KELUWIH: Jurnal Sosial dan Humaniora

Journal Information
EISSN : 27221741
Total articles ≅ 6
Filter:

Articles in this journal

Helen Diana Subekti, Endah Triwijati, Teguh Wijaya Mulya
KELUWIH: Jurnal Sosial dan Humaniora, Volume 1, pp 30-40; doi:10.24123/soshum.v1i1.2847

Abstract:
— In these past few years, issues regarding homosexuality are growingrapidly. These issues, of course, cannot be taken lightly nor be ignored anymore asthey are slowly but surely surrounding us all. Looking through religion’s shoes—as religion cannot be taken away from Indonesian’s lifestyle that ideally upholdingthe values ofPancasila, many condemning homosexuality, and Christian is one ofmany religions that also refuse and condemn the act of it. In popular Christiandoctrine, it is said that homosexuality is a form of sin and brings sorrow to the heart of Christ. However, is it really the only doctrine about homosexuality in Christian?The answer is no. There is another doctrine which is more accepting and welcominghomosexuals as a part of them, and people barely have their feet submerged in thisone. This doctrine is never really discussed. Therefore, this research exists. Thereare two participants of this research. Both of them are priests and come from twodifferent doctrines and perspectives; accepting and condemning homosexual. Thisresearch is using priest as the participant because of their knowledge are assumedas suffice to gain the title and they are the biggest agent to spread the gospel whichpeople usually listen and look up to. Keywords: homosexuality, christianity, condemning homosexual, accepting homosexual, christian theology Abstrak—Dalam beberapa tahun belakangan ini, isu homoseksual berkembangsangat pesat. Isu ini tentu tidak dapat dihindari lagi. Tidak mungkin untuk masyarakat terus-terusan menutup mata. Melihat dari sisi agama yang tidak dapat lepas dari kehidupan masyarakat Indonesia yang idealnya menjunjung tinggi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, banyak ajaran agama yang menolak homoseksual secara tegas—ajaran agama Kristen salah satunya. Dalam ajaran Kristen yang dominan diyakini umat, perilaku homoseksual adalah sebuah dosa dan benar-benar mendukakan hati Tuhan. Namun, apakah ajaran tersebut adalah satu- satunya ajaran mengenai homoseksual yang ada di dalam Kristen? Tidak. Ada ajaran lain yang mendukung kaum homoseksual dan tidak banyak yang tahu mengenai ajaran tersebut. Maka dari itu, penelitian ini ada untuk mengisi kekosongan ilmu tersebut. Ada dua pendeta yang akan diwawancarai. Dua pendeta tersebut berasal dari dua kubu yang berbeda, yaitu kubu yang menerima dan yang menolak homoseksual. Penelitian ini menggunakan pendeta sebagai narasumber karena dalam suatu praktik keagamaan, pendeta adalah agen terbesar dalam menyebarkan ajaran agama atau teologi. Mereka dijunjung tinggi sebagai seseorang yang memiliki dampak terbesar kepada umat-umat pemeluk agama Kristen. Hal- hal yang dikatakan oleh pemimpin agama sering kali langsung diamini oleh umat. Kata kunci: homoseksual, pendeta, penerimaan homoseksual, penolakan homoseksual, teologi kekristenan
Evania Yanasari Ritto, Hartanti Hartanti, Mary Philia Elisabeth
KELUWIH: Jurnal Sosial dan Humaniora, Volume 1, pp 41-45; doi:10.24123/soshum.v1i1.2849

Abstract:
— The goal of this research was to find out the relation between authoritative parenting and the independence of down syndrome children in doing activity daily living. The participants in this study were 33 parents who had down syndrome children. The sampling technique in this study was conducted by purposive technique. Data collection techniques were carried out by distributing questionnaires for the Parenting Style Dimension Questionnare (PSDQ) and Functional Indpendence Measure for Children (WeeFIM). The results of hypothesis testing using Pearson correlation were found a significantly positive between authoritative parenting and the independence of down syndrome children in performing daily living activities (r = 0.498
Inggrid Oktavia, Sujoko Efferin, Noviaty Kresna Darmasetiawan
KELUWIH: Jurnal Sosial dan Humaniora, Volume 1, pp 1-10; doi:10.24123/soshum.v1i1.2852

