VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan

Journal Information
ISSN / EISSN : 2086-4450 / 2580-1058
Published by: LPPM STKIP Persada Khatulistiwa Sintang (10.31932)
Total articles ≅ 94
Filter:

Latest articles in this journal

Af Suryaning Ati Mz, Arfian Mudayan, Muhammad Shulhuddin Mubarok, Sabbihisma Maydita Dewantari
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Volume 13, pp 114-124; https://doi.org/10.31932/ve.v13i1.1546

Abstract:
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola asuh grandparenting terhadap pembentukan karakter anak pada pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama pandemi covid-19. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data menggunakan kuesioner sosiodemografi dan wawancara dengan Responden berjumlah 25 nenek dengan rentang usia 46-60 tahun yang memiliki latar belakang pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA dan S1 berada di wilayah Kecamatan Laren dan Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan. Hasil penelitian menunjukkan pengasuhan grandparenting terjadi akibat beberapa faktor yaitu perceraian, kematian dan waktu bekerja orang tua yang harus melimpahkan tanggung jawab mengasuh kepada nenek. Pola pengasuhan yang di gunakan grandparenting pada pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama pandemi covid-19 berupa pengasuhan yang otoriter dan permissif dengan menggunakan metode penjelasan, pemberian contoh dan pembiasaan. Dalam pola asuh yang digunakan nenek berdampak baik dalam membentuk karakter berupa disiplin, tanggung jawab, jujur, religius dan mandiri pada cucu mereka. Dengan terbentuknya karakter anak dengan baik maka dalam membiasakan anak dalam menerapkan protokol kesehatan selama pandemi covid-19 dengan hidup bersih dan sehat juga berjalan dengan baik. Kata Kunci: Grandparenting, Karakter anak, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), Covid-19 ABSTRACTThis study aims to determine the parenting style of grandparenting on the formation of children's character in the implementation of Distance Learning (PJJ) during the covid-19 pandemic. This research is a type of qualitative research with a case study approach. Data collection using sociodemographic questionnaires and interviews with respondents totaling 25 grandmothers with an age range of 46-60 years who have educational backgrounds ranging from elementary, junior high, high school and undergraduate are in the Laren and Solokuro sub-districts, Lamongan district. The results showed that grandparenting was caused by several factors, namely divorce, death and working time, parents who had to delegate parenting responsibilities to grandmothers. The parenting pattern used by grand parenting in the implementation of Distance Learning (PJJ) during the COVID-19 pandemic is in the form of authoritarian and permissive parenting by using explanation, example and habituation methods. In the parenting style used by grandmothers, it has a good impact in shaping the character in the form of discipline, responsibility, honesty, religion and independence in their grandchildren. With the formation of a child's character well, familiarizing children with implementing health protocols during the COVID-19 pandemic by living clean and healthy also goes well.Keywords: Grandparenting, Child character, Distance Learning (PJJ), Covid-19
Imam Mujahid, Muhammad Nasiruddin, Kartika Hudayana
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Volume 13, pp 89-101; https://doi.org/10.31932/ve.v13i1.1420

