KELUWIH: Jurnal Sosial dan Humaniora

Journal Information
EISSN : 2722-1741
Current Publisher: University of Surabaya (10.24123)
Total articles ≅ 13
Filter:

Latest articles in this journal

Reny Firsty Oktasari, Elly Yuliandari
KELUWIH: Jurnal Sosial dan Humaniora, Volume 1, pp 93-101; doi:10.24123/soshum.v1i2.2965

Abstract:
— Perceptions of the siri marriage is purpose to a form of marriage that is secretly and undocumented, which is involving cognitive and affective aspects. The factors that affect the perception of the siri marriage is the experienced, motivation, individual thinking style also individuals believe about siri marriage itself. Widow in early adulthood is still in the developmental tasks that require them to choose a partner and have a family. So the task of these developments become social expectations. Widow automatically has consequences for the dissolution of biological, sexual and psychological needs which can make individuals may feel anxiety and loneliness. The purpose of this study was to determine the relationship between anxiety and loneliness to the perception of siri marriage to the widow. The number of subjects were 30 widows in the age range 20 to 40 years, both divorced and the spouse died, who working in Surabaya and Sidoarjo, and also have the desire to remarriage. The sampling technique used was snowball sampling. Correlation test results showed no association between anxiety and perception of marriage siri (r = 0569; p = 0108); there is no connection between loneliness and perception of marriage siri (r = 0.279; p = 0.204).Keywords: anxiety, loneliness, perception, siri marriage Abstrak— Persepsi terhadap perkawinan siri merupakan pemaknaan terhadap suatu bentuk perkawinan rahasia yang tidak tercatat dengan melibatkan aspek kognitif dan afektif. Faktor yang mempengaruhi persepsi terhadap perkawinan siri selain perasaan yang dialami, motivasi, pengalaman masa lalu, gaya berpikir individu, juga dipengaruhi oleh believe individu tentang perkawinan siri itu sendiri. Janda pada masa dewasa awal masih dalam tugas perkembangan yang menuntut mereka untuk memilih pasangan dan memiliki keluarga. Sehingga tugas perkembangan tersebut menjadi social expectations. Status janda secara otomatis membawa konsekwensi terputusnya pemenuhan kebutuhan biologis, seksual dan psikologis yang dapat membuat individu baik cerai hidup maupun cerai mati dapat merasakan kecemasan dan kesepian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara kecemasan dan kesepian dengan persepsi terhadap perkawinan siri pada janda. Jumlah subjek sebanyak 30 orang janda dalam rentang usia 20 hingga 40 tahun, baik cerai hidup maupun cerai mati yang bekerja di Surabaya dan Sidoarjo serta memiliki keinginan untuk melakukan perkawinan kembali pasca perceraian. Tehnik sampling yang digunakan adalah snowball sampling. Hasil uji korelasi menunjukkan tidak ada hubungan antara kecemasan dan persepsi terhadap perkawinan siri (r = 0.569 ; p = 0.108); tidak ada hubungan antara kesepian dan persepsi terhadap perkawinan siri (r = 0.279; p = 0.204).Kata kunci: kecemasan, kesepian, persepsi, perkawinan siri
Putri Purnamasari, Ananta Yudiarso, Marselius Sampe Tondok
KELUWIH: Jurnal Sosial dan Humaniora, Volume 1, pp 102-107; doi:10.24123/soshum.v1i2.3106

