Journal Information
ISSN / EISSN : 2502-7638 / 2502-8391
Published by: Universitas PGRI Semarang (10.26877)
Total articles ≅ 129
Filter:

Latest articles in this journal

Nani Thoyibatun Ni'Mah, Rina Marlina
Published: 18 May 2021
JIPMat, Volume 6, pp 76-84; doi:10.26877/jipmat.v6i1.8018

Abstract:
Matematika dengan budaya adalah dua hal yang saling berkaitan karena matematika selalu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan budaya dapat dijadikan sebagai sumber edukasi bagi siswa terutama pada pembelajaran matematika di sekolah. Aplikasi matematika dengan budaya yang disekitarnya diharapkan pembelajaran menjadi inovatif serta membentuk pola pikir siswa untuk memahami suatu masalah. Istilah matematika yang dikaitkan dengan budaya disebut etnomatematika. Salah satu tempat yang terkenal di Karawang adalah bangunan bersejarah yaitu Monumen Tugu Kebulatan Tekad yang lokasinya berada di Kecamatan Rengasdengklok. Objek ini dapat dijadikan sebagai etnomatematika. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengeksplorasi etnomatematika pada Monumen Tugu Kebulatan Tekad. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnografi. Peneliti melakukan pengumpulan data secara langsung melalui observasi, studi pustaka, dan dokumentasi. Dari hasil pengamatan peneliti menemukan beberapa konsep matematika yang membentuk bangun datar di sekitar Monumen. Berdasarkan hasil eksplorasi pada Monumen Tugu Kebulatan menunjukkan bahwa terdapat konsep matematika yaitu bangun datar segi empat, seperti persegi panjang, persegi, trapesium, dan bangun datar sisi lengkung berbentuk setengah lingkaran.
Nur Ridzkiyah, Kiki Nia Sania Effendi
Published: 18 May 2021
JIPMat, Volume 6, pp 1-13; doi:10.26877/jipmat.v6i1.8237

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematis siswa SMA dalam menyelesaikan soal Program For International Student Assessment (PISA). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian sebanyak 12 siswa kelas X IPA yang berusia 15 tahun di salah satu SMA yang ada di kabupaten Bandung tahun ajaran 2020/2021. Adapun indikator kemampuan literasi matematis dalam penelitian ini mengacu pada indikator proses literasi matematis yaitu 1) Merumuskan situasi nyata secara matematika, 2) Menggunakan konsep, fakta, prosedur, dan penalaran matematika, dan 3) Menafsirkan, menerapkan dan mengevaluasi hasil matematika. Hasil penelitian diperoleh masih ada siswa yang belum memenuhi indikator proses literasi matematis dalam menyelesaikan soal PISA diantaranya terdapat 10 orang siswa yang mampu memenuhi proses literasi matematis pertama dengan presentase sebesar 83,33%, 8 orang siswa yang memenuhi proses literasi matematis kedua dengan presentase 66,67% serta hanya 3 orang siswa yang mampu memenuhi proses literasi matematis ketiga dengan presentase sebesar 25%.
Fariha Mpar August, Ramlah Ramlah
Published: 18 May 2021
JIPMat, Volume 6, pp 43-59; doi:10.26877/jipmat.v6i1.8080

Abstract:
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis berdasarkan prosedur Polya yang terdiri dari empat tahap yakni: (1) pemahaman masalah, (2) perencanaan penyelesaian, (3) penyelesaian masalah, (4) pemeriksaan kembali. Subjek penelitian adalah empat siswa yang memiliki level pemecahan masalah yang berbeda. Adapun teknik analisis datanya menggunakan pengumpulan data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Instrumen yang digunakan peneliti ialah tes uraian pemecahan masalah, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa yang memiliki kemampuan sangat baik kurang teliti dalam menuliskan unsur yang ditanyakan dan diketahui, siswa pada level baik kurang teliti dalam merencanakan penyelesaian, siswa pada level cukup memiliki kesulitan pada saat merencanakan, melakukan perhitungan dan menyimpulkan. Sedangkan pada siswa level kurang, semua unsur pada tahap Polya tidak terpenuhi, dalam artian lain siswa mengalami kesulitan pada semua tahap Polya. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pemecahan masalah matematis siswa beragam dan memiliki kesulitan pada bagain-bagian tertentu, oleh karenanya diharapkan guru mampu melatih siswa dalam proses pembelajaran, melakukan pembelajaran yang lebih efektif sehingga dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa.Kata kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis, Prosedur Polya
Khoirunnisa Khoirunnisa, Isnani Isnani, Ponoharjo Ponoharjo
Published: 18 May 2021
JIPMat, Volume 6, pp 145-154; doi:10.26877/jipmat.v6i1.6965

