Jurnal Abmas Negeri (JAGRI)

Journal Information
EISSN : 2746-802X
Published by: LPPM Akper Yapenas 21 Maros (10.36590)
Total articles ≅ 26
Filter:

Latest articles in this journal

Desi Fadia Syabani Ridwan, Rosyanne Kushargina
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI), Volume 3, pp 17-23; https://doi.org/10.36590/jagri.v3i1.177

Abstract:
Remaja adalah anak yang berusia 11-18 tahun dimana usia ini tergolong masih membutuhkan konsumsi makanan bergizi seimbang. Kondisi yang penting ini berpengaruh terhadap kebutuhan zat gizi. Kebiasaan hidup yang kurang sehat dan kurangnya aktifitas fisik itu semua dikarenakan kurangnya pengetahuan remaja tentang pentingnya pola hidup sehat dan gizi seimbang bagi pertumbuhan mereka. Pengetahuan terkait gizi seimbang masih kurang dikalangan remaja saat ini termasuk siswa dan siswi SMP Triyasa yang masih kurang memahami pentingnya mengonsumsi sayuran. Pada dasarnya masalah gizi pada remaja ini bisa timbul karena perilaku gizi yang salah. Salah satu masalah gizi seimbang remaja adalah rendahnya konsumsi sayuran. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan terkait sayuran. Metode yang digunakan kegiatan GEMAS ini dilakukan secara online dengan menggunakan aplikasi virtual meeting karena pandemi Covid 19. Pre-test dan post-test dilakukan pada sasaran untuk mengetahui peningkatan pengetahuan. Terjadi peningkatan pengetahuan sasaran sebesar 88%setelah dilakukan sosialisasi dan edukasi.
Dyah Izmah Azyzah, Fauza Rizqiya
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI), Volume 3, pp 11-16; https://doi.org/10.36590/jagri.v3i1.172

Abstract:
Tingkat penularan Covid-19 di wilayah Jakarta merupakan yang tertinggi dengan presentase sebesar 25,4%. perlu dilakukan upaya untuk menurunkan angka terjadinya penularan Covid-19, salah satunya dengan mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang agar sistem kekebalan tubuh meningkat dan dapat terhindar dari virus Covid-19. minimnya pengetauan wali murid di TK Daarul Adzkiyya, Jakarta Pusat mengenai pola makan gizi seimbang pada anak pra sekolah melatarbelakangi kegiatan penyuluhan mengenai pola makan gizi seimbang pra sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada wali murid di TK Daarul Adzkiyya mengenai pola makan gizi seimbang pra sekolah di masa pandemi ini. Metode yang dilakukan yaitu penyuluhan dengan media power point. Pre-test dan post-test diberikan kepada 12 orang sasaran. Terjadi peningkatan pengetahuan dilihat dari hasil post-test peserta setelah dilakukan penyuluhan.
Sanya Anda Lusiana, Endah Sri Rahayu, Maxianus K Raya, Dorci Nuburi
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI), Volume 3, pp 39-45; https://doi.org/10.36590/jagri.v3i1.230

Abstract:
Kualitas softskill seorang sebagai anggota masyarakat diyakini merupakan kunci kesuksesan sehingga proses pendidikan tidak hanya dilihat dari sisi hardskill (pengetahuan dan pemahaman atau keilmuan). Penguasaan softskill yang perlu dipupuk yaitu kepemimpinan, komunikasi, toleransi dan bahkan keterampilan kemandirian seperti kewirausahaan (enterpreneurship). Jurusan Gizi merupakan institusi vokasional dituntut untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas, professional, bersaing dipasar global dan dapat menciptakan peluang kerja. Upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut tentunya lulusan hendaknya mempunyai jiwa entrepreneur atau wirausaha yang tinggi guna dapat mengaplikasikan semua ilmu yang diperoleh khususnya dibidang gizi sehingga dapat berkiprah sebagai pelaku pemasaran produk gizi. Salah satu sumber gizi yang kaya akan kandungan protein adalah ikan. Sumberdaya perikanan dan kelautan Indonesia memiliki potensi sangat besar dan belum dimanfaatkan secara benar serta berkelanjutan. Salah satu ikan yang memiliki ekonomi tinggi adalah ikan cakalang, merupakan produk perikanan tangkap yang dominan di Jayapura Selatan Kota Jayapura. Tingkat pertumbuhan alami spesies Cakalang lebih tinggi dibandingkan dengan spesies Tuna. Tujuan kegiatan menghasilkan produk sambal cakalang, nugget cakalang, bakso cakalang dan kerupuk cakalang. Kegiatan pelatihan dan pendampingan dilakukan selama 9 bulan (Maret – November 2021) diikuti 9 orang mahasiswa dan 1 orang alumni. Hal ini merupakan langkah awal untuk menciptakan nutripreneur yang mampu berwirausaha dalam bidang gizi.
Susi Sastika Sumi, Ratna Ratna, Yusnaeni Y
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI), Volume 3, pp 51-55; https://doi.org/10.36590/jagri.v3i1.317

