KELUWIH: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran

Journal Information
EISSN : 2715-6419
Published by: University of Surabaya (10.24123)
Total articles ≅ 21
Filter:

Latest articles in this journal

Gembong Satria Mahardhika
KELUWIH: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran, Volume 2, pp 64-74; doi:10.24123/kesdok.v2i2.4431

Abstract:
—COVID-19 is a major emerging disease that affects any certain condition. However, a recent report suggests the occurrence of hyperglycemia without any present diabetes in COVID-19 patients. This study aimed to systematically review recent evidence on hyperglycemia in COVID-19 patients. Literature research was done using four search engines, consist of Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, and ProQuest, and limited to English manuscript only and published from February 2020 to September 2020. SARS-CoV-2 could damage the pancreas by causing the destruction of the β-cell structure that leads to impairment of glucose metabolism and worsen pre-existing diabetes or determine the appearance of hyperglycemia in non-diabetes. Inflammation also plays a major important role in hyperglycemia related to COVID-19. Hyperglycemia increased the vulnerability of the lung, by promoting and facilitating the entry of the SARS-CoV-2 into the host cells, and decreasing lung function. Moreover, the mortality and morbidity rate conceivable increased due to hyperglycemia. The presence of high glucose levels is linked with the progression of COVID-19 severity. Thus, the glucose level should be concerned, either in a patient with present diabetes or without any presence of diabetes. Examination and monitoring of glucose levels might be a useful tool to prevent the seriousness of COVID-19 Keywords: diabetes mellitus, SARS-CoV-2, high glucose level, pulmonary infection Abstrak—COVID-19 adalah penyakit yang muncul yang mempengaruhi kondisi tertentu.Namun, sebuah laporan baru-baru ini menunjukkan terjadinya hiperglikemia tanpa adanya diabetes pada pasien COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis bukti terbaru tentang hiperglikemia pada pasien COVID-19. Penelitian literatur dilakukan dengan menggunakan empat mesin pencari, yaitu Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan ProQuest, dan terbatas hanya pada manuskrip berbahasa Inggris dan diterbitkan dari Februari 2020 hingga September 2020. SARS-CoV-2 dapat merusak pankreas dengan menyebabkan kerusakan pada pankreas. struktur sel β yang menyebabkan gangguan metabolisme glukosa dan memperburuk diabetes yang sudah ada sebelumnya atau menentukan munculnya hiperglikemia pada kelompok non-diabetes. Peradangan juga memainkan peran penting utama dalam hiperglikemia terkait COVID-19. Hiperglikemia meningkatkan kerentanan paru-paru, dengan mendorong dan memfasilitasi masuknya SARS-CoV-2 ke dalam sel inang, dan menurunkan fungsi paru-paru. Selain itu, angka mortalitas dan morbiditas yang diperkirakan meningkat karena hiperglikemia. Adanya kadar glukosa yang tinggi dikaitkan dengan perkembangan keparahan COVID-19. Dengan demikian, kadar glukosa harus diperhatikan, baik pada pasien dengan diabetes saat ini atau tanpa adanya diabetes. Pemeriksaan dan pemantauan kadar glukosa mungkin menjadi alat yang berguna untuk mencegah derajat keparahan COVID-19. Kata kunci: diabetes mellitus, SARS-CoV-2, peningkatan kadar glukosa, infeksi paru
Made Indira Dianti Sanjiwani, I Made Widianantara
KELUWIH: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran, Volume 2, pp 102-109; doi:10.24123/kesdok.v2i2.4189

Abstract:
Uterine fibroids or leiomyomas are benign neoplasms that occur in the uterus and still become a health problem among women of reproductive age. Predominantly, uterine fibroids are found at productive age but some cases are found after menopause. Based on previous studies, there were 145 cases of uterine fibroids in 2014 and 69.7% were found in women over 40 years. Patients with uterine fibroids show a decreased quality of life with symptoms such as heavy uterine bleeding, pelvic pain, and loss of pregnancy. The pathogenesis of uterine fibroids is still unknown, but genetic factors, cytokines, growth factors, and steroid hormones are weak and play an important role in the development of uterine fibroids. Several studies have shown the effect of resveratrol that can be obtained from grape skins. Resveratrol can reduce extracellular matrix deposition and uterine fibroid cell proliferation. Looking at the induced events then resveratrol is effective in preventing the progression of uterine fibroids.
Amelia Lorensia, Emiliana Lamur
KELUWIH: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran, Volume 2, pp 96-101; doi:10.24123/kesdok.v2i2.3051

