Journal Information
ISSN / EISSN : 2622-2329 / 2622-2442
Current Publisher: Universitas Muslim Maros (10.46918)
Total articles ≅ 12
Filter:

Latest articles in this journal

Rezky Amaliah, Rahmawati Rahmawati, A. Muhajir Nasir
Published: 25 December 2020
Equals, Volume 3, pp 101-112; doi:10.46918/equals.v3i2.758

Abstract:
Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar peserta didik kelas X SMK Kebangsaan Indonesia Maros pada materi geometri yakni 30 peserta didik (51,72%) dari 58 peserta didik yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang telah ditentukan yaitu 75. Peserta didik masih kesulitan memvisualisasikan dan mengeksplorasi bangun tiga dimensi dikarenakan mereka hanya menghafal karakteristik bangun tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh hasil belajar peserta didik setelah diajar dengan menggunakan pembelajaran berbasis Information and Communication Technology (ICT) dalam hal ini aplikasi geogebra pada materi geometri. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas X SMK Kebangsaan Indonesia Maros. Sampel diambil sebanyak 26 orang dari 58 peserta didik dengan menggunakan teknik sampling purposive. Pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar dalam hal ini yang dinilai adalah aspek pengetahuan. Pengujian prasyarat analisis menggunakan uji normalitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah Paired Sample t-test. Hasil analisis data menunjukkan bahwa rata-rata nilai Pretest 42,73 dengan standar deviasi 8,784 sedangkan rata-rata nilai Posttest 81,61 dengan standar deviasi 6,788. Rata-rata skor gain ternormalisasi 0,69 dari data hasil belajar termasuk kategori sedang. Berdasarkan Uji-t, diperoleh nilai signifikansi 0,000 < dari yaitu 0,025 yang berarti ada pengaruh hasil belajar matematika peserta didik setelah diajar menggunakan pembelajaran berbasis Information and Communcation Technology (ICT) pada materi geometri, tes akhir juga memperlihatkan bahwa 23 dari 26 peserta didik (88,46%) telah mencapai KKM mata pelajaran matematika di SMK Kebangsaan Indonesia Maros.
Inayanti Fatwa, Khadijah Khadijah
Published: 24 December 2020
Equals, Volume 3, pp 95-100; doi:10.46918/equals.v3i2.771

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui peningkatan hasil belajar matematika wajib dengan penerapan model pembelajaran kooperatif siswa kelas XII SMAN 8 Takalar. Bentuk penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dari hasil penelitian ini dapat diketahui persentase ketuntasan klasikal dari tes awal (pre-test), siklus I, dan siklus II. Pada tes awal sebelum mendapatkan perlakuan model pembelajaran kooperatif pada mata pelajaran matematika wajib, nilai rata-rata tes hasil belajar siswa mencapai 59,91. Selanjutnya pada tes hasil belajar siklus I meningkat menjadi 69,27. Hal ini berarti mengalami peningkatan sebesar 9,36. Kemudian pada tes hasil belajar siklus II nilai rata-rata kelas mencapai 82,61. Hal ini berarti mengalami peningkatan sebesar 13,34. Sebelum diadakan perlakuan tindakan jumlah siswa yang mencapai indikator kriteria ketuntasan minimal (kkm) yakni ≥72 adalah 14 orang siswa atau 42,42% sedangkan dilihat dari kegiatan siklus I jumlah siswa yang mencapai nilai kkm meningkat menjadi 21 siswa atau 63,64%. Peningkatan juga terlihat pada siklus II, jumlah siswa yang mencapai nilai kkm sebanyak 29 siswa atau 87,88%.
Dedy Setyawan, Arnianti Amir
Published: 23 December 2020
Equals, Volume 3, pp 85-94; doi:10.46918/equals.v3i2.757

