Damianus Journal of Medicine

Journal Information
ISSN / EISSN : 2086-4256 / 2656-4971
Current Publisher: Atma Jaya Catholic University of Indonesia (10.25170)
Total articles ≅ 20
Filter:

Latest articles in this journal

Marshaly Safira Masrie, Jonas Nara Baringbing
Damianus Journal of Medicine, Volume 19, pp 161-166; doi:10.25170/djm.v19i2.1276

Abstract:
Pendahuluan: Amniosentesis adalah suatu prosedur invasif pengambilan cairan amnion untuk mendapatkan sel-sel janin dalam rangka pemeriksaan kromosom, salah satu teknik dan prosedur diagnosis prenatal yang diperkenalkan selama 10 tahun terakhir. Hal ini penting diperkenalkan karena besarnya insiden kelainan kromosom pada bayi yaitu 90 kejadian per 10.000 kelahiran.Tujuan: Artikel ini digunakan sebagai bahan pembelajaran untuk meningkatkan wawasan mengenai amniosentesis yang merupakan metode diagnostik prenatal invasif yang paling sering digunakan dengan tingkat keberhasilan yang cukup tinggi serta membantu agar dapat melakukan pencegahan dan deteksi dini penyakit keturunan dan kelainan bawaan pada janin yang belum lahir.Metode: Penulisan artikel ini menggunakan metode tinjauan naratif sebagai bagian dari studi literatureDiskusi: Amniosentesis memiliki tujuan lainnya seperti menilai tingkat pematangan paru janin dan mengetahui apakah terdapat infeksi pada janin. Prosedur amniosentesis biasanya dilakukan pada usia kehamilan 15 – 20 minggu. Jika prosedur amniosentesis dilakukan di bawah usia kehamilan 15 minggu, dapat meningkatkan kejadian keguguran. Analisis fosfolipid cairan amnion dapat menentukan tingkat pematangan paru janin. Cairan amnion juga dapat digunakan untuk analisis biokimia, studi molekuler, dan microarray chromosome analysis (CMA).
Gabi Vania Sally, Sandy Vitria Kurniawan, Sem Samuel Surja
Damianus Journal of Medicine, Volume 19, pp 99-104; doi:10.25170/djm.v19i2.1193

Abstract:
Pendahuluan: Preservasi yang baik dan tepat dapat mempertahankan koleksi kultur dengan baik. Teknik preservasi subkultur berkala merupakan teknik lama yang kurang dapat menjamin sifat-sifat genetik jamur dalam jangka waktu lama. Air steril adalah salah satu metode alternatif dalam berbagai penelitian dalam menjamin sifat-sifat genetik jamur dalam waktu lama dan dapat dilakukan pada konsep laboratorium sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk melihat metode preservasi berkala dan dengan air steril. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain eksperimental laboratorium pada jamur Aspergillus sp. dan Candida albicans.Penelitian ini melihat metode subkultur berkala dan dengan air steril dalam menjaga viabilitas, tingkat kontaminasi, morfologi dan resistensi terhadap antijamur setelah enam bulan. Hasil: Jamur dapat hidup setelah dipreservasi dengan subkultur berkala tanpa kontaminasi, perubahan morfologi dan resistensi. Aspergillus sp. dan Candida albicans juga hidup setelah dipreservasi dengan air steril selama enam bulan dengan morfologi yang sama dan tanpa kontaminasi. Zona inhibisi Aspergillus sp. mengalami penurunan namun pada Candida albicans tetap sama. Simpulan: Preservasi jamur dengan subkultur berkala dan dengan air steril dapat diterapkan pada Aspergillus sp. dan Candida albicans.
Monica Regina Ngantung, Rita Dewi, Jojor Lamsihar Manalu
Damianus Journal of Medicine, Volume 19, pp 118-124; doi:10.25170/djm.v19i2.1225

