Psycho Idea

Journal Information
ISSN / EISSN : 16931076 / 26543516
Total articles ≅ 39
Current Coverage
DOAJ
Archived in
SHERPA/ROMEO
Filter:

Latest articles in this journal

Rion Nofrianda, Erita Yuliasesti Diah Sari, Herlina Siwi Widiana
Psycho Idea, Volume 18; doi:10.30595/psychoidea.v18i1.6121

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menguji komitmen afektif sebagai moderator pada pengaruh budaya organisasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja kontekstual. Sebanyak 100 orang karyawan gerai makanan berpartisipasi dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala kepuasan kerja, budaya organisasi, komitmen afektif dan kinerja kontekstual. Analisis data yang digunakan adalah Partial Least Square-Structural Equation Modelling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komitmen afektif tidak mampu memoderasi pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja kontekstual, namun komitmen afektif secara signifikan mampu memoderisasi pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja kontekstual. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa untuk meningkatkan perilaku kinerja kontekstual karyawan, organisasi dapat mendorong karyawan untuk menginternalisasikan budaya organisasi, memiliki kepuasan kerja yang tinggi dan membuat karyawan memiliki komitmen afektif terhadap organisasinya.
Faizah Faizah, Randi Oktawiranto
Psycho Idea, Volume 18; doi:10.30595/psychoidea.v18i1.5634

Abstract:
Mahasiswa banyak yang mengalami stress, Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Rahim et.al (2016) mendapatkan hasil bahwa lebih dari 80% mahasiswa mengalami stres. Hal ini dapat disebabkan beban kerja yang tinggi, seperti halnya yang disampaikan oleh Kausar (2010) & Aam et.al (2017) menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara beban kerja dan stres akademik dengan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran academic workload terhadap academic stress pada mahasiswa yang berperan ganda. Subjek merupakan mahasiswa aktif di universitas yang memiliki aktifitas lain berupa bekerja part time, subjek sebanyak 130 partisipan dengan teknik accidental sampling. Pada penelitian ini menggunakan dua instrumen penelitian yaitu Scale of academic workload (a 0.859) dan scale of academic stress (a 0.888). Analisis data menggunakan analisis data regresi linier. Hasil penelitian menunjukan terdapat pengaruh positif academic workload terhadap academic stress pada mahasiswa yang berperan ganda (R = 0.237, p
Santri Wijayanti, Rina Rahmatika, Ratih Arruum Listiyandini
Psycho Idea, Volume 18; doi:10.30595/psychoidea.v18i1.4123

Abstract:
Remaja yang tinggal di panti asuhan lebih rentan mengalami masalah dalam kualitas hidup terkait kesehatan. Namun demikian, terdapat pula mereka yang memandang kehidupannya sebagai pengalaman yang positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran kebersyukuran sebagai faktor pelindung terhadap kualitas hidup kesehatan pada remaja di panti asuhan. Sampel dalam penelitian ini adalah 200 remaja panti asuhan yang diambil dengan menggunakan teknik incidental sampling. Penelitian ini menggunakan alat ukur kebersyukuran versi Indonesia dan adaptasi skala kualitas hidup kesehatan. Hasil uji regresi menemukan bahwa kebersyukuran berperan terhadap kualitas hidup kesehatan pada dimensi kesejahteraan psikologis serta dukungan sosial dan teman sebaya. Akan tetapi, kebersyukuran tidak berperan terhadap kualitas hidup kesehatan dimensi kesejahteraan fisik, hubungan orang tua dan kemandirian serta lingkungan sekolah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber referensi mengenai pentingnya pengembangan kebersyukuran dalam rangka peningkatan kualitas hidup kesehatan pada remaja yang tinggal di panti asuhan, khususnya dalam aspek kesejahteraan psikologis dan dukungan sosial serta teman sebaya.
Widodo Arif Singgih, Juita Triana
Psycho Idea, Volume 18; doi:10.30595/psychoidea.v18i1.6135