Abstract:
—This research is a basic research that discusses leadership style in family business and innovation. Family business as a phenomenon has been a strong topic of conversation in society since the late 1990s, especially in Indonesia. Family business is one of the factors affecting the current Indonesian economy. Family business is also one of the very big roles in creating employment. The research method used is a qualitative method by interviewing, observing, and analyzing documents to support the validity of the data. Family business is a business that is determined, managed, and regulated by one or more generations of families or family members, where the values, vision, and mission determined by the founder will be strictly guarded. Leadership style and type of company are factors that influence family business. In addition to leadership and innovation styles, how to manage and manage subordinates has an important role in the family business. Keywords : leadership style, innovation, family business Abstrak— Penelitian ini adalah penelitian dasar yang mengeksplorasi gaya kepemimpinan dalam bisnis keluarga dan inovasinya. Bisnis keluarga sebagai sebuah fenomena telah menjadi topik pembicaraan yang kuat di tingkat masyarakat sejak akhir 1990-an, terutama di Indonesia. Bisnis keluarga adalah salah satu faktor yang mempengaruhi perekonomian Indonesia saat ini. Bisnis keluarga juga menjadi salah satu peran yang sangat besar dalam menciptakan lapangan kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan cara wawancara, observasi, dan analisis dokumen untuk mendukung validitas data. Bisnis keluarga adalah bisnis yang dimiliki, dikelola, dan diatur oleh satu atau lebih generasi keluarga atau anggota keluarga, di mana nilai-nilai, visi, dan misi yang ditetapkan oleh pendiri akan dijaga secara ketat. Gaya kepemimpinan dan jenis perusahaan merupakan faktor yang mempengaruhi inovasi bisnis keluarga. Selain gaya kepemimpinan dan inovasi, cara mengendalikan dan mengelola bawahan memiliki peran penting dalam bisnis keluarga. Kata kunci : gaya kepemimpinan, inovasi, bisnis keluarga
Julian Ferry Hermanto, Putu Anom Mahadwartha
KELUWIH: Jurnal Sosial dan Humaniora, Volume 1, pp 11-20; doi:10.24123/soshum.v1i1.2704

Abstract:
Penelitian ini menginvestigasi anomaly intraday effect di saham winner dan loser yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia. Menggunakan frekuensi transaksi harian dan cumulative actual return untuk memilih saham dalam kategori winner dan loser, penelitian ini menemukan bahwa saham yang merupakan saham winner di masa lalu cenderung menjadi saham loser di masa kini. Sebaliknya, saham yang merupakan saham loser di masa lalu cenderung menjadi saham winner di masa kini. Penelitian ini juga menemukan bahwa saham dalam kelompok winner dan loser cenderung menghasilkan abnormal return tertinggi pada 15 menit sebelum penutupan sesi pertama perdagangan sampai penutupan perdagangan sesi pertama dan saham dalam kelompok winner dan loser cenderung menghasilkan abnormal return terendah pada saat 15 menit sebelum penutupan perdagangan sampai penutupan perdagangan.
Adi Prasetyo Tedjakusuma, Auliya Delananda, Erna Andajani
KELUWIH: Jurnal Sosial dan Humaniora, Volume 1, pp 21-29; doi:10.24123/soshum.v1i1.2669

