Bina' Al-Ummah

Journal Information
ISSN : 1907-2597
Total articles ≅ 6
Filter:

Articles in this journal

Budi Prasetya
Bina' Al-Ummah, Volume 14, pp 105-118; doi:10.24042/bu.v14i2.1992

Abstract:
Life in this world has been going on for so long. From the hereditary life there has been a shift and inheritance-inheritance be it culture, science, religion, and much more. If the scholars inherited the knowledge possessed by the prophet, then Ustadz can be said to be the one who inherited the science of kiai. After being trained in the crater candradimuka named boarding school of the santri who will become ustad in their respective areas of course have the knowledge that has been given by the teacher. But in life related to economy or worldliness whether ustadz is able to imitate the way used by kiai with his zuhud, because that is done mostly is ngaji and da'wah, while today has entered the modern era, the era of globalization that pivot on the culture of consumptive.
Ageng Widodo
Bina' Al-Ummah, Volume 14, pp 85-104; doi:10.24042/bu.v14i2.5627

Abstract:
Abstrak Pekerja sosial milenial dalam praktiknya memperhatikan sistem manusia seperti individu, keluarga, kelompok kerja, maupun masyarakat. Sehingga fokus utamapekerja sosial dalam praktiknya pada relasi yang ada di dalam anggota sistem manusia. Dalam praktiknya tenaga profesional Pekerja sosial milenial harus memiliki latarbelakang pendidikan Pekerjaan Sosial, Pengembangan Masyarakat dan Ilmu Kesejahteraan Sosial. Hal ini dikarenakan sebagian besar kurikulum program studi tersebut sesuai dengan praktik intervensi pekerja sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka yang bertujuan untuk menemukan dan memahami kerangka teoritis serta intervensi pekerja sosial milenial dalam melaksanakan rehabilitasi sosial. Data diperoleh dari buku, dokumentasi, jurnal serta sumber lain yang berkaitan dengan tema rehabilitasi sosial.Pekerja sosial milenial dalam melaksanakan rehabilitasi sosial meliputi:pertamaassesment yaitu menggali permasalahan klien untuk membantu pemecahan masalah. Kedua, terapi psikososial meliputi terapi individu, terapi medis dan terapi keluarga. Ketiga, bimbingan dan pendampingan meliputi bimbingan fisik, bimbingan spiritual, bimbingan vokasional training. Keempat, resosialisasi dan terakhir bimbingan lanjut.
Fika Izzati, Mita Nur Safitri
Bina' Al-Ummah, Volume 14, pp 119-136; doi:10.24042/bu.v14i2.5628

Abstract:
AbstrakPeranan wanita dalam kancah publik sudah dipandang dan dijunjung tinggi oleh masyarakat. Pandangan inilah yang menjadikan wanita mampu berkiprah mengasah skill dan menelan bangku perkuliahan. Berwirausaha di era industri sebagai bentuk mempertahankan kualitas ekonomi yang baik untuk menjalani roda kehidupan. Tantangan yang dihadapi dalam menumbuhkan dan mengembangkan jiwa kewirausahaan pada kalangan wanita sangat beragam mulai dari modal, bidang keahlian , keterbatasan produksi, usaha jagka panjang, jaminan pasar produk, kualitas kerja, kualitas produk, dan kemitraan yang minim. Dengan menggunakan research field penulis langsung melakukan wawancara kepada pelaku usaha. Kajian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran bagaimana wanita menggeluti usaha warung makan dan menciptakan inovasi-inovasi baru mengenai “diet kantong plastik” dan guna menjelaskan situasi sosial yang ada di masyarakat tentang peran wanita dalam berwirausaha yang mampu menumbuhkan dan melahirkan inovasi baru. Hasil penenlitian menunjukan bahwa faktor yang dipertimbangkan oleh produsen adalah menciptakan usaha tanpa menghilangkan dampak dari usaha tersebut yaitu mengurangi jumlah sampah plastik untuk menjaga lingkungan dan memberi pelajaran kepada kalangan mashasiswa khususnya dalam melestarikan alam.
Lia Ariani, Tontowi Jauhari, Mulyadi Mulyadi
Bina' Al-Ummah, Volume 14, pp 149-158; doi:10.24042/bu.v14i2.5715

