Aurelia Journal

Journal Information
EISSN : 2715-7113
Total articles ≅ 50
Filter:

Latest articles in this journal

Nirmala Efri Hasibuan, Kurnia Sada Harahap, Neni Septia Emzuhri
Aurelia Journal, Volume 3, pp 97-105; https://doi.org/10.15578/aj.v3i1.10517

Abstract:
Ikan tuna loin beku adalah salah satu produk unggulan ekspor dari PT. Bahari Prima Manunggal Jakarta Barat. Ikan tuna memiliki karakteristik pangan yang mudah rusak sehingga perlu dilakukan penelusuran untuk menjamin produk diterima dengan baik oleh konsumen. Traceability merupakan salah satu konsep mutu dan keamanan pangan yang disarankan untuk mendukung dan menjamin mutu produk. Sistem ketertelusuran (traceability) dibagi menjadi 2 bagian yaitu pengamatan ketertelusuran eksternal dan internal yang berfungsi sebagai alat dalam merekam jejak produksi dari suatu produk. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penerapan sistem traceability pada produk tuna loin beku secara eksternal dan internal di PT. Bahari Prima Manunggal Jakarta Barat. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui partisipasi aktif, observasi, dan wawancara. Implementasi traceability di PT. Bahari Prima Manunggal Jakarta Barat menggunakan paper based system. Rekaman berupa form terdapat pada setiap tahapan proses mulai dari penerimaan bahan baku, penimbangan ikan utuh, catatan suhu harian, penimbangan loin, suhu chilling room, pemotongan loin, pemantauan pembekuan, penimbangan sebelum pengemasan, pengemasan dan pelabelan, pemeriksaan logam, suhu cold storage dan loading & stuffing. Sistem pengkodean digunakan sebagai alat pemantauan dan alat identifikasi disetiap proses produksi. Sistem pengkodean tuna loin beku terbagi dua yaitu kode alur proses dan kode produk akhir.
Hafiz Ziddin, Bobby Demeianto, Juniawan Preston Siahaan
Aurelia Journal, Volume 3, pp 35-46; https://doi.org/10.15578/aj.v3i1.10343

Abstract:
Energi listrik kapal perikanan Pukat Cincin di hasilkan dari Generator Set. Dimana, Kebutuhan daya beban listrik yang berhubungan dengan kapasitas dari Generator harus memiliki nilai efisiensi dari 78% atau sampai dengan 100%. Bertujuan agar tidak terjadi kerugian secara ekonomis. Serta peninjauan kecepatan putaran mesin penggerak Generator yang harus sesuai. Maka dari itu, penelitian ini dalam Perhitungan nilai efisiensi penggunaan Generator dan Putaran mesin penggerak Generator. Selanjutnya, menentukan Evaluasi nilai efisiensi penggunaan Generator di KM. Pulau Pinang. Peninjauan langsung di lapangan dengan cara pengukuran nilai tegangan, daya, dan arus listrik di KM. Pulau Pinang hal ini merupakan metode penelitian. Nilai daya tertinggi pada Motor pompa. Pemakaian daya listrik secara keseluruhan permasing masing unit nilai tertinggi terdapat pada lampu Halogen. Nilai teganagan 3 fasa dan arus listrik nilai rata rata terendah dan tertinggi adalah 310,33 Volt 11,33 A dan 316,33 Volt 23,47 A, dan kecepatan putaran mesin penggerak Generator yaitu 1.121,5 rpm. Selanjutnya, Nilai efisiensi daya aktif terhitung adalah 42,142%, di rekomendasikan kapasitas Generator 30 kVA. Rpm pengoperasian mesin listrik di simpulkan lebih kecil dari rpm spesifikasi mesin penggerak generator. Dengan catatan rpm mesin penggerak generator tidak melebihi spesifikasi rpm generator (2.800 rpm ≤ 1.500 rpm)
Sumartini Sumartini, Putri Wening Ratrinia
Aurelia Journal, Volume 3, pp 47-57; https://doi.org/10.15578/aj.v3i1.10370

