The Kalimantan Social Studies Journal

Journal Information
ISSN / EISSN : 2723-1127 / 2716-2346
Total articles ≅ 40
Filter:

Latest articles in this journal

Nor Nazmi, Bambang Subiyakto, Muhammad Rezky Noor Handy
The Kalimantan Social Studies Journal, Volume 2, pp 149-159; https://doi.org/10.20527/kss.v2i2.3238

Abstract:
Perkembangan zaman mengakibatkan banyak perubahan pada kehidupan manusia, fenomena banyaknya generasi muda yang lebih menyukai makanan modern turut berpartisipasi menggeser kedudukan makanan tradisional, dikhawatirkan akan mengalahkan eksistensi dari Wadai 41, maka dari itu penting bagi dunia pendidikan khususnya seorang guru untuk mengajar sambil mengenalkan budaya daerah agar tidak punah dan tidak dilupakan sehingga dapat terus dilestarikan oleh penerus bangsa. Kegiatan ekonomi produksi untuk Warung Wadai 41 di kota Banjarbaru sejalan dengan konsep produksi dan keterkaitannya dengan materi IPS sehingga dapat dijadikan sumber belajar IPS. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan produksi Wadai 41 di Kelurahan Sungai Tiung sumber belajar IPS. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif dan data didapatkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang telah didapat kemudian direduksi dan disajikan dalam bentuk narasi dilengkapi dengan gambar dan tabel relevansi materi sesuai dengan kompetensi dasar lalu kemudian ditarik kesimpulan. Keabsahan data melalui perpanjangan pengamatan, triangulasi sumber dan waktu. Pada artikel ini bahwa ada kegiatan produksi Wadai yang dilakukan oleh pemilik Warung Wadai 41 dengan menggunakan beberapa faktor seperti bahan baku, modal, dan tenaga kerja. Kegiatan mengolah beberapa jenis kue tradisional yang bernilai guna dikerjakan oleh tenaga kerja terampil mulai mengolah bahan mentah seperti mencampur tepung terigu dengan gula aren serta bahan-bahan lainnya, kemudian melakukan proses pematangan Wadai dengan alat tradisional hingga siap dipasarkan atau dijual di Warung Wadai 41, pada materi pelajaran IPS kelas VII semester genap tentang kegiatan ekonomi produksi sehingga penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber belajar IPS.
Ana Mahfuzah, Syaharuddin Syaharuddin, Mutiani Mutiani
The Kalimantan Social Studies Journal, Volume 2, pp 95-103; https://doi.org/10.20527/kss.v2i2.3240

Abstract:
Pada dasarnya tidak semua aparatur sipil negeri (ASN) memiliki citra positif dalam persepsi masyarakat. Hal tersebut terlihat misalnya dari kurangnya disiplin ASN. Untuk menyikapi hal tersebut Pemerintah Republik Indonesia melakukan Latihan Dasar (Latsar) bagi seluruh calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang dilaksanakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Tujuan dari penelitian ini mendeskripsikan kegiatan selama Latsar CPNS dalam disiplin ASN. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Analisis data yang digunakan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dilakukan melalui perpanjangan pengamatan, membercheck, menggunakan bahan referensi, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan selama Latsar CPNS memberikan dampak positif terhadap pola sikap ASN, terutama dalam kedisiplinan ASN yang semakin meningkat.
Rahayu Rahayu, Ersis Warmansyah Abbas, Jumriani Jumriani
The Kalimantan Social Studies Journal, Volume 2, pp 160-169; https://doi.org/10.20527/kss.v2i2.3242