Abstract:
Penelitian ini membahas tentang pengaruh kemampuan numerik terhadap hasil belajar matematika peserta didik kelas VII SMP Negerin 11 Maros Baru. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi yang berkenaan dengan 1)Kemampuan numerik peserta didik kelas VII SMP Negerin 11 Maros Baru 2)Hasil belajar matematika peserta didik kelas VII SMP Negerin 11 Maros Baru 3) Pengaruh kemampuan numerik terhadap hasil belajar matematika peserta didik kelas VII SMP Negerin 11 Maros Baru. Pendekatan penelitian ini tergolong penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian Ex-post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Siswa Kelas VII SMP Negerin 11 Maros Baru yang berjumlah 133 yang terdiri dari 5 kelas. Sedangkan sampel yang akan diteliti adalah 133 siswa melalui teknik Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan numerik dan dokumentasi hasil belajar matematika. Selanjutnya, teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis statistik deskriptif dan teknik analisis statistik inferensial, dimana untuk menguji hipotesis penelitian menggunakan analisis Regresi Linier Sederhana. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan statistik deskriptif, untuk kemampuan numerik diperoleh nilai rata-rata 76,4 berada pada kategori sedang dari 133 sampel diperoleh nilai terendah 57, nilai tertinggi 96, dan untuk hasil belajar matematika diperoleh nilai rata-rata 60,13 berada pada kategori rendah dari 133 sampel diperoleh nilai terendah 12 dan nilai tertinggi 92. Adapun hasil analisis statistik inferensial (Regresi Linear Sederhana) diperoleh ???????????? < ???? (0,007 < 0,05 Dengan demikian dapat disimpulkn bahwa kemampuan numerik berpengaruh terhadap hasil belajar matematika peserta didik.
Sitti Asriyanti
Published: 23 December 2020
Equals, Volume 3, pp 63-70; doi:10.46918/equals.v3i2.670

Abstract:
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan one group pretest-posttest desain. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Maros dengan sampel yang dipilih menggunakan metode Simple random sampling, sebanyak 12 siswa dalam satu kelas eksperimen yaitu kelas VII F. Pengumpulan data menggunakan tes prestasi belajar matematika dan lembar observasi yang telah divalidasi oleh ahli. Data penelitian ini dianalisis secara deskriptif dan inferensial dengan uji normalitas sebagai uji prasyarat analisis dan uji paired sample t-test sebagai uji hipotesis. Hasil analisis data menunjukkan bahwa rata-rata hasil pretest 46,83, sedangkan rata-rata posttest 84.25. Berdasarkan uji-t diperoleh 0,000 < ???? = 0,025 yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan pada siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran cooperative tipe Two Stay Two Stray (TSTS) dengan media whatsapp terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 1 Maros. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan hal ini ditunjukkan dengan menggunakan model pembelajaran two stay two stray dengan media whatsapp pada materi bangun datar segiempat terhadap prestasi belajar matematika kelas VII SMP Negeri 1 Maros.
Fardinah Fardinah
Published: 23 December 2020
Equals, Volume 3, pp 77-84; doi:10.46918/equals.v3i2.759

Abstract:
Model mangsa pemangsa adalah model yang digunakan untuk menggambarkan interaksi antara dua populasi yang bersifat mangsa dan pemangsa. Pada model mangsa pemangsa dasar selalu diasumsikan bahwa kedua populasi dalam kondisi sehat. Namun, pada kenyataannya dapat kita jumpai kondisi pada lingkungan yang menunjukkan bahwa terdapat mangsa atau pemangsa dengan kondisi sakit yang berpengaruh terhadap pertahanan hidup dan berburu makanan. Penelitian ini menganalisis model mangsa pemangsa dengan adanya penyakit pada populasi mangsa yaitu dengan menyusun model, menentukan titik kesetimbangan model, serta menganalisis kestabilan lokal titik kesetimbangan model tersebut berdasarkan nilai eigen yang ditentukan dengan kriteria Routh-Hurwitz. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu terdapat tiga titik kesetimbangan model yaitu titik kestimbangan tanpa adanya populasi, titik kesetimbangan tanpa populasi mangsa sakit dan titik kesetimbangan tanpa populasi pemangsa. Titik kesetimbangan tanpa adanya populasi tidak stabil dan titik kesetimbangan tanpa adanya populasi mangsa sakit atau pemangsa akan stabil tergantung pada hubungan parameter-parameter yang digunakan dalam model tersebut.
Syamsuriyawati Husema
Published: 23 December 2020
Equals, Volume 3, pp 71-76; doi:10.46918/equals.v3i2.750

