EduTeach: Jurnal Edukasi dan Teknologi Pembelajaran

Journal Information
ISSN / EISSN : 27159760 / 27159779
Current Publisher: LPPM Universitas Muhammadiyah Riau (10.37859)
Total articles ≅ 23
Filter:

Latest articles in this journal

EduTeach: Jurnal Edukasi dan Teknologi Pembelajaran; doi:10.37859/eduteach

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Ervan Wicaksana
EduTeach: Jurnal Edukasi dan Teknologi Pembelajaran, Volume 1, pp 117-124; doi:10.37859/eduteach.v1i2.1937

Abstract:
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi siswa dan juga minat serta bakat ditengah kondisi Covid-19 dengan menggunakan media belajar berbasis online yang dapat digunakan yaitu aplikasi Moodle. Aplikasi moodle dirasa dapat membantu peserta didik agar termotivasi untuk belajar tidak terhalangi karena merebaknya wabah Covid-19. Moodle adalah salah satu software open source e-learning yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Salah satu kelebihan dalam penggunaan aplikasi ini yaitu dapat diakses secara langsung melalui Android. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode angket. Data didapatkan melalui pengisian angket yang disebar melalui email dan media sosial. Hasil analissis mengenai aplikasi Moodle ini mendapatkan data tentang beberapa kelebihan moodle dalam pembelajaran daring. Kesimpulan yang dihasilkan dari penelitian ini diketahui adanya minat positif untuk mengikuti mata kuliah evaluasi proses dan hasil belajar biologi dengan menggunakan moodle. Mayoritas mahasiswa berbakat dan terampil dalam menggunakan aplikasi e-learning moodle. Mayoritas juga berperan aktif berdiskusi dalam mengikuti perkuliahan evaluasi proses dan hasil belajar biologi. Mahasiswa merasa aplikasi moodle menjadi jembatan antara aplikasi video conference dan media sosial.
Julia Mardhiya
EduTeach: Jurnal Edukasi dan Teknologi Pembelajaran, Volume 1, pp 100-107; doi:10.37859/eduteach.v1i2.1978

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar elektronik Kimia Umum II berbasis kontekstual materi larutan. Bahan ajar dikembangakan dengan cara mengintegrasikan media, eksperimen laboratorium, dan penerapan kontekstual yang berkaitan dengan materi yang diajarkan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu bahan ajar kimia yang dikembangkan, kuesioner, dan tes evaluasi berupa pretest dan posttest. Hasil penilaian dari validator ahli dan responden mahasiswa menunjukkan bahwa bahan ajar valid dan tanpa revisi. Hasil rata-rata penilaian kelayakan isi 3,53; kelayakan bahasa 3,56; kelayakan penyajian 3,53; kelayakan kegrafikan 3,70. Sehingga penilaian akhir bahan ajar 3,58 berada pada rentang 3,26 – 4,00 yang menujukkan bahwa validator ahli dan mahasiswa menyatakan bahwa bahan ajar kimia yang diajukan valid dan tidak perlu dilakukan revisi kembali. Pada tahap implementasi menggunakan desain Pretest-Posttest Control Group Design, hasil belajar siswa pada kelas eksperimen (M=75,00) lebih tinggi dari pada hasil belajar siswa pada kelas kontrol (M=59,66). Sehingga dapat disimpulkan bahwa bahan ajar efektif digunakan untuk pembelajaran.
Muhammad Jamhari Darhany
EduTeach: Jurnal Edukasi dan Teknologi Pembelajaran, Volume 1, pp 65-78; doi:10.37859/eduteach.v1i2.1972

