Eduprof : Islamic Education Journal

Journal Information
ISSN / EISSN : 2656-5625 / 2723-2034
Total articles ≅ 27
Filter:

Latest articles in this journal

Mohamad Samsudin
Eduprof : Islamic Education Journal, Volume 2, pp 162-186; https://doi.org/10.47453/eduprof.v2i2.38

Abstract:
Understanding the complexity of the factors that influence student learning is necessary for educator/teacher so that learning goals can be realized. In addition, the teacher can take appropriate action so that the learning process can be accomplished effectively and efficiently, understanding these factors can also help students succeed in learning. The factors that influence learning include internal, external, and learning approach. Internal factors are factors found in student which include factors: innate, intelligence, physical and psychological condition, emotional, age, and gender. External factors are factors that exist outside of student which include factors: family environment, classroom environment, and community environment. While the learning approach factors include factors: goal, learning method, media, time, motivation, exercises and tests, learning material, and learning resources. Abstrak Memahami kompleksitas faktor-faktor yang memengaruhi belajar siswa merupakan hal yang niscaya bagi pendidik/guru agar tujuan pembelajaran dapat terwujud. Di samping guru dapat mengambil tindakan yang tepat agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan efisien, memahami faktor-faktor tersebut juga dapat membantu keberhasilan siswa dalam belajar. Hal-hal yang berpengaruh terhadap belajar meliputi faktor internal, eksternal, dan pendekatan belajar. Faktor internal adalah faktor yang terdapat pada diri siswa yang meliputi faktor: bawaan sejak lahir, inteligensi, kondisi fisik dan psikis, emosional, usia, dan jenis kelamin. Faktor eksternal adalah faktor yang terdapat di luar diri siswa yang meliputi faktor: lingkungan keluarga, lingkungan kelas, dan lingkungan masyarakat. Sedangkan faktor pendekatan belajar meliputi faktor: tujuan, metode belajar, media, waktu, motivasi, latihan dan ulangan, bahan pelajaran, dan sumber belajar.
Lela Siti Nurlaela, Herdianto Wahyu Pratomo, Nuruddin Araniri
Eduprof : Islamic Education Journal, Volume 2, pp 226-241; https://doi.org/10.47453/eduprof.v2i2.35

Abstract:
The family environment has a very close relationship in shaping the character of a child. Therefore, parents should be more careful in educating a child, so that children have good character. This research was carried out with the aim to intention of scientifically analyze the effect of parenting on children’s character formation in class III students MI Tahfizhul Qur’an Asasul Huda Ranjikulon, Kasokandel District, Majalengka Regency, 2019/2020 school year. Based on the results of observations made by researchers at MI Tahfizhul Qur’an Asasul Huda, it shows that there are deviant behaviors carried out by children at school. Among them are 1) Lack of religious attitudes instilled in children such as speaking harshly; 2) Mocking each other among friends, even to the fight. The research method used is descriptive verfication method, namely research conducted to determine the value of the independent variable, either one or more (independent) variables without making comparisons, or linking with other variables. The population in this study were students of class III MI Tahfizhul Qur’an Asasul Huda Ranjikulon, Kasokandel District, Majalengka Regency, amounting to 22 students. The instruments used in this study were tests and questionnaires. From this population the research sample was taken using the total sampling method. Thus the number of samples in this study were 22 students. The results showed that the parenting style had a positive and significant effect on the character building of children. As evidenced by the acquisition of a correlation coefficient of 0,389 and a significant level of 0,073. This means that the value of t is greater than t table. Thus Hₒ is rejected and H¹ is accepted, that is, there is a positive and significant influence between the parenting style of parents on the formation of children’s character. Abstrak Lingkungan keluarga memiliki kaitan yang sangat erat dalam membentuk karakter seorang anak. Oleh karena itu, hendaknya orang tua lebih berhati-hati lagi dalam mendidik seorang anak, agar anak memiliki karakter yang baik. Penelitian ini dilaksanakan dengan maksud untuk menganalisis secara ilmiah mengenai Pengaruh Pola Asuh Orang Tua terhadap Pembentukan Karakter Anak pada Siswa Kelas III MI Tahfizhul Qur’an Asasul Huda Ranjikulon Kecamatan Kasokandel Kabupaten Majalengka Tahun Pelajaran 2019/2020. Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan di MI Tahfizhul Qur’an Asasul Huda Ranjikulon Kecamatan Kasokandel Kabupaten Majalengka menunjukkan bahwa adanya perilaku-perilaku menyimpang yang dilakukan oleh anak-anak di sekolah diantaranya: 1) Kurangnya sikap-sikap religius yang ditanamkan dalam diri anak-anak seperti berbicara kasar; 2) Saling mengejek antar sesama teman, bahkan sampai kepada perkelahian. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif verifikatif yaitu penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan dengan variabel lain. Populasi dalam penelitian ini siswa kelas III MI Tahfizhul Qur’an Asasul Huda Ranjikulon Kecamatan Kasokandel Kabupaten Majalengka yang berjumlah 22 siswa. Dari populasi tersebut diambil sampel penelitian dengan menggunakan metode total sampling. Dengan demikian jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 22 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh orang tua berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembentukan karakter anak. Yang dibuktikan dengan perolehan koefisien korelasi sebesar 0,389 dan tingkat signifikan sebesar 0,073. Hal ini berarti nilai t hitung lebih besar dari t tabel. Dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima yaitu terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara pola asuh orang tua terhadap pembentukan karakter anak.
Iffan Ahmad Gufron, Nani Rosini, Taufiqurrahman Taufiqurrahman
Eduprof : Islamic Education Journal, Volume 2, pp 149-161; https://doi.org/10.47453/eduprof.v2i2.25