Abstract:
ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan evaluasi program Kembara Bahasa Arab di Universitas Darussalam Gontor Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Proses pembelajaran terdiri dari persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi, 2) Problematika pembelajaran Bahasa Arab pada program Kembara Bahasa Arab terdiri dari beberapa faktor antara lain faktor peserta yang terdiri dari latar belakang pendidikan peserta, motivasi, kesulitan berbicara bahasa Arab dan kurangnya kosakata, 3) Evaluasi dan solusi dari problematika pada proses pembelajaran Bahasa Arab pada program Kembara Bahasa Arab yaitu untuk peserta dengan cara selalu mempraktikkan kosa kata yang telah dihafal dan menyempatkan diri untuk mengikuti kegiatan kelompok belajar bahasa Arab. Oleh karena itu, dapat ditarik kesimpulan bahwa program pembelajaran “Kembara” sudah cukup baik dan sesuai dengan indikator pembelajaran yang baik, meskipun ada beberapa problematika yang perlu diperhatikan dan dicarikan solusi agar program pembelajaran dapat lebih baik. Saran untuk peneliti selanjutnya adalah dengan melakukan penelitian lain yang membahas mengenai evaluasi program pembelajaran lain. Kata Kunci: Evaluasi, pembelajaran, bahasa Arab, program kembara, mahasiswa ABSTRACTThe purpose of this study is to describe the evaluation of the Arabic Language Tour program at Darussalam University, Gontor Ponorogo. This study uses a qualitative approach using descriptive analysis method. The results showed that 1) The learning process consisted of preparation, implementation, and evaluation, 2) The problems of learning Arabic in the Arabic Language Tour program consisted of several factors, including participant factors consisting of participants' educational background, motivation, difficulty speaking Arabic. and lack of vocabulary, 3) Evaluation and solutions to problems in the Arabic learning process in the Arabic Language Tour program, namely for participants by always practicing memorized vocabulary and taking the time to take part in Arabic learning group activities. Therefore, it can be concluded that "Kembara" learning program is quite good and in accordance with good learning indicators, although there are some problems that need to be considered and solutions are found so that the learning program can be better. Suggestions for further researchers is to conduct other research that discusses the evaluation of other learning programs.Keywords: Evaluation, learning Arabic, Arabic, traveling programs, students
Budi Iskandar, Vita Siti Zulaeha
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Volume 13, pp 30-36; https://doi.org/10.31932/ve.v13i1.1493

Abstract:
ABSTRAK Berfikir simbolik anak usia dini merupakan kemampuan anak usia dini mepresentasikan imajinasi, fantasi dan hal-hal yang ada dalam pikirannya menjadi hal yang nyata menurut anak. Berfikir simbolik menjadi dasar kemampuan kognitif anak pada jenjang berikutnya. Kemampuan berfikir simbolik dapat distimulasi dengan kegiatan bermain misalnya bermain peran, menggambar bebas dan lain-lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memaparkan stimulsi perkembangan kemampuan simbolik pada anak yang dapat dilakukan di ruang- ruang kelas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik studi kepustakaan dimana data yang dibutuhkan dalam penelitian sepenuhnya berasal dari sumber-sumber terdahulu baik berupa artikel jurnal, buku dan sumber-sumber lainnya yang relevan. Teknik analisis data dilakukan melalui tiga tahapan yaitu, reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan bermain di PAUD efektif dalam menumbuhkan kemampuan berfikir simbolik anak dimana kegiatan berdasarkan pada minat dan potensi yang dimiliki. Pendidik berperan dalam menyajikan kegiatan bermain yang sesuai dengan pertumbuhan anak dan perlu memberikan kebebasan dalam anak menampilkan kemampuan memahami, mengungkapkan dan membuat karya sebagai hasil dari imajinasinya. Praktik bermain berupa kegiatan bernyanyi, melakukan gerak tubuh, bermain peran serta membuat kreasi dengan menuangkan imajinasi anak. Dengan demikian, anak akan merasa nyaman dan senang dalam melakukan permainan sehingga kemampuan berfikir simbolik anak dapat berkembang dengan baik. Kata Kunci: Berfikir simbolik, Bermain, Imajinasi, Anak usia dini, Perkembangan kognitif ABSTRACTSimbolic thinking in early childhood is the ability of early childhood to present their imagination, fantasy and things that are in their minds into real things from their point of view. Simbolic thinking is the basis of children's cognitive abilities at the next level. Simbolic thinking skills in early childhood can be stimulated by playing activities such as role playing, drawing and other playing activities. The purpose of this study is to describe the stimulation of the development of simbolic thinking skills that can be carried out in Early Childhood Education (ECE) classrooms. The research method uses a literature study. the data that are needed obtained from existing sources in the form of; books, theses, dissertations and journal articles. The results showed that playing activities that are based on their interests and potential in ECE are effective to stimulate development of simbolic thinking skills in early childhood. Educators play a role in presenting play activities that are in accordance with children's growth and need to provide freedom in children showing the ability to understand, express and create works as a result of their imagination. The practice of playing in the form of singing activities, doing body movements, role playing and making creations by pouring out children's imaginations. Thus, children will feel comfortable and happy in playing games so that children's symbolic thinking skills can develop well.Keywords: Simbolic thinking, Playing, Imagination, Early chilhood, cognitive development
Prihantini Prihantini, Farah Sabilla Febriany, Hani Risdiany, Maulida Sukmalia
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Volume 13, pp 159-169; https://doi.org/10.31932/ve.v13i1.1556

