Istawa : Jurnal Pendidikan Islam

Journal Information
ISSN / EISSN : 2502-5732 / 2541-0970
Current Publisher: Universitas Muhammadiyah Ponorogo (10.24269)
Total articles ≅ 64
Filter:

Latest articles in this journal

Rudi Ahmad Suryadi
Istawa : Jurnal Pendidikan Islam, Volume 6; doi:10.24269/ijpi.v6i1.2650

Abstract:
Various components influence quality religious education. One of the dominant ones is the teacher. Learning will be of high quality if the teacher is competent and professional. The professional development of teachers is a stage in strengthening skills, competencies, and career advancement, which leads to an increase in the quality of learning being taught. This research uses a literature study method. Sources of data obtained through references and other reading sources related to teacher professionalism, the results showed that the problem of teacher professionalism originated from three components, namely self-development, scientific publications, and innovative work. Quality improvement is more dominantly influenced by teacher professionalism, where teachers are required to achieve predetermined qualifications. by meeting adequate qualifications, the teacher's position will automatically increase. Professional development is related to advancing knowledge and skills by considering attitudes and approaches to improving the quality of learning. It is a process of growing teacher professionalism in strengthening the skills, duties and careers of teachers in facing the changes that occur.Pendidikan agama yang bermutu dipengaruhi oleh berbagai komponen. Salah satunya yang dominan adalah guru. Pembelajaran akan bermutu, apabila gurunya kompeten dan profesional. Pengembangan profesionalitas guru merupakan tahapan dalam penguatan keahlian, kompetensi, dan peningkatan karir yang berujung pada peningkatan mutu pembelajaran yang diampu. Riset ini menggunakan metode studi kepustakaan, sumber data diperoleh melalui referensi dan sumber bacaan lain yang berkaitan dengan profesionalisme guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masalah profesioalisme guru berawal dari tiga komponen, yaitu pengembangan diri, publikasi ilmiah, dan karya inovatif. Peningkatan kualitas lebih dominan dipengaruhi oleh profesionalisme guru, dimana guru dituntut untuk mencapai kualifikasi yang telah ditetapkan. dengan memenuhi kualifikasi yang memadai maka posisi guru akan secara otomatis meningkat. Pengembangan profesionalisme terkait dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan dengan mempertimbangkan sikap dan pendekatan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Merupakan proses peningkatan profesionalisme guru dalam memperkuat keterampilan, tugas dan karir guru dalam menghadapi perubahan yang terjadi.
Suci Nurpratiwi, Muhamad Ridwan Effendi, Amaliyah Amaliyah
Istawa : Jurnal Pendidikan Islam, Volume 6; doi:10.24269/ijpi.v6i1.3107

Abstract:
Religious literacy is essential because understanding religious doctrine is about the normative principle and how religion applies in a social context. Religious literacy can develop through the learning process. This study analyzes student religious literacy by learning Islamic Religious Education (IRE) based on the flipped classroom. The research method used is classroom action research through two cycles. The research subjects were students who took the general course of Islamic Religious Education. The results showed that applying flipped classrooms in Islamic Religious Education learning could increase student diversity in belief, practice dimensions, knowledge dimensions, and implementation dimensions. The implementation of Islamic learning based on flipped classroom can also improve student learning activities. Students pay attention to learning carefully, actively participate in discussions, actively ask questions, provide opinions, and perform assigned tasks. Besides that, the implementation of a flipped classroom can also improve student learning outcomes.Literasi keberagamaan penting dimiliki karena memahami ajaran agama bukan hanya sebatas pada doktrin normatifnya saja, melainkan juga pada bagaimana agama diterapkan dalam konteks sosial. Literasi keberagamaan dapat dikembangkan melalui proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan literasi keberagamaan mahasiswa melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis flipped classroom. Metode penelitian yang digunakan adalah classroom action research dengan melalui dua siklus. Subyek penelitian adalah mahasiswa yang mengambil mata kuliah umum Pendidikan Agama Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan flipped classroom dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dapat meningkatkan literasi keberagamaan mahasiswa pada dimensi keyakinan, dimensi praktik, dimensi pengetahuan, dan dimensi pengamalan. Penerapan pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis flipped classroom juga dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran mahasiswa, mahasiswa memperhatikan pembelajaran secara seksama, aktif berpartisipasi dalam diskusi, aktif mengajukan pertanyaan dan memberikan pendapat, serta mengerjakan tugas-tugas yang telah diberikan. Di samping itu, penerapan flipped classroom juga dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa.
Nana Sutarna, Agus Saeful Anwar
Istawa : Jurnal Pendidikan Islam, Volume 5; doi:10.24269/ijpi.v5i2.2558

