BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan

Journal Information
ISSN / EISSN : 2684-9062 / 2714-9803
Total articles ≅ 35
Filter:

Latest articles in this journal

Difa Pertiwi Krismadana, Sri Amintarti, Aulia Ajizah
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan, Volume 3, pp 59-65; doi:10.20527/bino.v3i1.9899

Abstract:
Media in biology learning is one of the means so that students understand the concept of biology in a broad sense. This encourages researchers to develop learning media in the form of macroscopic fungi booklets. This study aims to describe the characteristics and identify the types of macroscopic fungi found on the banks of the Kembang River natural tourism river and to describe the results of the validity of the macroscopic fungi booklet on the banks of the Kembang River natural tourism river as a learning medium for high school students. This research uses the descriptive method and 4D development method. The results showed that the characteristics of macroscopic fungi can be seen from the shape of the hood, the surface of the hood, its hymenophores, the shape of the stem, color, presence or absence of annulus and odor, and the type of substrate where the fungus grows. Macroscopic fungi found on the banks of the Sungai Kembang Nature Tourism river are divided by taxon level into 2 divisions, 3 classes, 4 orders, 6 familia, 8 genera, and 17 species. Utilization of research results on types of macroscopic fungi on the banks of the Kembang River natural tourism river is then presented in the form of a booklet (learning media) which gets an average expert validity of 82.10% with very valid criteria and suitable for use as a learning medium.Abstrak Media dalam pembelajaran Biologi merupakan salah satu sarana agar peserta didik memahami konsep pada Biologi secara luas. Hal tersebut mendorong peneliti untuk mengembangkan media pembelajaran berupa booklet materi jamur makroskopis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik dan mengidentikasi jenis jamur makroskopis yang ditemukan di bantaran sungai wisata alam Sungai Kembang serta mendeskripsikan hasil validitas Booklet jamur makroskopis di bantaran sungai wisata alam Sungai Kembang sebagai media pembelajaran siswa SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan metode pengembangan model 4D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik jamur makroskopis dapat dilihat dari bentuk tudung, permukaan tudung, hymenophorenya, bentuk batang, warna, ada tidaknya annulus dan bau, serta jenis substrat tempat tumbuhnya jamur. Jamur makroskopis yang ditemukan di bantaran sungai Wisata Alam Sungai Kembang yang terbagi berdasarkan tingkatan taksonnya menjadi 2 divisio, 3 kelas, 4 Ordo, 6 Familia, 8 genus, dan 17 species. Pemanfaatan hasil penelitian jenis-jenis jamur makroskopis di bantaran sungai wisata alam Sungai Kembang kemudian disajikan dalam bentuk booklet (media pembelajaran) yang mendapat hasil rata-rata validitas ahli 82,10% dengan kriteria sangat valid dan layak digunakan sebagai salah satu media belajar.
Nahri Fauzan, Mochamad Arief Soendjoto, Muhammad Zaini
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan, Volume 3, pp 18-22; doi:10.20527/bino.v3i1.9476

