Journal Information
ISSN / EISSN : 2303-0194 / 2615-1308
Current Publisher: UIR Law Review (10.25299)
Total articles ≅ 20
Filter:

Latest articles in this journal

Muhd Ar. Imam Riauan
Published: 29 June 2020
MEDIUM, Volume 8; doi:10.25299/medium.2020.vol8(1).5211

Muhd Ar. Imam Riauan
Published: 29 June 2020
MEDIUM, Volume 8; doi:10.25299/medium.2020.vol8(1).5210

Abstract:
PREFACE JURNAL MEDIUM Vol.8 No.1 JUNI 2020
Lisna Nurpadillah, Ujang Saepullah, Khoiruddin Muchtar
Published: 29 June 2020
MEDIUM, Volume 8, pp 61-65; doi:10.25299/medium.2020.vol8(1).4811

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman, pemaknaan serta pengalaman wartawan televisi pada saat peliputan kerusuhan Aksi 22 Mei. Teori yang digunakan adalah teori fenomenologi Alfred Schutz. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan paradigma konstuktivis dengan metode studi fenomenologi. Informan dalam penelitian ini merupakan wartawan televisi INews TV, Net TV, Kompas TV, RTV, Jawa Pos TV, TVOne, dan CNN Indonesia. Hasil penelitian menunjukan,bahwa wartawan televisi memahami peliputan kerusuhan Aksi 22 Mei yaitu definisi peliputan kerusuhan Aksi 22 Mei, etika peliputan kerusuhan dan posisi peliputan wartawan. Wartawan televisi juga memaknai peliputan kerusuhan Aksi 22 Mei yaitu pentingnya peran wartawan televisi dan mendahulukan humanisme. Berdasarkan pengalamannya yaitu adanya hambatan peliputan, intimidasi dan diskriminasi serta keselamatan peliputan. This study aims to determine the understanding, interpretation, and experience of television reporters during the rioting of the May 22 Action. The theory used is Alfred Schutz's phenomenology theory. This research uses a qualitative approach and uses a constructivist paradigm with phenomenological study methods. The informants in this study were television reporters from INews TV, Net TV, Kompas TV, RTV, Jawa Pos TV, TVOne, and CNN Indonesia. This study concludes that television journalists understand the May 22 riots coverage, namely the definition of May 22 riots coverage, the ethics of riot reporting, and the position of journalists covering. Television reporters also interpreted the reporting of the May 22 riots, namely the importance of the role of television journalists and prioritizing humanism. Based on his experience, there are barriers to coverage, intimidation, and discrimination, as well as safety of coverage.
Shintya Fajriana Indrajati, Poppy Ruliana
Published: 29 June 2020
MEDIUM, Volume 8, pp 66-77; doi:10.25299/medium.2020.vol8(1).4841

Abstract:
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana strategi program acara The Newsroom dalam meningkatkan rating program di NET TV. Tujuan dari penelitian ini mengetahui dan menjelaskan mengenai strategi program acara The Newsroom dalam meningkatkan rating program di NET TV. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah Strategi Program yang dikemukakan oleh Peter Pringle (dalam Morissan 2013) meliputi, perencanaan program, produksi program, eksekusi program, evaluasi dan pengawasan program. Pendekatan penelitian menggunakan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan, melukiskan, secara lebih terperinci dengan maksud dapat menerangkan, menjelaskan, dan menjawab permasalahan peneliti (Rakhmat, 2014). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui data primer yaitu, observasi partisipasi dan wawancara mendalam yang didasarkan pada pedoman wawancara. Wawancara dilakukan dengan menggunakan alat tulis, perekam, dan catatan. Sedangkan data sekunder dilakukan melalui dokumentasi perusahaan. Untuk pengolahan data dilakukan melalui tahapan yaitu, open coding, axial coding, dan selective coding. Kemudian pada analisis data dilakukan melalui tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian strategi program yang dilakukan oleh tim The Newsroom, menurut Nielsen rating program The Newsroom tergolong masih rendah.
Muhd Ar. Imam Riauan
Published: 29 June 2020
MEDIUM, Volume 8; doi:10.25299/medium.2020.vol8(1).5209

Eko Hero, Dini Sundari
Published: 29 June 2020
MEDIUM, Volume 8, pp 41-50; doi:10.25299/medium.2020.vol8(1).4802

Abstract:
Pemahaman masyarakat tentang Kesehatan di Indonesia masih mengalami dualisme. Tetap berpegang teguh pada kearifan lokal, himbauan pemerintah atau menjalani keduanya dengan kebimbangan. Apalagi sebagian masyarakat masih mempercayai bahwa sakit itu diakibatkan adanya faktor media dan non medis. Untuk itu konsepsi sosial yang bersifat subjektif demikian perlu membangun upaya yang komprehensif yaitu melalui kolaborasi pendekatan ilmiah, non ilmiah dan kearifan lokal. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan pemimpin pendapat, rekonstruksi pesan dan memperhitungkaan terpaan media terhadap pengguna media.
Ringgo Eldapi
Published: 22 June 2020
MEDIUM, Volume 8, pp 30-40; doi:10.25299/medium.2020.vol8(1).4858

