Psycho Idea

Journal Information
ISSN : 16931076
Total articles ≅ 21
Current Coverage
DOAJ
Archived in
SHERPA/ROMEO
Filter:

Latest articles in this journal

Imam Faisal Hamzah, Charis Agoha, Azolla Silviani
Psycho Idea, Volume 17; doi:10.30595/psychoidea.v17i1.4030

Abstract:Organisasi Mahasiswa Pascasarjana merupakan organisasi yang terdiri dari bermacam latar belakang etnis, agama, hingga organisasi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan dinamika dalam membangun identitas sosial pada pengurus Organisasi Mahasiswa Pascasarjana. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur terhadap tiga orang subjek yang merupakan pengurus aktif organisasi tersebut yang berasal dari etnis yang berbeda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kesetaraan dalam posisi diperlukan untuk membangun identitas sosial pada organisasi mahasiswa pascasarjana dalam organisasi yang terdiri dari berbagai macam latar belakang etnis, hal tersebut dapat muncul dalam upaya-upaya seperti keterbukaan untuk menerima kritik dan masukan jika ada perilaku yang kurang sesuai, membuka ruang komunikasi, dan juga perkembangan pola pikir sebagai mahasiswa pascasarjana. Kesimpulan dari penelitian ini adalah identitas etnis melebur menjadi identitas sebagai satu organisasi, hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti latar belakang keluarga yang multi-etnis, kompleksitas budaya dari daerah asalnya, dan pengalaman berinteraksi dengan etnis lain.
Anastasya Anastasya, Yulinda Septiani Manurung, Rianda Elvinawanty
Psycho Idea, Volume 17; doi:10.30595/psychoidea.v17i1.3697

Abstract:The purpose of this study is to find out relationship between organizational justice and turnover intention of employees at PT. Y. The hypothesis proposed in this research stated there is a relationship between organizational justice and turnover intention of employees at PT. Y. The research data analysis used was multiple regression analysis to know the relationship between organizational justice with turnover intention. The research subjects were all employees of PT. Y consisting of 108 employees. The data were derived from a scale to measure organizational justice and turnover intention. The result of the data analysis reveal F = 24.694 with p = 0.000 (p
Edgart Andrean, Sari Zakiah Akmal
Psycho Idea, Volume 17; doi:10.30595/psychoidea.v17i1.3695

Abstract:Future orientation can be a protective factor for teenagers, especially orphanage adolescents who live with economic difficulties and are in members of minority groups. In adolescence the core domain of the future orientation which the major concern is related to education and occupation. The formation of future orientation can be influenced by various external or contextual factors or stated as contextual support and barrier. This research was conducted to find out the role of contextual support and barrier to the future orientation related to education and work in the orphanage adolescence in Jakarta and Bekasi. This study is an associative study with a total of 105 adolescents living in an orphanage, obtained by incidental sampling technique. This study uses adaptation of Future Expectation Scale for Adolescents (FESA) and Contextual Support and Barrier measuring instruments. The results of research showed that contextual support contributed 8,7 % to the future orientation related to education and occupation on the orphanage adolescence. Therefore, it can be said that when the orphanage adolescence feel supported by the environment (contextual factors) it can help them form a future orientation related to positive education and occupation. This result is expected to be a reference for the orphanage and the government in making programs that can help orphanage adolescent to get support and form a positive future orientation.
Ayu Sasmita, Ugung Dwi Ario Wibowo
Psycho Idea, Volume 17; doi:10.30595/psychoidea.v17i1.3410

Abstract:This research is aimed at investigating the effect of altruism on the extra-role behavior of 113 members of Taruna Siaga Bencana (TAGANA) in Banyumas Regency. The data were collected through two scales: extra-role behavior scale with the reliability of 0.910 and altruism scale with the reliability of 0.927. The data were analyzed using the simple regression technique. Based on the data analysis, it is revealed that the Ftest is 136.798 with the probability sig. (p) = 0.000 (p < 0.01). It can be concluded that H0 is accepted; which means there is a significant effect of altruism on the extra-role behavior. The determinant coefficient value is 0.552. The value shows that altruism affects the extra-role behavior as much as 55.2% and the rest 44.8% is affected by other variables which are not investigated in this research.
Ratna - Supradewi
Psycho Idea, Volume 17; doi:10.30595/psychoidea.v17i1.2837

