Riset Informasi Kesehatan

Journal Information
ISSN / EISSN : 2088-8740 / 2548-6462
Total articles ≅ 90
Filter:

Latest articles in this journal

Sabarudin Sabarudin, Dewi Kurniasih
Riset Informasi Kesehatan, Volume 10, pp 59-66; https://doi.org/10.30644/rik.v10i1.522

Abstract:
ABSTRAK Telah dilakukan skrining dan uji toksisitas tehadap ekstrak daun Leban (Vitex Pinnata Linn. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi kandungan senyawa metabolik sekunder dan potensi toksisitas akut ektrak daun muda. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan Only Post Test Control Group Design, ektraksi diawali dengan pengambilan sampel dari sekitar perkebunan penduduk di Desa Pudak. Pengolahan menjadi simplisia serbuk dengan melalui tahap sortasi basah, pencucian, pengeringan dan sortasi kering. Sediaan simplisia diekstraksi dengan cara masserasi direndam dalam pelarut n-heksana Merk selama 3 x 24 jam. Maserat atau filtrat selanjutnya dipisahkan menggunakan kaca corong pisah dan kertas saring, kemudian di uapkan dengan alat vacuum rotari evaporator sehingga diperoleh ekstrak mentah. Ektrak di fraksinasi berturut-turut menggunakan pelarut pertolium eter, etil asetat dan metanol dan dikeringkan dengan metode pengeringan beku (freeze drying). Terhadap ekstrak dilakukan identifikasi untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder. Selanjutnya setiap ektrak dilakukan uji toksisitas menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), dengan mengamati berapa jumlah larva udang (Artemia salina Leach) yang mati setelah 24 jam diberikan bahan uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa didalam ekstrak terdapat kandungan triterpena atau steroid, saponin dan flavonoid serta tidak ditemukan alkaloid. Uji toksisitas memberikan informasi bahwa hanya fraksi etil asetat menunjukkan ketoksikan akut. Analisis probit hasil pengamatan uji toksisitas memberikan hasil perhitungan dengan nilai LC50 = 218 ppm, dengan kesimpulan daun vitex pinnata Linn memiliki toksisitas akut stergolong sedang. ABSTRACT Screening and toxicity tests have been carried out on Leban leaf extract (Vitex Pinnata Linn. The purpose of this study was to determine the composition of secondary metabolic compounds and the acute toxicity potential of young leaf extract. This study was an experimental study with Only Post Test Control Group Design, the extraction started with sampling from around the resident's plantations in Pudak Village Processing into powder simplicia by going through the stages of wet sorting, washing, drying and dry sorting Simplicia preparations are extracted by means of masseration soaked in n-hexane solvent Brand for 3 x 24 hours Maserate or filtrate is then separated using a separating funnel and filter paper, then evaporated using a vacuum rotary evaporator to obtain the crude extract.The extract was fractionated successively using pertolium ether, ethyl acetate and methanol as solvents and dried by freeze drying method. d identification to determine the content of secondary metabolites. Furthermore, each extract was tested for toxicity using the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method, by observing how many shrimp larvae (Artemia salina Leach) died after 24 hours of being given the test material. The results showed that the extract contained triterpenes or steroids, saponins and flavonoids and no alkaloids were found. Toxicity test provided information that only the ethyl acetate fraction showed acute toxicity. Probit analysis of the results of the observation of the toxicity test gave the calculation results with a value of LC50 = 218 ppm, with the conclusion that the leaves of Vitex pinnata Linn have moderate acute toxicity.
M Kenli Kendi Tampoliu, Yunia Kartika, Gita Puspita Heryani
Riset Informasi Kesehatan, Volume 10, pp 25-33; https://doi.org/10.30644/rik.v10i1.516

Abstract:
Abstrak Latar Belakang : Kepatuhan minum obat tinggi maka kesembuhan pasien TB paru juga meningkat sehingga risiko untuk terjadi kasus TB resisten obat juga dapat dicegah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan minum obat dengan kesembuhan pada pasien TB paru dewasa di Puskesmas Kemang Kabupaten Bogor. Metode : Desain penelitian ini adalah korelasi dengan pendekatan cross sectional populasi dalam penelitian ini adalah pasien Tuberkulosis paru dewasa di Puskesmas Kemang Kabupaten Bogor yang sudah menerima terapi selama lima sampai enam bulan dengan teknik pengambilan sempel menggunakan total sampling dengan jumlah responden 50 orang. Metode pengumpulan data menggunakan data kuesioner. Hasil : Penelitian ini telah dilakukan uji statistik contingency coefficient dengan tingkat kemaknaan α = 0,1 dan diperoleh nilai signifikansi 0,072 maka Ho ditolak H1 diterima yang berarti ada hubungan antara kepatuhan minum obat dengan kesembuhan pada pasien Tuberkulosis paru dewasa di Puskesmas Kemang Kabupaten Bogor, kemudian dilihat nilai contingency coefficient diperoleh nilai value 0,246 yang berarti ada hubungan yang lemah antara kepatuhan dengan kesembuhan. Kesimpulan : Ada hubungan yang lemah antara kepatuhan minum obat dengan kesembuhan pada pasien Tuberkulosis paru dewasa di Puskesmas Kemang Kabupaten Bogor.
Eko Winarti, Anis Nikamtul, A’Im Matun Nadhiroh, Firdausi Rahmadhani
Riset Informasi Kesehatan, Volume 10, pp 51-58; https://doi.org/10.30644/rik.v10i1.529

