Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M)

Journal Information
ISSN / EISSN : 2721-5156 / 2721-5148
Total articles ≅ 121
Filter:

Latest articles in this journal

Ratna Tri Hardaningtyas, Ahmad Rifqi Mubarok
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), Volume 3, pp 25-29; https://doi.org/10.33474/jp2m.v3i1.13392

Abstract:
Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) telah menyebar di seluruh wilayah indonesia. Salah satu UMKM yang khas di Desa Argotirto yaitu batik tulis. Karena pandemi, penjualan dari batik ini sempat vakum selama beberapa bulan. Oleh karena itu pemberdayaan UMKM Batik Tulis sangat di butuhkan guna untuk mengembangkan usaha Batik Tulis di Desa Argotirto ini. Di era pandemi masyarakat harus bisa memanfaatkan UMKM yang ada, mengolahnya serta memasarkan dalam media offline atau online agar ekonomi masyarakat bisa bertambah khususnya di era pandemi seperti sekarang ini. Salah satu upaya yang bisa di lakukan adalah dengan memberdayakan UMKM dengan cara memberi inovasi motif batik tulis agar dapat lebih update motif sehingga konsumen mudah tertarik, serta membantu pemasaran di media massa karena jangkauan pasarnya lebih luas dan praktis di bandingkan brosur dan door to door. Diharapkan berbagai kegiatan yang di lakukan dapat menambah wawasan, ilmu serta membantu majunya UMKM Batik Tulis, sehingga dapat membantu ekonomi masyarakat.
Sunawan Sunawan, Firli Puspa Amalia, Widiya Wulandari, Nency Priskila Oktaviani
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), Volume 3, pp 21-24; https://doi.org/10.33474/jp2m.v3i1.13368

Abstract:
TOGA adalah tanaman yang tidak memerlukan perawatan khusus, tidak mudah diserang hama penyakit, bibitnya mudah didapat, mudah tumbuh dan tidak termasuk jenis tanaman terlarang dan berbahaya atau beracun. Tanaman obat banyak digunakan sebagai bahan baku obat tradisional dan jamu, yang apabila dikonsumsi dapat meningkatkan kekebalan tubuh (immune system). Tujuan dari kegiatan KSM Tematik 2021 UNISMA adalah memanfaatkan lahan untuk ditanamani TOGA dalam jangka panjang dengan memnfaatkan hasil panen dari TOGA tersebut guna meningkatkan kesehatan dan perekonomian masyarakat setempat di era pandemi COVID-19. Metode pelaksanaan yang dilakukan dalam program taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) ini terbagi menjadi tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Masyarakat menyediakan lahan untuk ditanami TOGA dan menerima dengan baik terkait program kerja mahasiswa.
Ita Athia, Ashifa Maharani, Desti Ikromah, Vicky Dwi, Dwi Bella, Siti Nur Aini, M. Ivan, Andy Prasetya, M. Rizal, Yusril Amar
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), Volume 3, pp 1-8; https://doi.org/10.33474/jp2m.v3i1.13646

Abstract:
Sampah menjadi problem tersendiri bagi lingkungan masyarakat, baik di pedesaan maupun di perkotaan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat Desa Kendalpayak, Kabupaten Malang, dalam program pengelolaan sampah untuk menciptakan lingkungan yang bersih, memperbaiki karakteristik sampah, menambah nilai ekonomis sampah dan mengadministrasikan data sampah secara digital. Metode kegiatan yang dilakukan adalah (1). Observasi lapangan dan wawancara pada pengelola TPST Langgeng Jaya. (2). Sosialisasi dan mengedukasi masyarakat desa Kendalpayak. (3). Melakukan program 3R (Reduce-Reuse-Recylcle). (4). Mentranformasi database TPST 3R Langgeng Jaya ke arah digital. (5). Monitoring dan evaluasi hasil. Hasil yang didapatkan setelah kegiatan berlangsung antara lain adalah masyarakat lebih sadar akan sampah dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan memilih, memilah, mengolah dan memanfaatkan sampah yang telah didaur ulang.
Dewi Diah Fakhriyyah, Yuni Susanti, Siela Saadatul Laili
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), Volume 3, pp 9-16; https://doi.org/10.33474/jp2m.v3i1.13198

