RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Journal Information
ISSN / EISSN : 2716-4861 / 2716-3997
Total articles ≅ 120
Filter:

Latest articles in this journal

Erni Darmayanti Sijabat, Dwi Suci Amaniarsih, Fani Budi Kartika
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 3, pp 229-233; https://doi.org/10.46576/rjpkm.v3i1.1668

Abstract:
Penyebaran pandemi virus corona atau Covid-19 merupakan tantangan bagi Indonesia, karena sampai saat ini Indonesia masih berjuang untuk memulihkan keadaan dengan melawan pandemi covid 19, khususnya bagi pendidikan yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Dalam pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini pengabdi memberikan literasi atau pemahaman dalam bentuk penyuluhan yang berkaitan dengan aturan atau dasar hukum penyelenggaraan pembelajaran ta. 2020/2021 di masa pandemi covid-19. Dimana metode yang digunakan adalah metode ceramah dan diskusi secara tatap muka langsung, yang dilakukan bersama dengan Guru SMA Harapan 3 Deli Serdang, sebanyak 10 orang. Pemerintah mengeluarkan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) sebagai dasar hukum pelaksanaan pembelajaran daring atau jarak jauh, dan cara-cara yang dilakukan oleh guru dan siswa dalam melakukan proses belajar mengajar antara lain melalui media sosial seperti WhatsApp (WA), telegram, instagram, aplikasi zoom, VoiceNote yang tersedia di WhatsApp, ataupun media lainnya. Namun guru tetap membuat inovasi yang bermanfaat dalam proses pembelajaran dan membuat siswa menjadi semakin tertarik untuk belajar
Badrut Tamam, Sulaichah Sulaichah, M Ihvan Kurnia Z.R, Arifah Setyaningrum, Dian Novita Anggrainy
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 3, pp 209-213; https://doi.org/10.46576/rjpkm.v3i1.1653

Abstract:
Guru memiliki kedudukan dan peran sangat penting dalam meningkatkan potensi peserta didik. Sebagaimana guru-guru di SD Khairunnas Surabaya mempunyai peran penting dalam peningkatan potensi peserta didik di lembaganya. Namun, dari hasil Training Need Analysis (TNA) diperoleh data bahwa masih terdapat beberapa guru muda yang belum linier dan minim pengalaman dalam mengajar. Selain itu, semangat dalam bekerja dan motivasi berprestasi guru-guru di SD Khairunnas ini masih perlu ditingkatkan. Cara atau metode untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan mengadakan pelatihan konsep diri dengan moda IN-ON-IN bagi guru di SD Khairunnas. Tujuan pelatihan ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang konsep diri, sehingga dengan pemahaman akan konsep diri tersebut, diharapkan dapat meningkatkan motivasi berprestasi guru-guru di SD Khairunnas Surabaya. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa ada peningkatan pemahaman tentang konsep diri setelah diberikan materi. Hal ini dibuktikan dengan seluruh nilai post peserta yang lebih tinggi dari nilai pretest. Selain itu, ada peningkatan motivasi berprestasi guru SD Khairunnas setelah mengikuti pelatihan ini. Hal ini dibuktikan dengan 50% lebih tidak ada guru yang terlambat ketika hadir ke sekolah
Hartono Hartono, Mudhar Mudhar
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 3, pp 220-228; https://doi.org/10.46576/rjpkm.v3i1.1667

Abstract:
Sikap aktualisasi diri guru bimbingan dan konseling merupakan aspek penting yang perlu dikembangkan dalam upaya mewujudkan pelayanan bimbingan dan konseling yang bermutu kepada peserta didik. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi multifaktor yaitu faktor penghargaan, pujian, dan suasana kerja terhadap pengembangan sikap aktualisasi diri guru bimbingan dan konseling setelah mengikuti program pengabdian kepada masyarakat. Metode pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan model pelatihan strategi self-management yang dilaksanakan melalui tiga tahap yaitu tahap pertama pendalaman materi, tahap kedua simulasi, dan tahap ketiga pemberian tugas yang diikuti oleh peserta yaitu guru bimbingan dan konseling SMP dan SMA sederajat. Pada tahap pendalaman materi, peserta pengabdian menunjukkan perilaku aktif dalam mencermati materi yang dipresentasikan oleh narasumber melalui pertanyaan, tanggapan, dan argumentasi yang kritis. Pada tahap simulasi, secara kelompok peserta pengabdian melakukan praktik self-management pada konseling kelompok dan bimbingan kelompok yang teramati dan mendapatkan balikan dari narasumber. Sedangkan pada tahap penugasan, peserta pengabdian diberikan tugas untuk mengembangkan model verbatim praksis strategi self-management dalam konseling kelompok melalui google form. Setelah kegiatan selesai tim pengabdian melakukan evaluasi kepada peserta dengan menggunakan kuesioner melalui google form yang hasilnya menunjukkan bahwa kontribusi faktor penghargaan sebesar 80,26%, faktor pujian sebesar 83,66%, dan faktor suasana kerja sebesar 97,05% terhadap pengembangan sikap aktualisasi diri guru bimbingan dan konseling.
Iis Torisa Utami
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 3, pp 97-104; https://doi.org/10.46576/rjpkm.v3i1.1551

