SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual

Journal Information
ISSN / EISSN : 2685-2144 / 2722-8231
Total articles ≅ 61
Filter:

Latest articles in this journal

Kristiana Anna, Sri Wahyuni Kusradi
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual, Volume 10, pp 58-77; https://doi.org/10.47154/scripta.v10i2.106

Abstract:
Perempuan yang bersyukur saat ini menjadi sebuah situasi yang sulit dilakukan oleh wanita dalam hidupnya. Kaum wanita hedonis karena tidak hanya merugikan secara rohani, namun juga karakter dan kepribadian individu. Oleh sebab itu penerapan perempuan bersyukur menurut Alkitab sangat penting bagi wanita yang hedonis dan tidak bersyukur dengan melalui pemahaman Firman Tuhan yang benar, mengetahui hakikatnya sebagai umat Allah. Alkitab mengajarkan bahwa menikah untuk menjadi satu dan bukan menjadi sama. Orang akan frustasi apabila menjadikan pernikahan sebagai target untuk menjadi sama, yang sesungguhnya adalah saling melengkapi. Sehingga, sebagai pasangan suami istri seharusnya dapat menerima apa adanya satu sama lain, misalnya; sikapnya, sifatnya, tempramennya, karakternya. Dengan kekurangan ataupun kelebihan yang ada, tidak dapat merubah pasangan dengan mencela, menuntut, ataupun menjadikan sama dengan keinginannya. Firman Tuhan merupakan kebenaran yang akan menuntun orang percaya untuk serupa dengan Kristus Yesus. Kaum wanita hedonis yang tidak bersyukur telah terjadi di berbagai kalangan. Ini merupakan situasi yang memprihatikan, penurunan kualitas secara rohani, dan moral tentunya akan berpengaruh terhadap gereja. Berangkat dari problematika tersebut, jelas bahwa wanita hedonis sangat membahayakan. Dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif-theologis dalam skripsi ini penulis memberikan implementasi bagi kaum wanita hedonis, sehingga hasil studi ini dapat menjadi acuan bagi kaum wanita dalam meningkatkan kualitas rohaninya. Today, a grateful woman is a situation that is difficult for women to do in her life. Women are hedonistic because they are not only detrimental to spirituality, but also to individual character and personality. Therefore, the application of women who are grateful according to the Bible is very important for women who are hedonistic and ungrateful, through understanding the true Word of God, knowing their essence as God's people. The Bible teaches that marrying is to be one and not the same. People will be frustrated if they make marriage as the target to be the same, which is actually complementary. So, as a married couple, they should be able to accept each other's existence, for example; his attitude, his character, his temper, his character. With existing weaknesses or strengths, one cannot change a partner by criticizing, demanding, or making the same as what he wants. God's Word is the truth that will lead believers to be like Christ Jesus. Hedonist women who are not grateful have occurred in various circles. This is a situation of concern, spiritual and moral deterioration will certainly affect the church. Departing from these problems, it is clear that hedonistic women are very dangerous. With a qualitative approach and descriptive-theological methods in this thesis, the authors provide an implementation for hedonist women, so that the results of this study can be a reference for women in improving their spiritual quality.
Sondang Lumbangaol
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual, Volume 10, pp 36-57; https://doi.org/10.47154/scripta.v10i2.103

Abstract:
Abstrak Pemimpin dan kepemimpinan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Apabila menyinggung tentang kepemimpinan, hal itu berkaitan dengan mendiskusikan suatu proses. Tetapi berbicara tentang pemimpin Kristen berarti berbicara tentang individu atau pribadi yang dipanggil oleh Tuhan untuk melaksanakan tugas kepemimpinan. Dewasa ini kepemimpinan dalam berbagai bidang telah diwarnai oleh terlibatnya wanita dalam memberikan peran sertanya dalam upaya meningkatkan pembangunan bangsa. Termasuk juga dalam kepemimpinan di gereja. Artikel ini akan memaparkan secara singkat tentang gambaran kepemimpinan wanita dalam gereja Abstract Leaders and leadership can not be separated from one another. If we mention the leadership, it relates to discuss the process. But talking about the Christian’s leader is talking about private individuals or who are called by God to carry out the task of leadership. Today leadership in various fields has been characterized by the involvement of women in delivering participation in efforts to improve the development of the nation. Included the leadership in the church. This article will explain briefly about the image of women in church of leadership
Lina Manalu
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual, Volume 10, pp 21-36; https://doi.org/10.47154/scripta.v10i2.92

