EduTeach : Jurnal Edukasi dan Teknologi Pembelajaran

Journal Information
ISSN / EISSN : 2715-9760 / 2715-9779
Published by: LPPM Universitas Muhammadiyah Riau (10.37859)
Total articles ≅ 30
Filter:

Latest articles in this journal

Intan Fathimah Ahmadah, Rooselyna Ekawati
EduTeach : Jurnal Edukasi dan Teknologi Pembelajaran, Volume 2, pp 42-55; doi:10.37859/eduteach.v2i1.2368

Abstract:
Metacognition plays an important role in problem-solving activities. It will help students to find what the problem is and understand how to get the solution. This study aimed at describing the student's metacognition process based on Keirsey's personality types. This research used qualitative method with descriptive approach and it was conducted involving eight students who have equal mathematical abilities and the same gender. The selected students represented Keirsey’s personality types. They were carried out through two types of tests, namely the Keirsey Temperament Sorter and the Mathematics Ability Test. The result showed that each personality type could through indicators of the metacognition process. However, there are some indicator components missed. Rational and idealist student have not been able to carry out the metacognition process in the regulation stage properly. Guardian and artisan student have been able to carry out the metacognition process well. This study suggests the teacher can facilitate students in each personality type by determining the appropriate learning model, learning activities, and assessments to obtain better results.
Mohammad Nabil Nurfaizi
EduTeach : Jurnal Edukasi dan Teknologi Pembelajaran, Volume 2, pp 1-15; doi:10.37859/eduteach.v2i1.2424

Abstract:
Komunikasi memiliki banyak peran dalam dunia pendidikan, termasuk pada pembelajaran matematika. Komunikasi matematika tidak hanya dilakukan secara lisan saja, tetapi bentuk tulisan juga. Komunikasi matematika sangat dibutuhkan ketika menyelesaikan soal cerita karena informasi pada soal cerita perlu dipahami dan dituliskan dengan benar. Kecerdasan linguistik termasuk dalam teori kecerdasan majemuk yang ditemukan oleh Howard Gardner. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematika siswa SMA dalam menyelesaikan soal cerita ditinjau dari kecerdasan linguistik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa dengan kecerdasan linguistik tinggi mencapai seluruh indikator komunikasi matematika.Sedangkan siswa dengan kecerdasan linguistik sedang belum mencapai seluruh indikator begitu juga siswa dengan kecerdasan linguistik rendah. Penelitian ini menyarankan agar guru dapat menentukan model pembelajaran dan kegiatan pembelajaran yang cocok untuk meningkatkan kemampuan komunikasi siswa.
Dwhy Dinda Sari
EduTeach : Jurnal Edukasi dan Teknologi Pembelajaran, Volume 2, pp 79-88; doi:10.37859/eduteach.v2i1.2324

Abstract:
Perkembangan teknologi yang semakin canggih memberikan dampak positif dalam kehidupan termasuk dalam kegiatan komunikasi. Aplikasi Whatsapp termasuk aplikasi yang paling banyak digunakan pada masa sekarang. Semua tingkatan umur dan profesi sudah tidak asing lagi dengan penggunaan Whatsapp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penggunaan WhatsApp dan mengetahui pemanfaatan media sosial grup WhatsApp pada orang tua dan guru PAUD sebagai media komunikasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan, mencatat, menganalisis dan menginterpretasikan kondisi yang sedang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media sosial grup Whatsapp di PAUD sangat besar. Selain berfungsi untuk menyampaikan informasi, grup WhatsApp juga berfungsi sebagai media diskusi dan media saling berbagi, sebagai media hiburan dan sebagai media yang dapat digunakan orang tua untuk memantau anak saat di sekolah.
Abd Ghofur, Evi Aulia Rachma
EduTeach : Jurnal Edukasi dan Teknologi Pembelajaran, Volume 2, pp 56-65; doi:10.37859/eduteach.v2i1.2365

