PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen

Journal Information
ISSN / EISSN : 2338-0489 / 2622-1144
Current Publisher: Jurnal PASCA (10.46494)
Total articles ≅ 30
Filter:

Latest articles in this journal

Halim Wiryadinata
PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, Volume 16, pp 94-102; doi:10.46494/psc.v16i2.91

Abstract:
Many scholars and lay people try to figure out the reasons why the Lord JesusChrist uses the title of the son of man to designate Himself. He uses the title ofthe son of man throughout the Gospels, but there are some incidents only appear outside of the Gospels. This appearance is impressing to find out the reasons why the term occurrences in the Gospel. However, the term also appears in few passages outside the Gospels. Therefore, using the method of critical analysis through the library research as the qualitative methodology in order to seek the development of the argument from beginning up today and to see how the New Testament scholars clear up the message of Jesus in using that title. Few scholars comment that term has significant for the Christological development of the New Testament due to the messianic proclamation as thesaviour of the world. Furthermore, the idea of representative between man andGod apparently introduces the idea of the high priest in the New Testamentwriting for Jesus’ Christology. This idea will bring the consumption for BiblicalTheology when scholars seek this terminology in the New Testament writing.
Alfons Renaldo Tampenawas
PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, Volume 16, pp 103-120; doi:10.46494/psc.v16i2.96

Abstract:
Artikel ini menggunakan metode studi literatur yang membahas tentangproblematika moralitas seksual postmodern dalam perspektif 1 Korintus 6:12-20. Kebobrokan moralitas seksual dari kehidupan jemaat Korintus yang amoralitas dan sembarang, masih terjadi sampai era postmodern ini, seperti pelacuran, inses (hubungan seksual dengan saudara kandung), dan homoseksual. Artikel ini bertujuan untuk melihat sejauhmana moralitas menjadi acuan atau nilai dalam kehidupan masyarakat di era postmodern. Hermeneutik menjadi suatu metode dalam pengkajian 1 Korintus 6:12-20.Pemilihan teks 1 Korintus 6:12-20, dikarenakan teks tersebut membahassecara prinsip bagaimana moralitas seksual secara alkitabiah. Hasil daripenelitian ini memperlihatkan bahwa moralitas menjadi acuan atau nilaikehidupan bagi masyarkat tak terkecuali orang-orang percaya, maka kajian ini diharapkan menjadi sebuah landasan moralitas yang baru di erapostmodern.
Martina Novalina
PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, Volume 16, pp 183-187; doi:10.46494/psc.v16i2.111

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
T. Haryono, Kezia Yemima
PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, Volume 16, pp 152-163; doi:10.46494/psc.v16i2.80

Abstract:
Mahasiswa Kristen belum mengerti secara penuh soteriologi alkitabiah.Kondisi buruk ini diperparah dengan belum diketahuinya sumbanganpengajaran mata kuliah PAK terhadap pemahaman mahasiswa Kristen diperguruan tinggi tentang soteriologi alkitabiah. Penelitian ini memiliki tujuan mengetahui sumbangan pembelajaran mata kuliah PAK terhadap pemahaman mahasiswa Kristen, tentang soteriologi alkitabiah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode one group pretest postest. Populasipenelitian ini adalah 41 mahasiswa Kristen angkatan 2019 yang mengambil Mata Kuliah Pendidikan Agama Kristen di Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret (UNS) program Sarjana (S1). Temuan penelitian: (1) Pengajaran mata kuliah PAK menyumbangkan 13,5% pemahaman mahasiswa Kristententang soteriokogi alkitabiah; (2) Pengajaran mata kuliah PAK sangatdiperngaruhi intensitas dan variasi metode penyampaian serta materi yang disampaikan.
Sensius Amon Karlau
PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, Volume 16, pp 164-182; doi:10.46494/psc.v16i2.107

