JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC)

Journal Information
EISSN : 2721-608X
Current Publisher: FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (10.31506)
Total articles ≅ 19
Filter:

Latest articles in this journal

Ona Martha Nurron
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC), Volume 2; doi:10.31506/jsc.v2i2.9343

Abstract:
A classic problem of public policy is an inaccurate formulated policy. One of the main causes is the disruption in communication which creates ineffective dissemination of information from the government to policy maker and vice versa. The impact is a degrading quality of the policy itself as well as dissatisfaction of the public towards policy maker. Generally, policy analyst is a cluster of relatively new position in Indonesia’s civil servant. In Indonesia Institute of Science, this infant position would bridge the officials in making better policies. This article analyses the history, obligations, roles and responsibilities of policy analyst as one of the solutions to the problem previously mentioned. The methods use is descriptive qualitative utilizing literature studies of textbooks and scientific journals and observing the media which examined through public policy theories. The result shows that policy analyst is essential to achieve LIPI’s goal and purposes in the future. Hopefully, this research would be beneficial for the government to formulate the essence of policy analyst as well as revealing information to general public on the importance of policy analyst. Permasalahan klasik dari kebijakan publik adalah tidak tepatnya suatu kebijakan setelah diformulasikan. Salah satu penyebabnya adalah terganggunya komunikasi yang membuat tidak efektifnya penyaluran informasi dari pemerintah kepada para pembuat kebijakan dan juga sebaliknya. Dampaknya adalah penurunan kualitas dari kebijakan yang dibuat sehingga mengakibatkan munculnya kekecewaan masyarakat sekaligus menurunkan tingkat kepercayaan mereka kepada para pembuat kebijakan. Secara umum, Jabatan Fungsional Analis Kebijakan merupakan jabatan yang relatif baru diperkenalkan pada manajamen aparatur sipil negara di Indonesia. Sementara, di lingkungan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, keberadaan Analis Kebijakan yang baru berusia satu tahun dapat menjadi jembatan yang menghubungkan para pejabat fungsional kepada para pembuat kebijakan. Dengan adanya jabatan ini, diharapkan kebijakan yang dihasillkan akan menjadi jauh lebih baik. Penelitian ini mengupas sejarah, uraian tugas, peran dan tanggung jawab dari analis kebijakan sebagai salah satu solusi dari perbaikan kualitas kebijakan. Metode yang digunakan adalah qualitatif deskriptif, studi literatur buku teks dan jurnal ilmiah dengan melihat apa yang terjadi pada media cetak terkait permasalahan untuk kemudian dianalisis menggunakan teori-teori kebijakan publik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keberadaan jabatan analis kebijakan sangat diperlukan di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dalam mencapai visi dan misinya di masa yang akan datang. Penelitian ini juga diharapkan dapat bermanfaat bagi pemerintah sebagai dasar pertimbangan formulasi analis kebijakan, dan juga untuk menyebar informasi kepada masyarakat umum mengenai pentingnya jabatan analis kebijakan.
Annisa Rachmi Kusumadewi, Chatia Hastasari
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC), Volume 2; doi:10.31506/jsc.v2i2.8277

