BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan

Journal Information
ISSN / EISSN : 2684-9062 / 2714-9803
Total articles ≅ 74
Filter:

Latest articles in this journal

Nur Abdi Suga, Dharmono Dharmono, Muhammad Zaini
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan, Volume 4, pp 111-118; https://doi.org/10.20527/bino.v4i1.12213

Abstract:
The main problem experienced by educators is the lack of innovation in teaching materials that can facilitate students and increase learning motivation in understanding a material so that it is necessary to develop innovative teaching materials, one of which is popular scientific books (BIP). This development research went through several tests such as the practicality of BIP bird species diversity in the Tabanio coastal forest area so that BIP development was obtained which could train students' critical thinking skills. The development stages include self-evaluation, expert test, individual test, small group test, field test. However, this research is limited to practicality tests only. The types of data are descriptive data, using readability instruments, BIP implementation and student responses are used for practicality of content, practicality of expectations and actual. The results showed that the Popular Scientific Book on the Diversity of Bird Species that had been developed was stated to be very practical based on the BIP individual test which was stated to be very good with an average of 83.59%. The Popular Scientific Book on Bird Species Diversity that has been developed is declared practical because the results of student responses with an average score of 92.30% with very good criteria, results of BIP implementation on average 83.33% with criteria strongly agree. Based on this, the developed BIP is very practical to use and makes it easier for students to learn. Abstrak Permasalahan utama yang dialami oleh pendidik yaitu kurangnya inovasi bahan ajar yang dapat memudahkan mahasiswa dan menambah motivasi belajar dalam memahami suatu materi sehingga perlu adanya pengembangan sutau bahan ajar yang inovatif salah satunya yaitu buku ilmiah populer (BIP). Penelitian pengembangan ini didapatkan melalui beberapa uji seperti kepraktisan BIP keanekaragaman jenis burung di kawasan hutan pantai Tabanio sehingga didapatkan pengembangan BIP yang dapat melatih kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Tahap-tahap pengembangan meliputi evaluasi diri, uji pakar, uji perorangan, uji kelompok kecil, dan uji lapangan. Akan tetapi, penelitian ini dibatasi hanya uji kepraktisan. Jenis data yaitu data deskriptif, menggunakan instrument instrumen keterbacaan, keterlaksanaan BIP dan respon mahasiswa digunakan untuk kepraktisan isi, kepraktisan harapan dan aktual. Hasil penelitian menunjukan buku ilmiah populer Keanekaragaman Jenis Burung yang telah dikembangkan dinyatakan sangat praktis berdasarkan uji perorangan BIP ini dinyatakan sangat baik dengan rata-rata 83,59%. Buku Ilmiah Populer Keanekaragaman Jenis Burung yang telah dikembangkan dinyatakan praktis karena hasil respon mahasiswa dengan rata-rata nilai 92,30% dengan kriteria sangat baik, hasil keterlaksanaan BIP rata-rata 83,33% dengan kriteria sangat setuju. Berdasarkan hal tersebut BIP yang dikembangkan sangat praktis digunakan dan memudahkan mahasiswa dalam pembelajaran.
Giffaria Hafizha, Dharmono Dharmono, Atiek Winarti
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan, Volume 4, pp 104-110; https://doi.org/10.20527/bino.v4i1.12224