Abstract:
The crab is an organism that has pe a major role in the mangrove ecosystem. The preservation of the mangrove ecosystem cannot be separated from the roles and responsibilities of humans. This can be started by creating awareness and practicing thinking skills to provide solutions to various existing environmental problems. According to the results of the TIMSS study, the low scientific ability of Indonesian students, especially its implementation in the form of scientific literacy, has not shown a good improvement so that learning innovations are needed, one of which is the manufacture of environment-based teaching materials. The purpose of this study was to describe the practicality of the teaching materials "Crab Types in the Mangroves Area" in training students' critical thinking skills at MAN Tanah Laut. The type of research used is the Tessmer formative test. The research data were analyzed descriptively, practical data included the feasibility of using teaching material and student responses, indicating that the teaching materials developed were practical for use in learning and could improve the critical thinking skills of MA students.Abstrak Kepiting merupakan organisme yang memiliki peran besar dalam ekosistem mangrof. Kelestarian ekosistem mangrof tidak luput dari peran dan tanggung jawab manusia. Hal ini dapat dimulai dari menciptakan kesadaran dan melatih keterampilan berpikir agar dapat memberikan solusi-solusi dari berbagai permasalahan lingkungan yang ada. Hasil studi TIMSS menunjukkan rendahnya kemampuan sains siswa Indonesia terutama implementasinya dalam bentuk literasi sains belum menunjukkan adanya peningkatan yang baik sehingga diperlukan inovasi pembelajaran salah satunya dengan pembuatan bahan ajar berbasis lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kepraktisan Bahan Ajar “Jenis Kepiting di Kawasan Mangrof” dalam melatihkan keterampilan berpikir kritis siswa MAN Tanah Laut. Jenis penelitian yang digunakan adalah uji formatif Tessmer. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif, data kepraktisan meliputi kepraktisan penggunaan bahan ajar dan respon siswa, menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan praktis untuk digunakan dalam pembelajaran dan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa MA.
Yuliani Astuti, Muhammad Zaini, Aminuddin Prahatama Putra
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan, Volume 3, pp 44-52; doi:10.20527/bino.v3i1.9555

Abstract:
This development research is intended to describe the results of the development of a popular scientific book on shrimp species in the coastal waters of Tabanio, including validity, practicality, and effectiveness. The development design used was a design of Tessmer adaptation, including self-evaluation, expert testing, individual testing, and only up to small group tests. The object of research was a popular scientific book developed. Simultaneously, the research subjects consisted of 3 lecturers of Master Education of Biology, Lambung Mangkurat University, and five senior high school students of Abdul Kadir Panyipatan. Data were collected using the techniques of observation, questionnaires, and tests. The results showed that a popular scientific book was declared very valid based on expert validation results, while based on individual tests, the popular scientific book was declared very good. The popular science book that has been developed was considered practical because the results of student responses are 96.5% with very practical criteria. The result of the implementation of the popular science book was an average of 93.3%. The popular scientific book was declared effective because students' critical thinking skills increased in the Small Group, with 94.5% and N-Gain of 0.8 on high criteria. This popular scientific book has a systematic and structured writing flow. This book contains a discussion with high values of local potential. The design used is simple but easy to understand, and includes species identification, and displays original images taken directly from the coastal forest of Tabanio. All of these are the hallmarks of this popular science book.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan validitas, kepraktisan, dan keefektifan pengembangan buku ilmiah populer jenis udang di perairan pesisir Tabanio. Metode penelitian ini menggunakan model pengembangan Plomp dan Nieveen yang dibatasi pada tahap prototyping phase dimana evaluasi formatif berdasarkan Tessmer yang terdiri dari evaluasi diri, pendapat ahli, uji perorangan, dan hanya sampai uji kelompok kecil. Objek dalam penelitian ini ialah buku ilmiah populer yang dikembangkan, sedangkan subjek penelitian terdiri dari 3 dosen Magister Pendidikan Biologi ULM dan 5 siswa SMA Abdul Kadir Panyipatan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, angket dan tes. Hasil penelitian menunjukan buku ilmiah populer dinyatakan sangat valid berdasarkan hasil validasi ahli, sedangkan berdasarkan uji perorangan buku ilmiah populer ini dinyatakan sangat baik. Buku ilmiah populer yang telah dikembangkan dinyatakan praktis karena hasil respon siswa sebesar 96,5% dengan kriteria sangat praktis, dan hasil keterlaksanaan Buku ilmiah populer rata-rata 93,3%. Buku ilmiah populer dinyatakan efektif karena hasil kemampuan berpikir kritis siswa yang mengalami peningkatan pada Small Group dengan rata-rata 94,5% dan N-Gain sebesar 0,8 pada kriteria tinggi. Oleh karena itu, buku ilmiah populer “Jenis Udang di Perairan Pesisir Tabanio” ini dapat digunakan sebagai bahan pengayaan untuk melatihkan kemampuan berpikir kritis siswa SMA.
Rahmi Murdiyanti, Sri Amintarti, Dharmono Dharmono
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan, Volume 3, pp 23-27; doi:10.20527/bino.v3i1.9754