Abstract:
This study aims to explore the value of character and philosophy of life of the founder of Muhammadiyah (KH. Ahmad Dahlan). The research method used is library research. The primary data source is the philosophy of the teachings of KH. Ahmad Dahlan, and the secondary sources are other books that are relevant and relevant to the research. Analysis of the data used in this study is the Content analysis method. The author's findings relate to the question that KH. Ahmad Dahlan bequeathed seven philosophies and his messages, in which teaches to be a visionary human being able to think ahead that is to be happy in the world and the hereafter. Character Value is exemplified by him, namely the value of religious character, honesty, discipline, hard work, creative, independent, democratic, curiosity, national spirit, love of the motherland, valuing achievement, friendly or communicative, peace-loving, fond of reading social care and responsibility. The character education of KH. Ahmad Dahlan can support government character education so that it becomes an active character education.Penelitian ini bertujuan untuk menggali nilai karakter dan falsafah hidup pendiri Muhammadiyah (KH. Ahmad Dahlan). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer adalah falsafah ajaran KH. Ahmad Dahlan, sumber sekundernya adalah buku-buku lain yang bersangkutan dan relevan dengan penelitian. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode content analysis. Temuan penulis berkaitan dengan pertanyaan yang ada bahwa KH. Ahmad Dahlan mewariskan tujuh falsafah dan pesan-pesan beliau, yang di dalamnya mengajarkan supaya menjadi manusia yang visioner mampu untuk berfikir kedepan yaitu supaya dapat bahagia dunia dan akherat. Nilai Karakter yang dicontohkan oleh beliau yakni nilai karakter religius, jujur, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat atau komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli sosial, dan tanggungjawab. Adapun pendidikan karakter KH. Ahmad Dahlan dapat mendukung pendidikan karakter pemerintah sehingga menjadi pendidikan karakter yang efektif.
M Sayyidul Abrori, Moh. Solikul Hadi
Istawa : Jurnal Pendidikan Islam, Volume 5; doi:10.24269/ijpi.v5i2.2736

Abstract:
This article aims to illustrate the reality of the relationship between public trust in madrasas. The pattern of the relationship examined is not only limited to individual students, guardians of students or managers of madrasas, but to other people such as their families and society in general. This is done to understand the trust that was initially built only at the level of individual students or guardians of students or madrasah managers also occur at the level of the general public until a sociological trust is formed. In general, the community does not know and understand clearly what is a madrasa and what is a school. Madrasahs are often understood as non-formal education for madrasah diniyah which implements learning every evening.The discussion of madrasas in this paper is a formal education madrasa under the auspices of the Ministry of Religion in the field of Madrasah Education whose education level starts from the most basic level, namely RaudhatulAthfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) to Madrasah Aliyah (MA) or Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK). Where the level above is a single unit that is mutually sustainable. The results showed that the relationship of public trust is not always based on consideration of rational economic transactional but also based on moral rationality and religiosity. This is where trust develops between students or guardians of students and madrasah managers. From the perspective of symbolic interactionism, the behavior of students or guardians of students and madrasah managers reflects the meaning of worship and reinforces their relationship of trust with their religiosity.Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan realitas hubungan antara kepercayaan publik terhadap madrasah. Pola hubungan yang diteliti tidak hanya terbatas pada siswa perorangan, wali murid atau pengelola madrasah, tetapi juga bagi orang lain seperti keluarga dan masyarakat pada umumnya. Hal ini dilakukan untuk memahami kepercayaan yang pada awalnya dibangun hanya pada tingkat siswa perorangan atau wali siswa atau manajer madrasah juga terjadi pada tingkat masyarakat umum sampai kepercayaan sosiologis terbentuk. Secara umum, masyarakat tidak tahu dan mengerti dengan jelas apa itu madrasah dan apa itu sekolah. Madrasah sering dipahami sebagai pendidikan non-formal untuk madrasah diniyah yang menerapkan pembelajaran setiap malam. Pembahasan madrasah dalam tulisan ini adalah madrasah pendidikan formal di bawah naungan Kementerian Agama di bidang Pendidikan Madrasah yang tingkat pendidikannya dimulai dari jenjang paling dasar, yaitu Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) ke Madrasah Aliyah (MA) atau Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK). Dimana level di atas adalah satu unit yang saling berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan kepercayaan publik tidak selalu didasarkan pada pertimbangan transaksional ekonomi rasional tetapi juga didasarkan pada rasionalitas moral dan religiusitas. Di sinilah kepercayaan berkembang antara siswa atau wali siswa dan pengelola madrasah. Dari perspektif interaksionisme simbolik, perilaku siswa atau wali siswa dan manajer madrasah mencerminkan makna ibadah dan memperkuat hubungan kepercayaan mereka dengan agama mereka.
Rosidah Rosidah, Muhammad Dahlan Rabbani, Badruddin H. Subky
Istawa : Jurnal Pendidikan Islam, Volume 5; doi:10.24269/ijpi.v5i2.2588

