Jurnal Ners Indonesia

Journal Information
ISSN / EISSN : 2087-2763 / 2685-3116
Published by: FKIP Universitas Riau (10.31258)
Total articles ≅ 80
Filter:

Latest articles in this journal

Nur Asmita Rahma Nasution, Oswati Hasanah, Rismadefi Woferst
Published: 30 September 2021
Jurnal Ners Indonesia, Volume 12, pp 1-9; https://doi.org/10.31258/jni.12.1.1-9

Abstract:
Pengeluaran ASI yang tidak lancar dapat menghambat proses menyusui. Beberapa cara yang dapat digunakan sebagai terapi non farmakologis untuk melancarkan pengeluaran ASI adalah dengan memberikan back massage dan woolwich massage karena pemijatan tersebut dapat merangsang pengeluaran hormon oksitosin dan hormon prolaktin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh back massage dan woolwich massage terhadap pengeluaran ASI. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru menggunakan metode Quasy Experiment dengan rancangan pre and post test without control group. Sampel dalam penelitian ini diambil menggunakan teknik purposive sampling yaitu ibu postpartum yang menyusui bayi usia 2-8 minggu. Jumlah sampel penelitian sebanyak 34 responden dibagi menjadi 17 responden untuk kelompok back massage dan 17 responden untuk kelompok woolwich massage. Kelompok back massage maupun kelompok woolwich massage diberikan massage selama 15 menit dan dilakukan 3 sesi dalam seminggu. Alat ukur pengeluaran ASI menggunakan indikator pengeluaran ASI pada lembar observasi. Hasil analisis univariat didapatkan 91,2% responden berusia 20-35 tahun, 55,9% responden berada pada tingkat pendidikan SMA, dan 52,9% responden tidak bekerja. Berdasarkan analisis lebih lanjut menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney didapatkan ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara back massage dan woolwich massage terhadap pengeluaran air susu ibu dengan p value 0,013 < α (0,05) dimana back massage lebih besar pengaruhnya daripada woolwich massage terhadap pengeluaran ASI (2,00). Back massage and woolwich massage dianjurkan untuk digunakan dalam mengatasi masalah pengeluaran ASI.
Siska Mayang Sari, Ennimay Ennimay
Published: 30 September 2021
Jurnal Ners Indonesia, Volume 12, pp 67-79; https://doi.org/10.31258/jni.12.1.67-79

Abstract:
Tenaga dosen sebagai salah satu komponen penting dalam Pendidikan tinggi memiliki tugas dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi salah satunya adalah membimbing tugas akhir/ skripsi dalam komponen melaksanakan pengajaran dan Pendidikan. Skripsi merupakan tugas akhir yang harus diselesaikan mahasiswa pada program sarjana sebagai syarat memperoleh gelar sarjana keperawatan (S.Kep). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penilaian kinerja dosen dalam bimbingan skripsi dengan kualitas skripsi. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif analitik, dengan desain korelasi dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh lulusan S.Kep tahun ajaran 2019/2020 dan 2020/2021 yang masih terdaftar menjadi mahasiswa Ners yang berjumlah 77 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total Sampling. Cara pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuisioner dan telusur dokumen Skripsi pada prodi S1 Keperawatan. Analisis data menggunakan bivariat menggunakan Chi-Square. Hasil uji chi-square didapatkan p-value 0.219 (>0.05) yang bermakna tidak terdapat hubungan antara kinerja dosen dalam bimbingan skripsi dengan kualitas skripsi mahasiswa berdasarkan persepsi mahasiswa. Meskipun demikian, diharapkan kepada prodi S1 Keperawatan STIKes Hang Tuah Pekanbaru untuk menerapkan penilaian kinerja dosen dalam bimbingan skripsi sebagai salah satu upaya evaluasi bimbingan skripsi dan kinerja dosen.
Nur Azima, Rahman Karnila, Bayhakki Bayhakki
Published: 30 September 2021
Jurnal Ners Indonesia, Volume 12, pp 80-91; https://doi.org/10.31258/jni.12.1.80-91

