Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan

Journal Information
ISSN / EISSN : 2549-5585 / 2549-5585
Published by: Universitas Hamzanwadi (10.29408)
Total articles ≅ 48
Filter:

Latest articles in this journal

Martin Rizaldi, Anin Lailatul Qodariyah
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan, Volume 4, pp 105-116; doi:10.29408/fhs.v4i2.3344

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan destinasi wisata alam Sumber Sira berbasis komunitas sebagai kearifan lokal di Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif-deskriptif. Pengumpulan data di lapangan menggunakan observasi, dan wawancara formal guna memperoleh data atau keterangan pada wilayah penelitian sehingga dapat diketahui gambaran yang jelas mengenai wilayah tersebut. Metode kualitatif juga menggunakan teknik analisis dengan mengkaji suatu permasalahan dengan lebih mendalam. Sumber data juga menggunakan kajian pustaka yang diambil buku dan jurnal. Kecamatan Gondanglegi mempunyai destinasi wisata berupa wisata alam yaitu Sumber Sira yang terletak tepatnya di Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Sumber Sira menjadi salah satu aset potensial desa, hal itu dikatakan potensial karena dimanfaatkan oleh penduduk sekitar untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Sumber Sira sendiri dikelola oleh perangkat desa dan pemerintah turut mendampingi dalam pengelolaannya sesuai dengan Undang-Undang Regulasi Pemerintahan Kabupaten Malang. Selain itu, organisasi masyarakat seperti karang taruna juga turut membantu dalam mengelola salah satu aset desa yang ada di wilayah ini. Potensi wisata alam Sumber Sira tersebut diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Putukrejo.
B. Fitri Rahmawati, Universitas Hamzanwadi
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan, Volume 4, pp 60-67; doi:10.29408/fhs.v4i2.3135

Abstract:
Merebaknya pandemi Covid 19 mengubah model pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran daring. Pembelajaran daring lebih banyak dilakukan secara tidak langsung (asynchronous) sehingga membutuhkan media pembelajaran yang dapat mendukung penyampaian materi dari guru kepada siswa. Salah satu media yang dapat digunakan adalah media interaktif power point. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penggunaan media interaktif power point terhadap hasil belajar sejarah. Metode yang digunakan adalah pre eksperimen dengan model one shot case study dimana tidak ada kelas kontrol dan tidak ada pretes. Keefektifan terlihat dari rerata skor hasil belajar yang diperoleh siswa dibandingkan dengan skor KKM yang telah ditetapkan (75). Uji analisis menggunakan rumus one sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan nilai sig. (2-tailed) = 0,001 < 0,05 = α yang berarti penggunaan media interaktif power point efektif terhadap hasil belajar sejarah siswa di MAN 1 Lombok Timur. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat direkomendasikan untuk menggunakan media interaktif power point sebagai alternatif media pembelajaran daring.
Arif Al Anang, Universitas Gadjah Mada, Ahmad Husein, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan, Volume 4, pp 68-79; doi:10.29408/fhs.v4i2.2592

Abstract:
Tulisan ini akan mendiskuisikan tentang banyaknya aliran pemikiran yang diwarisi generasi umat Islam. Islam akan menjadi lemah disebabkan banyaknya aliran yang melahirkan perpecahan dan menjadi dampak negatif bagi Islam sendiri. Setelahnya wafatnya Nabi para sahabat merumuskan siapa yang akan mengantikan kekhalifahan (pemimpin) dalam Islam Sehingga memakamkan Nabi tertunda selama dua hari. Terpilihlah khalifah yang pertama Abu Bakar yang kedua Umar bin Khattab, ketiga Usman bin Affan dan yang keempat Ali bin Abi Thalib. Penelitian yang ada di hadapan pembaca ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Kemunculan Aliran-aliran politik dalam Islam disebabkan kebijakan Ali bin Abi Thalib yang menyetujui attahkim (arbitrase) antara pasukan Ali dan Muawiyah, sehingga sebahagian pasukan Ali kecewa karena kebijakan tersebut dan menjadi perpecahan ummat Islam.
Monica Lawrence Sibuea, Universitas Riau, Bunari Bunari, Asyrul Fikri
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan, Volume 4, pp 91-104; doi:10.29408/fhs.v4i2.3338

