of the Al-Qur'an can be sung with various kinds of songs. With special training and guidance, it is hoped that it can bring an increase in participants' understanding of maqom Qiro'ah Sab'ah. The approach used is a qualitative approach because the research is inductive, based on certain learning and can then be used in similar learning. In tilawah training, the delivery of Qiro'ah Sab'ah is carried out by the recitation trainer through the process of practicing the recitation routine. In an effort to make it easier to memorize the maqam Qiro'ah Sab'ah that was taught previously, the participants took notes by underlining the verses of the Koran and writing the type of maqam used in addition to the verses of the Koran, then they also recorded the sound of the chanting of the verse al. -The qur'an conveyed by the recitation coach. The implementation of vocal processing in vocal training, namely by forming small groups first, then they answer the types of groups related to the maqom tested by the trainer. Regarding the demonstration method used in recitation training, it begins with the practice of chanting the verses of the Koran using various kinds of maqom qiro'ah sab'ah, then the recitation participants mimic the verses of the Qur'an chanted by the trainer using the maqom Qiro'ah Sab'ah.
Alwi Musa Muzaiyin
Fenomena, Volume 20, pp 129-144; https://doi.org/10.35719/fenomena.v20i1.56

Abstract:
Wedding Organizer is a service that provide services of organizing all the activities relating to the need in a marriage. This business appears because of the opportunities of modern life who want speed, convenience and practicality separately troubleshooting time deficiency urban communities. This research is motivated by the many people who use the wedding organizer to hold the wedding. Therefore, this study tried to see how the service system in UD.Santoso wedding organizer, is already in line with the Business Ethics Islam or not. From this background, the issues to be addressed is how the service system in UD.Santoso wedding organizer as well as whether the service system implemented by UD.Santoso it is in conformity with the Business Ethics Islam or not. The theory used in this study is one of them according to the "Sinambela" which explains what is meant by the service and also by "Napitupulu". Meanwhile, to collect data by interview and secondary data such as internet assistance and journals. The results of this study indicate that the service system which has been run by this UD.Santoso uses the principle of honest and open. This means that between the service provider and tenant services no shift that caused one of the injured party. On the other hand, in terms of Islamic Business Ethics, service system implemented by the UD.Santoso is in conformity with the principles of Islamic Business Ethics.
I Mustofa Zuhri
Fenomena, Volume 20, pp 19-32; https://doi.org/10.35719/fenomena.v20i1.44

Abstract:
Pada zaman era globalisasi lembaga pendidikan Islam harus lebih menekankan pada kualitas sumber daya manusianya karena guru adalah salah satu komponen utama bagi keberhasilan proses belajar mengajar di sekolah. Mutu sekolah, khususnya mutu anak didik, mau tak mau berkaitan dengan mutu guru-gurunya yang langsung terlibat dengan anak didik di kelas. Namun, pada kenyataannya, terdapat banyak keluhkan tentang kualitas guru khususnya di lembaga pendidikan Islam. Oleh karena itu, perlu adanya strategi yang komprehensif bagi guru menjadi tenaga pendidik yang berkualitas, profesional, berkomitmen serta memiliki semangat ibadah. Penelitian ini fokus mengkaji strategi pengembangan mutu guru MAN 3 Jember. Kajian penelitian ini menggunakan perspektif fenomenologis terhadap studi kasus. Hasil penelitian ini adalah bahwa untuk mengembangkan kualitas guru, para pimpinan MAN 3 Jember perlu (1) untuk membuat, menyusun, dan merumuskan visi, misi, dan tujuan lembaga khususnya pengembangan mutu guru; (2) untuk membangun komitmen yang bernilai ibadah; (3) untuk membangun sikap dan kedisiplinan; (4) untuk merubah pola pikir dan untuk membangun karakter positif guru. Kata kunci: Lembaga pendidikan Islam, kualitas guru, proses belajar dan pengajaran, MAN 3 Jember In the era of globalization, Islamic educational institutions have to emphasize the quality of their human resources. The teacher is one of the main characters for the success of the teaching and learning process. The quality of schools, especially the students quality, is inevitably related to the teachers concerned the students in the classroom. However, in reality, there are many complaints about teacher quality, especially in Islamic educational institutions. Therefore, it is necessary to have a comprehensive strategy for teachers to become qualified, professional, committed educators who have the spirit of worship. This study focuses on the assessment of teacher quality development strategies in MAN 3 Jember. This study uses a phenomenological perspective on a case study. As a result, for developing teacher quality in MAN 3 Jember is (1) compiling, compiling, and formulating the vision, mission, and objectives of the institution, to realize teacher quality; (2) building a commitment that has worship values; (3) building attitude and discipline; (4) changing the mindset also building the positive character of the teacher. Keywords: Islamic Educational Institutions, Teacher Quality, Teaching and Learning Process, MAN 3 Jember
Back to Top Top