Abstract:
This development research aims to describe the popular scientific book Poaceae in the mangrove swamp of the Sungai Bakau Village on students' critical thinking skills. The stages of development include self-evaluation, expert test, individual test, small group test, and field test. The research subjects were five students for the response test and 3 observers for the implementation test of the popular scientific book Poaceae in the mangrove swamp of the Sungai Bakau Village on students' critical thinking skills. The type of data is descriptive data, using BIP implementation instruments and student responses are used for practicality of content and practicality of expectations. Technical data analysis was carried out in accordance with the objectives of the research which included the practicality of BIP. The calculation of the data is done by calculating the total score for each aspect tested and then dividing the total score so that the percentage that shows the practicality of BIP is obtained. The results showed that popular scientific books that had been developed were stated to be very practical based on the BIP individual test with an average of 89.74%. Popular scientific books are declared practical because the results of student responses with an average value of 90.74% with very good criteria, results of BIP implementation on average 92.80% with criteria strongly agree. Based on this, the developed BIP is very practical to use and makes it easier for students to learn. Abstrak Penelitian pengembangan ini bertujuan mendeskripsikan buku ilmiah populer Poaceae di rawa mangrove desa Sungai Bakau terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Tahap-tahap pengembangan meliputi evaluasi diri, uji pakar, uji perorangan, uji kelompok kecil, dan uji lapangan. Subjek penelitian adalah lima mahasiswa untuk uji respon dan 3 observer untuk uji keterlaksanaan buku ilmiah populer Poaceae di rawa mangrove desa Sungai Bakau terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Jenis data yaitu data deskriptif, menggunakan instrument instrument keterlaksanaan BIP dan respon mahasiswa digunakan untuk kepraktisan isi dan kepraktisan harapan. Teknis analisis data dilakukan sesuai dengan tujuan dari penelitian yang meliputi kepraktisan BIP. Perhitungan data dilakukan dengan cara menghitung jumlah skor tiap aspek yang diuji kemudian dibagi jumlah skor total sehingga didapatkanlah persentase yang menunjukan kepraktisan BIP. Hasil penelitian menunjukan buku ilmiah populer yang telah dikembangkan dinyatakan sangat praktis berdasarkan uji perorangan BIP dengan rata-rata 89,74%. Buku ilmiah populer dinyatakan praktis karena hasil respon mahasiswa dengan rata-rata nilai 90,74% dengan kriteria sangat baik, hasil keterlaksanaan BIP rata-rata 92,80% dengan kriteria sangat setuju. Berdasarkan hal tersebut BIP yang dikembangkan sangat praktis digunakan dan memudahkan mahasiswa dalam pembelajaran.
Miftahul Jannah, Aminuddin Prahatama Putra, Dharmono Dharmono
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan, Volume 4, pp 97-103; https://doi.org/10.20527/bino.v4i1.12214

Abstract:
The problem that occurs in the invertebrate zoology course is that there are no innovative teaching materials related to the diversity of crab species. One of them is in the Tabanio mangrove area to explore students' critical thinking skills. This makes it necessary to develop learning resources in popular scientific books containing material with examples from the surrounding or local environment. This study aims to describe the practical of contents, expectations and actual prototypes of popular scientific books on the diversity of crab species. This research uses stages of development through formative evaluation based on Tessmer, which consists of self-evaluation, expert test, individual test, small group test, and field test and also the content practicality assessment instrument too. The results showed that a popular scientific book was declared very valid based on expert validation results with an average of 88,46%, while based on a one-to-one with an average of 92,31%. This popular scientific book is declared practical because student responses 89,29% with criteria of strongly agreeing and the implementation of popular scientific books 90,00% with outstanding criteria. Therefore, this popular scientific book can be used as an enrichment student on the ability to think critically. Abstrak Masalah yang terjadi pada mata kuliah zoologi invertebrata adalah belum adanya bahan ajar yang inovatif terkait materi keanekaragaman spesies kepiting salah satunya di kawasan mangrove Tabanio untuk menggali kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Hal inilah yang membuat perlunya pengembangan sumber belajar berbentuk buku ilmiah popular yang memuat materi dengan contoh-contoh dari lingkungan sekitar atau lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepraktisan isi, harapan dan aktual prototipe buku ilmiah popular yang berjudul “Keanekaragaman Spesies Kepiting di Kawasan Mangrove Tabanio”. Metode penelitian ini menggunakan tahap-tahap pengembangan melalui evaluasi formatif berdasarkan Tessmer yang terdiri dari evaluasi diri, uji pakar, uji perorangan, uji kelompok kecil dan uji lapangan serta instrumen penilaian kepraktisan isi juga mengacu pada Tessmer. Berdasarkan hasil validasi ahli, buku ilmiah popular termasuk kedalam kriteria sangat valid dengan rata-rata 88,46%, sedangkan uji perorangan diperoleh nilai sebesar 92,31%. Buku ilmiah popular ini dinyatakan praktis, karena respons mahasiswa 89,29% dengan kriteria sangat baik dan keterlaksanaan sebesar 90,00% dengan kriteria sangat baik. Oleh karena itu, buku ilmiah popular ini dapat digunakan sebagai bahan pengayaan terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa.
Nurul Wahdatun Nufus, Yudi Firmanul Arifin, Dharmono Dharmono
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan, Volume 4, pp 90-96; https://doi.org/10.20527/bino.v4i1.12119

