Jurnal Ilmiah Biologi UMA (JIBIOMA)

Journal Information
EISSN : 2722-9777
Published by: Universitas Medan Area (10.31289)
Total articles ≅ 32
Filter:

Latest articles in this journal

Roswita Raya Hasibuan, Emmy Harso Kardhinata, Riyanto Riyanto
Jurnal Ilmiah Biologi UMA (JIBIOMA), Volume 2, pp 78-82; https://doi.org/10.31289/jibioma.v2i2.260

Abstract:
Analisis Kandungan Karbon Pada Daun Mangrove Rhizophora apiculata di Kampung Nipah Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai Sumatera Utara. Bertujuan untuk mengetahui nilai kandungan karbon yang tersimpan pada daun Rhizophora apiculata. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu memberikan gambaran mengenai situasi atau kejadian suatu kawasan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive random sampling yaitu pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu. Dari hasil penelitian diperoleh kandungan karbon pada daun dengan diameter batang 7-9 cm yaitu : 41,85% dan pada diameter batang 5-6 cm sebesar 24,07%. Hal ini menyatakan daun belum maksimal dalam menyerap karbon.
Winda Rahayu, Jamilah Nasution, Emmy Harso Kardhinata
Jurnal Ilmiah Biologi UMA (JIBIOMA), Volume 2, pp 128-140; https://doi.org/10.31289/jibioma.v2i2.317

Abstract:
Keragaman jenis buah durian di Desa Namotongan Kecamatan Kutambaru Kabupaten Langkat. Tanaman durian pada umumnya tumbuh di daerah beriklim tropis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman jenis buah durian yang tumbuh di Desa Namotongan Kecamatan Kutambaru Kabupaten Langkat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan teknik eksplorasi dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ini diperoleh 8 jenis buah yaitu durian jantung, durian belimbing, durian bakul, durian bangkok, durian emas, durian rambe, durian tembaga dan durian susu. Buah durian diperoleh total 35 frekuensi yang terdiri dari 50 % frekuensi buah duria jantung, 62,5 % frekuensi buah durian belimbing, 62,5 % frekuensi buah durian bakul, 62,5 % frekuensi buah durian bangkok, 25 % frekuensi buah durian emas, 75 % frekuensi buah durian rambe, 50 % frekuensi buah durian tembaga dan 50 % frekuensi buah durian susu.
Shela Fahdila, Ferdinand Susilo, Abdul Karim
Jurnal Ilmiah Biologi UMA (JIBIOMA), Volume 2, pp 93-98; https://doi.org/10.31289/jibioma.v2i2.313

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat bakteri endofit dari akar cabai merah Capsicum annuum dan mengetahui kemampuannya dalam menghambat pertumbuhan jamur patogen Fusarium oxysporum. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif berskala laboratorium. Hasil isolasi dari akar cabai merah Capsicum annuum ditemukan dua koloni isolat yang berbeda yang diberi dengan kode isolat A1 dan A2. Kedua isolat bakteri endofit diduga merupakan genus Bacillus. Hasil daya antagonis kedua isolat menyatakan bahwa bakteri endofit tersebut mampu menghambat pertumbuhan jamur patogen Fusarium oxysporum, hal ini dapat dilihat dari diameter zona hambat yang terbentuk.
Hayyun Maghfiroh, Sartini Sartini, Rahmiati Rahmiati
Jurnal Ilmiah Biologi UMA (JIBIOMA), Volume 2, pp 119-127; https://doi.org/10.31289/jibioma.v2i2.316

Abstract:
Penelitian tentang Pemanfaatan Telur Keong Emas (Pamacea canalicula) Sebagai Media Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus, E. coli dan Lactobacillus dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan bakteri pada media telur keong emas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Penelitian ini terdiri dari tiga tahapan yaitu a) Pembuatan media telur keong emas, b) Penanaman Koloni Bakteri Staphylococcus, Lactobacillus dan E.coli pada Media Telur Keong Emas dan c) Pewarnaan Gram Pada Biakan Bakteri Staphylococcus, Lactobacillus dan E.coli dalam media telur keong emas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk bakteri E.coli, dan Staphylococcus ditemukan adanya tanda-tanda pertumbuhan bakteri baik secara fisik terlihat adanya perubahan warna, kekeruhan serta terdapat buih pada media dan mikroskopis terlihat adanya bakteri pada slide yang telah diwarnai dengan pewarnaan gram. Tetapi untuk bakteri Lactobacillus tidak ditemukan tanda-tanda pertumbuhan bakteri baik secara fisik dan mikroskopis. Maka dapat disimpulkan bahwa telur keong emas memiliki potensi sebagai media pertumbuhan bakteri E.coli dan Staphylococcus
Tresya Br Tarigan, Emmy Harso Kardhinata, Jamilah Nasution
Jurnal Ilmiah Biologi UMA (JIBIOMA), Volume 2, pp 69-77; https://doi.org/10.31289/jibioma.v2i2.259