Abstract:
Dismenore merupakan proses alamiah, yang sering terjadi pada remaja dan sangat menganggu aktifitas remaja sehari-hari, bisa menyebabkan pusing, berkeringat dingin bahkan bisa sampai pingsan. Jika seperti ini, tentunya dismenore tidak boleh dibiarkan begitu saja. Dismenore harus diatasi dengan benar. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pelatihan penatalaksanaan dismenorea pada remaja putri di SMA Negeri 13 Makassar. Sasaran dari pengabdian masyarakat ini adalah para siswi di SMA Negeri 13 Makassar yang akan diberi pelatihan tentang penatalaksanaan dismenorea. Pengabdian masyarakat dilaksanakan 1 hari di SMA Negeri 13 Makassar. Metode yang digunakan berupa pretest, pelatihan dan posttest. Pre Test dilakukan untuk mengetahui pengetahuan awal siswa tentang penatalaksanaan dismenorea. Kemudian dilakukan pelatihan tentang penatalaksanaan dismenorea. Setelahnya itu dilakukan Post Test. Post Test dilakukan untuk mengetahui hasil pelatihan penatalaksanaan dismenorea
Niken Dwi Rahmawati, Inne Indraaryani Suryaalamsyah
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI), Volume 3, pp 31-38; https://doi.org/10.36590/jagri.v3i1.185

Abstract:
Faktor utama dan sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak adalah kesehatan. Jika terjadi masalah kesehatan atau kondisi kesehatan anak kurang sehat, maka akan berdampak pada berbagai hal yang berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangnya. Mengacu pada UU RI N0. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang dimaksud usia dini adalah anak yang berada pada rentang usia 0-6 tahun. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010 menunjukkan bahwa sebesar 41,2% anak usia sekolah di Indonesia mengonsumsi energi di bawah kebutuhan minimal, yaitu <70% Angka Kecukupan Gizi (AKG). Kondisi ini dapat berdampak pada terjadinya wasting pada anak. Program pengabdian masyarakat pemberian edukasi gizi kepada anak usia dini dilaksanakan secara online dan offline. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini berupa pemberian materi edukasi sebanyak 3 kali pertemuan secara online melalui Zoom Meeting dan 1 kali pertemuan secara offline atau secara langsung. Sasaran dari program pengabdian masyarakat ini adalah murid TK Islam Yayasan Darul Adzkiyya yang berjumlah 14 orang. Hasil yang diperoleh setelah dilakukan pemberian edukasi selama 3 kali pertemuan menunjukan adanya peningkatan pengetahuan melalui hasil pre-test dan post-test pada murid-murid TK Islam Yayasan Darul Adzkiyya dengan rata-rata peningkatan sebesar 34,3%. edukasi gizi ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan anak usia dini, tetapi juga dapat merubah perilaku anak usia dini sehingga pengetahuan yang didapat terkait gizi dan kesehatan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
A'Immatul Fauziyah, Luh Desi Puspareni, Sofia Wardhani
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI), Volume 3, pp 56-61; https://doi.org/10.36590/jagri.v3i1.318

Abstract:
Dispepsia merupakan penyakit yang cukup tinggi prevalensinya pada remaja. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang pola makan yang baik untuk mencegah dispepsia di SMK Lingga Kencana di Kota Depok, Jawa barat. Metode pelaksanaan kegiatan ini dibagi menjadi beberapa tahapan, yaitu pre test, pelaksanaan Pendidikan gizi dan post test. Pendidikan gizi berdampak positif terhadap peningkatan pengetahuan tentang pola makan yang baik pada remaja. Terjadi peningkatan pengetahuan secara signifikan (p<0,05) sebesar 17%. Pendidikan gizi efektif untuk meningkatkan pengetahuan siswa dan diharapkan dapat menurunkan prevalensi dispepsia kedepannya.
Rahmi Rahmi, Sugiatmi Sugiatmi
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI), Volume 3, pp 46-50; https://doi.org/10.36590/jagri.v3i1.239

Abstract:
Asupan nutrisi setiap manusia dibutuhkan dalam memenuhi keberlangsungan hidup. Hal ini penting karena untuk menjaga daya tahan tubuh tetap optimal sehingga tidak gampang tertular oleh virus covid 19. Anak-anak merupakan salahsatu dari beberapa kelompok yang beresiko tinggi penularan covid 19, salahsatu tempat berkumpulnya anak anak yang paling sering dan berkapasitas banyak adalah sekolah dasar. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dalam pencegahan penularan Covid-19 dengan gizi seimbang pada anak sekolah. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan edukasi menggunakan material power point dan permainan interaktif. Metode tersebut dipilih karena pada kegiatan tersebut sasaran utama adalah anak-anak, sehingga metode yang digunakan menarik dan mudah dipahami oleh anak-anak. Kegiatan ini dilakukan pada siswa kelas lima dengan jumlah siswa sebanyak 27 orang. Dari hasil kegiatan yang dilakukan menunjukkan terdapat perbedaan pengetahuan para siswa sebelum dan sesudah diberi penyuluhan dengan nilai p < 0,05
Aulia Dea Salsabilah, Walliyana Kusumaningati
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI), Volume 3, pp 24-30; https://doi.org/10.36590/jagri.v3i1.181

