Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat

Journal Information
EISSN : 2746-5233
Current Publisher: Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia (10.35877)
Total articles ≅ 28
Filter:

Latest articles in this journal

Endang Sujana, Tuti Widjadtuti, Iwan Setiawan, Wiwin Tanwiriah, Dani Garnida, Indrawati Yudha Asmara
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 2, pp 56-66; doi:10.35877/454ri.mattawang335

Abstract:
Loa Village is one of the villages located in Paseh District, Majalaya, Bandung Regency. Loa Village has potential to be developed, in the field of animal husbandry. Many of the resident raising the chicken and duck in groups, but still use the traditional method, which is naturally hatching eggs by the hen so that it is difficult to get Kampong chicken seeds. With the village profile as above, we are challenged to provide the knowledge and techniques of raising Kampong chickens to Loa Village public, especially to farmer group members, through the virtual KKN-PPMD Padjadjaran University. The purpose of this activity is to increase the knowledge and skills of breeders in raising chickens, hatching eggs, composing the rations, processing chicken products and increasing the production of day old chicks. Apparently, the enthusiasm of the participants to gain knowledge and skills in raising Kampong chicken was quite high. Knowledge of the participants regarding the management of chickens, the preparation of rations are still lacking, but the enthusiasm of farmers to learn all the knowledge about raising Kampong chickens is very good, so that this activity can increase knowledge about how to hatch eggs and skills to operate the incubator and have a great passion for the business of Kampong chickens. Abstrak Desa Loa merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Paseh, Majalaya Kabupaten Bandung. Desa Loa memiliki potensi yang harus dikembangkan, salah satunya yaitu potensi di bidang peternakan. Banyak dari penduduknya yang merupakan kelompok peternak ayam dan entok, tetapi masih menggunakan cara trasional yaitu menetaskan telur secara alami oleh induk sehingga sulit mendapatkan bibit ayam kampung. Melihat profil desa seperti di atas, maka kami tertantang untuk memberikan pengetahuan tehnik beternak ayam kampung kepada para anggota kelompok tani melalui Kegiatan KKN-PPMD virtual universitas Padjadjaran kepada masyarakat Desa Loa khususnya kepada kelompok peternak. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam budidaya beternak ayam, menetaskan telur, menyusun ransum, dan pengolahan hasil ternak ayam serta meningkatkan produksi anak ayam untuk bibit. Dari kegiatan ini antusiasme peserta untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan usaha budidaya beternak aym lokal cukup tinggi. Wawasan peserta mengenai tatalaksana pemeliharaan ayam, serta penyusunan ransum masih sangat kurang, tetapi animo peternak sangat baik untuk belajar semua pengetahuan tentang budidaya beternak ayam lokal, sehingga kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan mengenai cara-cara menetaskan telur dan keterampilan mengoperasikan cara menetaskan telur dengan mesin tetas dan semangat untuk usaha beternak ayam kampung.
Warsidah, Dzul Fadly, Arman Amran
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 2, pp 92-100; doi:10.35877/454ri.mattawang346