Abstract:
Pemimpin dan kepemimpinan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Apabila menyinggung tentang kepemimpinan, hal itu berkaitan dengan mendiskusikan suatu proses. Tetapi berbicara tentang pemimpin Kristen berarti berbicara tentang individu atau pribadi yang dipanggil oleh Tuhan untuk melaksanakan tugas kepemimpinan. Dewasa ini kepemimpinan dalam berbagai bidang telah diwarnai oleh terlibatnya wanita dalam memberikan peran sertanya dalam upaya meningkatkan pembangunan bangsa. Termasuk juga dalam kepemimpinan di gereja. Artikel ini akan memaparkan secara singkat tentang gambaran kepemimpinan wanita dalam gereja --------------------------- Leaders and leadership can not be separated from one another. If we mention the leadership, it relates to discuss the process. But talking about the Christian’s leader is talking about private individuals or who are called by God to carry out the task of leadership. Today leadership in various fields has been characterized by the involvement of women in delivering participation in efforts to improve the development of the nation. Included the leadership in the church. This article will explain briefly about the image of women in church of leadership
Lilik Utari
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual, Volume 10, pp 78-99; https://doi.org/10.47154/scripta.v10i2.108

Abstract:
Pendampingan pastoral adalah suatu pendekatan bagi setiap orang untuk mengetahui setiap kehidupan konseling oleh konselor. Tetapi berbicara tentang pendampingan pastoral Kristen itu berarti berbicara tentang bagaimana gembala melayani seseorang yang mengalami suatu masalah dalam hidupnya. Dimana dalam pelayanan ini ada beberapa pendekatan yang dilakukan, untuk bisa menemukan titik temu akan masalah yang dihadapi, terkhusus bagi seorang perempuan yang dilayani. Termasuk juga perempuan dalam lingkup gereja. Artikel ini juga akan memaparkan secara singkat tentang model pendampingan pastoral terhadap perempuan Kristen dalam menghadapi fase pre-menopause.
Dian Agustina20, Yenny Anita Pattinama, Febriaman Lalaziduhu Harefa
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual, Volume 10, pp 1-20; https://doi.org/10.47154/scripta.v10i2.102

Abstract:
Spiritualitas adalah hidup menurut roh. Dalam konteks hubungan yang transenden, roh itu adalah Roh Allah sendiri. Spiritualitas adalah hidup yang didasarkan pada pengaruh dan bimbingan Roh Allah. Spiritualitas bertujuan untuk membuat manusia hidup sesuai dengan cita-cita Allah atau tujuan Allah. Spiritualitas merupakan peningkatan hidup beragama yang bersumber pada religiositas. Dengan menghayati spiritualitas, manusia menjadi orang spiritual, yaitu orang yang menghayati Allah dalam hidup nyata sehari-hari sesuai dengan panggilan dan peran hidupnya. Untuk menemukan jawabannya, maka dibuatlah sebuah penelitian dengan menggunakan metode penelitian deskriptif bibliologis. Hasilnya adalah kaum wanita Kristen akan tekun mencari Tuhan, mengandalkan Tuhan, menjaga kekudusan hidup dan setia menepati janji. Spirituality is living according to the spirit. In the context of a transcendent relationship, that spirit is the Spirit of God Himself. Spirituality is a life based on the influence and guidance of the Spirit of God. Spirituality aims to make human beings live according to God's ideals or God's purposes. Spirituality is an increase in religious life which is rooted in religiosity. By living spirituality, humans become spiritual people, that is, people who live God in real everyday life according to their vocation and role. To find the answer, a study was made using descriptive bibliological research methods. The result is that Christian women will diligently seek God, rely on God, keep their lives holy and faithfully keep their promises.
Elisa Sihombing, Jean Paath
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual, Volume 10, pp 100-118; https://doi.org/10.47154/scripta.v10i2.105

