Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan

Journal Information
ISSN / EISSN : 16936442 / 26204622
Current Publisher: Universitas PGRI Palembang (10.31851)
Total articles ≅ 25
Filter:

Latest articles in this journal

Vebronius Tani, Rasdam Rasdam, Irandha Citra Marasi Siahaan
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan, Volume 15, pp 63-73; doi:10.31851/jipbp.v15i1.4512

Abstract:
AbstrakPenanganan ikan setelah penangkapan memegang peranan penting untuk memperoleh nilai yang maksimal. Tahap penanganan ini memang menentukan nilai jual dan proses pemanfaatan selanjutnya serta mutu produk. Namun, pada kenyataannya penanganan ikan setelah penangkapan belum dilakukan dengan baik. Adapun tujuan penelitian ini yaitu mengetahui teknik penangkapan diatas kapal purse seine dengan menggunakan metode analisis kualitatif. Hasil penelitian terkait penanganan ada beberapa tahapan yaitu dimulai dari penaikkan ikan ke atas kapal, penanganan ikan sebelum disimpan, penyortiran ikan, pencucian ikan, pembekuan ikan, pengemasan, penyimpanan dan pembongkaran yang ke semuanya itu bertujuan untuk menjaga mutu ikan agar tetap bagus dan harga jualnya tinggi. Kata Kunci : Hasil Tangkapan, Penanganan, Purse Seine AbstractHandling of fish after catching plays an important role to obtain maximum value. This handling phase indeed determines the sale value and the subsequent utilization process and product quality. However, in reality the handling of fish after catching has not been done well. The purpose of this study is to find out the capture technique on purse seine vessels using qualitative analysis methods. The results of the research related to handling there are several stages, namely starting from raising the fish to the boat, handling fish before storing, sorting fish, washing fish, freezing fish, packaging, storing and unloading all of which aim to maintain the quality of fish in order to stay good and the selling price high. Keywords : Catch, Handling, Purse Seine
Adhe Helmi Youardi Ndun, Nyoman Sudiarsa, Irandha Citra Marasi Siahaan
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan, Volume 15, pp 42-47; doi:10.31851/jipbp.v15i1.4473

Abstract:
Potensi sumberdaya perikanan di Perairan Indonesia sangatlah besar dan dalam pemanfaatannya salah satunya digunakan alat tangkap bouke ami. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui substrat dasar perairan fishing ground dan membandingkan hasil tangkapan pada setiap substrat dasar perairan fishing ground dengan menggunakan alat tangkap bouke ami di perairan selat Karimata. Penelitian ini dimulai dari tanggal 13 Desember 2019 hingga 23 Maret 2020 atau sebanyak 102 hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa alat tangkap bouke ami yang digunakan dioperasikan selama 93 hari penangkapan dengan 32 titik lokasi penangkapn yang terdiri dari substrat dasar perairan berlumpur, berkarang dan juga berpasir. Hasil tangkapan pada daerah berpasir yaitu 4310 kg, daerah berkarang yaitu 2015 kg, dan daerah berlumpur yaitu 3355 kg sehingga total hasil tangkapan adalah 9680 kg, hasil tangkapan paling banyak terdapat pada daerah berpasir sedangkan yang paling sedikit adalah daerah berkarangKata Kunci : Hasil tangkapan, Substrat berlumpur,berkarang,berpasir
La Demi, Hjd Waas, Deni Sarianto, Rangga Bayu Kusuma Haris
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan, Volume 15, pp 48-62; doi:10.31851/jipbp.v15i1.4535

Abstract:
Ikan tuna merupakan ikan ekomomis penting. Daerah penangkapan tersebar luas di lima Samudera. Penelitian bertujuan mendeterminasi karakteristik oseanografi perairan Samudera Hindia bagian timur kaitannya dengan daerah penangkapan armada tuna long line dan fiture oseanografi tertentu yang dapat digunakan sebagai indikator penciri daerah potensial penangkapan tuna menggunakan pencitraan satelit oseanografi. Daerah penangkapan armada tuna long line Indonesia dan Jepang pada tahun 2017 terkonsentrasi pada 11° sampai 15° Lintang Selatan dan 113° sampai 120° Bujur Timur. Terkonsentrasi daerah penangkapkan dibuktikan hasil pengamatan menggunakan global fishing watch. Selain itu terjadinya upwelling yang dibuktikan dengan tingginya klorofil- a dan rendahnya SPL pada bulan Juli - Agustus serta kenaikan paras laut dan edies pada bulan Agustus hingga Oktober. Faktor perubahan musim memberikan pengaruh yang besar terhadap sebaran daerah penangkapan di samudra bagian timur Indonesia.
Nurmalasari Nurmalasari, Emy Rusyani, Ika Chandra, Syaeful Anwar, Reno Fitriyanti
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan, Volume 15, pp 21-27; doi:10.31851/jipbp.v15i1.4382