Abstract:
- The phenomenon of street beggars to be one of the problems in Surabaya city. Life in the city, will bring psychological burden such as dissatisfaction, loss of life spirit, inner problems and problems to others, etc. Consequences received as street beggars can also elicit other psychological problems. This study is a descriptive study that aims to know the picture of well- being and happiness on street beggars in Surabaya. Sampling was done by snowball sampling and obtained the number of samples of 80 subjects. Data were taken using a questionnaire from the adaptation scale of Ryff's Scale of Psychological Well-Being (PWB) and the adaptation scale of Oxford Happiness Questionnaire (OHQ). The results showed that the well-being of street beggars tends to be high as much as 34%, 60% tends to be moderate and 6% tends to be low.. Street beggars have a high well-being because most of them are able to realize the purpose of life according to their standard of living. The joy of street beggars is known amongst them; quite happy (31%), feeling happier or happier (34%), and feeling unhappy (35%).Keywords: well-being, happiness, street beggars. Abstrak - Fenomena pengemis jalanan menjadi salah satu permasalahan di kota Surabaya. Kehidupan di kota memunculkan beban psikologis seperti ketidakpuasan, kehilangan semangat hidup, masalah batin dan masalah terhadap orang lain. Konsekuensi yang diterima sebagai pengemis jalanan juga dapat memunculkan permasalahan psikologis lainnya. Penelitian ini merupakan studi deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran well-being dan happiness pada pengemis jalanan yang ada di Kota Surabaya. Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan snowball sampling dan diperoleh jumlah sampel sebanyak 80 subjek. Data diambil menggunakan kuesioner dari skala adaptasi dari Ryff’s Scale of Psychological Well-Being (PWB) dan skala adaptasi dari Oxford Happiness Questionnaire (OHQ). Hasil penelitian diketahui well-being yang dimiliki pengemis jalanan cenderung tinggi sebanyak 34%, cenderung sedang 60% dan cenderung rendah 6%. Pengemis jalanan memiliki well-being yang tinggi dikarenakan kebanyakan dari mereka mampu merealisasikan tujuan hidup sesuai dengan standar hidup mereka masing- masing. Kebahagiaan pengemis jalanan diketahui diantaranya; cukup bahagia (31%), merasa lebih bahagia atau bahagia (34%), serta merasa tidak bahagia (35%).Kata kunci: kesejahteraan, kebahagiaan, pengemis jalanan
Wibisono Hardjopranoto
KELUWIH: Jurnal Sosial dan Humaniora, Volume 1, pp 68-84; doi:10.24123/soshum.v1i2.2866

Abstract:
—The ideal investment objective is to build an optimal investment portfolio. An investment portfolio that is able to provide maximum return at a certain level of risk. William Sharpe's (1963) Single Index Model (SIM) is a model with simple application, especially when compared to the Markowitz model (1952), mainly because of the consideration of the number of input variables. A simple SIM explains the relationship between market returns (rm) as an independent variable and returns on securities, ri with variations in the risk as the slope characteristic line, βi. The main limitation of MIS is that the risk in investing is represented only by changes in the index that are representative of the market. Using SIM, this study will describe the optimal portfolio construction by selecting LQ45 stocks on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2019. The implementation of the SIM resulted in 19 LQ45 stocks selected from 45 stocks as optimal portfolio "members", along with the composition the weighting of the investment value starts from the highest weight to the lowest weight. Because using a single index in measuring risk, the application of SIM is aware of its various weaknesses and must be wise in choosing the index as the market. However, the application of SIM can provide valuable lessons for investment management.Keywords: Portfolio Analysis, Optimal Portfolio, Risk Characteristic Line, Single Index Model Abstrak—Tujuan investasi yang ideal adalah membangun portofolio investasi yang optimal. Portofolio investasi yang mampu memberikan imbal hasil (return) maksimal pada tingkat risiko tertentu. Single Index Model (SIM) William Sharpe (1963) merupakan model yang aplikasinya sederhana, terutama jika dibandingkan dengan model Markowitz (1952), terutama karena pertimbangan jumlah variabel masukannya. SIM secara sederhana menjelaskan hubungan antara imbal hasil pasar (market return, rm) sebagai variable bebas dengan imbal hasil sekuritas, ri dengan variasi perubahan risiko berupa slope characteristic line, Keterbatasan utama SIM adalah karena risiko berinvestasi hanya diwakili satu-satunya oleh perubahan-perubahan indeks tertentu mewakili pasar. Dengan menggunakan SIM, penelitian ini hendak menggambarkan bangunan portofolio optimal dengan memilih saham-saham LQ45 di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2019. Penerapan SIM dimaksud menghasilkan 19 saham LQ45 yang terpilih dari 45 saham sebagai “anggota” portofolio optimal, berikut komposisi pembobotan nilai investasinya mulai dari bobot yang tertinggi ke bobot terendah. Karena menggunakan indeks tunggal dalam mengukur risiko, penerapan SIM selain harus menyadari berbagai kelemahannya juga harus benar-benar bijak dalam memilih indeks sebagai pasarnya. Bagaimanapun, penerapan SIM mampu memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi manajemen investasi.Kata kunci: Portfolio Analysis, Optimal Portfolio, Risk Characteristic Line, Single Index Model
, Wisnu Aryo Dewanto, Suhariwanto Suhariwanto
KELUWIH: Jurnal Sosial dan Humaniora, Volume 1, pp 54-59; doi:10.24123/soshum.v1i2.3333