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi guru SD terhadap pembelajaran menggunakan kelas digital google classroom. Penelitian ini melibatkan 50 guru SD kelas IV se-Kecamatan Lamongan. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa deskriptif kuatitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebanyak 90% guru menyatakan perlu mengikuti pelatihan tentang pembelajaran menggunakan kelas digital. Sebanyak 74% guru menyatakan perlu menerapkan pembelajaran dengan menggunakan kelas digital google classroom. Google classroom bersifat fleksibel, jadi siswa dapat belajar sewaktu-waktu diluar jam sekolah. Berdasarkan hal tersebut sebanyak 86% guru menyatakan perlu menyediakan bahan belajar bagi siswa yang bisa diakses atau digunakan sewaktu-waktu diluar jam sekolah melalui google classroom. Sebanyak 76% guru menyatakan bahwa google classroom membuat guru lebih inovatif dalam menyajikan materi pembelajaran. Kemudian sebanyak 78% guru menyatakan bahwa penggunaan google classroom memudahkaan guru dalam proses penilaian tugas-tugas siswa.
Andriana
EduTeach : Jurnal Edukasi dan Teknologi Pembelajaran, Volume 2, pp 66-78; doi:10.37859/eduteach.v2i1.2363

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja guru Matematika dalam pembelajaran melalui supervisi kolaboratif. Penelitian ini berbentuk Penelitian Tindakan Sekolah yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus dilaksanakan dengan empat langkah, yakni perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Tindakan dilakukan dua pertemuan persiklus. Setiap pertemuan dilakukan tahapan supervisi kolaboratif yaitu pra-observasi, observasi pembelajaran, pasca-observasi, analisis data, pemberian umpan balik, dan pemberian tindak lanjut. Data penelitian berupa hasil pengamatan di lapangan dan dokumentasi. Instrumen pengumpulan data adalah pedoman observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian setiap siklus menunjukkan adanya peningkatan kinerja guru Matematika dalam pembelajaran. Peningkatannya dapat dilihat dari skor rata-rata kinerja siklus I dan siklus II. Skor rata-rata kinerja guru sebesar 70,71 pada siklus I dan pada siklus II mencapai 88,89. Dengan demikian, dapat disimpulkan, bahwa supervisi kolaboratif dapat meningkatkan kinerja guru Matematika dalam pembelajaran di SMP Negeri 1 Merawang.
Eka Zulia Ningtyas
EduTeach : Jurnal Edukasi dan Teknologi Pembelajaran, Volume 2, pp 31-41; doi:10.37859/eduteach.v2i1.2410

Abstract:
Mathematics communication is one of important abilities about conveying ideas in writing and orally which measured by providing open-ended questions to solve. One of factors which influenced it is reflective-impulsive cognitive style. The purpose of this study describes the mathematics communication of a reflective and an impulsive junior high school student in solving open-ended questions. This research is a descriptive study with a qualitative approach. Data collected through test and interview. Subject was selected using purposive sampling. The results showed reflective students did written mathematics communication fluently, completely and tend to be accurate, but her oral communication tends to be influent, inaccurate and incomplete. Meanwhile, impulsive students did written communication fluently, completely but inaccurately, but her oral communication is fluent, complete, tends to be inaccurate.
Ima Frima Fatimah
EduTeach : Jurnal Edukasi dan Teknologi Pembelajaran, Volume 2, pp 16-30; doi:10.37859/eduteach.v2i1.2412

Abstract:
Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi inovasi kurikulum. Strategi inovasi kurikulum berarti bahwa dalam perubahan atau pembaharuan inovasi perlu dilakukan dengan berbagai cara atau upaya. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa terdapat empat strategi inovasi kurikulum yaitu pertama, strategi fasilitatif dilakukan apabila inovasi kurikulum memerlukan pengadaan fasilitas. kedua, strategi edukatif dilakukan apabila klien atau guru perlu pemberian informasi yang memadai dan perlu diberikan pelatihan. ketiga, strategi persuasif dilakukan dengan cara pendekatan persuasif (bujukan). Keempat strategi paksaan dilakukan agar semua komponen pendidikan mau melakukan perubahan atau melakukan pembaruan agar tercapai tujuan pendidikan.
EduTeach : Jurnal Edukasi dan Teknologi Pembelajaran, Volume 1, pp 117-124; doi:10.37859/eduteach.v1i2.1937

