Journal Information
ISSN / EISSN : 25027638 / 25028391
Current Publisher: Universitas PGRI Semarang (10.26877)
Total articles ≅ 104
Filter:

Latest articles in this journal

Weni Gurita Aedi
Published: 28 April 2020
JIPMat, Volume 5; doi:10.26877/jipmat.v5i1.5889

Abstract:
Matematika merupakan suatu ilmu yang ada di setiap aspek kehidupan. Dalam kehidupan nyata, matematika dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi sehari-hari. Sehingga matematika memegang peranan penting dan sangat dibutuhkan setiap manusia didalam kehidupan sehari-hari. Namun pada kenyaataannya masih banyak yang mengatakan bahwa matematika itu sulit dan matematika cenderung sebagai mata pelajaran yang tidak disukai sebagian mahasiswa. Indikasi kesulitan tersebut dapat dilihat dari prestasi mahasiswa yang masih kurang memuaskan, karena masih banyak yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran matematika. Sehingga perlu dilakukankan upaya untuk menciptakan suatu pembelajaran yang aktif dan kreatif yang dapat meningkatkan prestasi belajar matematika mahasiswa. Salah satu yang dilakukan yaitu dengan menerapkan pendekatan problem solving. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menerapkan pendekatan problem solving untuk meningkatkan prestasi belajar matematika mahasiswa. PTK dilakukan dalam dua siklus. Tiap siklus terdiri dari kegiatan perencanaan, tindakan, pegamatan, dan refleksi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dapat meningkatkan hasil belajar matematika mahasiswa.
Widya Kusumaningsih, Pran Yudi Setiawan, Rizky Ezti Utami
Published: 28 April 2020
JIPMat, Volume 5; doi:10.26877/jipmat.v5i1.5574

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir aljabar dalam pemecahan masalah matematis siswa SMP berdasarkan gaya kognitif dan gender pada materi SPLDV. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengambilan data dilakukan pada siswa SMP kelas VIII bergaya kognitif reflektif laki-laki dan perempuan serta siswa bergaya kognitif impulsif laki-laki dan perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes, wawancara serta dilengkapi dengan dokumentasi untuk mengabadikan semua hal-hal penting yang dilakukan saat penelitian sehingga semua kegiatan dapat terekam dengan baik. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu data reduction, data display dan conclusion drawing/verification. Validitas data menggunakan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antara siswa bergaya kognitif reflektif laki-laki dan perempuan terlihat lebih baik siswa bergaya kognitif reflektif perempuan dikarenakan siswa bergaya kognitif reflektif perempuang sangat teliti dalam menjawab setiap pertanyaan. Sedangkan antara siswa bergaya kognitif impulsif laki-laki dan perempuan terlihat lebih baik siswa bergaya kognitif impulsif perempuan karena memilik tingkat kepercayaan diri yang tinggi. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa antara keempat siswa tersebut, terlihat bahwa kemampuan pemahaman konsep lebih baik siswa bergaya kognitif reflektif perempuan.
Rida Fironika Kusumadewi, Nuhyal Ulia, Ina Riana, Tubiyanto Tubiyanto
Published: 28 April 2020
JIPMat, Volume 5; doi:10.26877/jipmat.v5i1.5943

Abstract:
Penelitian ini untuk mengembangkan peningkatan kemampuan berpikir tingkat tinggi menggunakan produk bahan ajar “Creative Factor” pada materi kelipatan dan faktor bilangan. Produk bahan ajar “Creative Factor” materi kelipatan dan faktor bilangan dikembangkan berdasarkan kebutuhan guru terhadap sumber referensi lain dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (RnD). Pada soal pretest rata-rata siswa belum memenuhi KKM 60, dan pada soal pretest siswa mendapatkan nilai rata-rata 40. Sedangkan pada soal postest siswa sudah memenuhi KKM yaitu nilai lebih dari 60, dan mendapatkan nilai siswa rata-rata 78. Hal ini dapat disimpulkan bahwa pada bahan ajar “Creative Factor” berbasis proyek ada peningkatan pada kemampuan berpikir tingkat tinggi pada materi kelipatan dan faktor bilangan yaitu mencapai nilai 0,67 dengan interpretasi “Sedang”. Berdasarkan hasil tersebut, produk bahan ajar “Creative Factor” dapat dinyatakan meningkat pada materi kelipatan dan faktor bilangan.
Jayanti Putri Purwaningrum, Aisyah Ririn Perwikasih Utari
Published: 28 April 2020
JIPMat, Volume 5; doi:10.26877/jipmat.v5i1.5952