Abstract:
—Diplomatic immunity and privilege which is arranged in the Vienna Convention 1961 is very important in ensuring the enactment of diplomatic functions in doing the mission. The abuse of immunity and privilege owned by the diplomatic representative often happens. Diplomatic representative abuse their rights in the form of mild violation to heavy crime. There have been cases on the abuse of diplomatic immunity in commercial transaction related to the civil jurisdiction immunity of the country the diplomat assigned in. The landlord in the country who rent their property to the diplomatic representative have become the victim in the abuse of diplomatic immunity. There was a diplomatic representative who refused to pay the rent because of diplomatic immunity reason and eventually managed to escape from the obligation to pay for the commercial transaction due to the protection of the immunity and privilege Keywords: abuse, diplomatic immunity, commercial transaction Abstrak—Kekebalan dan keistimewaan diplomatik yang diatur di dalam Konvensi Wina 1961 merupakan hal yang sangat penting untuk menjamin pelaksanaan fungsi diplomat dalam menjalankan misinya. Penyalahgunaan kekebalan dan keistimewaan yang dimiliki perwakilan diplomatik masih sering terjadi. Perwakilan diplomatik menyalahgunakannya dalam bentuk pelanggaran ringan hingga kejahatan yang berat. Dalam perkembangannya, telah terjadi kasus penyalahgunaan kekebalan diplomatik dalam transaksi komersial yang berkaitan dengan kekebalan yurisdiksi sipil negara penerima. Para tuan tanah dari negara penerima yang menyewakan propertinya kepada perwakilan diplomatik menjadi korban dalam penyalahgunaan kekebalan diplomatik. Ada perwakilan diplomatik yang menolak membayar biaya sewa dengan alasan kekebalan diplomatik yang pada akhirnya lolos dari kewajibannya untuk membayar transaksi komersial karena berlindung pada kekebalan dan keistimewaan yang dimilikinya Kata kunci: penyalahgunaan, kekebalan diplomatik, transaksi komersial
Samuel Kharis Harianto, Suyanto Suyanto, Sugeng Hariadi
KELUWIH: Jurnal Sosial dan Humaniora, Volume 1, pp 85-92; doi:10.24123/soshum.v1i2.3337

Abstract:
—This study aims to analyze Foreign Investment which gives spillover impact on productivity growth of Indonesian manufacturing industry companies in 2007-2013. This study applies the application of quantitative analysis, using the data of the Annual Survey of Large and Medium Enterprises of the Central Statistics Agency of Indonesia (BPS). The data was processed by applying the method of panel data analysis and OLS regression. This research shows that PMA holistically gives a positive impact and gives different impacts to manufacturing industry sub-sector. With different findings, in each sector, different regulations related to PMA in Indonesian manufacturing industry are needed.Keywords: foreign investment, spillover, productivity, manufacturing industry. Abstrak—Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Penanaman Modal Asing (PMA) yang memberikan dampak spillover pada pertumbuhan produktivitas perusahaan- perusahaan industri manufaktur Indonesia periode 2007-2013. Dalam penelitian ini diterapkan pengaplikasian analisis kuantitatif dengan menggunakan data Survey Tahunan Perusahaan Besar dan Menengah Badan Pusat Statistika Indonesia (BPS). Data diolah dengan menerapkan metode analisis panel data dan regresi OLS. Hasil penelitian dengan menggunakan analisis data panel menunjukkan bahwa PMA memberikan dampak positif secara menyeluruh dan memberikan dampak yang berbeda-beda terhadap subsektor industri manufaktur. Dengan hasil temuan yang berbeda di setiap sektornya, maka diperlukan adanya kebijakan yang berbeda pula terkait peraturan PMA di industri manufaktur Indonesia.Kata kunci: penanaman modal asing, spillover, produktivitas, industri manufaktur
Ni Putu Adelia Kesumaningsari
KELUWIH: Jurnal Sosial dan Humaniora, Volume 1, pp 108-121; doi:10.24123/soshum.v1i2.3100

