Jurnal Farmagazine

Journal Information
ISSN / EISSN : 2302-4933 / 2621-8216
Current Publisher: LPPM STF Muhammadiyah Tangerang (10.47653)
Total articles ≅ 36
Filter:

Latest articles in this journal

Widia Novietaningtyas, Selpina Kurniasih, Nuriyatul Fhatonah
Jurnal Farmagazine, Volume 7, pp 68-74; doi:10.47653/farm.v7i2.425

Abstract:
Sectio Caesarea (SC) adalah persalinan buatan, janin dilahirkan melalui insisi pada dinding abdomen (lapartomi) dan dinding uterus/ rahim (histerektomi), dengan syarat rahim dalam keadaan utuh serta berat janin lebih dari 500 gram. Angka kelahiran dengan metode operasi sesar berdasarkan data Riskesdas tahun 2013 sebesar 9,8% dari total 49.603 kelahiran sepanjang tahun 2010 sampai dengan 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat antibiotik profilaksis pada pasien operasi sesar, serta mengevaluasi berdasarkan tepat obat, tepat dosis dan tepat waktu pemberian. Jenis Penelitian ini adalah non eksperimental dengan metode kuantitatif yang bersifat deskriptif dan berupa data retrospektif dilakukan melalui rekam medik pasien operasi sesar tahun 2018 dengan jumlah pasien 95 pasien yang dibandingkan dengan Pedoman Penggunaan Antibiotik Profilaksis RSUD Kab Tangerang dan ASHP 2012. Hasil penelitian menunjukan pola penggunaan obat antibiotik profilaksis pada pasien operasi sesar yaitu dengan terapi tunggal Sefotaksim (97,89%) dan terapi tunggal Seftriakson (2,11%). Evaluasi Penggunaan Obat Antibiotik Profilaksis pada Pasien Operasi Sesar yaitu tepat obat (100%), tepat dosis (100%) dan tepat waktu pemberian (3,16%). Kata Kunci: Antibiotik Profilaksis, Evaluasi Penggunaan Obat
Reza Aditya Sunaryo, Mohammad Zaky, La Ode Akbar Rasydy
Jurnal Farmagazine, Volume 7, pp 61-67; doi:10.47653/farm.v7i2.478

Abstract:
Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) merupakan salah satu tanaman buah dari keluarga (Oxalidaceae) dengan marga (Averrhoa). Buah belimbing wuluh memiliki daya simpan yang relative singkat sekaligus memiliki rasa asam sehingga kurang disukai jika dikonsumsi secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa sari buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dapat dibuat menjadi sediaan nutraseutikal gummy candies serta dapat mengetahui formula manakah yang paling disukai responden dan hasil evaluasi fisik yang terbaik dalam sediaan gummy candies . sampel berupa buah belimbing wuluh dilakukan dengan metode spray drying yang diformulasikan menjadi sediaan gummy candies dengan variasi konsentrasi sukrosa 115 mg, 230 mg, 345 mg, 490 mg, 575 mg. semua sediaan di uji dengan pengujian organoleptis, keseragaman bobot dan hedonik. Hasil dari evaluasi sediaan gummy candies menyatakan bahwa sediaan gummy candies memenuhi mutu fisik. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa sediaan gummy candies sari buah belimbing wuluh menunjukkan hasil uji yang paling disukai dari sediaan gummy candies yaiitu pada formula 3 dengan kadar sukrosa 345 mg berdasarkan parameter rasa, warna, aroma dan bentuk.hasil dari uji keseragaman bobot yaitu pada formula 3 yang paling disukai panelis. Kata Kunci : buah belimbing wuluh, gummy candies
Indah Wulan Sari, Junaidin Junaidin, Dina Pratiwi
Jurnal Farmagazine, Volume 7, pp 54-60; doi:10.47653/farm.v7i2.194

Abstract:
Diabetes tipe 2, Orthosiphon stamineus B, α-glucosidase, moleculer docking.
Ristiana Della, Nita Rusdiana
Jurnal Farmagazine, Volume 7, pp 49-53; doi:10.47653/farm.v7i2.301

Abstract:
ABSTRAK Pemerintah RI telah mengeluarkan Permenkes RI No. HK.02.02/MENKES/068/I/2010 yang mewajibkan penulisan resep dengan nama generik di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Pemerintah untuk mengantisipasi tingginya harga obat. Formularium Rumah Sakit merupakan daftar obat yang disepakati staf medis, disusun oleh Komite Farmasi dan Terapi yang ditetapkan oleh pimpinan rumah sakit. Formularium bermanfaat sebagai acuan bagi penulis resep, mengoptimalkan pelayanan kepada pasien, memudahkan perencanaan, dan penyediaan obat pada fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian dilakukan di RSU Kabupaten Tangerang. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur persentase penulisan resep dalam nama generik dan kesesuaian dengan Formularium Rumah Sakit pada pasien BPSJ penyakit jantung koroner rawat jalan di RSU kabupaten Tangerang periode Februari-Juni 2019. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan data yang dikumpulkan secara retrospektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata persentase penulisan resep dengan nama generik periode bulan Februari-Juni 2019 sebesar 66,7% dan persentase penulisan resep dengan Formularium Rumah Sakit rata-rata sebesar 7,28%. Penulisan resep pasien BPJS penyakit jantung koroner rawat jalan di poli jantung RSU Kabupaten Tangerang belum sesuai dengan PerMenKes RI No. HK.02.02/MENKES/068/I/2010 dan Formularium RSU Kabupaten Tangerang Tahun 2018. Kata kunci : BPJS Kesehatan, Formularium Rumah Sakit, Resep Obat Generik.
Sefi Megawati, Agil Restudiarti, Selpina Kurniasih
Jurnal Farmagazine, Volume 7, pp 43-48; doi:10.47653/farm.v7i2.167

