Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal

Journal Information
ISSN / EISSN : 2407-8018 / 2721-7310
Current Publisher: Universitas Negeri Gorontalo (10.37905)
Total articles ≅ 117
Filter:

Latest articles in this journal

Uswatun Hasanah, Sarjono Sarjono, Ahmad Hariyadi
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 43-52; doi:10.37905/aksara.7.1.43-52.2021

Abstract:
Penerapan model pembelajaran ini untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran problem based learning (PBL) terhadap prestasi belajar siswa mata pelajaran IPS pada pokok bahasan aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan kelas VII SMP Taruna Kedungadem tahun ajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan dengan penerapan model pembelajaran problem based learning (PBL) memiliki kinerja yang lebih baik terhadap peningkatan prestasi belajar IPS Kelas VII SMP Taruna Kedungadem hal ini dilihat dari pengujian hipotesis dimana diperoleh nilai sig. (2-tailed) ≤ 0,05 yaitu, 0,000 ≤ 0,05. Sehingga dapat dikatakan Ho diterima dan Ha ditolak.
Maisyaroh Ayun Sirosa, Sarjono Sarjono, Ahmad Hariyadi
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 29-36; doi:10.37905/aksara.7.1.29-36.2021

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui pengaruh fasilitas belajar dan lingkungan pondok pesantren Al Husna terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran IPS Siswa Kelas VII C Di Mts. Islamiyah Malo.Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi, dan angket/kuesioner.Data dianalisis dengan uji validitas, uji reliabilitas, dan uji hipotesis.Selanjutnya dipaparkan dan ditarik kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1.)Fasilitas Belajar (X1) memberikan pengaruh dibuktikan dengan thitung sebesar 2,620 dan ttabel dengan nila isignifikannya0,011<0,05. (2.) Lingkungan Pondok Pesantren Al Husna (X2) memberikan pengaruh hal ini dibuktikan dengan thitung=0,742dant tabel signifikannya0,462<0.05.(3.) secara simultan Fasilitas Belajar (X1) Lingkungan Pondok Pesantren Al Husna (X2 )berpengaruh signifikan terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran IPS SiswaKelas VII C Di Mts. Islamiyah Malo, hal ini diketahui dari hasil pengujian yang menunjukkan thitung sebesar Fhitung= 8,477sama ttabel 0,001, karenasignifikasi lebih kecil dari alpha (0,001<0,05) maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima.
Mullabayev Baxtiyarjon Bulturbayevich, Abdul Rahmat, Mallaboyev Nosirjon Murodullayevich
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 153-160; doi:10.37905/aksara.7.1.153-160.2021

Abstract:
This article discusses the importance of lectures and practical lessons in students'learning activities, the difficulties encountered in learning and its causes, the forms of cooperation between teachers and students, and important factors in improving the effectiveness of education.
Meli Febriani
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 61-66; doi:10.37905/aksara.7.1.61-66.2021

Abstract:
Ruang lingkup IPS adalah kehidupan sosial manusia di masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat inilah yang menjadi sumber utama IPS. Aspek kehidupan sosial apapun yang kita pelajari, apakah itu hubungan sosial, ekonomi, budaya, kejiwaan, sejarah, geografi, ataupu politik, bersumber dari masyarakat. Sehingga dibutuhkan suatu pendekatan filsafat yang akan memberikan suatu pembelajaran yang modern tidak konvensional seperti pendekatan konstruktivisme. Guru disini tidak lagi menduduki tempat sebagai pemberi ilmu. Tidak lagi sebagai satu-satunya sumber belajar. Namun guru lebih diposisikan sebagai fasiltator yang memfasilitasi siswa untuk dapat belajar dan mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. Dengan penggabungan pembelajaran IPS yang menggunakan pendekatan Konstruktivisme diharapkan mampu menjadikan peserta didik menjadi warga negara yang demokratis, bertanggung jawab, serta warga dunia yang cinta damai
Wahyu Edy Setiawan, Luluk Tri Harinie, Syahril Uhing, Abdul Rahmat
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 123-136; doi:10.37905/aksara.7.1.123-136.2021