Abstract:
Penelitian ini diawali oleh tahap identifikasi beragam pikiran maladaptif dari penyandang disabilitas untuk yang muncul ketika dirinya menjadi difable. Asesmen kualitatif menggunakan observasi partisipan,wawancara mendalam, sedangkan asesmen kuantitatif menggunakan skala resiliensi yang diadaptasi dari Connor Davidson Resilience Scale Dari tahapan tersebut, kemudian dilakukan psikoedukasi mengenai model terapi ini. Selanjutnya, para penyandang disabilitas mempraktikkan beragam acuan yang ada dalam model ini. Pada akhir prosesnya, dilakukan posttest dan evaluasi. Hasil akhir dari penelitian ini, yakni menghasilkan satu pengembangan model Al Fatihah Reflection Therapy (ART) yang dapat meningkatkan Resiliensi Penyandang Disabilitas. Kondisi yang resilien menjadikan para penyandang disabilitas mudah memaksimalkan potensinya, mampu berkontribusi secara mandiri di lingkungan sosialnya, dan tangguh dalam menghadapi tantangan. Alfatihah Reflection Therapy (Terapi Refleksi Alfatihah) adalah psikoterapi teistik yang menekankan dimensi vertikal (teistik) berbasis ayat AlFatihah sebagai refleksi guna mengubah pikiran-perasaan-perilaku maladaptif melalui restrukturisasi kognitif, pemaknaan ayat, dan tugas perilaku.
Iga Niza Kartika Caniago, Winida Marpaung, Rina Mirza
Psycho Idea, Volume 18; doi:10.30595/psychoidea.v18i1.5796

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan spiritual dengan stres kerja. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah perawat RSU Royal Prima di Medan sebanyak 110 orang yang dipilih dengan menggunakan purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan Analisa Product Moment melalui bantuan SPSS 17 for Windows. Hasil analisis data menunjukkan r = -0.329 dan p = 0.000 (p < 0.05) yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara kecerdasan spiritual dengan stres kerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sumbangan (R2) yang diberikan variabel kecerdasan spiritual terhadap stres kerja sebesar 10.9 persen, selebihnya 89.1 persen dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan negatif antara kecerdasan spiritual dengan stres kerja, dengan asumsi semakin tinggi kecerdasan spiritual maka semakin rendah stres kerja, dan sebaliknya semakin rendah kecerdasan spiritual maka semakin tinggi stres kerja.
Sri Widayani, Kamsih Astuti
Psycho Idea, Volume 18; doi:10.30595/psychoidea.v18i1.6234

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi pola asuh demokratis dengan kecanduan gadget pada remaja awal. Populasi dalam penelitian ini remaja awal kelas VIII SMP X di Kabupaten Sleman Tahun Ajaran 2019/2020 dengan jumlah sampel sebanyak 128 siswa. Analisis data yang digunakan adalah Analisa Product Moment melalui bantuan SPSS 17 for Windows Hasil analisis data menunjukkan ada hubungan negatif dan signifikan antara persepsi pola asuh demokratis dengan kecanduan gadget pada remaja awal, nilai koefisien korelasi sebesar -0,193 dengan nilai signifikansi (p) sebesar 0,000 (p
Jessica Nissi Pangaribuan, Sri Hartini, Winida Marpaung
Psycho Idea, Volume 18; doi:10.30595/psychoidea.v18i1.5870

Abstract:
This study aims to find out relationship between religiosity and self adjustment. The Hypothesis of this study states that there is a positive correlation between religiosity and self adjustment, assuming that the higher religiosity, the higher will self adjustment and conversely the lower religiosity, the lower will self adjustment. The subjects of this study were 180 drug users in the BRSKP Insyaf. The data analyze used is product moment Correlation with SPSS 17 for Windows. The results of data analyze showed that the correlation coefficient was 0.390 with p 0.000 (p < 0.05). It shows that there is a positive relationship between religiosity and self adjustment. These results indicate that the contribution of a given variable of religiosity to self adjustment is at 15.2 percent, while the remaining 84.8 percent is influenced by othe factors not examined. From these results, it is concluded that the hypothesis stating that there is a positive correlation between religiosity and self adjustment is acceptable. Keywords: Self Adjustment, Religiosity, Drug Users ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dengan penyesuaian diri. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara religiusitas dengan penyesuaian diri dengan asumsi semakin tinggi religiusitas, maka semakin tinggi penyesuaian diri dan sebaliknya. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah korban penyalahgunaan narkoba di BRSKP (Balai Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan) Napza “Insyaf” Sumatera Utara sebanyak 180 orang. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan korelasi Product Moment melalui bantuan SPSS 17 for Windows. Hasil analisis data menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0.390 dan nilai signifikansi sebesar 0.000 (p < 0.05). Ini menunjukkan ada hubungan positif antara religiusitas dengan penyesuaian diri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sumbangan yang diberikan variabel religiusitas terhadap penyesuaian diri sebesar 15.2 persen, selebihnya 84.8 persen dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian ada hubungan positif antara religiusitas dengan penyesuaian diri dapat diterima. Kata kunci: Penyesuaian Diri, Religiusitas , Pengguna Narkoba[1] Jessica Nissi Pangaribuan, Universitas Prima Indonesia, Email: [email protected]
Yuniar Siwi Dwi Atia, Christiana Hari Soetjiningsih
Psycho Idea, Volume 18; doi:10.30595/psychoidea.v18i1.5824