Abstract:
Gagal ginjal kronik adalah kerusakan ginjal selama 3 bulan atau lebihdisebabkan oleh abnormalitas struktural atau fungsional dengan atau tanpa penurunan laju filtrasi glomerulus. Terapi gagal ginjal kronik yang banyak digunakan adalah hemodialisa. Dampak dari pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa salah satunya adalah anemia. Anemia pada gagal ginjal kronik muncul ketika kreatinin turun kira-kira 40ml/menit. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pola penggunaan obat anemia serta evaluasi penggunaan obat anemia pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa berdasarkan empat aspek ketepatan yaitu tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat dan tepat dosis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif pada rekam medik pasien di RSUD Kabupaten Tangerang periode Januari-Desember 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola penggunaan obat anemia pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa yaitu jenis terapi tunggal (74%) dan terapi kombinasi (26%). Sedangkan obat yang digunakan adalah epoetin alfa, transfusi prc, asam folat dan vitamin B12. Evaluasi penggunaan obat anemia pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa yaitu tepat pasien (100%), tepat indikasi (100%), tepat obat (96%) dan tepat dosis (100%).
Purwaniati Purwaniati, Aiyi Asnawi
Jurnal Farmagazine, Volume 7, pp 30-42; doi:10.47653/farm.v7i2.172

Abstract:
Corona virus desease 2019 (COVID-19) yang disebabkan Severe acute respiratory syndrome Corona Virus 2 (SARS-CoV-2) telah menjadi wabah global. Hingga saat belum ada obat atau vaksin untuk terapi COVID-19 ini. Upaya penemuan obat baru atau pengujian terhadap obat yang telah ada mendesak untuk dilakukan. Penentuan target kerja obat COVID-19 yang tepat menjadi tantangan tersendiri, karena sebagai virus baru strukturnya belum diketahui secara jelas. Dalam kesempatan ini, kami melakukan sistematik review untuk dapat mengidentifikasi molekul-molekul yang dapat menjadi target kerja obat anti COVID-19. Review ini diawali dengan penelusuran pustaka pada database Pubmed dengan menggunakan kata kunci “SARS-CoV-2 drug target”. Main protease (Mpro), angiotensin converting enzyme 2 (ACE2), protein spike dan RNA-dependent RNA polymerase (RdRp) merupakan protein target yang paling banyak digunakan dalam penelitian.
Rahmawida Putri, Riki Hardiansah, Jaka Supriyanta
Jurnal Farmagazine, Volume 7, pp 20-29; doi:10.47653/farm.v7i2.208

Abstract:
Ekstrak etanol 96% daun pepaya (Carica papaya L.) memiliki aktivitas farmokologi sebagai antibakteri, antelmintik, antimalaria dan antiinflamasi. Aktivitas tersebut diduga disebabkan kandungan kimia yang terdapat di dalam ekstrak. Salah satu senyawa aktif yang terdapat pada ekstrak daun pepaya adalah alkaloid karpain yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik sediaan salep dan pada konsentrasi berapakah sediaan salep ekstrak etanol 96% daun pepaya (Carica papaya L.) mempunyai aktivitas yang paling optimal terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Jenis penelitian ini yaitu penelitian secara eksperimental dengan analisis secara deskriptif. Pembuatan ekstrak daun pepaya dilakukan dengan metode maserasi, yang kemudian digunakan sebagai zat aktif pada sediaan salep antijerawat dengan konsentrasi FI 5%, FII 10% dan FIII 20%. Hasil penelitian menunjukkan sediaan salep antijerawat ekstrak etanol 96% daun pepaya mempunyai sifat fisik yang baik, dan hasil pengujian antibakteri tidak memberikan efek penghambatan terhadap bakteri Propionibacterium acnes dikarenakan konsentrasi ekstrak terlalu rendah.
Siti Mayholida, Zennith Putri Dewianti, Diana Sylvia
Jurnal Farmagazine, Volume 7, pp 1-6; doi:10.47653/farm.v7i2.283