Abstract:
ABSTRAK Perempuan yang bersyukur saat ini menjadi sebuah situasi yang sulit dilakukan oleh wanita dalam hidupnya. Kaum wanita hedonis karena tidak hanya merugikan secara rohani, namun juga karakter dan kepribadian individu. Oleh sebab itu penerapan perempuan bersyukur menurut Alkitab sangat penting bagi wanita yang hedonis dan tidak bersyukur dengan melalui pemahaman Firman Tuhan yang benar, mengetahui hakikatnya sebagai umat Allah. Firman Tuhan merupakan kebenaran yang akan menuntun orang percaya untuk serupa dengan Kristus Yesus. Kaum wanita hedonis yang tidak bersyukur telah terjadi di berbagai kalangan. Ini merupakan situasi yang memprihatikan, penurunan kualitas secara rohani, dan moral tentunya akan berpengaruh terhadap gereja. Berangkat dari problematika tersebut, jelas bahwa wanita hedonis sangat membahayakan. Dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif-theologis dalam skripsi ini penulis memberikan implementasi bagi kaum wanita hedonis, sehingga hasil studi ini dapat menjadi acuan bagi kaum wanita dalam meningkatkan kualitas rohaninya. ABSTRACT Today a grateful woman is a situation that is difficult for women to do in her life. Women are hedonistic because they are detrimental not only spiritually, but also individual character and personality. Therefore, the application of women who are grateful according to the Bible is very important for women who are hedonistic and ungrateful by understanding the true Word of God, knowing their essence as God's people. God's Word is the truth that will lead believers to be like Christ Jesus. Hedonist women who are not grateful have occurred in various circles. This is a situation of concern, spiritual and moral deterioration will certainly affect the church. Departing from these problems, it is clear that hedonistic women are very dangerous. With a qualitative approach and descriptive-theological methods in this thesis, the authors provide an implementation for hedonic women, so that the results of this studycan be a reference for women in improving their spiritual quality.The second abstract is written in English. Abstract length maximum 250 words. At least the abstract should include the background of the study, research methods, research results and recommendations. The abstract should include two to five keywords, and the format of writing follows the template.
Sri Wahyuni Kusradi
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual, Volume 9, pp 53-71; https://doi.org/10.47154/scripta.v9i1.112

