JAS (Jurnal Agri Sains)

Journal Information
EISSN : 2581-0227
Published by: Universitas Muara Bungo (10.36355)
Total articles ≅ 107
Filter:

Latest articles in this journal

Sarty Syarbiah, Hasniati Hasniati
Published: 11 April 2022
JAS (Jurnal Agri Sains), Volume 6, pp 29-40; https://doi.org/10.36355/jas.v6i1.810

Abstract:
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan ekonomi komoditas sagu dengan menggunakan 6 (enam) indikator bidang pengembangan pasar/ekonomi dalam menyusun strategi pengembangan usaha sagu di Kecamatan Anggaberi. Penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara sensus, yaitu seluruh populasi dipilih sebagai sampel yaitu sebanyak 9 orang. Hasil penelitian menujukkan bahwa dari enam indikator pada bidang pasar/ekonomi yang mendapatkan kategori besar adalah indikator distribusi, struktur pasar, potensi pasar, keuntungan dan prasarana sedangkan yang mendapatkan kategori kecil adalah indikator persaingan produk sejenis. Nilai rata-rata skor akhir pada pengembangan usaha pasar/ekonomi tanaman sagu dengan skor akhir 2 untuk distribusi dan keuntungan dan bidang persaingan produk sejenis memiliki nilai skor akhir terendah yaitu 1. Kata Kunci : Pengembangan, Ekonomi , Sagu.ABSTRACT This study aims to analyze the economic development of sago commodities by using 6 (six) indicators in the field of market/economic development in formulating a strategy for developing sago business in Anggaberi District. Determination of the sample in this study was carried out by census, namely the entire population was selected as a sample of 9 people. The results of the study show that of the six indicators in the market/economic sector, those in the large category are indicators of distribution, market structure, market potential, profits and infrastructure, while those in the small category are indicators of competition for similar products. The average final score on the market/economic development of sago crops with a final score of 2 for distribution and profit and the field of competition for similar products has the lowest final score of 1.   Keywords: Development, Economy, Sago.
Nurazizah Nurazizah, Ilma Sarimustaqyima Rianse, Muhammad Aswar Limi
Published: 11 April 2022
JAS (Jurnal Agri Sains), Volume 6, pp 83-92; https://doi.org/10.36355/jas.v6i1.854

Abstract:
ABSTRAK  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Proses kerjasama petani kakao dengan PT. TMCI menjadi fokus penelitian ini. (2) Perbedaan output dan pendapatan antara petani kakao nonmitra dan mitra di PT. TMCI, dan (3) Produksi dan pendapatan petani kakao mitra dan non mitra di PT. Populasi penelitian sebanyak 1.277 petani kakao yang terdiri dari 30 petani mitra dan 30 petani non mitra yang dijadikan sampel penelitian. Karena jumlah sampel yang sama di Kabupaten Lalembuu, maka digunakan sampel acak sederhana untuk penelitian ini. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa (1) proses kemitraan di PT. TMCI menunjukkan bahwa kualitas biji kakao memenuhi kriteria, sertifikasi perkebunan, dan pembentukan kelompok tani. Mengisi dokumen dan menandatangani kontrak kerjasama adalah salah satu langkah dalam prosesnya. (2) Rata-rata hasil tahunan petani kakao responden 974 kg per hektar, sedangkan responden nonmitra 908 kg per hektar. Pendapatan tahunan rata-rata responden mitra adalah Rp26.863.114, sedangkan responden bukan pasangan sebesar Rp22.161.946. (3) Terdapat perbedaan yang cukup besar dalam tingkat kepercayaan antara hasil dan pendapatan petani kakao mitra dan non mitra, yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan produksi antara petani kakao mitra dan non mitra. Jelas dari temuan penelitian di atas bahwa perusahaan PT TMCI memiliki pengaruh terhadap kemitraan dengan membantu petani belajar lebih banyak dengan mengarahkan proses penanaman kakao. Selain itu, ini dapat meningkatkan output dan menghasilkan pendapatan mitra.  Kata kunci: Kemitraan, Produksi, Pendapatan, Dampak, Kakao ABSTRACT In this investigation, we'll find out (1) The collaboration process of cocoa growers with PT. TMCI is the focus of this research. (2) Differences in output and income between non-partner and partner cocoa farmers at PT. TMCI, and (3) Production and income of partner and non-partner cocoa farmers at PT. The study's population of 1,277 cocoa growers included 30 partner farmers and 30 non-partner farmers who served as research samples. Because there are an equal number of samples in the Lalembuu District, simple random sampling was used for this investigation. The findings revealed that (1) the partnership process at PT. TMCI demonstrates that the cocoa bean quality satisfies criteria, plantation certification, and the establishment of farmer groups. Filling up documents and signing collaboration contracts are among the steps in the process. (2) The average output of cocoa farmer respondents is 974 kg per hectare, while that of non-partner respondents is 908 kg perhectare. The average annual revenue of partner respondents is Rp26,863,114, while that of non-partner respondents is Rp22,161,946. (3) There is a significant difference in the confidence level between the results and income of partner and non-partner cocoa farmers, indicating differences in production between partner and non-partner cocoa farmers. It is clear from the research findings above that the company PT TMCI has an influence on the partnership by helping farmers learn more by directing the cocoa growing process. In addition, it can increase output and generate partner income. Keywords: Partnership, Production, Revenue, Impact, Cocoa
Jumani Jumani, Taufan Tirkaamiana, Zikri Azham, Heni Emawati, Rahmat Andriansyah
Published: 11 April 2022
JAS (Jurnal Agri Sains), Volume 6, pp 48-55; https://doi.org/10.36355/jas.v6i1.815