Abstract:
Di akhir tahun 2019, Dunia digemparkan dengan adanya Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Hingga saat ini Covid-19 telah menjadi masalah dunia internasional dan memberikan implikasi terhadap ekonomi, sosial, dan politik hampir diseluruh negara, termasuk di Indonesia. Di Indonesia sendiri dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19 juga dirasakan sektor UMKM. Salah satu UMKM yang terkena dampak pandemi adalah UMKM penjual makanan di Desa Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Malang yang selama pandemi mengalami penurunan penjualan dan pendapatan. Untuk meningkatkan penjualan dan pendapatan, kami membantu dengan memberikan sosialisasi, edukasi dan pendampingan pengembangan inovasi produk dan pemanfaatan media digital untuk pemasaran produk. Pada tahap pertama kami melakukan sosialisasi yang bertujuan untuk mengembangkan area pemasaran dengan mengenalkan digital marketing kepada pemilik UMKM supaya digital marketing tersebut dapat digunakan sebagai sarana untuk memasarkan produk yang lebih luas jangkauannya sehingga diharapkan bisa mendapatkan penghasilan yang lebih banyak. Pada tahapan yang terakhir kami juga mengedukasi tentang pentingnya menciptakan inovasi produk kreatif agar UMKM tersebut memiliki ciri khas yang dapat dengan mudah dikenal konsumen sehingga dapat menarik minat konsumen. Tahap terakhir kami melakukan pendampingan inovasi produk baik dari segi isi produk, nama produk, kemasan, dan logo usaha. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat membantu UMKM tersebut agar bisa meningkatkan pendapatannya dan bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19.
Efendi S Wirateruna, Niko Dian Pramana, Tedi Cahyono, Diyah Ari Manisa, Risna Faulia, Hanik Latifah, Asti Widya Asmarani
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), Volume 3, pp 35-40; https://doi.org/10.33474/jp2m.v3i1.13553

Abstract:
Dengan adanya pandemi COVID-19 ini segala aktivitas masyarakat harus terbatasi. Pembatasan ini berdampak pada pekerjaan mereka. Akibat pandemi COVID-19 semakin hari jumlah penggagunggaran semakin meningkat. Sehingga masyarakat perlu mencari alternatif untuk menghasilkan pendapatan. Salah satunya yaitu dengan melakukan bercocok tanam, namun banyak dari masyarakat yang mengeluh karena tidak mempunyai lahan yang luas. Permasalah ini dapat disiasati dengan melakukan bercocok tanam menggunakan teknologi hidroponik karena teknologi hidroponik ini tidak membutuhkan lahan yang luas. Dengan permasalah tersebut, KSM Tematik Unisma 2021 melakukan kegiatan untuk bercocok tanam dengan teknologi hidroponik guna untuk dapat meningkatkan penghasilan masyarakat dimasa pandemi COVID-19. Dalam pemupukan teknologi hidroponik ini menggunakan pupuk organik cair supaya selalu menciptakan pangan yang sehat. Selama kegiatan pengabdian terdapat indikator keberhasilan yang diperoleh adalah pembuatan alat untuk pembuatan pupuk pupuk organik baik dalam bentuk cair maupun padat yang berasal dari sisa limbah rumah tangga, dan pembuatan media tanam Hidroponik dari pipa dengan lahan yang terbatas. Pembuatan hidroponik cukup efektif dan mudah dipraktikkan oleh masyarakat sekitar, sehingga dengan keterbatasan lahan masyarakat tetap mampu menanam tanaman organic seperti sayuran dengan bahan pupuk organik. Kegiatan pelatihan dan edukasi pembuatan hidroponik dihadiri beberapa perwakilan masyarakat sehingga mereka siap menjadi kader untuk pelatihan hidroponik kepada masyarakat lain. Hal ini akan membuat program edukasi hidroponik dapat berjalan dengan mandiri oleh masyarakat tersebut.
Erfan Efendi, Devrynda Bela Anggrayny, Lisdiana Lisdiana, Zakiyatun Nufus, Sabilla Tian Safitri, Anisa Putri, Ike Anita, Nabila Soviatul Fitria, Mileinia Sukoco Putri, Jihan Rambu Salsabila
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), Volume 3, pp 30-34; https://doi.org/10.33474/jp2m.v3i1.13460

