Jurnal Farmagazine

Journal Information
ISSN / EISSN : 2302-4933 / 2621-8216
Current Publisher: Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Tangerang (10.47653)
Total articles ≅ 46
Filter:

Latest articles in this journal

Ni Nyoman Sri Mas Hartini, Bisma Nugraha, Akhmad Priyadi
Jurnal Farmagazine, Volume 8, pp 1-7; doi:10.47653/farm.v8i1.526

Abstract:
Jumlah penduduk di Indonesia terus meningkat, hingga tahun 2018 jumlahnya tercatat 265 juta jiwa. Hal inilah yang mendorong pemerintah membentuk program Keluarga Berencana (KB) untuk menekan pertumbuhan penduduk, salah satunya dengan menggunakan alat kontrasepsi jangka panjang dan obat (MKJP). Namun faktanya, wanita usia subur (WUS) pengguna kontrasepsi jangka pendek lebih banyak dibandingkan dengan pengguna jangka panjang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan, persepsi, dan sikap serta hubungan faktor-faktor tersebut pada WUS pengguna alat kontrasepsi jangka pendek terhadap penerapan MKJP serta hubungan faktor tersebut di Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan Jawa Barat Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita usia subur yang menggunakan metode kontrasepsi jangka pendek. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik accidental sampling dan diperoleh sampel sebanyak 362 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan WUS pengguna kontrasepsi jangka pendek tentang kontrasepsi jangka panjang (MKJP) berada pada kategori baik (77,47%), persepsi WUS dalam kategori positif (76,21%) dan sikap WUS berada pada kategori positif (73,02%). Hubungan antara pengetahuan dengan persepsi maupun sikap memiliki kekuatan yang lemah, artinya dapat dikatakan pengetahuan mengenai MKJP pengaruhnya sangat kecil terhadap persepsi dan sikap pemilihan kontrasepsi MKJP.
Jaka Supriyanta, Nita Rusdiana, Putri Dyah Kumala
Jurnal Farmagazine, Volume 8, pp 8-16; doi:10.47653/farm.v8i1.527

Abstract:
Sabun adalah campuran senyawa natrium atau kalium dengan asam lemak yang berisi sedikit komponen asam miristat atau laurat. Sabun transparan merupakan salah satu inovasi produk menjadikan sabun lebih menarik. Minyak atsiri daun jeruk limau dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik fisik sediaan sabun padat transparan minyak atsiri daun jeruk limau dan aktivitas antibakteri terbaik terhadap Staphylococcus aureus. Sampel berupa daun jeruk limau yang dibuat menjadi minyak atsiri dengan metode destilasi uap air. Selanjutnya, dibuat sediaan sabun padat transparan dan diformulasikan menjadi lima formula dengan konsentrasi minyak atsiri daun jeruk limau 0%; 0,04%; 0,2%; 1%; dan 5%. Kelima sabun padat transparan yang dihasilkan kemudian dibandingkan sifat fisik dan aktivitas antibakteri dengan sabun padat transparan antibakteri di pasaran. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan minyak atsiri daun jeruk limau dengan jumlah yang berbeda pada setiap formula dapat menghasilkan sabun padat transparan dengan pH 10-11 dan tidak berpengaruh terhadap kemampuan sabun membentuk dan mempertahkan busa yaitu 64,45%. Peningkatan konsentrasi minyak atsiri daun jeruk limau pada setiap formula dapat mempengaruhi bau yaitu khas daun jeruk limau dan warna yaitu kuning. Aktifitas antibakteri terbaik terhadap Staphylococcus aureus pada konsentrasi 5% yaitu 25,56 mm.
Ni Made Santi
Jurnal Farmagazine, Volume 8, pp 25-31; doi:10.47653/farm.v8i1.534