Abstract:
ABSTRAK Pemanfaatan lahan usaha tani dengan sistem agroforestry memberikan manfaat secara ekonomi dan konservasi lingkungan yang baik untuk masa mendatang. Tujuan penelitian untuk mengetahui kelayakan usahatani dengan pola agroforestry. Metode pada penelitian ini menggunakan metode ekplorasi melalui observasi langsung dilapangan dengan menggunakan wawancara sebagai alat pengumpulan data. Data dan informasi dikumpulkan adalah semua biaya dan pendapatan diperlukan dalam usahatani ini sehingga dapat diketahui layak atau tidaknya usaha ini dijalankan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil dari analisis finansial menunjukkan Net Present Value > 0 yaitu Rp. 514.470.711 pada suku bunga 10%, Net Benefit Cos Ratio > 1 yaitu 20,37 pada suku bunga 10%, dan Internal Rate Of Return 12,91% pada tahun ke 6. Kata Kunci: Agroforestry, Manfaat ekonomi, Konservasi. ABSTRACTUtilization of agricultural land with an agroforestry system provides economic benefits and good environmental conservation for the future. The purpose of the study was to determine the feasibility of farming with an agroforestry pattern. The method in this study uses the exploration method through direct observation in the field using interviews as a data collection tool. The data and information collected are all costs and income needed in this farming so that it can be known whether this business is feasible or not. The results of this study indicate that the results of the financial analysis show the Net Present Value > 0, namely Rp. 514,470,711 at an interest rate of 10%, Net Benefit Cos Ratio > 1 which is 20.37 at an interest rate of 10%, and Internal Rate Of Return 12.91% in year 6.  Keywords: Agroforestry, Economic benefits, Conservation.
M. Feisal Reza Damanik, Andreas Rumata Simanjuntak
Published: 11 April 2022
JAS (Jurnal Agri Sains), Volume 6, pp 41-47; https://doi.org/10.36355/jas.v6i1.814

Abstract:
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui karakteristik petani di Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan. (2) Mengetahui atribut apakah yang paling dianggap penting oleh petani dalam memilih benih kelapa sawit. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, kuisioner dan observasi. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 86 orang ditentukan menggunakan Rumus Slovin. Hasil penelitian ini adalah atribut yang paling berpengaruh pada Sikap Petani Kelapa Sawit Dalam Pembelian Bibit Kelapa Sawit adalah dimulai dari atribut Harga Jual, Merek, Mutu Bibit, Ketahanan terhadap Hama Dan Penyakit, Potensi produksi Dan Promosi. Kata kunci:Sikap, Atribut, Bibit ABSTRACTThis study aims to (1) determine the characteristics of farmers in Simpang Empat District, Asahan Regency. (2) Knowing what attributes are most considered important by farmers in choosing oil palm seeds. Data collection techniques using interviews, questionnaires and observation. The number of samples in this study was 86 people determined using the Slovin formula. The results of this study are the attributes that have the most influence on the Attitude of Oil Palm Farmers in Purchasing Oil Palm Seeds, starting from the attributes of Selling Price, Brand, Seed Quality, Resistance to Pests and Diseases, Production Potential and Promotion.Keywords:Attitudes, Attributes, Seed
Dian Habibie, Dian Puspita Novrianti, Farida Hanum Hamzah, Sispa Pebrian, Angga Pramana
Published: 11 April 2022
JAS (Jurnal Agri Sains), Volume 6, pp 56-62; https://doi.org/10.36355/jas.v6i1.826