Abstract:
Pelaksanaan uji kompetensi keahlian merupakan salah satu standar kelulusan siswa-siswi sekolah menengah kejuruan. Tujuan dari pelaksanaan uji kompetensi keahlian untuk mengetahui tingkat kompetensi dari peserta didik yaitu kompeten atau tidak kompeten. Peserta uji kompetensi adalah siswa- siswi kelas XII jurusan Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran, dan jumlah peserta uji kompetensi sebanyak 20 orang. Mitra dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah SMK Tunas Media yang sudah terakreditasi sehingga dapat melaksanakan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) mandiri. Pelaksanaan UKK di masa pandemi covid-19 dilakukan secara offline selama dua hari mulai tanggal 24-25 Mei 2021.Metode yang digunakan pada kegiatan Abdimas yaitu sebagai penguji eksternal/asesor untuk memberikan penilaian/evaluasi dari hasil UKK yang telah dikerjakan oleh peserta didik SMK Tunas Media. Hasil pelaksanaan UKK menunjukkan bahwa 17 siswa-siswi atau 85% memiliki kriteria kompeten dengan skor 80-90 dan 3 siswa-siswi memiliki kriteria cukup kompeten dengan skor 70-79. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kriteria kompetensi dari para calon lulusan SMK Tunas Media telah memenuhi syarat minimal dari kompetensi yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Albertus Sinaga, Akhyaruddin Akhyaruddin, Larlen Larlen, Rasdawita Rasdawita, Hilman Yusra
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 3, pp 123-128; https://doi.org/10.46576/rjpkm.v3i1.1563

Abstract:
Pembelajaran jarak jauh merupakan alternatif model pembelajaran yang tepat dimasa pandemi covid-19. Mengingat model pembelajaran yang masih bersifat baru sehingga perlu adanya sosialisasi maupun pemberian pelatihan untuk guru terutama guru di Sekolah Menengah Pertama. Oleh karena itu, Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilakukan, yakni di Sekolah Menengah Pertama se-Kabupaten Muaro Jambi yang di bawah lindungan Dinas Pendidikan Kabupaten Muaro Jambi. Di dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat dikhususkan untuk guru Bahasa Indonesia dengan pemahaman materi menulis. Ini dilakukan agar proses pembelajaran materi menulis di Sekolah Menengah Pertama masa Pandemi covid 19 tidak menjadi persoalan, mengingat materi menulis merupakan bentuk keterampilan produktif dalam bahasa Indonesia yang harus dibimbing dan dimonitoring selama pertemuan berlangsung. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan, guru diberikan pemahaman terhadap konsep pembelajaran jarak jauh dan menerima situasi pembelajaran Information and Communication Technology (ICT) hal ini dilakukan agar guru-guru mampu beradaptasi dalam melakukan pembelajaran di masa pandemi covid-19. Sebagai tindak lanjutnya diharapkan kepada pemangku kebijakan untuk ikut ambil bagian dalam melakukan kegiatan pendamping dan dukungan terhadap guru yang mengelola pembelajaran termasuk juga memonitoring dan mengevaluasi proses pembelajarannya di masa pandemi covid-19
Ninuk Riswandari, Muh Aniar Hari Swasono
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 3, pp 241-248; https://doi.org/10.46576/rjpkm.v3i1.1673