Abstract:
Produksi radikal bebas yang melebihi kebutuhan akan menimbulkan berbagai penyakit degeneratif, sehingga diperlukan senyawa yang bersifat sebagai antioksidan. Antioksidan merupakan suatu senyawa yang mampu menghambat kerusakan akibat oksidasi radikal bebas. Senyawa antioksidan alami dapat bersumber dari beberapa tanaman, salah satunya yaitu bunga gemitir (Tagetes erecta Linn.). Aktivitas antioksidan ekstrak bunga gemitir disebabkan karena keberadaan senyawa flavonoid, fenolik, dan karotenoid. Tujuan artikel review ini adalah untuk mengetahui manfaat bunga gemitir sebagai antioksidan. Review artikel ini dibuat dengan metode studi literatur, yaitu dengan menggunakan artikel penelitian terdahulu yang diperoleh melalui proses pencarian literatur terkait manfaat ekstrak bunga gemitir sebagai antioksidan. Berbagai penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa ekstrak bunga gemitir memiliki aktivitas sebagai antioksidan alami dan beberapa senyawa yang berperan yaitu flavonoid (kuersetagetin), fenolik, dan karotenoid (lutein).
Sefi Megawati, Reni Rahmawati, Nuriyatul Fhatonah
Jurnal Farmagazine, Volume 8, pp 39-45; doi:10.47653/farm.v8i1.531

Abstract:
Stroke merupakan suatu kondisi emergensi terjadinya defisit neurologis fokal maupun global yang disebabkan adanya gangguan pembuluh darah otak, baik berupa penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah yang lebih dari 24 jam. Antiplatelet merupakan salah satu terapi yang digunakan untuk penderita stroke iskemik yang bekerja dengan cara menghambat agregasi trombosit.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pola penggunaan obat antiplatelet dan mengevaluasi penggunaan obat antiplatelet pada pasien stroke iskemik yang ditinjau dari parameter tepat pasien, tepat obat, tepat indikasi dan tepat dosis. Peneltian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang tahun 2019 dan merupakan penelitian observasional dengan pengambilan data dilakukan secara retrospektif dan dianalisis secara deskriptif. Pengambilan sampel sebanyak 78 pasien dengan menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian evaluasi penggunaan antiplatelet kombinasi (aspilet dan klopidogrel) 65,38%, terapi tunggal aspilet 30,76% dan terapi tunggal klopidogrel 3,84%. Evaluasi tepat pasien tepat pasien 96,15%, tepat obat 96,15%, tepat indikasi 100% dan tepat dosis 100%. Kesimpulan penelitian ini penggunaan antiplatelet yang paling banyak digunakan adalah kombinasi aspilet dengan klopidogrel. Penggunaan antiplatelet belum memenuhi kriteria tepat obat dan tepat pasien.
Abdul Aziz Setiawan, Jaka Supriyanta, Nurul Aini Wahidah
Jurnal Farmagazine, Volume 8, pp 46-53; doi:10.47653/farm.v8i1.532

Abstract:
Pemasaran farmasi adalah suatu sub-spesialis pemasaran dimana pharmaceutical care diaktualisasikan. Orientasi pemasaran farmasi tidak hanya terbatas pada produk tetapi justru memberikan perhatian yang besar pada layanan farmasi yang prima. Ini mengindikasikan bahwa eksistensi pemasaran farmasi adalah memberi kepuasan atas kebutuhan dan keinginan pasien, bukan hanya sekedar menjual produk untuk meraih keuntungan yang sebesar-besarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keputusan pasien dalam memilih obat parasetamol anak di Apotek Wilayah Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang berdasarkan produk (product), harga(price), tempat (place), dan promosi (promotion). Penelitian ini merupakan penelitian dengan jenis data yaitu data kuantitatif dan menggunakan instrumen kuesioner sebayak 100 responden yang memenuhi kriteria inklusi yaitu yang mampu berkomunikasi dengan baik, melihat dan membaca dengan baik, dan berusia lebih dari 12 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada variabel produk sebanyak 77% responden menyatakan setuju, variabel harga sebanyak 84% responden menyatakan setuju, variabel tempat sebanyak 86% responden menyatakan setuju, dan variabel promosi sebanyak 44% responden menyatakan setuju terhadap tahap keputusan pasien dalam membeli obat parasetamol anak di apotek kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Kesimpulan penelitian ini berdasarkan persamaan linier variabel tempat dan promosi mempengaruhi keputusan pasien dalam membeli obat parasetamol anak.
Aurelia Da Silva Sequeira Fraga, Nur Oktavia, Reginardis Ariarce Mulia
Jurnal Farmagazine, Volume 8, pp 17-24; doi:10.47653/farm.v8i1.530