Abstract:
ABSTRAK Hadirnya pandemi covid-19 mengharuskan pendidik diharuskan mengubah strategi pembelajaran yang diterapkan agar pembelajaran pada saat daring menjadi lebih efektif dan tidak membosankan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis dan memahami mengenai penerapan quantum teaching dan learning di masa pandemi covid-19. Metode penelitian yang digunakan jenis kualitatif, dimana teknik pengumpulan data penelitian ini yaitu studi pustaka, datanya diambil melalui jurnal, artikel, buku dan data berasal dari internet yang dinyatakan relevan. Diperoleh hasil bahwa adanya penerapan model pembelajaran quantum teaching dan learning di masa pandemi covid-19 menjadi strategi pembelajaran yang sangat menguntungkan dimana meningkatkan minat peserta didik sekaligus meningkatkan hasil pembelajaran. Kesimpulannya pembelajaran dengan model Quantum Teaching dan Learning adalah suatu pilihan yang tepat dan efektif untuk digunakan sebagai model pembelajaran yang diterapkan di masa pandemi sekarang ini. Kata Kunci: Quantum, Teaching, Learning ABSTRACTThe presence of the covid-19 pandemic requires educators to change the learning strategies applied so that online learning becomes more effective and not boring. This study aims to analyze and understand the application of quantum teaching and learning during the covid-19 pandemic. The research method used is a qualitative type, where the data collection technique of this research is literature study, the data is taken through journals, articles, books and data from the internet which are declared relevant. It was found that the application of the quantum teaching and learning learning model during the covid-19 pandemic became a very profitable learning strategy which increased student interest while improving learning outcomes. In conclusion, learning with the Quantum Teaching and Learning model is the right and effective choice to be used as a learning model that is applied during the current pandemic.Keywords: Quantum, Teaching, Learning
Hana Hanifah, Khusniyati Masykuroh
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Volume 13, pp 102-113; https://doi.org/10.31932/ve.v13i1.1471

Abstract:
ABSTRAK Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) merupakan salah satu kebijakan pemerintah di bidang pendidikan di masa pandemi Covid-19 yang berlaku untuk daerah-daerah yang sudah aman Covid-19 dan memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh pemerintah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran profil kesiapan orangtua murid dalam menghadapi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas. Penelitian menggunakan metode survey dengan responden data yaitu orangtua murid dari 20 TK Aisyiyah di Jakarta Selatan. Pengambilan data melalui wawancara dengan menggunakan google form. Hasil penelitian menggambarkan bahwa orangtua telah melakukan berbagai persiapan untuk melaksanakan PTMT seperti memberikan edukasi agar anak-anak dapat memahami bahaya dan dampak dari Covid-19, memberikan persetujuan karena memandang sekolah telah melakukan persiapan PTMT dengan memperhatikan protokol kesehatan, melengkapi sarana kesehatan, mendukung perlengkapan anak untuk berangkat sekolah, membantu penyediaan perlengkapan kesehatan di sekolah, serta mempunyai harapan bahwa pelaksanaan PTMT dapat dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas belajar anak. Kata Kunci: Kesiapan, Pandemi Covid-19, Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) ABSTRACTLimited Face-to-face Learning (PTMT) is one of the government's policies in the field of education during the Covid-19 pandemic which applies to areas that are already safe from Covid-19 and meet the requirements set by the government. This study aims to describe the profile of parents' readiness in facing Limited Face-to-face Learning. The study used a survey method with data respondents, namely the parents of 20 Aisyiyah Kindergartens in South Jakarta. Collecting data through interviews using google form. The results of the study illustrate that parents have made various preparations to carry out PTMT such as providing education so that children can understand the dangers and impacts of Covid-19, giving approval because they see that schools have prepared PTMT by paying attention to health protocols, completing health facilities, supporting children's equipment. to go to school, help provide health equipment in schools, and have the hope that the implementation of PTMT can be a solution to improve the quality of children's learning.Keywords: Readiness, Covid-19 Pandemic, Limited Face-to-face Learning (PTMT)
Ira Nofita Sari, Nurussaniah Nurussaniah
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Volume 13, pp 1-10; https://doi.org/10.31932/ve.v13i1.1470