Abstract:
Diaphanosoma sp. merupakan salah satu spesies dari Cladocera yang dapat diberikan pada larva ikan dimana memiliki keunggulan diantaranya yaitu mudah dikultur dengan pertumbuhan yang singkat sehingga dapat diproduksi secara massal. Diaphanosoma sp. digunakan sebagai pakan alami larva ikan, permasalahannya adalah kebutuhan masih kurang terpenuhi jika hanya dari alam. Maka dari itu dibutuhkan budidaya Diaphanosoma sp. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung laju pertumbuhan spesifik Diaphanosoma sp. dengan pakan fitoplankton berbeda. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-April 2019 di Laboratorium Zooplankton Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 4 taraf perlakuan dengan 3 ulangan. Perlakuan (P) yang dilakukan adalah pemberian pakan Diaphanosoma sp. menggunakan fitoplankton berbeda dengan P1 (Chaetoceros sp.), P2 (Nannochloropsis sp.), P3 (Porphyridium sp.), dan P4 (Tetraselmis sp.). Data yang diperoleh kemudian dianalisa menggunakan one way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik terhadap Diaphanosoma sp. terdapat pada P3 dengan laju pertumbuhan spesifik (7.64 %).
Slamet Riyadi, Arno Wiranata, Fitra Mulia Jaya
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan, Volume 15, pp 28-36; doi:10.31851/jipbp.v15i1.4406

Abstract:
Terasi merupakan bumbu tradisional yang banyak disukai oleh masyarakat. Permasalahan penggunaan pewarna buatan terasi diduga dapat diatasi dengan penambahan ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana. L) yang kaya akan anthosianin. Perlakuan pada penelitian ini berupa penambahan Ekstrak Kulit Manggis pada pengolahan terasi dengan berbagai konsentrasi (B/B) yaitu : 0 %, 2.5 %, 5 %, 7.5 %, 10 % (dari berat bahan baku). Nilai analisa fisik dari hasil terasi bubuk terbaik terdapat pada perlakuan penambahan ekstrak kulit manggis 10 % (W5) dengan nilai lightness 47.61, chroma 27.11 dan hue 50.01. Nilai mutu organoleptik terasi bubuk terbaik terdapat pada perlakuan penambahan ekstrak kulit manggis 10 % (W5) dengan nilai warna 3.76 %, penampakan 3.60 %, aroma 3.52 %, rasa 3.60 %. Nilai mutu kimia terasi bubuk terbaik berdasarkan nilai mutu fisik dan organoleptik terbaik adalah kadar air 19.75%, abu 11.14%, protein 40.41%, lemak 2.00 %, karbohidrat 26.30 %.
Ramadhan Ramadhan, Indah Anggraini Yusanti
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan, Volume 15, pp 37-41; doi:10.31851/jipbp.v15i1.4407

Abstract:
Aktivitas yang terjadi di perairan rawa banjiran Desa Sedang Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin menghasilkan limbah buangan dan mengakibatkan perairan tersebut menjadi tercemar. Masuknya limbah buangan tersebut menyebabkan menurunnya kualitas perairan yang ditandai dengan kenaikan konsentrasi zat hara. Zat hara yang umum di lingkungan perairan adalah nitrat dan fosfat. Penelitian ini dilakukan di rawa banjiran Desa Sedang Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin. Sampling kualitas air dilakukan pada Agustus 2016, Juni 2017 dan April 2018 di 3 (tiga) stasiun pengamatan, yaitu stasiun 1 Rawa Nebong Kuning, stasiun 2 Rawa Poron dan stasiun 3 Rawa Banan. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa keberadaan kadar nitrat dan fosfat di rawa banjiran Desa Sedang Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin termasuk dalam kriteria perairan eutrofik.
Rangga Bayu Kusuma Haris, Muhammad Hafiz, Dian Mutiara, Tyas Dita Pramesthy, Rahma Mulyani, Arumwati Arumwati
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan, Volume 15, pp 1-9; doi:10.31851/jipbp.v15i1.4287