Abstract:
Higiene merupakan upaya kesehatan masyarakat yang secara khusus dengan meliputi segala usaha untuk melindungi, serta memelihara dan mempertinggi derajat kesehatan badan, jiwa baik untuk umum maupun untuk perseorangan dengan tujuan memberi dasar-dasar kelanjutan hidup yang sehat serta mempertinggi kesejahteraan dan daya guna kehidupan manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisi hubungan personal higiene, sanitasi dan ekonomi terhadap penyakit kulit. Metode dalam penelitian ini ialah uji Chi-Square yang melibatkan kuesioner dengan melakukan scoring dengan pengambilan sampel menggunakan Stratified Random Sampling. Hasil penelitian ini diperoleh nilai higiene perseorangan 0,000 (p < 0,05) dengan nilai OR 35,442, nilai sanitasi 0,000 (p < 0,05) dengan nilai OR 0,312 dan nilai ekonomi 0,000 (p < 0,05) dengan nilai OR 6,953. Dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan ketiga variabel tersebut terhadap penyakit kulit.
Arif Wira Dinata, Gamya Tri Utami, Reni Zulfitri
Published: 30 September 2021
Jurnal Ners Indonesia, Volume 12, pp 42-50; https://doi.org/10.31258/jni.12.1.42-50

Abstract:
Pendidikan kesehatan merupakan suatu cara untuk mempengaruhi seseorang dengan memberikan informasi dan memberikan kesadaran untuk dapat mengadopsi dan berperilaku sehat yang dapat meningkatkan derajat kesehatannya. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pemberian intervensi keperawatan berupa pendidikan kesehatan melalui media audiovisual terhadap motivasi remaja dalam pencegahan HIV/AIDS di SMA Negeri 9 Kota Pekanbaru dengan menggunakan desain quasy experiment melalui pendekatan non-equivalent control group. Teknik pengambilan sampel dengan cara stratified random sampling dengan jumlah responden 90 orang dan dibagi 2 kelompok, 45 orang kelompok eksperimen dan 45 orang kelompok kontrol dengan alat ukur kuesioner yang telah valid dan reliabel. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji Wilcoxon dan T Independent. Hasil analisis univariat diperoleh sebagian besar umur responden 16 tahun sebanyak 43 orang (47,8%), mayoritas berjenis kelamin perempuan sebanyak 59 orang (65,6%), mayoritas beragama Islam sebanyak 79 orang (87,8%), dan seluruh responden tinggal bersama keluarga sebanyak 90 orang (100%). Analisis bivariat menunjukkan pendidikan kesehatan melalui audiovisual berpengaruh terhadap motivasi remaja dalam upaya pencegahan HIV/AIDS dengan p value (0,000) < α (0,05). Hasil penelitian ini dapat dijadikan salah satu intervensi keperawatan terhadap peningkatan motivasi remaja untuk mencegah terinfeksi HIV/AIDS.
Essa Widya Pertiwi, Erwin Erwin, Wan Nishfa Dewi
Published: 30 September 2021
Jurnal Ners Indonesia, Volume 12, pp 29-41; https://doi.org/10.31258/jni.12.1.29-41

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran perubahan aktivitas dan diet pada pasien post kateterisasi jantung. Metode penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain penelitain deskriptif. Metode pengambilan sampel adalah accidental sampling dengan jumlah responden 30 orang. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner yang telah di uji konten validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perubahan aktivitas sebelum dan setelah melakukan tindakan kateterisasi jantung terkait pola dan intensitas aktivitas serta diet. Sebelum kateteriasasi jantung aktivitas terkait pola aktivitas dasar adalah ketergantungan berat (50%) dan setelah kateteriasi jantung menjadi mandiri (100%). Intensitas aktivitas sebelum dan setelah kateterisasi adalah intensitas rendah dengan persentase sebelum melakukan tindakan kateterisasi jantung (56.7%) dan setelah kateterisasi (100%). Diet makanan berkolesterol sebelum kateterisasi 3-6x/minggu (56,7%) dan setalah kateteriasi jantung 2x/bulan (80%). Konsumsi makanan berserat sebelum dan setelah melakukan kateterisasi jantung adalah 3-6x/minggu dengan persentase sebelum kateterisasi jantung (46,7%) dan setelah kateterisai jantung (73,3%). Konsumsi makanan berprotein nabati sebelum dan setelah kateteriasi jantung adalah 3-6x/minggu dengan persentase sebelum kateterisasi (46,7%) dan setelah kateterisasi (56,7%). Konsumsi makanan bervitamin sebelum kateterisasi adalah 1-2x/minggu (76,7%) dan setelah kateterisasi 3-6x/minggu (60%). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan untuk penderita penyakit jantung koroner agar dapat memanajemen aktivitas dan diet sehingga terdapat perubahan dalam aktivitas dan diet tersebut.
Eka Yulia Fitri, Dhona Andhini, Dian Wahyuni
Published: 30 September 2021
Jurnal Ners Indonesia, Volume 12, pp 10-21; https://doi.org/10.31258/jni.12.1.10-21