Abstract:
Coklat merupakan makanan yang terbuat dari campulan gula dan lemak yang banyak disukai masyarakat. Parameter utama yang harus diperhatikan pada pembuatan coklat batang adalah hasil pengujian hedonik atau tingkat penerimaan konsumen terhadap produk, meliputi parameter rasa, warna, kenampakan, tekstur dan aroma. Selain itu sifat fisik utama yang harus diperhatikan adalah ada dan tidaknya kemunculan fat bloom atau bercak-bercak putih pada permukaan pada permukaan coklat batang. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah daun mangrove jenis Rhizophora apiculata (RA), Avicennia officinalis (AO), dan Avicennia marina(AM). Penelitian menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan penambahan ekstrak daun mangrove dari spesies yang berbeda yaitu Rhizophora apiculata, Avicennia officinalis, dan Avicennia marina, dan kontrol (tanpa penambahan serbuk daun mangrove) diulang 3 waktu. Pengujian hedonik dilakukan pada coklat dilakukan pada hari penyimpanan ke 0, 7, dan 14 pada suhu kamar. Berdasarkan hasil pengujian hedonik dan antioksidan menunjukkan bahwa perlakuan pemberian ekstrak daun mangrove spesies Rhizopora apiculata (RA) merupakan perlakuan terbaik karena memiliki aktivitas antioksidan paling tinggi serta uji hedonik yang paling tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Selain itu perlakuan (RA) dapat menghambat terbentuknya fat bloom dalam kurun waktu 14 hari masa simpan.
Roma Yuli Hutapea, Ifan Nur Alwi, Ratu Sari Mardiah, Ratih Purnama Sari, Suci Asrina Ikhsan
Aurelia Journal, Volume 3, pp 59-71; https://doi.org/10.15578/aj.v3i1.10452

Abstract:
Perairan Selat Malaka yang subur memiliki bermacam-macam sumber daya ikan laut diantaranya jenis-jenis udang, ikan demersal dan ikan pelagis. Sumber daya ikan di WPP 571 yang kaya akan ikan pelagis, membuat alat tangkap purse seine cocok untuk dioperasikan sekitar perairan WPP 571. Purse seine merupakan salah satu jenis alat tangkap aktif yang bersifat multi spesies, karena hasil tangkapannya lebih dari satu jenis ikan. Tujuan penelitian ini penulis ingin memahami alat bantu penangkapan purse seine dan alat navigasi di KM. Sumber Abadi dan pengoperasian di KM. Sumber Abadi. Hasil dari data yang didapat dilapangan diketahui daerah penangkapan ikan KM. Sumber Abadi di WPP 571 Selat Malaka. Pengoperasian alat tangkap purse seine secara bertahap, yaitu penurunan alat tangkap (setting) penarikan tali kerut penarikan badan jaring (hauling) penaikan hasil tangkapan (brailing), waktu yang diperlukan untuk satu kali pengoperasian adalah 2 sampai 3 jam. Alat bantu penangkapan purse seine yang ada di atas kapal KM. Sumber Abadi adalah Lampu robot, Gardan, Power block, GPS (Global Position System), Echsouder danRadio SSB.
Sandra Hi Muhammad, Djainudin Alwi, Mahrudin Fang
Aurelia Journal, Volume 3, pp 73-81; https://doi.org/10.15578/aj.v3i1.10513

Abstract:
Lamun merupakan salah-satu ekosistem yang sangat tinggi produktivitas organiknya, lamun juga memiliki manfaat secara ekonomi dan ekologis. Fungsi lamun tidak banyak dipahami, banyak padang lamun yang rusak oleh berbagai aktivitas manusia terutama penangkapan ikan, pengerukan, penambangan pasir dan sebagainya. Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya dirasa masih kurang untuk dijadikan sebagai rujukan untuk menggambarkan potensi sumberdaya lamun di Kabupaten Pulau Morotai. Olehnya itu perlu kiranya dilakukan penelitian ini sebagai tambahan informasi dan data potensi bagi pengelolaan sumberdaya alam pesisir dan laut terutama ekosistem lamun secara berkelanjutan terutama dari aspek ekologinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan keanekaragaman jenis lamun. Penelitian ini dilaksanakan di perairan desa Mandiri Kabupaten Pulau Morotai dimulai pada bulan Januari-Februari 2021 menggunakan metode transek kuadrat. Analisis data indeks ekologi meliputi; komposisi jenis dan indeks keanekareagaman (Shannon-Winner). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi jenis lamunpaling tinggi persentasenya yaitu Cymodocea rotundata ditemukan disemua stasiun yaitustasiun I sebesar (94%), stasiun II (84 %) dan stasiun III (72%). Indeks keanekaragaman jenis (H') lamun yang ditemukan pada stasiun I yaitu (0,22), stasiun II (0,58), dan stasiun III yaitu (0,59) menunjukan bahwa nilai indeks keanekaragaman lamun di lokasi penelitian termasuk kategori rendah.
Al Acthur Iw Lapene, Yuliati Hotmauli Sipahutar, Ahadin Ff Ma’Roef
Aurelia Journal, Volume 3, pp 11-24; https://doi.org/10.15578/aj.v3i1.10281