Abstract:
Seaweed or known as macroalgae, is one of the marine commodities with valuable economic potential for domestic and foreign markets. West Kalimantan, especially on Lemukutan Island, is one of the cultivation centers for Eucheuma cottoni and E.spinosum. The use of seaweed as a functional food in various kinds of preparations has not been implemented optimally. This PKM activity aims to socialize the use and consumption of seaweed and diversify its processing in an effort to improve the immune system, especially during the Covid19 pandemic. A total of 256 participants stated that they were ready to attend the webinar, which was delivered in an online form distributed by the organizing committee. Socialization activities are carried out online with the material presented related to seaweed and its various preparations and its function as food in improving health status through repair, restoration, or enhancement of the immune system, so it is very important to socialize consumption and utilize this food as a defense agent for the body during pandemic Covid19 or after. The results of the evaluation of PKM activities through the pretest and posttest shows that the participants' knowledge regarding the material presented has increased from 40-50% to 80-90%, for that it is still expected that there will be similar activities with a wider target object in West Kalimantan which can improve the welfare of society in general. Abstrak Rumput laut atau dikenal sebagai makroalga merupakan salah satu komoditas perairan laut yang memiliki potensi ekonomi yang sangat bernilai baik untuk pasaran domestic maupun pasaran mancanegara. Kalimantan Barat khususnya Pulau Lemukutan merupakan salah satu sentra budidaya Eucheuma cottoni dan E.spinosum. Pemanfaatan rumput laut ini sebagai pangan fungsional dalam berbagai macam olahan belum dilaksanakan secara optimal. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk memasyarakatkan pemanfaatan dan konsumsi rumput laut serta diversifikasi olahannya dalam usaha untuk meningkatkan system kekebalan tubuh terutama di masa pandemic Covid19. Sebanyak 256 peserta menyatakan siap hadir di acara webinar yang disampaikan dalam form online yang dibagikan oleh panitia pelaksana kegiatan. Kegiatan sosialisasi dilakukan secara online dengan materi yang disampaikan terkait rumput laut dan aneka olahannya serta fungsinya sebagai bahan pangan dalam meningkatkan derajat kesehatan melalui perbaikan, pemulihan atau peningkatan system kekebalan tubuh, sehingga sangat penting untuk mensosialisasikan konsumsi dan memanfaatkan pangan ini sebagai agen pertahanan tubuh dalam masa pandemic Covid19. Dari hasil evaluasi kegiatan PKM ini melalui pretest dan post test menunjukkan pengetahuan peserta terkait materi yang disampaikan mengalami peningkatan dari 40-50% menjadi 80-90%, untuk itu masih diharapkan adanya kegiatan-kegiatan serupa dengan obyek sasaran yang lebih luas dalam wilayah Kalimantan Barat yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada umumnya.
Eka Siswanto Syamsul, Supomo, Achmad Kadri Ansyori
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 2, pp 75-78; doi:10.35877/454ri.mattawang338

Abstract:
Due to the COVID-19 pandemic outbreak, the availability of handwashing products in Samarinda City has become a rare item. The purpose of this activity is to prevent COVID-19 through the use of Hand Sanitizer. This method in this service includes several stages, namely preparation that includes the preparation of tools and materials, the production process with the stages of mixing materials into hand sanitizer products, and the packaging process that is inserting the finished hand sanitizer into small bottles measuring 20 ml, 100 ml and Container 5 L, as well as labelling the brand hand sanitizer, and subsequently the distribution process in RT 27, 28 , 29 and 30 Black Water Village. Civitas Akademika STIKES Samarinda (STIKSAM) and Ikatan Keluarga Alumni (IKA STIKSAM) make hand sanitizer in accordance with WHO regulations, hand sanitizer distribution process in rt 27, RT 28, RT 29 and RT 30 Black Water Village and COVID-19 referral hospital (AW Hospital. Sjahranie and I.A. Moeis Hospital) went smoothly. Mayor of Samarinda H. Syaharie Ja'ang appreciated and reviewed the activities of Hand Sanitizer making at STIKES Samarinda campus. Abstrak Akibat wabah pandemi COVID-19 ketersediaan produk pencuci tangan di Kota Samarinda menjadi barang langka. Tujuan kegiatan ini yaitu melakukan upaya pencegahan COVID-19 melalui penggunaan Hand Sanitizer. Metode pada pengabdian ini meliputi beberapa tahap yaitu persiapan yang meliputi penyiapan alat dan bahan, proses produksi dengan tahapan pencampuran bahan-bahan menjadi produk hand sanitizer, dan proses pengemasan yaitu memasukan hand sanitizer yang sudah jadi ke dalam botol-botol kecil berukuran 20 ml, 100 ml maupun Dirigen 5 L, serta labelling merek hand sanitizer, dan selanjutnya proses pendistribusian di RT 27, 28, 29 dan 30 Kelurahan Air Hitam. Civitas Akademika STIKES Samarinda (STIKSAM) dan Ikatan Keluarga Alumni (IKA STIKSAM) membuat hand sanitizer sesuai ketentuan WHO, proses pendistribusian hand sanitizer di wilayah RT 27, RT 28, RT 29 dan RT 30 Kelurahan Air Hitam dan Rumah sakit rujukan COVID-19 (RSUD AW. Sjahranie dan RSUD I.A. Moeis) berjalan dengan lancar. WaliKota Samarinda H. Syaharie Ja’ang mengapresiasi dan meninjau kegiatan pembuatan Hand Sanitizer di kampus STIKES Samarinda.
Wahyu Utami, Karisma Ayu Ningtyas, Vira Safitri, Endang Mawarti, Lilla Puji Lestari
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 2, pp 79-86; doi:10.35877/454ri.mattawang342