Abstract:
Pelaksanakan kegiatan edukasi strategi pengelolaan manajemen keuangan dimasa pandemi Covid-19 yang bertujuan membantu masyarakat dalam peningkatan kualitas perekonomian di Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat bagaimana menentukan dan memutuskan langkah yang tepat yang dapat diambil untuk pengelolaan keuangan agar tetap sehat guna bertahan hidup khususnya pada situasi pandemi saat ini diketahui perekonomian masyarakat menurun saat pandemi covid-19. Pengaruh permasalahan ini seperti banyaknya usaha yang harus gulung tikar, pemotongan gaji karyawan dan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Metode kegiatan ini menggunakan metode survei agar mengetahui kebiasaan dan problema masalah pengelolaan keuangan pada Desa Selorejo dengan memaparkan materi secara langsung dan pembahasan tentang perencanaan keuangan di Masa Pandemi Covid-19 untuk peningkatan kualitas ekonomi masyarakat Desa Selorejo. Hasil dari kegiatan tersebut ialah masyarakat Desa Selorejo menjadi paham dan mengerti cara mengelola keuangan secara bijak dengan mengelompokkan kebutuhan dan keinginan. Dari peserta yang mengikuti kegiatan ini, ada 60% yang telah memahami dan mempraktekkan dalam mengelola keuangan pribadinya. Pengelompokan kebutuhan dan keinginan yang dimaksud adalah mengutamakan atau mendahulukan kebutuhan dari pada keinginan semata.
Kartika Rose Rachmadi, Dea Aida Salsabila
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), Volume 3, pp 17-20; https://doi.org/10.33474/jp2m.v3i1.13323

Abstract:
Sampah adalah sesuatu hasil sisa kegiatan manusia baik berupa kegiatan industri maupun domestik. Sampah merupakan problematika masyarakat Indonesia sejak lama. Sampah menumpuk dan berserakan menjadi hal biasa. Bahkan sampai mencemari lingkungan yang ada disekitarnya. Sampah dianggap hal yang kotor dan tidak memiliki nilai karena merupakan hasil sisa kegiatan manusia. Pengelolaan sampah di Indonesia kurang maksimal karena kurangnya edukasi dan pemahaman masyarakat terkait daur ulang sampah. Daur ulang sampah organik yang paling mudah dilakukan skala rumah tangga adalah pembuatan komposter. Diambil dari data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada tahun 2020 terdapat 33 juta ton sampah per tahun. Data menunjukkan 37,4% dari sampah tersebut dihasilkan dari sampah rumah tangga. Dari jumlah tersebut sebanyak 37,61% atau 12,57 juta ton/tahun tidak terkelola dengan benar. Pembuatan komposter ada 2 macam yaitu komposter aerob dan anaerob. Komposter aerob adalah pembuatan komposter yang membutuhkan oksigen dalam prosesnya. Komposter anaerob adalah pembuatan komposter yang kedap udara atau tidak membutuhkan oksigen.
Ratna Tri Hardaningtyas, Kevin Awaldza Ardhianto, Avid Styagung
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), Volume 2, pp 255-263; https://doi.org/10.33474/jp2m.v2i3.13227

Abstract:
Kerajinan dari bahan baku kayu bisa dijadikan sebagai nilai untuk menghasilkan profit yang besar dalam hal lain kayu tersebut dijadikan kerjinan atau industri rumah tangga. Kerajianan tersebut berasal dari desa pandansari bisa juga dibuat oleh-oleh pernikahan dan merupakan salah satu aset sentra UMKM dari desa pandansari yang secara harfiah membangkitkan ekonomi kreatif juga yang biasanya digunakan pada acara suku tengger adat lainnya. Desa Pandansari merupakan salah satu desa sebagai penghasil kerajinan di Kabupaten Malang. Selama masa pandemi Covid-19, industri handycraft “kayu elit” di Desa Pandansari mengalami penurunan pemesanan sehingga kehilangan omzet sampai 50% dari biasanya. Hal ini didukung dengan minimnya pengetahuan masyarakat pandansari mengenai strategi pemasaran dan teknologi dalam memasarkan produk. Untuk itu diperlukan pelatihan pengelolaan marketplace Aexi.id bagi pengrajin “kayu elit” dan masyarakat Desa Pandasari melalui program tim pengabdian KSM Tematik Universitas Islam Malang. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman dan pengetahuan pemanfaatan marketplace berbasis teknologi fokus pada pasar global. Aexi.id untuk pemasaran “Kayu Elit” handycraft agar pemasaran “Kayu Elit” handycraft dapat mencakup pasar yang lebih luas dan mampu bersaing dengan produk lainnya. Metode yang digunakan adalah metode ceramah diantaranya pengumpulan data melalui wawancara, perencanaan dan pelaksanaan kegiatan. Analisis penelitian menggunakan analisis SWOT untuk memberikan gambaran secara umum atas pelaksanaan pelatihan marketplace Aexi.id. Setelah dilaksanakannya pelatihan terlihat dari hasil pre-test dan post-test yang telah dilakukan bahwa masyarakat Desa Pandansari mampu memahami materi dan mengaplikasikannya secara langsung menggunakan aplikasi Aexi.id, serta dapat diterapkan dalam skala berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan penjualan “Kayu Elit” handycraft selama masa pandemi.
Thoriq Al Anshori, Irmadani Dwi Putri Jayanti, Nia Septiani, Nur Fadhila Muyassaro
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), Volume 2, pp 299-304; https://doi.org/10.33474/jp2m.v2i4.13533

