Journal Information
EISSN : 2686-276X
Current Publisher: STKIP PGRI Sumenep (10.36379)
Total articles ≅ 4

Articles in this journal

Abd Azis, Mufti Syaifuddin
ESTETIKA: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA, Volume 1, pp 59-69; doi:10.36379/estetika.v1i2.86

Abstrak Local potential object (Rokat tase') Is one of the great natural treasures That we can be proud of and grateful for. Every place in sumenep has well-traveled Tours in terms of the beauty of the place, the coolness of both its customs and its customs.While the local government has declared an economic locomotive for the region to be of no significant value,Due to many obstacles. Sumenep has many local Tours both religious and daily, but there are still a lot of tourists who still don't know,It is therefore necessary to inform the public about the potential for local tourism in sumenep.One approach is the introduction of potential local tourism through PM3 approaches.In this study focuses how students and youth easily get to know, know and visit to know the local culture.The method is established by media graphics (pictures or photos). Resources in this study are local images and programs of culture (rokat tase') that are in Aeng Panas.The documentary study data collection, and the main image collectors in the study are cell phones and digital cameras,Research shows that exposure to the local cultural AENG PANAS potential of through PM3 learners is easy to enjoy and understood by the students and youth of the AENG PANAS Village and outside even the district level.
Yani Fadariyah
ESTETIKA: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA, Volume 1, pp 116-124; doi:10.36379/estetika.v1i2.101

This study aims to increase student motivation, by using the cooperative learning model type a make a match assisted by audio visual media in science subjects class VIII-A SMPN 6 SUMENEP. This type of research is a classroom action research (CAR) with the approach used is a qualitative and quantitative approach that is descriptive and without using statistical analysis. The research subjects studied were SMP Negeri 6 Sumenep students in class VIII-A in the odd semester of 2017/2018 with 23 students consisting of 12 female students and 11 male students. Data collection instruments were carried out using sheets of the implementation of learning activities and observation sheets of student motivation. The results of student learning motivation in science subjects using the make a match type of cooperative learning model assisted by audio-visual media using card media distributed during learning and group formation to find partners makes students active and enthusiastic so that their motivation to learn increases. This can be seen from the percentage in cycle 1 students' learning motivation is still in the moderate category (57%). In cycle II it has increased, so it rises to the good category (76.5%).
Farid Mashudi
ESTETIKA: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA, Volume 1, pp 109-115; doi:10.36379/estetika.v1i2.100

This research is motivated by the results of observations and experience of researchers, that students still look less able to get along and be loyal to their own friends, it happens in SMP Negeri 1 Sumenep. Students find it difficult to understand the importance of social attitudes towards their peers, what actually happens is that there is no harmony and conduciveness in class. As a result, students are judged to lack friendship. Then this study aims to, 1) describe students' social attitudes, 2) describe the implementation of orientation services in overcoming the weaknesses of students' social attitudes, 3) explain the results of orientation services towards students' social attitudes. The study was conducted using a counseling guidance action research approach (PTBK) with the research subjects of class IX students of SMP Negeri 1 SUMENEP. The study was conducted in three cycles, using instruments in the form of RPBK, observation sheets of student activities, observation sheets of research activities and questionnaires for student responses to the application of orientation service techniques. The conclusions of the results of this study are (1) through the guidance and counseling action cycle can be found effective steps in the application of orientation services to students' social development. (2) Through the counseling action cycle the application of orientation service is proven to improve students' social attitudes. Based on the conclusions of this study, it is recommended: (1) The main objectives of the service orientation of social etiquette material can be used to provide understanding and development of students' social attitudes. Therefore BK teachers as providers of counseling guidance services must prioritize processes that support the creation of a communicative, interactive atmosphere and group work in their implementation. (2) BK teachers / prospective BK teachers still need to continue to prove the application of orientation services for social etiquette material if there are students who lack social attitude.
Ahmad Yasid, Moh Juhdi
ESTETIKA: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA, Volume 1, pp 70-89; doi:10.36379/estetika.v1i2.93