Abstract:
The KKNT-KK activity of the Urip Sumoharjo Group purpose to provide public understanding of the importance of 3M in preventing the spread of the corona virus. As well as improving community skills in the use of natural ingredients for the manufacture of hand sanitizers. The method used in this activity is education and socialization of the application of 3M for the prevention of the corona virus, practicing how to make hand sanitizers from natural ingredients. The targets in this KKNT-KK activity are the people of Kalijaten Village, Taman Subdistrict, Sidoarjo Regency, especially mothers. The result of this activity is that the community has begun to understand the importance of 3M, and can utilize natural ingredients for the manufacture of hand sanitizers. Abstrak Kegiatan KKNT-KK Kelompok Urip Sumoharjo ini bertujuan untuk memberikan pemahaman masyarakat tentang pentingnya 3M untuk mencegah penyebaran virus corona. Serta meningkatkan keterampilan masyarakat dalam pemanfaatan bahan alami untuk pembuatan hand sanitizer. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah edukasi dan sosialisasi penerapan 3M untuk pencegahan virus corona, mempraktekkan cara pembuatan hand sanitizer dari bahan alami. Sasaran dalam kegiatan KKNT-KK ini yaitu masyarakat Kelurahan Kalijaten Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo khususnya para ibu-ibu. Hasil dari kegiatan ini adalah masyarakat mulai paham tentang pentingnya 3M, serta bisa memanfaatkan bahan alami untuk pembuatan hand sanitizer.
Ika Widiastuti, Pandu Adi Cakranegara
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 2, pp 87-91; doi:10.35877/454ri.mattawang341

Abstract:
This article is motivated by COVID-19, which can affect the economy and MSMEs of the Mojokerto community. The research objective was to determine the community's strategies in Watespinggir Hamlet Mojokerto to survive and still earn income during the pandemic. The research method is descriptive qualitative, and the authors collect data by conducting interviews, discussions with business actors, and seeking information from other article sources. The results showed that business actors' efforts to increase an income such as studying more details about the technology, providing exemplary service to consumers, paying attention to the quality of goods to be sold to consumers. Also, selling products using e-commerce, adding services to consumers, digital marketing and optimizing marketing relationships with consumers, maintaining products, and protecting existing customers. Abstrak Artikel ini dilatarbelakangi oleh COVID-19 yang dapat mempengaruhi perekonomian dan UMKM masyarakat Mojokerto. Tujuan penelitian untuk mengetahui strategi yang digunakan oleh masyarakat di Dusun Watespinggir Mojokerto supaya dapat bertahan dan tetap mendapatkan penghasilan selama pandemi. Metode penelitian ialah kualitatif deskriptif, penulis mengambil data dengan melakukan wawancara, diskusi dengan pelaku usaha dan mencari informasi dari sumber artikel lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pelaku usaha guna meningkatkan suatu pendapatan seperti mempelajari lebih detail tentang teknologi, memberikan pelayanan yang baik untuk konsumen, memperhatikan kualitas barang yang akan dijual ke konsumen. Selain itu, penjualan produk dengan menggunakan e-commerce, penambahan layanan terhadap konsumen, digital marketing serta mengoptimalkan hubungan pemasaran dengan para konsumen, dan mempertahankan produk serta menjaga pelanggan yang sudah ada.
Victoria Ogwa Adikwu, John Johnson Edache, Mary Eru Iji, Egom Njin Ogar
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 2, pp 36-45; doi:10.35877/454ri.mattawang295