Abstract:
This study aims to determine the relationship between the leadership style of madrasah principals with the performance of teachers in Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bogor City. The population used is all teachers of the Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bogor City, totalling 43 teachers. This study uses quantitative research methods and questionnaires as instruments. It was then analyzed using correlation and regression analysis, data analysis using Pearson correlation statistical analysis. The results of this study indicate that there is a relationship between the leadership style of madrasa principals with teacher performance calculated with Pearson Correlation, the correlation coefficient value obtained between these variables is 0.690. The coefficient of determination in this analysis obtained a value of 0.475, which means 47.5%. The variable of Teacher Performance can be explained by the Leadership Style. The regression line is Ŷ = 5,100 + 0,912 X. There is a positive Madrasah Head Leadership Style with Teacher Performance. Based on the results of the study it can be said that the leadership style of the madrasah head has a sufficient relationship with the performance of teachers in Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Bogor.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gaya kepemimpinan kepala madrasah dengan kinerja guru di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Bogor. Adapun populasi yang digunakan adalah seluruh guru Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Bogor, yang berjumlah 43 guru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dan kuesioner sebagai instrumen. Kemudian dianalisis menggunakan analisis korelasi dan regresi, analisis data menggunakan analisis statistic Pearson correlation. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara gaya kepemimpinan kepala madrasah dengan kinerja guru dihitung dengan Pearson Correlation, nilai koefisien korelasi yang diperoleh antara variabel tersebut sebesar 0,690. Nilai koefisien determinasi dalam analisis ini diperoleh nilai 0,475 yang berarti 47,5%. Variabel kinerja Guru dapat dijelaskan oleh variabel Gaya Kepemimpinan. Garis regresi Ŷ = 5,100 + 0,912 X. Ada hubungan yang positif antara gaya Kepemimpinan Kepala Madrasah dengan Kinerja Guru. Berdasarkan hasil penelitian dapat dikatakan bahwa gaya kepemimpinan kepala madrasah memiliki hubungan yang cukup dengan kinerja guru di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Bogor.
Binti Anisaul Khasanah, Nurmitasari Nurmitasari, Robia Astuti
Istawa : Jurnal Pendidikan Islam, Volume 5; doi:10.24269/ijpi.v5i2.2918

