RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Journal Information
ISSN / EISSN : 2716-4861 / 2716-3997
Total articles ≅ 85
Filter:

Latest articles in this journal

Iis Torisa Utami
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 2, pp 358-364; https://doi.org/10.46576/rjpkm.v2i2.1192

Abstract:
Pengelolaan korespondensi dan kearsipan merupakan tugas yang mendukung kelancaran tugas administrasi perkantoran. Oleh karena itu kemampuan atau keahlian dalam pengelolaan korespondensi dan kearsipan merupakan hal yang sangat penting untuk karyawan, maka pelatihan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan karyawan di Bank Papua khususnya pada bagian Coorporate Secretary. Tujuan dari pelatihan program pengabdian kepada masyarakat ini memberikan pemahaman mengenai cara pemberian nomor surat dan penyimpanan dokumen perusahaan. Metode yang dilaksanakan dalam pengabdian kepada masyarakat yaitu tahap pertama adalah tahap menerima surat permintaan permohonan sebagai fasilitator dari Banking Development Finance Center (BDFC) sebagai mitra pengabdian kepada masyarakat; tahap kedua yaitu tahap penyusunan atau membuat materi pelatihan; tahap ketiga adalah tahap pemberian materi dan penjelasan materi; tahap keempat adalah tahap evaluasi kegiatan yang terdiri dari sesi tanya jawab atau diskusi, dan tugas latihan/praktik, serta menyebarkan kuesioner sebelum pelatihan dilaksanakan dan sesudah pelatihan dilaksanakan. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah 1) peserta pelatihan memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam mengelola korespondensi dan kearsipan dengan baik dan benar; 2) manfaat dari pelatihan inI sangat dirasakan oleh peserta dalam menunjang pekerjaan administrasi kantor
Iin Suhesti, Henny Kustini, Ester Dwi Antari
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 2, pp 325-330; https://doi.org/10.46576/rjpkm.v2i2.1155

Abstract:
Desa Wisata Kampung Nglurah beralamatkan di Dusun Nglurah, Kelurahan Tawangmangu, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Di desa wisata kampung Nglurah relatif aman dan tentram, namun ada konflik yang sampai hari ini terjadi yaitu adanya pandemi virus corona yang menyerang sistem pernafasan dan mengakibatkan sistem kekebalan tubuh seseorang melemah. Jika sistem kekebalan melemah, kemampuan untuk melindungi tubuh juga berkurang, sehingga patogen, termasuk virus dapat tumbuh dan berkembang dalam tubuh, dari itu perlu adanya upaya untuk menaikkan daya tahan tubuh dengan cara mengkonsumsi obat-obatan, berolahraga, ataupun dengan suplementasi makanan. Suplementasi bahan makanan alam yang mengandung imunostimulan salah satunya adalah serai dan jahe. Serai mengandung dua senyawa utama yang memiliki manfaat sebagai anti-inflamasi yaitu citral dan geranial. Sedangkan jahe mengandung gingerol yang dapat menghambat pertumbuhan berbagai jenis bakteri dan antioksidan dapat memperkuat kekebalan tubuh. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang penggunaan teh serai jahe sebagai penambah daya tahan tubuh menggunakan daun stevia sebagai pemanis alami ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan penggunaan tanaman obat yang berada di lingkungan sekitar khususnya serai, jahe dan daun stevia. Harapannya masyarakat dapat memahami manfaat dari tanaman tersebut seperti serai dan jahe sebagai penambah daya tahan tubuh dan daun stevia sebagai pemanis alami yang aman untuk penderita diabetes. Metode pelaksanaan dalam kegiatan ini dilakukan dengan ceramah, demonstrasi dan pelatihan, serta dilanjutkan dengan diskusi. Kegiatan ini dilaksanakan di Pendopo Guyub, Rukun, Dusun Nglurah, Tawangmangu, Karanganyar dan diikuti oleh 30 orang peserta dari anggota Pokdarwis Sewu Kembang. Peserta sangat antusias dalam memperhatikan materi yang disampaikan dan dalam bertanya. Kegiatan ini menghasilkan produk teh celup serai jahe stevia yang didaftarkan HKI dan artikel ilmiah yang diterbitkan di Jurnal Nasional
Ulfa Nurhayani, Ratna Dina Marviana, Riva Ubar, Ihsan Abdullah
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 2, pp 387-393; https://doi.org/10.46576/rjpkm.v2i2.1228

