JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH)

Journal Information
ISSN / EISSN : 2599-0179 / 2599-0160
Published by: Universitas Medan Area (10.31289)
Total articles ≅ 21
Current Coverage
DOAJ
Filter:

Latest articles in this journal

Putra Fajar, Ari Widyati Purwantiasning
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH), Volume 4, pp 136-148; https://doi.org/10.31289/jaur.v4i2.4462

Abstract:
Kawasan Kowloon Hongkong merupakan kawasan perkotaan di Hongkong yang terdiri dari Semenanjung Kowloon and New Kowloon, Kawasan ini merupakan pusat kota dari negara hongkong yang mempunyai mobilitas tinggi. Kawasan kowloon memiliki beragam fasilitas seperti perkantoran, komersial, bisnis, fasilitas umum, residensial, konservasi, dan rerkreasi. Arsitektur kawasan sebagian besar memiliki gaya internasional atau modern yang menjadikan infrastruktur nya memiliki kualitas baik dan menjadi daya tarik bagi pengunjungnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep imagability dan permeability dalam pengembangan kawasan pusat kota Kowloon dengan menggunakan teori kevin lynch. Imageability merupakan penggambaran kualitas fisik yang dimiliki suatu objek atau kawasan. Permeability merupakan kualitas aksesibilitas dan aktivitas pergerakan manusia pada suatu kawasan. Kawasan Kowloon memiliki imageability dan permeability yang baik yang menjadikan kawasan ini legibility.
Yunita Syafitri Rambe
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH), Volume 4, pp 181-194; https://doi.org/10.31289/jaur.v4i2.4975

Abstract:
Kawasan Perkemahan Sibolangit merupakan suatu Kawasan Ruang Terbuka sebagai daerah resapan pada Kawasan Kecamatan Sibolangit. Pada saat ini, perkemahan Sibolangit selain dijadikan daerah bagi perkemahan juga dibuka untuk pengunjung dan wisatawan umum. Kawasan perkemahan Sibolangit mempunyai topografi yang berbukit-bukit, terdapat sungai dan pohon-pohon. Pada saat ini, sudah mulai bermunculan beberapa bangunan yang dibangun tidak sesuai dengan kebutuhan lahan. Padahal sebuah Kawasan wisata diperlukan suatu strategi dalam pengembangannya. Usaha pariwisata yang baik adalah usaha pariwisata yang memperhatikan kekhasan, keunikan, keanekaragaman serta kebutuhan manusia untuk berwisata. Dari latar belakang yang ada, maka diperlukannya suatu analisis kelayakan sebagai suatu strategi dalam pengembangan Kawasan perkemahan Sibolangit sebagai suatu Kawasan wisata. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan metode SWOT untuk mengetahui kendala, ancaman eksternal, prospek yang menghasilkan strategi untuk dijadikan konsep pengembangan yang baik. Luaran dari penelitian ini diharapkan menjadi dasar dalam strategi konsep pengembangan Kawasan Perkemahan Sibolangit dan juga diharapkan dapat berguna bagi penelitian lainnya.
Vora Intend Cahyani, Irnawati Siregar, Rasyidin Rasyidin
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH), Volume 4, pp 131-135; https://doi.org/10.31289/jaur.v4i2.4879

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan Sekolah dan Terapi Anak Autis di kota Padang, sesuai dengan kebutuhan dan keterbatasan yang mereka miliki, dan karakteristik perilaku. Permasalahan yang ada pada sekolah dan terapi anak autis saat ini, adalah ruang sekolah tidak sesuai dengan fungsinya, dimana banyaknya rumah tinggal dan ruko menjadi tempat belajar bagi penderita autis, sehingga aktifitas belajar dan terapi bagi anak penderita autis tidak terakomodasi dengan baik serta belum memperhatikan keamanan dan kenyamanan pengguna bangunan baik secara fisik maupun psikis anak autis. Metode yang digunakan dalam menyelesaikan perencanaan ini, yaitu menggunakan metode kualitatif deskriptif yang mampu mendeskripsikan dan menganalisa kegiatan atau data yang bersifat alamiah, menggunakan data primer dan data sekunder. Analisis dan pembahasan yang digunakan berupa konsep dan desain visual bangunan sekolah dan terapi anak autis, sesuai dengan pedoman dan peraturan pemerintah. Hasil dari Perencanaan ini menerapkani tema arsitektur perilaku, pada sekolah dan terapi anak autis berdasarkan keamanan dan kenyamaan pengguna baik secara fisik maupun psikis anak autis.
Jacob Adha Putra, Mira Dharma Susilawaty, Pedia Aldy
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH), Volume 4, pp 96-104; https://doi.org/10.31289/jaur.v4i2.4575

