PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen

Journal Information
ISSN / EISSN : 2338-0489 / 2622-1144
Published by: Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia (10.46494)
Total articles ≅ 39
Filter:

Latest articles in this journal

Efi Nurwindayani
PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, Volume 17, pp 30-42; doi:10.46494/psc.v17i1.135

Abstract:
Fokus tulisan ini adalah Memperkenalkan Kerajaan Allah untuk Konteks Suku Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk memperkenalkan Kerajaan Allah dengan menggunakan point of contact yang sesuai dengan alam pikir Suku Jawa sehingga mereka menerima dan percaya kepada konsep Kerajaan Allah yang alkitabiah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Melalui penelitian ini penulis menemukan point of contact berupa pandangan hidup Suku Jawa yaitu “mangayu hayuning bawana” dan pengharapan “Kehadiran Ratu Adil” sebagai cara untuk memperkenalkan Kerajaan Allah untuk Konteks Suku Jawa.
Neng Priyanti, Nabylla Sardy
PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, Volume 17, pp 43-54; doi:10.46494/psc.v17i1.122

Abstract:
School epistemological belief is essential as it directly influences the goal and center of education. Following this logic, Christian education ideally aims to guide students to the knowledge of God as Christian epistemology believes that God is the source of knowledge. However, in teaching and learning practices, Christian teachers may be unaware of the world’s modern philosophy and thus unconsciously adopt the practices from the modern educational approach. As a result, the goal of Christian education can be shifted from God-centered to student-centered learning within progressive educational practice. Misleading knowledge and truth may bring schools away from the responsibility to fulfill God’s will in education. Thus, it is necessary for Christian teachers to guide students throughout the learning process to see God as the source of knowledge. This paper aims to critically discuss the Christian teachers’ role as a guide regarding students’ freedom in learning. To this end, this study employs a literature review method. The study concludes that Christian teachers can exercise the God-given authority to guide students in using their intellectual and free-will to serve God and others.
Yornan Masinambow, Yosef Nasrani
PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, Volume 17, pp 64-81; doi:10.46494/psc.v17i1.114

Abstract:
This study aims to describe the importance of Christian education to form the spirituality of the millennial generation. Presented using a qualitative-descriptive approach with the support of literature studies. The conclusion is the Christian education is a vital tool that can shape the spirituality of the millennial generation. The Christian education style praises this goal is the relationship of friendship and love for others in the learning process by families, churches, and schools.
PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, Volume 17, pp 18-29; doi:10.46494/psc.v17i1.136

Abstract:
Substansi ayat Alkitab dapat dipahami dengan melakukan analisis sampai menemukan prinsip kekal dan universal dari sebuah ayat. Penafsiran ayat Alkitab hanya pada menemukan arti konteks lampau dan masa kini, menimbulkan problematika dalam hal substansi. Melalui kajian deskriptif tulisan ini menjelaskan sebuah prinsip penafsiran Alkitab dengan metode pendekatan sejarah penebusan. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa ada banyak ayat Alkitab yang memiliki makna berkelanjutan dalam konteks masa kini dan masa yang akan datang, serta adanya perubahan bentuk dalam relevansi ayat-ayat tersebut. Sehingga melalui metode pendekatan sejarah penebusan para penafsir dapat menemukan substansi ayat Alkitab yang akan mampu direlevansikan secara universal dan kekal.
Grant Nixon
PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, Volume 17, pp 102-106; doi:10.46494/psc.v17i1.128

Abstract:
Buku ini memberikan gambaran terkini dan penanganan pastoral mengenai isu krisis identitas gender atau gender dysphoria yang semakin melebar secara kategorial. Gender dysphoria dapat diartikan sebagai konflik identitas yang berkaitan dengan ketidaksesuaian ciri-ciri biologis seseorang dengan identitas gendernya. Para penulis mendekati perluasan identitas gender di tengah kaum muda Amerika Serikat -maupun belahan dunia lain- melalui pendekatan sosiologis dan psikologis secara deskriptif-analitis. Isu perluasan identitas gender atau emerging gender identities harus dipahami lebih dari sekadar masalah biologis, melainkan permasalahan multipleks yang saling memengaruhi. Yarhouse dan Sadusky memberikan pembaca Kristen perspektif yang utuh mengenai pro dan kontra isu perluasan identitas gender dalam bagian pertama serta menyajikan kepada para pelayan maupun orang tua pendekatan terbaik dalam menghadapi isu ini dari kacamata teolog Injili dalam bagian kedua.
Minggus
PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, Volume 17, pp 82-97; doi:10.46494/psc.v17i1.126