Abstract:
Indonesia saat ini belum memiliki regulasi terkait dengan penjualan obat melalui media online, termasuk apotek online. Namun tatap muka apoteker dan pasien sangat penting dilakukan, karena melalui media online tanpa ada persyaratan atau pembatasan yang mengatur sehingga untuk memberikan jaminan keselamatan kepada masyarakat dan menghindari penyalahgunaan obat yang dijual melalui media online. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kuantitatif non eksperimental dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara menggunakan kuesioner untuk mengetahui persepsi apoteker terhadap apotek online di Indonesia. Pada penelitian ini sampel difokuskan dengan metode non-random sampling dengan menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah responden yang terlibat adalah 100 orang apoteker. Persepsi responden sebagaian besar memberikan persepsi positif, baik pada jaminan kualitas mutu obat dan pelayanan kefarmasian. Responden juga menyetujui adanya keuntungan pembelian via online, seperti kemudahan akses, hemat waktu, dan kelengkapan informasi. Namun responden juga menyetujui adanya kekurangan dari pembelian online seperti risiko keaslian obat, keterbatasan informasi, dan penyalahgunaan obat. Apoteker memandang apotek online sebagai peluang dalam penjualan obat namun juga berisiko penyalahgunaan obat bila tidak diatur dalam regulasi pemerintah.
Herry Wibowo
KELUWIH: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran, Volume 2, pp 91-95; doi:10.24123/kesdok.v2i2.2532

Abstract:
— The diagnosis of Hirschprung's disease is made with barium enema and rectal biopsy in full thickness. The Duhamel procedure was performed in 8 cases in 2008 for cases of Hirschsprung's disease. Age range of patients 7 months to 11 years. The average body weight when operated on is 7-21 kg. Morbidity and mortality after surgery were not launched. Anorectal myectomy with low anterior resection, the Duhamel-Martin procedure, and the Soave pull-through endorectal procedure are the most acceptable methods for surgical management. Hirschsprung's disease was treated in Syaiful Anwar Hospital Malang in 2008 with the following data: 1 person in January (1 year), 1 person in February (6 years), 1 person in March (7 years), 3 people in April ( 7 months, 4 years and 2 years), 2 people in August 2008 (7 months and 11 years). Enlarged abdomen with bloating, repeated constipation and sometimes aborted. Withdrawal procedures that work with endorectal withdrawal procedures, all show long results Keywords: duhamel technique, hirschsprung's disease, constipation, infant Abstrak— Diagnosis penyakit Hirschprung dibuat dengan barium enema dan full-thickness rectal biopsy. Duhamel procedure telah dilakukan pada 8 kasus pada tahun 2008 untuk kasus Hirschsprung's disease. Rentang usia penderita 7 bulan hingga 11 tahun. Berat badan rata – rata saat dioperasi 7 – 21 kg. Morbiditas dan mortalitas setelah operasi tidak dilaporkan. Anorectal myectomy dengan low anterior resection, Duhamel-Martin procedure, dan Soave endorectal pull-through procedure adalah metode yang paling dapat diterima untuk penatalaksanaan bedah. Didapatkan Kasus penyakit Hirschsprung's yang berobat di Rumah Sakit Syaiful Anwar Malang selama tahun 2008 dengan data sebagai berikut yaitu 1 orang di Januari (1 tahun) , 1 orang di Februari (6 tahun), 1 orang Maret (7 bulan), 3 orang April (7 bulan, 4 tahun dan 2 tahun), 2 orang Agustus 2008 (7 bulan dan 11 tahun). Tiap penderita mengalami riwayat abdominal distention dengan gejala perut kembung berulang, konstipasi dan kadang –kadang disertai mual. Delapan penderita yang menjalani operasi dengan prosedur endorectal pullthrough , semuanya menunjukkan hasil jangka panjang yang memuaskan. Kata kunci: tehnik duhamel, penyakit hirschsprung's , konstipasi, infant
Muhammad Sultan
KELUWIH: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran, Volume 2, pp 82-90; doi:10.24123/kesdok.v2i2.4098