Abstract:
ABSTRAK Kemampuan berpikir kreatif adalah salah satu kompetensi abad 21, yang merupakan aspek penting dalam pembelajaran. Melaui kreativitas yang diperoleh di usia muda, individu dapat lebih mudah menyelesaikan masalah kehidupan sehari-hari mereka dan menjadi lebih produktif di masa dewasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kemampuan berpikir kreatif mahasiswa setelah diberikan pembelajaran menggunakan pendekatan project based learning (PBL). Populasi pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester VI Program Studi Pendidikan Fisika IKIP PGRI Pontianak yang menempuh mata kuliah Teknik Laboratorium Fisika pada semester genap TA. 2020/2021. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik sampling jenuh. Teknik pengumpul data yang digunakan adalah observasi dengan alat pengumpul data berupa lembar transkrip diskusi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui PBL dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa. Adapun secara rinci kemampuan berpikir kreatif mahasiswa yang telah berkembang terdistribusi pada kefasihaan, fleksibilitas, orisinalitas dan elaborasi, sedangkan untuk berpikir metamorphosis belum muncul dalam pembelajaran. Kata Kunci: kemampuan berpikir kreatif, project based learning, transkrip dialog ABSTRACTThe ability to think creatively is one of the 21st-century competencies, which is an important aspect of learning. Through creativity acquired at a young age, individuals can more easily solve problems in their daily life and become more productive in adulthood. The aim of this research is to identify students' creative thinking skills after being given learning using a project based learning approach. The population in this study is all students of semester VI of IKIP PGRI Pontianak Physics Education Study Program who take Physics Laboratory Engineering courses in even semester TA. 2020/2021. Sampling techniques used are saturated sampling techniques. The data collection technique used is observation with a data collection tool in the form of a discussion transcript sheet. The data obtained in this study was analyzed descriptively. Based on the results of research that has been done, project based learning can develop students' creative thinking skills. In detail, students' creative thinking skills have evolved in fluency, flexibility, originality and elaboration, while metamorphosis thinking has not yet appeared in learning.Keywords: Creativ thingking skills, project based learning, transcript dialogue
Verawati Verawati, Nurun Ni'Mah
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Volume 13, pp 11-20; https://doi.org/10.31932/ve.v13i1.1385