Abstract:
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Mahasiswa Semester III Program Studi Pendidikan Matematika melalui model pembelajaran Problem Based Learning. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, setiap siklus meliputi empat tahap kegiatan yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, refleksi. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan lembar observasi, angket, dan tes tertulis. Analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif kuantitatif dengan presentase yang dilakukan dengan mendeskripsikan data kuantitatif yang diperoleh. berdasarkan hasil penelitian penerapan model Pembelajaran Problem Based Learning terbukti dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Hal ini didukung dengan rata-rata skor hasil belajar pada siklus I 73,90 meningkat menjadi 80,46 pada siklus II. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hasil belajar Mahasiswa Semester III Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muslim Maros mengalami peningkatan melalui model pembelajaran Problem Based Learning.
Nurmahwati Nurmahwati, Rahmawati Rahmawati
Published: 25 June 2020
Equals, Volume 3, pp 41-49; doi:10.46918/eq.v3i1.575

Abstract:
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment) yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penerapan model pembelajaran kooperatif tipe co-op co-op terhadap kemampuan pemecahan masalah statistika peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Minasate’ne Kab. Pangkep. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan nonequivalent control grup design, dimana terdapat dua kelompok belajar. Kelompok eksperimen diajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe co-op co-op, dan kelompok kontrol menggunakan model pembelajaran Konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Minasate’ne dan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII B sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII D sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah yang telah divalidasi oleh ahli. Hasil penelitian ini dianalsis secara deskriptif dan inferensial dengan uji normalitas dan uji homogenitas sebagai uji prasyarat analisis dan uji t sebagai uji hipotesa. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata posttest pada kelas kontrol adalah 73,59 dengan standar deviasi 7,243 sedangkan rata-rata posttest pada kelas eksperimen adalah 82,69 dengan standar deviasi 8,177. Berdasarkan uji t, diperoleh nilai sig (2-tailed) < ½ α (0,000 < 0,025) yang menunjukkan adanya pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe co-op co-op terhadap kemampuan pemecahan masalah statistika peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Minasate’ne, melalui perhitungan effect size cohen’s d diketahui bahwa besar pengaruhnya adalah 1,199 yang berada pada kategori tinggi dengan persentase 86% sehingga dapat disimpulkan bahwa Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe co-op co-op memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah statistika peserta didik SMP Negeri 1 Minasate’ne Kab. Pangkep.
Nur Rahmaeda, Dedy Setyawan
Published: 25 June 2020
Equals, Volume 3, pp 30-40; doi:10.46918/eq.v3i1.580

Abstract:
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penerapan model Problem Based Learning terhadap kemampuan komunikasi matematika peserta didik kelas X SMA Negeri 3 Maros. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan The Nonequivalent Control Grup Design, dimana terdapat dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen diajar menggunakan model Problem Based Learning, dan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X SMA Negeri 3 maros dengan pengambilan sampel dilakukan secara acak masing-masing sebanyak 30 peserta didik dalam satu kelas. Sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik pada kelas X MIPA 5 sebagai kelas eksperimen dan X MIPA 6 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data menggunakan tes kemampuan komunikasi matematika berupa pretest dan posttest yang telah divalidasi oleh ahli. Data hasil penelitian ini dianalisis secara deskriptif dan inferensial dengan uji normalitas dan uji homogenitas sebagai uji prasyarat analisis dan uji t sebagai uji hipotesa. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata posttest pada kelas kontrol adalah 61,50 dengan standar deviasi 11,956 sedangkan rata-rata posttest pada kelas eksperimen adalah 77,60 dengan standar deviasi 7,219. Berdasarkan uji t, diperoleh nilai p 0,000 < ½ α = 0,025 yang menunjukkan adanya perbedaan dari kemampuan komunikasi matematika kelas kontrol dan kelas eksperimen, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh dari penerapan model Problem Based Learning terhadap kemampuan komunikasi matematika peserta didik kelas X SMA Negeri 3 Maros.
Khadijah Khadijah
Published: 25 June 2020
Equals, Volume 3, pp 21-29; doi:10.46918/eq.v3i1.581