Abstract:
Schools always innovate in carrying out programs that are carried out through daily religious activities at school so that students do not feel bored and bored in the learning process or activities in the school. These religious activities are packaged in Islamic Religious Education (PAI) lessons. however it is still ignored by students. The purpose of this paper is to describe the strategy of delivering religion in Islamic Education subjects, developing the potential of students, and the importance of holistic education. This research uses a qualitative approach with a case study design. Data were collected by in-depth interviews, observation and documentation. Data analysis used interactive analysis through data reduction, data display, verification and conclusion stages. Furthermore, the results of the research show that holistic religious-based education in Islamic Education which is applied at SMP IT BINA UMMAH SUMBER includes 1) Implementation of religious-based holistic education in Islamic Education lessons; and 2) to determine the factors inhibiting and encouraging religious-based holistic education in Islamic Education lessons. It can be concluded that holistic religion-based education is education that develops all the potential that exists in students. The results of this study are expected to develop all the potential to be realized as character building in students. Abstrak Sekolah selalu berinovasi dalam melakukan program-program yang dijalankan melaui kegiatan keagamaan pada keseharian di sekolah sehingga peserta didik tidak merasa bosan dan jenuh dalam proses belajar maupun kegiatan yang ada di sekolah kegiatan keagamaan tersebut dikemas pada pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) akan tetapi masih diabaikan pada peserta didik. Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan strategi penyampaian keagamaan pada mata pelajaran PAI, pengembangan potensi peserta didik, dan Urgensi pendidikan holistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis interaktif melalui tahap reduksi data, display data, verifikasi dan kesimpulan. Selanjutnya, hasil dari penelitian menujukkan bahwa pendidikan holistik berbasis keagamaan pada pelajaran PAI yang diterapkan di SMP IT BINA UMMAH SUMBER meliputi 1) Implementasi pendidikan holistik berbasis keagamaan pada pelajaran PAI; dan 2) untuk mengetahui faktor-faktor penghambat dan pendorong pendidikan holistik berbasis keagamaan pada pelajaran PAI. Dapat disimpulkan bahwa pendidikan holistik berbasis keagamaan adalah pendidikan yang mengembangkan seluruh potensi yang ada pada peserta didik. Hasil penelitian ini diharapkan dalam mengembangkan seluruh potensi diwujudkan sebagai pembentukan karakter pada peserta didik.
Umar Samsudin
Eduprof : Islamic Education Journal, Volume 2, pp 261-277; https://doi.org/10.47453/eduprof.v2i2.37