Abstract:
The people of Kandangan Baru Village have traditional wisdom in utilizing plants. The plants are used as medicine or economic materials. One of them is Claoxylon indicum in the Bukit Tamiang Forest, Tanah Laut Regency which can be used as a value of local wisdom for the local community. The purpose of this study was to describe the validity of the ethnobotany scientific work of Indian geranium as supporting material for ethnobotany. This study uses a development research method with the Educational Design Research (EDR) model and formative evaluation of the Tessmer exam. Teaching materials are in the form of a Popular Scientific Book entitled The Ethnobotany Study of Claoxylon indicum Plants in the Bukit Tamiang Forest Area in the expert test by two validators with a score of 94.4% as well as the practicality of the content for the individual test (one to one) by 3 biology education students of FKIP ULM Banjarmasin who had passed the ethnobotany course had very good results with a score of 3.7.Abstrak Masyarakat Desa Kandangan Baru memiliki kearifan tradisional dalam memanfaatkan tumbuhan. Tumbuhan digunakan sebagai obat atau bahan ekonomi. Salah satunya adalah Claoxylon indicum di Hutan Bukit Tamiang Kabupaten Tanah Laut yang dapat dijadikan sebagai nilai kearifan lokal bagi masyarakat setempat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan validitas karya ilmiah etnobotani geranium India sebagai bahan pendukung etnobotani. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan dengan model Educational Design Research (EDR) dan evaluasi formatif ujian Tessmer. Bahan ajar berupa Buku Ilmiah Populer yang berjudul Kajian Etnobotani Tumbuhan Claoxylon indicum di Kawasan Hutan Bukit Tamiang pada uji pakar oleh dua validator memiliki hasil validasi sangat valid dengan skor 94,4% serta hasil kepraktisan isi untuk uji perorangan (one to one) oleh 3 mahasiswa pendidikan biologi FKIP ULM Banjarmasin yang telah lulus mata kuliah etnobotani memiliki hasil sangat baik dengan skor 3,7.
Anna Ridhana, Atiek Winarti, Badruzsaufari Badruzsaufari
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan, Volume 3, pp 6-11; doi:10.20527/bino.v3i1.9909

Abstract:
Critical thinking is one of the skills that must be developed in the world of education. Students' critical thinking can be improved by optimizing learning, one of which is developing textbooks in the form of popular scientific books. Learning resources can be developed by utilizing the environment around students or locally based. The environment is a very rich source of learning following the demands of the curriculum. In this research, a popular scientific book on the diversity of ferns in the Haratai Loksado waterfall was developed. This study aims to develop popular scientific books based on the local potential to test the effectiveness of popular scientific books in improving students' critical thinking skills. This research is a research development research with formative evaluation using the Tessmer design. The effectiveness was tested at MAN 1 HSS with data on the effectiveness of popular scientific books seen from the average results of evaluation scores and practical results before and after being given popular scientific books. The results of the improvement in critical thinking skills and student learning outcomes were classified as high, namely at the third meeting with the acquisition of 93%. The increase occurred at each meeting as evidenced by the N-gain from the 1st to 3rd meeting with the high category with a value of 0.8.Abstrak Berpikir kritis adalah salah satu keterampilan yang harus dikembangkan oleh pendidikan. Berpikir kritis siswa dapat ditingkatkan dengan mengoptimalkan pembelajaran, salah satunya mengembangkan buku teks berupa buku ilmiah populer. Sumber belajar dapat dikembangkan dengan memanfaatkan lingkungan sekitar atau lokal siswa. Menurut persyaratan kursus, lingkungan merupakan sumber belajar yang sangat kaya. Dalam penelitian ini, dikembangkan buku ilmiah populer tentang keanekaragaman paku di kawasan air Terjun Haratai Loksado. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku ilmiah populer berbasis potensi lokal untuk menguji keefektifan buku ilmiah populer dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Kajian ini merupakan kajian penelitian dan pengembangan evaluasi formatif yang dirancang oleh Tessmer. Uji validitas dilakukan pada MAN 1 HSS yang menggunakan data validitas buku ilmiah populer, data diperoleh dari nilai evaluasi sebelum dan sesudah memperoleh buku ilmiah populer serta rata-rata hasil magang. Peningkatan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa tergolong tinggi, yaitu 93% pembelajaran diperoleh pada pertemuan ketiga. N gain (kategori 0.8) dari pertemuan ke-1 sampai ke-3 mengalami peningkatan di setiap pertemuan yang merupakan hasil dari kenaikan tersebut.
Nor Aqidatul Husna, Muhammad Zaini, Atiek Winarti
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan, Volume 3, pp 28-38; doi:10.20527/bino.v3i1.9918