Abstract:
The study specifically examines the impact of emotional abuse on the mental health of women in abusive marriages in communities in Gwagwalada, Federal Capital Territory, Nigeria. In order to achieve the objective of this study, the cross-sectional research method was adopted for the study. Data or the study was collected from a sample of 600 married women in Gwagwalada aged 18 and above using a self-structured questionnaire. The stratified and purposive sampling technique was used in selecting the sample from the study area. From the 600-instrument distributed only 594 was return without missing items or mutilation and this was used for analysis. Data collected from the field was analyzed using descriptive statistics such as tables, simple percentage and figure. The correlation analysis was carried using Pearson Product Moment correlation Analysis. Findings revealed that 95.2 per cent (566) of the sample in one time or the other in their marriage have suffered one form of emotional abuse, result also revealed that 93.8 percent of the respondents suffer psychologically as a result of emotional abuse from their spouse. The correlational analysis also revealed a strong significant relationship between emotional abuse and mental health issue among married women. The study therefore concludes that emotional abuse affects the mental health of married women in communities in Gwagwalada, Federal Capital Territory, Nigeria. the study therefore calls for increase in support service for those in abuse relationship. Abstrak Studi tersebut secara khusus meneliti dampak pelecehan emosional pada kesehatan mental wanita dalam pernikahan yang "teraniaya" pada komunitas di Gwagwalada, Federal Capital Territory, Nigeria. Untuk mencapai tujuan penelitian ini, digunakan metode penelitian cross-sectional untuk penelitian ini. Data penelitian terkumpul dari sampel 600 wanita menikah di Gwagwalada dan berusia 18 tahun ke atas menggunakan kuesioner terstruktur. Teknik pengambilan sampel bertingkat dan purposif digunakan dalam proses pemilihan sampel penelitian. Dari 600 instrumen yang didistribusikan hanya 594 yang dikembalikan tanpa item yang hilang dan ini digunakan untuk analisis. Data yang dikumpulkan dari lapangan dianalisis menggunakan statistik deskriptif seperti tabel, persentase sederhana, dan gambar. Analisis korelasi dilakukan dengan menggunakan Analisis Korelasi Pearson Product Moment. Temuan menunjukkan bahwa 95,2 persen (566) sampel dalam satu waktu atau lain waktu dalam pernikahan mereka pernah mengalami salah satu bentuk pelecehan emosional, hasil juga mengungkapkan bahwa 93,8 persen responden menderita secara psikologis akibat pelecehan emosional dari pasangannya. Analisis korelasional juga mengungkapkan hubungan signifikan yang kuat antara pelecehan emosional dan masalah kesehatan mental pada wanita menikah. Oleh karena itu, penelitian tersebut menyimpulkan bahwa pelecehan emosional mempengaruhi kesehatan mental wanita yang sudah menikah pada komunitas di Gwagwalada, Federal Capital Territory, Nigeria. Oleh karena itu, penelitian ini menyerukan peningkatan layanan dukungan bagi mereka yang berada dalam hubungan pelecehan.
Herna Febrianty Sianipar, Theresia Monika Siahaan, Apriani Sijabat
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 2, pp 23-26; doi:10.35877/454ri.mattawang310