Abstract:
Education as a major factor in the development of people's culture is often used by various thoughts and ideologies to spread their understanding and thinking patterns. It is not strange if a thought dominates a certain educational institution or system. Among the ideas that influence and even determine the goals and learning methods of an educational system are ideology and religion. The relationship between education and ideology is rooted in the history of education. The domination of an ideology is not only obtained through revolution or violence carried out by state institutions, but also through other institutions, such as religious institutions, education, mass media and the family. And it becomes clear that the nature of education is very dependent on the perspective of the ideology it adopts. Abstrak Pendidikan sebagai faktor utama perkembangan budaya masyarakat, seringkali dimanfaatkan oleh berbagai pemikiran dan ideologi untuk menyebarkan pemahaman dan pola pikirnya. Sudah tidak asing lagi jika suatu pemikiran mendominasi lembaga atau sistem pendidikan tertentu. Di antara pemikiran-pemikiran yang banyak memberikan pengaruh dan bahkan menentukan tujuan dan metode pembelajaran suatu sistem pendidikan adalah ideologi dan agama. Hubungan antara pendidikan dan ideologi sudah mengakar dalam perjalanan sejarah dunia pendidikan. Dominasi suatu ideologi tidak hanya didapatkan melalui revolusi atau kekerasan yang dilakukan oleh institusi-institusi negara, tetapi juga dapat melalui institusi-institusi lain, seperti institusi agama, pendidikan, media massa dan keluarga. Dan menjadi jelaslah bahwa hakikat pendidikan sangat tergantung dari kacamata ideologi yang dianutnya.
Oon Sukron
Eduprof : Islamic Education Journal, Volume 2, pp 202-225; https://doi.org/10.47453/eduprof.v2i2.27

Abstract:
This research was conducted with the background that the Al-Qur'an is the main source of Islamic teachings and a way of life for every Muslim. The ability to read the Koran for children is the basis for themselves or to be conveyed to others. Based on the background of the problem above, the authors conducted research with the aim of implementing the reading and writing guidance of the Qur'an (BTQ) through the Ummi method and the Iqro method in the main cendikia junior high school, Langseb village, Lebakwangi district, Kuninga district. performance). Based on the data, data analysis, and discussion, the results of the study concluded that there was a very significant difference in the reading and writing activities of the Qur'an between using the Iqro Method and the Ummi Method at SMK Cendikia Utama, Lebakwangi Kuningan District. The use of the Ummi Method is more effective in learning to read and write the Qur'an than the Iqro Method. This is evident from the average value achieved using the Ummi Method (86.3) while using the Iqro Method (77.5). The comparative test results show that the average of the Ummi Method is 86.25 and the average of the Iqro Method is 77.50. In absolute terms it is clear that the average student uses the Ummi method is different from those using the Iqro method. From the SPSS output it is known that the t value on Equal variances not assumed is 2.669 with a significant probability of 0.011 (2-tail). So it can be concluded that on average students who use the Ummi Method have different grades against students who use the Iqro method. Or it can be said that the final score of students using the Ummi method is significantly higher than students who use the Iqro method. Abstrak Penelitian ini dilaksanakan dengan latar belakang Al-Qur’an adalah sumber utama ajaran Islam dan pedoman hidup bagi setiap muslim, kemampuan membaca al-Qur’an bagi anak-anak merupakan dasar bagi dirinya sendiri atau untuk disampaikan kepada orang lain,. Berdasarkan latarbelakang masalah diatas penulis melakukan penelitian dengan tujuan pelaksanaan bimbingan baca tulis al qur’an( btq ) melalui metode ummi dan metode iqro di smk cendikia utama desa langseb kecamatan lebakwangi kebupaten kuninga Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, jenis studi komparatif dengan instrumen berupa tes perbuatan (unjuk kerja). Berdasarkan data, analisis data, dan pembahasan, hasil penelitian disimpulkan Terdapat perbedaan yang sangat signifikan kegiatan Baca Tulis Al Qur’an antara menggunakan Metode Iqro dengan Metode Ummi di SMK Cendikia Utama Kecamatan Lebakwangi Kuningan. Penggunaan Metode Ummi lebih epektif digunakan dalam pembelajaran baca tulis Al Qur’an daripada Metode Iqro. Hal ini terbukti dari nilai rata-rata yang dicapai, menggunakan Metode Ummi (86,3) sedangkan menggunakan Metode Iqro (77,5). Hasil Uji Komparasi bahwa rata-rata Metode Ummi sebesar 86,25 dan rata-rata Metode Iqro sebesar 77,50. Secara absolut jelas terlihat bahwa rata-rata siswa menggunakan metode Ummi berbeda dengan yang menggunakan metode Iqro. Dari output SPSS diketahui bahwa nilai t hitung pada Equal variances not assumed adalah 2,669 dengan probabilitas signifikan sebesar 0,011 (2-tail). Jadi dapat disimpulkan bahwa rata-rata siswa yang menggunakan Metode Ummi memiliki nilai yang berbeda terhadap siswa yang menggunakan metode Iqro. Atau dapat dikatakan bahwa nilai akhir siswa yang menggunakan metode Ummi lebih tinggi secara signifikan dari pada siswa yang menggunakan metode Iqro.
Yogi Permana, Nuruddin Araniri, Nurhidayat Nurhidayat
Eduprof : Islamic Education Journal, Volume 2, pp 242-260; https://doi.org/10.47453/eduprof.v2i2.36

