ILTEK : Jurnal Teknologi

Journal Information
ISSN / EISSN : 1907-0772 / 2721-3447
Total articles ≅ 143
Filter:

Latest articles in this journal

Andi Haslindah, Andrie Andrie, Muhammad Taslim, Abdul Rahmad Wahyudi
ILTEK : Jurnal Teknologi, Volume 16, pp 1-5; doi:10.47398/iltek.v16i1.553

Abstract:
Pada bulan februari 2020 wabah Covid-19 masuk ke Indonesia yang mengakibatkan aktivitas disektor industri menurun secara merata sehingga pemerintah menerapkan peraturan untuk pencegahan percepatan penularan wabah seperti lockdown di setiap daerah yang terjangkit wabah hingga penerapan peraturan PSBB didalam perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbandingan produktivitas sebelum dan dimasa new normal. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner, wawancara dan observasi. Teknik analisis data ini dikategorikan dalam jenis eksploratif yaitu untuk mendapatkan gambaran atau deskripsi secara sistematis mengenai produktivitas tenaga kerja yang akan menghasilkan output pada produk yang dihasilkan kemudian ditambahkan dengan metode Objective Matrix (OMAX). Dari hasil analisis pada beberapa kriteria, dari bulan maret sampai juni terjadi penurunan produktivitas pekerja dikawasan industri makassar. Hasil analisis produktivitas tenaga kerja dengan kriteria Work from home, waktu kerja dan shift kerja dapat dilihat bahwa hasil Indeks produktivitasnya adalah sebesar 66,66%. Hal ini berarti terjadi penurunan produktivitas sebanyak 33,34% pada kinerja responden. Bisa disimpulkan berdasarkan metode Objective Matrix sebesar 66,67%. Penurunan produktivitas terjadi diakibatkan oleh kurangnya motivasi bekerja dan tekanan waktu hingga tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai waktu yang telah ditetapkan, oleh karena itu perlu adanya motivasi kerja maupun regulasi baru dari pimpinan perusahaan untuk mendukung kenaikan produktivitas tenaga kerja.
Ahmad Hanafie, Herlinah B., Ejawati Ejawati, Nurul Izza
ILTEK : Jurnal Teknologi, Volume 16, pp 40-45; doi:10.47398/iltek.v16i1.590

Abstract:
Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar merupakan salah satu fakultas dari perguruan tinggi swasta di kota Makassar. Media yang digunakan jadwal kegiatan perkuliahan masih konvensional yang di akses oleh mahasiswa dengan cara mendatangi dan melihat informasi tersebut secara langsung. Mengakses informasi secara langsung tentu menimbulkan kesulitan bagi mahasiswa, terutama bagi mahasiswa yang berasal dari luar kota makassar. Tujuan penelitian adalah merancang aplikasi sistem informasi jadwal kuliah untuk memudahkan dosen dan mahasiswa dalam menerima informasi via notifikasi jadwal kuliah. Metode pengujian yang digunakan adalah metode Black Box, dimana sistem di eksekusi melalui uji coba dan memeriksa fungsional dari perangkat lunak. Hasil pengujian sistem informasi notifikasi jadwal kuliah adalah dengan informasi pemberitahuan atau notifikasi setiap mata kuliah yang berlangsung akan masuk ke akun email yang telah terdaftar pada sistem. Aplikasi ini membutuhkan koneksi internet dan data dalam setiap proses requestnya, dengan aplikasi jadwal kuliah adanya alarm notifikasi ini diharapkan dosen dapat mengajar sesuai dengan jadwal sehingga proses pembelajaran dapat meningkat khususnya dalam kedisiplinan kehadiran dosen. Kesimpulan dari pengujian sistem informasi notifikasi adalah sudah sesuai dengan yang diinginkan oleh mahasiswa dan dosen dalam memberikan kemudahan mengelolah jadwal kuliah secara praktis dan mengetahui jadwal perkuliahan yang akan berlangsung pada setiap harinya.
Saripuddin Muddin, Jamaluddin Jamaluddin, Reski Eka Putra, Sahrul Sahrul
ILTEK : Jurnal Teknologi, Volume 16, pp 6-10; doi:10.47398/iltek.v16i1.584