Abstract:
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan; 1) pola komunikasi cosplayer pada komunitas Anoman dan Gamabunta dengan model pola komunikasi Wood; 2) interaksi antar cosplayer pada komunitas Anoman dan Gamabunta. Penelitian yang dilaksanakan di Kota Yogyakarta ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dalam pelaksanaannya, penelitian ini memperoleh informan dengan teknik purposive sampling. Informan dalam penelitian ini berjumlah enam orang yaitu: tiga cosplayer anggota komunitas Anoman, dan tiga cosplayer anggota komunitas Gamabunta. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Lalu untuk teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan: 1) pola komunikasi yang dilakukan oleh komunitas cosplayer Anoman dan Gamabunta cenderung lebih menggunakan pola komunikasi interaktif dan transaksional, dan jarang menggunakan model pola komunikasi linear; serta 2) interaksi komunikasi kelompok cosplayer kedua komunitas belum berjalan secara efektif namun dengan kondisi yang berbeda-beda. Anoman mengalami penurunan jumlah anggota lama yang tidak setara dengan jumlah masuknya anggota baru, serta tidak aktif berkegiatan lagi karena kendala biaya sehingga cosplayer Anoman bergabung dengan tim cosplay lain. Sedangkan Gamabunta memiliki kendala dalam menghadapi kesenjangan antar anggota karena banyaknya anggota yang terus masuk dan kurangnya kegiatan rutin untuk meningkatkan kualitas hubungan antar anggota kelompok. Kini cosplayer Gamabunta memilih untuk melakukan hobinya secara personal sajaThe purpose of this research is to describe; 1) cosplayer communication patterns in the Anoman and Gamabunta communities with Wood's communication pattern model; 2) interaction between cosplayers in the Anoman and Gamabunta communities. The research which was conducted in Yogyakarta City used descriptive research with a qualitative approach. In practice, this study obtained informants with a purposive sampling technique. There are six informants in this study, namely: three cosplayers who are members of the Anoman community, and three cosplayers who are members of the Gamabunta community. Data collection techniques in this study were interviews and documentation. Data analysis using data reduction analysis, data presentation, and conclusions. Then for data validity techniques using source triangulation. The results showed: 1) the communication patterns carried out by the cosplayer community Anoman and Gamabunta tended to use interactive and transactional communication patterns, and rarely used linear communication pattern models; and 2) the communication interaction between the cosplayer groups of the two communities has not been effective yet but under different conditions. Anoman experienced a decrease in the number of old members who did not equal the number of new members, and was no longer active in activities due to financial constraints, so cosplayer Anoman joined another cosplay team. Meanwhile, Gamabunta has obstacles in dealing with gaps between members due to the large number of members who keep entering and the lack of routine activities to improve the quality of relationships between group members. Now Gamabunta cosplayers choose to do their hobby personally.
Nisrina Malihah, Wawan Setiawan, Yustikasari Yustikasari
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC), Volume 2; doi:10.31506/jsc.v2i2.7810

Abstract:
Program pelatihan penting diadakan dalam upaya meningkatkan kinerja karyawan. Pelatihan learning corner di PT. Chandra Asri Petrochemical Tbk. diadakan karena karyawan kurang mampu memahami produk dan service knowledge perusahaan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kegiatan pelatihan learning corner dengan kinerja karyawan yang meliputi aspek pembicara, materi, metode serta media pelatihan dengan kinerja karyawan yang meliputi aspek pemahaman, apresiasi serta kemampuan karyawan. Metode penelitian adalah korelasional, teknik analisis data secara deskriptif dan analisis inferential Rank Spearman. Teori yang diujikan yaitu teori pengalaman dari Michalak & Yeger. Sampel penelitian adalah 72 orang peserta pelatihan yang terpilih secara strata proporsional. Teknik pengumpulan data dari dua sumber yakni data primer yaitu angket; dan data sekunder yaitu wawancara, observasi dan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat atau tinggi antara pembicara, metode pelatihan learning corner dengan kinerja karyawan. Serta terdapat hubungan yang cukup berarti antara materi dan media pelatihan learning corner dengan kinerja karyawan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. Simpulan penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pelatihan learning corner dengan kinerja karyawan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk., dengan koefisien korelasi sebesar 0.942 (hubungan yang sangat tinggi, kuat sekali, dapat diandalkan). The important things of training programs are held in an effort to improve employee performance. Learning corner training at PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. held because employees are less able to understand the company's products and service knowledge. The research objective is to determine the relationship between learning corner training activities with employee performance which includes aspects of speaker (trainer), material, methods and media with employee performance which includes aspects of, understanding, appreciation and ability. The research method using correlational, descriptive as data analysis techniques and inferential analysis with Spearman's Rank. The theory tested is theory of experience from Michalak & Yeger. The research sample are 72 training participants who selected proportionally. Data collection techniques from two sources are primary data trough questionnaire and secondary data with interviews, observation, study of literature. The results showed that there are strong or high relationship between speakers (trainer) and method of learning corner training with employee performance. Other that, there are quite strong relationship between content material and media of learning corner with employee performance of PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. The conclusion of the research shows that there is a significant relationship between learning corner training and employee performance of PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. with a correlation coefficient of 0.942 (very high, very strong, reliable relationship).
Annisa Luthfiyyah, Yanti Setiyanti, Susanne Dida
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC), Volume 2; doi:10.31506/jsc.v2i2.8468