Abstract:
The potential hazards and risks in the household are many hazards from physical, chemical, biological and psychological factors. This study aims to explain the hazards of work in households. This study used a descriptive qualitative design with 7 family heads selected as informants. Information collection was carried out in November 2020 in Teluk Lerong Ulu Village, Samarinda City. Interviews and indepth interviews using qualitative interviews and data analysis. The results of the research show that the dangers and risks of work accidents that can cause hospital occupants and eye health problems due to poor lighting, burns, scratches or injuries due to sharp objects, being pinched, crushed and crushed by falling objects. Resident health complaints such as allergic itching and skin diseases, respiratory problems, and complaints of Musculoskeletal Disorder. If not managed properly, these hazards and risks can lead to prolonged health complaints and serious accidents. Therefore, efforts to deal with hazards and risks appropriately are defeated by the daily activities of residents of the household.
Achmad Lukman Hakim
KELUWIH: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran, Volume 2, pp 75-81; doi:10.24123/kesdok.v2i2.3985

Abstract:
—Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is a contagious disease caused by a coronavirus where the virus attacks the respiratory tract and can infect humans and animals. Therefore, preventive measures against breaking the chain of transmission of this infectious disease must be carried out as quickly as possible in breaking the chain of transmission of COVID-19. The research objective was to determine the relationship between health promotion through social media and physical distancing policies on behavioral prevention of COVID-19 in urban communities. The research method is quantitative with cross sectional research design. The population in this research is all urban people who live in the DKI Jakarta area. The sampling technique used accidental sampling of 100 respondents. The data used are primary data through distributing questionnaires and secondary data derived from Jakarta's COVID-19 monitoring data. Data analysis was performed univariate and bivariate with the Pearson product moment correlation test. The results showed the relationship between health promotion through social media (with p-value = 0.001 and r = 0.315) and physical distancing policies (with p-value = 0,000 and r = 0.973) on COVID-19 prevention behavior in urban communities. It is hoped that the government will not hesitate in carrying out policies in reducing the spread of COVID-19 and promoting coordination with various related parties. Keywords: Health Promotion, Physical Distancing Policies, Social Media Abstrak— Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh coronavirus dimana virus tersebut menyerang saluran pernafasan dan dapat menginfeksi manusia dan hewan. Oleh sebab itu, tindakan pencegahan terhadap memutus rantai penularan penyakit menular tersebut wajib dilakukan secepat mungkin dalam memutus mata rantai penularan COVID-19. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara promosi kesehatan melalui media social dan kebijakan physical distancing terhadap perilaku pencegahan perilaku COVID-19 pada masyarakat perkotaan. Metode penelitian adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh masyarakat perkotaan yang berdomisili di wilayah DKI Jakarta. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling sebanyak 100 responden. Data yang digunakan data primer melalui penyebaran kuesioner dan data sekunder yang berasal dari data pemantauan COVID-19 DKI Jakarta. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji korelasi pearson product moment. Hasil penelitian menujukkan hubungan promosi kesehatan melalui media sosial (dengan p-value=0,001 dan r=0,315) dan kebijakan physical distancing (dengan p-value=0,000 dan r=0,973) terhadap perilaku pencegahan COVID-19 pada masyarakat perkotaan. Diharapkan pemerintah tidak ragu dalam menjalankan kebijakan dalam menekan penyebaran COVID-19 serta mengedepankan koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Kata kunci: Kebijakan Physical Distancing, Media Sosial, Promosi Kesehatan
Devitya Angielevi Sukarno
KELUWIH: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran, Volume 2, pp 110-114; doi:10.24123/kesdok.v2i2.4033