Abstract:
ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan pengaruh dari faktor harga dan jarak terhadap minat beli masyarakat pada pasar trasdisional di Kota Medan, yaitu Pasar Sentral dan Pasar Mingguan. Penelitian ini bersifat deskriptif komparatif dengan teknik analisis data menggunakan Uji T-Paired (Uji T-Pasangan). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa harga berpengaruh nyata terhadap minat beli masyarakat dimana perbedaan harga yang mencolok akan mempengaruhi masyarakat untuk berbelanja di pasar tersebut. Sementara itu, faktor jarak tidak berpengaruh nyata. Hal ini disebabkan karena jarak tidak berpengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat sehingga tidak begitu mempengaruhi minat beli masyarakat untuk berbelanja di pasar tersebut Kata kunci: Harga, Jarak, Minat Beli Masyarakat, Pasar Tradisional ABSTRACTThis study aims to compare the influence of price and distance factors on people's buying interest in traditional markets in Medan City, namely the Central Market and the Weekly Market. This research is descriptive and comparative with data analysis techniques using the T-Paired Test. This study shows that price has a real effect on people's buying interest where the striking price difference will affect people to shop in the market. Meanwhile, the distance factor has no natural effect. This is because distance does not directly affect people's purchasing power, so it does not significantly affect people's buying interest in shopping at the market.Keywords: Price, Distance, People's Buying Interest, Traditional Market
Dimas Muhammad Taufiq, Muhammad Aswar Limi, Agustono Slamet
Published: 11 April 2022
JAS (Jurnal Agri Sains), Volume 6, pp 63-71; https://doi.org/10.36355/jas.v6i1.842

Abstract:
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen saat membeli tanaman hias secara online di Kota Kendari. Penelitian dilakukan pada bulan Mei dan Juni 2022. Purposive sampling digunakan untuk menentukan sampel penelitian menggunakan metode pengambilan sampel non-probabilistik (non-probability selection), dengan syarat partisipan harus berdomisili di Kota Kendari dan telah melakukan minimal tiga pembelian toko tanaman online. Analisis regresi linier berganda digunakan dalam analisis data penelitian ini. Beberapa variabel independen atau prediktor termasuk dalam model regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, di antara lima faktor independen dalam penelitian ini, hanya variabel perilaku konsumen yang berpengaruh signifikan terhadap variabel pengambilan keputusan. Kata kunci: Perilaku Konsumen; Pengambilan Keputusan; Belanja Online ABSTRACTThis study aims to identify the variables that affect customer behavior when buying decorative plants online in Kendari City. The study was carried out in May and June 2022. Purposive sampling was utilized to determine the study's sample using a non-probabilistic sampling method (non-probability selection), with the caveats that participants had to live in Kendari City and had made at least three purchases online plant store. Multiple linear regression analysis was employed in this study's data analysis. Multiple independent variables or predictors are included in a multiple linear regression model. The results showed that, among the five independent factors in this research, only the consumer behavior variable significantly influenced the decision-making variables.Keywords: consumer behavior; decision making; online shopping
Herlina Herlina
Published: 11 April 2022
JAS (Jurnal Agri Sains), Volume 6, pp 9-21; https://doi.org/10.36355/jas.v6i1.807