Abstract:
The purpose of this study was to explain the perceptions of the final year students of FKIP UMPRI towards Muhammadiyah and as a material for evaluating the advancement of Muhammadiyah cadre education methods within the university scope. This analysis is categorized as a descriptive study with a survey method. The research subjects during this study were all final year students in the 2019-2020 academic years from five study programs in FKIP UMPRI. The data analysis technique in this study was the following subsequent steps: (1) determining the score; (2) confirming the category; (3) creating the evaluation results using the program Excel Microsoft 2010. The results of this study are the perceptions of UMPRI final year students towards Muhammadiyah at the amount of antipathy to Muhammadiyah by 7%, the level of neutrality towards Muhammadiyah by 38%, the level of sympathy for Muhammadiyah by 35%, and also the level of Muhammadiyah cadres by 20%.Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan persepsi mahasiswa tingkat akhir FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) UMPRI (Universitas Muhammadiyah Pringsewu Lampung) terhadap Muhammadiyah dan sebagai bahan evaluasi kemajuan metode pendidikan kader Muhammadiyah di lingkungan universitas. Analisis penelitian ini metode deskriptif dengan metode survei, subjek penelitian selama penelitian ini adalah seluruh mahasiswa tingkat akhir tahun akademik 2019-2020 dari lima prodi di FKIP UMPRI. Teknik analisis data dalam penelitian ini: (1) menentukan skor; (2) mengkonfirmasikan kategori; (3) Membuat hasil evaluasi dengan menggunakan program Excel Microsoft 2010. Hasil penelitian ini adalah persepsi mahasiswa tahun akhir UMPRI terhadap Muhammadiyah yaitu tingkat antipati terhadap Muhammadiyah sebesar 7%, tingkat netralitas terhadap Muhammadiyah sebesar 38%, tingkat simpati terhadap Muhammadiyah sebesar 35%, demikian pula tingkat kader Muhammadiyah sebesar 20%.
Imron Muttaqin
Istawa : Jurnal Pendidikan Islam, Volume 5; doi:10.24269/ijpi.v5i2.2847

Abstract:
Supervision management is an important quality control mechanism to ensure education quality; this article provides an overview of the research findings concerning supervision management within Islamic education institution. This article divides the research findings broadly in two categories; “supervision planning”, supervision implementation and evaluation”. A qualitative approach used to understand the phenomena that occur, the data collected by reviewing and analyzing the literature sources using google scholar and Mendeley reference manager. The content analysis used to analyze supervision planning, implementing, and evaluating, which interprets as a method of analyzing the contents of the result. The research findings are; 1) supervision planning carried out with establishing the object, describing the purpose, needs identification, establishing the right indicator, determining an instrument, implementing, and following up 2) Implementation of supervision in Islamic Education Institutions using observation, managerial skill, using individual or group techniques, assessment and evaluation skill, and communication skills. For further research recommended, discuss the implementation of the supervision use Closed Circuit Television (CCTV) or integrated e-learning website.Manajemen supervisi merupakan mekanisme kendali mutu yang penting untuk menjamin mutu pendidikan; Artikel ini memberikan gambaran tentang temuan penelitian tentang manajemen supervisi di lingkungan institusi pendidikan Islam. Artikel ini membagi temuan penelitian secara luas menjadi dua kategori; “Perencanaan supervisi”, pelaksanaan supervisi dan evaluasi ”. Pendekatan kualitatif digunakan untuk memahami fenomena yang terjadi, pengumpulan data dilakukan dengan mereview dan menganalisis sumber pustaka menggunakan google scholar dan pengelola referensi Mendeley. Analisis isi digunakan untuk menganalisis perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pengawasan yang diartikan sebagai metode menganalisis isi hasil. Temuan penelitian adalah; 1) Perencanaan supervisi dilakukan dengan menetapkan objek, mendeskripsikan tujuan, mengidentifikasi kebutuhan, menetapkan indikator yang tepat, menentukan instrumen, melaksanakan, dan menindaklanjuti 2) Pelaksanaan supervisi di Lembaga Pendidikan Islam dengan observasi, keterampilan manajerial, menggunakan individu atau teknik kelompok, keterampilan penilaian dan evaluasi, dan keterampilan komunikasi. Untuk penelitian selanjutnya disarankan membahas pelaksanaan supervisi menggunakan Closed Circuit Television (CCTV) atau website e-learning terintegrasi.
Kadar Kadar, Rochmat Wahab, Siti Fatonah
Istawa : Jurnal Pendidikan Islam, Volume 5; doi:10.24269/ijpi.v5i2.2667