Abstract:
Usulan kegiatan PKM dengan judul “ Sosialisasi Pengenalan, dan Penyusunan Laporan Keuangan Mesjid Berdasarkan PSAK NO. 45 di Desa Denai Sarang Burung, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang. Pengabdian Kepada Masyarakat ini berfokus pada pada 3 penyelesaian permasalahan khusus dan permasalahan prioritas. Permasalahan adalah sebagai berikut : (1) Para Pengurus mesjid tidak memiliki pemahaman tentang arti penting Laporan pertanggungjawaban pengurus mesjid. Sebagai pengurus mesjid mereka harus tau bahwa bentuk pertanggungjawaban terhadap dana-dana yang masuk ke mesjid harus dipertanggungungjawabkan penggunaannya di hadapan jamaah. (2) Pengurus Mesjid tidak memiliki wawasan tentang Dasar-dasar Akuntansi. Dalam Pembuatan Laporan Keuangan, Pengetahuan tentang dasar-dasar akuntansi sangat diperlukan sebagai pedoman. (3). Para pengurus Mesjid belum memiliki wawasan tentang pentingnya Pembuatan Laporan Keuangan sebagai bentuk Pertanggung jawaban Pengurus Mesjid kepada masyarakat. Padahal Sumbangan dan bantuan yang telah diterima harus ada Laporan Pertanggung jawabannya.Luaran pelaksanaan kegiatan mencakup : (1). Para Pengelola Mesjid Nurul Huda, Desa Denai Sarang Burung mampu memahami dan menjelaskan kembali arti pentingnya Laporan Pertanggungjawaban pengurus mesjid terhadap jamaah. Para Pengurus mesjid memahami Pengertian, Tujuan, Prinsip, Manfaat, dan Format Laporan Pertanggungjawaban. (2). Para Pengelola Mesjid Nurul Huda, Desa Denai Sarang Burung mampu memahami dan menjelaskan kembali Dasar-Dasar Akuntansi, Siklus Akuntansi yang dimulai dari Transaksi, Jurnal Umum, Buku Besar, Neraca Saldo, Jurnal Penyesuaian, Neraca Lajur, dan Laporan Keuangan. (3). Para Pengelola Mesjid Nurul Huda Desa Denai Sarang Burung mahir menyusun Laporan Keuangan Mesjid yang terdiri dari Laporan Aktivitasi, Neraca, dan Laporan Arus Kas sesuai dengan PSAK 45.Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat berjalan dengan lancar dan hasilnya Para Pengelola Mesjid Nurul Huda Mendapatkan
Fullchis Nurtjahjani, Yulis Nurul Aini, Ane Fany Novitasari, Sugeng Basuki
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 2, pp 178-185; https://doi.org/10.46576/rjpkm.v2i2.948