Abstract:
Pengabdian kepada Masyarakat ini tentang Pendampingan Pelatihan Pengolahan Wadi Pindang pada ibu-ibu Rumah Tangga di Jalan Hiu Putih, Kota Palangka Raya, adalah salah satu kegiatan ABDIMAS Program Pascasarjana, Universitas Palangka Raya yang memanfaatkan ikan patin untuk dijadikan Wadi, makanan fermentasi tradisional yang sehat dan bergizi dar Kalimantan Tengah. Wadi ini diolah secara alami dan tidak menggunakan bahan pengawet. Rata-rata penyimpanan wadi agar siap saji minimal dilakukan selama 7 hari dan kemudian dikemas rapi dalam boks-boks siap jual melalui media online sebagai salah satu media bantu pemasaran ke konsumen di saat pandemi Covid 19. Mitra Bina Keluarga Remaja sangat berperan dalam memberikan motivasi dan semangat juang tinggi kepada ibu-ibu rumah tangga di lingkungan Jalan Hiu Putih agar selalu survive dan semangat. Luaran dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini berupa publikasi jurnal, publikasi media massa, dan dapat dijadikan sebagai salah satu referensi mata kuliah, diantaranya adalah: Kewirausahaan dan Social Entrepreneurship, Andragogi dalam Pendidikan Masyarakat, Kajian Pemberdayaan Masyarakat di Daerah Gambut dan Aliran Sungai (DAS).
Aries Abbas, Marhamah Marhamah
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 53-60; doi:10.37905/aksara.7.1.53-60.2021

Abstract:
This research began from the emergence of character problems or character crisis by shifting the students’ ethics values in the school. Where the students don’t respect teachers and friends, there is brawl among students, even violence occurs in the classroom, this is a threat of disintegration of the nation. The formulation of the problem is how the strengthening strategy of character education. The purpose of this research is to know the strengthening strategy of character education in the school, related to implementation, monitoring evaluation, supporting factors, obstacles and obtained result. The research method used qualitative approach on natural subject or natural setting, by using observation data collection techniques, interviews and documentation, data analysis techniques through data reduction, verification and took a conclusions of processed data. The research was held at SMK 45 and SMK IT NU Saguling, West Bandung. The result of this study. Students become intent on strengthening the character education activities, responsive to social activities in the society, although not all students can implement it yet. The level of discipline is good because students feel shy if they aren’t disciplined, the result of the shame cultural, some students who used to come late to be in time even though not all students feel ashamed when coming late. The supporting factors the implementation of the strengthening of character education in the schools is a good strategy from the principal, the committee and a team of the parent class of students. The Obstacle factors, the shame culture is not held in the school yet, not all teachers become a role models in the schools who give good examples for students. Not all teacher become a strong and intelligent character. So that the presence of educators is as a key actor in the learning process, a professional and have a strong and intelligent character must really have atmosphere in the school, because through educators who have strong and intelligent character will create human resources which is a reflection of a nation that has strong and intelligent character, and virtuous morals.Penelitian ini berawal dari munculnya permasalahan karakter atau krisis karakter dengan menggeser nilai-nilai etika siswa di sekolah. Dimana siswa tidak menghargai guru dan teman, terjadi tawuran antar siswa, bahkan terjadi kekerasan di dalam kelas, ini menjadi ancaman disintegrasi bangsa. Rumusan masalah adalah bagaimana strategi penguatan pendidikan karakter. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi penguatan pendidikan karakter di sekolah terkait dengan pelaksanaan, evaluasi monitoring, faktor pendukung, kendala dan hasil yang diperoleh. Metode penelitian yang digunakan pendekatan kualitatif pada subjek alam atau setting alam, dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi, teknik analisis data melalui reduksi data, verifikasi dan pengambilan kesimpulan dari data olahan. Penelitian dilaksanakan di SMK 45 dan SMK IT NU Saguling, Bandung Barat. Hasil penelitian ini. Siswa berkeinginan kuat untuk memperkuat kegiatan pendidikan karakter, tanggap terhadap kegiatan sosial di masyarakat, meskipun belum semua siswa dapat melaksanakannya. Tingkat kedisiplinannya baik karena siswa merasa malu jika tidak didisiplinkan akibat adanya budaya malu, sebagian siswa yang dulunya terlambat datang tepat waktu padahal tidak semua siswa merasa malu jika datang terlambat. Faktor pendukung pelaksanaan penguatan pendidikan karakter di sekolah adalah strategi yang baik dari kepala sekolah, komite dan tim kelas orang tua siswa. Faktor penghambatnya, belum adanya budaya malu di sekolah, belum semua guru menjadi panutan di sekolah yang memberikan keteladanan yang baik bagi siswa. Tidak semua guru menjadi karakter yang kuat dan cerdas. Sehingga keberadaan pendidik sebagai aktor kunci dalam proses pembelajaran, seorang yang profesional dan berkarakter kuat dan cerdas haruslah benar-benar memiliki atmosfir di sekolah, karena melalui pendidik yang berkarakter kuat dan cerdas akan tercipta sumber daya manusia yang merupakan cerminan. bangsa yang memiliki karakter kuat dan cerdas, serta berakhlak mulia.
Indirawaty Indirawaty, Anang Adrian, Sudirman Sudirman, Kurnia Rahma Syarif
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 67-78; doi:10.37905/aksara.7.1.67-78.2021

