Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal

Journal Information
ISSN / EISSN : 2407-8018 / 2721-7310
Published by: Universitas Negeri Gorontalo (10.37905)
Total articles ≅ 231
Filter:

Latest articles in this journal

Lestari Mustapa
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 1149-1154; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.1149-1154.2021

Abstract:
Tujuan dari penelitian adalah untuk meningkatkan hasil belajar peserta didikkelas XI SMA Negeri 1 Wonosari pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.Penelitian yang dilakukan menggunakan penelitian tindakan kelas dengan sujekpenelitian siswa kelas XI SMA Negeri 1 Wonosari. Hasil dari penelitian ini penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, baik menyangkut kegiatan guru, aktivitas peserta didik dalam pembelajaran, serta berdampak pada peningkatan hasil belajar peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Wonosari. Hal ini dapat dilihat pada hasil yang dicapai berikut ini : a) Aktivitas guru mengalami peningkatan, dari siklus I sebesar 76.92% yang terlaksana meningkat pada siklus II sebesar 100% yang terlaksana. b) Aktivitas peserta didik mengalami peningkatan, dari siklus I sebesar 54,54% yang tuntas meningkat pada siklus II sebesar 100% yang tuntas. c) Hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan, dari siklus I sebesar 71,75% yang tuntas meningkat pada siklus II sebesar 100% yang tuntas.
Fida Mohammad Mohammadi
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 1323-1328; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.1323-1328.2021

Abstract:
In this experiment, glassy carbon electrode with multi walled carbon nanotubesnanocomposites have been prepared in different concentration in order to see ifmethotrexate is anticancer drug. For the purpose of characterizing the structures,nanocomposites were analyzed by scanning electron microscope. Optical measurements of different concentrations were conducted by z-scan method and the results show that by rising the concentration, nonlinear refractive index and linear absorption coefficient increases. The values of nonlinear refractive index are in orders of 𝟏𝟎−𝟖 𝒄𝒎𝟐 𝒘.
, Abdul Rahmat
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 795-814; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.795-814.2021

Abstract:
The students learn through critical thinking and commenting on the design works of other students. This paper aims to demonstrate the students' learning process in a peer-jury activity through both mind engagement and practical activities in the architecture design studio. The methodology of the research was based on qualitative methods with the application of semi-structured observation, photography, sketching, and graphical analysis techniques. The findings of the analysis reveal that the students participated in the peer-jury activity with five attitudes including passive, reactive, active, interactive, and engaged. The peer-jury groups’ applied four approaches to comment on the peer presenters' design outputs, including the design process, task response, idea of the design, and design outputs. In conclusion, the students learn through peers effectively to enhance their skills and abilities in a structured communication. The students improve critical thinking skills through practice, personalization, and communication.
Ghazi Mohammad Takal, Mujtaba Jamal, Abdul Rahmat
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 771-780; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.771-780.2021

Abstract:
Discourse analysis has always been a great tool for analyzing both spoken andwritten discourses in various discourse communities. Specifically, it has largelybeen used for written discourse analysis. For instance, it has been used in analysisof memos. Memos have been a valuable part of written discourse in differentsettings. Thus, this paper is the analysis of a memo written by a school headmaster.The author used Genre Analysis as a discourse analysis for analyzing the memo textin this paper. Although there are several models for genre analysis, Genre Analysisof Vijay. K Bhatia Model has been used in this study. The findings revealed thatthe memo was related to a professional genre of school while meeting not the entirecharacteristics of professional genre. The research suggested that future studies beconducted concerning memo analysis.
Yolan K. Hamzah
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 1171-1178; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.1171-1178.2021