Abstract:
ABSTRAK Kerang hijau sangat digemari oleh masyarakat karena harga yang lebih murah dari ikan. Kualitas kerang hijau dapat menurun jika ada pencemaran logam berat seperti timbal dan kadmium dalam perairan yang mempunyai dampak buruk bagi kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar timbal dan kadmium pada kerang hijau (Perna viridis L.) di perairan kabupaten Tangerang menggunakan metode spektrofotometri serapan atom. Sampel yang dianalisis sebanyak 6 sampel kerang hijau sebelum dan sesudah perebusan. Hasil analisis kandungan timbal dan kadmium pada kerang hijau di perairan kabupaten Tangerang yaitu tidak terdeteksi adanya kandungan timbal dan kadmium didalamnya, tetapi untuk mengetahui perairan yang menghasilkan hasil analisis terbesar maka harus dihitung hasil konsenterasi sebenarnya yang dihasilkan dan hasil rata-rata konsenterasi yaitu analisis timbal pada kerang hijau di perairan Kronjo 0,1695, Tanjung Kait -0,1288 dan Cituis -0,08065 mg/kg. Sedangkan untuk nilai rata-rata konsenterasi Kadmium pada perairan Kronjo -0,6699 mg/kg, Tanjung Kait -0,5052 dan Cituis -0,4280 mg/kg. Sedangkan hasil sesudah perebusan pada kerang hijau yaitu hasil rata-rata analisis timbal pada perairan Kronjo 0,15558 mg/kg, Tanjung Kait 0,1998 dan Cituis -0,09997 mg/kg, sedangkan dalam analisis Kadmium yaitu perairan Kronjo -0,5868, Tanjung kait -0,5943 dan Cituis -0,658 mg/kg. Kata Kunci : Kerang hijau (Perna viridis L.), Pencemaran, Spektofotometri Serapan Atom (SSA)
Jaka Supriyanta, Ghita Ananda El-Haque, Trisna Lestari
Jurnal Farmagazine, Volume 7, pp 14-19; doi:10.47653/farm.v7i2.183

Abstract:
Distribusi obat merupakan suatu proses yang penting dalam menjaga efikasi, keamanan, dan kualitas suatu obat, pedoman Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) perlu diterapkan pada fasilitas Apotek agar mutu obat dapat terjamin sampai ke tangan pasien. CDOB adalah cara distribusi atau penyaluran obat dan atau bahan obat yang bertujuan memastikan mutu sepanjang jalur distribusi atau penyaluran sesuai persyaratan dan tujuan penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian pendistribusian obat di Apotek Wilayah Kecamatan Cikupa Kabupaten Tangerang berdasarkan Peraturan Kepala BPOM Nomor HK.03.1.34.11.12.7542 Tahun 2012. Metode penelitian bersifat deskriptif dengan memberikan kuisioner ke Apotek yang ada di Wilayah Kecamatan Cikupa Kabupaten Tangerang yang meliputi aspek profil sarana, bangunan dan peralatan, pengadaan, penerimaan dan penyimpanan, penyaluran, penanganan produk kembali dan kadaluarsa, dan pemusnahan. Berdasarkan hasil penelitian pelaksanaan CDOB kesesuaian dengan Peraturan Kepala BPOM Nomor HK.03.1.34.11.12.7542 Tahun 2012 di Apotek Wilayah Kecamatan Cikupa, pada aspek profil sarana sebesar 77,3%, aspek bangunan dan peralatan sebesar 83,3 %, aspek pengadaan sebesar 72.2%, aspek penerimaan dan penyimpanan sebesar 91,1 %, aspek penyaluran sebesar 44,4 %, aspek penanganan produk kembalian dan kadaluarsa sebesar 73,3%, dan aspek pemusnahan sebesar 68,3%. Kata Kunci: Cara Distribusi Obat yang Baik, Apotek, Kecamatan Cikupa
Faisal Ismail, Dilla Kanitha
Jurnal Farmagazine, Volume 7, pp 7-13; doi:10.47653/farm.v7i2.523

Abstract:
Aterosklerosis memiliki peranan penting dalam penyakit jantung koroner dengan ditandai dengan adanya penumpukan terus-menerus plak di dinding pembuluh darah arteri koroner. Pentoxyfillin merupakan turunan metilxantin. Pada pemakaian obat dalam pentoxyfillin digunakan untuk aterosklerosis atau diabetes mellitus dengan indikasi meredakan sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi dan metetapkan kadar dari pentoxyfillin. Dalam penelitian ini dilakukan pengukuran menggunakan spektrofotometri Fourier Transform Infra Red (FT-IR) dengan pembuatan pellet KBr. Pembuatan pellet dibuat dengan menggunakan tekanan menggunakan alat hand press dengan bobot tekanan 8 ton. Dilanjutkan dengan penetapan kadar pentoxyfillin dalam sediaan tablet menggunakan metode spektrofotometri UV-Visibel pada panjang gelombang maksimum ± 274 nm, dengan menggunakan methanol sebagai blangko. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan didapat hasil identifikasi berupa bilangan gelombang pada daerah 3000-2750 cm-1 yang menunjukkan gugus -CH, -CO, amida -CO rengang, pada bilangan gelombang 1750-1500 cm-1 yang menunjukkan gugus -CH dan pada bilangan gelombang 750 - 800 cm-1 menunjukkan gugus -CH2, dan hasil kadar 407 mg. Dari hasil pengujian kadar tablet pentoxyfillin dapat disimpulkan bahwa sediaan tablet pentoxyfillin memenuhi persyaratan Standar Internal.
Back to Top Top