Abstract:
Pelaksanaan pendidikan yang merujuk pada landasan yuridis yang ditetapkan oleh pemerintah berdampak pada keberlangsungan perguruan tinggi teologi dan agama Kristen dalam komunitariannya karena pertimbangan kajian teologis sesuai learning outcome keilmuannya.Persoalan mendasar untuk diteliti yaitu bagaimana kisah penciptaan pada awal Kitab Suci memberikan perspektif mengenai sistem pendidikan yang dipahami sebagai kajian teologis. Penelitian ini bertujuan sebagai upaya memperkaya pemahaman mengenai sistem pendidikan berdasarkan kajian teologis dan yuridis sebagai acuan edukasi bagi realisasi mutual antarakeduanya. Penulis menggunakan metode analisis narasi dan strukturaldengan pendekatan observasi leksikal terhadap struktur dan narasi teksKejadian 1:1-31 untuk menyumpulkan bahwa kajian teologis dan yuridistidak saling bertentangan melainkan saling melengkapi dalam aktualisasipendidikan oleh manusia dengan sikap mengasihi dengan lev?vk? atau “hati”, n?fšek? atau “jiwa” dan me’?d?k? atau kekuatannya untuk mengasihi Pencipta-Nya.
Elkana Chrisna Wijaya
PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, Volume 16, pp 140-151; doi:10.46494/psc.v16i2.108

Abstract:
Penelitian ini membahas mengenai landasan pemikiran munculnya teorilimitasi Kristus, disertai dengan argumentasi-argumentasi Alkitabiah, yang menolak keberadaan daripada teori tersebut dan mengkritisianya dari berbagai pendapat ahli. Teori limitasi Kristus adalah teori yang menyangkal keberadaan Kristus yang adalah Allah sejati dan manusia sejati. Sekalipun kedua sifat ilahi dan insani Kristus menjadi pokok permasalahan yang krusial dalam teori tersebut, namun skeptisisme terhadap keilahian-Nya lebih menonjol dan problematis. Paper ini dikerjakan dengan pendekatan kualitatif, dengan menggunakan sumber pustaka dari sejumlah literatur. Setelah diuji secarateoritis, penelitian ini menarik kesimpulan bahwa teori limitasi Kristus tidak memiliki landasan teologi dan biblika sehingga harus ditolak.
Grace Emilia
PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, Volume 16, pp 81-93; doi:10.46494/psc.v16i2.112

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Obet Nego
PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, Volume 16, pp 121-139; doi:10.46494/psc.v16i2.109

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Christar Arstilo Rumbay
PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, Volume 16, pp 15-23; doi:10.46494/psc.v16i1.70

Abstract:
Theology, specifically speaking, Christology, owns exclusive position and tends react sentimentally toward secular disciplines out of its circle. Therefore, linking Christology and digital era falls to practical matter on how modern devices could be employed for religion advantages. This essay tries to evaluate reconciliation between them and see possibilities on how Christology could contribute to the sustainable smart society. However, divinity and technology are contrast square that offers less of space for dialogue, furthermore, it receives pessimistic tone concerning their health relationship. The expectation is, a socio-systematic sensitive approach of Christology may ground new perspective and results unexpected knowledge for the sustainable of smart society.
Nelly
PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, Volume 16, pp 75-77; doi:10.46494/psc.v16i1.85

Abstract:
Istilah teologi multikultural memang sudah terlanjur digunakan dalam pengertian teologi yang didisain atau diramu (dikominasi) dari semua unsur nilai yang ada dalam setiap agama dan budaya. Karena itu teologi ini juga terlanjur dimengerti sebagai teologi yang pluralis, karena perpaduannya dari semua unsur nilai. Selain itu, juga sudah terlanjur bercorak kontekstual, karena didisain hanya untuk memenuhi kebutuhan konteks tertentu saja berdasarkan nilai-nilai konteksnya. Dalam buku ini, penulis menggarisbawahi bahwa teologi multikultural adalah: (1) bukan sebagai teologi pluralis; (2) bukan sebagai teologi kontekstual; (3) bukan sebagai teologi yang inklusif; (4) bukan sebagai teologi yang eksklusif.
Back to Top Top