Journal Information
ISSN / EISSN : 2685-5321 / 2685-5321
Published by: Universitas Wahid Hasyim Semarang (10.31942)
Total articles ≅ 57
Filter:

Latest articles in this journal

Afif Kholifah, Zenny Zanuba Arifah, Ika Widyaningrum, Iffah Muflihati, Sari Suhendriani
Published: 26 April 2022
Journal: Mediagro
Abstract:
Kulit nanas merupakan limbah buah yang jumlahnya cukup melimpah. Pengolahan limbah kulit nanas menjadi produk pangan merupakan salah satu upaya diversifikasi untuk meningkatkan nilai limbah kulit buah. Salah satu produk olahan kulit nanas adalah abon yang umumnya dibuat dari daging. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh jenis nanas terhadap karakteristik abon kulit nanas yang dihasilkan. Abon dibuat dari kulit nanas madu, lokal, dan campuran keduanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa abon dari kulit nanas dengan jenis yang berbeda menghasilkan kadar air dan warna yang berbeda nyata, kecuali nilai b*. Uji perbandingan secara sensoris menunjukkan hasil bahwa sifat sensoris abon dari kulit nanas berbeda dengan abon ayam. Sifat sensoris ketiga sampel menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata, kecuali sifat teksturalnya. Tingkat kesukaan panelis terhadap ketiga sampel abon menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata.
Sarno - Sarno, Fanny Tri Raditya
Published: 26 April 2022
Journal: Mediagro
Abstract:
Majalengka Village, Bawang District, Banjarnegara Regency is one of the villages that exists in the development of instant tiwul agroindustry. Tiwul instant is an agro-industry activity that continues to be developed in women's farmer groups. This is supported by an increase in the business development of instant tiwul production and marketing which is quite rapid. Therefore, the intensive development of the tiwul diamond agroindustry must continue to be improved. So far, the members of the women's farmer group do not understand how much production costs have been spent in the production of instant tiwul and how much income they receive. The research objectives are; (a) analyze the production costs and income of instant tiwul agroindustry, and (b) analyze the business feasibility of instant tiwul agroindustry obtained by the members of the women farmer group. The research method used is descriptive analysis method with data collection methods using interviews, observation and literature review. The research targets are members of women's farmer groups who produce instant tiwul. Data analysis methods used are cost and income analysis and business feasibility analysis. The results showed that (1) the production cost of instant tiwul agroindustry carried out by the women farmer group was obtained by an average of Rp. 497,424,-/1 times of production, (b) the amount of revenue obtained from instant tiwul agroindustry was an average of Rp. 1,095. 000,- while the amount of income earned is an average of Rp. 597,576,-/1 times of production, (c) based on business feasibility analysis, the instant tiwul agroindustry is said to be feasible because it obtains R/C Ratio > 1.Keywords: Agroindustry, Analysis, Cost, Income, Instant Tiwul
Elsa Fitriah, Wayan Wangiyana, Nihla Farida
Published: 26 April 2022
Journal: Mediagro
Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi berbagai limbah organik pada bedeng permanen pada tahun ketiga terhadap pertumbuhan dan hasil padi beras merah antara teknik budidaya konvensional dan sistem irigasi aerobik pada bedeng permanen. Percobaan ditata menurut Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design), yang terdiri atas dua faktor perlakuan yaitu teknik budidaya padi (T1= konvensional, T2= sistem irigasi aerobik pada bedeng permanen) sebagai petak utama dan limbah organik (L0=tanpa limbah, L1=sekam, L2=abu sekam dan L3=abu sekam + pupuk kandang) sebagai anak petak. Data dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) dan uji Beda Nyata Jujur (Tukey’s HSD) pada taraf nyata 5% menggunakan program CoStat for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor teknik budidaya padi berpengaruh signifikan terhadap variabel hasil padi beras merah, yaitu persentase jumlah gabah hampa lebih rendah tetapi jumlah anakan produktif, jumlah malai, jumlah gabah berisi dan hasil gabah lebih tinggi pada padi sistem irigasi aerobik (T2). Faktor aplikasi limbah organik juga berpengaruh signifikan terhadap variabel pertumbuhan dan hasil, yaitu laju pertumbuhan jumlah anakan dan laju pertumbuhan jumlah daun lebih tinggi pada perlakuan L1, tetapi jumlah gabah berisi dan hasil gabah per rumpun lebih tinggi pada perlakuan L3. Terdapat pengaruh interaksi terhadap jumlah gabah berisi dan hasil gabah, dengan hasil gabah tertinggi (47,48 g/rumpun) pada padi sistem irigasi aerobik yang diberi abu sekam dan pupuk kandang (T2L3) dan terendah (28,78 g/rumpun) pada padi konvensional tanpa aplikasi limbah (T1L0).
