AgriHumanis: Journal of Agriculture and Human Resource Development Studies

Journal Information
ISSN / EISSN : 2721-2998 / 2721-1665
Total articles ≅ 16
Filter:

Latest articles in this journal

Doni Sahat Tua Manalu, Lavyina Br Bangun
AgriHumanis: Journal of Agriculture and Human Resource Development Studies, Volume 1, pp 117-126; https://doi.org/10.46575/agrihumanis.v1i2.71

Abstract:
Diversifikasi produksi pertanian sebagai salah satu cara untuk meningkatkan perekonomian pertanian, salah satu caranya melalui penganekaragaman produksi komoditas pertanian. Selada keriting dan Seledri merupakan suatu komoditi sayuran yang memiliki prospek dan nilai komersial yang cukup baik, untuk menganalisis peningkatan pendapatan dan kelayakan usaha selada keriting dan seledri hidroponik dilakukan dengan menganalisis data-data yang didapat secara praktek kerja lapangan di Pt. Cifa Indonesia Kabupaten Bogor yang dilaksanakan pada bulan Februari sampai April 2020 untuk mengumpulkan data primer yang meliputi pengamatan, kuisioner , dan wawancara serta pengumpulan data sekunder meliputi data pembiayaan usahatani dan data-data yang berhubungan dengan perusahaan, bertujuan untuk menganalisis peningkatan pendapatan dan kelayakan usaha pada strategi diversifikasi selada keriting dan seledri hidroponik. Analisis data dilakukan menggunakan alat analisis : BEP, B/C Ratio, R/C Ratio, ROI, PBP, IRR, NPV. Total Net Margin yang didapat dari diversifikasi selada keriting dan seledri selama satu tahun adalah Rp55.478.135 dengan nilai Net Benefit Cost 4,4, nilai Net Revenue Cost 2,4 , nilai Return Of Investement 12%, nilai Pay Back Periode 5,5 bulan, nilai Internal Rate Return 55%, dan nilai Net Present Value Rp601.561.199 selama 7 tahun, ini menunjukan bahwa usaha diversifikasi ini layak dikembangkan. Analisis SWOT yang menyatakan usaha diversifikasi produk ini layak dikembangkan, ini ditunjukan berdasarkan strategi strength-opportunities yaitu kekuatan dengan memanfaatkan peluang dengan memaksimalkan hasil produksi selada keriting dan seledri hidroponik yang sesuai dengan permintaan konsumen dan tren pasar sehingga tercipta loyalitas konsumen baik terhadap produk maupun perusahaan.
Yunisa Tri Suci
AgriHumanis: Journal of Agriculture and Human Resource Development Studies, Volume 1, pp 99-106; https://doi.org/10.46575/agrihumanis.v1i2.68

Abstract:
Penyimpanan pada suhu rendah merupakan salah satu penanganan yang diupayakan untuk menjaga kualitas mangga agar sesuai dengan keinginan dan permintaan pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa perubahan mutu buah mangga arumanis selama penyimpanan dingin. Buah mangga Arumanis dengan umur panen 75 HSBM dan 90 HSBM disimpan pada suhu 8 OC dan 13 OC selama 22 hari dengan pengambilan data 2 hari sekali. Indikator mutu yang diukur perubahannya adalah TPT, total asam, rasio gula asam, susut bobot, dan kekerasan. Hasil penelitian menunjukkan terjadi kenaikan TPT dan susut bobot, kekerasan menurun dan total asam mengalami penurunan yang fluktuatif, sedangkan rasio gula asam cenderung meningkat. Terjadinya perubahan indikator mutu mangga Arumanis selama penyimpanan diharapkan dapat menjadi dasar untuk penanganan buah mangga Arumanis selama peyimpanan dingin agar memperpanjang umur simpan dan mempertahankan mutunya selama penyimpanan.
Retno Hermawan
AgriHumanis: Journal of Agriculture and Human Resource Development Studies, Volume 1, pp 87-98; https://doi.org/10.46575/agrihumanis.v1i2.65

