PEDAGOGIKA: Jurnal Pedagogika dan Dinamika Pendidikan

Journal Information
ISSN / EISSN : 2746-184X / 2746-184X
Published by: Faculty of Law Pattimura University (10.30598)
Total articles ≅ 56
Filter:

Latest articles in this journal

Nurul Anisa Ali, Johannis Takaria, Nessy Pattimukay
PEDAGOGIKA: Jurnal Pedagogika dan Dinamika Pendidikan, Volume 9, pp 27-34; https://doi.org/10.30598/pedagogikavol9issue1page27-34

Abstract:
Pembelajaran matematika dapat dikatakan berhasil jika siswa dapat memahami konsep, penguasaan materi, serta hasil akhir yang diperoleh siswa telah mencapai Kriteria Ketuntasan Maksimum (KKM). Terkait dengan hal tersebut tujuan dari penilitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap hasil belajar siswa pada materi bangun datar kelas IV yang berlokasi pada MI Salman Al-Farisi Liang, dan tipe penelitian Quasi Eksperiment dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest design. Penelitian ini melibatkan seluruh siswa kelas IV MI Salman Al-Farisi Liang yang berjumlah 15 orang siswa, untuk menganalisis peningkatan hasil belajar siswa digunakan N-gain. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap peningkatan hasil belajar siswa, dengan hasil perhitungan N-gain diperoleh hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Treffinger 73,3% siswa dengan peningkatan hasil belajar matematika berada pada kategori tinggi, 20% siswa berada pada kategori sedang, dan 6,6% siswa berada pada kategori rendah.
Elsinora Mahananingtyas, Ariantjie Lesnussa, Hasan Nussy
PEDAGOGIKA: Jurnal Pedagogika dan Dinamika Pendidikan, Volume 9, pp 11-26; https://doi.org/10.30598/pedagogikavol9issue1page11-26

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran manajemen kepemimpinan kepala sekolah terhadap kepuasan kerja guru di SD Inpres 19 Ambon. Kepemimpinan kepala sekolah merupakan cara/kemampuan yang dimiliki oleh kepala sekolah tentang apa yang seharusnya dapat dilakukan seorang kepala sekolah dalam melaksanakan pekerjaannya dan untuk itulah seorang kepala sekolah harus mempunyai kompetensi untuk mencapai tujuan sekolah. Tipe penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Proses dan makna (perspektif subjek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Hasil penelitian dari peran dan tugas kepala sekolah sebagai pemimpin di sekolah berlangsung dalam proses yang berkesinambungan secara sistematik dan terstruktur yang meliputi tujuh komponen tugas dan peran kepala sekolah yaitu: 1). Kepala sekolah sebagai Educator, 2). Kepala sekolah sebagai Motivator, 3). Kepala sekolah sebagai Manajer, 4). Kepala sekolah sebagai Innovator, 5). Kepala sekolah sebagai Supervisor, 6). Kepala sekolah sebagai Leader, dan 7). Kepala sekolah sebagai Administator. Sedangkan manajemen kepemimpinan kepala sekolah sebagai pemimpin di sekolah dijalankan susai dengan empat tahap sebagai berikut: 1). Perencanaan (Planning), 2). Pengorganisasian (Organizing),3). Pelaksanaan atau penggerakan (Actuating), dan 4). Pengawasan (Controling).
Nathalia Yohana Johannes, Lisye Salamor, Eukaristy Stevania Taihuttu
PEDAGOGIKA: Jurnal Pedagogika dan Dinamika Pendidikan, Volume 9, pp 1-10; https://doi.org/10.30598/pedagogikavol9issue1page1-10

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian tentang strategi sekolah dalam penguatan pendidikan karakter bagi siswa SD Negeri 2 Hulaliu dengan memaksimalkan peran orang tua. Metode peneltian yang digunakan adalah kualitati deskriptif. Dari hasil penelitian terlihat bahwa penerapan strategi sekolah dalam penguatan pendidikan karakter di SD Negeri 2 Hulaliu, sekolah memberikan ruang bagi orang tua murid agar dapat membangun hubungan yang baik antara guru dan siswa dan siswa dengan temannya.
Marcy S Ferdinandus, Fatimatuz Zahra Rahayaan
PEDAGOGIKA: Jurnal Pedagogika dan Dinamika Pendidikan, Volume 8, pp 118-136; https://doi.org/10.30598/pedagogikavol8issue2page118-136