Abstract:
The presence of Instagram is an alternative media to be used by the public as a means of finding information. Aiming to be widely known, Instagram users need to form a personal branding to be able to show their characteristics through Instagram post content. Instagram social media is a media that is often accessed by audiences and the development of content on Instagram social media. This study aims to describe the creative personal branding of Yulia Baltschun as a diet influencers through social media Instagram in accordance with the competencies, standards and style of Yulia Baltschun. The method in this study uses descriptive methods with qualitative data types. Data collection method used is the study of literature. The results of the study explain the personal branding conducted by Yulia Baltschun as a diet influencer on Instagram. The results of this study show that the ability, style and the standard it has on every Instagram content post. The consistency shown by Yulia Baltschunn in the process of personal branding is done by planning every month. The content in Instagram posts contains information about dietary patterns and healthy living. Based on the post content obtained on Instagram, Yulia Baltschun's self-identity is shown in terms of authenticity, integrity, consistency, specialization, authority, diversity, relevance, visibility, consistency, goodwill and performance. Forming the right identity is what Yulia Batschun has succeeded in forming personal branding the right. Kehadiran Instagram merupakan media yang menjadi alternatif untuk digunakan khalayak sebagai sarana pencarian informasi. Bertujuan agar dapat dikenal secara luas, pengguna Instagram perlu membentuk sebuah personal branding untuk dapat memperlihatkan ciri khas melalui konten postingan Instagram. Media sosial Instagram merupakan media yang sering untuk di akses oleh khalayak dan semakin berkembangnya konten-konten pada sosial media Instagram. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan personal kreatif branding dari Yulia Baltschun sebagai diet influencer melalui sosial media Instagram sesuai dengan kompetensi, standar dan gaya dari Yulia Baltschun. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan jenis data kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan ialah studi literatur. Hasil penelitian menjelaskan tentang personal branding yang dilakukan oleh Yulia Baltschun sebagai diet influencer di Instagram. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa kemampuan, style (gaya), dan standar yang dimilikinya pada setiap postingan konten Instagram. Konsistensi yang diperlihatkan Yulia Baltschunn dalam proses personal branding dilakukan dengan melakukan perencanaan (planning) setiap bulannya. Adapun konten dalam postingan Instagram berisikan mengenai informasi tentang pola diet dan hidup yang sehat. Berdasarkan konten postingan yang didapat di Instagram, identitas diri Yulia Baltschun diperlihatkan dari keotentikan, integritas, konsistensi, spesialisasi, otoritas, keberbedaan, relevan, visibilitas, konsistensi, goodwill dan kinerjanya. Pembentukan identitas diri yang tepat tersebutlah maka Yulia Batschun berhasil dalam membentuk personal branding yang tepat.
Pani - Oktaviani, Burhanudin Mujtaba,
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC), Volume 2; doi:10.31506/jsc.v2i1.8031