Abstract:
Tokoh yang menjadi salah satu pahlawan dalam konfrontasi Indonesia-Malaysia adalah Harun Bin Said yang merupakan anggota Korps Komando Operasional Angkatan Laut. Melakukan sabotase dan meledakkan gedung MacDonald House sebagai salah satu gedung penting di Singapura. Namun sayang karena diduga sebagai bentuk kegiatan terorisme, Harun pun dihukum gantung oleh pemerintah Singapura. Penelitian ini akan membahas tentang (1) Latar belakang kehidupan Harun bin Said hingga bergabung dalam KKO; (2) Peranan Harun bin Said sebagai tokoh pejuang dalam Konfrontasi Indonesia Malaysia 1963-1968; dan (3) Akhir perjuangan Harun bin Said dalam Konfrontasi Indonesia Malaysia 1963-1968. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode sejarah dengan empat tahapan yakni heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Pengumpulan sumber diperolah dari Kearsipan Negara Republik Indonesia, Perpustakaan Korem 031/Wira Bima Kota Pekanbaru, Perpustakaan Umum dan Kearsipan Kota Pekanbaru, Perpustakaan Wilayah Soeman H.S Pekanbaru, Perpustakaan Kota Batam, Perpustakaan BP Batam dan Kantor Legiun Veteran Republik Indonesia Kota Batam. Serta melakukan wawancara kepada keluarga, para tentara dan sukarelawan operasi Dwikora. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Harun bin Said merupakan pahlawan pejuang dalam konfrontasi Indonesia-Malaysia yang melakukan sabotase melalui misi rahasia ke Singapura pada operasi Dwikora.
Afiani Arofatul Zidah, Universitas Negeri Malang
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan, Volume 4, pp 80-90; doi:10.29408/fhs.v4i2.2974

Abstract:
Perang dunia I terjadi pada tahun 1914-1918 yang melibatkan kekuatan besar antara Blok Sekutu dengan Blok Sentral. Setelah 4 tahun berperang Jerman yang merupakan blok sentral mengalami kekalahan melawan Sekutu. Pada tahun 1919 diadakan perjanjian damai antara negara-negara sekutu dengan Jerman. Perjanjian tersebut adalah perjanjian Versailles dimana Jerman menerima tanggung jawab penuh atas terjadinya perang. Perjanjian Versailles ini ternyata dibuat sepihak oleh Sekutu untuk menghukum Jerman. Jerman tidak diberikan kesempatan untuk bernegoisasi. Sekutu memberikan ketentuan hukuman kepada Jerman seperti militer,ekonomi dan kewilayahan. Dampak dari perjanjian Versailles sangat di rasakan oleh Jerman karena mengalami krisis ekonomi yang parah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode kualitatif digunakan untuk memperhatikan suatu peristiwa. Dalam menggunakan metode kualitatif ini penulis mengumpulkan data yang akan diteliti kemudian mendeskripsikan secara detail dari data-data yang diperoleh melalui jurnal,dokumen, maupun buku. Metode kualitatif ini menggunakan teknis analisis yaitu dengan mengkaji suatu permasalahan dengan lebih mendalam. Tujuan artikel ini untuk mengetahui isi perjanjian Versailles, tokoh dari perjanjian Versailles, dampak perjanjian Versailles, dan pelanggaran perjanjian Versailles.
Mira Bella, Universitas Pgri Palembang, Sukardi Sukardi, Kabib Sholeh
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan, Volume 4, pp 34-47; doi:10.29408/fhs.v4i1.2433