Abstract:
Kemampuan berbahasa Inggris adalah suatu kunci keberhasilan di era global. Kemampuan tersebut diperlukan di segala bidang termasuk dalam bidang pendidikan di jenjang perguruan tinggi. Upaya yang dapat dilakukan oleh Prodi Pendidikan Matematika Universitas Muria Kudus dalam hal mengembangkan penguasan Bahasa Inggris yang berkaitan dengan pendidikan matematika adalah dengan memberikan mata mata kuliah Bahasa Inggris Pendidikan Matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan sumber belajar berupa kamus saku (Indonesia-Inggris/ Inggris-Indonesia) khususnya pada materi geometri sebagai alternatif penunjang dalam mata kuliah Bahasa Inggris Matematika. Artikel ini merupakan artikel dengan jenis penelitian deskriptif dengan subjek penelitian adalah mahasiswa pendidikan matematika sebanyak delapan puluh delapan orang. Data penelitian diperoleh dari pengisian angket kebutuhan sumber belajar berupa kamus saku. Hasil analisis angket kebutuhan tersebut menunjukkan perlunya pengembangan kamus saku (Indonesia-Inggris/ Inggris-Indonesia) pada materi geometri sebagai alternatif penunjang dalam mata kuliah Bahasa Inggris Matematika. Kamus tersebut memudahkan mahasiswa dalam mengartikan kosakata matematika yang berkaitan dengan geometri dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris atau pun sebaliknya.
Puji Rahayu, Warli Warli, Imas Cintamulya
Published: 28 April 2020
JIPMat, Volume 5; doi:10.26877/jipmat.v5i1.4838

Abstract:
Struktur aljabar merupakan salah satu materi matematika aksiomatik yang syarat dengan definisi dan teorema yang memuat konsep yang abstrak, karena sifatnya yang abstrak mahasiswa merasa kesulitan dalam memahaminya. Kendala yang dihadapi mahasiswa dalam mengikuti matakuliah struktur aljabar adalah kesulitan menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan bukti. Berdasarkan beberapa penelitian para ahli mahasiswa cenderung mengalami kesulitan dalam mengkonstruksi bukti. Berdasarkan hal tersebut, dalam kegiatan pembelajaran mahasiswa perlu mendapatkan bantuan dari seorang dosen atau orang yang lebih ahli untuk menjadi fasilitator. Scafolding adalah pemberian bantuan dalam proses pembelajaran kepada mahasiswa untuk menyelesaikan masalah, tugas yang berupa gambar, petunjuk, dan pemberian contoh yang bertujuan agar mahasiswa mampu menyelesaikan masalah matematika yang diberikan secara mandiri. Jadi scaffolding dalam struktur aljabar merupakan salah satu bentuk pendampingan kognitif dosen kepada mahasiswa dalam mengembangkan pemahaman baru yang bisa juga dituangkan dalam buku ajar/lembar kerja mahasiswa maupun model pembelajaran sehingga mahasiswa mampu bekerjasama dalam menyelesaikan suatu masalah serta mampu menjaga mahasiswa dari rasa gagal melalui berbagai bantuan berupa strategi dan prosedur-prosedur kunci untuk menyelesaikan soal struktur aljabar yang difokuskan pada tujuan pembelajaran dan kesuksesan mahasiswa.
Dian Nataria Oktaviani, Rizqi Amaliyakh Sholikhakh, Istiqomah Istiqomah
Published: 28 April 2020
JIPMat, Volume 5; doi:10.26877/jipmat.v5i1.5904

Abstract:
Penelitian ini bertujuan mengetahui deskripsi kemampuan disposisi matematik mahasiswa pada mata kuliah geometri analitik. Penelitian deskriptif dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran dan keterangan mengenai respon mahasiswa terhadap kemampuan disposisi matematik pada mata kuliah geometri analitik. Indikator rasa percaya diri mempunyai rata-rata 86,198%. Fleksibilitas mempunyai rata-rata sebesar 81,25 %. Tekun mengerjakan tugas matematik mempunyai rata-rata sebesar 87,11%. Minat, rasa ingin tahu, dan daya temu dalam melakukan tugas matematik mempunyai rata-rata sebesar 82,42 %. Cenderung memonitor dan merefleksikan kinerja dan penalaran mereka sendiri, dimana mahasiswa lebih senang jika mendapatkan soal saat tes (UTS/UAS) yang sama persis dengan contoh yang diberikan dalam perkuliahan memperoleh nilai sebesar 50,00%. Salah satu item menilai aplikasi matematika ke situasi lain dalam bidang lainnya dan pengalaman sehari-hari adalah adanya mahasiswa mempunyai tujuan dalam mempelajari materi perkuliahan sebesar 82,3%. Penghargaan peran matematika dalam kultur dan nilai matematika, sebagai alat dan bahasa mempunyai rata-rata sebesar 89,06 %. Saran yang diberikan dalam penelitian ini adalah diharapkan dalam setiap proses perkuliahan memberikan ruang dan kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya perihal kesulitan dalam memecahkan masalah serta memberikan umpan balik kepada mahasiswa. Pemberian motivasi dalam setiap proses perkuliahan. Adanya pembiasaan di perkuliahan memberikan soal HOTS.
Lilik Ariyanto, Noviana Dini Rahmawati, Ahmad Haris
Published: 28 April 2020
JIPMat, Volume 5; doi:10.26877/jipmat.v5i1.5478

