Journal of Advanced Guidance and Counseling

Journal Information
ISSN / EISSN : 2746-1513 / 2746-1521
Published by: UIN Walisongo Semarang (10.21580)
Total articles ≅ 20
Filter:

Latest articles in this journal

Tania Qamar, Saralah Devi Mariamdaran Chethiyar, Muhammad Ali Equatora
Journal of Advanced Guidance and Counseling, Volume 3, pp 14-31; https://doi.org/10.21580/jagc.2022.3.1.9320

Abstract:
Purpose - The aim of the research was to assess the relationship between perceived stress, emotional intelligence and psychological wellbeing of mental health professionals during Covid-19 in Pakistan. Method - The population of this study is (n=150) mental health professionals (psychologists, psychiatrists, psychiatry nurses). Data was collected through purposive sampling strategy. Result - The results showed that perceived stress has significant negative association with psychological wellbeing, however, emotional intelligence has significant positive association with psychological wellbeing. Regression findings revealed that perceived stress and emotional intelligence were significant predictors of psychological wellbeing among mental health professionals. ANOVA findings showed psychological wellbeing score was high in psychiatrists then other mental health professionals. Implication – This research guided to enhance the emotional intelligence skill. The present study will help to understand the importance of psychological wellbeing especially among mental health professionals. Originality - The present study has great importance for mental health professionals. The results of the current study have suggestions for theories in the field of socialization to understand the perceived stress, emotional intelligence and psychological wellbeing mostly experienced, which increase our knowledge. *** Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan antara stres yang dirasakan, kecerdasan emosional, dan kesejahteraan profesional kesehatan mental selama Covid-19 di Pakistan. Metode - Populasi penelitian ini adalah (n=150) tenaga kesehatan jiwa (psikolog, psikiater, perawat psikiatri). Data dikumpulkan melalui strategi purposive sampling. Hasil - Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi stres memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan kesejahteraan, namun kecerdasan emosional memiliki hubungan positif yang signifikan dengan kesejahteraan. Temuan regresi mengungkapkan bahwa stres yang dirasakan dan kecerdasan emosional merupakan prediktor signifikan kesejahteraan di kalangan profesional kesehatan mental. Temuan ANOVA menunjukkan skor kesejahteraan lebih tinggi pada psikiater daripada profesional kesehatan mental lainnya. Implikasi - Penelitian ini dipandu untuk meningkatkan keterampilan kecerdasan emosional. Studi ini akan membantu untuk memahami pentingnya kesejahteraan, terutama di kalangan profesional kesehatan mental. Originalitas - Penelitian ini sangat penting bagi para profesional kesehatan mental. Hasil penelitian saat ini memiliki saran untuk teori di bidang sosialisasi untuk memahami stres yang dirasakan, kecerdasan emosional, dan kesejahteraan sebagian besar dialami, yang meningkatkan pengetahuan kita.
Jimoh Kasali, Adediwura Alaba Adeyemi
Journal of Advanced Guidance and Counseling, Volume 3, pp 54-69; https://doi.org/10.21580/jagc.2022.3.1.11276