Abstract:
Communication between superiors and subordinates who are the focus of this research is termed by Pace & Faules with downward communication, namely vertical communication that occurs between superiors to the staff below. The background of this research is PT. DHL Tangerang is a multinational company in the field of express and logistics couriers based in Bonn, Germany and Oslo, Norway. In Indonesia, there are already many branches of PT. DHL and PT. DHL gives a critique on the jobstreet website of PT. DHL Supply Chain, while the problems experienced by these employees have communication difficulties that are not running well by the leader or manager because there are often new projects that make moving places, making employees must be able to understand the wishes of the boss briefly. In this study, researchers used the theory of human relations. This theory emphasizes the importance of individuals in organizations and social relations in organizational life. The research method used is a quantitative method that is explanatory, namely causal relationships. The purpose of this study was to determine whether there is an influence of superiors and subordinate relationships on employee performance. Based on the results of the correlation analysis conducted by researchers between supervisor and subordinate relationship variables on performance has a significant positive or strong relationship. Based on the results of the SPSS 25 output, the value of the calculated F value is 101.794. Whereas the F value of table is 3.95. Value 101.794> 3.95, so it can be concluded that Ho is rejected and Hɑ is accepted. This means that there is an influence of supervisor and subordinate relationship variables on performance.Keyword : PT.DHL Tangerang, Relationship between Superiors and Subordinates, WorkPerformance, Human Relations Theory. AbstraksiKomunikasi antara atasan dan bawahan yang menjadi fokus dalam penelitian ini diistilahkan oleh Pace & Faules dengan komunikasi downward, yaitu komunikasi vertikal yang terjadi antara atasan ke staf dibawahnya. Latar belakang penelitian ini adalah PT. DHL Tangerang merupakan salah satu perusahaan multinasional dalam bidang kurir ekspres dan logistik yang bermarkas di Bonn, Jerman dan Oslo, Norwegia. Di Indonesia sendiri sudah banyak cabang PT. DHL tersebut dan karyawan PT. DHL memberikan kritikan pada website jobstreet PT. DHL Supply Chain, adapun permasalahan yang dialami karyawan tersebut memiliki kesulitan komunikasi yang berjalan dengan tidak baik oleh pimpinan atau manager karena sering adanya project baru yang membuat berpindah – pindah tempat, membuat karyawan harus mampu memahami keinginan atasan secara singkat. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teori hubungan manusia. Teori ini menekankan pentingnya individu dalam organisasi dan hubungan sosial dalam kehidupan organisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif yang bersifat eksplanatif yaitu hubungan kausal sebab akibat. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh hubungan atasan dan bawahan terhadap kinerja karyawan. Berdasarkan hasil penelitian analisis korelasi yang dilakukan peneliti antara variabel hubungan atasan dan bawahan terhadap kinerja memiliki hubungan signifikan yang positif atau kuat. Berdasarkan hasil output SPSS 25 nilai besaran nilai F hitung 101,794 . sedangan nilai F tabel 3,95. Nilai 101,794 > 3,95, sehingga dapat di tarik kesimpulan bahwa Ho ditolak dan Hɑ diterima. Artinya terdapat pengaruh variabel hubungan atasan dan bawaha terhadap kinerja.Kata Kunci : PT.DHL Tangerang, Hubungan atasan dan bawahan, Kinerja, Teori Hubungan Manusia.
Ryan Ramadhan, Suwandi Sumartias, Yustikasari Yustikasari
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC), Volume 2; doi:10.31506/jsc.v2i1.8033