Abstract:
Fenomena kasus perceraian yang terjadi di RW 21 Kelurahan Purwantoro menjadi latar belakang pengabdian ini. Terdapat 3 kasus perceraian yang terjadi di lingkup Ibu-Ibu PKK RW 21. Perlu adanya tindakan agar angka kasus perceraian tidak meningkat dan meresahkan. Perceraian yang terjadi disebabkan oleh ketidakharmonisan keluarga karena sering terjadinya pertengkaran, perdebatan, bahkan kekerasan antar anggota keluarga berdampak buruk pada meningkatnya tingkat stress yang dirasakan oleh anggota keluarga. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan bekal ilmu pengetahuan dan pemahaman bagi ibu-ibu PKK RW 21 Kelurahan Purwantoro Kota Malang untuk menurunkan tingkat stress dengan menciptakan keluarga yang harmonis. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah pre-test, transfer pengetahuan, tanya jawab dan diskusi studi kasus serta post-test pada akhir kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum pelatihan sebanyak 68% (27 orang) peserta tidak mengetahui tentang tingkat stress, sedangkan setelah dilakukan pemberian materi hanya tersisa 28% (11 orang) peserta yang belum memahami. Dengan demikian dapat disiimpulkan terdapat perbedaan pengetahuan yang dimiliki oleh peserta setelah pemberian materi dan diskusi, terlihat bahwa terdapat peningkatan jumlah peserta sebanyak 40% yang mengerti dan mengetahui tentang tingkat stress setelah pemberian materi dan diskusi. Kegiatan pengabdian ini telah berhasil dalam meningkatkan pengetahuan tentang tingkat stress bagi ibu-ibu PKK RW 21 Kelurahan Purwantoro kota Malang
Erni Suyani, Maria Ulfa Batoebara, M. Aqsho, Farida Hanum Nasution
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 2, pp 186-191; https://doi.org/10.46576/rjpkm.v2i2.1034

Abstract:
Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak. Untuk pencegahan telah diupayakan oleh pemerintah Desa Bandar Khalipah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membentuk Kader Pemberdayaan Masyarakat, yaitu membentuk kader posyandu. Faktor yang menyebabkan kinerja kader posyandu dirasakan kurang optimal dan memadai, salah satunya adalah terkait masalah pemahaman tentang gizi balita dan ibu hamil kemudian pelayanan yang benar kepada masyarakat seperti melakukan penimbangan berat badan bayi, pengukuran lingkar kepala, dan panjang bayi yang benar, mencatat kartu menuju sehat (KMS), pemberian makanan tambahan untuk balita dan ibu menyusui. Peningkatan kapasitas kader posyandu merupakan penguatan edukasi kesehatan yang dapat meningkatan pengetahuan kondisi individu, keluarga, dan masyarakat saat memelihara kondisi sehat dan berperan aktif untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat di mulai dari observasi pra kegiatan, beraudiensi dengan mitra, memulai melakukan edukasi sebagai peningkatan kapasitas kader posyandu yang didalamnya ada pemaparan materi dan diskusi, evaluasi dan monitoring. Hasil kegiatan pengabdian ini berupa peningkatan pemahaman tentang gizi balita dan ibu hamil dilihat dari monitoring kegiatan pada tanggal 26 November 2020, kader posyandu mampu menjelaskan pentingnya mengikuti kegiatan posyandu tiap bulannya, guna melihat perkembangan kesehatan balita dan ibu hamil menggunakan pendekatan komunikasi interpersonal, mitra juga sudah mampu untuk menimbang berat dan mengukur lingkar kepala bayi dengan baik. Pengisian KMS pun sudah ditulis dengan tepat, ini menandakan adanya peningkatan kemampuan dan ketrampilan kader posyandu
Reza Septriawan, Sri Mulyani, Listya Devi Junaidi, Syaiful Amri
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 2, pp 199-204; https://doi.org/10.46576/rjpkm.v2i2.1041

Abstract:
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan adalah berupa pelatihan manajemen keuangan yang dilakukan di Mesjid Annazhirin Medan. Adapun jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini yaitu sebanyak 20 jamaah mesjid yang rata-rata sudah memiliki usaha/UMKM masing-masing. Tujuan dilakukannya pengabdiaan ini yaitu: 1) Peserta dapat memahami sebagaimana pentingnya manajemen keuangan bagi usaha; 2) peserta mampu menyusun laporan keuangan sederhana untuk usahanya. Metode yang dilakukan didalam kegiatan pengabdian ini yaitu menggunakan metode ceramah. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan empat tahapan. Tahap pertama adalah tahapan melakukan observasi bagi para jamaah mesjid Annazhirin, tahapan kedua adalah memberikan pelatihan dengan metode ceramah/presentase, tahapan ketiga adalah melakukan diskusi oleh para jamaah mesjid Annazhirin, dan tahapan keempat adalah melakukan evaluasi kegiatan dengan cara mengunjungi beberapa lokasi usaha para jamaah. Setelah dilaksanakannya kegiatan pengabdian ini target yang telah tercapai adalah sebagai berikut: 1) Para peserta telah memahami pentingnya manajemen keuangan usaha; 2) Para peserta sudah mulai dapat melakukan pencatatan keuangan usahanya
Eny Sulistyowati, Arinto Nugroho, Mahendra Wardhana, Muh. Ali Masnun
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 2, pp 230-240; https://doi.org/10.46576/rjpkm.v2i2.1069