Abstract:
This study aims to analyze the improvement of students’ critical thinking skills in the features of focus, supporting reasons, reasoning, organization, conventions and integration through the implementation of argument mapping-based guided inquiry learning models. Type of this research is classroom action research, a systematic inquiry with the goal of informing practice in particular situation which adopted Kemmis and McTaggart’s models which follows the cycle of planning, action, observation and reflection. It was conducted in class XI-Avenzoar of SMA Unggulan CT Foundation Deli Serdang in the academic year 2019/2020. The sampling technique was done by total sampling consisting of 24 students with a composition of 6 boys and 18 girls. The instrument used the essay tests adapted from Finken based on Illinois Critical Thinking Essay Test and argument mapping based on van Gelder on the concept of human excretory system. The data collection methods were included the interview, observation and documentation. The whole data was employed by descriptive analysis developed by Miles and Huberman which includes three concurrent activities, data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results showed that the features of focus and reasoning from critical thinking skills tests in Cycle I obtained the highest score of all, while the features of supporting reasons and conventions obtained the lowest score and showed no improvement at all. Meanwhile in Cycle II, the features of focus and reasoning increased significantly and obtained the highest score as well. However, the feature of supporting reasons increased simultaneously but conventions still remained. It definitely showed that there was a significant improvement between groups in Cycle I (65.42) and Cycle II (80.21) from the average score of students’ critical thinking skills through their argument mapping grading. The aspects of argument mapping, such as claims, reasons, objections, rebuttals and debates improved well between these cycles. It was strongly suggested that argument mapping could enhance students’ critical thinking skills in Biology. From the results and discussion, it could be concluded that the implementation of the argument mapping-based guided inquiry learning models on the concept of human excretory system had a very positive and significant improvement on students’ critical thinking skills. The students’ critical thinking skills were in the high category.
Mohammad Arifin Hilmi
EduTeach: Jurnal Edukasi dan Teknologi Pembelajaran, Volume 1, pp 79-90; doi:10.37859/eduteach.v1i2.1951

Abstract:
Sekolah Menengah Kejuruan merupakan merupakan salah satu bentukpendidikan yang memberi bekal kepada Siswa dengan berbagai kompetensi untuk mempersiapkan diri memasuki lapangan kerja atau untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Pengalaman praktik kerja industri suatu program latihan yang diselenggarakan di lapangan atau di luar sekolah, dalam rangkaian kegiatan pembelajaran, sebagai bagian integral program latihan pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi sosial dan kompetensi kepribadian. Kesiapan kerja siswa SMK adalah suatu kemampuan yang harus dimiliki oleh para siswa untuk dapat langsung bekerja setamat sekolah tanpa memerlukan masa penyesuaian diri yang memakan waktu dalam rangka penciptaan suatu produk atau penambahan nilai suatu sumber daya dengan hasil yang maksimal sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Kemampuan tersebut meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja sesuai dengan standar yang ditetapkan atau biasa disebut dengan kompetensi kerja. Penelitian yang dilaksanakan ini merupakan jenis penelitian expost facto. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) pengaruh pengalaman prakerin dengan konsep diri, (2) pengaruh pengalaman prakerin dengan komitmen siswa, (3) pengaruh pengalaman prakerin dengan kesiapan kerja, (4) pengaruh konsep diri dengan komitmen siswa, (5) pengaruh konsep diri dengan kesiapan kerja, (6) pengaruh komitmen siswa dengan kesiapan kerja, (7) pengaruh pengalaman prakerin, konsep diri, komitmen siswa dengan kesiapan kerja populasi pada penelitian ini adalah siswa teknik kendaraan ringan di Kediri yang berjumlah 90 siswa. Semua siswa dalam populasi menjadi responden pengambilan data. Pengumpulan data variabel pengalaman prakerin (X1), konsep diri (X2), komitmen siswa (X3), kesiapan kerja (Y), menggunakan lembar angket. Data penelitian dianalisis dengan analisis jalur. Hasil penelitian: (1) terdapat pengaruh pengalaman prakerin dengan kesiapan kerja dengan presentase pengaruh terhadap kesiapan kerja 41,80 persen, (2) terdapat pengaruh konsep diri dengan kesiapan kerja dengan presentase pengaruh konsep diri terhadap kesiapan kerja 47,65 persen. (3) terdapat pengaruh komitmen siswa dengan kesiapan kerja dengan presentase pengaruh komitmen siswa terhadap kesiapan kerja 10,55 persen. (4) variabel konsep diri merupakan variabel yang paling berpengaruh pada kesiapan kerja dengan presentase tertinggi yaitu 46,65 persen.
Akhmad Darmawan
EduTeach: Jurnal Edukasi dan Teknologi Pembelajaran, Volume 1, pp 91-99; doi:10.37859/eduteach.v1i2.1974