Abstract:
Pencapaian tujuan pembelajaran berkaitan dengan perencanaan pembelajaran berbasis kurikulum dan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perencanaan pembelajaran IPS untuk anak tunagrahita di SLB-C Negeri Pembina Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mengumpulkan data, reduksi data, penyajian data hingga melakukan penarikan kesimpulan. Uji Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, teknik dan waktu. Hasil penelitian memastikan bahwa perencanaan pembelajaran IPS pada anak tunagrahita di SLBC Negeri Pembina Provinsi Kalimantan Selatan pada jenjang SMPLB dirancang secara khusus oleh guru untuk memudahkan peserta didik memahami materi oleh pembelajaran. Perancangan pembelajaran tersebut dimuat pada RPP mencakup tiga tahapan yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Kegiatan pendahuluan mencakup aspek apersepsi, menggali pengetahuan, dan pemaparan tujuan pembelajaran. Kegiatan inti mencakup penyampaian materi dengan melakukan kegiatan berupa mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan menyajikan hasil belajar. Kegiatan penutup mencakup kegiatan refleksi dan evaluasi terhadap kegiatan pembelajaran. Perancangan pembelajaran tersebut dibuat oleh guru merujuk Kurikulum 2013. Pada tahap implementasi guru mengalami kendala dalam penyampaian pembelajaran dikarenakan seringnya peserta didik tidak hadir sehingga guru melakukan pengulangan penyampaian materi IPS pada pertemuan selanjutnya. Kendala ini berdampak bagi efektivitas implementasi dari perencanaan yang telah dibuat oleh guru.
Rahmatina Rahmatina, Bambang Subiyakto, Akhmad Munaya Rahman
The Kalimantan Social Studies Journal, Volume 2, pp 170-180; https://doi.org/10.20527/kss.v2i2.3245

Abstract:
Upaya pemahaman konsep esensial hubungan antara manusia dan lingkungan sebagai kajian geografi dapat diintegrasikan dalam muatan mata pelajaran IPS melalui pengetahuan konsep dan pengaplikasiannya dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian untuk mendeskripsikan kontribusi konsep geografi dalam perannya pada materi mata pelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan desain penelitian studi literatur dengan mengumpulkan berbagai literatur terkait untuk dianalisis sebagai karya tulis. Strategi pencarian jurnal dan buku melalui penelusuran internet dan perpustakaan. Sintesis data dituliskan dalam bentuk narasi. Hasil penelitian mendeskripsikan kontribusi konsep esensial geografi yang diintegrasikan dalam mata pelajaran IPS SMP yaitu memberikan pengetahuan maupun keterampilan berkenaan ruang (bumi) dan komponen-komponen yang ada dalam kehidupan yang memiliki koneksi satu sama lain melalui kerjasama regional, peranan penting manusia agar memiliki sensitivitas terhadap lingkungan berkaitan dengan pesebaran penduduk juga melalui nilai-nilai keunggulan potensi local untuk memecahkan masalah yang ada di sekitar peserta didik, serta cinta tanah air dalam memperkuat bangsa dan negara.
Devita Sari, Bambang Subiyakto, Mutiani Mutiani
The Kalimantan Social Studies Journal, Volume 2, pp 115-126; https://doi.org/10.20527/kss.v2i2.3244

Abstract:
Materi pembelajaran Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Masa Demokrasi Parlementer 1950-1959, termuat dalam buku teks Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI berbasis Kurikulum 2013 yang direvisi tahun 2018. Buku ini idealnya disusun berdasarkan kesesuaian dengan Kompetensi Dasar (KD), sebab aspek yang akan dicapai oleh peserta didik melalui pembelajaran IPS tidak hanya meliputi aspek pengetahuan namun dalam keseimbangan dengan aspek keterampilan. Pentingnya kesesuaian materi pembelajaran IPS dengan Kompetensi Dasar agar materi yang disajikan guru meliputi tiga aspek penting yaitu sikap, pengetahuan serta keterampilan, sehingga tujuan pembelajaran tercapai. Tujuan artikel ini untuk mengetahui kesesuaian materi Masa Demokrasi Parlementer 1950-1959 dengan KD. Metode yang digunakan studi literatur, yaitu mengumpulkan buku, jurnal dan pustaka lainnya yang relevan. Pencarian data dilakukan dengan menggunakan mesin pencarian seperti google scholar dan e-book. Hasil penelitian menunjukkan kesesuaian antara materi ajar sub tema masa demokrasi parlementer dengan kompetensi dasar, karena sudah merujuk pada pengembangan kompetensi pengetahuan dan keterampilan peserta didik.
Musdalipah Musdalipah, Bambang Subiyakto, Akhmad Munaya Rahman
The Kalimantan Social Studies Journal, Volume 2, pp 141-148; https://doi.org/10.20527/kss.v2i2.3246