Abstract:
Banyaknya masyarakat yang berminat terhadap mainan LEGO membuat mainan LEGO menjadi terkenal. mulai banyaknya event-event yang diselenggarakan di mall atau convention center terhadap mainan LEGO, memunculkan ide untuk merancang LEGO Center. ide ini muncul karena tidak adanya tempat yang mengkhususkan untuk kegiatan menggunakan mainan LEGO tersebut. tujuan perancangan bangunan LEGO Center ini adalah sebagai tempat pameran, dan sebagai tempat rekreasi yang bersifat edukasi dengan menggunakan LEGO. Menggunakan tema arsitektur kubisme, yang dimana pemikirian ini timbul dari sudut pandang LEGO yang memiliki tiga dimensi panjang, lebar dan tinggi. Konsep pada rancangan LEGO Center di Kota Pekanbaru ini menggunakan konsep “Tumpukan LEGO Bricks” yang dihasilkan dari keterkaitan objek rancangan dan tema Arsitektur Kubisme terhadap objek rancangan yang memiliki penyederhanaan bentuk-bentuk kotak atau kubus sesuai dengan sifat Kubisme.
Delfina Yanti, Melani Cahyani,
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH), Volume 4, pp 105-113; https://doi.org/10.31289/jaur.v4i2.4747

Abstract:
Pasar Jiung adalah pasar tradisional yang berada di daerah Kemayoran Jakarta Pusat yaitu berada di sisi Jalan Benyamin Sueb, Jalan Haji Ung, Jalan Kemayoran Gempol Barat, dan Jalan Kemayoran Gempol Utara. Pada saat siang Pasar Jiung ini adalah jalan raya yang dilalui banyak kendaraan umum maupun pribadi sedangkan saat malam hari jalan raya berubah menjadi Pasar Malam Jiung yang sangat ramai yang terdiri dari kios tenda yang berderet pada ruas Jalan Kemayoran Gempol. Pada dasarnya kios tenda yang ada di Pasar Malam Jiung ini merupakan milik warga yang berada di sekitar Pasar Jiung maupun luar kawasan tersebut bahkan luar Kota Jakarta. Aktivitas maupun sirkulasi di Pasar Jiung cukup padat baik dari kendaraan bermotor maupun para pejalan kaki yang sering menyebabkan kemacetan di sekitar Pasar Jiung dan sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kegiatan aktivitas permukiman dan Pasar Jiung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan melakukan observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Kesimpulan penelitian ini adalah aktivitas pasar yang membentuk ruang yang tidak nyaman dan tidak teratur. Namun ketidaknyamanan ini masih menampung aktivitas yang berlanjut karena kebutuhan akan nilai ekonomi dari barang yang ditawarkan pasar tersebut
Gitiya Gittasya, Yohannes Firzal, Pedia Aldy
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH), Volume 4, pp 124-130; https://doi.org/10.31289/jaur.v4i2.4807

Abstract:
Indoor Snow Park adalah wahana rekreasi bertema salju di Pekanbaru, selain berfungsi sebagai rekreasi bangunan juga dapat berfungsi sebagai sarana olahraga es. Pekanbaru di pilih sebagai lokasi desain karena kurangnya sarana rekreasi dan sebagai bentuk mensimulasi alam musim dingin di kota yang beriklim tropis. Indoor Snow Park menerapkan prinsip desain Jean Nouvel karena prinsip desain Jean Nouvel selaras dengan fungsi bangunan dimana pada setiap bangunan yang ia rancang Jean selalu memberikan suasana yang kontras pada bangunanya, sama halnya dengan rekreasi salju di tengah iklim tropis. Konsep yang diterapkan pada Indoor Snow Park ini adalah Snowflakes. Konsep ini terinspirasi dari fenomena turunnya salju di negara subtropis, yang sejalan dengan fungsi rancangan yaitu wadah rekreasi musim dingin. Analogi dari Kristal es ini lah yang kemudian diterapkan pada bentuk, fasad, interior dan lansekap Indoor Snow Park.
Arief Bukhari Nasution, Suprayetno Suprayetno, Aulia Muflih
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH), Volume 4, pp 158-169; https://doi.org/10.31289/jaur.v4i2.4884