Abstract:
Biology learning in schools still experiences several problems. The learning process carried out has not optimally fulfilled the demands of the Education Curriculum, including in helping students to have critical thinking skills. Critical thinking skills can be optimized by developing learning modules. This study aims to obtain a valid biology module based on critical thinking skills for SMA/MA students. The module development method uses Tessmer's research and development design model that focuses on formative evaluation. The module developed refers to six kinds of critical thinking skills according to Facione, including interpretation, analysis, evaluation, inference, explanation, and self-regulation. Data obtained from the validity test by three validators. The percentage of expert validation data was then categorized. Data analysis used the descriptive technique. The biology learning module based on critical thinking skills that were developed as a whole obtained very valid criteria.Abstrak Pembelajaran Biologi di sekolah masih mengalami beberapa permasalahan. Proses pembelajaran yang dilaksanakan belum secara optimal memenuhi tuntutan Kurikulum Pendidikan, diantaranya dalam membantu peserta didik untuk memiliki keterampilan berpikir kritis. Keterampilan berpikir kritis dapat dioptimalkan dengan mengembangkan modul pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan modul biologi yang berbasis keterampilan berpikir kritis pada peserta didik SMA/MA yang valid. Metode pengembangan modul menggunakan model desain penelitian pengembangan dari Tessmer yang fokus pada evaluasi formatif. Modul yang dikembangkan mengacu pada enam macam keterampilan berpikir kritis menurut Facione, meliputi interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, eksplanasi dan regulasi diri. Data diperoleh dari uji validitas oleh tiga validator. Persentase data validasi ahli kemudian dikategorisasi. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kategorisasi. Modul pembelajaran biologi berbasis keterampilan berpikir kritis yang dikembangkan secara keseluruhan memperoleh kriteria sangat valid.
Lucky Aprilia Rasyida, Maya Istiyadji, Sauqina Sauqina
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan, Volume 3, pp 12-17; doi:10.20527/bino.v3i1.9129

Abstract:
One of the goals of Gerakan Literasi Sekolah was to develop the information literacy skills needed by students to be more critical in receiving and using information because along with the progress of the information age it becomes infinite. This study aims to determine the relationship between inquiry learning models and information literacy of students at SMP Negeri 5 Banjarmasin on the classification of living things. This research is a quasi experiment that uses 7th grade as a population and the sample is selected based on purposive sampling. The data were collected by tests (pretest and posttest) and assessments on student worksheets. The analysis technique used: 1) paired t-test to determine differences in the test results of each class. 2) Unpaired t-test to determine the difference in postest between two classes. 3) correlation test to determine the relationship between the two variables. The results show that there is a significant increase in the test scores in the experimental class of 36.7 and 23.7 in the control class and the postest score of the experimental class is greater 2.97. The correlation test show that percentage of the relationship between the two variables is 88.6%, this means that inquiry learning models has a positive effect on students' information literacy skills.Abstrak Gerakan literasi Sekolah yang digagas oleh pemerintah memiliki tujuan salah satunya yaitu mengembangkan kemampuan literasi informasi yang diperlukan siswa agar menjadi lebih kritis dalam menerima maupun menggunakan informasi karena, seiring dengan kemajuan zaman informasi menjadi tak terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara hasil pembelajaran inkuiri dengan literasi informasi siswa di SMPN 5 Banjarmasin pada materi klasifikasi makhluk hidup. Penelitian ini merupakan quasi experiment yang menggunakan seluruh kelas 7 sebagai populasi dan sampel dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes (pretest dan posttest) serta dilakukan penilaian terhadap hasil kerja siswa selama pembelajaran berlangsung. Tahap analisis data diantaranya: 1) uji-t berpasangan untuk mendapatkan perbedaan pretest dan postest masing-masing kelas. 2) Uji-t tidak berpasangan untuk mengetahui perbedaan postest kedua kelas. 3) uji korelasi untuk mengetahui hubungan model pembelajaran inkuiri dengan keterampilan literasi informasi siswa. Adapun dari hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan skor pretest ke postest pada kelas eksperimen sebesar 36,7 dan 23,7 pada kelas kontrol serta terdapat perbedaan nilai postest kelas ekperimen sebesar 2,97 lebih besar dari kelas kontrol. Berdasarkan uji korelasi, persentase hubungan pembelajaran inkuiri dengan keterampilan literasi informasi yaitu 88,6% sehingga hal ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran inkuiri berpengaruh positif terhadap keterampilan literasi informasi siswa.
Naufal Hafidh Mahdi Sujarwo Putra, Dharmono Dharmono, Mahrudin Mahrudin
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan, Volume 3, pp 1-5; doi:10.20527/bino.v3i1.9348