Abstract:
Palembang merupakan salah satu kota tertua di Indonesia sehingga kehidupan masa kuno hingga masa sekarang ini telah meninggalkan berbagai peninggalan dan bukti sejarah terutama peninggalan-peninggalan masa kolonial Belanda di komplek Pertamina Plaju Palembang. Peninggalan-peninggalan sejarah tersebut sebenarnya secara tidak langsung banyak masyarakat mengetahui tetapi sayangnya nilai-nilai sejarah yang terkandung pada peninggalan tersebut tidak banyak yang tahu sehingga hanya sebagai benda atau bangunan peninggalan sejarah yang dianggap biasah saja dan kurang diminati atau dimanfaatkan. Padahal nilai-nilai sejarah peninggalan masa Kolonial tersebut dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah yang menarik dan penting untuk dipelajari. Adapun tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis nilai-nilai sejarah peninggalan masa Kolonial di Komplek Pertamina Plaju Palembang sebagai sumber pembelajaran sejarah. Metode yang digunakan adalah metode sejarah, dimana diawali mulai dari Heuristik atau proses pengumpulan data lapangan dan studi pustaka, kedua verifikasi data, ketiga Interpretasi sejarah atau teknik menganalisis atau penafsiran sejarah yang terakhir adalah Historiografi atau proses penulisan sejarah itu sendiri. Hasil penelitian ini adalah temuan peninggalan-peninggalan sejarah masa kolonial di komplek Pertamina Plaju adalah bagunan gedung olahraga SMA Patra Mandiri, saluran air terdiri dua tingkat, bangunan rumah arsitektur Eropa, bangunan rumah sakit dan temuan lainnya. pada peninggalan tersebut tentu mengandung nilai-nilai sejarah penting sehingga menarik untuk dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah. DOI: 10.29408/fhs.v4i1.2433
Abdul Hafiz, Universitas Hamzanwadi, Zidni Zidni, Muhammad Shulhan Hadi
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan, Volume 4, pp 24-33; doi:10.29408/fhs.v4i1.2312

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui sejarah pandangan Tan Malaka dan Soekarno (2) mengetahui makna dari pandangan Tan Malaka dengan Soeakrno dalam persepektif kemerdekaan Indonesia (3) mengetahui pandangan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir mengenai pandangan Tan Malaka. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian kualitatif, karena data yang akan diperoleh di lapangan lebih banyak bersifat informasi atas keterangan-keterangan. Penelitian kualitatif atau penelitian naturalistik sebagaimana pendapat menyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang bersifat atau memiliki karakteristik bahwa data dinyatakan dalam keadaan yang sewajarnya atau sebagaimana adanya (natural seting) dengan tidak merubah kedalam bentuk simbol atau bilangan. Sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah. Metode penelitian sejarah adalah sekumpulan prinsip dan aturan yang sistematis, yang dimaksudkan untuk memberikan bantuan yang efektif dalam mengumpulkan sumber, kemudian menyajikan sebagai suatu sintesis biasanya dalam bentuk tertulis. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pandangan Tan Malaka tentang kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari kerja keras masayrakat Indonesia karena tanpa mereka Indonesia tidak akan mendapatkan kemerdekaan 100%, sedangkan pandangan Soekarno mengenai kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari kerja keras dari Soekarno sendiri dan campur tangan dari Jepang yang ikut serta membantu dalam mengalahkan sekutu. Selain perbedaan pandangan tersebut, Tan Malaka juga berpendapat pada tanggal 17Agustus 1945 itu Indonesia belum merdeka sepenuhnya. DOI: 10.29408/fhs.v4i1.2312
Nurhajjah Nurhajjah, Universitas Hamzanwadi, Badarudin Badarudin, B Fitri Rahmawati
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan, Volume 4, pp 14-23; doi:10.29408/fhs.v4i1.2254