Abstract:
ABSTRAK _______________________________________________________________ Pada masa pandemic Covid-19 ini banyak orang menjadi kuatir akan masalah penghidupannya, masa depan keluarga, masyarakat, ekonomi, politik, pendidikan, kebudayaan yang berubah mengikuti dampak covid-19 ini. Hal tersebut juga dihadapi oleh orang Kristen, mereka dapat saja mempertanyakan di mana Tuhan pada masa pandemic ini. Tetapi ada satu pegangan yang teguh yang dapat menjadi penghiburan dan kekuatan bagi orang percaya, yaitu Kasih setia Allah yang akan memberikan jaminan kehidupan orang percaya pada masa pandemic ini. Di mana dalam Perjanjian Lama kasih setia Tuhan telah dinyatakan kepada bangsa Israel dari sejak jaman Adam telah diikatkan dari keturunan ke keturunan yang diikat melalui sebuah perjanjian yang tidak setara antara Allah dengan umat pilihan, didasarkan pada kemurahan hati Allah yang masih berlaku hingga sampai kini. Untuk itu penulis akan menggunakan metode Untuk memaparkan tujuan penulisan ini maka penulis menggunakan metode deskriptif teologis yang akan mencermati teks-teks Alkitab mengenai kasih setia, memperhatikannya berdasarkan konteks sejarah untuk menemukan bagaimana prinsip-prinsip kasih setia Tuhan itu dinyatakan kepada generasi ke generasi Israel. Dari penelitian itu akan diperoleh makna teologis tentang penyataan-penyataan kasih setia Tuhan di sepanjang sejarah Israel dalam Perjanjian Lama. Dalam penemuan makna-makna theologis maka topic ini dapat dikorelasikan dengan keadaan pada masa pandemic sekarang ini. Bagaimana bentuk penyataan kasih setia Tuhan dan bagaimana orang percaya pada masa kini harus menyikapinya. Saat orang percaya memahami dan terus memegang perjanjian kasih setia Tuhan maka iman kepada Allah akan terus semakin teguh sekalipun di saat penderitaan pada masa covid-19 ini melanda. Kata Kunci: Kasih Setia Tuhan, Perjanjian Lama, Covid-19 ABSTRACT _______________________________________________________________ The second abstract is written in English. During the Covid-19 pandemic, many people became worried about their livelihood problems, the future of their families and how to manage their lives. This happens because the economic crisis is threatening, family incomes are declining or unstable, health is not guaranteed, the ease with which social problems occur makes life uneasy. The same thing can be faced by Christians. If they do not have a strong faith, Christians will also experience shocks of faith. But there is one firm hold that can be a comfort and strength to believers, which is God's character. God's loyal love will provide assurance for the life of believers in this pandemic. Where in the Old Testament the love of God has been shown to the Israelites from the time of Adam has been tied from generation to generation. God's loyal love bound through an unequal covenant between God and the elect, which is based on God's generosity. God's lovingkindness that was expressed in various forms during the Old Testament times and also which is still in effect today. For this reason, the author will use the method. To explain the purpose of this writing, the author uses a theological descriptive method that will examine the biblical texts regarding of The Kindness og God as stated in the Old Testament, paying attention to it based on the historical context to find how the principles of The Kindness of God are expressed. in various forms from generation to generation of Israelis. From this research, theological meaning will be obtained about the revelations of The kindness of God throughout the history of Israel in the Old Testament. In the discovery of theological meanings, this topic can be correlated with the situation in the current pandemic. What is the present form of expression of The kindness of God and how today's believers should react to it. When believers today understand and continue to hold onto God's covenant of loyal love, faith in God will continue to be stronger even when suffering during the Covid-19 era hits. Keywords: Kindness of God, Old Testament, Covid-19
Fanny Y. M Kaseke
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual, Volume 8, pp 152-163; https://doi.org/10.47154/scripta.v8i2.69

Abstract:
ABSTRAK Pendidikan adalah faktor yang sangat penting bagi kemajuan Bangsa dan Negara. Maka tidaklah heran jikalau manajemen mutu pendidikan adalah unsur penting yang diperhatikan oleh pemerintah untuk menghasilkan kualitas pendidikan yang baik dan unggul. Oleh sebab itu, sangat penting jikalau institusi pendidikan memperhatikan manajemen mutu melalui standart penjaminnan mutu (SPMI). Berdasarkan hal di atas, maka penelitian ini dilakukan untuk mengulas sistem SPMI yang dilakukan di STT Ebenhaezer. Dengan tujuan menghasilkan standart mutu pendidikan yang baik dan unggul seperti yang diharapkan. Maka ada beberpa hal yang dilakukan untuk mencapai hal yang dimaksud. Membangun komunikasi yang baik di semua lini kerja di STTE, secara bertahap meningkatkan alokasi anggaran ideal untuk penjaminan mutu sesuai ketentuan Kemendiknas Dikti tahun 2009, membuat panduan kriteria keberhasilan SPMI, meningkatkan kinerja staf pengelola LP2M dan penjaminan mutu di lingkungan STTE melalui penghargaan dan sanksi, mendorong terbangunnya budaya mutu yang konsisten dan berkelanjutan. ABSTRACT The second abstract is written in English. Abstract length maximum 250 words. At least the abstract should include the background of the study, research methods, research results and recommendations. The abstract should include two to five keywords, and the format of writing follows the template.
Yanjumseby Yeverson Manafe
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual, Volume 8, pp 111-131; https://doi.org/10.47154/scripta.v8i2.67