Abstract:
Kegiatan pengabdian masyarakat dengan metode blended learning dengan tema "DIGITALISASI SAMPAH" bertujuan untuk mempraktikkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni secara online dan offline akibat mewabahnya virus Covid-19. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi motivasi dan fasilitasi upaya pembangunan, terutama di daerah pedesaan. Masyarakat dapat berbagi permasalahan dan mencari solusi dengan partisipasi tim pengabdian masyarakat sehingga kerjasama terjalin dalam proses pembangunan di daerah setempat. Tujuan atau target yang diharapkan dapat dicapai adalah: (a) mengubah administrasi pengelolaan sampah dari manual menjadi digital. (b) mengetahui pengoperasian bank sampah; (c) mengetahui proses pengolahan limbah. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dalam bentuk PAR (Participatory Action Research) serta sosialisasi dan pelatihan dengan melibatkan masyarakat, pemerintah desa dan pengelola bank sampah secara langsung dan tidak langsung. Beberapa hasil yang dicapai dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah sistem administrasi pengelolaan sampah menggunakan Microsoft Excel, dioperasikannya sistem bank sampah dan proses pengolahan limbah organik
Ni Wayan Meidariani, Anak Agung Ayu Dian Andriyani, Ida Ayu Putri Gita Ardiantari
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 3, pp 21-27; https://doi.org/10.46576/rjpkm.v3i1.1106

Abstract:
Pandemi covid-19 yang melanda dunia membawa dampak yang buruk terhadap perekonomian negara, salah satu negara yang mengalami dampak pademi covid-19 adalah Indonesia. Bali yang merupakan salah satu pulau di Indonesia, sebagian besar penduduknya bekerja di bidang pariwisata. Adanya wabah covid-19 ini menyebabkan kebangkrutan usaha pariwisata khususnya bidang akomodasi sehingga banyak karyawan hotel yang mengalami putus hubungan kerja. Dalam situasi yang sulit ini, peran masyarakat lainnya sangat diperlukan untuk saling membantu. Bentuk bantuan yang diperlukan masyarakat tidak hanya sebatas pengadaan sembako atau bantuan uang tunai saja. Salah satu upaya untuk membantu para karyawan hotel adalah memberikan pelatihan gratis kepada mereka tentang pengenalan budaya Jepang dan bahasa Jepang perhotelan. Tujuan pelatihan bahasa Jepang perhotelan untuk menambah kemampuan berbahasa Jepang sehingga dapat meningkatkan hospitality para pekerja hotel dalam melayani wisatawan Jepang. Pengetahuan yang diperoleh melalui pelatihan tidak akan habis dan dapat meningkatkan SDM karyawan hotel saat pariwisata dibuka. Pelatihan dilakukan secara online menggunakan media jitsi. Berdasarkan hasil evaluasi disimpulkan bahwa 80% karyawan hotel tidak mengetahui etika dalam melayani wisatawan Jepang karena mereka tidak paham tentang perbedaan budaya Jepang. Bahasa Jepang yang digunakan oleh para karyawan hotel masih menggunakan ragam santai tanpa memperhatikan kedudukan lawan bicara karena menganggap bahasa Jepang seperti bahasa Indonesia yang tidak mengenal tingkatan berbahasa
Fera Nelfianti, Rini Martiwi, Arif Rahman, Aris Kurniawan
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 3, pp 115-122; https://doi.org/10.46576/rjpkm.v3i1.1560

Abstract:
Teknologi Informasi semakin berkembang pesat. Hal ini menyebabkan siapa saja dapat mengakses internet dengan mudah. Bagi anak-anak usia sekolah internet tentunya menjadi bagian dari kehidupannya sehari-hari baik yang tinggal di daerah maupun di perkotaan atau yang bisa kita kenal dengan generasi digital. Generasi ini dinamakan generasi digital karena dari mereka lahir sudah kenal dengan berbagai macam perangkat digital. Generasi ini akan memanfaatkan internet dengan cara yang positif tentu saja banyak sekali hal-hal dan informasi baik yang didapat seperti dalam bidang pendidikan, pengetahuan yang tersedia dari seluruh platform yang sangat mudah diakses. Selain itu juga anak-anak dapat memanfaatkan internet untuk melatih otak dengan permainan-permainan yang edukatif. Pemanfaatan internet juga sebagai bagian dari komunikasi, sebut saja electronic mail, atau aplikasi-aplikasi pesan instan yang dapat mudah di unduh di internet. Selain itu juga internet digunakan sebagai media untuk terhubung dan bersosialisasi dengan cara daring, seperti aplikasi facebook, Instagram, youtube dan lain-lain. Seiring dengan perkembangan kemajuan dari teknologi internet dan kemudahan dalam mengakses data, maka tentu saja ancaman negatif dari internet sangatlah dekat. Mudahnya mengakses konten-konten pornografi, cyberbullying, judi, dan pelecahan pun tentu saja menjadi ancaman yang menakutkan yang mempengaruhi remaja saat ini, hal tersebut menjadi alasan perlunya diadakan pendekatan, pemahaman dan sosliasisasi penggunaan internet yang baik sehingga dapat mengatasi bahaya yang ada. Adapun manfaat yang diperoleh dari kegiatan Pengabdian Masyarakat melalui pelatihan Internet Sehat dan Aman Untuk Remaja di bawah binaan Panti Wisma Karya Bakti bisa dilihat dari hasil posttest pengetahuan mereka tentang internet sehat. Menurut peserta pelatihan, dengan diadakannya pelatihan ini mereka mendapatkan manfaat yang cukup besar sehingga mengetahui Batasan-batasan dalam mengakses internet. Para peserta awalnya menganggap link-link yang beredar dapat dengan mudah di akses tanpa ada bahaya konten, dengan pelatihan ini, para peserta lebih berhat-hati lagi dalam mengakses informasi yang ada di internet
Luh Ari Adnyani, Kadek Ayu Warsini, Made Sri Rahayu, Ni Luh Putu Eka Yudi Prastiwi
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 3, pp 249-253; https://doi.org/10.46576/rjpkm.v3i1.1676

