Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal

Journal Information
ISSN / EISSN : 2407-8018 / 2721-7310
Published by: Universitas Negeri Gorontalo (10.37905)
Total articles ≅ 471
Filter:

Latest articles in this journal

Murnihati Sarumaha, Darmawan Harefa, Yan Piter Basman Ziraluo, Amaano Fau, Yohanna Theresia Venty Fau, Adam Smith Bago, Tatema Telambanua, Fatolosa Hulu, Kaminudin Telaumbanua, Indah Permata Sari Lase, et al.
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 8, pp 2045-2052; https://doi.org/10.37905/aksara.8.3.2045-2052.2022

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran artikulasi berpengaruh penggunaanya terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA terpadu. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dan jenis penelitian adalah quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 1 Toma yang berjumlah 116 orang. Sampel penelitian adalah kelas IX-B sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 29 orang dan kelas IX-C sebagai kelas kontrol berjumlah 27 orang. Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar siswa yaitu tes awal dan tes akhir. Berdasarkan pengolahan data yang telah dilaksanakan, maka ada beberapa yang menjadi kesimpulan yaitu (1) berdasarkan perhitungan nilai rata-rata tes awal pada kelas eksperimen diperoleh sebesar 42.93 sedangkan kelas kontrol sebesar 54.26. (2) berdasarkan perhitungan nilai rata-rata tes akhir pada kelas eksperimen diperoleh sebesar 66.04 sedangkan pada kelas kontrol sebesar 45.66. (3) berdasarkan perhitungan uji hipotesis thitung = 8,228 dan ttabel = 1.671, sehingga thitung > ttabel yaitu 8,228 > 1.671. Maka Ha diterima dan Ho ditolak. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran artikulasi terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri 1 Toma.
Maelawati Suhardja, Sri Watini
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 8, pp 1915-1926; https://doi.org/10.37905/aksara.8.3.1915-1926.2022

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian anak kelompok B di RA Miftahul Jannah, Jenis penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif yaitu untuk memperoleh gambaran kemandirian anak usia 5-6 tahun di RA Miftahul Jannah dengan metode bernyanyi dan reward “Asyik”. Metode bernyanyi dan Reward “Asyik” merupakan inovasi pembelajaran model baru, yang dikembangkan oleh Sri Watini (2020) dan sudah mendapat hak paten karya cipta dari Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Patent No.EC00202025792) Metode bernyanyi dan reward “Asyik” digunakan ketika guru sedang mengevaluasi pembelajaran hari ini, guru mengajak anak-anak untuk menyanyikan bersama “ Bagaimana belajar hari ini “Asyik” (sebanyak 4 kali) dilanjutkan dengan menirukan huruf A dengan jari berbentuk A(Aman), S(Senang), Y(Yakin dan Percaya diri) I(Inovatif), K(Kreatif) kemudian guru memberikan pertanyaan tentang materi pada hari ini dan ketika ada yang berani menunjuk tangan maka guru menunjuk anak tersebut dengan terlebih dahulu mengatakan “katakan” kemudian anak didik yang ditunjuk oleh guru berkata sambil menunjuk ke dirinya “Aku Hebat, Aku Bisa, Aku Berhasil, Yes...yes...yes!!. Dari pengamatan peneliti disimpulkan ternyata dengan melalui metode bernyanyi, reward “Asyik” dan yel-yel “Asyik” dapat meningkatkan kemandirian anak.
Denni Yuniasih, Sri Watini
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 8, pp 1651-1658; https://doi.org/10.37905/aksara.8.3.1651-1658.2022