Abstract:
Penelitian ini dilaksanakan melalui tiga siklus. Untuk melihat motivasi belajarmatematika siswa kelas X pada SMA Negeri 2 Gorontalo maka dilakukan observasi kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti sendiri dan guru lain yang setiap hari menjadi team teaching di kelas tersebut. Dari hasil uji coba diperoleh Motivasi belajar matematika siswa secara umum mengalami kenaikan rata-rata motivasi minimal cukup baik yang awalnya sebesar 75 % siswa menjadi sebesar 90 % siswa di kelas X. Hal ini menurut analisis peneliti dikarenakan sebagai berikut: (1) Siswa senang dengan variasi model pembelajaran yang menurut mereka baru dan belum pernah mereka dapat sebelumnya (2) Materi pembelajaran yang dibahas relatif dapat dipahami oleh siswa karena di jenjang sekolah sebelumnya pernah diajarkan. Hasil tes yang dilaksanakan pada setiap siklus mengalami kenaikan, kecuali pada siklus III. Pada siklus I nilai rata-rata sebesar 65,40, pada siklus II nilai rata-rata sebesar 69,00 dan pada siklus III nilai rata-rata sebesar 68,00. Hal ini menurut pengamatan dan pengalaman peneliti dikarenakan bagi siswa materi pada siklus III mengenai jajargenjang relatif lebih sulit dari materi pada siklus I dan II.
Jelly Nasseri
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 1017-1028; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.1017-1028.2021

Abstract:
Secara umum, di dunia terdapat dua sistem pengurusan perusahaan yang menonjol, yaitu sistem satu tingkat dan sistem dua tingkat, namun dalam kaitannya dengan hubungan sistem manajemen satu tingkat (one-tier) dan dua tingkat (two-tier), penerapan kedua sistem ini di semua negara hampir sama, yaitu adanya dua dewan – dewan komisaris dan dewan direksi pada sistem two-tier dan hanya satu dewan – dewan direksi pada sistem – one-tier. Dalam menjalankan aktivitas bisnis sehari-hari para pemegang saham perusahaan cenderung menjaga kepentingannya dalam hubungan antar pemegang saham. Meskipun hubungan antara pemegang saham telah diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan, dan juga diatur dalam anggaran dasar perusahaan, namun masih ada hal-hal penting yang perlu diatur secaratersendiri, diluar peraturan dan pasal-pasal akta pendirian dan anggaran dasar perusahaan, antara lain klausul right of first refusal yang memaksa pemegang saham yang ingin menjual sahamnya untuk terlebih dahulu menawarkan sahamnya kepada pemegang saham lain; pengalihan terbatas saham yang melarang pemegang saham untuk menjual sahamnya tanpa persetujuan semua pemegang saham; opsi untuk memanggil atau menempatkan sahamnya kepada mitranya; penyediaan kendali yang membutuhkan persetujuan dengan suara bulat untuk keputusan besar; dan klasulnon-persaingan yang melarang pemegang saham untuk bersaing dengan perusahaan. Para pemegang saham biasanya mengatur hubungan khusus mereka secara terpisah dalam perjanjian pemegang saham. Makalah ini membahas beberapa hal pentingyang harus diperhatikan dalam penyusunan perjanjian pemegang saham dan dampaknya bagi pemangku kepentingan (stakeholder) lain di perusahaan. Penulis menemukan bahwa diperlukan adanya keterbukaan dalam penyusunan perjanjian pemegang saham agar tidak merugikan kepentingan pihak-pihak lain terutama stakeholder perusahaan lainnya.
Amir Hamzah, Tito Prayitno
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 1029-1044; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.1029-1044.2021

Abstract:
The requirements in entering the world of work today demand professional skills and abilities according to the needs of the organization. Therefore, effective marketing strategies become important for vocational colleges to get prospective students. There are several studies that examine the factors that influence students' decisions in choosing a college, but research focusing on vocational college research is still very limited. This study aims to analyze the determinants that influence students' decisions in choosing a course of study at a Vocational College. This study was conducted by an online survey of 158 respondents who were studying at three Vocational Universities in Banten Province, namely ASM Lepisi, Politeknik LP3I Jakarta Tangerang Campus, and Politeknik PGRI Banten. Analyze the data using Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Finally, the author expects the empirical results of this study to be useful as a reference for marketing practitioners of Vocational Universities in West Java and Banten, in particular and Indonesia in general.
Ariani Ariani, Awang Eka Novia Rizali, Susy Irma Adisurya
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 1097-1106; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.1097-1106.2021