I Wayan Dirgayana, Dicky Marsadi, Made Mika Astuthi
Published: 26 April 2022
Journal: Mediagro
Abstract:
Thrips parvispinus is a pest of large chili plants Capsicum Annuum. This study aimed to determine the effect of spacing on the population and the percentage of T. parvispinus attacks on large chili C. annuum in Kintamani, Bangli Regency, Bali. This research has been conducting on farmer's land in Sekaan Village, Kintamani District, Bangli Regency, Bali from March to May 2021. This study used a randomized block design (RAK) method, with three treatment levels and five replications. The number of plants observed in each plot was ten plant clumps using a systematic sampling method (diagonal system). The results showed differences in the number of T. parvispinus pests on large chili plants in each treatment, there was an apparent difference between the spacing treatment one (1) and the spacing treatment two (2), but the spacing treatment two (2) was not significantly different from treatment three (3). The results showed that the percentage of T. parvispinus attack on spacing treatment one (1) was higher than treatment spacing two (2) and three (3) from observation one to observation six. The relationship between harvest yields and the percentage of T. parvispinus pest attacks showed differences in harvest weight. The spacing treatment one (1) has a smaller harvest weight than the spacing treatment two (2) and three (3). So the proper spacing for large chili C. annuum is the spacing treatment two and three.
Alimah Putri Milania, Endang Dwi Purbajanti, Susilo Budiyanto
Published: 26 April 2022
Journal: Mediagro
Abstract:
Mentimun memiliki pertumbuhan vegetatif yang cepat. Pertumbuhan perlu dikendalikan untuk menggurangi organ vegetatif dan memaksimalkan produksi pada masa generatif. Tujuan dari penelitian adalah untuk menggetahui pengaruh pemangkasan dan dosis kompos pada pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun (Cucumis sativus L.). Penelitian dilakukan pada februari – juni 2021 di Greenhouse Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro. Rancangan menggunakan rancangan faktorial acak lengkap 3 x 3 dengan 4 kali ulangan. Faktor pertama adalah pemagkasan yang terdiri dari 3 taraf yaitu tanpa pemangkasan (P0), pemangkasan pucuk (P1) dan pemangkasan cabang lateral (P2). Faktor kedua adalah dosis kompos yang terdiri dari 3 taraf, 15 ton/ha (K1), 30 ton/ha (K2) dan 45 ton/ha (K3). Data dianalisis menggunakan analisis ragam. Data yang signifikan dilanjutkan uji jarak berganda (Duncan) 5%. Hasil menunjukkan bahwa jumlah daun, jumlah buah, berat total buah signifikan dipengaruhi oleh dosis kompos. Parameter waktu muncul bunga memberikan hasil signifikan yang dipengaruhi oleh pemangkasan, dosis kompos dan interaksi dari perlakuan. Parameter luas permukaan daun memberikan hasil signifikan yang dipengaruhi oleh pemangkasan. Panjang tanaman, dan panjang buah tidak dipengaruhi oleh perlakuan yang diberikan
Istanto Istanto, Shofia Nur Awami, Hendri Wibowo
Published: 26 April 2022
Journal: Mediagro
Abstract:
Cassava is one of the agricultural commodities that have many uses for the community. The purpose of this study was to determine the partnership pattern of cassava farmin in Limbangan District, to determine the level of costs, revenues and income from cassava farming, BEP and the feasibility of the business seen from the R/C. The basic method of this research is analytical descriptive. Sampling of farmer respondents using the census method while supplier respondents using the purposive method. The number of respondents who were interviewed were 39 farmers and 1 supplier. As for collecting data and information with interview techniques, recording and observation. The results showed that the cassava farming partnership pattern in Limbangan District is a vendor pattern which is a partnership with the category having a direct relationship with the business sector between actors. The total cost incurred in partnership system cassava farming per production period is Rp. 6,897,598 with a cultivated land area of 3,375 m2. The total revenue is Rp. 11,971,292 per growing season. Meanwhile, the income from the partnership system of cassava farming is Rp. 5,073,694. R/C value of 1.73. This shows that cassava farming with a partnership system is feasible. The unit BEP value is 4,311 Kg and the BEP price is Rp. 922.