Abstract:
Dimensi spiritual menjadi bagian dari tujuan pendidikan nasional. Sedangkan guru dipahami sebagai pendidik profesional dengan tugas utama melaksanakan sistem dan tujuan pendidikan nasional. Namun masa pandemi Covid-19 memaksa perubahan pola pembelajaran yang membutuhkan model pembelajaran yang sesuai. Tulisan dengan metode riset kepustakaan ini bertujuan membahas makna spiritualitas dan memberikan alternatif model pembelajaran bagi upaya mengembangkan spiritualitas anak di masa pandemi. Pembelajaran kontekstual menjadi model yang patut dipertimbangkan para guru, sebab model ini berfokus pada keunikan anak dan situasi yang dihadapinya.
Arthur Aritonang
PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, Volume 17, pp 98-101; doi:10.46494/psc.v17i1.124

Abstract:
Buku ini merupakan disertasi doktoral Andreas A. Yewangoe saat studi di Vrije Universiteit di Amsterdam, Belanda. Isinya menyajikan potret kemiskinan di Asia yang ketika itu sedang mengalami penjajahan bangsa-bangsa Barat maupun Jepang. Dalam buku ini Yewangoe menyoroti persoalan kemiskinan secara khusus di Indonesia. Benua Asia dikenal oleh negara Barat sebagai benua yang religius oleh karena di dalamnya terdapat keanekaragaman agama. Namun sebagian besar penduduknya berada di garis kemiskinan. Fakta tersebut mendorong Yewangoe mengajukan beberapa pertanyaan yang kritis yang menjadi pokok analisis dalam disertasinya. Mengapa justru negara yang religius memiliki populasi orang miskin sangat banyak? Apakah agama melegitimasi adanya penderitaan akibat kemiskinan penderitaan? Untuk kepentingan apakah penderitaan karena kemiskinan itu? Yewangoe dalam bukunya ini menggunakan beberapa perspektif analisis diantaranya: historis, sosial, politik, ekonomi maupun budaya. Dengan demikian melalui buku ini pertanyaan-pertanyaan tersebut akan terjawab secara lengkap.
Dwi Ariefin, I Putu Ayub Darmawan
PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, Volume 17, pp 55-63; doi:10.46494/psc.v17i1.129

Abstract:
Akibat pandemi Covid-19, timbul masalah-masalah pembelajaran yang berkaitan dengan penggunaan teknologi untuk pembelajaran, hingga beragam dampak dan kesulitan pembelajaran. Untuk maksud tersebut, dilakukan analisis terhadap hasil-hasil kajian tentang permasalahan pembelajaran saat pandemi, maupun tentang proses menghasilkan kreativitas. Ditemukan adanya masalah pembelajaran yang berkaitan dengan keberadaan teknologi dalam pembelajaran, kesiapan pelaku pembelajaran, komunikasi pembelajaran, serta tentang pengelolaan kelas. Masalah-masalah dalam pembelajaran harus dipecahkan dengan kreativitas. Melaluinya guru akan menghasilkan ide-ide solutif yang berpotensi efektif mengatasi masalah dalam pembelajaran.
Farel Yosua Sualang, Jani
PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, Volume 17, pp 1-17; doi:10.46494/psc.v17i1.127

Abstract:
Mazmur 13 merupakan reptisi yang diakhiri dengan bergerak kepada ketenangan sebagai peran dari pertolongan Allah. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan hermeneutika, khususnya sastra puisi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan suatu repetisi dari pemazmur sebagai penekanan terhadap permohonan kepada Allah yang berdampak kepada suatu nilai-nilai teologis. Artikel ini menemukan adanya pengulangan keluhan pemazmur sebanyak tiga kali; pertama, ekspresi keputusasaan pemazmur yang menderita berkepanjangan, kedua Pemazmur sungguh mengharapkan pembebasan dari Allah yang dapat segera terwujud. Lalu terjadi repitisi kembali tentang penyelamatan Allah sendiri, yang menyelamatkan dari dunia kematian, menerangi mata (ayat 3), dan ketiga melakukan hal-hal yang baik (ay 5b).
Elkana Chrisna Wijaya
PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, Volume 16, pp 140-151; doi:10.46494/psc.v16i2.108

Abstract:
Penelitian ini membahas mengenai landasan pemikiran munculnya teorilimitasi Kristus, disertai dengan argumentasi-argumentasi Alkitabiah, yang menolak keberadaan daripada teori tersebut dan mengkritisianya dari berbagai pendapat ahli. Teori limitasi Kristus adalah teori yang menyangkal keberadaan Kristus yang adalah Allah sejati dan manusia sejati. Sekalipun kedua sifat ilahi dan insani Kristus menjadi pokok permasalahan yang krusial dalam teori tersebut, namun skeptisisme terhadap keilahian-Nya lebih menonjol dan problematis. Paper ini dikerjakan dengan pendekatan kualitatif, dengan menggunakan sumber pustaka dari sejumlah literatur. Setelah diuji secarateoritis, penelitian ini menarik kesimpulan bahwa teori limitasi Kristus tidak memiliki landasan teologi dan biblika sehingga harus ditolak.
Back to Top Top