Abstract:
Penelitian bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan berbunga epifit yang berada di Taman Wisata Alam (TWA) Sicike-cike dan potensinya sebagai tanaman hias. Pengambilan sampel dilapangan dilakukan secara sengaja (purposive sampling) menggunakan line transect yaitu membuat plot (20 x 20 m) sebanyak 5 plot dan jarak setiap plot 50 m. Data jenis-jenis tumbuhan berbunga epifit yang diperdagangkan diperoleh dengan melakukan wawancara dengan para pedagang hias di Berastagi. Hasil penelitian yang dilakukan ditemukan 25 jenis tumbuhan epifit yang terdapat di kawasan hutan Sicike-cike, yang terdiri dari 6 famili, 14 Genus. Famili Orchidaceae merupakan famili yang paling banyak jenisnya dijumpai yaitu 18 spesies, yang tergolong ke dalam 8 genus. Famili Araceae merupakan famili kedua terbayak yaitu 2 spesies, yang tergolong ke dalam 2 genus. Famili Rubiaceae yaitu 2 spesies. Famili Melastomataceae, famili Urticaceae dan famili Gesneriaceae ditemukan masing-masing yaitu 1 spesies. Data hasil wawancara yang dilakukan dengan pedagang tanaman hias ditemukan 3 famili tumbuhan epifit, yaitu Orchidaceae, Bromeliaceae, dan Asclepiadaceae. Dari hasil yag ditemukan di TWA Sicike-cike dan pedagang tanaman hias hanya ada satu jenis tumbuhan epifit yang diperjualbelikan yaitu Ceologyne speciosa, sedangkan di pedagang online ditemukan Trichotosia ferox dan Bulbophyllum laxiflorum yang diperjualbelikan sebagai tanaman hias
Nurhaika Br Hutajulu, Riyanto Riyanto, Jamilah Nasution
Jurnal Ilmiah Biologi UMA (JIBIOMA), Volume 2, pp 108-118; https://doi.org/10.31289/jibioma.v2i2.315

Abstract:
Taman Wisata Alam (TWA) Sicike-Cike merupakan hutan hujan tropis dataran rendah, umumnya hutan dengan dataran rendah banyak dijumpai tumbuhan paku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan paku yang tergolong ke dalam famili Lycopodiaceae yang berada di Kawasan Taman Wisata Alam Sicike-Cike Kabupaten Dairi Sumatera Utara. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik eksplorasi. Teknik pengambilan sampel secara sengaja (purposive sampling) dengan menjelajahi Kawasan Taman Wisata Alam Sicike-Cike. Hasil penelitian diperoleh 7 jenis Lycopodiaceae yang terdiri dari : Lycopodium clavatum (5 Populasi), Lycopodium hamiltonii (4 Populasi), Lycopodium cernuum (8 Populasi), Lycopodium squarrosum (39 populasi), Lycopodium sp1 (5 Populasi), Huperzia ribourtii (4 Populasi) and Huperzia phlegmaria (16 Populasi).
Poppy Rizky Arini Lumbantobing, Mufti Sudibyo, Mugi Mumpuni
Jurnal Ilmiah Biologi UMA (JIBIOMA), Volume 2, pp 99-107; https://doi.org/10.31289/jibioma.v2i2.314