Abstract:
ABSTRAK Kesulitan mahasiswa dalam pembelajaran online selama era new normal menjadi perhatian khusus dunia pendidikan. Hal tersebut terjadi karena perubahan system pendidikan selama masa pandemi khususnya di perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan-kesulitan mahasiswa dalam pembelajaran online di era new normal dan mengetahui pengaruh kesulitan tersebut terhadap hasil belajar mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah mix method dengan menggabungkan metode kualitatif dan kuantitif. Metode kualitatif digunakan untuk mengetahui kesulitan belajar mahasiswa dengan mengumpulkan data secara wawancara dan angket. Metode kuantitaf juga digunakan untuk melihat perbedaan hasil belajar TA 2019/2020 Genap dan TA 2020/2021 Ganjil. Analisis data kualitatif dengan cata mengorganisi data, menjabarkan data, melakukan penggolongan, memilih hal-hal yang akan dikaji untuk membuat kesimpulan. Analisis data kuantitatif dengan software SPSS 19 untuk menghitung presentase, rata-rata standar deviasi dan uji Kolmogorov-Smirnov. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan berbagai kesulitan belajar mahasiswa selama pembelajaran online. Data hasil belajar juga menunjukkan nilai signifikansi 0,743 lebih dari 0,05 (sig > 0,05) sehingga dinyatakan tidak terdapat perbedaan signifikan antara hasil belajar TA 2019/2020 Genap dan hasil belajar TA 2020/2021 Ganjil. Kata Kunci: Kesulitan Mahasiswa, Pembelajaran Online, Hasil Belajar, Era New Normal The difficulties of students in online learning during the new normal era are of particular concern to the world of education. This happened because of changes in the education system during the pandemic, especially in universities. This study aims to determine the difficulties of students in online learning in the new normal era and to determine the effect of these difficulties on student learning outcomes. This type of research is a mix method by combining qualitative and quantitative methods. Qualitative methods are used to determine student learning difficulties by collecting data through interviews and questionnaires. The quantitative method is also used to see the difference in learning outcomes for the 2019/2020 Even and the 2020/2021 Odd academic year. Qualitative data analysis by organizing data, describing data, classifying, selecting things to be studied to make conclusions. Quantitative data analysis using SPSS 19 software to calculate percentage, mean standard deviation and Kolmogorov-Smirnov test. The results showed that various student learning difficulties were found during online learning. The learning outcome data also shows a significance value of 0.743 more than 0.05 (sig > 0.05) so it is stated that there is no significant difference between the learning outcomes of the 2019/2020 Even academic year and the learning outcomes of the 2020/2021 odd academic year.Keywords: Student Difficulties, Online Learning, Learning Outcomes, New Normal Era
Iwan Putra, Mora Fatma
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Volume 13, pp 37-46; https://doi.org/10.31932/ve.v13i1.1524

Abstract:
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memperkenalkan metode inkuiri kepada siswa SD sebagai salah satu pembelajaran berbasis media, dan untuk mengetahui apakah pengembangan metode inkuiri mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas Va dan kelas Vb SDN 003 Siabu Salo Kecamatan Salo Kabupaten Kampar berjumlah 30 siswa, lokasi penelitian adalah SDN 003 Siabu Salo Kecamatan Salo Kabupaten Kampar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode quasi eksperimental semu. Dari kedua kelompok eksperimen dan kontrol didapatlah satu kesimpulan bahwa kedua kelompok saling berkaitan satu dengan yang lainnya, dilihat dari hasil olah data yaitu Hasil dari Fhitung dan Ftabel yang menunjukan kedua kelompok saling berhubungan satu dengan yang lain yaitu nilai Fhitung 15,714 ≥ Ftabel sebesar 2,98, maka antara kelas eksperimen dan kelas kontrol saling berhubungan atau terikat satu dengan yang lainnya. Kata Kunci: Metode Inquiry, Hasil Belajar, IPA, Teori Kohlberg ABSTRACT               This study aims to introduce the inquiry method to elementary school students as one of the media-based learning, and to find out whether the development of the inquiry method is able to improve student learning outcomes in science subjects.The population in this study were all students of class Va and class Vb of SDN 003 Siabu Salo, Salo District, Kampar Regency, totaling 30 students, the research location was SDN 003 Siabu Salo, Salo District, Kampar Regency.The research method used is a quasi-experimental quasi-experimental method.From the two experimental and control groups, it was concluded that the two groups were related to each other, judging from the results of data processing, namely the results of Fcount and Ftable which showed the two groups were interconnected with each other, namely the value of Fcount 15,714 Ftable of 2.98, then the experimental class and the control class are interconnected or bound to each other.Keywords: Inquiry Method, Learning Outcomes, Science, Kohlberg's Theory
Sa'diah Sa'Diah, Yayat Ruhiat, Sholih Sholih
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Volume 13, pp 21-29; https://doi.org/10.31932/ve.v13i1.1489