Abstract:
Latar Belakang : Problematik perilaku seksual pada remaja erat kaitannya dengan isu global yang sejalan adanya peningkatan jumlah kasus yang signifikan. Karakteristik perilaku seksual pada remaja dipengaruhi secara signifikan oleh struktur keluarga dan kesehatan mental. Namun, belum banyak penelitian di Indonesia yang mengeksplorasi pengaruh faktor tersebut terhadap perilaku seksual pada remaja. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh struktur keluarga dan kesehatan mental terhadap perilaku seksual pada remaja. Metode : Penelitian cross-sectional dengan pendekatan convenience sampling sebanyak 108 remaja di kota Kediri, Jawa Timur. Pengumpulan data menggunakan kuesioner secara online melalui google from pada media sosial. Data menggunakan uji Person korelasi, Independent t test dan linier regresi dengan Adjusted Coefficients b dan 95% Confidence Interval (CI). Hasil : Penelitian ini menunjukkan bahwa orang tua yang utuh meningkatkan 1.61 kali perilaku seksual yang positif dibandingkan dengan orang tua tunggal. Kemudian, kesehatan mental memiliki pengaruh yang positif terhadap perilaku seksual (b = 0.77, 95% CI = [0.05, 0.09]) dengan faktor variabel pengganggu seperti jenis kelamin dan umur. Kesimpulan : Secara independen, struktur keluarga dan kesehatan mental merupakan faktor penting dalam mempengaruhi perilaku seksual. Hasil dari penelitian dapat menjadi faktor penting dalam memahami perilaku seksual di kalangan remaja.
Dwi Susanti Susanti, Afi Lutfiyati
Riset Informasi Kesehatan, Volume 10, pp 18-24; https://doi.org/10.30644/rik.v10i1.514

Abstract:
Latar Belakang: Menstruasi merupakan pengeluaran darah, lendir, dan jaringan sel yang hancur dari uterus dengan siklus rata-rata 28 hari. Siklus menstruasi biasanya akan teratur setiap bulan dengan rentang waktu 21-35 hari. Keadaan ini menjelaskan bahwa organ reproduksi perempuan dalam keadaan baik dan tidak ada masalah. Seorang perempuan dengan siklus menstruasi yang teratur akan mudah mendapatkan kehamilan, menata aktivitas, dan menghitung masa subur. Gangguan siklus menstruasi merupakan gangguan dari pola perdarahan menstruasi seperti adanya amenorrhea (tidak adanya menstruasi selama 3 bulan), polimenorhea (siklus menstruasi dengan jangka pendek 35 hari). Gangguan siklus menstruasi dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, anemia, dan sulit hamil yang disebabkan karena tidak terjadinya ovulasi.Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan status gizi dengan gangguan siklus menstruasi. Metode Penelitian: Desain penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan kohort prospektif. Sampel diambil dengan teknik quota sampling yaitu 62 siswi kelas VIII di SMPN 1 Sleman. Pengambilan data dilakukan sebanyak dua kali yaitu pada bulan Mei dan Juli 2019. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan uji Kendall’s Tau. Hasil penelitian: Pada kararteristik responden sebagian besar siswi berada pada usia 14 tahun sejumlah 49 orang (79%) dengan aktifitas fisik sebagian besar pada kategori sedang sejumlah 48 orang (77,4%). Dilihat dari variabel status gizi, sebagian besar siswi berada pada kategori normal sebanyak 35 orang (56,5%). Sedangkan pada variabel gangguan siklus menstruasi sebagian besar siswi berada pada kategori ada gangguan sebanyak 32 orang (51,6%). Hasil uji Kendall’s Tau diperoleh nilai p=0,108 (>0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan gangguan siklus menstruasi.
Titik Hindriati, Herinawati Herinawati, Atikah Fadhilah Danaz Nasution, Lia Artika Sari, Iksaruddin Iksaruddin
Riset Informasi Kesehatan, Volume 10, pp 67-73; https://doi.org/10.30644/rik.v10i1.521