Abstract:
This purpose of this study is to examine whether introvert personality types can lead to burnout at nurses who work in RSUD Karanganyar. The subjects of this study involved 84 nurses with the characteristics of the subject being nurses who had worked for at least 1 year. Data collection methods used in this study are introvert personality scale and burnout scale. The results of data analysis show that there is a significant positive relationship between introvert personality types and burnout at nurses who work in RSUD Karanganyar, which is the higher the introvert personality types owned by nurses, the higher the chance of burnout, so the hypothesis of this study is accepted. This indicates that the introvert personality types is determining the chances of burnout appearing at nurses.Keywords: Introvert Personality Type, Burnout, NurseABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menguji apakah tipe kepribadian introvert dapat mengakibatkan burnout pada perawat yang bekerja di RSUD Karanganyar. Subjek penelitian ini melibatkan perawat sebanyak 84 orang dengan karakteristik subjek adalah perawat yang minimal sudah bekerja selama 1 tahun. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kepribadian introvert dan skala burnout. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara tipe kepribadian introvert dengan burnout pada perawat RSUD Karanganyar, dimana semakin tinggi tipe kepribadian introvert yang dimiliki oleh perawat, maka semakin tinggi peluang munculnya burnout, sehingga hipotesis dalam penelitian ini diterima. Hal tersebut mengindikasikan bahwa tipe kepribadian introvert menentukan peluang munculnya burnout pada perawat.Kata kunci: Tipe Kepribadian Introvert, Burnout, Perawat
Ni Made Putri Ariyanti, Hamidah Hamidah, Putu Nugrahaeni Widiasavitri
Psycho Idea, Volume 18; doi:10.30595/psychoidea.v18i1.5919

Abstract:
Narapidana yang menjelang bebas cenderung mengalami masalah psikologis. Masalah ini disebabkan kekhawatiran dalam menghadapi masa depan yang tidak jelas dan sulitnya mendapatkan pekerjaan setelah bebas. Memiliki tujuan seperti mendapatkan pekerjaan yang diinginkan, ingin membahagiakan keluarga, ingin meraih cita-cita setelah bebas dapat meningkatkan optimisme dan perasaan positif menjelang bebas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas terapi singkat berfokus solusi untuk meningkatkan penetapan tujuan narapidana menjelang bebas di Lapas. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian ekspresimen one group pretest-posttest design. Subjek penelitian adalah narapidana menjelang bebas sebanyak 13 orang. Instrumen yang digunakan adalah skala personal goal setting dari Brunstein (1993) yang berfungsi untuk mengukur penetapan tujuan sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan skor pretest dan posttest dengan sig. 0,022 (< 0,05) yang berarti bahwa terapi singkat berfokus solusi dapat meningkatkan kemampuan penetapan tujuan narapidana menjelang bebas di Lapas.
Arravi Agustian Kennedy, Yantri Maputra, Dwi Puspasari
Psycho Idea, Volume 18; doi:10.30595/psychoidea.v18i1.5965

Abstract:
Masa remaja merupakan masa dimana individu sudah mampu merancang dan mempersiapkan masa depannya dengan baik, ditunjang dengan fasilitas dan juga kondisi situasi lingkungan yang mendukung. Remaja pelaku tindak pidana dituntut untuk dapat beradaptasi dan bersosialisasi dengan lingkungan Lembaga Pembinaan yang menekan, monoton dan kaku. Kondisi dan situasi seperti ini, remaja tetap dapat merancang orientasi masa depan meskipun kehidupan yang dijalani berbeda dengan remaja pada umumnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengambilan data dengan menggunakan wawancara. Penelitian ini dilakukan kepada tiga responden remaja pelaku tindak pidana di LPKA Klas II Tanjung Pati.Hasil penelitian menggambarkan orientasi masa depan ketiga responden, yang berorientasikan kepada pendidikan dan ada juga satu responden yang berorientasikan kepada pekerjaan, dengan cara mengumpulkan informasi dan melakukan persiapan diri. Orientasi masa depan pada ketiga responden dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor kontekstual.
Back to Top Top