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah: Mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis tulisan dan lisan siswa berdasarkan hasil tes melalui materi kubus dan balok. Metode penelitian menggunakan penelitian deksriptif kualitatif. Subjek penelitian yaitu siswa kelas VIII MTs. NU Wahid Hasyim Talang Tahun Pelajaran 2019/ 2020. Pengambilan subjek memakai purposive sampling melalui nilai tes kemampuan komunikasi matematis sejumlah 3 subjek yaitu 1 subjek dari kemampuan komunikasi matematis tinggi, 1 subjek dari kemampuan komunikasi matematis sedang, 1 subjek dari kemampuan komunikasi matematis rendah. Cara perhimpunan data memakai dokumentasi, tes dan wawancara. Hasil penelitian bisa disimpulkan yaitu: Kemampuan komunikasi matematis tulisan dari subjek kemampuan tinggi memenuhi 5 indikator, sedangkan dari subjek kemampuan sedang memenuhi 3 indikator dan dari subjek kemampuan rendah memenuhi 2 indikator. Kemampuan komunikasi matematis lisan dari subjek kemampuan tinggi memenuhi lima indikator, sedangkan dari subjek kemampuan sedang memenuhi empat indikator, dan dari subjek kemampuan rendah memenuhi tiga indikator.
Yuliani Indriani Sitorus, Sutirna Sutirna
Published: 18 May 2021
JIPMat, Volume 6, pp 60-75; doi:10.26877/jipmat.v6i1.8019

Abstract:
Pada penelitian ini terdapat tujuan yaitu untuk menganalisis kemampuan generalisasi yang dimiliki siswa dalam menyelesaikan soal matematika pada materi segitiga. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Dengan subjek penelitian sebanyak 35 siswa kelas VIII di SMP Negeri 08 Karawang. Instrumen yang digunakan adalah tes tertulis yang terdiri dari tiga soal dan wawancara. Selanjutnya akan dianalisis jawaban siswa perindikator pada kemampuan generalisasi. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan generalisasi yang dimiliki siswa kelas VIII di SMP Negeri 08 Karawang tergolong sangat rendah. Hal ini dibuktikan bahwa sebesar 17.14% siswa berkategori tinggi memiliki skor nilai 15 dan 54.29% siswa berkategori rendah dengan perolehan skor 0.
Kurnia Litha Ramadhani, Dani Firmansyah, Haerudin Haerudin
Published: 18 May 2021
JIPMat, Volume 6, pp 116-123; doi:10.26877/jipmat.v6i1.8042

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan soal HOTS kelas VIII Seni 1 di SMP Negeri 2 Telukjambe Timur. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 41 siswa yang dipilih secara acak. Pengumpulan data siswa dilakukan dengan memberikan tes tertulis yang memuat indikator berpikir kreatif. Pengolahan data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif. Penelitian ini menghasilkan deskripsi mengenai kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan soal HOTS kelas VIII Seni 1 di SMP Negeri 2 Telukjambe Timur sebagai berikut. Dari 41 siswa hanya 4 siswa yang memenuhi indikator berpikir kreatif sebesar 11,9% artinya siswa masih membutuhkan peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis.
Euis Nurul Hasanah, Indrie Noor Aini
Published: 18 May 2021
JIPMat, Volume 6, pp 85-91; doi:10.26877/jipmat.v6i1.7985

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kemampuan koneksi matematis siswa dalam menyelesaikan soal bangun datar segiempat di SMP. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Hasil tes menyatakan bahwa pada indikator pertama yakni mengaitkan matematika dengan bidang ilmu lain memiliki persentase sebesar 16,67% dan berada pada kategori “sangat kurang”. Pada indikator kedua yakni mengaitkan aspek matematika dengan kehidupan sehari-hari memiliki persentase sebesar 8.33% dan berada pada kategori “sangat kurang”. Serta pada indikator ketiga yakni mengaitkan antar aspek matematika memiliki persentase sebesar 33.33% dan berada dikategori “sangat kurang”.
Puji Rahayu
Published: 18 May 2021
JIPMat, Volume 6, pp 92-99; doi:10.26877/jipmat.v6i1.7514