Abstract:
Purpose - This study aims to ascertain the impact of several options on distractor performance when confidence scoring was used and established the impact of the numbers of options for multiple-choice test items on the reliability of coefficients that were not significant. Method: This research used a descriptive survey design. There are two sampling methods used in this research, simple random sampling technique and purposive sampling. The instrument used for this study was an adapted version of the 2015 West Africa School Certificate Examination (WASCE) Economics test items. Data collected were analyzed using ANOVA, Kuder -Richardson Formula (KR-20) and Fisher's Z-Test with aid of FZT compotator. Result - The results of the study showed that several options had a significant impact on distractors' performance when scored using confidence scoring (F = 6.679, p <0.05). The results also showed that for each pairwise comparison of 3/4-options (zobt = 0.640), 3/5-options (zobt = 0.837) and 4/5-options (zobt = 0.196) at p <0.05 the difference in the reliability coefficients were not significant. Implication - This study suggests to improve scoring, the procedure should be encouraged and used in schools because it is effective in reducing the contribution of random guessing to testees' total score and in rewarding testees' partial knowledge on multiple-choice tests. Furthermore, the confidence scoring procedure significantly reduces the 'craze' for a do-or-die affair to pass an examination at all costs and thus should be used in all schools. Originality - This research is the study to improve scoring procedures that should be encouraged and used in schools. *** Tujuan - Tujuan dari penelitian ini adalah memastikan dampak jumlah opsi pada kinerja pengecoh ketika penilaian kepercayaan digunakan dan menetapkan dampak jumlah opsi untuk item tes pilihan ganda pada keandalan koefisien tidak signifikan. Metode - Penelitian ini menggunakan desain survei deskriptif. Ada dua metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu teknik simple random sampling dan purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah versi adaptasi dari soal-soal tes Ekonomi West Africa School Certificate Examination (WASCE) 2015. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan ANOVA, Rumus Kuder-Richardson (KR-20) dan Fisher's Z-Test dengan bantuan kompotator FZT. Hasil - Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah opsi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pengecoh ketika diberi skor menggunakan penilaian kepercayaan (F = 6.679, p <0,05). Hasil juga menunjukkan bahwa untuk setiap perbandingan berpasangan opsi 3/4 (zobt = 0,640), opsi 3/5 (zobt = 0,837) dan opsi 4/5 (zobt = 0,196) pada p < 0,05 selisih koefisien reliabilitas tidak signifikan. Implikasi - Penelitian ini menyarankan untuk meningkatkan prosedur penilaian harus didorong dan digunakan di sekolah-sekolah karena telah terbukti efektif dalam mengurangi kontribusi tebakan acak terhadap skor total testi dan dalam menghargai pengetahuan parsial testi pada tes pilihan ganda. Selanjutnya, prosedur penilaian kepercayaan secara signifikan mengurangi 'kegemaran' untuk urusan do-or-die untuk lulus ujian di semua biaya, dan dengan demikian harus digunakan di semua sekolah. Orisinalitas - Penelitian ini adalah studi untuk meningkatkan prosedur penilaian harus didorong dan digunakan di sekolah.
Ajeng Intan Nur Rahmawati, Imam Ariffudin
Journal of Advanced Guidance and Counseling, Volume 3, pp 32-53; https://doi.org/10.21580/jagc.2022.3.1.9353

Abstract:
Purpose: This study aims to analyze the relationship and the influence of parental parenting on students' PIU levels. Method: Correlational research with an explanatory design was chosen to answer the formulation of the research problem. A total of 121 junior high schools (SMP) students in Malang City were respondents to the study using random sampling. The research data was collected using two instruments, namely generalized problematic Internet Use Scale 2 (GPIUS2) and the Parenting Questionnaire in Alabama. The collected data were analyzed using multiple regression. Result: The results showed that inconsistent discipline, poor monitoring/supervision, and corporal punishment are variables that predict an increase in student PIU. Thus, it can be concluded that parental parenting is related and has an effect on the high and low levels of PIU. Implication: Therefore, parents need to adjust parenting by helping students in improving self-control during a pandemic that uses more internet access. Originality: This research is a study that focuses on analyzing problems that arise in the pandemic era related to problematic internet use (PIU) and parental parenting models. *** Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dan pengaruh Problematic Internet Use (PIU) terhadap pola asuh orang tua pada siswa SMA Kota Malang. Metode: Correlational research with explanatory design was chosen to answer the formulation of the research problem. A total of 121 junior high school (SMP) students in Malang City were respondents to the study using random sampling. The research data was collected using two instruments, namely generalized problematic Internet Use Scale 2 (GPIUS2) and Parenting Questionairre Alabama. The collected data were analyzed using multiple regression analysis. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pola asuh memiliki hubungan dan berpengaruh terhadap tingkat penggunaan internet bermasalah. Inconsistent discipline, poor monitoring/supervision dan corporal punishment merupakan variable yang dapat memprediksi peningkatan PIU siswa. Implikasi: Kajian ini berperan penting bagi instansi, guru, dan orang tua untuk menumbuhkan self-control sebagai upaya dalam menentukan pola asuh yang tepat kepada peserta didik ketika menggunakan internet. Orisinalitas: Penelitian ini merupakan kajian yang menitikberatkan pada permasalahan Problematic Internet Use (PIU) dan model pola asuh orang tua selama pandemi di Kota Malang.
Ali Murtadho, Syed Muzaffar Hussain, Raden Azamry Raden Perhan, Ibrahim Bin Ahmad
Journal of Advanced Guidance and Counseling, Volume 3, pp 70-93; https://doi.org/10.21580/jagc.2022.3.1.11788