Abstract:
Salah satu jenis baja yang paling banyak digunakan adalah baja 42 atau baja karbon rendah yang dibuat dan dibentuk menjadi komponen, sparepart, atau alat-alat sesuai dengan kebutuhan didunia industri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis kekuatan tarik pengaruh perlakuan panas hasil pengelasan kampuh V baja 42 dengan media pendingin air dan oli. Pada penelitian ini material dibentuk menjadi kampuh V. Kemudian material dibentuk menjadi spesimen uji tarik ASTM E8M- 04 tipe 01,pada proses heat treatment dengan variasi temperature 00C sampai 2000C, 4000C, 6000C, 8000C, 10000C, masing- masing spesimen dilakukan quenching pada media air mineral dan oli SAE 10, selanjutnya material dilakukan pengujian tarik untuk mengetahui nilia kekuatan material. Berdasarkan penelitian tersebut diperoleh nilai kekuatan tarik paling tinggi media pendingin air mineral pada temperature 6000 dengan nilai 33.999 N/mm2 dan nilai kekuatan Tarik paling rendah pada temperature 10000 dengan nilai 30.388 N/mm2, kemudian nilai kekuatan tarik paling tinggi media pendingin oli SAE 10 pada temperature 6000C dengan nilai 34.589 N/mm2 dan nilai kekuatan tarik paling rendah temperature 10000C dengan nilai 29 N/mm2. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa analisis kekuatan tarik baja St 42 yang paling tinggi berada pada temepratur 6000 C media pendingin oli dengan nilai 34,589 N/mm2 dan nilai kekuatan tarik paling rendah berada pada temperatur 1000 C media pendingin oli dengan nilai 29,479 N/mm2, adapun media pendingin yang baik digunakan setelah proses heat treatment pada material baja St 42 adalah oli (SEA 10).Salah satu jenis baja yang paling banyak digunakan adalah baja 42 atau baja karbon rendah yang dibuat dan dibentuk menjadi komponen, sparepart, atau alat-alat sesuai dengan kebutuhan didunia industri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis kekuatan tarik pengaruh perlakuan panas hasil pengelasan kampuh V baja 42 dengan media pendingin air dan oli. Pada penelitian ini material dibentuk menjadi kampuh V. Kemudian material dibentuk menjadi spesimen uji tarik ASTM E8M- 04 tipe 01,pada proses heat treatment dengan variasi temperature 00C sampai 2000C, 4000C, 6000C, 8000C, 10000C, masing- masing spesimen dilakukan quenching pada media air mineral dan oli SAE 10, selanjutnya material dilakukan pengujian tarik untuk mengetahui nilia kekuatan material. Berdasarkan penelitian tersebut diperoleh nilai kekuatan tarik paling tinggi media pendingin air mineral pada temperature 6000 dengan nilai 33.999 N/mm2 dan nilai kekuatan Tarik paling rendah pada temperature 10000 dengan nilai 30.388 N/mm2, kemudian nilai kekuatan tarik paling tinggi media pendingin oli SAE 10 pada temperature 6000C dengan nilai 34.589 N/mm2 dan nilai kekuatan tarik paling rendah temperature 10000C dengan nilai 29 N/mm2. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa analisis kekuatan tarik baja St 42 yang paling tinggi berada pada temepratur 6000 C media pendingin oli dengan nilai 34,589 N/mm2 dan nilai kekuatan tarik paling rendah berada pada temperatur 100o0 C media pendingin oli dengan nilai 29,479 N/mm2, adapun media pendingin yang baik digunakan setelah proses heat treatment pada material baja St 42 adalah oli (SEA 10).
Syahrir Habiba, Darmulia Darmulia, Ibrahim Zaenal, Munajab Munajab
ILTEK : Jurnal Teknologi, Volume 16, pp 16-19; doi:10.47398/iltek.v16i1.586