Abstract:
Permainan Leggo adalah salah satu permainan yang dapat meningkatkan Kognitif anak usia dini. Kognitif merupakan kompetensi yang harus dimiliki dan dikembangkan oleh anak. Hal ini perlu mendapatkan stimulasi yang baik salah satunya dengan permainan Leggo. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan model ATIK dalam meningkatkan Kognitif anak usia dini melalui permainan Leggo di RA Al-Fikri. Hal ini dilatar belakangi banyaknya kegagalan dalam mengembangkan kognitif dalam pembelajaran anak usia dini. Metode yang akan digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas di RA AL-Fikri Klari dengan analisis data model Borg & Gall. Instrumen yang akan digunakan berupa Observasi dan Wawancara. Hasil penelitian dan pengembangan berdasarkan pada uji efektivitas maka Model ATIK ini efektif dalam meningkatkan Kognitif Anak Usia Dini melalui Permainan Leggo.
Fatkhul Jannah Putri Ayuni, Sri Watini
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 8, pp 1641-1650; https://doi.org/10.37905/aksara.8.3.1641-1650.2022

Abstract:
Tidak dipungkiri, minat baca dan tulis masyarakat Indonesia masih tergolong sangat rendah. Hal ini akibat minimnya pengenalan gerakan membaca dan menulis pada anak sejak usia dini yang merupakan usia emas mereka dalam mengembangkan kecerdasan dan minatnya. Pemberian rangsangan pendidikan menjadi penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak di masa depan, sehingga pentingnya penanaman budaya literasi baca sejak dini yang mampu membawa dampak positif pada anak. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan implementasi model ATIK dalam pembelajaran literasi baca anak usia dini. Penelitian ini bersifat kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu anak usia 4-5 tahun. Sampel penelitian ini sebanyak 30 anak di Rumah Calistung Abaca yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling yakni berdasarkan pertimbangan tertentu. Data dianalisis secara kualitatif dengan mengamati perkembangan literasi baca anak selama penerapan model ATIK. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik cukup antusias dalam mengikuti pembelajaran literasi baca dengan menggunakan model ATIK. Melalui implementasi model ATIK, peserta didik sudah menunjukkan semangat dan keteratrikannya dengan literasi baca terkait dengan materi yang diberikan. Hal ini dibuktikan dengan kemampuan peserta didik di Rumah Calistung Abaca yang mengetahui dan memahami dari kegiatan A (Amati), TI (Tiru) dan K (Kerjakan). Namun memang belum sepenuhnya memahami akan apa yang dipelajari, sehingga membutuhkan pendampingan mendalam dari guru atau pendidik.
Rosida Tiurma Manurung
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 8, pp 1937-1944; https://doi.org/10.37905/aksara.8.3.1937-1944.2022

Abstract:
Kesantunan adalah hal yang memperlihatkan kesadaran akan martabat orang lain dalam berbahasa, baik saat menggunakan bahasa lisan, maupun bahasa tulis. Berbicara tentang kesantunan berbahasa berarti berbicara tentang pemilihan kode bahasa, norma-norma sosial, dan sistem budaya yang berlaku dalam suatu masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk prinsip kesantunan berbahasa pada mahasiswa dalam tindak tutur melalui media siniar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang mengumpulkan data secara langsung dan sebagaimana adanya dan metode penelitian kuantitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan kuesioner yang ditujukan kepada masyarakat umum, dengan hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan evaluasi penggunaan tutur bahasa santun mahasiswa dalam lingkungan universitas. Hasil penelitian pada masyarakat umum dengan kisaran 18--24 tahun dalam podcast/ wahana siniar menunjukkan bahwa fungsi dari penggunaan bahasa santun merupakan indikator tindak tutur sopan terlihat bahwa pemilihan responden terbagi atas 26,5% menjawab tidak setuju, 31,3% menjawab setuju, dan 27,7% menjawab tidak setuju, perlunya penggunaan bahasa santun jika berbicara dengan teman sebaya mencapai 48,2% setuju dan 42,2% sangat setuju, dan jika berbicara dengan orang yang lebih dewasa mencapai tertinggi 85,5% sangat setuju, sedangkan penggunaan bahasa santun di lingkungan universitas mencapai tertinggi 72,3% sangat setuju, dan civitas academica mencapai 49,4% setuju dan 48,2% sangat setuju. Selain itu, dalam penggunaan sehari-hari dalam lingkungan kampus menunjukkan 45,8% responden setuju para mahasiswa dan mahasiswi menggunakan bahasa santun dalam berkomunikasi, dan 41,0% perlu mengaplikasikannya. Hal ini menunjukkan perlunya penggunaan bahasa santun dalam norma sosial, lingkungan universitas, dan lingkungan masyarakat, khususnya dalam hubungan penutur, lawan tutur dan mitra tutur, serta penggunaannya sehari-hari.
Juwinner Dedy Kasingku, Ardian Mantow
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 8, pp 1989-2002; https://doi.org/10.37905/aksara.8.3.1989-2002.2022