Abstract:
Usaha skala mikro hendak terus didorong agar menjadi usaha besar, diperlukan model bisnis yang cocok untuk pengembangan usaha, salah satunya dengan model bisnis kanvas.Model bisnis tergambar kondisi internal dan eksternal usaha melalu tampilan Sembilan elemen bisnis.Pendekatan ini digunakan untuk pengembangan kios tanaman hias Vinang Merah Kota Jambi.Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengidentifikasi model bisnis yang dijalankan kios tanaman hias Vinang Merah; (2) Mengidentifikasi faktor eksternal dan internal yang memengaruhi model bisnis kanvas; (3) Merancang model bisnis kanvas pengembangan bisnis di masa depan. Metode yang digunakan adalah model bisnis kanvas dan SWOT.Hasil analisis menunjukkan bahwa dibutuhkan pengembangan di semua (Sembilan)elemen model bisnis kanvas.Berfokus pada kegiatan kreatifitas penambahan koleksi tanaman hias dan pemasaran digital mulai dari menambah koleksi tanaman hias anggrek, anting putri, varian baru, vertical garden, penjualan sistem arisan, memiliki database pelanggan, bermitra dengan tim IT, membentuk tim marketing online, membuat sistem informasi penjualan berbasis digital yang akan mempengaruhi elemen elemen lainnya sehingga mampumembentuk brand bagi kios tanaman hias Vinang Merah yang pada gilirannya akan meningkatkan aliran pendapatan. Saran manajemen usaha kios tanaman hias Vinang Merah agar melakukan peningkatan pada elemen value proposition, channels, dankey partnership untuk pengembangan model bisnis yang sudah ada. Kata kunci: Tanaman hias;model bisnis kanvas;analisis swot AbstractMicro scale businesses want to continue to be encouraged to become big businesses, a suitable business model is needed for business development, one of which is the canvas business model. The business model depicts the internal and external conditions of the business through the display of nine business elements. This approach is used for the development of the Vinang Merah ornamental plant kiosk in Jambi City. The objectives of this study are (1) to identify the business model of the Vinang Merah ornamental plant kiosk; (2) Identifying external and internal factors that affect the canvas business model; (3) Designing a business model canvas for future business development. The method used is the canvas business model and SWOT. The results of the analysis show that development is needed in all nine elements of the canvas business model. focusing on creative activities for adding ornamental plant collections and digital marketing, starting from adding a collection of ornamental orchids, princess earrings, new variants, vertical gardens, selling social gathering systems, having a customer database, partnering with the IT team, forming an online marketing team, creating a sales information system. digital-based which will influence other elements so as to be able to form a brand for the Vinang Merah ornamental plant kiosk which in turn will increase the revenue stream. Suggestions for the business management of the Vinang Merah ornamental plant kiosk to make improvements to the value proposition, channels, and key partnership elements for the development of existing business models. Keywords: ornamental plants; canvas business model; SWOT analysis
Laura Juita Pinem, Clara Synthia Siahaan, Andreas Aritonang, Fahmi Chandradinata Ismy
Published: 11 April 2022
JAS (Jurnal Agri Sains), Volume 6, pp 93-101; https://doi.org/10.36355/jas.v6i1.858

Abstract:
ABSTRAK Produktivitas kelapa sawit petani rakyat sangat rendah dibandingkan dengan produktivitas rata-rata di Indonesia. Hal ini dikarenakan kurangnya pemakaian benih bersertifikat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik petani kelapa sawit di Desa Blankahan dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi petani rakyat dalam memilih benih kelapa sawit bersertifikat di Desa Blankahan Kecamatan Kuala Kabupaten Langkat. Populasi dan sampel pada penelitian ini sebanyak 89 orang. Penelitian ini menggunakan teknik uji Regresi Linear Berganda. Berdasarkan data yang didapat sebesar 77% faktor-faktor seperti Pendidikan, Pengaruh Pihak Lain, Lama berusahatani, Luas Lahan, Harga Benih, Akses Benih, Kualitas dan Persepsi. Sedangkan sisanya sebesar 23% berasal dari faktor-faktor di luar penelitian. Hasil dari uji F dapat disimpulkan bahwa variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen yaitu keputusan pembelian kelapa sawit adalah variabel Pengaruh Pihak Lain, Harga Benih , Akses Benih dan Kualitas. Kata kunci: Kelapa Sawit, benih bersertifikat, keputusan pembelian.
ABSTRACT The productivity of smallholder oil palm is still low compared to the average productivity of Indonesia. This is due to the lack of use of certified seeds. This study to determine the characteristics of oil palm farmers in Blankahan Village and to determine the factors that influence smallholder farmers in choosing certified oil palm seeds in Blankahan Village , Kuala District, Langkat Regency. The population and sample in this study were 89 people. This research uses multiple linear regression test technique. Based on the data obtained 77% of factors such as education, influence of other parties, leght of farming, land area, seed price, seed access, quality and perception. While the remaining 23% came form factors outside the study. The results of the F test can be concluded that the independent variable, namely the decision to purchase palm oil. And the variabels that influence the decision to purchase pal oil are the variabels of the influence of other parties, price of seeds, access to seeds and quality.Keywords: oil palm, certified seeds, purchasing decisions.
Rini Nizar, Latifa Siswati, Anto Ariyanto
Published: 11 April 2022
JAS (Jurnal Agri Sains), Volume 6, pp 1-8; https://doi.org/10.36355/jas.v6i1.802