Abstract:
Pendahuluan: Hiperlipidemia merupakan penyebab 18% penyakit kardiovaskular dan 56% penyakit jantung iskemik di seluruh dunia. Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2017, penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian pertama di seluruh dunia. Pada perannya terhadap penyakit kardiovaskuler, teh hijau dan teh hitam dapat digunakan sebagai pengobatan alternatif dalam menurunkan kadar trigliserida.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental in vivo. Penelitian ini menggunakan 16 tikus Rattus norvegicus galur Sprague-Dawley yang telah dikondisikan menjadi hiperlipidemia dengan minyak babi dan kuning telur puyuh mentah dan dibagi menjadi 2 kelompok perlakuan yaitu kelompok teh hijau dan teh hitam. Perlakuan dilakukan selama 17 hari dan pengecekan trigliserida dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan menggunakan alat dan strip test merek Lipid Pro. Data dikumpulkan dan dianalisis menggunakan uji Saphiro-Wilk, paired t-test, dan unpaired t-test.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal (uji Saphiro-Wilk p>0,05). Perlakuan teh hijau dan teh hitam selama 17 hari menyebabkan terjadinya penurunan trigliserida yang signifikan (uji paired t-test p
Giovani Indah G.P, Ricky Yue, Yunisa Astiarani
Damianus Journal of Medicine, Volume 19, pp 133-140; doi:10.25170/djm.v19i2.1465

Abstract:
Pendahuluan: Gangguan pendengaran pada anak usia sekolah memengaruhi berbagai domain kualitas hidup penderitanya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat domain kualitas hidup yang dominan serta menganalisis keterkaitan faktor-faktor sosial dan kualitas hidup siswa dengan gangguan pendengaran.Metode: Penelitian dengan studi potong lintang menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF dilakukan pada siswa Sekolah Luar Biasa B (SLB-B). Pengisian kuesioner dilakukan secara mandiri diawali dengan penjelasan oleh wali kelas. Analisis deskriptif karakteristik responden dan domain kualitas hidup dilakukan pada tahap awal, analisis multivariat dengan empat domain kualitas hidup sebagai dependen variabel diaplikasikan pada tahap selanjutnya untuk melihat keterkaitan pada faktor usia, jenis kelamin, keterlibatan dalam komunitas dan status ekonomi keluarga.Hasil: Seluruh responden berjumlah 34 siswa. Domain lingkungan memiliki skor kualitas hidup tertinggi (65,5±14) dan domain interaksi sosial memiliki skor terendah (51,7±10). Domain lingkungan dan interaksi sosial berkorelasi positif dengan keterlibatan siswa pada komunitas tuli (p=0,04). Korelasi negatif ditemukan pada domain lingkungan dengan usia siswa (p=0,0001).Simpulan: Keterlibatan siswa di komunitas tuli memiliki korelasi positif dengan domain lingkungan dan interaksi sosial pada kualitas hidup siswa. Rendahnya skor interaksi sosial menunjukkan pentingnya motivasi untuk bergabung dengan komunitas yang memberikan dukungan postif dan pengembangan diri. Perhatian khusus pada siswa yang lebih tua diperlukan dalam mempersiapkan masa depan dimana persiapan mencari lapangan pekerjaan, informasi luas tentang akses kesehatan dan dukungan keluarga menjadi poin penting yang perlu ditingkatkan.
Angela Shinta Dewi Amita, Kristian Dernitra, Thendy Foraldy
Damianus Journal of Medicine, Volume 19, pp 151-160; doi:10.25170/djm.v19i2.1781

Abstract:
Pendahuluan: Posner-Schlossman Syndrome (PSS) atau glaucomatocyclitic crisis merupakan kelainan pada mata dengan karakteristik munculnya serangan unilateral yang akut dan rekuren, diikuti dengan peningkatan tekanan intraokular (TIO) dan inflamasi ringan pada segmen mata anterior tanpa adanya faktor pencetus yang jelas. Laporan kasus ini memaparkan mengenai neuropati optik karena ethambutol (EON) bersamaan dengan munculnya episode serangan rekuren PSS. Kombinasi dari kedua komorbid sangat jarang terjadi, namun dapat memengaruhi prognosis dari kedua kondisi.Kasus: Seorang wanita 41 tahun dengan nyeri dan pandangan kabur pada mata kiri dalam 24 jam terakhir. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya uveitis anterior mata kiri dan peningkatan tekanan intraokular ODS 21,4 / 56,7 mmHg. Pasien didiagnosis sebagai PSS. 5 tahun kemudian pasien menderita EON setelah 5 bulan penggunaan etambutol dalam terapi tuberkulosis. Pemeriksaan koreksi visus terbaik saat itu 20/80 OD, 20/70 OS, dengan skotoma sekosentral yang tidak spesifik. 1 bulan setelah etambutol dihentikan, pasien mengalami episode serangan rekuren PSS dan mulai memengaruhi progresivitas dari penurunan visus kedua mata mencapai 20/400 OD, 20/200 OS. Pasien ditangani dengan injeksi metilprednisolon 500 mg intravena, setelah beberapa dosis pemberian visus mulai membaik (VODS 20/100).Simpulan: Evaluasi secara berkelanjutan oleh dokter spesialis mata dibutuhkan sebelum dan selama pemberian etambutol, yang difokuskan kepada penggalian riwayat penyakit, faktor risiko sebelumnya, danstatus oftalmologi selama pengobatan. Pemeriksaan lengkap untuk mencari etiologi pada PSS penting untuk mengurangi risiko rekurensi. Faktor psikogenik juga perlu dipertimbangkan.
Dylan Putra, Jojor Lamsihar Manalu
Damianus Journal of Medicine, Volume 19, pp 105-112; doi:10.25170/djm.v19i2.1141