Abstract:
Purpose: This study aims to prove the effectiveness of Aggression Placement Training ( ART ) in reducing the aggressiveness of students, especially in Islamic High School (Madrasah Aliyah). Method: This research used a true-experimental design method with a randomized pretest-posttest control group design. Samples were determined using random selection technique. The subjects were students of class XI Madrasah Aliyah Negeri Kendal. Aggressiveness data collection is using the Buss-Perry Aggression Questionnaire (BPAQ). Results: The results of the study revealed that ART with an Islamic cultural and religious approach was effective in reducing the level of students' aggressiveness. The data show the level of aggressiveness of students in the experimental group was significantly lower than students in the control group. The theoretical means of 93,461 to 45.09 with a significance level of 0.00. Implication: ART is suggested to be applied to overcome student’s aggression, therefore it is recommended for further researchers to use larger research subjects to have a more accurate conclusion; use ART for problems other than aggression such as low prosocial, low morale, and so on; conduct research in school settings where students are more heterogeneous, which is using ART to reduce the level of students aggression in senior high school or vocational high school. Originally: This study used ART that had been adapted to the conditions of the Indonesian people, especially those who were Muslim. The training related to skill streaming, anger control training (ACT), and moral reasoning had an Islamic nuance. *** Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efektifitas Pelatihan Penempatan Agresi ( ART ) dalam mengurangi agresivitas siswa khususnya di Madrasah Aliyah . Metode - Penelitian ini menggunakan metode true-experimental design dengan rancangan randomized pretest-posttest control group design. Sampel ditentukan dengan teknik pemilihan acak. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI Madrasah Aliyah Negeri Kendal. Pengumpulan data agresivitas menggunakan Buss-Perry Aggression Questionnaire (BPAQ). Hasil- Hasil penelitian mengungkapkan bahwa ART dengan pendekatan budaya dan agama Islam efektif dalam menurunkan tingkat agresivitas siswa. Data menunjukkan tingkat agresivitas siswa pada kelompok eksperimen secara signifikan lebih rendah dibandingkan siswa pada kelompok kontrol. Rerata teoritis sebesar 93,461 sampai dengan 45,09 dengan taraf signifikansi 0,00. Implikasi - ART disarankan untuk diterapkan untuk mengatasi agresi siswa, oleh karena itu disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk menggunakan subjek penelitian yang lebih besar untuk mendapatkan kesimpulan yang lebih akurat; menggunakan ART untuk masalah selain agresi seperti prososial rendah, moral rendah, dan sebagainya; melakukan penelitian di lingkungan sekolah yang siswanya lebih heterogen, yaitu penggunaan ART untuk mengurangi tingkat agresi siswa di sekolah menengah atas atau sekolah menengah kejuruan. Orisinalitas - Penelitian ini menggunakan ART yang sudah disesuaikan dengan kondisi masyarakat Indonesia, khususnya yang beragama Islam. Pelatihan terkait skill streaming, pelatihan pengendalian amarah (ACT), dan penalaran moral bernuansa islami.
Bakhrudin All Habsy
Journal of Advanced Guidance and Counseling, Volume 3, pp 1-13; https://doi.org/10.21580/jagc.2022.3.1.9308