Riantika Aulia Putri, Ika Dyah Kumalasari, Bakti Utama
Published: 26 April 2022
Journal: Mediagro
Abstract:
In Indonesia, rice is a staple food that has high carbohydrates and is consumed by all Indonesian people. The high consumption of rice in Indonesia causes a decrease in the level of consumption of non-rice food and the low consumption of animal protein, vegetables, and fruits. Until the government made the slogan "full doesn't have to be rice" and held a program to change people's mindsets, namely with a diversification program for local food products. The purpose of this analysis is to find out the results of the implementation of the Local Food Product Diversification Program in the Women Farmers Group (KWT)/ Micro Small Medium Enterprises (UMKM) and the community at the Food Security Office of Central Java Province. The analytical methods used in the Local Food Product Diversification Program through interviews and literature studies are descriptive analysis, fishbone diagrams, and Strength Weakness Opportunity Threats (SWOT) analysis. The results of the implementation of the Local Food Diversification Program for KWT/UMKM and the community are that it can increase the income/turnover of the KWT/UMKM and direct the community to consume local food to achieve the ideal Food Hope Pattern (PPH) score so as to reduce excessive rice consumption.
Dewi Hastuti, Hendri Wibowo, Endah Subekti, Prayoga Aditama
Published: 26 April 2022
Journal: Mediagro
Abstract:
Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi produksi bawang daun dan nilai return to scale yang terjadi di petani bawang daun di Desa Sidomukti. Jenis penelitian adalah studi kasus dan metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Jumlah responden sebanyak 25 petani. Metode analisis data menggunakan pendekatan analisis cobb douglas dengan analisis regresi linier berganda menggunakan SPSS. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan faktor produksi berupa luas lahan (X1), pupuk kandang (X2) dan pupuk urea (X3) secara bersama sama berpengaruh nyata terhadap produksi bawang daun. Pengaruh faktor produksi bersifat positif, yang artinya setiap penambahan input produksi akan meningkatkan output produksi. Sedangkan secara parsial faktor pupuk kandang dan pupuk urea berpengaruh nyata. Berdasarkan nilai skala hasilnya produksi bawang daun berada dalam kondisi skala output menurun (decreasing return to scale) yaitu 0,985 kurang dari satu (∑β < 1), artinya bahwa penambahan faktor produksi akan menghasilkan tambahan output produksi yang proporsinya lebih kecil
Safira Dwi Hanggraeni, Kustopo Budiraharjo, Siswanto Imam Santoso
Published: 30 October 2021
Journal: Mediagro
Abstract:
Loyalitas konsumen merupakan sifat positif dari konsumen terhadap suatu merek yang ditandai dengan penggunaan produk tertentu dalam jangka waktu yang panjang atau melakukan pembelian berulang secara teratur. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis loyalitas konsumen produk Teh Cap Bandulan serta faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi loyalitas konsumen terhadap produk Teh Cap Bandulan di Kabupaten Pekalongan. Penelitian dilakukan pada bulan Juli – Agustus 2020 di beberapa kecamatan terpilih yaitu Kedungwuni, Wonopringgo, Karangdadap, Bojong, dan Doro di Kabupaten Pekalongan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei menggunakan kuesioner. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode accidental sampling dimana peneliti bertemu secara kebetulan atau insidental dengan responden dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara dan observasi. Metode analisis data dilakukan menggunakan piramida loyalitas dan analisis regresi linear berganda. Hasil analisis piramida loyalitas sudah cukup baik dengan tingkatan loyalitas konsumen Teh Cap Bandulan terbesar dikarenakan faktor kesukaan terhadap merek produk (liking the brand) yaitu sebesar 57%. Hasil analisis regresi linear berganda menerangkan bahwa kepuasan konsumen dan citra merek berpengaruh secara parsial terhadap loyalitas konsumen sedangkan kualitas produk dan harga produk tidak berpengaruh secara parsial terhadap loyalitas konsumen Teh Cap Bandulan. Kepuasan konsumen, citra merek, kualitas produk dan harga produk secara simultan mempengaruhi loyalitas konsumen Teh Cap Bandulan sebesar 46,5%.
I Putu Eka Wijaya, Novi Permata Indah, Arif Fadilla
Published: 30 October 2021
Journal: Mediagro
Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemetaan saluran pemasaran kopi Sanggabuana dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan responden menggunakan simple random sampling dan snowball sampling. Simple Random Sampling digunakan untuk mendapatkan responed petani dan Snowball Sampling digunakan untuk menganalisis pelaku pasar hingga sampai pada tangan konsumen. Hasil yang telah dicapai dalam penelitian Saluran Pemasaran Kopi Sanggabuana di Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Karawang memiliki tiga buah saluran yaitu : Saluran pemasaran I yang terdiri dari Produsen→BUMDes→Pedagang Pengecer→Konsumen; Saluran pemasaran II yang terdiri dari Produsen→Pengumpul (desa) →BUMDes→Pedagang Pengecer→Konsumen; Saluran pemasaran III yang terdiri dari Produsen→Pengumpul (desa) → Pengumpul (kabupaten) →Konsumen.
Back to Top Top