Abstract:
Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat di dunia termasuk Indonesia. Prevalensi penderita diabetes di Indonesia meningkat dari sebelumnya 6,9% (2013) menjadi 8,5% (2018). Biji alpukat dan daun yakon mengandung senyawa flavonoid dan astringen yang diduga memilliki efek menurunkan kadar gula darah. Tujuan penelitian ini untuk melihat perbandingan efektivitas ekstrak biji alpukat dan ekstrak daun yakon dalam menurunkan kadar gula darah pada tikus.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan hewan uji tikus. Tikus dibagi ke dalam kelompok yang diberikan dosis 150 mg/kgBB, 300 mg/kgBB, dan 450 mg/kgBB. Kelompok tikus perlakuan diinduksi aloksan untuk meningkatkan kadar gula darah dan dilihat hasilnya 2 hari sebelum dilakukan pemberian ekstrak selama 5 hari. Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi. Analisis statistik menggunakan uji One Way Anova.Hasil: Terdapat penurunan kadar gula darah pada tiap kelompok tikus perlakuan yang diberikan alpukat dan daun yakon. Perbandingan efektivitas antara kedua perlakuan didapatkan hasil yang tidak bermakna (p>0,05).Simpulan: Ekstrak biji alpukat sama efektifnya dengan ekstrak daun yakon dalam penurunan kadar gula darah pada tikus yang diinduksi aloksan.
Nadela Nadela, Denio Adrianus Ridjab, Dwi Jani Juliawati
Damianus Journal of Medicine, Volume 19, pp 141-150; doi:10.25170/djm.v19i2.1185

Abstract:
Pendahuluan: Kurangnya jumlah jam tidur dan kualitas tidur yang buruk sering dialami oleh populasi umum. Keduanya, dapat berdampak banyak hal pada tubuh, salah satunya adalah kapasitas fungsional fisik. Kapasitas fungsional fisik dapat diukur menggunakan six-minute walk test (6MWT). Penelitian yang membahas mengenai 6MWT sudah banyak namun belum ada yang secara spesifik mencari hubungan antara kualitas dan kuantitas tidur dengan 6MWT pada dewasa muda dan dewasa tua.Metode: Penelitian ini adalah desain penelitian deskriptif analitik yang dilakukan secara potong lintang pada dua kelompok, yaitu kelompok dewasa muda dan dewasa tua. Data diambil dari kuesioner demografi, Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), dan pengukuran six-minute walk test secara langsung. Analisis bivariat dilakukan dengan metode uji kai kuadrat dan uji T tidak berpasangan.Hasil: Dari 40 dewasa muda, 62,5% dewasa muda mempunyai kualitas tidur buruk sedangkan dewasa tua hanya 26,7%. Sebanyak 67,5% dewasa muda mempunyai kuantitas tidur yang kurang sedangkan untuk dewasa tua hanya 48,9%. Dari 39 dewasa tua, 57,9% dewasa tua laki-laki dan 65% dewasa tua perempuan menempuh jarak normal sedangkan dewasa muda laki-laki hanya sebanyak 50% dan perempuan sebanyak 44,4%. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kualitas tidurdengan six-minute walk test (p=0,03) namun tidak terdapat hubungan signifikan antara kuantitas tidur dengan six-minute walk test (p=0,797).Simpulan: Dewasa tua yang memiliki kualitas tidur baik dan kuantitas tidur cukup lebih banyak, menempuh jarak normal lebih banyak dan mempunyai rata-rata jarak lebih jauh dibandingkan dewasa muda. Terdapat hubungan positif antara kualitas tidur dengan six-minute walk test pada kedua kelompok. Pemeriksaan dengan menggunakan six-minute walk test perlu lebih banyak digunakan.
Yurika Elizabeth Susanti, Teguh Wahyudi
Damianus Journal of Medicine, Volume 19, pp 91-98; doi:10.25170/djm.v19i2.1265