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi guru sejarah tentang eksistensi museum Negeri Nusa Tenggara Barat sebagai sumber dan media pembelajaran sejarah. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriftif. Penelitian ini berfokus pada persepsi guru sejarah tentang keberadaan museum Negeri Nusa Tenggara Barat dalam pembelajaran sejarah di Madrasah Aliyah Kecamatan Aikmel. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Teknik triangulasi sumber dan metode peneliti gunakan untuk menguji keabsahan data. Analisis data dapat dilakukan dengan cara interaktif dan berlangsung terus menerus sampai tuntas. Hasil dari penelitian ini adalah Eksistensi Museum Negeri NTB dapat memberikan manfaat sebagai sumber dan media dalam pembelajaran sejarah. Terdapat beragam manfaat yang diperoleh dalam pembelajaran sejarah ketika memanfaatkan museum sebagai sumber dan media pembelajaran yaitu: 1) siswa memiliki pengalaman yang konkrit dalam belajar sejarah, karena museum memiliki koleksi mengenai bukti-bukti dari peristiwa sejarah yang dipelajari. Hal ini dapat memberikan hasil belajar yang lebih bermakna; 2) guru memiliki referensi tambahan dalam membelajarkan sejarah, sehingga dapat melengkapi kekurangan sumber pembelajaran; 3) guru dapat menerapkan metode karya wisata sebagai alternatif untuk menciptakan pembelajaran yang lebih bervariasi; 4) siswa menjadi lebih termotivasi untuk belajar sejarah; 5) menghilangkan rasa bosan dalam belajar sejarah. DOI: 10.29408/fhs.v4i1.2254
Ani Roisatul Muna, Universitas Muhammadiyah Malang
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan, Volume 4, pp 1-14; doi:10.29408/fhs.v4i1.2188

Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi karena adanya beberapa temuan mengenai ketidaksesuaian analisis buku siswa pada kurikulum 2013. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis materi buku siswa. Sehingga dengan adanya penelitian ini diharapkan agar sesuai dengan analisis yang telah dilakukan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan (library research). Sumber data yang digunakan penelitian ini berupa buku, jurnal, dan situs internet yang terkait dengan topik yang dipilih. Teknik pengumpulan data dengan identifikasi wacana dari buku-buku, jurnal dan informasi lainnya yang terkait. Selanjutnya dianalisis dengan metode analisis deskriptif, yaitu dengan mengumpulkan dan menyusun suatu data, kemudian dilakukan analisis terhadap data tersebut. Dari hasil analisis buku siswa Sejarah Kebudayaan Islam, maka hasil yang diperoleh dari peneliti yaitu banyaknya keterampilan / maharah yang diberikan pada siswa tidak menjamin bagi peserta didik dalam memahami semua materi yang disajikan oleh guru, kemungkinan dengan memberikan hanya beberapa keterampilan saja, namun materi akan dikuasai dengan baik oleh peserta didik. Dengan begitu, meskipun ada banyak maupun sedikitnya keterampilan yang disajikan pada KD tidak mempengaruhi keterampilan pada peserta didik. DOI: 10.29408/fhs.v4i1.2188
Atika Rahmania Putri, Universitas Pgri Palembang, Kabib Sholeh, Sukardi Sukardi
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan, Volume 4, pp 48-59; doi:10.29408/fhs.v4i1.2439

Abstract:
Sejarah toponim pada suatu wilayah sangat penting untuk diketahui dan dipelajari oleh siswa-siswi sebagai pembalajaran sejarah kelokalan. Untuk saat ini sejarah toponim wilayah kota Lahat belum banyak diketahui nilai-nilai sejarah yang terkandung pada tempat tersebut terutama bagi masyarakat luas, padahal kota Lahat merupakan wilayah yeng menyimpan nilai-nilai sejarah dalam perjalanannya hingga seperti sekarang ini. Pada sisi lain nilai sejarah toponim ini juga dapat dijadikan sumber pembalajaran sejarah yang menarik. Adapun tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganlsis nilai-nilai sejarah toponim wilayah kota Lahat. Metode yang digunakan adalah metode sejarah (historis), mulai dari heuristic atau pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, studi Pustaka. Langkah kedua adalah ferivikasi data, Teknik analisis datanya menggunakan interpretasi sejarah atau penafsiran sejara. Langkah terakhir adalah historiografi atau penulisan sejarah. Hasil penelitian adalah terdapat toponim wilayah yang mengandung nilai-nilai sejarah penting bagi kota Lahat seperti toponim Jl.Balai Yasa Kreta Api, Pasar Belande, Terowongan Gajah dan lain sebagainya. Pada toponim wilayah tersebut mengandung nilai-nilai sejarah seperti nilai perkembangan ekonomi kota lahat, nilai kemajuan tekhnologi dan nilai lainnya. Nilai-nilai sejarah toponim kabupaten kota Lahat dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah. DOI: 10.29408/fhs.v4i1.2439
Back to Top Top