Abstract:
--Insulin resistance underlies the pathogenesis of chronic disease, such as diabetes mellitus which has high morbidity and mortality rate. Insulin resistance is a pathological condition when cells fail to respond normally to the insulin hormone, because of insulin signaling pathway disruption. Bound between insulin and insulin’s receptor cannot phosphorylate tyrosine and fail to activate insulin receptor substrate-1 (IRS-1). This failure decrease Glucose transporter-4 (GLUT-4) expression on the skeletal muscle’s cell membrane, that leads to decrease glucose influx and increase blood glucose level. A routine physical training which does according to adequate training dose, will activate adenosin 5’monophosphate-activated protein kinase (AMPK) and lead to the translocation of GLUT-4 vesicles without insulin and insulin’s receptor bonding.GLUT-4 expression on the skeletal muscle’s cell membrane which is stimulated by muscle contraction will increase glucose influx and decrease blood glucose level. Keywords: insulin resistance; physical training; insulin signaling pathway Abstrak--Resistensi insulin merupakan penyebab yang mendasari terjadinya penyakit kronis seperti diabetes melitus yang memiliki angka morbiditas dan mortalitas tinggi.Resistensi insulin merupakan keadaan patologis dimana terjadi kegagalan respon seluler terhadap hormon insulin akibat gangguan pada jalur sinyal insulin.Ikatan insulin pada reseptornya tidak dapat menyebabkan fosforilasi tirosin sehingga tidak dapat mengaktivasi insulin receptor substrate-1 (IRS-1). Kegagalan aktivasi tersebut akan menyebabkan penurunan ekspresi Glucose transporter-4 (GLUT-4) pada membran sel otot rangka sehingga ambilan glukosa oleh sel menurun dan glukosa darah meningkat. Latihan fisik yang dilakukan secara rutin, teratur dan sesuai dengan dosis latihan yang tepat dapat mengaktivasi adenosin 5’monophosphate-activated protein kinase (AMPK), sehingga menyebabkan translokasi vesikel berisi GLUT-4, tanpa melalui ikatan insulin dengan reseptornya. Ekspresi GLUT-4 pada membran sel yang dirangsang oleh kontraksi otot akan meningkatkan ambilan glukosa dan menurunkan glukosa darah. Kata kunci: resistensi insulin; latihan fisik; jalur sinyal insulin
Dwi Martha Nur Aditya
KELUWIH: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran, Volume 2, pp 50-55; doi:10.24123/kesdok.v2i1.3098

Abstract:
— A few months ago there was Covid-19 virus outbreak by SARS-CoV-19 virus which has clinical manifestations, one of which is Anosmia. Anosmia cause patient was experienced smell’s decreasing which causes psychological problems that loss of comfort and appetite. This condition may also cause imunity’s decreasing in patient. Anosmia in Covid-19 patients could be temporary, if the body's immune system is maintained in good condition, one of the factors is continuing provide healthy and nutritious food intake, even though in tasteless conditions. Therefore, this article can be used as an educational material for the public, how to understand the neurobiological conditions of anosmia in Covid-19, further to avoid depressed due to loss of taste which could be lead to loss appetite. Keywords: Covid-19, Anosmia, Neurobiology Abstrak— Beberapa bulan lalu telah terjadi penyebaran wabah virus Covid-19 oleh SARS-CoV-19 virus yang memiliki manifestasi klinis salah satunya adalah Anosmia. Kondisi anosmia menyebabkan kondisi pasien mengalami penurunan daya penciuman yang menyebabkan gangguan psikologis berupa kehilangan rasa nyaman dan kehilangan napsu makan. Kondisi ini sudah barang tentu akan menyebabkan penurunan daya imunitas pasien. Anosmia pada pasien Covid-19 bersifat sementara, apabila daya imunitas tubuh tetap dijaga dalam keadaan baik, salah satu faktornya adalah tetap memberikan asupan makan sehat dan bergizi, meskipun dalam kondisi tasteless. Oleh karena itu, dengan adanya artikel ini dapat digunakan sebagai bahan edukasi kepada khalayak, bagaimana memahami kondisi anosmia pada Covid-19 secara neurobiologi, sehingga dapat menghindarkan rasa depresi karena kehilangan rasa akan makaman yang dapat menyebabkan turunnya napsu makan. Kata kunci: Covid-19, Anosmia, Neurobiologi
Muhammad Luthfi Adnan
KELUWIH: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran, Volume 2, pp 56-63; doi:10.24123/kesdok.v2i1.2970