Abstract:
Penelitian ini untuk mengetahui motif berinteraksi yang dilakukan imgran ilegal asal Afganistan dengan masyarakat Kota Pekanbaru. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Fenomenologi dari Alfred Shutz. Schutz menyatakan bahwa dalam penelitian fenomenologi peneliti berusaha untuk menggali pemahaman individu seseorang dalam mengkonstruksi makna serta konsep penting dalam kerangka pemahaman kita terhadap dunia yang dibentuk dalam interaksi kita dengan orang lain. Analisis dalam penelitian ini menggunakan metode fenomenologi dari hasil wawancara dan observasi lapangan. Hasil dari penelitian ini adalah Motif yang dimiliki Imigran Ilegal asal Afganisthan berinteraksi dengan masyarakat adalah Motif Sosial, Motif Belajar serta Morif Hiburan. Motif sosial merupakan alasan yang dijadikan oleh imgran ilegal untuk berinteraksi dengan masyarakat, karena pada dasarnya sosialisasi merupakan kebutuhan dasar manusia, termasuk imigran ilegal. Motif belajar yakni ingin mengenal sesuatu yang baru baik itu tentang bahasa ataupun kebudayaan masyarakat setempat. Sedangkan motif hiburan untuk sekedar untuk membuang kejenuhan ataupun menyalurkan hobi seperti olahraga, ataupun berkeliling di tempat-tempat keramaian.
Anindita Susilo, Erlina Sari
Published: 20 June 2020
MEDIUM, Volume 8, pp 18-29; doi:10.25299/medium.2020.vol8(1).4792

Abstract:
Di tahun 2011, pemberitaan PT. KAI cenderung ke arah negatif dalam memberikan pelayanan. Namun di tahun 2014, hal tersebut menjadi semakin baik. Prestasi yang diperoleh PT. KAI tersebut tidak lepas dari faktor pengelolaan informasi publik yang disosialisasikan lewat media sosial melalui program Cyber Public Relations. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui implementasi program Cyber Public Relations PT. Kereta Api Indonesia dalam mengelola informasi publik di media sosial Instagram @keretaapikita. Penelitian ini menggunakan konsep pengelolaan program Public Relations yang diinisiasi oleh Cutlip yang kemudian dikaitkan dengan konsep Cyber PR. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program Cyber Public Relations PT. Kereta Api Indonesia dalam mengelola informasi publik di media sosial Instagram meliputi memberikan informasi tentang PT. Kereta Api Indonesia (Persero), layanan kereta api, layanan stasiun sampai event dan inovasi yang telah dilakukan, bahkan beberapa kali dilakukan kegiatan giveaway. Hal tersebut tidak lepas dari tujuan utamanya, yaitu menunjang kegiatan manajemen dalam mencapai tujuan organisasi, membina hubungan harmonis antara organisasi dengan publik eksternal maupun internal, menciptakan komunikasi dua arah secara timbal balik dengan menyebarluaskan informasi dari perusahaan kepada publik dan menyalurkan opini publik kepada organisasi, dan melayani publik dan menasehati pimpinan organisasi kepentingan umum.
Jerry Indrawan, Efriza, Anwar Ilmar
Published: 19 June 2020
MEDIUM, Volume 8, pp 1-17; doi:10.25299/medium.2020.vol8(1).4820

Abstract:
Pola komunikasi politik di era multimedia ini sudah sangat mengandalkan kehadiran media baru yang berbasis internet, seperti Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, Line Today, dll. Penguasaan teknologi informasi adalah bagian dari munculnya kekuatan media baru, di mana hal ini tentunya membawa perubahan di dalam masyarakat. Siapa pun, termasuk pengguna media baru tersebut, sekarang juga bisa terlibat langsung dalam proses tersebut. Perubahan dalam masyarakat inilah yang ingin penulis teliti karena dampaknya dalam pola komunikasi politik sangat terasa. Interaksi antara pemilih dengan yang dipilih sudah tidak terhambat lagi oleh jarak dan waktu, sehingga kualitas komunikasi politik dalam demokrasi seharusnya dapat meningkat. Komunikasi politik dapat berjalan dua arah atau bahkan lebih, sehingga feedback dari masyarakat dapat langsung diterima. Atas dasar itulah, media baru memiliki signifikansi yang penting terkait aktivitas-aktivitas komunikasi politik saat ini. Penulis melakukan analisa kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan data dan informasi sekunder melalui kajian pustaka. Hasil penelitian penulis menunjukkan bahwa kehadiran media baru memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas politik, khususnya proses komunikasi politik. Penulis merekomendasikan agar kegiatan komunikasi politik harus dilakukan lebih banyak melalui medium siber, agar memiliki dampak yang lebih luas.
Chrisentia Flavia Dwianjani, Sella Lovityo Aulia
Published: 2 April 2020
MEDIUM, Volume 7, pp 26-40; doi:10.25299/medium.2019.vol7(2).4773

Abstract:
Kemunculan akun @asiangames2018 ini, tidak hanya menjadi sarana informasi seputar perolehan mendali, tetapi juga sebagai ajang untuk memperkenalkan pariwisata yang dimiliki oleh Indonesia dimana memiliki kekayaan budaya yang tersebar luas di seluruh wilayah ini. Secara tidak langsung juga, INASGOC juga meluncurkan enam poster yang di publish lewat official instagram dengan nama akun @asiangames2018 dimana pada poster tersebut, terlihat background yang menampilkan lokasi-lokasi destinasi wisata di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan tanda-tanda yang ingin disampaikan melalui poster Candi Borobudur Asian Games 2018. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes. Simpulan dari penelitian ini adalah dapat mampu membangun semangat olahraga kedalam budaya Asia sehingga dapat semakin memperkenalkan wisata Indonesia kepada masyarakat Asia sehingga mau mengunjungi Indonesia sebagai salah satu destinasi wisata.
Back to Top Top