Abstract:
This study is aimed to help the students learn new vocabularies, meanings, and their function in sentences through Pictionary game at the first grade of SMP Negeri 14 Ambon. It also directly extended the new vocabularies learned into practice writing simple sentences. It is a Classroom Action Research design which stands under the mix method, quantitative- qualitative. The data was collected through test and classroom observation and it is directed to answer the three research questions; 1) how Pictionary Game helps the students in learning vocabularies, the meanings and functions of words, 2) how students apply the vocabularies learned into simple sentences in the extended Pictionary game activities, 3) how is the students’ attitude changes during the teaching and learning process. The result of the study exposed that students successfully acquired the vocabularies through the game. The extended activities of pictionary game helped the students to practice writing simple sentences using the vocabularies learned. It also exhibited that the students’ attitude change both during the game and the learning process.
Gazali Far-Far
PEDAGOGIKA: Jurnal Pedagogika dan Dinamika Pendidikan, Volume 8, pp 109-117; https://doi.org/10.30598/pedagogikavol8issue1page109-117

Abstract:
The teaching and learning model is the basis for implementing learning and is designed based on the result of analyzing curriculum implementation in the classroom. The conceptual reference that outlines the systematic stages for organizing learning experiences to lead to learning objectives. Understanding history is a combination of learning and teaching. Because the effort to study past events certainly has a correlation with current life. Therefore, it is expected that the use of learning history, including the use of local historical sites, can encourage students’ learning interest which can prove by increasing motivation and learning achievement. Based on the result of research conducted, it can be described as follows: 1. Developing a history learning model based on the use of local historical sites can improve the quality of learning. 2. Local historical sites can be developed as effective learning resources .
Agustinus Ufie
PEDAGOGIKA: Jurnal Pedagogika dan Dinamika Pendidikan, Volume 8, pp 1-10; https://doi.org/10.30598/pedagogikavol8issue1page1-10

Abstract:
Kajian ini hendak memberikan sebuah perspektif tentang bagaimana guru mata pelajaran sejarah mampu menghentikan suara sumbang yang terus dilantunkan berkaitan dengan proses pembelajaran sejarah yang hilang orientasi, membosankan, hafalan dan seterusnya. Berbagai masalah klasikal dimaksud, muncul bukan tanpa alasan, kemunculan suara sumbang itu karena ketidak mampuan guru sejarah dalam menjawab berbagai situasi yang terus berubah bersamaan dengan zaman yang terus bergerak. Guna mengeksplorasi secara mendalam berbagai masalah pembelajaran sejarah dimaksud maka pendekatan deskriptif analitis yang merupakan bagian dari Qualitative Research ditempuh. Realitas menunjukan bahwa pembelajaran sejarah kurang paradigmatis, klasikal dan membosankan karena kurangnya kreatifitas. Kajain ini mencoba menawarkan solusi yang dapat digunakan sebagai referensi bagi guru dalam mendisain, mengelolah pembelajaran sejarah yang inovatif, kreatif dengan berbagai pendekatan sehingga pembelajaran sejarah yang menyenangkan, paradigmatis dan inovatif dapat dijumpai sehingga kita menukan kembali roh pembelajaran sejarh sesuai perkembangan.
Lisye Salamor, Nathalia Yohanna Johannes, Yoan Liliefna
PEDAGOGIKA: Jurnal Pedagogika dan Dinamika Pendidikan, Volume 7, pp 72-90; https://doi.org/10.30598/pedagogikavol7issue1page72-90