Abstract:
Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi terhadap kelas kemampuan P4S. Kelas kemampuan P4S di nilai melalui 5 komponen; (a) Sarana Prasarana Pembelajaran, (b) Kelembagaan, (c) Penyelenggaraan Pelatihan/Permagangan, (d) Ketenagaan, dan (e) Pengembangan Usaha Agribisnis. Tujuan tulisan ini adalah mengetahui kelas kemampuan kelembagaan P4S, dan memberikan rekomendasi perbaikan aspek kelas kemampuan P4S. Metode pengambilan sampel Purposive sampling dengan analisa data deskriftif. Waktu penelitian dilakukan bulan 6 Maret s.d 15 Mei 2020. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 5 Kelas Pemula, 13 Kelas Madya dan 2 kelas Utama. P4S wilayah Kalimantan Selatan perlu peningkatan pada aspek a) Kelembagaan, terkait dengan uraian tugas pengurus dan AD ART, b) Penyelenggaraan Pelatihan/Permagangan, materi pelatihan belum dapat dibuktikan secara fisik dan rendahnya frekuensi & intensitas penyelenggaraan pelatihan/permagangan, c) Pengembangan Usaha Agribisnis, perlu pembinaan peningkatan produksi pertanian agar dapat melakukan export, peningkatan jejaring usaha dengan para pengusaha dan peningkatan jejaring pelatihan agar dapat bekerjasama dengan institusi Pendidikan dan stakeholder lainnya.
Ni Made Wirastika Sari, Ngakan Agus Trisantika, Andi Iva Mundiyah, Dudi Septiadi
AgriHumanis: Journal of Agriculture and Human Resource Development Studies, Volume 1, pp 135-144; https://doi.org/10.46575/agrihumanis.v1i2.76

Abstract:
Hasil hutan bukan kayu merupakan sumber daya hutan yang memiliki peran penting untuk kesejahteraan masyarakat di sekitar hutan, terutama pada kawasan hutan lindung. Madu merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu yang sudah lama dimanfaatkan di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Peningkatan produksi madu nasional perlu dilakukan untuk dapat memenuhi permintaan madu yang tinggi di Indonesia. Salah satu cara peningkatan produksi madu yaitu dengan melakukan budidaya lebah madu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi tentang kelayakan finansial di Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Rinjani Barat. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan pertimbangan jumlah kepemilikan stup/koloni lebah terbanyak. Metode penetilian menggunakan metode kombinasi kuantitatif-kualitatif. Analisis finansial dilakukan untuk mengetahui kelayakan usaha budidaya lebah madu dengan menggunakan kriteria investasi NPV, BCR dan IRR di KPHL Rinjani Barat. Usaha budidaya lebah madu jenis Apis cerana di Resort Malimbu layak untuk dilakukan dengan nilai NPV = Rp. 104.229.381 – Rp.1.036.687.824/ 10 tahun; BCR = 2,85 – 5,79; IRR = 40,92% – 42,34%. IRR = 40,92% – 42,34%. Usaha budidaya lebah madu jenis Trigona sp di Resort Malimbu juga layak untuk dilakukan dengan nilai NPV = Rp. 45.491.153 – Rp. 92.973.767/ 10 tahun; BCR = 1,21 – 1,34; IRR = 23,52% – 27,91%.
Alyaa Nabiila, Wiwin Kurniasih, Aghy Khoirunnisa, Rinaldi Rizal Putra
AgriHumanis: Journal of Agriculture and Human Resource Development Studies, Volume 1, pp 145-152; https://doi.org/10.46575/agrihumanis.v1i2.78

Abstract:
Saat ini lahan pertanian produktif semakin sempit mengakibatkan kuantitas tanah semakin berkurang, sehingga perlu adanya solusi yang mampu menggantikan atau meminimalisasi keperluan media tanam selain tanah, salah satunya adalah batu zeolit. Penggunaan batu zeolit yang diperoleh dari alam secara berkelanjutan akan mengakibatkan eksploitasi sehingga solusi yang ditawarkan adalah proses aktivasi ulang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi dan aktivasi ulang batu zeolit sebagai media tanam dalam pertumbuhan tanaman bayam (Amaranthus sp). Penelitian dilakukan di Green House Jurusan Pendidikan Biologi, Universitas Siliwangi, pada bulan Juli sampai September 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah metode true experimental dengan 11 perlakuan dan satu kali ulangan. Media tanam batu zeolit diaktivasi secara fisika-kimia. Tanaman bayam yang berumur 2 minggu ditumbuhkan pada berbagai media perlakuan antara lain: kombinasi tanah dan batu zeolit dengan proses aktivasi ulang dan aktivasi baru dengan rasio perbandingan 10%:90%, 20%:80%, 30%:70%, 40%:60%, 50%:50% dan kontrol. Parameter pertumbuhan yang diukur berupa jumlah daun, luas daun, berat basah, tinggi batang, dan kemunculan bunga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi aktivasi ulang 40%;60% (Dl) memberikan pengaruh lebih baik terhadap peningkatan jumlah daun sebanyak 3 helai, luas daun 71,5 cm dan berat basah sebesar 18,73 gram.
Yahumri, Alfayanti, Taufik Hidayat, Darkam
AgriHumanis: Journal of Agriculture and Human Resource Development Studies, Volume 1, pp 107-116; https://doi.org/10.46575/agrihumanis.v1i2.72