Abstract:
Cultural heritage in an area that is unique is one step in preserving it so that it can be used as a source of learning based on local potential in contextual learning developed in popular scientific book teaching materials. This development research entitled "Ethnobotany of Moraceae Plants Case Study at KHDTK ULM" aims to examine the practicality of the contents of the BIP, the practicality of expectations and the actual of BIP. The method in developing this research is to lead to formative evaluation by Tessmer. The results of the research on the readability test got very good criteria with an average value of 94.23%, in addition, the results of the BIP implementation test with an average value of 95.18% so that it can be grouped into very good criteria and the results of student responses show the average score BIP is 96.15% so it can be grouped into very practical criteria. This shows that a popular scientific book with the title "Plant Ethnobotany Moraceae case study at KHDTK ULM" is very practical to use and attracts students' reading interest in Ethnobotany learning. Abstrak Warisan budaya pada suatu daerah yang bersifat khas yaitu salah satu langkah dalam melestarikannya sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar berbasis potensi lokal dalam pembelajaran kontekstual yang dikembangkan dalam bahan ajar buku ilmiah populer. Penelitian pengembangan ini berjudul “Etnobotani Tumbuhan Moraceae Studi kasus di KHDTK ULM” memiliki tujuan untuk menguji kepraktisan isi BIP, kepraktisan harapan dan aktual BIP. Metode dalam pengembangan penelitian ini yaitu menggarah pada evaluasi formatif oleh Tessmer. Hasil penelitian pada uji keterbacaan mendapatkan kriteria sangat baik dengan nilai rata-rata 94,23%, selain itu, hasil uji keterlaksanaan BIP dengan nilai rata-rata 95.18% sehingga dapat dikelompokan dalam kriteria sangat baik dan hasil respon mahasiswa menunjukan hasil nilai rata-rata BIP yaitu 96,15% sehingga dapat dikelompokan dalam kriteria sangat praktis. Hal tersebut menunjukan bahwa buku ilmiah populer dengan judul “Etnobotani Tumbuhan Moraceae studi kasus di KHDTK ULM” sangat praktis digunakan dan menarik minat baca mahasiswa dalam pembelajaran Etnobotani.
Ramadhayanti Ramadhayanti, Bambang Supriatno, Eni Nuraeni
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan, Volume 4, pp 83-89; https://doi.org/10.20527/bino.v4i1.12365

Abstract:
Practical activity is an integral part of science learning process, including biology. However, during distance learning in the era of COVID-19 pandemic, biology practical activities are often not carried out due to a number of obstacles. This study aims to explain the various obstacles or problems experienced by teachers when conducting biology practical activities during the COVID-19 pandemic. The data of this study were collected by distributing questionnaires to 54 teachers who teach natural sciences in Junior High Schools and biology in Senior High Schools in West Java Province with different lengths of teaching experience. The results showed that the teachers experienced several problems, such as limited allocation of learning time during distance learning, the difficulty of designing practical activities that could be carried out independently by students at home, and the difficulty of finding alternative tools and materials at students' homes. To overcome these obstacles, the teachers has made various efforts and the most chosen were asking students to watch videos of practical activities or simplifying the practical activities so that they can be carried out independently by students at home. Abstrak Kegiatan praktikum adalah bagian tak terpisahkan dari proses pembelajaran sains, termasuk biologi. Namun selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di era pandemi COVID-19, kegiatan praktikum biologi seringkali tidak dilaksanakan karena adanya sejumlah kendala. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap berbagai kendala atau permasalahan yang dialami oleh para guru saat melaksanakan kegiatan praktikum biologi selama pandemi COVID-19. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada 54 orang guru yang mengajar IPA Terpadu di SMP dan biologi di SMA di Provinsi Jawa Barat dengan lama pengalaman mengajar yang berbeda-beda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para guru mengalami kendala berupa keterbatasan alokasi waktu pembelajaran yang tersedia selama PJJ, sulitnya merancang kegiatan praktikum yang dapat dikerjakan secara mandiri oleh peserta didik di rumah, dan sulitnya menemukan alat dan bahan praktikum alternatif yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar rumah peserta didik. Untuk mengatasi kendala-kendala tersebut, para guru telah melakukan beragam upaya dan upaya yang paling sering dilakukan adalah meminta peserta didik untuk menonton video kegiatan praktikum dan menyederhanakan kegiatan praktikum agar dapat dilaksanakan secara individu di rumah masing-masing peserta didik.
Nurul Ishthifaiyah, Muhammad Zaini, Badruzsaufari Badruzsaufari
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan, Volume 4, pp 66-74; https://doi.org/10.20527/bino.v4i1.11112