Abstract:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lama penyinaran berpengaruh terhadap kecerahan warna, pertumbuhan panjang dan berat serta kelangsungan hidup ikan komet (Carassius auratus). Penelitian dilaksanakan di kampus C Fakultas Perikanan Universitas PGRI Palembang. Kegiatan penelitian dilakukan selama 30 hari. Ikan uji yang digunakan adalah Ikan komet ukuran 5 cm dengan menggunakan akuarium sebanyak 12 buah yang berukuran 40 x 30 x 20 cm. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri 4 taraf perlakuan dengan 3 kali ulangan yaitu perlakuan P0 dipelihara tanpa adanya perlakuan penyinaran, P1 lama penyinaran (LP) 6 jam/hari, P2 lama penyinaran (LP) 12 jam/hari, dan P3 lama penyinaran (LP) 18 jam/hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan lama penyinaran selama 18 jam setiap harinya (P3) memberikan hasil terbaik terhadap parameter kecerahan warna badan ikan komet (Carassius auratus) sebesar 20,96 serta pertumbuhan berat rata-rata dan panjang ikan komet (Carassius auratus) yang terbaik terdapat pada perlakuan P3 dengan berat 0,66 gram dan panjang 0,4 cm. Untuk kelangsungan hidup ikan komet (Carassius auratus) nilai tertinggi tertinggi terdapat pada perlakuan P2 yaitu sebesar 93.33%.Kata kunci : Ikan Komet (Carassius auratus), Fotoperiode, Kecerahan warna
Lia Perwita Sari, Leza Agriansa, Sumantriyadi Sumantriyadi
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan, Volume 15, pp 10-20; doi:10.31851/jipbp.v15i1.4295

Abstract:
Ikan Patin (Pangasius sp.) merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis penting dalam dunia akuakultur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui parameter kualitas air dan menganalisis seberapa besar total biaya produksi dan tingkat pendapatan pada usaha budidaya pembesaran ikan Patin. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei dan Juni 2019. Pendekatan penelitian ini adalah studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, pengamatan, wawancara dan studi pustaka dengan menggunakan metode analisa data mix method yaitu kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan nilai kualitas air dengan kisaran suhu 27–33º C dan kisaran pH pada nilai 6-8. Biaya produksi pada usaha budidaya pembesaran ikan Patin dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang diinginkan. Untuk biaya investasi berkisar antara Rp. 18.307.500 hingga Rp. 37.091.875 untuk biaya tetap berkisar antara Rp. 484.667 hongga Rp. 1.527.083 untuk biaya variabel pada kisaran Rp. 49.733.750 hingga Rp. 163.878.750 per siklus dengan penerimaan antara Rp. 87.300.000 hingga Rp. 235.212.500 per siklus, pendapatan yang diperoleh berkisar antara Rp. 18.537.633 hingga Rp. 69.806.666 per siklus.
Widya Ernisti, Slamet Riyadi, Fitra Mulia Jaya
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan, Volume 13; doi:10.31851/jipbp.v13i2.2855

Abstract:
Biskuit merupakan jenis makanan yang biasa dikonsumsi oleh berbagai kalangan usia. Permasalahan rendahnya kandungan protein dan kalsium biskuit (crackers) diduga dapat diatasi dengan penambahan atau substitusi bahan dasar tepung terigu dengan bahan tepung lain yang kaya protein dan kalsium. Diduga ikan Patin Siam (Pangasius hypophthalmus) yang kaya protein dan kalsium dapat diolah menjadi tepung dan diaplikasikan pada pengolahan produk biskuit (crackers). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik biskuit (crackers), mengetahui nilai mutu kimia biskuit (crackers) dan mengetahui nilai mutu organoleptik pada biskuit (crackers). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan taraf 1 (satu) perlakuan, 5 (lima) perlakuan, masing-masing perlakuan dilakukan 3 (tiga) kali ulangan. Perlakuan pada penelitian ini berupa penambahan tepung ikan Patin Siam (Pangasius hypophthalmus) pada pengolahan biskuit (crackers) dengan berbagai konsentrasi (B/B) yaitu: 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, (dari berat tepung terigu). Hasil penelitian karakteristik biskuit (crackers) yang difortifikasi dengan konsentrasi penambahan tepung ikan Patin Siam (Pangasius hypophthalmus) yang berbeda. Dapat diperoleh bahwa C2 (10% Tepung ikan Patin Siam (Pangasius hypopthalmus)) lebih baik dibandingkan dengan konsentrasi penambahan tepung ikan Patin Siam (Pangasius hypothalamus) yang lain.
Back to Top Top