Abstract:
Terpuruknya kondisi ekonomi di Indonesia akibat pandemi covid-19 telah berdampak pada semua lapisan masyarakat. Berbagai upaya dilakukan untuk memberdayakan masyarakat, salah satunya melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Tema yang diangkat dalam kegiatan kali ini adalah pengaplikasian desain mosaik pada produk rumah tangga sebagai peluang usaha baru bagi masyarakat terdampak pandemi Covid-19, dengan sasaran masyarakat yang bekerja sebagai pengemudi ojek, tukang las, dan pekerja bangunan. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang pengaplikasian mosaik dari pecahan kaca dan keramik yang dikombinasikan dengan kayu bekas peti kemas menjadi produk nampan. Metode eksperimen dilakukan pada tahap persiapan, dilanjutkan dengan metode participatory action research dan pendampingan pada pelaksanaan pelatihan. Melalui pelatihan ini, para peserta menguasai keterampilan dalam membuat nampan kayu dan memiliki pemahaman estetika dalam menyusun pecahan kaca dan keramik menjadi mosaik. Hasil PkM berupa produk nampan yangfungsional dan bernilai estetis diharapkan dapat membuka peluang usaha baru bagi para peserta.
Shirly Nathania Suhanjoyo, Yunita Setyoningrum, Amanda Muliati
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 821-832; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.821-832.2021

Abstract:
Art activities have been proven effective as psychological therapies that stimulatechildren imagination in a positive way. A series of expressive art therapy workshops was conductedon children with cancer, who were temporarily stayed at Rumah Singgah YKAKI Bandung. The activities were integrated with fitness, music and dance. The aim was to stimulate the creative expression and spontaneity in children through the interactive and therapeutic art activities. The programwas expected to help reduce stress on children with cancer. Cancer patients were invited to create positive narratives, tell stories and imagine their current whereabouts also created works based on these narratives. At the end, their creative workswere exhibited to public as a form of achievement.Kegiatan seni terbukti bermanfaat terapi psikologis yang mendorong anak untukberimajinasi ke arah yang positif. Sebuah serial workshop terapi seni ekspresifdilaksanakan kepada anak-anak pasien kanker di rumah singgah YKAKIBandung. Kegiatan ini diintegrasikan dengan kegiatan lainnya, seperti olah tubuh, musik dan tari. Tujuannya untuk merangsang spontanitas berekspresi kreatif melalui kegiatan seni yang interaktif dan terapeutik. Program kegiatan seni rupa ini dapat membantu mereduksi stress pada anak pasien kanker. Dalam prosesnya pasien anak kanker diajak menciptakan narasi positif, bercerita dan berimajinasi tentang keberadaan mereka saat ini dan membuat karya berdasarkan narasi tersebut. Pada akhir sessi, karya kreatif mereka dipamerkan kepada publik sebagai wujud dari pencapaian.
Ben Archer
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 781-794; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.781-794.2021

Abstract:
With a highly competitive higher education market in Australia, there is a significant push for professionals to obtain further qualifications. While much has been written on the progression to Principalship in schools, there is a paucity of writing on the progression into Middle Leadership. A survey of middle leaders in Australian schools indicate that the skills learned in postgraduate qualifications are highly valued by people entering Middle Leadership, however, no impact is recorded in relation to progression into further leadership roles. This research has the potential to influence the career decision making of school teachers and leaders, as well as influence the marketing of postgraduate qualifications by higher education providers.
Back to Top Top