Abstract:
Pondok Pesantren Daarul Huffaazh merupakan lembaga dakwah yang berorientasi pada pendidikan Al-Qur’an dengan program takhassus dan pendidikan umum, diniyah serta tahfizh regular. Program tahfizh Al-Qur’an Daarul Huffaazh menerapkan fungsi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (actuating), dan pengawasan (controlling). Meskipun demikian dijumpai banyak santri tidak mampu mencapai target hafalan Al-Qur’an, sehingga perlu dianalisis fungsi manajemen di Pondok Pesantren Daarul Huffazh Desa Bernung Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran. Pembinaan santri dengan cara-cara tertentu dan terus menerus, dalam menghafal al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi. Data penelitian diperoleh dari sumber data primer dan sekunder fungsi manajemen Daarul Huffaazh, dengan snowball sampling, dan data dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian mengambarkan bahwa Pondok Pesantren Daarul Huffaazh menerapan empat fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan, akan tetapi dapat dikatakan fungsi manajemen belum berjalan secara maksimal, terutama pada fungsi pengawasan atau evaluasi, kurang berjalannya fungsi evaluasi menyebabkan banyak santri tidak mencapai target yang telah ditetapkan.
Ita Umin, Umi Aisyah, Rini Setiawati
Bina' Al-Ummah, Volume 14, pp 137-148; doi:10.24042/bu.v14i2.5629

Abstract:
This study discusses how the implementation of Islamic guidance for converts at the Indonesian Branch of Muallaf Center (MCI) Lampung Branch. The purpose of this study is to determine the process of Islamic religious guidance for converts at the Indonesian branch of the Muslim Center (MCI) Lampung. This research is a field research with a qualitative approach and analytical nature. The technical analysis of the data used in this study is data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions or verification. There are 5 stages of the implementation of Islamic guidance, namely, case identification, diagnosis, prognosis and evaluation. At the therapy stage or the implementation of assistance there are 3 steps: opening, opening and preparation. Activities, while the Islamic guidance activities carried out include the delivery of material, prayer practice, guidance on reciting and learning to read hijaiyah letters, lectures, and ongoing guidance. And the last is evaluation, evaluating and follow-up given in the next week. From the implementation of Islamic guidance that has been carried out obtained positive results on converts who previously did not understand the prayer readings and sequences in prayer, can perform prayers properly and correctly, who previously could not distinguish and read hijaiyyah letters to understand how to read them.
Mulyadi Mulyadi
Bina' Al-Ummah, Volume 14; doi:10.24042/bu.v14i2.6017

Abstract:
Perubahan sosial merupakan hal yang niscaya, yang tak mungkin dihadang dengan pendekatan apapun. Sehingga ‘rekayasa sosial’ yang seyogyanya dilakukan tidak diorientasikan pada upaya menghadang perubahan demi perubahan yang terus berlangsung, namun justru bagaimana mengendalikan perubahan itu untuk bisa hadir melahirkan kondisi sosial yang positif dan produktif. Dalam konteks beradaptasi dengan perubahan-perubahan itu beberapa pendekatan keilmuan dicoba untuk dipergunakan, terutama agar perubahan-perubahan yang niscaya membawa dampak yang tidak selalu positif itu bisa terkendali. Demikian juga dampak perubahan yang sebagiannya bernuansa negative itu bisa direhabilitasi untuk tidak terlalu membawa korban. Diantara dampak dari perubahan sosial yang telah, sedang dan akan terus terjadi adalah timbulnya masalah sosial. Masalah sosial yang terjadi memerlukan penanganan; oleh para ahli maupun praktisi. Penanganan masalah sosial yang antara lain dilakukan dengan pendekatan rehabilitasi sosial, memerlukan basis teoritis-akademis.
Back to Top Top