Abstract:
— Dengue fever (DF), dengue hemorrhagic fever (DHF), and dengue shock syndrome (DSS) caused by the DENV virus are among the global problems regarding mosquito-borne viral infections. The DENV virus is transmitted through Aedes aegypti causing clinical manifestations that can cause critical illness for patients. The need for effective antiviral therapy is needed to treat DENV virus infections. 1-Deoxynojirimycin (DNJ), one of the many imino sugars found in mulberry leaves and several strains of bacteria, has potential as an antiviral against DENV virus infection. The antiviral activity of DNJ works as an inhibitor of the α-glucosidase enzyme which is important in virus secretion so that it affects the infection rate. DNJ also has the effect of boosting the immune system to initiate an immune response to a viral infection. Further research is needed to develop DNJ as an effective antiviral DENV in the future. Keywords: antiviral, dengue, iminosugar, therapy Abstrak— Dengue fever (DF), dengue hemorraghic fever (DHF), dan dengue shock syndrome (DSS) yang disebabkan oleh virus DENV merupakan salah satu permasalahan global mengenai infeksi virus. Virus DENV ditularkan melalui Aedes aegypti menyebabkan manifestasi klinis yang dapat menimbulkan kesakiatn kritis bagi pasien. kebutuhan terapi antiviral yang efektif diperlukan untuk mengobati infeksi virus DENV. 1-Deoxynojirimycin (DNJ), salah satu iminosugar yang banyak terdapat pada daun mulberry dan beberapa strain bakteri, memiliki potensi sebagai antiviral terhadap infeksi virus DENV. Aktivitas antiviral DNJ bekerja sebagai penghambat enzim α-glukosidase yang penting dalam sekresi virus sehingga mempengaruhi tingkat infeksi. DNJ juga memiliki efek meningkatkan sistem imun untuk menginisiasi respon imun terhadap infeksi virus. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengembangkan DNJ sebagai antiviral DENV yang efektif di masa depan. Kata kunci: antiviral, dengue, iminosugar, therapy
Mariana Wahjudi
KELUWIH: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran, Volume 2, pp 32-42; doi:10.24123/kesdok.v2i1.2994

Abstract:
—The governance of COVID-19 cases in Indonesia is carried out in accordance with the WHO directions. Serological tests, often mentioned as rapid antibody tests, are used for mass screening testing while the polymerase-chain-reaction (PCR)-based tests are performed for routine confirmation of COVID-19 infection cases. PCR test is one of nucleic acid amplification tests (NAAT) for detection of viral RNA. The management of the COVID-19 detection caused controversies at the beginning of pandemic period. It seems that the controversies occurred due to misperception regarding the tests, as well as misunderstanding caused by differences in individual immune responses, viral dynamics in human bodies and clinical outcomes. In response to community opinion controversies, this paper discuss the following topics, i.e. a glimpse about COVID-19, the characteristics of SARS-CoV-2, viral dynamics in human body, the dynamics of human immune response to SARS-CoV-2, basic explanation about COVID-19 and SARS-CoV-2 testing, and the last part explained the occurred controversies. Keywords: Indonesia, polymerase chain reaction, rapid test, SARS-CoV-2, serology Abstrak— Penetapan pelaksanaan deteksi kasus COVID-19 di Indonesia dilaksanakan sesuai arahan WHO. Uji serologis atau rapid test antibodi digunakan untuk test atau skrining massal sedangkan untuk uji berbasis polymerase-chain-reaction (PCR) digunakan untuk konfirmasi rutin kasus infeksi COVID-19. Uji molekuler secara PCR merupakan salah satu metode nucleic acid amplification tests (NAAT), untuk mendeteksi RNA virus. Penatalaksanaan deteksi Coronavirus disease 2019 (COVID-19) ini di awal masa pandemik menimbulkan berbagai kontroversi di masyarakat. Kontroversi terjadi terutama karena pemahaman yang berbeda dari masyarakat mengenai prinsip pengujian dan adanya salah pengertian akibat adanya perbedaan respon immun antar individu, dinamika virus COVID-19 dalam tubuh orang terinfeksi, dan luaran klinis pasien. Menanggapi kontroversi pendapat di masyarakat maka pada tulisan ini dibahas tentang sekilas COVID-19, karakteristik SARS-CoV-2, dinamika virus dan pembentukan antibodi dalam tubuh manusia, penjelasan prinsip pengujian COVID-19 dan SAR-CoV-2 serta ulasan tentang kontroversi yang terjadi. Kata kunci: Indonesia, polymerase chain reaction, rapid test, SARS-CoV-2, serology
Back to Top Top