Abstract:
—The present study examined Empathizing-Systemizing Theory (E-S Theory) in Indonesian Children. E-S Theory has known as a theory that is attempted to explain the cluster of both the social and non-social features in autism spectrum conditions. Children’s version of the Empathy Quotient (EQ-C) and the Systemizing Quotient (SQ-C) were administered to 372 Indonesia parents who had typically developed children aged 4-11 years old (boys = 182, girls = 190). The results showed that the girls scored higher that boys on EQ-C . In the case of SQ-C, there were no differences between boys and girls. However, the proportion of cognitive style shows clear individual differences between boys and girls. The proportion of participants with empathizing dominant cognitive sytle was shown higher by girls than boys, which distributed to E and Extreme E brain types, while the proportion of systemizing dominant cognitive styles is higher in boys whom brain types spread across the Type S and Extreme S categories. This study explaining inherited biological factors of autism and underscore the vulnerability among boys to develop autism spectrum condition if compared to girls. Keywords: Empathizing Quotient (EQ), extreme male brain of autism, sex, Systemizing Quotient (SQ) Abstrak—Penelitian ini bertujuan untuk menguji teori Empathizing-Systemizing (E-S Theory) pada konteks anak Indonesia. E-S Theory dikenal sebagai sebuah teori yang digunakan untuk melihat gugus fitur sosial dan non-sosial kondisi spektrum autisme. Subjek penelitian ini adalah 372 orang tua Indonesia dengan anak berusia 4-11 tahun (anak laki-laki = 182, perempuan = 190), M usia = 7 Tahun, SD= 2.423 yang diminta untuk mengisi skala Empathizing Quotient (EQ) dan Systemizing Quotient (SQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa tingkat empati anak perempuan lebih tinggi daripada tingkat empati anak laki-laki. Dalam hal mensistemasi tidak ditemukan adanya perbedaan kemampuan antara anak laki-laki dan perempuan. Namun, proporsi gaya kognitif menunjukkan adanya perbedaan individual yang signifikan antara anak laki-laki dan perempuan. Gaya kognitif dominan berempati lebih tinggi pada anak perempuan, yang tersebar pada kategori tipe otak E dan Ekstrim E, sedangkan proporsi gaya kognitif mensistemasi lebih tinggi pada anak laki-laki dengan tipe otak yang tersebar pada kategori Tipe S dan Ekstrim S. Hasil penelitian ini memberikan bukti adanya faktor biologis bawaan dari autism ditinjau dari jenis kelamin dan menunjukkan kerentanan bawaan anak laki-laki terhadap kondisi autism jika dibandingkan dengan anak perempuan.Kata kunci: Empathizing Quotient (EQ), extreme male brain of autism, jenis kelamin, Systemizing Quotient (SQ)
Liviani Kristanti, Wisnu Aryo Dewanto, Suhariwanto Suhariwanto
KELUWIH: Jurnal Sosial dan Humaniora, Volume 1, pp 60-67; doi:10.24123/soshum.v1i2.3134

Abstract:
—This study discusses the strength of binding orders from the International Court of Justice for countries in dispute. Orders from the International Court of Justice are often violated, because they are considered to have no binding power and no harsh sanctions. The international court has issued an order to stop the execution of the death penalty for Karl LaGrand, a German citizen living in the United States. However, the United States still carried out the execution to Karl LaGrand. This study uses a juridical-normative method which is studied through a statute approach and a conceptual approach to achieve results. The results of the study show that orders from the International Court of Justice have binding power because the order is a decision of the International Court of Justice that must be implemented and obeyed by the disputing country. Keywords: order, bindingforce, internationalcourt of justice Abstrak—Penelitian ini membahas tentang kekuatan mengikat order dari Mahkamah Internasional bagi negara yang bersengketa. Order dari Mahkamah Internasional sering kali di langgar, karena dianggap tidak memiliki kekuatan mengikat dan tidak ada sanksi yang keras. Mahkamah internasioal telah mengeluarkan order untuk menghentikan eksekusi pidana mati bagi Karl LaGrand yang merupakan seorang warga negara Jerman yang tinggal di Amerika Serikat. Namun eksekusi mati tetap dilaksanakan oleh Amerika Serikat kepada Karl LaGrand. Penelitian ini menggunakan metode yuridis-normatif yang dikaji melalui statute approach dan conceptual approach untuk mencapai hasil. Hasil kajian menunjukan bahwa order dari Mahkamah Internasional memiliki kekuatan mengikat karena order merupakan putusan Mahkamah Internasional yang harus dilaksanakan dan dipatuhi oleh negara yang bersengketa. Kata kunci: order, kekuatan mengikat, mahkamah internasional
, Hartanti Hartanti, Mary Philia Elisabeth
KELUWIH: Jurnal Sosial dan Humaniora, Volume 1, pp 41-45; doi:10.24123/soshum.v1i1.2849