Abstract:
Purpose - This research aims to measure the effectiveness of counseling groups using the technique of role-playing in the framework of character-strengthening education in high school students. Method - research type used is quantitative with a quasi-experimental design. This study involves two object groups: experiment group and control group. These groups are set through a random method. Result - Counseling group with role-playing technique is proven to be effective in strengthening the character of the participants. This can be seen from the paired sample T-test where the significance score was 0.000 (p<0.05). Thus, strengthening the character through a role-playing technique that includes the score of religious, nationalist, independent, mutual cooperation, and integrity shows significant changes in the results. _ Implications - This study the impact on the development of service guidance and counseling in high school as an effort to build character’s participants teach to fit with the score of character education. Originality - This research is strengthening character education through counseling group service with a role-playing technique for high school students. *** Purpose - Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektifitas konseling kelompok menggunakan teknik role playing dalam rangka penguatan pendidikan karakter pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Method - Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi eksperimen. Penelitian ini melibatkan dua objek kelompok yakni kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Penentuan kelompok ditetapkan melalui metode acak. Result - Konseling kelompok dengan teknik role playing terbukti efektif dalam penguatan karakter peserta didik. Hal ini terlihat dari uji paired sample T-test dimana nilai signifikansi menunjukkan angka 0,000 (p<0,05). Dengan demikian, penguatan karakter melalui teknik role playing yang meliputi nilai religius, nasionalis, mandiri, gotong-royong dan integritas menunjukkan hasil perubahan yang signifikan. Implications - Kajian ini berdampak pada pengembangan layanan bimbingan dan konseling di SMA sebagai upaya penanaman karakter peserta didik agar sesuai dengan nilai pendidikan karakter. Originality - Penelitian ini merupakan kajian penguatan pendidikan karakter melalui layanan konseling kelompok dengan teknik role playing pada siswa SMA.
Ulin Nihayah, Ahmad Shofwan Ats-Tsauri Sadnawi, Nuha Naillaturrafidah
Journal of Advanced Guidance and Counseling, Volume 2, pp 56-71; https://doi.org/10.21580/jagc.2021.2.1.6986

Abstract:
Purpose - The purpose of this study was to describe the problems of academic anxiety that occur in college students as a result of the COVID pandemic that occurs and alternative solutions to overcome them in the perspective of counseling guidance.Method - The research method used was descriptive quantitative, where the author conducts a survey to students who experience academic anxiety during the pandemic. The sample of the study consisted of 28 students from 9 universitiesResult - The results of the research conducted are that the psychological anxiety disorders due to online lectures related to the influence of online lectures on student sleep patterns as much as 32.1%, 17.9% have difficulty sleeping, and 11.1% wake up sluggish. In addition, there are anxiety disorders due to online lectures that have a physical impact on the condition marked by 42.9% feeling lethargic and unmotivated, 14.3% achy, 28.6% eye strain, 14.8%, so it has an impact on mastery of the material with the result that 82.1% can absurb master the material, and the rest did not master the material.Implications – This study can be used to improve the problems of academic anxiety that occur in college students as a result of the COVID pandemic.Originality - This research is the study analysis student academic-anxiety in dealing with online lectures by using the analysis of counseling guidance.***Tujuan - Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan permasalahan academic anxiety yang terjadi pada mahasiswa akibat pandemi COVID yang terjadi dan alternatif solusi untuk mengatasinya dalam perspektif bimbingan konseling.Metode - Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dimana penulis melakukan survey kepada mahasiswa yang mengalami academic anxiety selama masa pandemi. Sampel penelitian terdiri dari 28 mahasiswa dari 9 universitas.Hasil - Hasil penelitian menunjukkan bahwa gangguan kecemasan psikologis akibat kuliah online terkait pengaruh kuliah online terhadap pola tidur mahasiswa sebanyak 32,1%, sulit tidur 17,9%, dan bangun lamban 11,1%. Selain itu terdapat gangguan kecemasan akibat kuliah online yang berdampak pada kondisi fisik yang ditandai dengan 42,9% merasa lesu dan tidak bersemangat, 14,3% pegal, 28,6% mata tegang, 14,8% sehingga berdampak pada penguasaan materi. dengan hasil 82,1% dapat menguasai materi, dan sisanya tidak menguasai materi.Implikasi - Penelitian ini dapat digunakan untuk memperbaiki masalah kecemasan akademik yang terjadi pada mahasiswa akibat pandemi COVID.Originalitas - Penelitian ini merupakan penelitian analisis kecemasan akademik mahasiswa dalam menghadapi perkuliahan online dengan menggunakan analisis bimbingan konseling.
Chornelius Hutagaol
Journal of Advanced Guidance and Counseling, Volume 2, pp 1-10; https://doi.org/10.21580/jagc.2021.2.1.6398