Abstract:
Pangan dan gizi merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi setiap saat. Upaya pemenuhan pangan merupakan tanggung jawab pemerintah dan masyarakat. Ketahanan pangan merupakan salah satu kunci membangun keluarga yang tangguh, sehingga perlu diupayakan untuk memenuhi kebutuhan pangan tersebut. Di Pekanbaru pada tahun 2020 masih ada 15 kelurahan yang masih bermasalah terhadap ketahanan pangan keluarga yang mengakibatkan masalah kekurangan gizi pada anak, diantaranya Kelurahan Bambu Kuning. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang mengenai ketahanan pangan rumah tangga berdasarkan proporsi pengeluaran pangan rumah tangga dan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap proporsi pengeluaran pangan rumah tangga di Kelurahan Bambu Kuning Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru. Berdasarkan hasil analisis dan pengolahan data menunjukkan bahwa di rumah tangga di Kelurahan Bambu Kuning berada dalam posisi tahan pangan. Pendapatan, jumlah anggota keluarga dan tingkat pendidikan ibu rumah tangga secara bersama-sama berpengaruh terhadap proporsi pengeluaran pangan, sementara dengan uji parsial (uji-t) hanya pendapatan rumah tangga yang berpengaruh terhadap proporsi pengeluaran pangan Kata kunci: Ketahanan Pangan Rumah Tangga; Proporsi Pengeluaran; Pendapatan Food and nutrition are basic human needs that must be met at all times. Efforts to fulfill food are the responsibility of the government and the community. Food security is one of the keys to building a strong family, so efforts need to be made to meet these food needs. In Pekanbaru in 2020 there are still 15 urban villages that are still having problems with family food security which results in malnutrition problems in children, including the Bambu Kuning Village. This study aims to provide an overview of household food security based on the proportion of household food expenditure and to determine the factors that influence the proportion of household food expenditure in Bambu Kuning Village, Tenayan Raya District, Pekanbaru City. Based on the results of data analysis and processing, it shows that households in Bambu Kuning Village are in a food insecure position. Income, number of family members and education level of housewives together affect the proportion of food expenditure, while with the partial test (t-test) only household income affects the proportion of food expenditure.Keywords: Household Food Security; Expenditure Proportion; Income
Leni Saleh, Endang Sumiratin
Published: 11 April 2022
JAS (Jurnal Agri Sains), Volume 6, pp 22-28; https://doi.org/10.36355/jas.v6i1.809

Abstract:
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis tingkat pendapatan usaha agroindustri tahu di Kecamatan Tongauna Kabupaten Konawe dan (2) menganalisis kelayakan usaha agroindustri tahu di Kecamatan Tongauna Kabupaten Konawe. Responden (pemilik industri tahu) yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 4 pemilik industri tahu di Desa Sendang Mulya Sari di kecamatan Tongauna. Variabel dalam penelitian ini adalah karakteristik usaha agroindustri tahu meliputi biaya, penerimaan, pendapatan. dan kelayakan usaha. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan rata-rata yang diperoleh oleh pengusaha tahu selama satu bulan adalah rata-rata sebesar Rp 11.186.980 dengan total biaya rata-rata yang dikeluarkan sebesar Rp 62.523.020 dan penerimaan rata-rata yang diperoleh adalah sebesar Rp 73.710.000. kelayakan usaha agroindustri tahu adalah sebesar 1,18. Hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp.1,00 biaya yang dikeluarkan akan memberikan penerimaan sebesar Rp. 1,18. Karena RCR > 1 maka dapat ditarik kesimpulan bahwa usaha tahu ini layak untuk diteruskan sehingga banyak pengusaha tahu yang masih bertahan dan menjadikan usaha ini sebagai pekerjaan pokok dan menjadi tumpuan pendapatan. Kata kunci: Pendapatan, Kelayakan Usaha. ABSTRACT This study aims to: (1) analyze the income level of tofu agroindustry in Tongauna sub-district, Konawe district and (2 analyze the feasibility of tofu agro-industry in Tongauna sub-district, Konawe district. Respondents (owners of tofu industry) taken in this study were 4 owners of tofu industry in Sendang Mulya Sari Village in Tongauna District. The variables in this study are the characteristics of the tofu agro-industry including costs, revenues, income, and business feasibility. Rp. 11.186.980 with an average total cost of Rp. 62.523.020 and the average revenue obtained is Rp. 73.710.000. The feasibility of the tofu agro-industry is 1.18, this shows that every Rp.1.00 of the costs incurred will provide revenue of Rp. 1.18. Because RCR > 1, it can be withdrawn k conclusion that this tofu business deserves to be continued so that many tofu entrepreneurs are still surviving and making this business their main job and a source of income. Keywords: Income, Business Feasibility.
Back to Top Top