Abstract:
Diabetes Mellitus is a serious chronic disease and occurs both when the pancreas does not produce enough insulin (a hormone that regulates blood glucose) or if the body cannot use the insulin produced effectively. DM sufferers are at risk of complications. These complications can be prevented by controlling diabetic blood glucose levels. Control of blood sugar levels in patients with DM is not adequate to avoid complications, the needs for knowledge and support of family with regular control of blood sugar DM patients. Method: This research was analytic descriptive with cross sectional design. The sampling technique used was random sampling with 50 respondents. Data collection was carried out using a questionnaire. Data analysis used Chi Square test with significance level α = 0.05. Result: Based on the results of statistical tests using test, it was found that there was correlation between family support and knowledge and controlling blood sugar levels with p-value 0,002 and there was correlation between family support in controlling blood sugar levels with ρ-value 0,001and obtained p value <0,05. Conclusion: There is a significant correlation between family support and knowledge with regular control of blood sugar in patients with type 2 diabetes mellitus in the Mangasa Health Center Makassar.Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronik yang serius dan terjadi baik saat pankreas tidak menghasilkan cukup insulin (hormon yang mengatur glukosa darah) maupun jika tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang dihasilkan secara efektif. Penderita DM berisiko mengalami komplikasi. Komplikasi tersebut dapat dicegah dengan mengendalikan kadar glukosa darah diabetesi. Pengendalian kadar gula darah pada penderita DM tersebut belum cukup untuk menghindari terjadinya komplikasi akan tetapi diperlukan adanya pengetahuan dan dukungan keluarga dengan rutinitas dalam mengontrol gula darah penderita DM. Metode Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Teknik sampling yang digunakan ialah random sampling dengan jumlah responden sebanyak 50 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan uji Chi Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan risk didapatkan ada hubungan pengetahuan dalam mengontrol kadar gula darah nilai p-value 0,002 dan ada hubungan dukungan keluarga dalam mengontrol kadar gula darah nilai ρ-value 0,001 diperoleh nilai p<0,05. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna pengetahuan dan dukungan keluarga dengan rutinitas dalam mengontrol gula darah pada penderita Diabetes Melitus tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Mangasa Kota Makassar
Corry Yohana
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 89-102; doi:10.37905/aksara.7.1.89-102.2021