Abstract:Dalam kehidupan sehari-hari individu akan dihadapkan pada stresor yang dapat menyebabkan stres, demikian pula dengan kehidupan mahasiswa. Peran mahasiswa yang harus mengikuti dan menyelesaikan tugas-tugas akademis dapat menjadi stresor tersendiri yang dapat mengakibatkan mahasiswa menjadi stres. Salah satu cara mengelola stres adalah dengan melakukan koping.Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan koping religius terhadap stres yang dialami mahasiswa. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester enam fakulas psikologi Universitas Islam Sultan Agung, yang berjumlah 77 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Skala yang dipakai dalam penelitian ini adalah skala koping religius dan skala stres. Uji hipotesis yang digunakan pada penelitian ini menggunakan analisis non parametrik dari Spearman dikarenakan sebaran data tidak memenuhi uji normalitas. Dari hasil uji hipotesis peroleh nilai korelasi r = - 0,280 dengan taraf signifikansi p = 0,014 ( p >0,05 ) sehingga dapat disimpulkan ada hubungan negatif yang signifikan antara koping religius dan stres mahasiswa. Artinya semakn tinggi koping religius yang dilakukan mahasiswa maka semakin rendah stres yang dialaminya dan sebaliknya. Keyword : koping religius, stres, mahasiswa.
Hamka Hamka, Tri Astuti
Psycho Idea, Volume 17; doi:10.30595/psychoidea.v17i1.3425

Abstract:The final landfill is always identified with dirty, smelly and far from healthy lifestyles, things like that that ultimately do not encourage people to stay close to the landfill site. But in fact, there are many residents near the landfill. Although the distance living close to the mountains of waste, people feel happy life. People living close to the waste dump have lived for more than 10 years and have chosen to settle in the area. Therefore, happiness does not have to be in a beautiful and clean environment. This study aims to obtain information about the dynamics of happiness felt by residents living in landfills used in this study is a qualitative method with phenomenology approach. Data collection tools used are interviews and observation. The research analysis is used by using open encoding, axial coding and selective coding. Based on the results of the study it was found that people living near TPA feel happy because people there help each other despite the limitations of both housing and food. In addition, the public is happy because the workplace is close to where to live and there is no pressure in working. Keywords: Happiness, Final disposal, Trash, Community
Aning Azzahra, Ahmad Liana Amrul Haq
Psycho Idea, Volume 17; doi:10.30595/psychoidea.v17i1.3849

Abstract:Perundungan atau bullying merupakan tindakan agresi yang diakukan berulang- ulang kepada korban. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intensi melakukan perundungan dari sudut pandang pelaku. Fokus penelitian adalah perundungan yang terjddi di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi yaitu menggali tentang makna dan pengalaman pelaku khususnya terkait dengan intensi melakukan perundungan di sekolah. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu menggunakan wawancara mendalam dan observasi. Subjek dalam penelitian ini adalah pelaku perundungan di salah satu sekolah menengah pertama di Yogyakarta. Subjek berjumlah tiga orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa intensi pelaku melakukan perundungan adalah perasaan ingin dihargai, diperlakukan adil, diperhatikan, serta melalui perundungan subjek merasakan kepuasan. Perundungan merupakan salah satu cara melampiaskan keinginan- keinginan para pelaku.
Widyastuti Widyastuti, Effy Wardati Maryam
Psycho Idea, Volume 17; doi:10.30595/psychoidea.v17i1.2877

Abstract:Student wellness is one of the keys to success in Higher Education. Community is a potential psychological resource in maintaining wellness within the students. Sense of community is related to the wellness of the students. This study aims to determine the relationship between wellness and sense of community in students of Muhammadiyah University of Sidoarjo (UMSIDA). A total of 66 students were included as respondents in this study obtained by using cluster sampling technique. The data were collected using Wellness Evaluation of Lifestyle inventory and Sense of Community Scale. The data analysis used is Pearson's correlational analysis. The result, there is a significant relationship between sense of community and wellness in UMSIDA students. That is, students with the SoC have more opportunities to achieve wellness better than other who doesn’t.
Intan Rahmawati, Yuliezar Perwira Dara, Ulifa Rahma
Psycho Idea, Volume 17; doi:10.30595/psychoidea.v17i1.3693