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Kahoot terhadap hasil belajar meteri ruang lingkup biologi siswa kelas X MIPA SMA Negeri 1 Muncar tahun pelajaran 2019/2020. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuasi eksperimental, yaitu dengan menerapkan penggunaan Kahoot pada kelas eksperimen. Perlakuan dilakukan dengan maksud untuk mengkaji hasil belajar siswa sebagai akibat penggunaan Kahoot dan tanpa penggunaan Kahoot. Pre test diadakan pada awal pembelajaran dan post test diadakan pada akhir pembelajaran untuk mengetahui hasil belajarnya. Instrumen dalam penelitian ini berupa pre test dan post test kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis statistic parametric dengan bantuan aplikasi SPSS for windows versi 22.0. Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar post test kelas eksperimen (menggunakan Kahoot) dengan hasil belajar post test kelas kontrol (tanpa menggunakan Kahoot) mengunakan uji independent sample t test. Berdasarkan hasil analisis ditemukan hasil nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,00 < 0,05 maka dapat disimpulkan ada perbedaan signifikan rata-rata hasil belajar siswa antara penggunaan Kahoot (kelas eksperimen) dengan tanpa penggunaan Kahoot (kelas Kontrol). Rata-rata nilai post test kelas eksperimen dengan penggunaan Kahoot sebesar 85,21 sedangkan rata-rata di kelas Kontrol sebesar 76,72 sehingga ada peningkatan rata-rata nilai sebesar 8.49 dengan menggunakan Kahoot pada materi ruang lingkup biologi. Pengunaan Kahoot untuk meningkatkan hasil belajar dapat diterapkan pada materi yang lain.
Nicolas Jefry Presanov
EduTeach: Jurnal Edukasi dan Teknologi Pembelajaran, Volume 1, pp 34-47; doi:10.37859/eduteach.v1i2.1943

Abstract:
Tujuan penelitian kali ini ialah untuk melihat apakah menerapkan model pembelajaran problem based introduction berbantuan kartu Bertis dapat meningkatkan berpikir kritis dan bagaimana peningkatan yang terjadi pada kelas tersebut. Lalu melihat perbedaan peningkatan berpikir kritis pada kelas eksperimen dengan model problem based introduction berbantuan kartu Bertis dibanding dengan kelas kontrol dengan perlakuan model problem based introduction saja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuasi eksperimen.. Populasi penelitian kali ini adalah siswa SMAN 1 Pabuaran Serang. Hasil yang diperoleh ialah peningkatan berpikir kritis pada kelas eksperimen dapat dikatakan cukup baik, dilihat dari nilai N-gain yakni sebesar 0,31 kategori sedang. Selain itu kelas eksperimen ternyata lebih baik dalam peningkatan berpikir kritis dibanding kelas kontrol. Dilihat dari t hitung yang lebih besar dari dari t tabel dari uji t yang telah dilakukan menyatakn bahwa peningkatan berpikir kritis pada kelas ekperiemen lebih baik dari kelas kontrol. Kata kunci: Model problem based introduction, Berpikir kritis, Keseimbangan dan dinamika rotasi, Penerapan.
Agus Kusnayat Watnaya, Mohammad Hifzul Muiz, Nani Sumarni, Agus Salim Mansyur, Qiqi Yulianti Zaqiah
EduTeach: Jurnal Edukasi dan Teknologi Pembelajaran, Volume 1, pp 153-165; doi:10.37859/eduteach.v1i2.1987