Abstract:
Manusia memiliki peran penting dalam menangani persoalan yang muncul akibat interaksinya dengan lingkungan, kurangnya kesadaran lingkungan menimbulkan banyak permasalahan. Disiplin ilmu yang mengkaji keterkaitan antara manusia dan lingkungan yaitu ilmu geografi. Melalui kontribusi ilmu geografi dalam pendidikan IPS diharapkan masyarakat terkhusus peserta didik memiliki kesadaran lingkungan yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pembelajaran IPS yang dapat membantu dan memberikan kontribusi besar dalam menanamkan kesadaran lingkungan kepada seluruh masyarakat termasuk di dalamnya yaitu peserta didik. Penelitian ini menggunakan studi literatur atau pustaka dengan mengumpulkan berbagai literatur yang terkait untuk kemudian dianalisis untuk keperluan karya tulis ini. Strategi pencarian literatur jurnal maupun buku-buku melalui penelusuran di internet ataupun di perpustakaan. Penelitian studi literatur dalam mensintesis data yang telah dikumpulkan dituliskan dalam bentuk narasi. Hasil penelitian ini mendeskripsikan kontribusi ilmu geografi dalam pembelajaran IPS untuk menanamkan kesadaran lingkungan yaitu dengan mempelajari materi terkait perbedaan lingkungan, pertumbuhan penduduk, dan pemanfaatan potensi sumberdaya alam.
Ahmad Hafie, Bambang Subiyakto, Muhammad Adhitya Hidayat Putra
The Kalimantan Social Studies Journal, Volume 2, pp 76-85; https://doi.org/10.20527/kss.v2i2.3236

Abstract:
Kegiatan ekonomi di pasar sebagai ajang perdagangan skala besar maupun skala kecil dapat dimanfaatkan sebagai Sumber Belajar IPS. Pasar Ulin Raya di Landasan Ulin Tengah, kota Banjarbaru, menampakkan kegiatan ekonomi distribusi sebagai perdagangan antar daerah dan antar pulau. Masalahnya, belum ada pemetaan terhadap perilaku pedagang, khususnya terkait kegiatan distribusi, sistem tata niaga dan pengelolaan stok (inventori), serta peranan pemerintah dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kegiatan ekonomi perdagangan antar daerah dan antar pulau di Pasar Ulin Raya sebagai sumber belajar IPS menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Keabsahan data melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu, perpanjangan pengamatan, menggunakan bahan referensi, dan mengadakan member cek. Hasil penelitian menemukan bahwa Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarbaru membuat UPTD Pasar Ulin Rara untuk membina pedagang, pembeli dalam proses Perdagangan Antardaerah/antarpulau, dan menambah referensi pengajar dalam menggunakan sumber belajar sehingga dapat menjadi pembelajaran kontekstual bagi peserta didik.
Aidil Abdi Rachman
The Kalimantan Social Studies Journal, Volume 2, pp 86-94; https://doi.org/10.20527/kss.v2i2.3239