Abstract:
This study examines the factors which link learning outcomes, creative product and entrepeneurship. The purpose of this research is to understand the significance of the influence of learning creativity and learning independence with learning outcomes of creative and entrepreneurial products at public high vocational school. The number of samples of this research is 131 respondents. It was taken using simple random sampling technique. The analysis technique which has been used in this research is multiple linear regression. The resulting regression equation is Ŷ = 63.008 + 0.160 X1 + 0.132 X2. From the results of the simultaneous significance test (Test F) produces Fcount> Ftable, namely 100.183> 3.066, so it can be concluded that the regression equation is significant. Then the T- test was performed and the resulting Y on X1 tcount = 7.844 and t table = 1.65685, Y on X2 tcount = 6.315 and t table = 1.65685. It can be concluded that the correlation coefficient is positive and significant. The coefficient of Y determination on X1 and X2 is 0.610 which indicates that 61.0% of the learning outcome variable is determined by learning creativity and learning independence. Based on the results of the research, teachers and students should pay attention to the factors of learning creativity and learning independence as consideration in applying learning outcomes of creative and entrepreneurial products, because these variables have a significant positive effect on learning outcomes of creative and entrepreneurial products.Penelitian ini mengkaji factor-faktor yang menghubungkan hasil belajar Produk Kreaktif dan Kewirausahaan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui signifikansi pengaruh Kreativitas Belajar dan Kemandirian Belajar dengan Hasil Belajar Produk Kreaktif dan Kewirausahaan di SMK Negeri Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan korelasional, populasi diambil dari seluruh siswa SMK Negeri Jakarta. Jumlah sampel sebanyak 131 responden diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling. Tehnik analisis dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda. Persamaan regresi yang dihasilkan adalah Ŷ = 63,008 + 0,160 X1 + 0,132 X2. Dari hasil uji signifikansi simultan (Uji F) menghasilkan Fhitung > Ftabel yaitu 100,183 > 3,066, sehingga dapat disimpulkan bahwa persamaan regresi tersebut signifikan. Kemudian dilakukan uji t dan dihasilkan Y atas X1 thitung = 7,844 dan ttabel = 1,65685, Y atas X2 thitung = 6,315 dan ttabel = 1,65685. Dapat disimpulkan bahwa koefisien korelasinya adalah positif dan signifikan. Koefisien determinasi Y atas X1 dan X2 diperoleh sebesar 0,610 yang menunjukkan bahwa 61,0% variabel hasil belajar ditentukan oleh kreativitas belajar dan Kemandirian Belajar.Berdasarkan hasil penelitian, guru dan siswa ada baiknya memperhatikaan faktor-faktor kreativitas belajar dan Kemandirian Belajar sebagai bahan pertimbangan dalam mengaplikasikan hasil belajar produk kreatif dan kewirausahaan, karena variabel ini secara signifikan berpengaruh positif terhadap hasil belajar produk kreatif dan kewirausahaan.
Baykhonov Bahodirjon Tursunbaevich, Mullabayev Baxtiyarjon Bulturbayevich, Abdul Rahmat
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 161-168; doi:10.37905/aksara.7.1.161-168.2021

Abstract:
In recent years, a number of radical reforms aimed at liberalizing the socioeconomic spheres of the country have been consistently carried out. In particular, a number of reforms aimed at liberalizing the foreign exchange market, tax reform aimed at increasing incomes and stimulating production, the gradual transition to medium term budget planning, reducing the role of inflation targeting in the economy, gradual privatization of state enterprises and the introduction of market mechanisms continue.
Sri Susi Wiji Astuti, Sarjono Sarjono, Ahmad Hariyadi
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 37-42; doi:10.37905/aksara.7.1.37-42.2021

Abstract:
Activities and student learning outcomes by applying a group investigation learning model. This research was conducted at SMPN 1 Senori. The subjects of this study were class VII students in the 2019/2020 school year. The results of this study obtained data that teacher activity has increased namely in the first cycle 45.45%, the second cycle 70.45%, and the third cycle 81.81%. Student activity has increased namely in the first scilus by 44.93%, cycle II by 52.07%, and cycle III by 68.31% and student learning outcomes also increased by 62.83% and 72.90% for the first scilus , the second cycle was 71.22% and 75.96%, the third cycle was 72% and 78.06%. Based on the results of this study, it can be concluded that the application of the Group Investigation learning model can increase the activities and social learning outcomes of VII students grade of SMPN 1 Senori in the 2019/2020 school year.Aktivitas dan hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran group investigation. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 1 Senori. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII tahun pelajaran 2019/2020. Hasil penelitian ini diperoleh data bahwa Aktivitas guru mengalami peningkatan yaitu pada siklus I sebesar 45,45%, siklus II sebesar 70,45%, dan siklus III sebesar 81,81%. Aktivitas siswa mengalami peningkatan yaitu pada skilus I sebesar 44,93%, siklus II sebesar 52,07%, dan siklus III sebesar 68,31% dan Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan yaitu pada skilus I sebesar 62,83% dan 72,90%, siklus II sebesar 71,22% dan 75,96%, siklus III sebesar 72% dan 78,06%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Group Investigation dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS siswa kelas VII SMPN 1 Senori tahun ajaran 2019/2020.
Back to Top Top