Abstract:
Awal virus corona ditemukan ketika ada penduduk kota Wuhan Cina terjangkit.Penyakit disebabkan oleh virus SARS-CoV-2, sebelumnya orang beranggapan gejala yang dialami sebagai flu biasa, sampai WHO mendeklarasikan pandemi COVID-19. Sampai tanggal 26 Mei 2020, ada 5.406.282 kasus, termasuk 343.562 kematian. Penelitian menggunakan metode mixed methods, dengan melakukan analisa statistik parametris dan non parametris dilanjutkan deskriptif kualitatif. Penelitian di kampus Telkom University dan UIN SGD Bandung menunjukkan sekitar 60.5 % mahasiswa siap beradaptasi dengan penggunaan teknologi pembelajaran perkuliahan online tetapi sekitar 59.5 % keberatan atas tugas yang diberikan dosen yang berakibat tingkat stress mahasiswa sekitar 60 %. Kalau hal ini dibiarkan terus akan berakibat fatal dalam perkembangan kejiwaan mahasiswa, dan sebanyak 92 % mahasiswa memilih dan lebih suka perkuliahan tatap muka di kelas di banding perkuliahan online. Sehingga penelitian ini ada hubungan yang erat antara perkuliahan online dengan sikap mental mahasiswa. Kata kunci: Teknologi pembelajaran, kuliah online, COVD-19, stres, kejiwaan
Indri Nurwahidah
EduTeach: Jurnal Edukasi dan Teknologi Pembelajaran, Volume 1, pp 22-33; doi:10.37859/eduteach.v1i2.1957

Abstract:
Penerapan keterampilan dasar mengajar sangat penting untuk dilakukan oleh guru agar penyampaikan materi pembelajaran dapat berjalan dengan lancar, efektif, efisien, dan profesional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan keterampilan dasar mengajar mahasiswa calon guru IPA pada mata kuliah microteaching. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif untuk menggambarkan secara deskriptif kemampuan keterampilan dasar mengajar mahasiswa calon guru IPA pada mata kuliah microteaching. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa nila rata-rata keterampilan dasar mengajar pada latihan mengajar ke-1 dan ke-2 adalah 67 pada kategori baik. Dapat disimpulkan bahwa rata-rata kemampuan keterampilan dasar mengajar mahasiswa calon guru IPA pada program studi pendidikan IPA Universitas Ivet dalam kategori baik.
Reski Wati Salam
EduTeach: Jurnal Edukasi dan Teknologi Pembelajaran, Volume 1, pp 54-64; doi:10.37859/eduteach.v1i2.1950

Abstract:
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan mendeskripsikan penalaran siswa MTs dalam mengajukan masalah aljabar ditinjau dari gaya kognitif visualiser dan verbaliser. Subjek penelitian ini terdiri atas dua siswa kelas VIII di MTs Budi Dharma Surabaya yang masing-masing bergaya kognitif visualiser dan verbaliser. Instrumen pendukung dalam penelitian ini terdiri atas tes gaya kognitif, tes pengajuan masalah, dan pedoman wawancara. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan penalaran siswa MTs dalam mengajukan masalah aljabar ditinjau dari gaya kognitif visualiser dan verbaliser. Pada tahap menyelesaikan masalah, siswa verbaliser mengetahui tiga metode sedangkan siswa visualiser hanya mengetahui dua metode dalam penyelesaian masalah. Selain itu pada tahap membuat masalah baru, siswa verbaliser juga memiliki lebih banyak strategi dibandingkan siswa visualiser yang hanya mengajukan masalah dengan menyusun kembali elemen dari struktur masalah asli dengan sedikit perubahan.
Back to Top Top