Abstract:
Overloading dan underinflation dapat menyebabkan tingginya masalah – masalah beruntun termasuk aus ban atau pecahnya ban. Dan dengan itu menjadi landasan dalam penelitian yang memiliki tujuan untuk mengetahui analisis pengaruh distribusi berat terhadap masa pakai ban daihatsu ayla m sporty. Dengan melakukan penelitian lapangan dan berbagai percobaan. Uji yang digunakan untuk menguji hasil data yaitu uji keausan ban. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pengujian dilakukan dengan alat yang digunakan untuk meneliti adalah Tyre Gauge, Ban, Jangka Sorong, Timbangan serta bahan digunakan yaitu mobil ayla M sporty dan ban baru Setelah penelitian di dapatkan hasil sebanyak 54 kali pengujian yang dilakukan pada waktu dan hari yang berbeda sehingga dengan melakukan pengujian tersebut dapat menghasilkan sebuah hal yang ingin diketahui seperti bagaimana ketahanan serta masa pakai ban terhadap beban yang menghasilkan kehausan dan mengetahui beberapa variable-variable lain yang memungkinkan dapat membuat ban lebih cepat mengalami keausan dengan menggunakan beban 223 Kg, 233 Kg dan 243 Kg dengan jarak tempuh 20 Km dan menemukan temuan-temuan yang berupa jarak serta suhu udara dapat mempengaruhi keausan ban Yang selanjutnya di susun Pengaruh distribusi berat terhadap masa pakai ban. Sehingga dapat disimpulkan masa pakai ban dapat beransur lama jika dalam penggunaan dan perawatan terjamin, berat maksimal agar tidak terjadi overloading yaitu 243 Kg dengan kecepatan 40-90 Km/Jam. serta hal yang dapat mempengaruhi keausan ban yaitu dari suhu tinggi yang merupakan suhu normal pemakaian ban 28-32 derajat celcius.
Andi Artinningsih, Karim Kasmudin
ILTEK : Jurnal Teknologi, Volume 16, pp 24-28; doi:10.47398/iltek.v16i1.581

Abstract:
Air payau adalah air yang salinitasnya lebih rendah dari pada salinitas rata-rata air laut normal (<35 permil) dan lebih tinggi dari pada 0,5 permil yang terjadi karena pencampuran antara air laut dengan air tawar baik secara alamiah maupun buatan. Tujuan dari penelitian ini yaitu Menentukan jumlah penambahan optimum kitosan dari cangkang bekicot (Achatina Fulica) untuk mendapatkan penurunan kadar garam air payau terendah dan menentukan waktu optimum pengadukan yang dibutuhkan untuk mendapatkan penurunan kadar garam air payau terendah agar mengetahui potensi penggunakan kitosan dari cangkang bekicot (Achatina Fullica) sebagai absorpben salintas air payau. Kitosan dilarutkan dalam asam asetat 1% dan aquades dengan konsentrasi 1.000 mg / L. Dibuat sampel campuran larutan kitosan dan air payau dengan variasi konsentrasi dari 0 hingga 3.85% volume tetap yaitu 260 ml dan diaduk selama 20 menit. Kadar Salinitas dalam sampel air payau diuji menggunakan alat Salonimeter. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa Kitosan Cangkang Bekicot mampu berperan sebagai absorpben salinity air payau dan ini dibuktikan berdasarkan efisiensi yang dihasilkan pada penurunan salinity sebesar 5,78% untuk kitosan asam asetat 1% dan penurunan salinity sebesar 8,09% untuk kitosan aquadest. Sedangakan untuk lama waktu pengadukan selama 40 menit merupakan waktu pengadukan yang optimum.
Nursuci Putri Husain
ILTEK : Jurnal Teknologi, Volume 16, pp 29-33; doi:10.47398/iltek.v16i1.588