Abstract:
Based on the preliminary research, students there still lack motivation and awareness of the importance of knowledge in the learning process, this is what encourages researchers to raise the formulation of research problems. The formulation of the problem in this study is how to apply the peer teaching method to increase student learning motivation in Islamic Education subjects and what are the supporting and inhibiting factors in how to increase student learning motivation by applying the Peer Teaching method to Islamic Education subjects at SMAN 2 Majalengka. This research uses a descriptive qualitative approach. Data collection techniques used in this study are observation, interviews, and documentation. With research subjects, students and educators at SMAN 2 Majalengka. The results of this study indicate that one of the supporting factors of student learning motivation is the role of the teacher which reflects its nature as a professional educator and one of the inhibiting factors is the role of the teacher that does not reflect his personality as an educator, ignoring the complaints experienced by students in the process. learning, while the results of the application of the peer teaching method of trained students are able to build solidarity with fellow students, instill a caring attitude towards fellow students, create an attitude of mutual acquaintance with fellow students, provide exemplary outside of class hours, respect the ability of students to catch them. other, building an anti-discrimination attitude towards the differences in the abilities of other students, creating an active learning atmosphere and teaching staff is not bored. Absrak Berdasarkan penelitian pendahuluan peserta didik di sana masih kurang memiliki motivasi dan kesadaran akan pentingnya ilmu dalam proses pembelajaran hal inilah yang mendorong peneliti untuk mengangkat rumusan masalah penelitian. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu Bagaimana cara menerapkan metode peer teaching dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI dan apa saja faktor pendukung dan faktor penghambat dalam cara meningkatkan motivasi belajar siswa dengan menerapkan metode Peer Teaching pada mata pelajaran PAI di SMAN 2 Majalengka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan subjek penelitian peserta didik dan tenaga pendidik SMAN 2 Majalengka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa salah satu faktor pendukung motivasi belajar siswa adalah peran guru yang mencerminkan sifatnya sebagai tenaga pendidik yang profesional dan faktor penghambatnya salah satunya adalah peran guru yang tidak mencerminkan pribadinya sebagai seorang tenaga pendidik, mengabaikan keluh kesah yang di alami peserta didik dalam proses pembelajaran, Sedangkan hasil penerapan dari metode peer teaching peserta didik terlatih untuk dapat membangun solidaritas terhadap sesama peserta didik, menanamkan sikap peduli terhadap sesama peserta didik, mewujudkan sikap saling mengenal antar sesama peserta didik, memberikan keteladanan diluar jam pelajaran, menghargai daya tangkap peserta didik yang lainnya, membangun sikap anti diskriminasi terhadap perbedaan kemampuan peserta didik lainnya, mewujudkan suasana belajar yang aktif dan tenaga pendidik pun tidak jenuh
Gilang Maulana Jamaludin, Lili Yulianti, Mas’Ud Mas’Ud
Eduprof : Islamic Education Journal, Volume 2, pp 187-201; https://doi.org/10.47453/eduprof.v2i2.26