Abstract:
Critical thinking skills are one of the skills to have in the 21st century. The realities of learning that are still applying learning teachers-centered, teachers deliver biology as products and learners memorize factual information. Popular scientific books become one of the means that can be used to settle critical thinking skills. In this study developed popular type scientific books and utilization of plant mental in the village official. This study aims to describe the practicality of popular scientific book expectations developed to improve the critical thinking skills of learners. This research is a development research with formative evaluation that uses the design of Tessmer. The subject of research is 7 students learned for practical and effectively tests. The results showed that the popular scientific books developed were categorized as very practical with a percentage of 100% and received a very good response from students with a percentage of 88.9%. The results of the effectiveness of expectations are categorized as high and there is an increase from meetings 1 to 3 with an average percentage of 81.7%. These results indicate that the popular scientific books developed are very practical and effectively used in training high school students' critical thinking skills. Abstrak Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki di abad 21. Realita pembelajaran yang terjadi saat ini masih menerapkan pembelajaran yang berpusat pada guru yang menyampaikan Biologi sebagai produk dan peserta didik hanya menghafal informasi faktual. Untuk itu, penelitian ini bertujuan guna mengembangkan buku ilmiah populer jenis dan pemanfaatan tanaman jamu di Kampung Pejabat sebagai sarana alternatif untuk student centered learning sekaligus melatihkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini mengembangkan buku ilmiah populer jenis dan pemanfaatan tanaman jamu di Kampung Pejabat. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan evaluasi formatif Tessmer. Subjek penelitian adalah 7 orang peserta didik dengan analisis statistik deskriptif menggunakan uji kepraktisan harapan dan keefektifan harapan. Hasil penelitian menunjukkan buku ilmiah populer yang dikembangkan terkategori sangat praktis dengan persentase sebsesar 100%dan mendapatkan respon yang sangat baik dari siswa dengan persentase sebesar 88,9%. Hasil keefektifan harapan terkategori tinggi dan terjadi peningkatan dari pertemuan 1 sampai 3 dengan rata-rata persentase sebesar 81,7%. Hasil ini menunjukkan bahwa buku ilmiah populer yang dikembangkan sangat praktis dan efektif digunakan dalam melatihkan kemampuan berpikir kritis siswa SMA.
Devy Dwi Rahayu, Dharmono Dharmono, Rusmiati Rusmiati
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan, Volume 4, pp 75-82; https://doi.org/10.20527/bino.v4i1.12205