Abstract:
Diabetes merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Penyakit diabetes dapat menyebabkan komplikasi seperti stroke, gagal ginjal, kebutaan yang bisa menyebabkan kecacatan. Sehingga diperlukan model prediksi untuk mengklasifikasikan seseorang mengidap penyakit diabetes atau tidak secara otomatis. Pada penelitian ini diajukan metode kombinasi Best First Feature Selection (BF Feature Selection) dan Radial Basis Function (RBF) untuk mengklasifikasikan penyakit diabetes. BF Feature Selection sebagai metode untuk mereduksi fitur-fitur pada dataset diabetes. BF Feature Selection mendapatkan 5 fitur yang paling relevan. Selanjutnya, dilakukan klasifikasi terhadap fitur-fitur tersebut menggunakan metode RBF. Uji coba dilakukan dengan menggunakan dataset diabetes dari UCI repository. Pengujian dilakukan dengan membandingan hasil klasifikasi metode yang diajukan dengan metode yang berbeda pada penelitian sebelumnya. Berdasarkan hasil uji coba, metode yang diajukan mendapatkan nilai akurasi yang tinggi untuk 70-30% training testing partisi yaitu 82,17%. Dari hasil evaluasi tersebut dapat disimpulkan bahwa metode yang diajukan dapat digunakan sebagai metode klasifikasi penyakit diabetes secara otomatis.
Saripuddin Muddin, Djufri Juma, Junaedy Syamsuddin, Muhajir Muhajir
ILTEK : Jurnal Teknologi, Volume 16, pp 20-23; doi:10.47398/iltek.v16i1.587

Abstract:
Proses penyambungan pelat dengan cara pengelasan pada saat ini sangat banyak digunakan, hal ini dikarenakan proses pengelasan akan sangat lebih cepat dan efisien. Penyebab terjadinya kerusakan pada pengelasan adalah penggunaan jenis kampuh las yang tidak sesuai dengan pembebanan ketika proses pengelasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan dari kekuatan sambungan las dengan menggunakan kampuh V dan X dengan posisi pengelasan datar, vertikal dan horizontal. Penelitian menggunakan metode eksperimental yaitu menyambung dua pelat logam yang berbeda dengan menggunakan mesin las SMAW. Jenis sambungan yang digunakan adalah sambungan kampuh V dan kampuh X dengan ukuran panjang 15 cm, lebar 2 cm dan tebal 10 mm sesuai standar ASTM E8. Kemudian dilakukan pengujian meliputi pengujian tarik, spesimen uji tarik, dan menghitung regangan dan tegangan. Hasil penelitian ditunjukkan dengan arus las berpengaruh terhadap kekuatan tarik pengelasan SMAW. Adapun hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukkan nilai kekuatan tarik yang variatif untuk kampuh v pada posisi pengelasan datar 40,297Mpa posisi vertical 40,824 Mpa dan posisi hotizontal 39,979 sedangkan untuk kampuh x nilainya pun bervariatif, pada posisi mendatar sebesar 41,666 Mpa untuk posisi vertical dan horizontal masing-masing 41,666 dan 41,788 Mpa. Kesimpulannya adalah Kekuatan tarik tertinggi dihasilkan oleh jenis kampuh X 2G dengan nilai rata-rata kekuatan tarik sebesar 417,14 MPa sedangkan kekuatan tarik terendah terdapat pada jenis kampuh V 2G dengan nilai rata-rata sebesar 39, 787 MPa.
Ahmad Hanafie, Sukirman Sukirman, Karmila Karmila, Murni Ema Putri
ILTEK : Jurnal Teknologi, Volume 16, pp 34-39; doi:10.47398/iltek.v16i1.589

Abstract:
Sampah merupakan masalah yang sering menjadi trending topik di hampir semua negara berkembang. Kondisi sampah yang ada di lingkungan sekitar kita saat ini masih dalam kondisi tercampur jenisnya, karena belum dilakukan pemilahan sampah. Kurangnya teknologi informasi pengelolaan sampah oleh petugas juga menyebabkan penanganan sampah menjadi lambat sehingga seringkali terjadi penumpukan sampah. Tujuan penelitian adalah untuk mengembangkan tempat sampah cerdas yang dapat memilah sampah logam, kering dan basah secara otomatis melalui fungsi Internet of Things (IoT). Metodologi yang digunakan adalah Reasearch and Development yang dapat memberi informasi jika tempat sampah dalam kondisi penuh. Hasil penelitian yang diperoleh berdasarkan rancangan prototipe tempat sampah menggunakan arduino uno sebagai kontrol sistem. Respon berupa gerak servo untuk membuang objek ke bak yang sesuai dengan jenis objek yang diberikan. Servo untuk mengendalikan pintu tempat sampah dan memilah sampah. sensor proximity kapasitif dan sensor proximity induktif untuk mendeteksi sampah logam, kering dan basah. Sensor ultrasonic HC-SR04 untuk mendeteksi ketinggian sampah, sedangkan Blynk apps pada smartphone yang terhubung ke internet.
Irma Irawaty, Rismawaty Rasyid, Andi Suryanto
ILTEK : Jurnal Teknologi, Volume 16, pp 11-15; doi:10.47398/iltek.v16i1.585