Abstract:
This study discusses the effect of punishments on student learning discipline in Islamic religious education subjects. With the existence of Islamic religious education in which there are religious values ​​which are used as an effort to guide and practice Islamic teachings. Because punishment is an educational tool to support the smoothness of the educational process. One of the educational tools that can be used to improve discipline in learning is by giving punishment. This type of research method used is a type of experimental research. The research design used was Pre Experimental Design. The instruments used in this study were questionnaires, observation and tests. The sample in this study were fourth grade students of SDN Cisetu III Rajagaluh. Analysis of the data used is the prerequisite test (normality and homogeneity ) and hypothesis testing. The results of this study indicate that the punishment for the discipline of student learning in the fourth grade Islamic religious education subject at SDN Cisetu III has an effect with t count 41.04 greater than t table 2.063 with a level significant 5%. Abstrak Kajian ini membahas tentang Pengaruh Pemberian Punishment terhadap Kedisiplinan Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam. Dengan adanya pendidikan agama Islam yang didalamnya terdapat nilai-nilai keagamaan yang dijadikan sebagai upaya untuk membimbing dan mengamalkan ajaran Islam. Karena punishment merupakan alat pendidikan guna mendukung kelancaran proses pendidikan. Salah satu alat pendidikan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kedisiplinan belajar yaitu dengan pemberian punishment. Jenis metode penelitian yang digunakan ini adalah jenis penelitian eksperimen. Desain penelitian yang digunakan Pre Exsperimental Design. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu angket, observasi dan tes. Sampel dalam penelitian ini yaitu siswa kelas IV SDN Cisetu III Rajagaluh. Analisis data yang digunakan yaitu uji prasyarat (normalitas dan homogenitas) dan uji hipotesis. hasil penelitian ini menunjukan bahwa punishment terhadap kedisiplinan belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam kelas IV di SDN Cisetu III terdapat pengaruh dengan t hitung 41,04 lebih besar dari t tabel 2,063 dengan taraf sigmifikan 5%.
Dian Widiantari
Eduprof : Islamic Education Journal, Volume 2, pp 1-17; https://doi.org/10.47453/eduprof.v2i1.28

Abstract:
This thinking contains an explanation of the values of character education in vocational camp activities. The purpose of this thought is to describe the values contained in vocational camps. The results of this thought indicate that there are 6 values of character education contained in the vocational camp, namely, disciplinary character values, hard work character values, creative character values, character values respecting achievement, environmental care character values, and responsibility character values. In vocational camps, there are character values that can be associated with teaching character education in schools in Indonesia Abstrak Pemikiran ini mengandung pemapaparan tentang nilai-nilai pendidikan karakter dalam kegiatan kemah vokasional. Tujuan pemikiran ini untuk mendeskripsikan tentang nilai nilai yang terkandung dalam kemah vokasional. Hasil pemikiran ini menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam kemah vokasional ada 6 yaitu, nilai karakter disiplin, nilai karakter kerja keras, nilai karakter kreatif, nilai karakter menghargai prestasi, nilai karakter peduli lingkungan, dan nilai karakter tanggung jawab. Dalam kemah vokasional terdapat nilai-nilai karakter yang dapat dikaitkan dengan pengajaran pendidikan karakter sekolah di Indonesia.
M. Sauki
Eduprof : Islamic Education Journal, Volume 2, pp 54-75; https://doi.org/10.47453/eduprof.v2i1.31

Abstract:
At present, riots that occur between religious communities still occur, but all not because it is solely a matter of religion, but rather social, economic, and political issues in the name of religion. In our own country, Indonesia has also recorded many riots between religious communities. Call it the worst case was the action to defend Islam or known as the 212 action which took place at the end of 2016 and early 2017. This conflict actually started to emerge when Basuki Tjajaya Purnama replaced the position of Governor of DKI Jakarta which was still vacant because the Governor of DKI Jakarta was proposed to be become a President. Basuki, or what is known as Ahok in a structured manner, is obliged to serve as a replacement Governor. There were pros and cons among the community and religionists, especially among Muslims. That they do not want to be led by non-Muslims (Kafir). They think that Islam in Jakarta is the religion of the majority so that a leader should be from the Islamic group not non-Muslim. So it does not rule out if there is a re-election for the Governor of DKI Jakarta, the writer speculates that Ahok will not serve as Governor. Abstrak Pada dewasa ini, kerusuhan yang terjadi antar umat beragama pun masih terjadi, namun semua bukan karena memang semata-mata persoalan agama, tapi lebih pada persoalan sosial, ekonomi, politik yang mengatasnamakan agama. Di negeri kita sendiri, Indonesia telah banyak tercatat pula kerusuhan antar umat beragama. Sebut saja yang paling parah adalah aksi bela Islam atau yang dikenal dengan aksi 212 yang terjadi di penutupan akhir 2016 dan awal 2017. Konflik ini sebetulnya sudah mulai muncul ketika Basuki Tjajaya Purnama menggantikan posisi kursi Gubernur DKI Jakarta yang masih kosong dikarenakan Gubernur DKI Jakarta diajukan untuk menjadi seorang Presiden. Basuki atau yang dikenal dengan sebutan Ahok secara terstruktur wajib menjabat sebagai Gubernur pengganti. Terjadilah pro dan kontra di kalangan masyarakat dan agamawan, khususnya di kalangan umat Islam. Bahwasanya mereka tidak mau dipimpin oleh non-muslim (Kafir). Mereka beranggapan bahwa Islam yang berada di Jakarta adalah agama mayoritas maka yang menjadi seorang pemimpin seharusnya dari golongan Islam bukan non-Islam. Sehingga tidak menutup kemungkinan jika ada pemilihan ulang Gubernur DKI Jakarta, penulis berspekulatif Ahok tidak akan menjabat sebagai Gubernur.
Muhammad Saefudin
Eduprof : Islamic Education Journal, Volume 2, pp 76-100; https://doi.org/10.47453/eduprof.v2i1.32