Islam, religion of tolerance and love of peace is one of Habiburrahman El Shirazy’s, it is a study indicating the values ​​of love and tolerance of Islam in the modern public space area. This study used the underlying theory of the values ​​of love and tolerance as well as the role of Islam in modern times that has been developing in the public discourse that in the history of human civilization there are several things that must be understood that humans have the sense to differentiate between humans and other creatures. From this reason humans can do something to explore and explain things that are not known by others. The method that is used in data collection technique is documentation technique, because this study is descriptive qualitative. This study examines several things including the values of love and tolerance because accepting differences is a distinct pleasure for each particular societies in other words, not seeing other people as deviants or enemies but as partner to complement each other by having an equal position and equally valid and valuable as a way of managing life and living life both individually and collectively. Acceptance of differences demands changes in the legal rule in people's lives so that the role of religion in the modern public space area becomes a middle way to build diversity and a nature that must both appreciate and respect one another, this diversity is seen in the portrait of everyday life which then creates peace, and harmony in interacting with all elements of society.
Nurul Hikmawati, Suhartatik Suhartatik, Moh. Suhaidi
ESTETIKA: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA, Volume 1, pp 31-44; doi:10.36379/estetika.v1i1.4

Sistem sapaan merupakan kata yang digunakan untuk memanggil anggota keluarga maupun menarik perhatian mitra tutur. Sistem sapaan yang digunakan dalam setiap keluarga berbeda-beda. Hal ini juga terjadi pada keluarga etnik yang terdapat di Indonesia termasuk etnik asing. Salah satu etnik asing yang memiliki ciri khas dalam penggunaan sapaan dalam keluarga yaitu etnik Timur Tengah di Kabupaten Sumenep. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bentuk-bentuk sapaan yang digunakan keluarga etnik Timur Tengah yang ada di Kabupaten Sumenep khususnya, sapaan yang digunakan oleh keluarga keturunan Arab dan keluarga keturunan Pakistan. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiolinguistik dan penelitian ini juga termasuk penelitian deskriptif, karena objek atau sumber data utama merupakan tuturan etnik Timur Tengah. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan beberapa teknik diantaranya, teknik observasi, teknik wawancara, teknik dokumentasi, teknik rekam, dan teknik catat. Sedangkan untuk pengecekan keabsahan data menggungakan teknik tringulasi dari Moleong (1) membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara; (2) membandingkan apa yang dikatakan orang di depan umum dengan apa yang dikatakannya secara pribadi; (3) membandingkan apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakannya sepanjang waktu; (4) membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan. Hasil penelitian memaparkan bahwa sistem sapaan yang digunakan dalam setiap keluarga etnik Timur Tengah berbeda-beda, seperti kata sapaan yang digunakan untuk memanggil orang tua kandung laki-laki, terdapat beberapa sapaan yang bisa digunakan yaitu, Abi, Aba, Abah, Abba, Abbu, Buya, dst.
Desi Puspita
ESTETIKA: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA, Volume 1, pp 10-18; doi:10.36379/estetika.v1i1.2

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek tindak tutur, praanggapan, dan implikatur percakapan yang terdapat pada Ludruk Madura Rukun Karya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dan pragmatis, artinya data dianalisis dengan menguraikan makna pragmatis dalam satuan kebahasaan. Adapun metode yang digunakan dalam pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak dengan teknik dasar; teknik pilah unsur penentu dan teknik lanjutan; teknik simak bebas libat cakap (SBLC).Hasil penelitian ini sebagai berikut: (1) Tindak tutur yang terdapat dalam ludruk adalah proses penciptaan humor para aktor diwajibkan untuk spontan dalam memberikan penampilan yang lucu, sehingga para penonton merasa terhibur saat ada hal yang tidak lazim di dengar. (2) Praanggapan yang terdapat dalam ludruk adalah mengira-ngira maksud yang ingin disampaikan oleh para aktor lawakan tersebut, karena dalam setiap pementasan para aktor lawakan akan memberikan kritikan dan nasehat secara tidak langsung. (3) Implikatur percakapan yang terdapat dalam ludruk adalah bagaimana reaksi penonton saat mendengar kata-kata yang tidak lazim atau nyeleneh yang terselip dalam setiap percakapan yang dilakukan antar para aktor. Respon penonton biasanya akan tertawa saat mendengarkan percakapan tersebut. Aspek verbal tersebut didukung oleh aspek nonverbal yang semakin membuat penonton ingin tertawa
Siti Arifah
ESTETIKA: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA, Volume 1, pp 45-58; doi:10.36379/estetika.v1i1.5