Abstract:
Limbah laundry adalah salah satu limbah industri yang belum mendapat perhatian dalam pengelolaannya sebelum limbah tersebut dibuang kelingkungan. Penelitian ini bertujuan mengetahuai apakah silika oksida dan arang aktif dapat melakukan proses adsorbsi dengan menyerap phosfat dalam limbah laundry dengan menggunakan variasi campuran silika oksida dengan arang aktif, yakni 3 kg : 0 kg, 2 Kg : 1 kg, 1,5 kg : 1,5 kg, 1 kg : 2 Kg dan 0 kg : 3 Kg. Proses adsorbsi menggunakan packed colom di labolatorium Kimia dasar FTI UMI. Pengukuran kadar phosfat menggunakan metode spektrofotometer UV-Vis. Dari hasil pengamatan yang diperoleh menunjukkan penurunan kadar fosfat dalam sampel limbah laundry berturut turut berdasarkan variasi komposisi campuran silica oksida dengan arang aktif adalah 13,20%, 13,90%, 18,01% 32,69% dan 37,97%. Uji adsorbsi menunjukkan bahwa silika oksida dan arang aktif mampu menyerap fosfat. Semakin lama proses sirkulasi yang dilakukan untuk penyerapan phosfat maka persentase penurunan fosfat yang terserap semakin besar pula. Persentase penurunan jumlah fosfat terbesar adalah 37,97% pada campuran 3 kg silika oksida yang menunjukkan bahwa silika oksida sangat baik digunakan sebagai adsorben dalam proses adsorbsi menggunakan packed colom.
La Ifa La Ifa, Safrudin Hasan, Sangkala Sangkala
ILTEK : Jurnal Teknologi, Volume 15, pp 59-66; doi:10.47398/iltek.v15i2.520

Abstract:
Ampas kelapa hasil samping (limbah) pembuatan biohidrogen masih memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. Hal ini menyebabkan ampas kelapa berpotensi untuk dimanfaatkan dan diolah menjadi kompos. Penelitian ini dilakukan dengan membuat variasi rasio antara limbah biohidrogen dan kotoran sapi dengan perbandingan 100:0; 80:20; 60:40; 40:60; 20:80 kemudian ditempatkan pada alat pengomposan. Dari penilitian ini diperoleh kandungan BOD, COD, TSS pada limbah biohidrogen (ampas kelapa) masih sangat tinggi, belum dapat dibuang langsung ke lingkungan karena dibutuhkan proses lebih lanjut dengan menjadikannya sebagai kompos. Dipelajari variabel yang berpengaruh pada proses pengomposan, yaitu waktu pengomposan dan rasio limbah biohidrogen dan kotoran sapi. Uji akhir yang dianalisis adalah kandungan unsur hara untuk menentukan kualitas kompos. Analisis pH selama proses pengomposan menujukkan hasil rata-rata optimal yaitu pH berkisaran antara 6-8 sesuai SNI 19-7030-2004 pH yang diizinkan antara 6,8-7,49 dan analisis suhu selama proses pengomposan masih berada pada fase mesofilik dengan suhu berkisaran 27-30 oC. C/N rasio kompos yang memenuhi syarat SNI 19-7030-2004 adalah ratio 80 : 20; 60:40; 40:60; dan 20 : 80 dengan nilai C/N rasionya 9,816%, 11,902%,10,938%,dan 13,516%.
Back to Top Top