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran mobile learning game berbasis pendekatan kontekstual terhadap pemahaman konsep matematis siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian Research and Development. Pada penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE. Subjek penelitian terdiri dari 32 siswa kelas VIIB sebagai kelas eksperimen dan 32 siswa kelas VIIA sebagai kelas kontrol. Pengembangan media menggunakan perangkat lunak Adobe Flash Cs 6. Uji coba dilakukan sebanyak dua kali pada subyek penelitian.. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) pada penilaian media oleh ahli media diperoleh 83,33% dengan kriteria sangat baik, dan penilaian oleh ahli materi diperoleh 87,50% dengan kriteria sangat baik sehingga media dinyatakan valid; (2) penilaian rata-rata penggunaan media oleh siswa diperoleh 85,69% dengan kriteria sangat baik sehingga media dinyatakan praktis; (3) pada tes hasil belajar siswa kelas eksperimen, didapatkan persentase ketuntasan 81,25% dan nilai rata-rata kelas 70,98. Uji-t satu pihak pada kelas eksperimen dan kontrol diperoleh thitung > ttabel yaitu2,7014 > 1,6698, maka Ho ditolak dan dapat disimpulkan bahwa rataan nilai hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih baik dariapa kelas kontrol. sehingga media yang dikembangkan dinyatakan efektif.
Rizky Ezti Utami, Cici Ekawati, Agung Handayanto
Published: 28 April 2020
JIPMat, Volume 5; doi:10.26877/jipmat.v5i1.5502

Abstract:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan profil kemampuan berpikir aljabar dalam memecahkan masalah matematika ditinjau dari gaya kognitif reflektif. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 6 Jepara. Jenis penelitian ini merupakan deskripstif kualitatif. Subjek penelitian yang diambil adalah siswa kelas VIII A SMPN 1 Tayu tahun ajaran 2019/2020 yang berjumlah 1 siswa dengan gaya kognitif reflektif. Pengumpulan data yang dilakukan yaitu metode angket gaya kognitif, tes tertulis, dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan tiga tahapan, yaitu tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi data. Keabsahan data menggunakan triangulasi metode yaitu dilakukan dengan cara mengecek data dari tes tertulis dan wawancara. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut : profil kemampuan berpikir aljabar dalam memecahkan masalah matematika subjek dengan gaya kognitif reflektif memenuhi 5 indikator, yaitu, generalisasi, abstraksi pemodelan, berpikir analitik, dan berpikir dinamik.
Rina Dwi Setyawati, Istafida Nurbaiti, Lilik Ariyanto
Published: 28 April 2020
JIPMat, Volume 5; doi:10.26877/jipmat.v5i1.5517

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir aljabar siswa kelas VIII yang ditinjau dari tingkat self efficacy. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 20 siswa kelas VIII B MTs Al Munir Bandongan kemudian dipilih 1 siswa dengan self effciacy tinggi dan 1 siswa self efficacy sedang. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil angket, hasil tes dan wawancara. Hasil analisis dari penelitian ini menunjukkan siswa pada self efficacy tinggi dan self efficacy rendah, pada setiap komponen kemampuan berpikir aljabar memiliki kemampuan yang berbeda. Self efficacy tinggi memiliki kemampuan baik pada kemampuan representasi, kemampuan penalaran kuantitatif, dan aljabar sebagai fungsi dan pemodelan matematika. Kemudian memiliki kemampuan cukup pada kemampuan pemecahan masalah dan aljabar sebagai generalisasi aritmatika, serta memiliki kemampuan kurang pada komponen aljabar sebagai bahasa matematika. Sedangkan siswa self efficacy sedang memiliki kemampuan cukup pada kemampuan representasi, kemampuan pemecahan matematika dan kemampuan penalaran kuantitatif serta aljabar sebagai fungsi dan pemodelan matematika Sedangkan komponen aljabar sebagai generalisasi aritmatika dan aljabar sebagai bahasa matematika memiliki kemampuan rendah.
Jaka Wijaya Kusuma, Hamidah Hamidah
Published: 28 April 2020
JIPMat, Volume 5; doi:10.26877/jipmat.v5i1.5942

Abstract:
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar matematika mana yang lebih baik, dengan whatsapp group atau webinar zoom dan seberapa efektifnya kedua Platform tersebut dalam Masa Pandemi Covid-19. Jenis penelitian yang dilakukan pada penelitian ini adalah penelitian quasi experiment dengan desain pretest-postest nonequivalent multiple-group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester 2 yang mengambil mata kuliah Matematika Ekonomi di Universitas Bina Bangsa dan dipilih 2 kelompok yaitu kelas 2J-MAN dan 2K-MAN yang mempunyai karakteristik hampir sama dilihat dari nilai rata-rata UTS. Data hasil belajar mahasiswa diperoleh dari hasil ujian tengah semester (UTS) kedua kelompok setelah perlakuan, data kemudian diolah dengan uji perbedaan rata-rata Uji-t. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar matematika kedua kelas sama sebelum diberi perlakuan dan hasil belajar matematika kedua kelas berbeda setelah diberi perlakuan atau dengan kata lain kelas yang diberikan Perlakuan Webinar Zoom lebih baik dari pada kelas yang diberikan Perlakuan WA Group.
Back to Top Top