Abstract:
This service aims to provide information about the value of good water quality and demonstrate directly the tools used to measure it which aim to cultivate Batak fish based on biological, physical and chemical parameters such as temperature, dissolved oxygen, carbon dioxide, pH, and provide information on the names of measuring devices. . This service has been carried out in Gorat Village, Toba Samosir Regency with the method of counseling and material discussion (exposure and question and answer), as well as the practice of measuring water quality externally and analyzing the results of its value. The results of the counseling show that many fish farmers do not understand the value of good water quality for batak fish cultivation and not many know the equipment that can be used to check water quality. From this counseling, it can be seen that the interest of fish farmers and the community is very high, and they become more aware of the value of good water quality for fish farming and know the equipment. Abstrak Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan tentang nilai kualitas air yang baik dan mendemonstrasikan langsung alat yang digunakan mengukurnya yang bertujuan untuk membudidayakan ikan batak berdasarkan parameter biologi, fisika dan kimia seperti suhu, oksigen terlarut, karbondioksida, pH, serta memberikan informasi nama alat-alat pengukurnya. Pengabdian ini telah dilakukan di Desa Gorat, Kabupaten Toba Samosir dengan metode penyuluhan dan diskusi materi (paparan dan tanya jawab), serta praktek pengukuran kualitas air secara eksitu dan menganalisis hasil nilainya. Hasil penyuluhan menunjukan bahwa banyaknya petani ikan yang belum paham tentang nilai kualitas air yang baik untuk budidaya ikan batak serta belum banyak yang mengetahui peralatan yang dapat digunakan untuk memeriksa kualitas air. Dari penyuluhan ini terlihat animo petani ikan dan masyarakat sangat tinggi, dan mereka menjadi lebih paham tentang nilai kualitas air yang baik untuk budidaya ikan serta mengetahui peralatannya.
Yusniar Rasjid, Zulkifli Rais, A. Bida Purnamasari, Rusdianto
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 2, pp 19-22; doi:10.35877/454ri.mattawang307

Abstract:
The purpose of this activity is to seek to develop skills and abilities in the manufacture of liquid organic fertilizers as an effort to reduce environmental pollution caused by household waste and industrial waste. Lack of skills in making organic liquid fertilizer from household waste for students is the driving force for the implementation of this training activity. For this reason, this activity will provide training on how to make liquid organic fertilizer from household waste and rotten fruits. The results achieved were in the form of knowledge and skills on how to make organic liquid fertilizer from household waste and rotten fruits by involving students at school. This can be seen from the results of the participants' independent work in producing the final product in the form of liquid organic fertilizer. These students' skills can be seen from the results of independent work in forming attractive and beautiful horticulture plants. The results of the activity are also in the form of enthusiasm and enthusiasm of the students/training participants which can be seen from the presence of the participants and interest in the practice of making organic liquid fertilizer from waste. Abstrak: Tujuan kegiatan ini yaitu hendak mengupayakan pengembangan keterampilan dan kemampuan dalam pembuatan pupuk organik cair sebagai upaya mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah rumah tangga dan limbah industri. Kurangnya keterampilan dalam membuat pupuk cair organik dari limbah rumah tangga bagi siswa menjadi pendorong pelaksanaan kegiatan pelatihan ini. Untuk itu, kegiatan ini akan memberikan pelatihan cara pembuatan pupuk organik cair dari limbah yang berasal dari rumah tangga dan buah-buahan yang busuk. Hasil yang dicapai berupa pengetahuan dan keterampilan cara membuat pupuk cair organik dari limbah rumah tangga dan buah-buahan busuk dengan melibatkan siswa-siswa di sekolah. Hal tersebut tampak dari hasil kerja mandiri peserta dalam menghasilkan produk akhir berupa pupuk organik cair. Keterampilan siswa tersebut tampak dari hasil kerja mandiri dalam membentuk tanaman vertikultur yang menarik dan indah. Hasil kegiatan juga berupa antusiasme dan semangat siswa/ peserta pelatihan yang tampak dari kehadiran peserta dan ketertarikan dalam praktek pembuatan pupuk cair organik dari limbah.
A. Sry Iryani, Agustina Deka Minggu Bali
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 2, pp 27-35; doi:10.35877/454ri.mattawang204