Abstract:
The teaching materials need to see the reader's ability for how to understand the intent, to know the feasibility, and also for improvement practical content. This study wants to describe the contents practicality of popular scientific book on the ethnobotany’s Gliricidia maculata as supporting material for ethnobotany courses in biology education, FKIP ULM Banjarmasin. Ethnobotany popular scientific book refers to Tessmer Formative Evaluation with the steps on content practicality using individual tests (one to one) and also the content practicality assessment instrument too. The research subjects were 3 students of Biology Education FKIP ULM Banjarmasin who had passed the ethnobotany course and for the average result has 3.6 with very good criteria. Teaching materials that accordance with student characteristics allow more contextual learning experience, complete learning experience, developed according to the student conditions and implementation based on indicator as guidance.Abstrak Bahan ajar yang dikembangkan perlu melihat kemampuan pembaca dalam memahami maksud yang ingin disampaikan, mengetahui keterlaksanaan dan kemudahan penggunaan bahan ajar untuk penyempurnaan melalui suatu kepraktisan isi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepraktisan isi buku ilmiah populer etnobotani tumbuhan Gliricidia maculata sebagai materi penunjang mata kuliah etnobotani di pendidikan biologi FKIP ULM Banjarmasin. Buku ilmiah populer etnobotani sebagai bahan ajar dikembangkan melalui Evaluasi Formatif Tessmer dengan tahap yang dilakukan pada kepraktisan isi menggunakan uji perorangan (one to one) serta instrumen penilaian kepraktisan isi juga mengacu pada Tessmer. Subjek penelitian merupakan 3 orang mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP ULM Banjarmasin yang dinyatakan telah lulus mata kuliah etnobotani. Hasil rata-rata kepraktisan isi buku ilmiah populer memiliki nilai 3,6 dengan kriteria sangat baik. Bahan ajar yang sesuai dengan kondisi mahasiswa dapat membuat pengalaman belajar yang semakin kontekstual, pengalaman belajar yang utuh, serta dikembangkan sesuai kebutuhan mahasiswa dan keterlaksanaan ditentukan berdasarkan indikator yang dijadikan pedoman.
Rema Yulianti, Hardiansyah Hardiansyah, Mahrudin Mahrudin, Amalia Rezeki
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan, Volume 3, pp 39-43; doi:10.20527/bino.v3i1.9753