Abstract:
Sistem Informasi Kalender Tanam Terpadu (SI KATAM Terpadu) merupakan salah satu inovasi teknologi yang dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian. Penerapan teknologi pada usahatani jagung hibrida merupakan salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas. Kelayakan teknologi secara ekonomi merupakan syarat mutlak bagi suatu teknologi agar diadopsi oleh petani. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menghitung keuntungan usahatani jagung hibrida dengan penerapan rekomendasi teknologi pada SI KATAM Terpadu KM 2017 dan, 2) menganalisis kelayakan usahatani jagung hibrida dengan penerapan rekomendasi teknologi pada SI KATAM Terpadu MK 2017. Penelitian dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2017 di lahan 11 orang petani kooperator seluas 4 ha di Kelurahan Kemumu Kecamatan Arma Jaya Kabupaten Bengkulu Utara. Data yang digunakan untuk mencapai tujuan adalah data primer berupa data usahatani yang dikumpulkan pada farm record keeping. Teknologi yang diaplikasikan adalah pendekatan penerapan SI KATAM Terpadu dengan menggunakan varietas Bima 19 URI dan Bima 20 URI. Keuntungan usahatani dihitung menggunakan analisis keuntungan sedangkan kelayakan usahatani diukur dengan nilai R/C ratio dan B/C ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani varietas Bima 19 URI memberikan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan Bima 20 URI dengan nilai secara berturut Rp 13.312.862,-/MT/ha dan Rp 8.560.862,-/MT/ha. Usahatani jagung hibrida dengan penerapan rekomendasi teknologi pada SI KATAM Terpadu MK 2017 secara ekonomi menguntungkan yang ditunjukkan dengan nilai R/C ratio >1 dan secara ekonomi usahatani ini layak untuk dikembangkan karena memiliki nilai B/C ratio >0.
Abel Gandhy, Yahuda Dipo Prabowo, Venty Fitriany Nurunisa
AgriHumanis: Journal of Agriculture and Human Resource Development Studies, Volume 1, pp 77-86; https://doi.org/10.46575/agrihumanis.v1i2.66

Abstract:
Kakao merupakan komoditas ekspor Indonesia yang strategis menghasilkan devisa, namun tidak dapat dipungkiri Indonesia juga masih terhambat industrinya sehingga mengimpor kakao dalam produk jadi. Industri kakao didominasi pengelola asing sedangkan industri lokal belum berkembang secara luas, maka upaya dilakukan pada pengembangan agroindustri bernilai yang dapat dinikmati industri lokal. Melalui kebijakan agroindustri berbasis domestik, pemerintah mendukung pengembangan hilirisasi industri kakao salah satunya pendirian CV Wahyu Putra Mandiri di Trenggalek pada tahun 2015 dan mampu menghasilkan pasta, lemak, bubuk, dan permen cokelat. Nilai tambah sebagai nilai yang tercipta dari berbagai tahap dan pelaku rantai nilai yang berkontribusi dalam penambahan nilai produk. Penelitian bertujuan untuk melihat nilai tambah untuk setiap produk cokelat yang diolah perusahaan. Dengan menggunakan analisis metode Hayami, didapat bahwa nilai tambah terbesar pada produk jadi adalah produk cokelat batang dengan nilai tambah sebesar sebesar Rp 101.446,71/kg.
Lisa Marianah
AgriHumanis: Journal of Agriculture and Human Resource Development Studies, Volume 1, pp 127-134; https://doi.org/10.46575/agrihumanis.v1i2.70