Abstract:
Pembelajaran di masa pandemic Covid-19 merupakan tantangan bagi semua elemen pendidikan di Indonesia. Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) diharapkan menjadi solusi bagi pendidikan masa pandemic Covid-19, akan tetapi dalam praktik PJJ tidak sedikit guru gagap teknologi, malas membuat komponen-komponen administrasi pembelajaran dan media pembelajaran sehingga ini mempengaruhi terhadap keberhasilan pembelajaran. Artikel ini membahas siklus perkembangan perencanaan PJJ yang dilakukan guru. Menggunakan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) dengan metode deskriptif memanfaatkan siklus-siklus yang dilakukan untuk menjelaskan hasil temuan, teknik pengumpulan data dengan langkah-langkah: 1. Perencanaan Tindakan; 2. Pelaksanaan Tindakan; 3. Pengamatan (Observasi). Hasil temuan menunjukkan bahwa pada siklus 1 banyak guru yang tidak melengkapi administrasi perencanaan PJJ baik pada silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Program Tahunan (Prota), Program Semester (Prosem), Daftar Hadir (DH) dan Daftar Nilai (DN) peserta didik dengan perbaikan dan refleksi dialog kolaboratif. Pada siklus 2 menunjukkan kenaikan dalam persiapan kelengkapan administrasi perencanaan PJJ walaupun masih ada guru yang belum melengkapi tetapi tidak signifikan seperti temuan pada siklus 1, sehingga pelaksanaan evaluasi kepada para guru dengan pendekatan kolaboratif kembali dan pendampingan berkala dalam penyusunan perencanaan PJJ.
Desy Fatimah, Heru Puji Winarso, Muhammad Rezky Noor Handy
The Kalimantan Social Studies Journal, Volume 2, pp 104-114; https://doi.org/10.20527/kss.v2i2.3237

Abstract:
Aktivitas ekonomi konstruktif berbasis lingkungan dapat diintegrasikan secara kontekstual pada pembelajaran IPS. Rumah Herbal Alam Lestari di Komplek Bukit Permata Indah (Kampung Herbal) Banjarbaru merupakan usaha yang menjual berbagai produk obat herbal. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan aktivitas ekonomi di Rumah Herbal Alam Lestari yang memanfaatkan lingkungan untuk ditanami tumbuhan herbal dalam upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat sekaligus sebagai lingkungan hijau. Metode Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang untuk mendapatkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang didapat direduksi, disajikan dalam bentuk narasi yang dilengkapi gambar dan tabel analisis materi untuk selanjutnya disimpulkan. Keabsahan data melalui triangulasi waktu, sumber, dan teknik. Hasil penelitian mendeskripsikan aktivitas ekonomi Rumah Herbal Alam Lestari memproduksi dua macam produk yaitu obat herbal dan tumbuhan langsung dari ukuran besar maupun kecil, didistribusikan dan dikonsumsi atau digunakan oleh masyarakat, dengan aktivitas ekonomi ini dapat diintegrasikan sebagai sumber belajar IPS di kelas VII pada materi aktivitas ekonomi (produksi, distribusi, dan konsumsi) yang berkonsep lingkungan.
Fitriyani Fitriyani, Herry Porda Nugroho Putro, Mutiani Mutiani
The Kalimantan Social Studies Journal, Volume 2, pp 127-140; https://doi.org/10.20527/kss.v2i2.3241

Abstract:
Rumah Kreasi Tomat Banjarbaru merupakan usaha pengolahan tomat sebagai bahan dasarnya menjadi produk makanan dan minuman. Kajian potensi pasar menjadikan berbagai kreasi produk-produk baru dengan memanfaatkan tomat sebagai bahan dasar mencakup ranah produksi, distribusi dan konsumsi. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan aktivitas di Rumah Kreasi Tomat Banjarbaru sebagai sumber belajar IPS. Penelitian menggunakan metode kualitatif yang untuk mendapatkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data dengan uji keabsahan data triangulasi (waktu, teknik, dan sumber), membercek, dan perpanjangan pengamatan. Rumah Kreasi Tomat merupakan UMKM yang berdiri pada tahun 2017 di bidang kuliner dengan produksi sirup tomat, permen tomat dan manisan tomat yang meningkatkan aktivitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat di sekitar lokasi usaha. Rumah Kreasi Tomat Banjarbaru memproduksi olahan makanan berbahan dasar tomat seperti permen tomat, sirup tomat, dan manisan tomat yang juga dijual melalui online seperti instagram dan shopee, toko oleh-oleh, Indogrosir, serta mengikuti bazar yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar IPS berkesesuaian materi produksi, distribusi, dan konsumsi pada materi pembelajaran IPS kelas VII semester 2.
Back to Top Top