Kesantunan tuturan imperatif merupakan kesantunan tuturan yang berupa perintah dari penutur kepada mitra tutur untuk melakukan sesuatu sesuai dengan perintah penutur. Dalam ilmu pragmatik terdapat tujuh belas wujud kesantunan pragmatik imperatif dari ketujuh belas wujud tersebut dalam penelitian ini hanya ditemukan enam wujud kesantunan pragmatik imperatif yaitu wujud kesantunan pragmatik imperatif yang mengandung makna permintaan, suruhan, ajakan, permintaan izin, larangan, dan pemberian ucapan selamat. Tuturan tersebut merupakan tuturan antara guru dan siswa yang dianalisis dari kesantunan tuturan imperatif bahasa Indonesia
Dianul Muslimah, E.A.A. Nurhayati, Suhartatik Suhartatik
ESTETIKA: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA, Volume 1, pp 19-30; doi:10.36379/estetika.v1i1.3

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, fungsi, dan makna afiksasi bahasa Madura dialek Sumenep pada tingkat tutur rendah. Adapun metode yang digunakan adalah metode agih yaitu metode analisis data yang alat penentunya bagian dari bahasa itu sendiri. Subjek dari penelitian ini yaitu kosakata bahasa Madura yang mengalami afiksasi, data utama diperoleh melalui study pustaka berupa buku paramasastra Madura, majalah jokotole, malatè sato’or dan tuturan sehari-hari masyarakat Madura khususnya dialek Sumenep, sedangkan data pendukung diperoleh dari skripsi penelitian sebelumnya. Hasil penelitian ini yaitu afiksasi bahasa Madura dialek Sumenep yang meliputi bentuk, fungsi dan makna. Prefiks terdapat tujuh macam yakni prefiks {a-}, {e-}, {ta-}, {ka- },{sa-}, {pa-}, dan {pe-}. Infiks terdapat empat macam yakni {-al-}, {-ar}, {-en}, {-om}. Sufiks terdapat tujuh macam yakni sufiks {-e}, {-a}, {-an}, {-en}, {-na}, {-ana}, dan {-aghi}. Konfiks terdapat dua belas macam yakni konfiks {ka-an}, {ka-na}, {ka-e}, {ka-en }, {ka-aghi}, {pa-an}, {sa-na}, {sa-an}, {a-an}, {a-aghi}, {e-aghi}, dan {pa-aghi}. Fungsi afiks adalah mengubah kelas kata menjadi kelas kata lainnya, dan makna afiks akan terbentuk sesuai dengan bentuk dasar yang melekatinya. Berdasarkan hasil penelitian bahwa terdapat hasil temuan baru pada konfiks {a-aghi}, {e-aghi}, dan {pa-aghi}. Hal ini terbutki bahwa adanya konfiks tersebut dalam hasil penelitian pustaka atau tuturan sehari-hari yang diperoleh dari penutur bahasa Madura dialek Sumenep.
Suhartati Suhartati, Moh. Fauzi
ESTETIKA: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA, Volume 1, pp 1-9; doi:10.36379/estetika.v1i1.1

Bahasa Madura saat ini mulai mengalami kemunduran karena ditinggalkan oleh penuturnya. Bahasa Madura merupakan bahasa daerah yang berperan penting dalam melindungi bahasa Indonesia dari serangan bahasa asing. Untuk itu perlu adanya kesadaran dari semua pihak utamanya dari masyarakat Madura sendiri untuk tetap mengembangkan dan mempertahankan bahasa Madura dari kepunahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk variasi leksikal bahasa Madura pada masyarakat nelayan di Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep. Penelitian ini difokuskan pada komunikasi sehari-hari yang biasa dipakai oleh masyarakat nelayan di Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang ditinjau dari kajian Morfologi dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi bentuk leksikal yang berupa kata dasar bersinonimi, seperti; aѐng ondhur = aѐng sorot, dan berupa kata turunan, seperti; bi’-rombi’ (alat penangkap kepiting) yang mengalami reduplikasi suku akhir. Dengan adanya penelitian variasi leksikal bahasa Madura ranah nelayan ini, diharapkan dapat menambah pengetahuan dan sekaligus melestarikan bahasa Madura khususnya di Kabupaten Sumenep.
Back to Top Top