Abstract:
Perencanaan pulangyang efektif mencakup pengkajian berkelanjutan untuk mendapatkan informasi yang komprehensif tentang kebutuhan pasien, pernyataan diagnosa keperawatan, dan perencanaan untuk memastikan kebutuhan pasien yang sesuai. Kesuksesan tindakan perencanaan pulang adalah menjamin pasien mampu melakukan tindakan perawatan lanjutan yang aman dan realistis setelah meninggalkan rumah sakit. Pelaksanaan perencanaan pulang oleh perawat harus dilakukan secara sistematis, terstruktur, dan berkolaborasi multidisiplin antar profesional pemberi layanan kesehatan. Namun, saat ini perencanaan pulang yang dilaksanakan belum maksimal, tidak efektif dan efisien dalam mencapai tujuan pemberian perencanaan pulang bagi pasien. Penelitian ini bertujuan merancang bangun aplikasi perencanaan pulang model LIMA yang dapat membantu perawat dalam memberikan perencanaan pulang bagi pasien. Pengembangan aplikasi berbasis webyang diakses oleh perawat pada saat proses perencanaan pulang. Desain penelitian adalah penelitian rancang bangun mengembangkan aplikasi perencanaan pulang LIMA berbasis web. Hasil penelitian diharapkan dapat mempermudah perawat dalam melakukan perencanaan pulang kepada pasien.
Putra Mulia, Nofrizal Nofrizal, Wan Nishfa Dewi
Published: 30 September 2021
Jurnal Ners Indonesia, Volume 12, pp 51-66; https://doi.org/10.31258/jni.12.1.51-66

Abstract:
Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia pada Tahun 2019 telah menyebabkan bencana kabut asap dan kota Pekanbaru menjadi salah satu wilayah yang terdampak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kesehatan fisik dan kesehatan mental akibat bencana kabut asap. Data yang dikumpulkan adalah data harian ISPU dan kunjungan pasien ke Puskesmas dengan keluhan ISPA, asma, iritasi mata, iritasi kulit dan diare akibat kabut asap, selama periode kabut asap Tahun 2019. Metode analisis gangguan kesehatan fisik menggunakan Korelasi Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan ISPU tertinggi yaitu 374 (sangat tidak sehat). Hasil penelitian menunjukkan kadar ISPU terhadap penyakit asma (p = 0,000), ISPA (p = 0,000), pneumonia (p = 0,005), iritasi mata (p = 0,000), iritasi kulit (p = 0,001) dan diare (p = 0,002), sehingga dapat disimpulkan bahwa kadar ISPU berhubungan signifikan dengan gangguan kesehatan fisik. Berdasarkan penelitian dapat disarankan kepada peneliti selanjutnya, perlu melakukan studi cohort lanjutan terkait dampak kebakaran hutan dan lahan terhadap gangguan kesehatan fisik.
Nur Rahmah, Tuti Seniwati, Bahtiar Bahtiar
Published: 30 September 2021
Jurnal Ners Indonesia, Volume 12, pp 92-103; https://doi.org/10.31258/jni.12.1.92-103