Abstract:
Kehilangan hasil yang disebabkan serangan hama dan penyakit berkisar antara 12-65%. Penyakit utama yang sering menimbulkan kerugian pada usahatani cabai adalah penyakit yang disebabkan oleh golongan virus. Penyakit yang disebabkan oleh virus hanya dapat disebarkan melalui bahan tanam dan serangga vektor. Kajiwidya ini bertujuan untuk mengetahui jenis serangga yang menyebarkan penyakit yang disebabkan oleh virus pada tanaman cabai. Tanaman cabai merah varietas lokal ditanam dengan sistem bedengan menggunakan mulsa plastik perak. Pemupukan tanaman menggunakan pupuk kandang diaplikasikan pada saat pengolahan lahan, dan pupuk susulan NPK yang diaplikasikan setelah penanaman. Penetapan sampel tanaman diambil secara diagonal dengan lima titik pengamatan, masing-masing titik diambil 5 sampel tanaman secara acak. Pengamatan dimulai saat tanaman cabai berumur 25 hst dengan interval 1 (satu) kali seminggu pada pagi hari. Parameter yang diamati adalah Gejala penyakit, Intensitas penyakit, Jenis dan jumlah serangga vektor, serta Jenis dan jumlah musuh alami. Hasil pengamatan ditemukan 3 gejala penyakit yang berbeda dengan intensitas serangan 65,71% (dinyatakan sebagai serangan berat). Ditemukan 3 jenis serangga vektor yaitu kutu kebul, Trips dan Aphids. dimana terjadi peningkatan intensitas serangan seiring meningkatnya populasi serangga vektor tersebut.
, Andi Baso Kresna
AgriHumanis: Journal of Agriculture and Human Resource Development Studies, Volume 1, pp 68-76; https://doi.org/10.46575/agrihumanis.v1i1.56

Abstract:
Penelitian ini dilakukan di Desa Tejakula, Buleleng. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok, dengan lima perlakuan ransum dan empat kelompok berat badan sehingga terdapat 20 unit percobaan. Kelinci-kelinci dialokasikan secara acak kedalam lima perlakuan, yaitu kelinci-kelinci yang mendapat Perlakuan P0: Ransum tidak menggunakan limbah wine anggur terfermentasi dan non fermentasi (Ransum Kontrol), P1: menggunakan 5% limbah wine anggur terfermentasi, P2: menggunakan 10% limbah wine anggur terfermentasi, P3: menggunakan 5% limbah wine anggur non fermentasi dan P4 : menggunakan 10% limbah wine anggur non fermentasi. Ransum dan air minum diberikan secara ad_libitum. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa performa kelinci jantan lokal yang diberikan ransum dengan tambahan limbah wine anggur terfermentasi dan non terfermentasi sampai level 10% (P1, P2, P3 dan P4) menunjukan hasil yang lebih tinggi dari perlakuan ransum kontrol (P0). Variabel karkas juga menunjukan hal yang sama yaitu (P1, P2, P3 dan P4) menghasilkan karkas lebih tinggi dari pada ransum kontrol (P0). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa performa dan karkas kelinci jantan lokal tidak menunjukan perbedaan.
Fitri M Manihuruk
AgriHumanis: Journal of Agriculture and Human Resource Development Studies, Volume 1, pp 55-60; https://doi.org/10.46575/agrihumanis.v1i1.54

Abstract:
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penyimpanan dingin pada sosis daging sapi yang ditambahkan ekstrak kulit buah naga merah. Ekstrak kulit buah naga merah yang ditambahkan sebanyak 40% pada adonan sosis. Sosis disimpan pada suhu dingin (±4 °C) selama 20 hari. Perlakuan penyimpanan dingin pada penelitian ini dianalisis pada hari ke-0, 5 10, 15 dan 20. Data diolah dengan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan uji perbandingan berganda menggunakan uji Duncan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penyimpanan dingin selama 20 hari berpengaruh nyata pada nilai pH dan aw sosis daging sapi yang ditambahkan ekstrak kulit buah naga merah. Nilai pH menurun sampai hari ke-20. Nilai aw menurun sampai hari ke-15 dan stabil di hari ke-20. Stabilitas emulsi sosis daging sapi selama 20 hari penyimpanan dingin tidak berpengaruh nyata dan hasilnya adalah 100%. Perlakuan penyimpanan dingin efektif mempertahankan angka lempeng total sampai hari ke-20 pada sosis daging sapi dengan penambahan ekstrak kulit buah naga merah.
Back to Top Top