Abstract:
Penelitian ini menyajikan hasil uji korelasi antara status sosial ekonomi dengan pembentukan karakter siswa. Metodologi penelitian berupa pendekatan kuantitatif, dengan statistika deskriptif mean untuk menggambarkan tingkat pendidikan dan penghasilan orang tua. Jenis uji korelasi yang digunakan adalah Rank Spearman. Kuesioner yang digunakan untuk mengukur pembentukan karakter siswa, diadaptasi dari Ayuningtyas (2016), di mana dari 25 pertanyaan hanya diambil 22 pertanyaan, tiga nomor yang dibuang yaitu 3, 19, dan 20, karena tidak relevan dengan tempat penelitian. Kemudian dua pertanyaan ditambah untuk mengukur indikator status sosial ekonomi. Hasil-hasil dari penelitian ini menggambarkan tingkat penghasilan orang tua siswa kelas XI SMA Unklab Airmadidi berada pada kategori sangat tinggi, sedangkan tingkat pendidikan mereka berada pada kategori tinggi. Serta didapati bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status sosial ekonomi dengan pembentukan karakter siswa.
Rizky Amaliah, Dedy Irfan
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 8, pp 1759-1768; https://doi.org/10.37905/aksara.8.3.1759-1768.2022

Abstract:
This study examines the relationship between the variables of production/service -based learning models (teaching factory), the experience of the prekerind and the BKK to the readiness of student work at SMKN 1 Sinunukan. The purpose of this study is to determine the relationship between the variables of production/service -based learning models (teaching factory), the experience of Prakerin and BKK to the readiness of student work at KLS XII SMKN 1 Sinunukan. The process in this study includes: data collection or information and then managed into the form of statistical data so that there is a relationship between variables, the results of this researcher are made with a quantitative descriptive approach because it describes and analyzes the results of the research statistics. Penelitian ini menguji hubungan antara variabel model pembelajaran berbasis produksi/jasa (teaching factory), pengalaman magang dan BKK terhadap kesiapan kerja siswa SMKN 1 Sinunukan. Alasan dilakukannya penelitian ini adalah sebagai salah satu syarat untuk ujian tesis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara variabel model pembelajaran berbasis produksi/jasa (teaching factory), pengalaman Prakerin dan BKK terhadap kesiapan kerja siswa di KLS XII SMKN 1 Sinunukan karena hasil penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada lembaga pendidikan dan ilmiah. pengetahuan. Proses dalam penelitian ini meliputi: mengumpulkan data atau informasi kemudian mengelolanya dalam bentuk data statistik sehingga terdapat hubungan antar variabel, hasil penelitian ini dibuat dengan pendekatan deskriptif kuantitatif karena menggambarkan dan menganalisis hasil penelitian dari statistik penelitian.
Ridawati Sulaeman, Ni Made Wini Putri Febrina Sari, Dewi Purnamawati, Sukmawati Sukmawati
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 8, pp 2311-2320; https://doi.org/10.37905/aksara.8.3.2311-2320.2022