Abstract:
Provinsi Sumatera Utara belum memiliki prasarana akuatik dengan tipe A, sebagai tempat mengadakan kompetisi akuatik internasional dan Pekan Olahraga Nasional. Dengan hadirnya pusat akuatik tipe (A) diharapkan akan menjadi pusat pelatihan, kompetisi, dan untuk masyarakat umum menikmati olahraga akuatik. Tema arsitektur futuristik memiliki keterkaitan dengan perancangan, olahraga akuatik yang secara terus menerus berkembang dari masa ke masa, berkaitan dengan citra futuristik pada bangunan yang memberi nilai lebih kepada bangunan sebagai orientasi untuk masa depan. Perancangan tidak hanya terkonsentrasi kepada kepraktisan dan kegunaan semata melainkan juga memperhatikan seni ekspresi pada tampilannya, bentuk bangunan lebih cenderung memanfaatkan tipe garis-garis miring dan elips untuk menciptakan unsur dinamis pada bentuknya. Metode penelitian yang dilakukan yaitu menentukan ide rancangan, kemudian dikembangkan dengan mengumpulkan data, lalu data dikelola dengan cara dianalisis. Hasil analisis digunakan sebagai konsep perancangan. Luaran dari penelitian ini adalah publikasi pada jurnal nasional.
Islamiyati Islamiyati, Suprayetno Suprayetno, Yunita Syafitri Rambe
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH), Volume 4, pp 170-180; https://doi.org/10.31289/jaur.v4i2.4885

Abstract:
Wanita karir memiliki kesibukan sebagai rutinitas harian karenan pekerjaan dan tuntutan hidup yang lebih tinggi, aktifitas tersebut akan mengakibatkan kelelahan, jenuh juga stress dan berdapmpak buruk pada kesehatan serta kecantikan wanita. Hal tersebut menunjukan pentingnya sebuah pusat kecantikan terlengkap untuk kalangan menengah atas yang mewadahi beberapa fasilitas yaitu pelayanan kesehatan, pelayanan kecantikan dan kelas belajar. Tema bioklimatik memiliki keterkaitan dan tepat untuk diterapkan pada bangunan ini, karena bioklimatik merupakan arsitektur yang berlandaskan pada pendekatan pasif dan minim energi dengan memanfaatkan iklim setempat untuk menciptakan kenyamanan bagi penghuni dan menambah kesan baik untuk wanita yang ingin menghilangkan rasa jenuh dan juga stress. Dalam perancangan ini terdapat beberapa medote yang dilakukan yaitu menentukan ide, mengumpulkan data dan dikelola dengan mengalisis kemudian mendapatkan hasil berupa konsep yang akan digunakan dalam merancang. Luaran dari penelitian ini adalah publikasi pada jurnal nasional.
Muhammad Razki Adrell, Pedia Aldy, Gun Faisal
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH), Volume 4, pp 114-123; https://doi.org/10.31289/jaur.v4i2.4754

Abstract:
Penyediaan lingkungan belajar yang baik di sekolah dapat meningkatkan kesehatan dan produktivitas pelajar. SMAN 3 Padang merupakan salah satu institusi pendidikan yang masih kurang dalam memperhatikan lingkungan belajar, yang membutuhkan penyelesaian desain untuk memberikan solusi ke depan. Dengan menggunakan pendekatan sustainable architecture mampu menghadirkan rancangan sustainable school dengan lingkungan belajar yang lebih baik dan berdampak positif pada lingkungan sekolah. Melalui analogi dari konsep “belajar seperti di bawah naungan pepohonan” dan ditransformasikan dengan pendekatan sustainable architecture. Redesain SMAN 3 Padang dapat memberikan lingkungan belajar yang berkelanjutan di sekolah untuk meningkatkan produktivitas siswa dan kemampuan siswa di masa depan, terutama prestasi sekolah.
Harya Bima Prasetya, Mira Dharma Susilawati, Gun Faisal
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH), Volume 4, pp 84-96; https://doi.org/10.31289/jaur.v4i2.4460

Abstract:
Pekanbaru merupakan sebuah ibu kota provinsi Riau yang mempunyai keragaman seni. Perkembangan seni di Pekanbaru dapat di lihat dari bentuk ornamen, pakaian, tarian, musik, maupun komunitas seni. Namun berdasarkan data Kemendikbud menyatakan bahwa Pekanbaru tidak mempunyai sekolah kesenian di tingkat perguruan tinggi. Dengan demikian Institut Kesenian Pekanbaru menjadi respon terhadap kebutuhan masyarakat, sebagai sebuah wadah bagi para remaja untuk mendapatkan pendidikan kesenian di tingkat perguruan tinggi, sehingga menghasilkan seniman-seniman yang profesional pada bidang kesenian. Karya BIG di pilih sebagai preseden agar terciptanya bangunan yang ikonik serta menjadi simbol pendidikan kesenian di pekanbaru. Pada penerapan karya desain BIG mempengaruhi cara pemilihan site pada kawasan pendidikan, menerapkan prinsip Hedonistic Sustainability yang menghasilkan dampak positif ke area sekitar, pemilihan konsep berupa sungai poligon yang berdasarkan bentuk sungai Siak, multi fungsi bangunan yang memiliki fungsi utama sebagai perguruan tinggi dan fungsi sekunder sebagai tempat rekreasi, mengekspos tekstur material bangunan, dan juga bagaimana mengatur organisasi ruang pada bangunan.
Back to Top Top