Abstract:
Latar Belakang : Mortalitas janin salah satunya disebabkan oleh perpanjangan kala I, yaitu akibat panggul sempit dan bayi besar, akibatnya penurunan kepala lambat sehingga janin menjadi distress dan jika tidak segera ditangani maka bayi tersebut akan meninggal. Maka dari itu, upaya yang dilakukan agar proses persalinan kala I fase aktif lancar terutama pada ibu hamil primipara adalah peran bidan menganjurkan atau mengarahkan posisi ibu ke posisi miring kiri dan posisi setengah duduk, sehingga terasa nyaman dan membantu mempercepat pembukaan serviks serta penurunan kepala. Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian analitik observasional dengan desain quasi eksperiment. Sampel penelitian adalah ibu bersalin primigravida di ruang bersalin RSUD Raden Mattaher dengan jumlah sampel sebanyak 40 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel dibagi 2 kelompok yaitu 20 orang sebagai kelompok (kontrol) posisi setengah duduk dan 20 orang kelompok (eksperimen) posisi tidur miring kiri.Teknik pengumpulan data dengan menggunakan lembar partograf untuk mengobservasi lamanya kala I fase aktif. Analisis data penelitian ini dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan t-test independent. Hasil : Sebesar 75,0% responden inpartu kala I posisi miring kiri dengan lama persalinan ≤ 6 jam yaitu 211,70 menit (3,52 jam) dan 50,0% responden inpartu kala I posisi setengah duduk dengan lama persalinan ≥ 6 jam yaitu 323,25 menit (5,38 jam). Hasil analisis bivariat diperoleh nilai p=0,023 sehingga menunjukkan ibu yang diberi posisi miring kiri lebih efektif dibandingkan dengan posisi setengah duduk terhadap percepatan kemajuan persalinan kala I fase aktif. Kesimpulan : Posisi miring kiri lebih efektif jika dibandingkan dengan posisi setengah duduk terhadap percepatan kemajuan persalinan kala I fase aktif.
Akhmad Fanani, Lalu Sulaiman
Riset Informasi Kesehatan, Volume 10, pp 74-79; https://doi.org/10.30644/rik.v10i1.464

Abstract:
Latar Belakang: Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan masalah yang substansi, mengingat pola kejadian sangat menentukan status kesehatan disuatu daerah dan juga keberhasilan peningkatan status kesehatan disuatu negara. Diabetes Mellitus adalah salah satu penyakit yang tidak menular. DM merupakan penyakit yang erat kaitannya dengan kadar glukosa di dalam darah, dikarenakan tubuh tidak dapat melepaskan insulin secara adekuat. WHO memprediksi, Indonesia akan mengalami peningkatan kasus DM 8.4 juta pada tahun 2000 menjadi 21.3 juta pada tahun 2030. NTB merupakan salah satu Provinsi yang memiliki angka DM cukup tinggi yakni 53.139 penderita DM pada tahun 2018.Beberapa faktor yang mempengaruhi peningkatan kasus DM adalah faktor usia, genetik, obesitas, dan kebiasaan merokok. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa faktor usia lebih banyak berperan pada kasus DM. 90% orang dewasa memiliki potensi terpapar DM. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi beberapa faktor penyebab DM yang dalam hal ini menitik beratkan pada obesitas dan genetik atau keturunan terhadap peningkatan kasus DM di Puskesmas Banyumulek Kabupten Lombok Barat, NTB. Metode: Rancang bangun penelitian yang digunakan adalah penelitian survey dengan melakukan observasi dan pengumpulan data dengan sistem wawancara dan kuesioner. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor obesitas lebih dominan sebagai penyebab peningkatan kasus DM dibandingkan dengan faktor genetik atau keturunan. Faktor obesitas memiliki odd ratio (OR) sebesar 92.5, yang berarti obesitas memiliki tingkat resiko 92 kali lebih besar daripada yang tidak menderita obesitas. Kesimpulan: Terlihat bahwa obesitas erat kaitannya dengan peningkatan risiko DM. Intervensi seperti menurunkan berat badan, mencapai aktivitas sedang, dan menjaga pola hidup penting untuk diterapkan.
Aan Febriani, Yollanda Ardhitya Putri, Sharah Ayuni, Saryono Saryono
Riset Informasi Kesehatan, Volume 10, pp 43-50; https://doi.org/10.30644/rik.v10i1.518