Abstract:
During adolescence or many students experience a period of ambivalence (ambivalence). On the one hand, they still want to be comfortable living under the protection and love of their parents, but on the other hand they want to develop independently or independently. It is in these situations and conditions that often rebel teenagers and want to impose their will. This is the situation that happened in the Nahdlatul Ulama Juntinyuat High School (SMA NU Juntinyuat) in Indramayu district, finding students who consumed addictive substances. So that it causes behavior that is not appropriate for students in general. Based on the above background, the authors conducted research with the aim of revealing how the role of Islamic religious education teachers in the implementation of the anti-drug movement program as an effort to prevent the use of addictive substances in students at SMA NU Juntinyuat Indramayu with research objectives: (1) To determine the implementation of the movement program anti drugs at SMA NU Juntinyuat Indramayu. (2) To determine the role of Islamic religious education teachers in efforts to prevent the use of addictive substances in students at SMA NU Juntinyuat. (3) This is to determine the relationship between the anti-drug movement program and efforts to prevent the use of addictive substances by students at SMA NU Juntinyuat. The author in this research uses qualitative research methods. The type of qualitative research that the author uses is a case study. Data collection is carried out by observation, documentation, interview techniques. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Research information. The conclusion of this study is that the results of the anti-drug movement program implemented in SMA NU Juntinyuat Indramayu succeeded in regaining students' self-confidence. This is known from the decrease in students who are addictive substances. Abstak Pada masa remaja atau siswa banyak mengalami masa ambivalensi (sikap mendua). Di satu sisi meraka masih ingin mendapat kenyamanan hidup di bawah perlindungan dan kasih sayang orang tua, tetapi di sisi lain mereka ingin pula berkembang secara independen atau mandiri.[1] Dalam situasi dan kondisi yang membimbangkan inilah remaja sering memberontak dan ingin memaksakan kehendaknya. Inilah situasi yang terjadi di Sekolah Menengah Atas Nahdlatul Ulama Juntinyuat (SMA NU Juntinyuat)kabupaten Indramayu, menemukan siswa yang mengkonsumsi zat adiktif. Sehingga menimbulkan perilaku yang tidak sewajarnya selayaknya pelajar pada umumnya. Berdasarkan latar belakang di atas, penulis melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengungkapkan bagaimana peran guru pendidikan agama Islam dalam implementasi program gerakan anti narkoba sebagai upaya pencegahan penggunaan zat adiktif pada siswa di SMA NU Juntinyuat Indramayu dengan tujuan penelitian: (1) Untuk mengetahui implementasi program gerakan anti narkoba di SMA NU Juntinyuat Indramayu. (2) Untuk mengetahui peran guru pendidikan agama Islamdalam upaya mencegah penggunaan zat adiktif pada siswa di SMA NU Juntinyuat. (3) Untuk mengetahui keterkaitan program gerakan anti narkoba dengan upaya mencegah penggunaan zat adiktif oleh siswa di SMA NU Juntinyuat. Penulis dalam riset ini menggunakan metode penelitian Kualitatif. Jenis penelitian Kualitatif yang penulis gunakan adalah Studi Kasus.Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, dpkumentasi, wawancara.Teknik analisis data meliputi meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Informan penelitian. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Hasil Program gerakan anti narkoba yang diterapkan di SMA NU Juntinyuat Indramayu ini berhasil menumbuhkan kembali rasa percaya diri siswa. Hal ini diketahui dari berkurangnya siswa yang ketergantungan zat adiktif..
Back to Top Top