Abstract:
This study aims to find theories about community-based Kindergarten educational institutions management. Data were collected objectively, not influenced by observers' wishes, using questionnaires, interviews, observation sheets, and interview guides. Data validation used data triangulation method between researchers, practitioners, namely the headmasters, teachers, school committees, parents of students, and community leaders involved in Kindergarten in Kebumen Regency. Pragmatically, this study found a theory about the functions and implementation of Kindergarten that are managed professionally with support and community participation. The organization of Kindergarten educational institution organizers carried out based on the job description, the meaning is between schools, communities, and parents have their roles, functions and responsibilities based on a joint decision with increasing the growth and development of Kindergarten (Raudhlatul Athfal) professionally and competitive. Educational institution development program of Kindergarten starts with the community's idea, carried out by teacher under community supervision, and the community evaluates the results. The community functions as the facilitator of building's physical development program, completeness of facilities and other infrastructure as well as the quality development program for Kindergarten educational institution professionally.Penelitian ini bertujuan untuk menemukan teori tentang manajemen lembaga pendidikan TK berbasis masyarakat. Data dikumpulkan secara obyektif, tidak dipengaruhi oleh keinginan pengamat, menggunakan kuesioner, wawancara, lembar observasi, dan panduan wawancara. Validasi data menggunakan metode triangulasi data antara peneliti, praktisi, yaitu kepala sekolah, guru, komite sekolah, orang tua siswa, dan tokoh masyarakat yang terlibat di Taman Kanak-kanak di Kabupaten Kebumen. Secara pragmatis, penelitian ini menemukan teori tentang fungsi dan implementasi TK yang dikelola secara profesional dengan dukungan dan partisipasi masyarakat. Organisasi penyelenggara lembaga pendidikan TK dilaksanakan berdasarkan uraian tugas, artinya antara sekolah, masyarakat, dan orang tua memiliki peran, fungsi dan tanggung jawab mereka sendiri berdasarkan keputusan bersama dengan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan Taman Kanak-Kanak (Raudhlatul Athfal) secara profesional dan kompetitif . Program pengembangan lembaga pendidikan TK dimulai dengan gagasan masyarakat, dilaksanakan oleh guru di bawah pengawasan masyarakat, dan hasilnya dievaluasi oleh masyarakat. Komunitas ini berfungsi sebagai fasilitator program pembangunan fisik bangunan, kelengkapan fasilitas dan infrastruktur lainnya, serta program pengembangan kualitas untuk lembaga pendidikan TK secara profesional.
Ahmad Fikri Sabiq, Abdul Ckamim
Istawa : Jurnal Pendidikan Islam, Volume 5; doi:10.24269/ijpi.v5i2.2536

Saiful Bahri
Istawa : Jurnal Pendidikan Islam, Volume 5; doi:10.24269/ijpi.v5i2.2891

Abstract:
Multicultural education, a very strategic approach, is developed in the life of Indonesian society which has a variety of patterns in religion, ethnicity, ethnicity, and customs, all of which aim to live together in equality, strengthen and unite in the unity of the Unitary State of the Republic of Indonesia. In the concept of Islam, it also teaches multicultural education, so on this basis, the researcher wants to examine in depth how the idea of multicultural education is in the view of the philosophy of Islamic knowledge. This research uses a type of literature study research, the data which is the centre of this study is collected through variable data that is based on the writings, thoughts and opinions of figures and experts who talk about multiculturalism and the philosophy of Islamic education. This research results in a multicultural view that refers to the level of Islamic education that respects, appreciates and embraces all forms of diversity, tolerance, deliberation, cooperation and sharing so that it can be expected that people grow inequality seeing all forms of diversity to avoid fellow conflict.Pendidikan multikultural sebuah pendekatan yang sangat strategis dikembangkan dalam kehidupan bermasyarakat Indonesia yang bercorak beragam dalam agama, etnis, suku, adat istiadat yang tujuan semuanya itu untuk hidup bersama-sama dalam kesetaraan, memperkokoh serta mempersatukan dalam kesatuan Negera Kesatuan Republik Indonesia. Dalam konsep Islam pun mengajarkan tentang pendidikan multikultural, maka atas dasar ini peneliti ingin mengkaji secara mendalam bagaimana konsep pendidikan multikultural dalam pandangan filsafat pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi pustaka, data yang menjadi pusat studi ini dikumpulkan melalui data variabel yang bertumpu pada tulisan, pemikiran, dan pendapat para tokoh dan pakar yang berbicara tentang multikultural dan filsafat Pendidikan Islam. Penelitian ini menghasilkan dalam pandangan multikultural yang mengacu pada tataran pendidikan Islam yang saling menghormati, menghargai dan merangkul semua bentuk keanekaragaman, bertoleransi, bermusyawarah, gotong royong dan saling berbagi, sehingga dengan demikian dapat diharapkan bagi masyarakat tumbuh dalam kesetaraan melihat segala bentuk keberagaman agar terhindar dari konflik sesama.
Back to Top Top