Abstract:
Situasi pandemi saat ini merupakan situasi yang harus dihadapi oleh seluruh masyarakat dunia termasuk masyarakat Indonesia. Ketahanan pangan merupakan salah satu penunjang kehidupan utama yang dalam masa pandemi Covid-19 ini harus tetap dipertahankan. Dibutuhkan pemberdayaan masyarakat yang inovatif dan prospek guna memenuhi kebutuhan ini, salah satunya adalah kebutuhan sayur dan protein. Dalam rangka meningkatkan dan menunjang ketahanan pangan warga dalam menguatkan ketahaan pangan yaitu melalui program BUKANNAMBA (Budidaya Ikan Dan Tanaman dengan Timba). BUKANNAMBA merupakan salah satu kegiatan mahasiswa-mahasiswi KSM Tematik UNISMA 2021 di desa Racitengah Sidayu Gresik dengan mtimbaikan pendampingan pertanian sistem aquaponik dengan nama BUKANNAMBA, yaitu sebuah sistem pertanian hasil modifikasi berupa pembudidayaan ikan lele sederhana dengan menggabungkan sistem pertanian hidroponik dengan budidaya akuakultur dengan memanfaatkan media sederhana berupa timba. Metode yang digunakan adalah pendampingan dengan melalui beberapa tahap; Persiapan, Pelaksanaan dan evaluasi. Hasil dari pendampingan ini yaitu warga desa Racitengah mampu mengadakan BUKANNAMBA secara mandiri di rumah masing-masing, di mana kebanyakan warga memang sebelumnya mengalami kesulitan jika ingin menciptakan ketahanan pangan melalui pertanian dan perikanan karena keterbatasan lahan. Sehingga dengan kegiatan ini masyarakat dapat menciptakan ketahanan pangan yang kuat secara mandiri dan berkelanjutan.
Sunawan Sunawan, Mohammad Aly Yahya Avicena, Zulfa Nurimelda, Asti Widya Asmarani, Novita Indriani, Lutfi Najmutsaqib, Marlina Wahyuningtias, Reza Lailatul Fitra, Ahmad Abid Abdillah, Nugraha Putra Pratama, et al.
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), Volume 2, pp 330-336; https://doi.org/10.33474/jp2m.v2i4.13370

Abstract:
Pada masa pandemi COVID-19 ini adalah masa dimana kita harus lebih banyak menggunakan waktu dirumah, untuk menghindari pemaparan virus tersebut. Pemanfaatan waktu ini juga dapat dimanfaatkan petani tanaman pangan untuk menghasilkan tanaman pangan sehat dan ramah lingkungan. Kondisi yang seperti ini juga menarik perhatian mahasiswa untuk menjadikan sebagai topik pengabdian pada masyarakat (PPM) yang dikemas dalam Pengabdian Masyarakat terintegrasi dengan Mahasiswa KSM-T. Bersama Gapoktan Sedono Makmur petani di Desa Wonoanti menggunakan kesempatan ini untuk memanfaatkan pupuk organik untuk menjadikan pertanian organik semakin berkembang dan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi hasil pertaniannya di masa pandemi.
Back to Top Top