Abstract:
GMP adalah pedoman persyaratan dan tata cara berproduksi yang baik bagi suatu unit pengolahan ikan, memastikan mutu produk dan menjamin tingkat dasar pengendalian keamanan pangan. SSOP merupakan pedoman persyaratan operasi sanitasi di unit pengolahan ikan, untuk menjamin bahwa prosedur dan proses sanitasi dilakukan secara efisien mengendalikan bahaya keamanan pangan yang umum dijumpai dilingkungan pengolahan dan operasi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui penerapan Good Manufacturing Practices dan Sanitation Standard Operating Prosedure pada tahapan produksi pengalengan ikan Lemuru (Sardinella longiceps) dalam minyak nabati. Penelitian ini menggunakan metode survey, wawancara, observasi, dokumentasi, serta partisipasi langsung dalam kegiatan proses pengalengan ikan Lemuru. Penerapan GMP pada tahapan produksi meliputi: Penerimaan bahan baku; pengguntingan (potong kepala dan ekor); pencucian bahan baku ikan lemuru; pelepasan karton, thawing (pelelehan), penyiangan, pencucian, pencucian kaleng kosong, pengisian dalam kaleng, preccooking (pemasakan pendahuluan), penirisan, pengisian media, penutupan kaleng, pencucian kaleng, sterilisasi, pendinginan, pengkodean, inkubasi, pengepakan, penyimpanan, pengiriman. Penerapan SSOP meliputi : keamanan air dan es, peralatan dan pakaian kerja dan pencegahan kontaminasi silang, toilet dan tempat cuci tangan,bahan kimia dan saniter, syarat label dan penyimpanan, kesehatan karyawan dan pengendalian pest. Penerapan GMP dan SSOP telah dilaksanakan dengan baik untuk mengurangi kontaminasi produk akhir dan telah sesuai dengan standard prosedur yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
Harisjon Harisjon, Birham Hermansyah, Tashwir Tashwir, Raedy Anwar Subiantoro, Samsi Samsi
Aurelia Journal, Volume 3, pp 1-9; https://doi.org/10.15578/aj.v3i1.10200

Abstract:
Pemanfaatan energi terbarukan merupakan suatu keharusan saat ini. Salah satu potensi energi terbarukan di Indonesia adalah energi surya. Letak Indonesia yang berada di garis khatulistiwa membuat Indonesia mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun. Penggunaan energi matahari untuk menggerakkan aerator kincir air pada budidaya udang vaname merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi ketergantungan pasokan listrik dari PLN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan membandingkan parameter roda saat dioperasikan tanpa beban dan dengan beban, sedangkan parameter yang diukur adalah; Tegangan listrik, arus listrik, kecepatan putaran poros dan temperatur. Dari perancangan dan pembuatan kincir air tenaga surya yang telah dilakukan didapatkan hasil; tegangan rata-rata panel PV adalah 40,57 volt, arus listrik rata-rata saat dioperasikan dengan beban adalah 8.0 C
Bobby Demeianto, Hafiz Ziddin, Juniawan Preston Siahaan
Aurelia Journal, Volume 3, pp 25-33; https://doi.org/10.15578/aj.v3i1.10329