Abstract:
Budaya Ukmu Moritari Solilakta sebagai bagian yang terintegrasi dalam kehidupan Masyarakat di TNS, merupakan kekayaan yang tak ternilai harganya. Perkembangan global dengan interaksi masyarakat yang berorietasi pada media virtual, menjadi ancaman bagi budaya tersebut. Pelembagaan melalui proses internalisasi dalam pembelajaran PPKn dengan model pembelajaran Classroom Community Patnership (CCP) Pada siswa SD Kristen Jerili. Dengan menggunakan Pendekatan Tindakan Kelas, Pada Tahapan hasil Uji Coba telah menggambarkan peningkatan secara signifikan. Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa, Melalui Penggunaan Model Pembelajaran CCP, Hasil belajar Siswa SD Kristen Jerili dapat ditingkatkan.
Siti Nurjanah
PEDAGOGIKA: Jurnal Pedagogika dan Dinamika Pendidikan, Volume 8, pp 81-92; https://doi.org/10.30598/pedagogikavol8issue1page81-92

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan metode PBL dibandingkan dengan metode ceramah dalam pembelajaran IPS terhadap hasil belajar IPS di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen. Desain eksperimen yang digunakan merupakan pretest and postest group design dengan analisis faktorial 2x2. Sampel penelitian dua kelas yang ditentukan dengan teknik purposive random sampling dengan jumlah 60 peserta didik. Berdasarkan hasil analisis data dengan α=0,05 kesimpulannya adalah sebagai berikut: (1) hasil belajar IPS peserta didik dengan metode PBL lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar IPS peserta didik yang belajar dengan metode ceramah.
Mieke Souisa, Agustina Huliselan
PEDAGOGIKA: Jurnal Pedagogika dan Dinamika Pendidikan, Volume 8, pp 73-80; https://doi.org/10.30598/pedagogikavol8issue1page73-80

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji motivasi belajar penjas siswa SMP di Kota Ambon. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, dengan variable penelitian adalah Motivasi belajar yang mempengaruhi peningkatan prestasi PJOK si sekolah menengah Pertama. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa-siswi di SMP Negeri 13 Ambon yang berjumlah 13 siswa. Berdasarkan uji hipotesis, maka hasil penelitian ini menunjukan bahwa SMP 13 Ambon Ambon dapat dikatakan terdapat 2 sampel memiliki motivasi belajar pada rata-rata, 4 sampel memiliki motivasi belajar di bawah rata-rata, sedangkan 7 sampel memiliki motivasi belajar di atas rata-rata. Jika di analisis dalam pengembangan indikator motivasi belajar siswa terbukti dari hasil presentasi indikator kemampuan berprestasi dan modifikasi gambaran diri lebih tinggi dari indikator yang lain sebesar 30 %. sedangkan terendah adalah kemampuan fisik dan teknik prestasi yang di raih sebesar 15 %, ini mengidikasikan bahwa motivasi belajar intrisik sangat besar dimiliki oleh siswa sedangkan pengembangan kemampuan fisik, yang diraih belum dimaksimalkan oleh siswa SMP 13 Ambon. Dengan demikiian guru sebagai motivator merupakan kunci utama pengembangan meningkatkan pemahaman belajar pembinaan secara terprogram.
Ribka Lemi Ririhena
PEDAGOGIKA: Jurnal Pedagogika dan Dinamika Pendidikan, Volume 8, pp 63-72; https://doi.org/10.30598/pedagogikavol8issue1page63-72

Abstract:
Guru merupakan tenaga profesional yang berfungsi untuk merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembelajaran dan latihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Guru harus melibatkan diri sebagai motivator, fasilitator, inspirator, pembimbing profesi, dan intelengsi murid-muridnya secara optimal. Dengan demikian guru harus menciptakan berbagai cara berupa metode, pendekatan dan teknik yang dapat digunakan untuk mencapai keberhasilan pembelajaran. Salah satu kegiatan apresiasi yang dapat mengembangkan pengalaman imajinasi dan estetika adalah kegiatan storytelling (Penceritera) yang dilakukan oleh guru disekolah. Storytelling memiliki nilai yang membawa kesenangan, mengembangkan perasaan, memperbaiki sikap, mengatur kontrol sosial, membangkitkan antusiasme, merangsang imajinasi, dan interaksi murid. Dalam hal ini, storytelling merupakan kegiatan yang bersifat produktif, artinya dalam berceritera seseorang melibatkan pikiran, kesiapan mental, keberanian, perkataan yang jelas, sehingga dapat dipahami oleh murid. Storytelling adalah satu model pembelajaran yang meningkatkan apresiasi sastra bagi murid SD.
Back to Top Top