Abstract:Kurang optimalnya pendidikan Sekolah Dasar dalam mempersiapkan kualitas siswa yang mengoptimalkan kecerdasan majemuk, menjadi masalah utama pada sektor pendidikan. Memberikan pemahaman mengenai konsep belajar yang tepat menjadi kebutuhan dasar untuk mengoptimalkan kecerdasan majemuk siswa. Penelitian ini mencoba melakukan serangkaian kegiatan optimalisasi kecerdasan majemuk siswa SDN 1 Sumber Bening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Pada kegiatan ini, peneliti terlebih dahulu melakukan pemetaan kecerdasan siswa serta memberikan pemahaman konsep belajar pada orangtua dan guru melalui psikoedukasi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kecenderungan kecerdasan siswa kelas 4,5, dan 6 SD Negeri Sumber Bening terletak pada kecerdasan natural kemudian disusul pada kecerdasan interpersonal. Pada pemetaan ini, tampak sebanyak 12 siswa memiliki kecenderungan pada kecerdasan natural (26%) sedangkan 11 siswa menunjukkan kecerdasan interpersonal (24%). Kemudian untuk kecerdasan lain terlihat kecerdasan linguistic (bahasa) sebanyak 1 orang (2%); kecerdasan logical-mathematical (logika angka) sebanyak 4 orang (9%); kecerdasan musikal sebanyak 6 orang (13%); kecerdasan bodily-kinetsthetic (gerak badan) sebanyak 5 orang (11%); kecerdasan spatial-visual (spasial) sebanyak 1 orang (2%); dan kecerdasan intrapersonal sebanyak 6 orang (13%). Hasil lain menunjukkan adanya pemahaman yang meningkat tentang konsep belajar untuk mengasah kecerdasan majemuk siswa.
Gisella Arnis Grafiyana
Psycho Idea, Volume 16; doi:10.30595/psychoidea.v16i2.3364

Abstract:Belajar merupakan hak semua orang, tidak terkecuali bagi mahasiswa difabel. Meskipun mahasiswa difabel memiliki kekurangan dalam beberapa kemampuan, namun mereka dapat menjadikan kekurangan tersebut menjadi motivasi mereka untuk berkembang dan berprestasi. Kekuranganitu memaksa mereka berusaha dua tiga kali lebih keras daripada mahasiswa biasanya. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengekplorasi dinamika resiliensi mahasiswa difabel dalam belajar dan beradaptasi di lingkungan dengan mayoritas orang normal. Banyak hal yang harus dihadapi oleh seperti stigma masyarakat, kurangnya fasilitas pendukung, dan hinaan dari teman sebayanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan dua responden mahasiswa difabel di Universitas Gadjah Mada. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor lingkungan dan internal dalam diri mahasiswa difabel saling berkontibusi dalam mendukung keberhasilannya belajar dan beradaptasi. Bahkan ketika lingkungannya tidak mendukungnya untuk berkembang, mereka memiliki resiliensi diri yang luar biasa sehingga mampu melewati semua tantangan yang ada di hadapannya. Resiliensi mereka inilah yang membuat mereka dapat menyelesaikan semua rintangan yang ada. Kata kunci : Resiliensi ; Difabel ; Mahasiswa. ABSTRACTLearning is everyone's right, no exception for students with disabilities. Even though students with disabilities have shortcomings in some abilities, they can make these deficiencies become their motivation for developing and achieving. The shortage made them to try two or three times harder than ordinary students. For this reason, this study aims to explore resilience dynamicsof disabled students in learning and adapting in an environment that have majority of normal people. Many things must be dealt with, such as community stigma, lack of supporting facilities, and insults from peers. This study uses a qualitative method with two students with disabilities at Gadjah Mada University. The results of this study indicate that the environmental and internal factors within students with disabilities contribute to each other in supporting their success in learning and adapting. Even when the environment does not support to develop, they have extraordinary self-resilience so that they are able to go through all those challenges. Their resilience makes them able to solve all the obstacles. Keywords: Resilience ; Disabilities ; College Student