Abstract:
This research uses quantitative method of correlational research type. The theory used is Martin Fishbein's Information Integration Theory. The analytical technique used is descriptive analysis by calculating frequency, categorization, and rating scale, as well as inferential analysis using rank spearman formula. The sample of this research is 62 people from 794 participants of activity taken by way of proportional strata sampling technique. The results of this study indicate that the significant relationship between Citarum Bestari and the participants' attitude to the five movements is not. Based on the result of the research, the researcher suggested that the information about the achievement of programs that have been done by government for normalization of Citarum River must be proven through photo, video or coverage of Citarum River improvement so that the participants believe any information submitted, then information in Citarum Program Bestari uses a pyramidal system, where information provides the best arugemtation at the beginning and end of the sentence, so that the participants give attention to the extension material from beginning to end, as well as the information in the Citarum Bestari Program also presents two-sided arguments, namely the government's shortcomings and government strength in the realization of the Citarum River normalization project, in order for the participants to trust the information conveyed as a truth AbstrakPenelitian ini menggunakan metode kuantitatif jenis penelitian korelasional. Teori yang digunakan adalah Teori Integrasi Informasi dari Martin Fishbein. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan menghitung frekuensi, kategorisasi, dan rating scale, serta analisi inferensial dengan menggunakan rumus rank spearman. Sampel dari penelitian ini adalah 62 orang dari 794 peserta kegiatan yang diambil dengan cara teknik sampling strata proporsional. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terhadap hubungan yang cukup berarti antara kegiatan Citarum Bestari dengann sikap peserta terhadap gerakan lima tidak. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan agar informasi mengenai pencapaian program-program yang sudah dilakukan oleh pemerintah untuk normalisasi Sungai Citarum harus dibuktikan melalui foto, video, atau liputan dari perbaikan Sungai Citarum tersebut agar para peserta meyakini setiap informasi yang disampaikan, kemudian informasi dalam Program Citarum Bestari menggunakan sistem piramidal, yaitu dimana informasi menyajikan arugemtasi paling baik di awal dan akhir kalimat, agar para peserta memberikan perhatian pada materi penyuluhan dari awal hingga akhir, serta informasi dalam Program Citarum Bestari juga menyajikan argumentasi dua-sisi, yaitu kekurangan pemerintah serta kekuatan pemerintah dalam realisasi proyek normalisasi Sungai Citarum, agar para peserta mempercayai informasi yang disampaikan sebagai suatu kebenaran. Keywords: Teori Integrasi Informasi, Sungai Citarum, Pemprov Jabar, Gerakan Lima Tidak
Novi Andayani,
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC), Volume 2; doi:10.31506/jsc.v2i1.7872

Abstract:
This research discusses about message meaning of breast cancer in Korean Drama called Jealousy Incarnate. The concept is taken because breast cancer in men is still considered taboo in the society. Author uses Charles Sanders Peirce’s Semiotic Theory to analyze the meaning of messages in the South Korean television drama Jealousy Incarnate. The method use for this research is qualitative method. Author took data from SBS television drama, that is Wednesday and Thursday slots titles Jealousy Incarnate which the authors took from sources of indoxxi.tube, textbooks, electronic articles and publications related to the television drama Jealousy Incarnate, breast cancer, and Charles Sanders Peirce’s Semiotic Theory. The results of the analysis of this study indicate that in the Korean television drama Jealousy Incarnate there are scenes that contain messages about the protagonist survivor breast cancer in men. The drama made people aware, especially men, to be more cautious against breast cancer.
Seli Dewi Lestari,
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC), Volume 2; doi:10.31506/jsc.v2i1.7873

Abstract:
Komunikasi menjadi salah satu aspek terpenting di dalam mengukur sebuah keberhasilan tujuan pendidikan itu sendiri. Untuk menciptakan karakter yang baik dan jiwa yang kokoh pada siswa di lingkungan pendidikan dalam hal ini sekolah, diperlukan terciptanya suasana lingkungan pendidikan yang harmonis dan dinamis. Hal tersebut dapat tercipta jika terbangun koordinasi dan komunikasi dua arah yang kuat antara guru dan siswa. Pembentukan karakter siswa tersebut akan tercapai apabila adanya komunikasi yang baik, efektif dan bermutu. Pola komunikasi guru dan siswa berbasis pendidikan karakter dengan penerapan mutu bahasa metode sentra. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola komunikasi yang terjadi antara guru dan siswa dalam pembangunan karakter siswa di SDIT Harapan Bunda Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan tiga cara, yaitu: observasi melalui pendekatan partisipatif, wawancara dan dokumen. Penelitian ini melibatkan empat orang koresponden sebagai informan. Mereka adalah ketua Lembaga Pendidikan Islam Terpadu Harapan Bunda Purwokerto, Wali Kelas 1 Dewi Sartika A dan B, dan wali murid. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa model pembelajaran sentra dengan penerapan mutu berbahasa lima kontinum, yaitu: Visually Looking On (VLO), Non Directive Statement (NDS), Question (Q), Directive Statement (DS) dan Physical Intervention.
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC), Volume 2; doi:10.31506/jsc.v2i1.8036