Abstract:
Kapal perikanan Purse Seine dilengkapi dengan sistem kelistrikan yang dapat di asumsikan penggunaanya terbanyak pada beban lampu Halogen atau lampu yang di fungiskan sebagai pemikat ikan dari jam pengoperasian 18:00 sampai dengan 05:00. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan perhitungan nilai kapasitas penggunaan gawai pengaman dan KHA kabel pada sistem kelistrikan di KM. Pulau Pinang. Selanjutnya, menentukan Evaluasi Instalasi Listrik pada kapasitas penggunaan gawai pengaman dan kesesuaian KHA kabel pada sistem kelistrikan di KM. Pulau Pinang. Peninjauan langsung di lapangan dengan cara pengukuran nilai tegangan, daya, dan arus listrik di KM. Pulau Pinang dan mengetahui komponen komponen pada sistem kelistrikan sehingga alur sistem kelistrikan dapat di gambarkan ke bentuk Single Line diagram, hal ini merupakan metode penelitian. Nilai daya tertinggi pada Motor pompa. Kondisi penggunaan kapasitas gawai pengaman listrik pada satu alur penggunaan gawai pengaman listrik pada beban lampu Halogen yaitu 20 Ampere. sedangkan dari perhitungan PUIL di anjurkan dengan kapasitas 10 Ampere. Namun, pada ukuran KHA kabel seluruh sistem kelistrikan di KM. Pulau Pinang di kategorikan sesuai.
Suci Asrina Ikhsan, Ryan Hidayat, Ratih Purnama Sari, Sri Yenica Roza, Muhammad Nur Arkham
Aurelia Journal, Volume 3, pp 83-88; https://doi.org/10.15578/aj.v3i1.10514

Abstract:
Persepsi awak kapal untuk mencegah kecelakaan memerlukan perhatian lebih serius melalui pengaturan minimum pengetahuan dan keterampilan awak kapal penangkap ikan, standar kapal penangkap ikan, standar alat tangkap ikan, standar pengawakan kapal penangkap ikan, dan standar ketenagakerjaan kapal penangkap ikan. Sistem pembagian kerja kapal perlu adanya proses untuk menempatkan seseorang sesuai dengan kompetensinya. Kerja sama yang diperlukan dalam pengoperasian alat tangkap purse seine ditentukan dengan adanya pembagian tugas masing-masing berdasarkan kemampuan dalam bidangnya masing-masing. Maka dari itu perlu adanya persepsi ABK terhadap penerapan K3 di atas kapal untuk mencegah kecelakaan saat bekerja. Struktur organisasi di atas kapal KM. Sinar Bayu Utama terdiri dari nakhoda, kkm, kepala kerja 1, kepala kerja 2, kepala kerja 3, wakil kepala kamar mesin, dan abk kapal. Persepsi abk kapal KM. Sinar Bayu Utama meliputi tentang prosedur kerja, alat- alat keselamatan, dan penerapan kerja.
Jufri Anto Aris, Rinto M Nur, Asy’Ari Asy’Ari, Ningsi Saibi
Aurelia Journal, Volume 3, pp 89-95; https://doi.org/10.15578/aj.v3i1.10515

Abstract:
Ikan asin di Kabupaten Morotai diperjualbelikan di pasar tanpa kemasan. Ikan asain hanya diikat denga tali plastik dan digantug begitu saja. Hal ini dapat memicu pertumbuhan mikroba pada ikan asin, terutama kapang. Kapang kontaminan merupakan salah satu kelompok mikroorganisme yang dapat menyebabkan penurunan mutu bahan makanan dengan menyebabkan kerusakan/pembusukan. Tujuan penelitian ini adalah mengisolasi dan mengidentifikasi kapang kontaminan pada ikan asin yang dijual di Morotai Selatan Pulau Morotai. Isolasi dan identifikasi kapang dilakukan di Laboratorium FPIK, Universitas Pasifik Morotai. Media untuk pertumbuhan kapang berupa media Tauge Ekstrak Agar (TEA). Isolasi kapang dari ikan asin dilakukan dengan metode pengenceran seri dan penanaman secara aerob (dengan teknik sebaran). Kapang yang tumbuh dipisahkan menjadi biakan murni dan dilakukan pengamatan isolat secara makroskopis dan mikroskopis. Hasil penelitian ditemukan 2 isolat kapang yaitu isolat IA.A1 dan isolat IA.C1. Isolat IA.A1 memiliki ciri-ciri seperti kapang Acromonium sp. dan isolat IA.C1 memiliki ciri-ciri seperti kapang Aspergillus niger.
Back to Top Top