Abstract:
Konsumsi makanan dengan gizi seimbang diperlukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh, menjaga tubuh tetap produktif dan menurunkan resiko terjangkitnya penyakit infeksi terutama pada masa pandemic Covid-19. Tujuan dari edukasi ini yaitu untuk memberikan informasi dan meningkatkan pengetahuan peserta mengenai manfaat makanan bergizi seimbang dalam meningkatkan imunitas tubuh. Metode edukasi dilakukan melalui Talk Show secara daring dengan sistem tanya jawab dan diskusi bersama, kemudian dilakukanya pre-test dan post-test untuk mengukur pengetahuan peserta sebelum dan sesudah diberikanya materi. Hasil pre-test peserta dengan pengetahuan kurang sebanyak 16 peserta (51,6%) dan peserta dengan pengetahuan baik sebanyak 15 peserta (48,4%). Sedangkan hasil post-test peserta dengan pengetahuan kurang hanya 2 peserta (6,5%) dan peserta dengan pengetahuan baik sebanyak 29 peserta (93,5%). Disimpulkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan mengenai pengetahuan peserta sebelum dan setelah dilakukanya kegiatan Talk show.
Retno Yuliyanti, Rosali Sembiring Colia, A'Immatul Fauziyah
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI), Volume 3, pp 1-10; https://doi.org/10.36590/jagri.v3i1.165

Abstract:
Minuman tradisional jamu merupakan salah satu bentuk kearifan lokal di Indonesia yang perlu dilestarikan agar tidak kalah dengan minuman kemasan kekinian yang praktis dan menarik. Kondisi perekonomian yang menurun akibat pandemik COVID 19 membuat ibu rumah tangga terpaksa berjualan demi membantu keuangan keluarga dengan berjualan minuman jamu. Tujuan kegiatan PKM ini adalah agar usaha ekonomi produktif ibu rumah tangga Kampung KB melalui inovasi yogjakara memiliki kualitas dan kuantitas produk sehingga meningkatkan nilai tambah. Metode pendekatan yang digunakan dalam kegiatan PKM adalah melalui pendampingan yang dilakukan tentang pentingnya memproduksi olahan jamu menggunakan alat teknologi agar efisien dan higienis serta pengelolaan sistem manajemen yang tepat mulai dari pemilihan atau persediaan, penyimpanan bahan baku sampai pengolahan produk berjalan dengan efektif dan efisien serta mengajarkan cara menjaga kehigienisan peralatan yang digunakan karena mitra menggunakan botol plastik atau bekas sirup sebagai wadah jamu. Selain itu pendekatan penyuluhan tentang khasiat minuman herbal terutama jahe dan yoghurt bagi kesehatan. Selanjutnya pendampingan pengetahuan manajemen dasar terutama tentang pelaporan keuangan, menentuan harga jual, dan pembuatan label untuk produk. Luaran dari kegiatan PKM ini didapatkan rerata skor tinggi untuk pengetahuan dan sikap peserta terkait obat herbal, peningkatan kualitas dan kuantitas produk, sistem produksi yang lebih efisien, memahami pentingnya sterilisasi peralatan serta dapat mengatur harga penjualan produknya dan memasarkan produknya dengan menggunakan label sendiri. Kesimpulan dari kegiatan ini bahwa melalui pemberdayaan usaha ekonomi masyarakat lewat inovasi produk dapat meningkatkan perekonomian keluarga.
Fika Dewi Pratiwi, Ayu Wulandari, Rufti Puji Astuti
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI), Volume 2, pp 52-60; https://doi.org/10.36590/jagri.v2i2.160

Abstract:
Yulia Bahari merupakan salah satu usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang memproduksi ikan asin dengan izin dari kepala desa Rebo. Produksi ikan asin di Desa Rebo, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ditentukan oleh ketersediaan bahan baku berupa ikan dan garam. Hal tersebut juga tergantung pada cuaca dan kondisi pasar. Berdasarkan hasil observasi, pendistribusian ikan asin di pasar menghadapi beberapa kendala akibat pandemi corona. Untuk itu, program pemberdayaan bertujuan untuk membantu eksistensi dan peningkatan produksi ikan asin Yulia Bahari. Program pemberdayaan yang dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi telah dilakukan pada Juli 2021. Sosialisasi izin usaha memberikan wawasan kepada pemilik tentang PIRT dan SKP. Hal ini juga memotivasi pemilik untuk memiliki izin yang dapat meningkatkan kualitas produk ikan asin. Selain itu, bantuan penggunaan e-commerce diharapkan dapat mengatasi kendala penjualan di masa pandemi dan memperluas segmen pasar.
Back to Top Top