Abstract:
— The goal of this research was to find out the relation between authoritative parenting and the independence of down syndrome children in doing activity daily living. The participants in this study were 33 parents who had down syndrome children. The sampling technique in this study was conducted by purposive technique. Data collection techniques were carried out by distributing questionnaires for the Parenting Style Dimension Questionnare (PSDQ) and Functional Indpendence Measure for Children (WeeFIM). The results of hypothesis testing using Pearson correlation were found a significantly positive between authoritative parenting and the independence of down syndrome children in performing daily living activities (r = 0.498
, Auliya Delananda, Erna Andajani
KELUWIH: Jurnal Sosial dan Humaniora, Volume 1, pp 21-29; doi:10.24123/soshum.v1i1.2669

Abstract:
—The service industry sector has great potential for increasing economic growth, in which this sector can contribute to improving national GDP, job creation, and poverty reduction. This study aims to determine and analyze the effect of Logistics Service Quality on Customer Satisfaction and Customer Loyalty at Matahari Department Store. Data processing was done using a quantitative approach and this type of research is causal research. The variables used in this study were logistics service quality, customer satisfaction, and customer loyalty. The data analysis technique used was Multiple Linear Regression using the SPSS 18.0 for window program. This study used a sample of respondents who have shopped online at Matahari Department Store at least once a year with a total sample of 200 respondents. The results of this study indicate the influence of Logistics Service Quality on Customer Satisfaction and Customer Loyalty at Matahari Department Store. Keywords: Logistics service quality, customer satisfaction, customer loyalty Abstrak— Sektor industri jasa memiliki potensi besar untuk meningkatan pertumbuhan ekonomi dan dapat berkontribusi terhadap peningkatan PDB nasional, penciptaan lapangan kerja, dan pengurangan kemiskinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Logistics Service Quality terhadap Customer Satisfaction dan Customer Loyalty pada Matahari Department Store. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian ini adalah penelitian kausal. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu logistics service quality, customer satisfaction, dan customer loyalty. Teknis analisis data yang digunakan adalah Regresi Linear Berganda dengan menggunakan program SPSS 18.0 for window. Penelitian ini menggunakan sampel berupa responden yang pernah berbelanja online di Matahari Department Store minimal 1 kali dalam setahun dengan jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 200 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh Logistics Service Quality terhadap Customer Satisfaction dan Customer Loyalty pada Matahari Department Store. Kata kunci: Logistics service quality, customer satisfaction, customer loyalty
Inggrid Oktavia, Sujoko Efferin,
KELUWIH: Jurnal Sosial dan Humaniora, Volume 1, pp 1-10; doi:10.24123/soshum.v1i1.2852

Abstract:
—This research is a basic research that discusses leadership style in family business and innovation. Family business as a phenomenon has been a strong topic of conversation in society since the late 1990s, especially in Indonesia. Family business is one of the factors affecting the current Indonesian economy. Family business is also one of the very big roles in creating employment. The research method used is a qualitative method by interviewing, observing, and analyzing documents to support the validity of the data. Family business is a business that is determined, managed, and regulated by one or more generations of families or family members, where the values, vision, and mission determined by the founder will be strictly guarded. Leadership style and type of company are factors that influence family business. In addition to leadership and innovation styles, how to manage and manage subordinates has an important role in the family business. Keywords : leadership style, innovation, family business Abstrak— Penelitian ini adalah penelitian dasar yang mengeksplorasi gaya kepemimpinan dalam bisnis keluarga dan inovasinya. Bisnis keluarga sebagai sebuah fenomena telah menjadi topik pembicaraan yang kuat di tingkat masyarakat sejak akhir 1990-an, terutama di Indonesia. Bisnis keluarga adalah salah satu faktor yang mempengaruhi perekonomian Indonesia saat ini. Bisnis keluarga juga menjadi salah satu peran yang sangat besar dalam menciptakan lapangan kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan cara wawancara, observasi, dan analisis dokumen untuk mendukung validitas data. Bisnis keluarga adalah bisnis yang dimiliki, dikelola, dan diatur oleh satu atau lebih generasi keluarga atau anggota keluarga, di mana nilai-nilai, visi, dan misi yang ditetapkan oleh pendiri akan dijaga secara ketat. Gaya kepemimpinan dan jenis perusahaan merupakan faktor yang mempengaruhi inovasi bisnis keluarga. Selain gaya kepemimpinan dan inovasi, cara mengendalikan dan mengelola bawahan memiliki peran penting dalam bisnis keluarga. Kata kunci : gaya kepemimpinan, inovasi, bisnis keluarga
Back to Top Top