Abstract:
Tuberkulosis merupakan suatu penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan menyerang organ paru yang biasa disebut TB paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan obat anti tuberkulosis pada pasien baru tuberkulosis paru yang dievaluasi berdasarkan tepat dosis, tepat lama pengobatan, kesesuaian penatalaksanaan efek samping OAT, dan hasil pengobatan di Puskesmas Oebobo. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang bersifat deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel yang didapat sebesar 68 pasien yang merupakan pasien baru dan terdiagnosa tuberkulosis paru BTA positif dan negatif dengan penggunaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Hasil penelitian menggambarkan bahwa OAT yang digunakan adalah OAT KDT kategori 1 dengan rasionalitas penggunaan OAT yaitu tepat dosis (100%), tepat lama pengobatan (94,11%) dan penatalaksanaan terhadap efek samping OAT KDT kategori 1 belum sesuai dengan pedoman Kemenkes tahun 2014 serta data hasil pengobatan pasien terdiri atas pasien sembuh (57,35%), pasien pengobatan lengkap (36,76%), pasien putus berobat (0,00%), pasien gagal pengobatan (0,00%), pasien meninggal (4,41%) dan tidak dievaluasi (1,47%). Kesimpulan pada penelitian ini, pengobatan untuk pasien baru TB paru sudah sesuai.
La Ode Akbar Rasydy, Diana Sylvia, Zenniah Anggraeni Zein
Jurnal Farmagazine, Volume 8, pp 66-74; doi:10.47653/farm.v8i1.535

Abstract:
Indonesia merupakan negara dengan konsumsi beras terbesar setelah Banglades yang merupakan sebagai makanan pokok. Mutu beras dapat dilihat dari aktivitas budidaya padi tergantung pada proses penanaman dan lingkungan sekitar, seperti penggunaan pupuk anorganik, kualitas tanah, cuaca serta air yang tercemar oleh limbah industri juga dapat berpotensi dalam pencemaran bahan-bahan berbahaya bagi kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menentukan kandungan logam Kadmium (Cd), Tembaga (Cu), Merkuri (Hg), Timbal (Pb) dan Besi (Fe) pada 3 sampel beras yang ditanam di daerah Industri Karet Mekar Jaya. Sampel beras yang diambil dari hulu, tengah dan hilir persawaan disekitar industri dianalisis menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) dan pengujian dilakukan dengan 2 pengulangan. Dari hasil penelitian analisis logam Cd, Cu, Hg, Pb dan Fe yang diperoleh, sampel beras hanya mengandung logam Cu dan Fe, sedangkan logam Cd, Hg dan Pb tidak dapat terdeteksi. Logam Cu yang terkandung pada beras dipersawahan tersebut pada daerah hulu, tengah dan hilir berturut-turut 4,765; 4,73 dan 4,13 mg/kg sedangkan logam Fe berturut-turut 6,8; 5,76 dan 5,025 mg/kg. Kesimpulan yang diperoleh bahwa pada sampel beras 1, 2 dan 3 tidak terdeteksi logam Cd, Hg dan Pb, kadar logam Cu masih dalam batas aman menurut BPOM no 03725/B/SK/VII/89 sedangkan kadar logam Fe yang diperoleh melebihi batas aman menurut Permenkes no 492/MENKES/Per/IV/2010.
Dina Pratiwi
Jurnal Farmagazine, Volume 8, pp 61-65; doi:10.47653/farm.v8i1.533