Abstract:
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan tambahan pengetahuan khususnya dalam pencatatan keuangan dan pembuatan label produk dodol di Desa Penglatan. Desa Penglatan merupakan desa yang terletak di Kecamatan Buleleng, Bali. Mayoritas kegiatan masyarakat memproduksi dodol, salah satu UMKM Dodol yang terkenal adalah Dodol Ibu Darmini. Dodol produksi IIbu Darmini menggunakan bahan–bahan berkualitas sehingga rasa dan teksturnya sangat terjaga. Namun terdapat beberapa kendala yang dihadapi oleh UMKM dodol Ibu Darmini yaitu pada aspek produksi khususnya dibagian label dan aspek keuangan yaitu pencatatan keuangan. Metode yang digunakan yaitu wawancara dan observasi, setelah mengetahui permasalahan pada UMKM Dodol Ibu Darmini yaitu dilakukan pembinaan khusus pada aspek produksi dan keuangan. Hasil dari pembinaan ini adalah UMKM Dodol Ibu Darmini mampu mencatat keuangan usahanya dan produknya pun sudah menggunakan label.
Masreviastuti Masreviastuti, Mahmudatul Himmah, Abdullah Helmy, Lilies Nur Aini, Fauziah Fauziah, Fullchis Nurtjahjani
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 3, pp 28-34; https://doi.org/10.46576/rjpkm.v3i1.1224

Abstract:
Pemimpin memiliki peran kunci dalam menjaga kelangsungan organisasi melalui upaya menggerakkan segenap personil sesuai tanggungjawab yang diemban, terlebih ketika diperhadapkan pada kemajuan dan perubahan dewasa ini semakin memposisikan pentingnya pemimpin. Konstribusi dari masing-masing anggota dapat dipicu oleh peran pemimpin dan kesadaran dari setiap anggota. RW 03 Kelurahan Ketawang Gede jumlah anggota PKK yang terdiri dari Ibu-ibu yang jumlahnya 30 orang dengan profesi 90%: wirausaha, 10% Karyawan Swasta dan PNS usia antara 25-50 tahun dimana mereka harus berperan aktif dalam pelaksanaan program PKK. Oleh karena itu perlu adanya bekal Ilmu Pengetahuan dan Ketrampilan Kepemimpinan bagi PKK RW 03 Kelurahan Ketawang Gede Kel Lowokwaru untuk dapat membentuk dan memiliki jiwa servant leadership. Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian Bimbingan dan Pelatihan Tentang Implementasi Servant Leadership untuk Pemberdayaan PKK RW 03 Kelurahan Ketawang Gede Kecamatan Lowokwaru di Kota Malang telah berhasil dilaksanakan. Hal ini dapat dilihat pada peningkatan presentase peringkat 1 sebelum dan sesudah pemberian materi yang meningkat dari 19% menjadi 63%, dimana peringkat 1 berarti peserta memiliki pengetahuan lebih tentang servant leadership. Selanjutnya terjadi penurunan presentase pada peringkat 2 dan peringkat 3 dimana dalam hal ini hanya tersisa 22% dan 14% peserta yang memiliki pengetahuan rata-rata dan pengetahuan rendah tentang servant leadership
Back to Top Top