Abstract:
Penelitian tentang Preferensi Pohon Bagi Burung di Kawasan Restorasi Resort Sei Betung Taman Nasional Gunung Leuser Sumatera Utara telah dilakukan pada bulan Januari - Maret 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pohon restorasi yang paling sering dikunjungi oleh burung, aktivitas dominan yang dilakukan oleh burung pada pohon, dan faktor yang mempengaruhi kehadiran burung pada pohon di kawasan restorasi Resort Sei Betung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei eksploratif, dengan menggunakan binokuler, kamera digital, dan buku panduan identifikasi burung. Pengamatan jenis dan aktivitas burung dilakukan pagi dan sore hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 5 jenis jenis pohon restorasi yang paling sering dikunjungi oleh burung yaitu Vitex pubescens, Phyllanthus sp, Calicarpa pentandra, Callerya artropurpurea, dan Macaranga indica. Pohon Vitex pubescens merupakan pohon dengan kunjungan burung paling banyak yaitu 73 kali kunjungan. Phyllanthus sp adalah jenis pohon dengan kujungan burung paling banyak kedua yaitu sebanyak 51 kunjungan. Pohon Macaranga indica, pohon Calicarpa pentandra, dan pohon Callerya atropurpurea, masing-masing sebanyak 30, 28, dan 26 kunjungan burung. Aktivitas dominan yang dilakukan oleh burung pada pohon adalah aktivitas singgah. Faktor yang mempengaruhi tingkat kehadiran burung pada pohon adalah ketersediaan pakan, kondisi tajuk, tinggi tajuk, ukuran cabang dan kelebatan daun.
Guspi Wilda Sari Sianipar, Sartini Sartini, Riyanto Riyanto
Jurnal Ilmiah Biologi UMA (JIBIOMA), Volume 2, pp 83-92; https://doi.org/10.31289/jibioma.v2i2.312

Abstract:
Bakteri endofit adalah mikroorganisme yang seluruh atau sebagian hidupnya berada dalam jaringan tumbuhan (Akar, Batang, Daun, dan Bunga). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik bakteri endofit pada akar pepaya (Carica papaya L) secara makroskopis dan mikroskopis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang dilakukan dengan tiga tahapan yaitu prepasi sampel dan media, isolasi dan karakterisasi melalui uji biokimia. Hasil penelitian ditemukan 2 isolat bakteri endofit yang diberi kode AP1 dan AP2. Pewarnaan gram menunjukkan kedua isolat bakteri endofit berbentuk basil gram positif yang berwarna ungu. Dari hasil penelitian ini menunjukkan karakteristik morfologi dan uji biokimia isolat bakteri endofit diduga merupakan genus Bacillus.
One May Sunday Nababan, Sartini Sartini, Riyanto Riyanto
Jurnal Ilmiah Biologi UMA (JIBIOMA), Volume 2, pp 13-22; https://doi.org/10.31289/jibioma.v2i1.184

Abstract:
Pests are one of the factors that reduce the production and quality of cultivated plants, for example grayak caterpillars (Spodoptera litura) which attack mustard plants. Grayak caterpillars (Spodoptera litura) can be controlled using chemical compounds (insecticides), can be manually collected by hand and can also be biologically controlled, for example with mushrooms. The purpose of this study was to examine the effectiveness of the fungus Metarhizium anisopliae on Spodoptera litura caterpillar larvae in green mustard plants (Brassica juncea L.). The caterpillar used in this study is the Instar-2 (I₁) and Instar-4 (I₂) phase caterpillars. The concentration of fungi was inoculated were 10-2 (M₁), 10 -4 (M₂), and 10 -6 (M₃), and without fungi as a control (M₀). The design used was Factorial RAL with 3 replications. The experimental results showed that spore density M₁, M₂, and M₃ were quite effective at killing the caterpillar both on instar-2 (I₁) and on instar-4 (I₂
Alpina Bukhori, Sartini Sartini, Rahmiati Rahmiati
Jurnal Ilmiah Biologi UMA (JIBIOMA), Volume 2, pp 23-31; https://doi.org/10.31289/jibioma.v2i1.185

Abstract:
Lactic acid bakteria have characteristics that are able to ferment sugars or carbohydrates and produce lactic acid as the final product of fermentation. The purpose of this research was to isolates the lactic acid bacteria from the digestive tract of tilapia fish and to investigate the inhibitory power produced by lactic acid bacteria in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus and Shigella sp. Isolation of lactic acid bacteria was done by using MRSA medium and to see the ability of lactic acid bacteria isolates in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus and Shigella sp then used disc diffusion method. The isolates obtained were then characterized by morphology and biochemistry. From the research obtained two lactic acid bacteria that is sp1 and sp2. Lactic acid bacteria sp1 and sp2 are able to inhibit Staphylococcus aureus and Shigella sp with the biggest inhibition to Staphylococcus aureus by sp2 of 8.75 mm and the biggest inhibition of Shigella sp is shown by sp2 that is equal to 7.16 mm. Based on the results of isolation and characterization done in this research can be concluded that lactic acid bacteria of the digestive tract of fish tilapia sp1 and sp2 capable in inhibiting Staphylococcus aureus with a the number of 8.75 mm and Shigella sp with a of 7.16 mm.
Back to Top Top