Abstract:
AbstrakBeberapa tahun belakangan maraknya pemberitaan media mengenai kasus perselingkuhan pada rumah tangga seseorang yang membuat istilah pelakor ini mencuat. Dalam perselingkuhan ada dua pihak yang terlibat, namun hanya pihak perempuan yang mendapatkan istilah dengan konotasi negatif seperti ini yang membentuk kesan-kesan tertentu terhadap seorang wanita selingkuhan seorang pria yang sudah beristri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif. Dengan mengumpulkan data melalui observasi, dan wawancara terhadap 5 informan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yakni teori Dramaturgi, Erving Goffman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan gaya dan perilaku pelakor saat berada di panggung depan dan panggung belakang adanya pengelolaan kesan tertentu untuk menghasilkan konsep diri dari dirinya sendiri maupun orang lain terutama saat berada di panggung depan pelakor cenderung menjadi sosok yang lebih berkarakter, dan memiliki cara berpenampilan, ekspresi maupun perilaku yang lebih formal baik dalam bentuk komunikasi secara verbal maupun non verbal. Sedangkan saat berada di panggung belakang pelakor lebih menunjukkan cara berpenampilan dan bersikap yang lebih apa adanya sebagai bentuk interpretasi pada lingkungan sekitarnya. Kata Kunci : Fenomena, Pelakor, Dramaturgi, Erving Goffman AbstractA few years ago there was a lot of media coverage of an affair in someone's household that made the term pelakor appear. In the affair there are two parties involved, but only the women who get the term with a negative connotation like this which forms certain impressions of a woman having an affair with a married man. This research uses explorative qualitative. By collecting data through observation, and interviews with 5 informants. The theory used in this research is Dramaturgi Theory of Erving Goffman. The results of this research shows the different styles and behavior of the actors when they are on the front stage and the back stage of the management of certain impressions to produce self-concepts from themselves and others, especially when they are on the front stage, pelakor tend to be more character, and have a way of appearance, expression and more formal behavior both in the form of verbal and non verbal communication. Whereas when they are on the back stage, pelakor show more natural ways of looking and acting as a form of interpretation of the surrounding environment.Keywords: Phenomenon, home wrecker, Dramaturgy Theory, Erving Goffman
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC), Volume 1; doi:10.31506/jsc.v1i2.7807

Abstract:
This research aims to explain how conflicts occur in the public sphere. Where there is a conflict between conventional transportation and online transportation in the activities of public space. Socio-economic changes through the digitalization of public life make social-economic activities also change. But in practice, these changes also face several challenges. This study further wants to see how changes in the digitalization of a public transportation system bring changes in economic activities, the conflict that arises when some people are divided into two, namely the part of society that can respond to socio-economic changes through the online system including the presence of online transportation and those who have not can accept changes in existing social-economic activities. The research findings are as follows, firstly conflicts arising in the operation of public transport are caused by political and economic interests, secondly, the conflicts involve the government, business community and the community. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana konflik yang terjadi si ruang publik. Di mana ada konflik yang terjadi antara transportasi konvensional dengan transportasi online dalam aktifitas nya ruang publik. Perubahan sosial ekonomi melalui digitalisasi kehidupan publik membuat aktifitas sosial ekonomi juga berubah. Namun pada praktisnya perubahan tersebut juga menemui beberapa tantangan. Penelitian ini lebih jauh ingin melihat bagaimana perubahan dalam digitalisasi sebuah sistem transportasi publik membawa perubahan dalam kegiatan aktifitas ekonominya, konflik yang timbul adalah ketika sebagaian orang terbagi menjadi dua yaitu sebagaian masyarakat yang dapat merespon perubahan sosial ekonomi melalui sistem online termasuk hadirnya tranportasi online dan yang belum bisa menerima perubahan terhadap aktifitas sosial ekonom yang ada. Temuan penelitian adalah sebagai berikut, pertama konflik yang timbul dalam pengoperasian angkutan umum disebabkan oleh kepentingan politik dan ekonomi, kedua konflik tersebut melibatkan pemerintah, kalangan bisnis dan masyarakat.
Back to Top Top