Abstract:
Latar Belakang: Pandemi Covid-19 berpengaruh terhadap perubahan rasa khawatir, takut, panik, tertekan, dan depresi pada kalangan masyarakat. Tujuan dari penulisan ini yaitu mengetahui tingkat kesehatan mental masyarakat akibat pandemi Covid-19. Metode: yang digunakan berupa pencarian database pada Science Direct, PubMed, dan Google Scholar dengan kata kunci Covid-19, kesehatan mental pada masyarakat dan pandemi. Systematic review ini menggunakan 16 artikel dengan kriteria yaitu terbit pada tahun 2020-2021 dengan naskah lengkap, berbahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Hasil: penelitian menunjukan bahwa terdapat perubahan kesehatan mental masyarakat akibat pandemi Covid-19. Masyarakat berisiko tinggi terkena depresi akibat pemberlakuan pembatasan fisik, pembatasan sosial dan karantina. Kesimpulan: Penatalaksanaan pandemi covid-19 hendaknya memperhatikan aspek kesehatan mental, sehingga kebutuhan manusia secara holistik terpenuhi.
Anggie Pradana Putri, Adi Irawan Am, Marlene R Padua
Riset Informasi Kesehatan, Volume 10, pp 80-88; https://doi.org/10.30644/rik.v10i1.425

Abstract:
Background : Being HIV positive, someone will face psychological pressure such as depression, anxiety and other negative ones. Pregnant women with HIV positive face two challenges, to keep her pregnancy and struggle to fight with HIV. Self-acceptance of those two dimensions gives high challenges for pregnant women who are HIV positive. The aim of the study is to understand deeper and describe about the self-acceptance of pregnant women with HIV positive Method : This study used qualitative research method with phenomenology approach. The participants are the pregnant women with HIV positive with inclusion criteria as: 1) woman in reproductive age 18-40 years old, 2) confirmed pregnant, 3) natural born of Indonesia, 4) can expressed her-selves verbally. The data analyzed with Collaizi’s analysis of qualitative research. Results : Data saturation was reached on the seventh participant. From the qualitative data analysis, there are three themes under the phenomenon of self-acceptance of pregnant-women with HIV positive, such as internal negativism, internal acceptance, and ready to enhanced health status. Conclusion : The process of self acceptance of being pregnant and infected with HIV gives contribution on the continuity of antenatal care and HIV therapy in order to the improvement of quality of life. Self-denial depicts as disappoint, anxiety, unbelief, blame herself, isolate her self, become as consequences of the situation. But, due to the support from family and people around, makes the pregnant mothers with HIV positive try to accept and disclose about her status. So, it will give better self-acceptance of to improve her health
Raden Surahmat, Meilisa Dwiyanti, Mareta Akhriansyah, Amalia Amalia
Riset Informasi Kesehatan, Volume 10, pp 7-17; https://doi.org/10.30644/rik.v10i1.512

Abstract:
Background: Not maximally documenting nursing care will have an impact on the quality of nursing services. Methods: This study aims to determine what factors are associated with the implementation of nursing care documentation using quantitative methods, using a cross sectional approach, with a sample of 71 respondents. Results: From the results of this study obtained from 71 respondents whose early adulthood were 38 people (53.5%), female gender were 41 people (57.7%), professional education 36 people (50.7%), work period ≥2 years totaling 51 people (71.8%), good knowledge 50 people (70.4%), light workload 43 people (60.6%), implementation of good nursing documentation 46 people (64.8%), the results of bivariate analysis obtained age p value 0.003, gender ρ value = 0.041, education ρ value = 0.057, tenure ρ value = 0.012, knowledge ρ value = 0.001, workload ρ value = 0.018. Conclusion: Based on the results of the study it can be concluded that the age with early and late adulthood has a different mindset in work, while the implementation of documenting nursing care between men and women has its own way of differences in roles and responsibilities, with a high level of education with experience. good knowledge is obtained
Nofrida Saswati, Maulani Maulani
Riset Informasi Kesehatan, Volume 10, pp 1-6; https://doi.org/10.30644/rik.v10i1.489

Abstract:
Asma merupakan penyakit jalan napas yang tak dapat pulih dengan episode berulang namun dapat dikendalikan dengan terapi komplementer, salah satu terapi komplementer yang ada yaitu buteyko. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh teknik pernapasan buteyko terhadap nilai arus puncak ekspirasi (APE) pada penderita asma. Jenis penelitian yang digunakan pre experimental design dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 responden sesuai dengan kriteria penelitian. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara total sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan Uji t-dependent. Hasil statistik diperoleh nilai p-value = 0,000 artinya, nilai APE mengalami peningkatan setelah melakukan teknik pernapasan buteyko. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh teknik pernapasan buteyko terhadap peningkatan nilai arus puncak ekspirasi (APE) pada penderita asma di wilayah kerja Puskesmas Olak Kemang. Diharapkan bagi pihak Puskesmas Olak Kemang dapat menjadikan teknik pernapasan buteyko sebagai salah satu terapi komplementer dalam pengendalian asma
Back to Top Top