Abstract:
Pendahuluan: Kejang demam adalah jenis kejang tersering yang ditemukan pada pasien anak. Kejang demam dialami pada anak usia 6 bulan – 5 tahun disertai dengan peningkatan suhu tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik demografis dan klinis kejang demam pada anak. Metode: Desain penelitian adalah potong lintang, dilakukan pada 41 pasien kejang demam yang dirawat inap di Rumah Sakit Baptis Batu periode Januari 2017 – Oktober 2018. Data rekam medis dikumpulkan dan karakteristik klinik pasien digambarkan dalam bentuk tabel. Hasil: Kejang demam lebih banyak diderita oleh anak laki-laki (61%), sebagian besar berusia 1 sampai 2 tahun (46,3%). Kejang umum (97,6%) merupakan jenis kejang yang sering ditemukan dengan durasi
Gladys Jane Octavia, Surilena Surilena, Erfen Gustiawan
Damianus Journal of Medicine, Volume 19, pp 113-117; doi:10.25170/djm.v19i2.1243

Abstract:
Pendahuluan: Adiksi online game merupakan gangguan perilaku bermain online game yang tidak terkontrol. Dampak negatif yang dapat terjadi akibat bermain online game antara lain menurunnya prestasi akademik karena motivasi dan konsentrasi belajar yang kurang. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan antara adiksi online game dengan motivasi belajar pada siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Jakarta Utara.Metode: Penelitian potong lintang dengan sampel berurutan dilakukan pada 1.474 siswa SMP dengan mengisi kuesioner adiksi online game Indonesia (IOGAQ) dan Kuesioner Strategi Pembelajaran Motivasi (MSLQ). Kriteria inklusi adalah semua siswa SMP kelas I sampai kelas III di Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara. Kriteria eksklusi adalah siswa yang tidak bersedia menandatangani persetujuan sebagai responden. Uji bivariat dan regresi logistik multivariat dilakukan untuk menganalisis data.Hasil: Dari 1.474 siswa, mayoritas adalah perempuan (37.8%) dan berusia 14 tahun (52.5%). Adiksi online game banyak dialami oleh responden laki-laki (90,1%) dan perempuan (79,1%) yang kebanyakan adalah siswa SMP kelas 1 (87,3%). Adiksi online game lebih banyak dilakukan dengan frekuensi bermain online game ≥4 hari/minggu (95%), durasi bermain online game pada hari sekolah (95,5%) atau hari libur (94,2%) adalah >4 jam/hari. Jenis online game yang sering digunakan adalah role playing game (85,8%) dan jenis perangkatnya berupa perangkat portable (94,8%). Mayoritas responden memiliki motivasi belajar rendah (86,3%). Walaupun demikian, hasil analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara adiksi online game dan motivasi belajar (p≥0.05).Simpulan: Tidak terdapat hubungan bermakna antara adiksi online game dengan motivasi belajar. Meskipun begitu, adiksi online game perlu diperhatikan agar tidak mengganggu motivasi belajar siswa.
Magistra Cylvia Margaretha, Yuda Turana, Jimmy Barus, Nelly Tina Widjaja
Damianus Journal of Medicine, Volume 19, pp 125-132; doi:10.25170/djm.v19i2.1248

Abstract:
Pendahuluan: Penurunan fungsi kognitif lansia merupakan salah satu perubahan yang terjadi dalam tubuh akibat penuaan. Faktor internal dan eksternal dapat memengaruhi terjadinya penurunan fungsi kognitif lansia. Penelitian ini berfokus pada gula darah dan tekanan darah serta karakteristik lansia sebagai faktor penurunan fungsi kognitif lansia.Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain potong lintang pada 101 responden. Variabel independen penelitian ini adalah kadar gula darah, tekanan darah, dan karakteristik demografi. Variabel dependen adalah fungsi kognitif lansia. Data dianalisis secara univariat dan bivariate menggunakan metode uji kai kuadrat.Hasil: Tekanan darah memiliki hubungan yang signifikan dengan gangguan fungsi kognitif lansia (p0,05).Simpulan: Tekanan darah berhubungan dengan fungsi kognitif lansia. Sebaliknya, kadar gula darah tidak memiliki hubungan dengan fungsi kognitif.
Back to Top Top