Abstract:
—The service industry sector has great potential for increasing economic growth, in which this sector can contribute to improving national GDP, job creation, and poverty reduction. This study aims to determine and analyze the effect of Logistics Service Quality on Customer Satisfaction and Customer Loyalty at Matahari Department Store. Data processing was done using a quantitative approach and this type of research is causal research. The variables used in this study were logistics service quality, customer satisfaction, and customer loyalty. The data analysis technique used was Multiple Linear Regression using the SPSS 18.0 for window program. This study used a sample of respondents who have shopped online at Matahari Department Store at least once a year with a total sample of 200 respondents. The results of this study indicate the influence of Logistics Service Quality on Customer Satisfaction and Customer Loyalty at Matahari Department Store. Keywords: Logistics service quality, customer satisfaction, customer loyalty Abstrak— Sektor industri jasa memiliki potensi besar untuk meningkatan pertumbuhan ekonomi dan dapat berkontribusi terhadap peningkatan PDB nasional, penciptaan lapangan kerja, dan pengurangan kemiskinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Logistics Service Quality terhadap Customer Satisfaction dan Customer Loyalty pada Matahari Department Store. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian ini adalah penelitian kausal. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu logistics service quality, customer satisfaction, dan customer loyalty. Teknis analisis data yang digunakan adalah Regresi Linear Berganda dengan menggunakan program SPSS 18.0 for window. Penelitian ini menggunakan sampel berupa responden yang pernah berbelanja online di Matahari Department Store minimal 1 kali dalam setahun dengan jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 200 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh Logistics Service Quality terhadap Customer Satisfaction dan Customer Loyalty pada Matahari Department Store. Kata kunci: Logistics service quality, customer satisfaction, customer loyalty
Mochamad Ardhi Ma’Arif, Wisnu Aryo Dewanto, Muhammad Insan Tarigan
KELUWIH: Jurnal Sosial dan Humaniora, Volume 1, pp 46-53; doi:10.24123/soshum.v1i1.2851

Abstract:
—This Study discussed the problem whether the secession of Catalonia from Spain is in accordance with the self-determination principle in the International Law. This study used a legal, concept and case approach and concluded as follows: Catalonia was able to separate them selves from the parent nation according to the self-determination principle by making a referendum. This act of making a referendum was a way for the Catalonia society to state their opinion. This condition was in accordance with the self-determination principle in the international law because the right for secession may occur in a certain condition other than the context of decolonization. When a country is retricted by the reigning government in savoring internal self-determination (in obtaining political, economic, social and cultural status), then the country may perform a secession from the parent nation. The requierements of self-determination in the Catalonia and Spain case were political, economic, social and cultural aspects. Afterwards, Catalonia needed full fill the requirements stated in Article 1 of the 1933 Montevideo Convention on the Rights and Duties of States, and they need to get a recognition from another country. Keywords : secession, referendum, self-determination principle, recognation Abstrak—Penelitian berjudul rencana pemisahan Catalonia dari Spanyol di tinjau dari prinsip self-determination, dengan membahas permasalahan apakah pemisahan diri Catalonia dari Spanyol sesuai dengan prinsip self-determination dalam hukum internasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan undang-undang, konsep dan kasus, sehingga diperoleh suatu kesimpulan bahwa Catalonia bisa memisahkan diri dari Spanyol sesuai dengan prinsip self-determination dengan melakukan referendum. Referendum adalah suatu cara masyarakat Catalonia untuk menyampaikan pendapat. Hal ini sesuai dengan prinsip self-determination dalam hukum internasional, karena hak untuk memisahkan diri bisa muncul dalam keadaan khusus, selain dalam konteks dekolonisasi. Ketika suatu bangsa dihalangi haknya oleh pemerintah yang berkuasa dalam menikmati internal self-determination (untuk mendapatkan status politik, ekonomi, sosial dan budaya), maka sebagai jalan terakhir yang diperbolehkan dalam hukum internasional adalah upaya melepaskan diri dari negara tersebut. Syarat-syarat self-determination dalam kasus Catalonia dengan Spanyol yang ingin memisahkan diri adalah aspek politik, ekonomi, sosial dan budaya. Setelah itu Catalonia harus sesuai dengan Konvensi Montevideo Tentang Hak dan Tugas Negara Tahun 1933 Pada Pasal 1 yaitu syarat terbentuknya suatu negara, dan terakhir Catalonia harus mendapatkan pengakuan dari sebuah negara. Kata kunci : pemisahan diri, referendum, prinsip self-determination, pengakuan
Back to Top Top