Abstract:
Purpose - The research objective was to determine the relationship between emotional maturity and cyberbullying behavior among students.Method - This research is a case study using a quantitative method based on a post-positivism approach. The sampling technique in this study using purposive sampling technique. The number of subjects in this study amounted to 60 students. The data analysis technique used product moment correlation.Result - The results of the research analysis using the "product moment" correlation technique showed a correlation number of -0.720 (p 0.01). The correlation coefficient value shows -0.720 which means that it has a very strong relationship level. Thus, the higher the emotional maturity, the lower the cyberbullying behavior, and the lower the emotional maturity, the higher the cyberbullying behavior.Implications – To define university-Students are included in the early adulthood stage which should have good emotional maturity. High emotional maturity allows individuals to have the ability to understand reality and facts and the quality of responding to situations by separating pressure and attraction for pleasant and unpleasant feelings.Originality - This research is cyberbullying behavior study using a quantitative method based on a post-positivism approach.***Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi dengan perilaku cyberbullying pada mahasiswa.Metode - Penelitian ini merupakan studi kasus dengan menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan post-positivisme. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah subjek dalam penelitian ini berjumlah 60 siswa. Teknik analisis data menggunakan korelasi product moment.Hasil - Hasil analisis dengan teknik korelasi product moment menunjukkan angka korelasi sebesar -0,720 (p0,01). Nilai koefisien korelasi menunjukkan -0,720 yang berarti memiliki tingkat hubungan yang sangat kuat. Dengan demikian, semakin tinggi kematangan emosi maka semakin rendah perilaku cyberbullying, dan semakin rendah kematangan emosi maka semakin tinggi perilaku cyberbullying.Implikasi - Untuk mendefinisikan mahasiswa termasuk dalam tahap dewasa awal yang harus memiliki kematangan emosi yang baik. Kematangan emosi yang tinggi memungkinkan individu memiliki kemampuan untuk memahami realitas dan fakta serta kualitas dalam merespon situasi dengan memisahkan tekanan dan ketertarikan terhadap perasaan menyenangkan dan tidak menyenangkan.Originalitas - Penelitian ini merupakan penelitian perilaku cyberbullying dengan menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan post-positivisme.
Agus Riyadi, Hendri Hermawan Adinugraha
Journal of Advanced Guidance and Counseling, Volume 2, pp 11-38; https://doi.org/10.21580/jagc.2021.2.1.6543

Abstract:
Purpose - The purpose of this study was to describe the Islamic counseling construction in the da’wah science structure.Method - This study used a qualitative descriptive analysis especially library research. The researchers examined the amount of literature relevant to the problem in this study.Result - The results showed that guidance and counseling are disciplines occupies a specific area of the human relationship in terms of the relationship that needs and helps each other. Relationship patterns like this, in reality, are built by a person or group of people based on different motives and values. One of them is the foundation of religious spirit in the form of awareness of the sacred mission as the basis for one’s activities in establishing relationships with other people. On this basis, the guidance and counseling activities are very appropriate when it is integrated with Islamic da’wah activities so that it becomes clear that the construction of Islamic guidance and counseling is in the structure of da’wah science.Implications – This study can be used to improve the skills performance of the Islamic counseling construction in the da’wah science structure.Originality - This research is the first study that used literature deeply about Al-Nadzariyah Al-Syumuliyah Al-Qur’aniyah in da’wah science.***Tujuan - Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konstruksi konseling Islam dalam struktur ilmu dakwah.Metode - Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif khususnya penelitian kepustakaan. Peneliti mengkaji sejumlah literatur yang relevan dengan masalah dalam penelitian ini.Hasil - Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan dan konseling menempati wilayah tertentu dari hubungan manusia dalam hal hubungan yang saling membutuhkan dan membantu. Pola hubungan seperti ini pada kenyataannya dibangun oleh seseorang atau sekelompok orang berdasarkan motif dan nilai yang berbeda. Salah satunya adalah landasan spirit keagamaan berupa kesadaran akan misi suci sebagai landasan aktivitas seseorang dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Atas dasar itulah maka kegiatan bimbingan dan konseling sangat tepat bila dipadukan dengan kegiatan dakwah Islam sehingga menjadi jelas bahwa konstruksi bimbingan dan konseling Islam berada dalam struktur ilmu dakwah.Implikasi - Penelitian ini dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja keterampilan konstruksi konseling Islam dalam struktur ilmu dakwah.Originalitas - Penelitian ini merupakan penelitian pertama yang menggunakan literatur secara mendalam tentang Al-Nadzariyah Al-Syumuliyah Al-Qur’aniyah dalam ilmu dakwah.
Fahrurrazi Fahrurrazi, Riska Damayanti
Journal of Advanced Guidance and Counseling, Volume 2, pp 72-82; https://doi.org/10.21580/jagc.2021.2.1.8098