Abstract:
Innovative and easy-to-understand learning resources for students that contain materials based on local potentials that can improve students' critical thinking skills are still limited. This study aims to describe the validity, practicality, and effectiveness of popular scientific books on butterflies in the mangrove forest area of Sungai Bakau Village on students' critical thinking skills. Step by step of development includes self evaluation, expert trials, individual trials, small group tests, and field tests. Research subjects are 3 bioscientists, 3 students for individual trials and for small group tests, and 15 students for field Innovative learning resources that contain materials tests. The study shows that the popular scientific books that had been developed are highly valid for 96.3%, while individual testing discovered an excellent value to 88.1%. Popular scientific books are practical because students’ responses to 94.7% with highly practicable criteria, the results of the publication of popular scientific books averaged 88.89% by excellent criteria. Popular scientific books that had been developed can be regarded as effective due to increment in students' learning outcomes with an average value to 88.30%. This is categorized as a very good criterion, especially supported by the increment in critical thinking skills up to 0.71 with high criteria. Abstrak Sumber belajar yang inovatif dan mudah dipahami mahasiswa yang memuat materi berbasis potensi lokal dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan validitas, kepraktisan, dan keefektifan buku ilmiah populer kupu-kupu di kawasan hutan mangrove Desa Sungai Bakau terhadap keterampilan berpikir kritis mahasiswa. Tahap-tahap pengembangan menggunakan evaluasi formatif Tessmer yang meliputi evaluasi diri, uji pakar, uji perorangan, uji kelompok kecil, dan uji lapangan. Subjek penelitian adalah 3 pakar pembelajaran biologi, 3 mahasiswa untuk uji perorangan dan uji kelompok kecil dan 15 mahasiswa untuk uji lapangan. Hasil penelitian menunjukan BIP yang telah dikembangkan dinyatakan sangat valid dengan nilai 96,3%, sedangkan berdasarkan uji perorangan BIP ini dinyatakan sangat baik dengan nilai 88,1%. BIP dinyatakan praktis karena hasil respon mahasiswa sebesar 94,7% dengan kriteria sangat praktis, hasil keterlaksanaan BIP rata-rata 88,89% denga kriteria sangat baik. BIP yang dikembangkan dinyatakan efektif karena peningkatan hasil belajar mahasiswa dengan rata-rata nilai 88,30% dengan kriteria sangat baik dan peningkatan keterampilan berpikir kritis sebesar 0,71 dengan kriteria tinggi.
Rezky Nefianthi, Rabiatul Adawiyah, Syahbudin Syahbudin
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan, Volume 4, pp 60-65; https://doi.org/10.20527/bino.v4i1.11450

Abstract:
The STEAM (Science, Technology, Engineering, Art and Mathematics) learning model that links the fields of science, technology, engineering, art, and mathematics, so that students are given a holistic understanding. Collaboration, cooperation and communication will appear in the learning process because this approach is carried out in groups. This study aims to determine the effectiveness of the Lesson Plan in improving STEAM-based Science generic skills in the Human Respiratory System material for Class VIII Junior High School. The development of this lesson plan refers to an educational problem solving model which consists of five phases or stages, namely the initial investigation phase, the design phase, the realization phase, the test phase, evaluation, and revision and implementation. Trial of lesson plan products that have been developed and declared valid was carried out in class VIII of SMP Negeri 24 Banjarmasin as many as 16 students. The instrument for collecting data on students' generic science skills was a written test. The results showed that the five aspects of Students' Science Generic Skills include formulating skills problems, formulating hypotheses, designing experiments, analyzing data and making conclusions always increases at each meeting and the value obtained is in the High category. This result is reinforced by the teacher's response with very good category. Abstrak Model pembelajaran STEAM (Sains, Technology, Engineering, Art and Mathematic) yang mengaitkan bidang ilmu pengetahuan (sains), teknologi, teknik, seni, dan matematika, sehingga siswa diberikan pemahaman holistik. Kolaborasi, kerja sama dan komunikasi akan muncul dalam proses pembelajaran karena pendekatan ini dilakukan secara berkelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dalam meningkatkan keterampilan generik Sains berbasis STEAM pada materi Sistem Pernafasan Manusia Kelas VIII SMP. Pengembangan RPP ini mengacu pada model pemecahan masalah pendidikan yang terdiri dari lima fase atau tahapan, yaitu fase investigasi awal, fase desain, fase realisasi, fase tes, evaluasi, dan revisi serta implementasi. Uji coba produk RPP yang telah dikembangkan dan dinyatakan valid dilakukan di kelas VIII SMP Negeri 24 Banjarmasin sebanyak 16 orang siswa. Instrumen pengumpulan data keterampilan generik sains siswa dengan tes tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima aspek Keterampilan Generik Sains Siswa meliputi keterampilan merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, merancang percobaan, menganalisis data dan membuat kesimpulan selalu meningkat pada setiap pertemuan dan nilai yang diperoleh kategori tinggi. Hasil ini diperkuat dengan respon guru dengan kategori sangat baik.
Hendra Hendra, Muhammad Zaini, Dharmono Dharmono
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan, Volume 4, pp 53-59; https://doi.org/10.20527/bino.v4i1.12241