Abstract:
Diabetes Melitus adalah penyakit kronis serius di Indonesia yang disebabkan oleh pankreas tidak menghasilkan cukup insulin atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antidiabetes yaitu ciplukan (Physalis Angulata Linn.). Tujuan dari penelitian ini yaitu ingin mengetahui nilai energi bebas ikatan (ΔG) senyawa-senyawa yang berasal dari tanaman ciplukan (Physalis Angulata Linn.) pada reseptor PPAR-𝛾. Pada penelitian ini digunakan metode molecular docking menggunakan AutoDock 4.2.6. Hasil docking menunjukkan nilai energi bebas ikatan (ΔG) senyawa aktif dari tanaman ciplukan (Physalis angulata Linn.) terhadap reseptor PPAR-𝛾 yaitu 4,7-didehydrophysalin B memiliki nilai energi bebas ikatan (ΔG) -6,39 kcal/mol, Physagulin-F memiliki nilai energi bebas ikatan (ΔG) -10,10 kcal/mol, Physordinose B memiliki nilai energi bebas ikatan (ΔG) -5,92 kcal/mol, dan rutin memiliki nilai energi bebas ikatan (ΔG) -6,97 kcal/mol. Nilai energi bebas ikatan (ΔG) senyawa aktif terbaik dari tanaman ciplukan (Physalis angulata Linn.) terhadap reseptor PPAR-𝛾 yaitu Physagulin-F dengan nilai energi bebas ikatan (ΔG) -10,10 kcal/mol dan dapat berinteraksi lebih baik dibanding obat antidiabetes Thiazolinedione yang memiliki nilai energi bebas ikatan (ΔG) -7,99 kcal/mol.
Meta Safitri, Febriyani Kholifah, Saru Noliqo Rangkuti
Jurnal Farmagazine, Volume 8, pp 32-38; doi:10.47653/farm.v8i1.528

Abstract:
Konstipasi merupakan ketidakmampuan melakukan evakuasi tinja secara sempurna yaitu berkurangnya frekuensi buang air besar dari biasanya. Salah satu tanaman yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional dan berefek laksatif adalah Daun ketepeng cina (Cassia Aalata linn). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui khasiat laksatif infusa daun ketepeng cina. Percobaan ini dilakukan terhadap 25 ekor tikus yang dibagi menjadi lima kelompok dan 5 ekor tiap kelompok. Kelompok I sebagai kontrol negatif diberikan Na.CMC 0,5% dan kelompok II sebagai kontrol positif diberikan Dulcolactol 10 gram/15 ml, sedangkan Kelompok III, IV, V diberikan infusa daun ketepeng cina dengan konsentrasi 54,6 mg / 200 gr BB; 109,2 mg / 200 gr BB dan 218,4 mg / gr BB. Pengujian aktivitas laksatif menggunakan metode transit intestinal yaitu mengevaluasi rasio dari panjang usus yang dilalui oleh marker norit terhadap panjang usus keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan infusa daun ketepeng cina mempunyai efek laksatif dan mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid, terpenoid, glikosida, fenolik dan antrakuin. Kemampuan efek laksatif paling terbesar ditunjukkan pada dosis III sebesar 16,08%. Berdasarkan hasil statistik uji post hoc bahwa perlakuan dosis I, II dan III setara dengan kelompok kontrol positif p >0,05 yang artinya semua dosis perlakuan memiliki efek laksatif.
Dyah Aryantini
Jurnal Farmagazine, Volume 8, pp 54-60; doi:10.47653/farm.v8i1.537

Abstract:
Tanaman daun kupu-kupu (Bauhinia purpurea L.) adalah tanaman yang banyak ditemukan sebagai perindang di jalanan dan belum banyak dieksplorasi. Tanaman ini diketahui mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, fenol, dan tanin yang kaya akan manfaat salah satunya sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan kandungan senyawa tannin total ekstrak etanol daun kupu-kupu. Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi dan remaserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Skrining fitokimia dan analisis KLT secara kualitatif dilakukan untuk mengetahui adanya senyawa flavonoid, fenol. Pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH menggunakan konsentrasi 10, 50, 100, 150, dan 200 ppm, sedangkan penetapan kandungan senyawa tanin total ditetapkan secara spektrofotometri menggunakan asam galat sebagai standar. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak mengandung senyawa flavonoid dan fenol, sedangkan hasil KLT ekstrak dengan standar asam galat belum menunjukkan pemisahan yang berarti karena terjadi tailing. Pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH memberikan hasil IC50 706 ± 1,52 ppm. Hasil uji kandungan senyawa tannin total ekstrak daun kupu-kupu adalah 33,3± 0,58 mg GAE/g ekstrak. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun kupu-kupu masuk dalam kategori lemah karena IC50 yang diperoleh lebih dari 200 ppm dan kandungan senyawa tannin total dalam setiap gram ekstrak adalah 33,3± 0,58 mg ekuivalen dengan tiap gram asam galat
Back to Top Top