Abstract:
Purpose - This study aims to find out the efforts of guidance and counseling Madrasah Aliyah (MA) Madania teachers in developing students' learning motivation. Method - This study uses a qualitative approach descriptive. The subjects of this study amounted to 6 people, namely 1 guidance and counseling teacher (BK), and 5 students of MA Madania. The data-collection technique in this study uses observations and interviews.Result - The results showed that the students who had done guidance and counseling realized that learning was important and had undergone changes. The changes were like before, they did not want to learn, when they were asked to study they avoided it, they also did not want to do assignments, and slept when the teacher was explaining and so on. When given counseling guidance, there are changes in which they start to have an effort in learning such as: willing to do assignments, study independently and study in groups with friends.Implications – The results of this study are expected to be input in improving several things that need to be done by counseling guidance teachers in schools.Originality - Motivational improvement framework with the efforts of BK MA Madania teachers in developing student learning motivation.***Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru bimbingan dan konseling Madrasah Aliyah (MA) Madania dalam mengembangkan motivasi belajar siswa.Metode - Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subyek penelitian ini berjumlah 6 orang yaitu 1 orang guru bimbingan dan konseling (BK), dan 5 orang siswa MA Madania. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan wawancara.Hasil - Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang telah melakukan bimbingan dan konseling menyadari bahwa belajar itu penting dan telah mengalami perubahan. Perubahannya seperti dulu, mereka tidak mau belajar, ketika diminta untuk belajar mereka menghindarinya, mereka juga tidak mau mengerjakan tugas, dan tidur ketika guru sedang menjelaskan dan sebagainya. Ketika diberikan bimbingan konseling, terjadi perubahan dimana mereka mulai memiliki usaha dalam belajar seperti: mau mengerjakan tugas, belajar mandiri dan belajar berkelompok dengan teman.Implikasi - Hasil penelitian ini diharapkan menjadi input dalam meningkatkan beberapa hal yang perlu dilakukan oleh guru bimbingan konseling di sekolah.Originalitas - Kerangka peningkatan motivasi dengan upaya guru BK MA Madania dalam mengembangkan motivasi belajar siswa.
Elfi Rimayati, Sri Sayekti, Sri Redjeki
Journal of Advanced Guidance and Counseling, Volume 2, pp 39-55; https://doi.org/10.21580/jagc.2021.2.1.7893

Abstract:
Purpose - The purpose of this study was to determine the coping skills of inmates in living their lives. Method - The method used in this research was descriptive quantitative, with a population of 378 people consisting of 48 adult prisoners, 330 adult inmates. Sampling was based on the Krecjie table with a sample total of 182 people.Result - The results of calculating the coping skills of the inmates from the five indicators that have been determined obatained an average number of 76.7%. Based on the results of the average coping skills, it can be concluded that the coping skills of Class II A Women's Prison in Semarang are included in the good category.Implications – The results of this study are expected to be input in improving correctional services at the Class IIA Women's Prison in Semarang.Originality - This research is the study analysis coping skills of inmates in living their lives in the Class IIA Women's Prison in Semarang.***Tujuan - Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keterampilan koping narapidana dalam menjalani kehidupan mereka.Metode - Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan populasi 378 orang yang terdiri dari 48 tahanan dewasa, 330 narapidana dewasa. Pengambilan sampel didasarkan pada tabel Krecjie dengan total sampel 182 orang.Hasil - Hasil penghitungan keterampilan koping narapidana dari lima indikator yang telah ditentukan ditampati jumlah rata-rata 76,7%. Berdasarkan hasil rata-rata keterampilan koping, dapat disimpulkan bahwa keterampilan koping dari kelas II penjara perempuan di Semarang termasuk dalam kategori baik.Implikasi - Hasil penelitian ini diharapkan menjadi input dalam meningkatkan layanan pemasyarakatan di penjara perempuan IIA kelas di SemarangOriginalitas - Penelitian ini adalah penelitian studi keterampilan mengatasi narapidana dalam menjalani kehidupan mereka di penjara wanita IIA di Semarang.
Back to Top Top