Abstract:
This development research aims to describe the green school module on the scientific performance skills of junior high school students. The stages of development include self-evaluation, expert test, individual test, small group test, field test. The research subjects were five students for the response test and three observers for the green school module implementation test for the scientific performance skills of junior high school students. The type of data is descriptive data, using the instrument implementation of the module and student responses are used for the practicality of the content and the practicality of expectations. Technical data analysis was carried out in accordance with the objectives of the research which included the practicality of the module. The results showed that the module that had been developed was stated to be very practical based on the individual test. This module was stated to be very good with an average of 89.10%. The module is declared practical because the results of student responses with an average value of 88.34% with very good criteria, the results of the implementation of the module with an average value of 88.10% with criteria strongly agree. Based on this, the developed module is very practical to use and makes it easier for students to learn. Abstrak Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mendeskripsikan modul sekolah hijau pada keterampilan unjuk kerja ilmiah siswa SMP. Tahapan pengembangan meliputi evaluasi diri, uji ahli, uji individu, uji kelompok kecil, uji lapangan. Subjek penelitian ini adalah lima siswa untuk tes respon dan tiga orang pengamat untuk tes implementasi modul sekolah hijau untuk keterampilan unjuk kerja ilmiah siswa SMP. Jenis datanya adalah data deskriptif, dengan menggunakan instrumen implementasi modul dan respon siswa digunakan untuk kepraktisan isi dan kepraktisan harapan. Teknis analisis data dilakukan sesuai dengan tujuan penelitian yang meliputi kepraktisan modul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul yang telah dikembangkan dinyatakan sangat praktis berdasarkan tes individu. Modul ini dinyatakan sangat baik dengan rata-rata 89,10%. Modul dinyatakan praktis karena hasil respon siswa dengan nilai rata-rata 88,34% dengan kriteria sangat baik, hasil implementasi modul dengan nilai rata-rata 88,10% dengan kriteria sangat setuju. Berdasarkan hal tersebut, modul yang dikembangkan sangat praktis digunakan dan memudahkan siswa untuk belajar.
Sinta Damayanti, Muhammad Zaini, Bunda Halang
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan, Volume 4, pp 46-52; https://doi.org/10.20527/bino.v4i1.11816

Abstract:
Lack of critical thinking skills of students is one of the problems in education. One of the learning tools that need to be improved in order to improve critical thinking skills is the Student Worksheet (LKPD). This study aims to describe the validity of LKPD on the concept of a Coordination System Based on Critical Thinking Skills. This method uses a type of research, namely EDR (Educational Design Research) with reference to Tessmer's formative evaluation which consists of two stages, namely 1) Self-evaluation; and 2) Expert review. The Critical Thinking Skills used in this study refer to Facione. The subject of validation was two experts, namely lecturers. This type of research is a development research to produce a valid product. The results of this study indicate that the validity of LKPD based on expert tests has a valid category with an overall average of 3.41. Abstrak Kurangnya keterampilan berpikir kritis peserta didik didik merupakan salah satu permasalahan dalam pendidikan. Salah satu perangkat pembelajaran yang perlu diperbaiki agar meningkatkan keterampilan berpikir kritis ialah Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan validitas LKPD pada konsep Sistem Koordinasi Berbasis Keterampilan Berpikir Kritis. Metode ini menggunakan jenis penelitian yaitu EDR (Educational Design Research) dengan mengacu pada evaluasi formatif Tessmer yang terdiri dari dua tahapan yaitu 1) evaluasi diri; dan 2) pendapat ahli. Keterampilan Berpikir Kritis yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada Facione. Subjek validasi adalah dua orang ahli yaitu dosen. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan untuk menghasilkan produk yang valid. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa validitas LKPD berdasarkan uji pakar memiliki kategori valid dengan rata-rata keseluruhan 3,41.
Back to Top Top