Abstract:
Rawat Inap seperti pelaksanaan prosedur invasive dapat mengganggu kehidupan anak dan dapat menimbulkan perasaan seperti kecemasan, ketakutan dan perilaku tidak kooperatif. Bermain adalah bagian dari kehidupan anak-anak. Untuk mengetahui adanya pengaruh terapi bermain terhadap perilaku koperatif anak selama tindakan invasif. Rancangan yang digunakan adalah Literature review. Studi Literature review ini berdasarkan PRISMA checklist. Pencarian artikel melalui 6 database. PubMed, SciELO, Science Direct, DOAJ, Portal Garuda, dan Wiley Online Library. Pertanyaan penelitian terstruktur dengan memakai metode PICO (patient, intervention, comparasion, dan outcome). Studi ini menggunakan kata kunci pencarian berdasarkan database MeSH Term. Ada 12.102 artikel yang diidentifikasi tetapi hanya 11 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Dari 12.102 artikel dari tahun 2010-2020 yang diindentifikasi didapatkan sebanyak tigabelas artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Penelitian yang menyelidi pengaruh terapi bermain terhadap perilaku kooperatif anak selama tindakan prosedur invasif. Ada 9 studi ekperimen, 2 studi quantitative. Studi dilakukan di beberapa negera di dunia: 9 studi dilakukan di Indonesia, 2 studi dilakukan di Brazil. Populasi yang diteliti adalah anak yang berumur 3-6 tahun. Namun yang paling banyak ditemui dalam literature review ini adalah anak dengan jenis kelamin perempuan dan usia 4 tahun. Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa intervensi dengan terapi bermain dapat meningkatkan perilaku kooperatif dan penerimaan prosedur invasif. Terapi bermain memiliki manfaat pada anak-anak yang menjalani perawatan di rumah sakit dan berpengaruh terhadap perilaku kooperatif anak selama tindakan invasif.
Yulia Rizka, Erwin Erwin, Yesi Hasneli, Nila Putriana
Published: 30 September 2021
Jurnal Ners Indonesia, Volume 12, pp 22-28; https://doi.org/10.31258/jni.12.1.22-28

Abstract:
Tujuan : Family caregiver memberikan perawatan suportif bagi anggota keluarganya yang menderita kanker dan terlibat dalam banyak aspek perawatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan beban family caregiver saat merawat pasien kanker stadium lanjut. Metode : A cross-sectional dilakukan dengan purposive sampling dimana data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen yang telah valid, yaitu Caregiver Reaction Assessment (CRA) di Rumah Sakit Umum Daerah di Pekanbaru tahun 2019. Tujuh puluh lima family caregiver terlibat dalam penelitian ini. Analisis univariat digunakan untuk menggambarkan beban family caregiver. Hasil : Analisis univariat menunjukkan bahwa rata-rata usia family caregiver adalah 36 tahun, didominasi oleh perempuan (52%). Sebagian besar family caregiver memiliki pengalaman sebelumnya dalam merawat orang sakit (60%). Mayoritas family caregiver mendampingi pasien kanker selama <12 bulan(56%). Rata-rata beban family caregiver selama merawat pasien kanker adalah 2,25 yang berarti mereka merasa sedikit terbebani. Kesimpulan : Identifikasi dini diperlukan untuk mencegah penurunan kualitas hidup family caregiver.
Desi Asman, Bayhakki Bayhakki, Yulfitriana Amir
Published: 1 April 2021
Jurnal Ners Indonesia, Volume 11, pp 119-129; https://doi.org/10.31258/jni.11.2.119-129

Abstract:
Hemodialisis (HD) merupakan terapi pengganti untuk membantu proses kerja ginjal dengan menggunakan ginjal buatan/ dializer. Dializer yang digunakan dapat berupa dializer baru dan reuse. Untuk mengetahui tingkat kecukupan dosis dari suatu HD maka dilakukan penilaian adekuasi HD. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan adekuasi pada dializer baru dan reuse yang dilihat dari nilai Kt/V. Desain penelitian komparatif menggunakan pendekatan longitudinal. Sampel penelitian 34 responden diambil berdasarkan kriteria inklusi menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah lembar observasi. Analisis yang digunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji One Way Anova. Hasil penelitian menunjukkan umur 56-65 tahun sebanyak 13 orang (38,2%), jenis kelamin laki-laki 18 orang (52,9%), pendidikan SMA 16 orang (47,1%), tidak bekerja 25 orang (73,5%), lama menjalani hemodialisis 1-4 tahun 25 orang (76,5%). Hasil uji statistik rata-rata/ mean adekuasi hemodialisis pada dializer baru 1,87 dan rata-rata mean dializer reuse 1 sampai 7 berturut-turut 1,85, 1,83, 1,83, 1,83, 1,83, 1,83, 1,83 dengan p value = 1,00 > (α = 0,05), maka disimpulkan tidak ada perbedaan adekuasi hemodialisis pada penggunaan dializer baru dan reuse 1-7. Diharapkan bagi perawat hemodialisis dapat melakukan evaluasi setiap hasil dari nilai adekuasi hemodialisis dan melakukan monitoring terhadap penggunaan dializer reuse.
Back to Top Top