Abstract:
Teaching materials in learning activities have an important meaning so that the learning process is easier and more effective. Local potential can be used as a source of learning to look at phenomena, events, and problems in an area or what is also called contextual learning. The handout is one of the teaching materials that is concise and makes it easier for students to understand learning. The research method used was to analyze the results of research on proboscis monkey (Nasalis larvatus) on Curiak Island by Zainudin and Rezeki, to be used as material for the development of proboscis monkey (Nasalis larvatus) handouts on Curiak Island with the Tessmer development model which was limited to the expert stage review (Expert Test). The validation test was carried out with experts consisting of 3 (three) validators with an overall validity value of 90.6% (very valid and fit for use without revision). Its validity is shown by the average assessment on the feasibility aspect of the content of 85.07% (very valid), the assessment of the feasibility of serving 91.25% (very valid), and the assessment of the language aspect of 87.14% (very valid).Abstrak Bahan ajar pada kegiatan pembelajaran memiliki arti penting, agar proses pembelajaran lebih mudah dan lebih efektif. Potensi lokal dapat dijadikan sumber belajar melihat pada fenomena, peristiwa, maupun permasalahan pada suatu daerah yang disebut dengan pembelajaran kontekstual. Handout merupakan salah satu bahan ajar yang ringkas dan memudahkan peserta didik memahami pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah menganalisis hasil penelitian tentang bekantan (Nasalis larvatus) di Pulau Curiak oleh Zainuddin dan Rezeki, untuk dijadikan bahan pengembangan handout bekantan (Nasalis larvatus) di Pulau Curiak dengan model pengembangan Tessmer yang dibatasi hanya pada tahap expert review (Uji Pakar). Uji validasi dilakukan olehn para ahli yang terdiri dari 3 (tiga) validator dengan nilai validitas keseluruhan yaitu 90,6% (sangat valid dan layak digunakan tanpa revisi). Kevalidan ditunjukkan oleh rata-rata penilaian pada aspek kelayakan isi 85,07% (sangat valid), penilaian aspek kelayakan penyajian 91,25% (sangat valid), dan penilaian aspek bahasa 87,14% (sangat valid).
Ayatul Fajrin, Dharmono Dharmono, Muhammad Zaini
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan, Volume 3, pp 53-58; doi:10.20527/bino.v3i1.9922

Abstract:
Learning using popular scientific books based on the local potential of an area is one solution that can be used to overcome problems that often arise such as a lack of student reading interest due to boring teaching materials and learning media in Ethnobotany courses, especially in some ethnobotany studies that require students to interact directly with the community. This development research aims to describe the practicality of a popular scientific book prototype entitled " Etnobotani Tumbuhan Mangrove Genus Avicennia Desa Tabanio". The research method used is the development model by Plomp and Nieveen which is limited to the formative evaluation phase based on the Tessmer model. The results showed that the results of the feasibility test for popular scientific books got an average score of 88.9% with very good criteria and the results of student responses to popular scientific books got an average of 91.56% with criterion very agree This shows that the popular scientific book entitled "Ethnobotany of Mangrove Plants Genus Avicennia Desa Tabanio" is very practical to be used as an enrichment material in ethnobotany learning.Abstrak Pembelajaran dengan menggunakan buku ilmiah populer berdasarkan potensi lokal yang dimiliki sebuah daerah merupakan salah satu solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah yang sering muncul seperti kurangnya minat membaca mahasiswa karena bahan ajar dan media pembelajaran yang membosankan pada mata kuliah Etnobotani khususnya pada beberapa kajian etnobotani yang mengharuskan mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepraktisan prototipe buku ilmiah populer yang berjudul “Etnobotani Tumbuhan Mangrove Genus Avicennia Desa Tabanio” Metode penelitian yang digunakan ialah model pengembangan oleh Plomp dan Nieveen yang dibatasi sampai pada fase evaluasi formatif berdasarkan model Tessmer. Hasil penelitian menunjukan hasil uji keterlaksanaan buku ilmiah populer mendapatkan nilai rata-rata 88.9% dengan kriteria sangat baik dan hasil respond mahasiswa terhadap buku ilmiah populer mendapatkan rata-rata 91,56% dengan kriteris sangat setuju. Hal tersebut menunjukan bahwa buku ilmiah populer dengan judul “Etnobotani Tumbuhan Mangrove Genus Avicennia Desa Tabanio” sangat praktis digunakan sebagai bahan pengayaan dalam pembelajaran etnobotani.
Back to Top Top