Abstract:
Kekerasan pada perempuan diakui sebagai masalah kesehatan publik dan pelanggaran HAM. Bentuk Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) sangat bervariasi, seperti kekerasan fisik, psikis, seksual dan penelantaran rumah tangga. Faktor penyebab kekerasan pada perempuan yaitu rendahnya kesadaran hukum, budaya patriarki, ekonomi yang rendah / kemiskinan, dugaan adanya perselingkuhan dan pernikahan dini. Tujuan: Mengetahui faktor penyebab kekerasan pada perempuan di Kota Mataram. Metode: Penelitian menggunakan metode deskriptif-analitik. Populasi semua korban kekerasan pada perempuan yang talah menikah di Kota Mataram. Jumlah 37 sampel, metode purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan analisa menggunakan analisa univariat. Hasil: Penelitian menunjukkan penyebab kekerasan pada perempuan di Kota Mataram adalah kesadaran hukum sebanyak 29 responden (78,38%), budaya patriarki sebanyak 17 responden (45,06%), kemiskinan sebanyak 24 responden (64,86%), perselingkuhan sebanyak 16 responden (35, 14%), pernikahan dini sebanyak 20 responden (54,05%). Kesimpulan: Faktor tersering menyebabkan kekerasan pada perempuan di Kota Mataram yaitu faktor kesadaran hukum, kemiskinan dan pernikahan dini. Jenis tindak kekerasan sebagian besar mengalami jenis tindak kekerasan fisik. Saran: Diharapkan masyarakat menjadikan hasil penelitian ini sebagai penambah wawasan dan membuat masyarakat menjadi lebih tanggap jika ada tindak kekerasan pada perempuan yang terjadi di sekitar.
Muhammad Faza Fauzan, Lusty Aman Nadhir, Susi Kustanti, Suciani Suciani
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 8, pp 1805-1814; https://doi.org/10.37905/aksara.8.3.1805-1814.2022

Abstract:
Keterampilan berfikir kritis menjadi dasar baru dalam pembelajaran di era modern, yang merupakan keterampilan penting bagi seorang siswa untuk menjadi modal dalam membangun karir setelah menempuh pendidikan formalnya. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat diterapkan dalam upaya meningkatkan keterampilan berfikir kritis. Salah satu metode pembelajaran yang dapat diterapkan adalah diskusi kelompok kecil. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk melaporkan efektivitas pembelajaran diskusi kelompok kecil dalam meningkatkan keterampilan berfikir kritis pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) khususnya pada pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan dan Budi Pekerti (BP). Penelitian eksperimen ini dilakukan dengan menggunakan kuisioner dan observasi pada dua kelompok diskusi berbeda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran melalui diskusi kelompok kecil terbukti efektif dalam membantu siswa meningkatkan keterampilan berfikir kritis, karena melalui metode ini siswa dapat membangun ruang sosial, keadaan social saat ini (social space, social present) dan kohesi positif. Temuan ini memiliki implikasi bagi guru pelajaran berbasis karakter untuk meningkatkan keterampilan berfikir kritis dengan menerapkan metode diskusi kelompok kecil.
Yulianti Mawao, Sri Endang Saleh, Melizubaida Mahmud
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 8, pp 1927-1936; https://doi.org/10.37905/aksara.8.3.1927-1936.2022

Abstract:
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tata ruang kantor terhadap semangat kerja pegawai di kantor Camat Paguyaman Kabupaten Boalemo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif korelasional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai di Kantor Camat Paguyaman Kabupaten Boalemo yang berjumlah 37 orang. Teknik pengumpulan data diperoleh dari hasil observasi, kuisioner dan dokumentasi. Teknik Analisis data menggunakan analisis regresi linier sederhana dengan bantuan program IBM SPSS Statistic 21.0. Hasil penelitian menunjukan bahwa tata ruang kantor berpengaruh positif dan signifikan terhadap semangat kerja pegawai dengan koefisien determinasi sebesar 0,471 yang berarti bahwa sebesar 47.1% sisanya 52.9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Back to Top Top