Abstract:
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan lanjutan yang menyatakan bahwa pengembangan LKM berbasis konstruktivisme pada mata kuliah Kapita Selekta Matematika II memenuhi kualifikasi valid dan praktis. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektifitas LKM berbasis konstruktivisme pada matakuliah Kapita Selekta Matematika II. Penelitian pengembangan ini menggunakan model Four-D yang terdiri dari empat tahap, yaitu define, design, develop dan desseminate. Tetapi pada penelitian ini hanya sampai pada tahap develop dengan uji keefektivan. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar observasi, tes hasil belajar dan angket respon mahasiswa. Hasil penelitian dari penggunaan LKM berbasis konstruktivisme menunjukkan bahwa persentase aktivitas mahasiswa keseluruhan memenuhi kriteria baik, hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah kapita selekta matematika II memenuhi kriteria baik dan angket respon mahasiswa terhadap penggunaan Lembar Kerja Mahasiswa (LKM) memenuhi kriteria sangat baik. Dengan demikian hasil penelitian pengembangan ini memenuhi kualifikasi efektif.
Dea Ayuningtyas Abdul Wahid, Eleonora Dwi Wahyuningsih, Paridjo Paridjo
Published: 18 May 2021
JIPMat, Volume 6, pp 24-33; doi:10.26877/jipmat.v6i1.8125

Abstract:
Tujuan penelitian : (1) Apa saja jenis kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal matematika materi transformasi geometri berdasarkan kesalahan prosedural, (2) Apa saja faktor yang menyebabkan siswa melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal matematika pada materi transformasi geometri berdasarkan kesalahan prosedural. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengambilan subjek diambil sebanyak 6 subjek yaitu masing-masing 2 subjek dengan kemampuan tinggi, 2 subjek dengan kemampuan sedang dan 2 subjek dengan kemampuan rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan tes. Sebelum soal tes diberikan kepada siswa, terlebih dahulu soal tes diajukan kepada validator ahli untuk dinilai kevalidan logisnya. Hasil penelitian menunjukkan : indikator kesalahan prosedural yaitu 1. Ketidakteraturan langkah-langkah dalam menyelesaikan soal matematika, 2. Tidak tepat dalam perhitungan, 3. Tidak melanjutkan langkah penyelesaian secara hirarki, 4. Kurang tepatnya penggunaan simbol-simbol. (1) subjek Tinggi 1 tidak memenuhi 4 indikator kesalahan prosedural, subjek Tinggi 2 memenuhi 1 indikator kesalahan prosedural yaitu indikator 3, subjek Sedang 1 dan Sedang 2 memenuhi 2 indikator kesalahan prosedural yaitu indikator 3 dan 4, subjek Rendah 1 memenuhi 3 indikator kesalahan prosedural yaitu indikator 2, 3 dan 4 dan subjek Rendah 2 memenuhi 4 indikator kesalahan prosedural, (2) faktor yang menyebabkan siswa melakukan kesalahan prosedural yaitu tidak terbiasa menuliskan hal yang diketahui dan ditanyakan, tidak dapat menghitung dengan tepat, lupa untuk menuliskan hasil akhir yang diperoleh dan bingung dengan simbol yang harus dituliskan.
Fungky Marian, Medi Yansyah
Published: 18 May 2021
JIPMat, Volume 6, pp 14-23; doi:10.26877/jipmat.v6i1.8173

Abstract:
Permainan domino merupakan alat peraga yang dapat membantu dalam proses pembelajaran di kelas. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif pengaruh permainan domino dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah Metode Experimen dengan desain Experimen True Experiment Design. Prosedur atau langkah-langkah dalam penelitian ini meliputi: Tahap Persiapan penelitian, Tahap Pelaksanaan penelitian, dan tahap Evaluasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII yang terdiri dari 3 kelas dengan jumlah siswa sebanyak 96 siswa. Untuk Sampel dalam penelitian ini menggunakan kelas VII A Sebagai Kelas Experimen dan siswa Kelas VII B Sebagai Kelas Kontrol. Sampel yanga digunakan menggunakan teknik pengambilan sampel secara acak (Cluster Random Sampling). Sedangkan untuk analisis data peneliti menggunakan Uji Independent Sample T-Test. Hasil penelitian ini di peroleh nilai rata-rata kemampuan belajar kelas experimen adalah 85,07 dan nilai rata-rata kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional adalah 75,33. Begitu juga hasil pengujian dengan menggunakan Uji Independent Sample T-Test didapat nilai Sig. (2-Tailed) 0,00 < 0,05. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa yang menggunakan permainan domino dalam proses pembelajaran. Sehingga permainan kartu domino dapat di jadikan sebagai salah satu alternative dalam pembelajaran matematika di kelas.
Back to Top Top