Abstract:
Indonesia dengan penduduk mayoritas beragama Islam, berkewajiban melindungi masyarakat muslim, di antaranya melalui Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Konsumen muslim merupakan pangsa pasar yang menjanjikan keuntungan besar bagi pelaku usaha untuk memasarkan produk. Berdasarkan hal tersebut konsumen harus menjadi konsumen yang cerdas. Untuk menjadi konsumen yang cerdas perlu dilakukan pemberdayaan hukum dengan pemberian pengetahuan hukum, pemahaman hukum, sikap hukum terkait peraturan perundang-undangan terkait label halal pada kosmetik khususnya bagi Santri Pondok Al Fattah Sekaran Lamongan. Metode yang ditawarkan dalam mengatasi persoalan tersebut meliputi (1) sosialisasi, (2) penayangan video, (3) diskusi, (3) simulasi baik di kelas maupun di swalayan. Hasil kegiatan menunjukkan, sesudah mengikuti kegiatan para santri : 1) memiliki pengetahuan hukum terkait peraturan perundang-undangan terkait label halal pada kosmetik; 2) memiliki pemahaman hukum artinya mereka memahami maksud dan tujuan pemerintah mengeluarkan terkait peraturan perundang-undangan terkait label halal pada kosmetik; 3) terkait sikap hukum, para santri menyetujui dikeluarkannya peraturan perundang-undangan terkait label halal pada kosmetik. Tetapi dari aspek perilaku hukum, tim kurang berhasil membentuk perilaku hukum para santri untuk menaati peraturan perundang-undangan terkait. Mayoritas para santri masih memilih dan/atau membeli kosmetik yang tidak mencantumkan label halal
Dian Armanto, Edi Suprayetno, Kurniawan Sinaga, Abdi Sugiarto
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 2, pp 379-386; https://doi.org/10.46576/rjpkm.v2i2.1225

Abstract:
Intrumen penilaian pembelajaran yang berkualitas merupakan alat ukur untuk mengetahui pencapaian hasil belajar siswa. Pelatihan penyusunan instrumen penilaian berbasis HOTS ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para guru SD IT Taman Cahaya Siantar dalam menyusun instrumen penilaian berbasis HOTS. Kegiatan Pelatihan ini sangat dibutuhkan oleh para guru dikarenakan masih rendahnya kompetensi guru dalam mendesain instrument penilaian sesuai standar kurikulum. Melalui kegiatan ini para guru diberikan wawasan sekaligus kemampuan secara teknis dalam menyusun instrumen penilaian. Kegiatan pelatihan ini dibagi menjadi lima bagian, yaitu kegiatan pre-test, eksplorasi, elaborasi, konfirmasi dan post-test. Pada tahap pre-test para peserta mengerjakan soal yang berkaitan dengan penilaian berbasis HOTS, pada tahap eksplorasi narasumber melalukan brainstorming kepada peserta yang berkaitan dengan penilaian berbasis HOTS. Setelah melakukan brainstorming narasumber melakukan kegiatan elaborasi, yaitu penjelasan materi tentang penyusunan instrumen penilaian berbasis HOTS. Pada tahap konfirmasi, peserta pelatihan diarahkan untuk membentuk kelompok dan melakukan diskusi dalam menyusun instrumen penilaian berbasis HOTS. Tahap selanjutnya perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelompok lainnya. Pada tahap post-test peserta mengerjakan soal yang berkaitan dengan materi pelatihan dengan hasil terdapat peningkatan nilai post-test dengan nilai peningkatan 59,52% dimana hasil rata-rata nilai post-test meningkat menjadi 74,60 dari nilai rata-rata pre-test 44,40 sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil pelatihan ini secara signifikan dapat meningkatkan pengetahuan guru SD IT Taman Cahaya Siantar dalam mendesain instrumen penilaian berbasis HOTS
Helentina Mariance Manullang, Bambang Hendra Siswoyo, Uswatul Hasan
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 2, pp 248-254; https://doi.org/10.46576/rjpkm.v2i2.1081