Abstract:
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menyusun dan mengembangkan bahan ajar berupa e-Modul Interaktif Berbasis Augmented Reality pada mata pelajaran IPA materi sistem tata surya untuk siswa kelas VI. Metode yang digunakan adalah R & D (Research & Development), dan model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE. Hasil uji coba oleh ahli materi pembelajaran, ahli media, serta user (guru dan siswa) menggunakan angket tertutup, berturut-turut diperoleh angka sebesar 79,17 %, 83,33, dan 75,83%. Jika dimasukkan pada tabel kriteria hasil uji coba, maka dapat dikatakan bahwa produk e-Modul interaktif berbasis Augmented Reality yang telah dikembangkan valid serta layak digunakan dalam. pembelajaran khususnya pada mata pelajaran IPA di kelas VI Sekolah Dasar. Kata Kunci: Pengembangan, e-Modul, interaktif, Augmented Reality, ADDIE ABSTRACTThis study was developed a teaching material of an Augmented Reality-Based Interactive e-Module in the science subjects of the solar system material for grade VI students. The method used is R & D (Research & Development), and the development model used is the ADDIE model. The results of trials by learning materials experts, media experts, and users (teachers and students) using closed questionnaires, the figures were 79.17%, 83.33, and 75.83%, . based on the criteria table, it can be said that the Augmented Reality-based interactive e-Modul product that has been developed is valid and feasible to use in learning especially in science subjects in grade VI Elementary School.Keywords: R & D Method, e-Module, interactive, Augmented Reality, ADDIE
Mai Yuliastri Simarmata, Magdalena Pitra Yatty, Najla Shafa Fadhillah
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Volume 13, pp 47-59; https://doi.org/10.31932/ve.v13i1.1564

Abstract:
ABSTRAK
Adapun masalah dalam penelitian ini ialah sebagai berikut: (1) Bagaimanakah Keterampilan berbicara Siswa Kelas VII di SMP Negeri 1 Kuala Mandor B, (2) Faktor-faktor Apa Sajakah yang Mempengaruhi Keterampilan Berbicara di SMP Negeri 1 Kuala Mandor B?, (3) Bagaimanakah Solusi untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara di SMP Negeri 1 Kuala Mandor B. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi, yaitu mereduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Subjek yang dipilih kelas VII dengan jumlah 26 siswa. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan: (1) Keterampilan berbicara siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kuala Mandor B sangat baik yang semulanya 28,7% menjadi 84,6%, (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi keterampilan berbicara siswa yaitu faktor internal meliputi faktor dari diri serta latar belakang keluarga siswa sedangkan faktor eksternal meliputi faktor lingkungan masyarakat dan sekolah, (3) solusi untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa yaitu: menggunakan media pembelajaran yang menarik, penerapan metode latihan berbicara, pemberian motivasi berbicara kepada siswa, dan membiasakan siswa dalam berdiskusi kelompok. Melalui penelitian yang berjudul “Analisis Keterampilan Berbicara Melalui Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMP Negeri 1 Kuala Mandor B” secara umum tergolong sangat baik. Kata Kunci: Kurikulum, Profil Pelajar Pancasila, Keterampilan Berbicara ABSTRACTThe problems in this study are as follows: (1) How are the speaking skills of Class VII Students at SMP Negeri 1 Kuala Mandor B, (2) What are the Factors Affecting Speaking Skills at SMP Negeri 1 Kuala Mandor B?, (3) What is the Solution to Improve Speaking Skills at SMP Negeri 1 Kuala Mandor B. This type of research is descriptive qualitative research. Data collection techniques in this study used observation, interviews, and documentation techniques. The validity of the data used triangulation techniques, namely data reduction, data presentation, conclusion drawing and verification. The subjects selected were class VII with a total of 26 students. The results of this study can be concluded: (1) The speaking skills of class VII students of SMP Negeri 1 Kuala Mandor B are very good from 28.7% to 84.6%, (2) The factors that influence students' speaking skills are internal factors including factors from themselves and students' family backgrounds while external factors include community and school environmental factors, (3) solutions to improve students' speaking skills, namely: using interesting learning media, applying speaking practice methods, providing motivation to speak to students, and familiarizing students in discussing group. Through the research entitled "Analysis of Speaking Skills Through the Project for Strengthening the Profile of Pancasila Students at SMP Negeri 1 Kuala Mandor B" generally classified as very good.Keywords: Curriculum, Pancasila Student Profile, Speaking Skills
Back to Top Top