Abstract:
ABSTRAK Setelah kejatuhan manusia ke dalam dosa sebagaimana diuraikan dalam kitab Kejadian 3:1-24, membuat semua manusia keturunan Adam dan hawa hidup dalam dosa. Kendatipun demikian masih ada banyak orang Kristen yang belum dapat memahami dengan pasti adanya dosa di dalam hidup mereka. Jika setiap orang kristen tidak tahu bahwa ada dosa dalam dirinya maka akan sulit sekali untuk menanganinya. Oleh sebab itu, setiap orang Kristen harus mengetahui dan menyadari hakikat dari manusia berdosa serta mau melepaskan diri dari belenggu dosa. Dan hal ini akan terwujud di dalam dan melalui Roh Kudus. Berkenaan dengan keberdosaan manusia maka dalam tulisan ini akan dibahas berturut-turut mengenai keberdosaan manusia, yaitu: definisi dosa, istilah-istilah dosa dalam Alkitab, asal dosa, aspek-aspek dosa, akibat dosa dan jalan keluar dari dosa. ABSTRACT After the fall of man into sin as described in Genesis 3: 1-24, made all humans descend from Adam and Eve live in sin. Nevertheless there are still many Christians who have not been able to understand with certainty the existence of sin in their lives. If every Christian does not know that there is sin in him it will be very difficult to handle it. Therefore, every Christian must know and realize the nature of sinful humans and want to break away from the bondage of sin. And this will be realized in and through the Holy Spirit. With regard to human sinfulness, this paper will be discussed in succession regarding human sinfulness, namely: the definition of sin, the terms of sin in the Bible, the origin of sin, aspects of sin, the consequences of sin and the way out of sin.
Junius Halawa
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual, Volume 8, pp 164-180; https://doi.org/10.47154/scripta.v8i2.70

Abstract:
ABSTRAKSeks menurut Alkitab sebagai kontribusi bagi pengajaran gereja masa kini. Tujuan tulisan ini untuk menggali dan menjelaskan konsep seks di dalam Alkitab. Alkitab adalah firman Allah tertulis sebagai landasan iman dan sumber pengajaran yang sehat, misalnya pendidikan seks kepada jemaat. Jauh sebelum manusia diciptakan Allah telah merancang seks bagi kehidupan manusia. Sehingga seks harus dipahami sebagai karunia Allah yang baik, mulia dan nikmat. Namun pada faktanya sebagian orang mengangap seks sebagai sesuatu yang kotor atau hanya pemuas hawa nafsu manusia. Konsekwensiya ialah banyak orang melakukan tindakan seks yang salah diantaranya: perzinahan, onani atau mastrubasi, homoseksual, lesbian dan pedofilia. Berdasarkan hasil penggalian Alkitab, maka seks menggunakan istilah: “satu daging” dan “bersetubuh”. Lebih dalam Alkitab menyatakan bahwa seks merupakan inisiatif Allah sendiri kepada laki-laki dan perempuan, sehingga seks baik adanya. Seks hanya diizinkan Allah kepada seorang laki-laki dan seorang perempuan yang telah masuk dalam pernikahan yang diberkati Tuhan. Pada hakekatnya seks memiliki empat dimensi, yakni: Dimensi rekreasi, dimensi prokreasi, dimensi relasi dan dimensi refleksi. Jika diamati secara baik antara konsep seks yang disaksikan oleh Alkitab dengan perilaku manusia diera ini, maka telah telah banyak terjadi penyimpangan. Oleh karena itu, fenomena ini merupakan bagian dari tanggungjawab gereja dan hamba Tuhan untuk melakukan langkah-langkah pencegahan dan penangan dosa seksual diantaranya: Memberikan pengajaran seks yang Alkitabiah, membuat program yang kreatif dan inofatif dan melaksanakan pelayanan pastoral konseling. Kata kunci: seks atau seksual. ABSTRACT Sex according to the Bible as a contribution to the teaching of the church today. The purpose of this paper is to explore and explain the concept of sex in the Bible. The Bible is the written word of God as a foundation of faith and a source of healthy teaching, for example sex education to the congregation. Long before humans were created God had designed sex for human life. So sex must be understood as a gift from God that is good, noble and delicious. But in fact some people regard sex as something dirty or just satisfying human desires. The consequence is that many people commit wrong sexual acts including:
Back to Top Top