Abstract:
Lingkungan V Bagan Deli berada di Kecamatan Medan Belawan. Di Lingkungan ini penduduknya berprofesi sebagai nelayan tradisional dan buruh nelayan Nelayan adalah suatu kelompok masyarakat yang mengandalkan perairan laut sebagai mata pencaharian utamanya, umumnya mereka tinggal di kawasan pesisir pantai dengan sanitasi lingkungan yang kurang baik dan umumnya menggunakan alat tangkap yang sangat sederhana sehingga hasil tangkapannya juga sangat rendah sehingga kebutuhan hidup rumah tangganya sering tidak dapat tercukupi dengan baik. Ketika laut semakin sulit memberi hasil yang maksimal, tak jarang bahkan seringkali hasil tangkapan melaut hanya bisa menutupi kebutuhan satu hari saja. Ketika musim bersahabat saat melaut adakalanya memberikan hasil tangkapan yang melimpah, namun disisi lain harga jual ikannya menjadi turun. Hal ini berdampak pada pemenuhan kebutuhan ekonomi nelayan tradisional dan buruh nelayan tidak tercukupi dengan baik. Tujuan PKM ini adalah memberikan pelatihan teori dan praktek olahan hasil perikanan seperti kaki naga dan fish stick. Sedangkan yang menjadi mitra dalam kegiatan ini adalah Kelompok “Emak-Emak” Pesisir Bagan Deli. Adapun metode PKM ini yaitu: 1) share and discussion, 2) theory and try, 3) realisasi. Hasil produk dari PKM ini adalah kaki naga dan fish stick. Setelah dilakukan pelatihan kepada para anggota mitra ada peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan penghasilan/omset ± 10%
Encep Saefullah, Arta Rusidarma Putra, Tabroni Tabroni
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 2, pp 291-299; https://doi.org/10.46576/rjpkm.v2i2.1111

Abstract:
Pandemi COVID-19 sampai sekarang masih berlangsung, mewabahnya virus ini tidak hanya menghantam bidang kesehatan serta pelayanan publik, bahkan yang lebih parahnya lagi sangat berpotensi melumpuhkan berbagai sektor kehidupan manusia, termasuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Fenomena ini juga sangat berdampak dan dirasakan oleh para pelaku UMKM di Desa Kemuning Kecamatan Waringin Kurung Kabupaten Serang yang jenis usahanya sangat bergantung pada perputaran uang hasil penjualan barang dagangan. Mitra dalam program pengabdian ini adalah Pemerintah Desa Kemuning Kecamatan Waringin kurung Kabupaten Serang dan pelaku UMKM. Program kemitraan masyarakat ini bertujuan memberikan pengetahuan dalam hal pengelolaan manajemen UMKM, inovasi dan pengembangan yang berkaitan dengan optimalisasi media pemasaran produk yang bertujuan untuk memaksimalkan pemasaran atau penjualan yang akan berdampak pada perekonomian masyarakat secara umum dan sentuhan teknologi dalam proses produksinya. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini pengetahuan dan pemahaman para pelaku UMKM mengenai pengelolaan manajemen UMKM meningkat, penggunaan media sosial (Instagram dan Facebook) dan aplikasi chat (Whatsaap) sebagai media pemasaran juga meningkat, keterampilan dalam penggunaan alat produksi pemipih emping yang menggunakan energi putar (engkol) yang semakin baik dan inovasi-inovasi produk yang berupa varian rasa dan kemasan semakin beragam. Dengan menggunakan pendekatan yang positif berupa pendekatan partisipatif, reflektif dan inovatif UMKM emping melinjo diharapkan mampu bersaing dengan jenis usaha-usaha yang lain
Back to Top Top