Abstract:
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi siswa dan juga minat serta bakat ditengah kondisi Covid-19 dengan menggunakan media belajar berbasis online yang dapat digunakan yaitu aplikasi Moodle. Aplikasi moodle dirasa dapat membantu peserta didik agar termotivasi untuk belajar tidak terhalangi karena merebaknya wabah Covid-19. Moodle adalah salah satu software open source e-learning yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Salah satu kelebihan dalam penggunaan aplikasi ini yaitu dapat diakses secara langsung melalui Android. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode angket. Data didapatkan melalui pengisian angket yang disebar melalui email dan media sosial. Hasil analissis mengenai aplikasi Moodle ini mendapatkan data tentang beberapa kelebihan moodle dalam pembelajaran daring. Kesimpulan yang dihasilkan dari penelitian ini diketahui adanya minat positif untuk mengikuti mata kuliah evaluasi proses dan hasil belajar biologi dengan menggunakan moodle. Mayoritas mahasiswa berbakat dan terampil dalam menggunakan aplikasi e-learning moodle. Mayoritas juga berperan aktif berdiskusi dalam mengikuti perkuliahan evaluasi proses dan hasil belajar biologi. Mahasiswa merasa aplikasi moodle menjadi jembatan antara aplikasi video conference dan media sosial.
EduTeach : Jurnal Edukasi dan Teknologi Pembelajaran, Volume 1, pp 48-53; doi:10.37859/eduteach.v1i2.1953

Abstract:
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai-nilai yang terkadung dalam gong waning dan upaya untuk menjaga nilai-nilai kearifan lokal pada masyarakat Sikka krowe sebagai sumber pendidikan karakter. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yaitumenganalisis data deskriptif dengan cara memaparkan dan mendeskripsikan sesuatu yang ada.Penelitian ini menggunakan prosedur pengumpulan data adalah:Observasi,Wawancara,dan dokumentasi.Hasil penelitian dapat diketahui beberapa nilai gong waning seperti:Nilai Budaya,Nilai Ungkapan Syukur,Nilai Saling Menghargai, Dan Nilai Harmonis.Adapula upaya untuk menjaga nilai-nilai kearifan lokal pada masyarakat Sikka krowe sebagai sumber pendidikan karakter seperti:Upaya Partisipasi,Upaya Edukasi,Kebersamaan,dan Menanamkan Rasa Cinta Terhadap Kearifan Lokal Pada Masyarakat (Khususnya Generasi Muda Sikka krowe).Dengan memahami berbagai nilai-nilai yang terkandung dalam gong waning maka Masyarakat Sikka krowe diminta untuk melestarikan tradisi-tradisi nenek moyang yang merupakan obyek pemajuan kebudayaan agar tidak punah.
Kokoadyawinata Koko
EduTeach : Jurnal Edukasi dan Teknologi Pembelajaran, Volume 1, pp 11-21; doi:10.37859/eduteach.v1i2.1964

Abstract:
Abstrak Tulisan ini mengkaji cara pelaksanaan konsepsi pembelajaran PAI untuk evolusi era 4.0. Pendidikan merupakan keniscayaan yang harus tetap ada karena menjadi kebutuhan setiap manusia. Pelaksanaan pendidikan harus senantiasa mengadaptasi dan merespons terhadap setiap perubahan dan perkembangan zaman. Implementasi Konsepsi tujuan pembelajaran PAI harus mampu melahirkan Sumber Daya Manusia yang adaptif dan kompetitif dalam menjalankan era revolusi 4.0. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Dengan menggunakan evaluasi kualitatif, perlu penelitian lebih lanjut tentang membahas, menyetujui dan melakukan penelaahan lebih akurat berkenaan dengan implementasi pembelajaran PAI untuk menempuh era revolusi 4.0. Tujuan pembelajaran PAI untuk menumbuhkan ke arah pribadi peserta didik melalui pelatihan kejiwaan, kecerdasan, hukuman, perasaan dan indera. Implementasi pembelajaran PAI harus menfasilitasi pertumbuhan dalam semua aspeknya, baik aspek spiritual, intelektual, motivasi, jasmaniah, ilmiah baik secara perorangan maupun kelompok yang lebih luas(ijtima'iyah) untuk menjadikan kholifatul ardhi yang unggul . Kata Kunci: Implementasi, Konsepsi Tujuan Pembelajaran PAI, Era Revolusi 4.0.
Back to Top Top