Abstract:
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang menggali ketertarikan guru dalam menggunakan alat peraga untuk mengoptimalkan pembelajaran dan bagaimana peningkatan pengetahuan guru-guru SMP Kabupaten Maros dalam penggunaan alat peraga Teorema Pythagoras. Penelitian ini dilakukan pada guru-guru SMP di Kabupaten Maros. Subjek penelitian sebanyak 10 orang guru. Teknik pengumpulan data yaitu dengan pengamatan langsung, angket respon guru dan dokumentasi. Hasil pengamatan langsung, respon guru dan dokumentasi dianalisis dengan menghitung persentase respon guru dan interpretasi hasil analisis. Hasil penelitian diperoleh peningkatan pengetahuan mengoptimalkan pembelajaran dengan alat peraga dengan skor rata-rata respon sebesar 4,3 dari rentang skor 1 sampai 5 atau dalam persentase sebesar 86 % yang menunjukkan guru-guru setuju dengan tingginya peningkatan pengetahuan dalam mengoptimalkan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga. Respon guru-guru tersebut menunjukkan besarnya ketertarikan mereka dalam menggunakan alat peraga. Terdapat 8 dari 10 orang guru atau 80 % guru-guru SMP yang mampu menggunakan alat peraga Teorema Pythagoras. Hal ini menunjukkan adanya ketertarikan dan peningkatan pengetahuan guru-guru SMP Kabupaten Maros dalam penggunaan alat peraga Teorema Pythagoras untuk mengoptimalkan pembelajaran.
Ernawati Ernawati, Pertiwi Indah Lestari
Published: 25 June 2020
Equals, Volume 3, pp 50-62; doi:10.46918/eq.v3i1.582

Abstract:
Penelitian ini adalah penelitian Pre-Experimental. Dengan tujuan untuk mengerahui apakah metode problem solving model polya efektif terhadap hasil belajar siswa dalam menyelesaiakan soal cerita matematika. Adapun rancangan penelitian ini berbentuk One Group Pretest-Posttest Design dengan menggunakan perlakuan pada objek penelitian dengan melibatkan satu kelas saja sebagai kelas eksperimen tanpa variabel kontrol. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2018/2019 tepatnya pada bulan Februari - April 2019. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 11 Maros Baru. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh bahwa aktivitas siswa selama pembelajaran menggunakan metode problem solving model Polya dalam menyelesaikan soal cerita matematika dikategorikan aktif, untuk kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran menggunakan metode problem solving model Polya dikatakan baik, respon siswa terhadap pembelajaran menggunakan metode problem solving model Polya dalam menyelesaikan soal cerita matematikadikategorikan positif, sedangkan untuk hasil ketuntasan siswa secara klasikal pada pembelajaran yang menggunakan metode problem solving model Polya dalam menyelesaikan soal cerita matematikajuga dikategorikan tuntas. Sesuai dengan syarat keefektifan pembelajaran yaitu suatu pembelajaran dikatakan efektif jika dari empat aspek yang ditentukan telah dipenuhi, dengan syarat satu dan empat harus dipenuhi, maka dari uraian hasil penelitian dan pembahasan diatas dapat dikatakan bahwa pembelajaran menggunakan metode problem solving model Polya dalam menyelesaikan soal cerita matematikapada materi pokok persamaan linear tiga variabel kelas X SMA Negeri 11 Maros Baru dikatakan efektif.
Back to Top Top