Abstract:
Chili is one of the most important foods for traditional Indonesian food. One of the chilies that have a very high Scoville rating from Toraja Utara and Tana Toraja is Cabe Bakul or Lada Katokkon. This chili is different from other peppers ranging from the shape that resembles a pabrika but the size is small, it is sweet taste turned hot and good smelled. . The disadvantage of this chili is the condition of chilies that have a very high water content so it is easy to rot and wrestle so that the price quickly goes down and sometimes thrown away. To avoid the problem, the team proposes to process chili into a product but does not change the taste, color, and smell. This activity helps the chili farmers to process their crops into processed products that have higher economic value. There are two types of products produced are Chili powder (Bon Cabe) and sauce. Chili sauce is made there are four variants of flavors are: original, onion, terasi, and fish. Through this training, the farmer group partners can cultivate the harvest and its products can compete in the Toraja market and outside Toraja. Abstrak Cabe merupakan salah satu makanan terpenting untuk makanan tradisional Indonesia. Salah satu cabai yang memiliki rating Scoville sangat tinggi dari Toraja Utara dan Tana Toraja adalah Cabe Bakul atau Cabe Katokkon. Cabe ini berbeda dengan cabe lainnya mulai dari bentuknya yang menyerupai pabrika namun ukurannya kecil, rasanya manis berubah menjadi panas dan harum. Kekurangan dari cabe ini adalah kondisi buah cabe yang memiliki kandungan air yang sangat tinggi sehingga mudah membusuk dan bergelut sehingga harganya cepat turun dan kadang dibuang begitu saja. Untuk menghindari masalah tersebut, tim mengusulkan untuk mengolah cabe menjadi sebuah produk namun tidak merubah rasa, warna dan baunya. Kegiatan ini membantu petani cabe mengolah hasil panennya menjadi produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Ada dua jenis produk yang dihasilkan yaitu bubuk cabe (Bon Cabe) dan saos. Kuah sambal yang dibuat ada empat varian rasa yaitu: original, bawang, terasi dan ikan. Melalui pelatihan ini para mitra kelompok tani dapat membudidayakan hasil panen dan produknya dapat bersaing di pasar Toraja dan luar Toraja.
Muhammad Suhron,
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 2, pp 14-18; doi:10.35877/454ri.mattawang266

Abstract:
People with mental disorders (ODGJ) after pasung are defined as ODGJ who have been freed from confinement and referred to the hospital. One way of handling (ODGJ) is post pasung by involving mental cadres in handling violent behavior in people with mental disorders (ODGJ) after pasung. The purpose of this Community Service is to prepare soul cadres in handling violent behavior during the release of pasung. This community service was carried out in November 2019 with the target of soul cadres in Bangkalan Kokop. The team came from the Nursing Study Program at Stikes Ngudia Husada Madura, and the Faculty of Nursing, Airlangga University and the Kokop Community Health Center. This activity consists of a preparatory stage including an assessment / assessment and techniques for handling violent behavior by mental cadres in releasing pasung patients. Abstrak: Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) pasca pasung diartikan ODGJ yang sudah terbebas dari pemasungan dan dirujuk ke rumah sakit, Salah satu cara penanganan (ODGJ) pasca pasung dengan melibatkan Kader jiwa dalam menangani perilaku kekerasan pada Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) pasca pasung. Tujuan Pengabdian Masyarakat ini yaitu untuk menyiapkan kader jiwa dalam penanganan perilaku kekerasan saat pelepasan pasung. Pengabdian masyarakat ini dilakukan pada bulan November 2019 dengan sasaran kader jiwa di Kokop Bangkalan. Tim berasal dari Program Studi Keperawatan Stikes Ngudia Husada Madura, dan Fakultas Keperawatan, Universitas Airlangga serta puskesmas Kokop. Kegiatan ini terdiri dari tahap persiapan meliputi pengkajian/assesment dan tekhnik penanganan perilaku kekerasan oleh kader jiwa dalam pelepasan pasien pasung.
Back to Top Top