Jurnal Asiimetrik: Jurnal Ilmiah Rekayasa & Inovasi

Journal Information
ISSN / EISSN : 2655-1861 / 2716-2923
Current Publisher: Universitas Pancasila (10.35814)
Total articles ≅ 31
Filter:

Latest articles in this journal

James Julian, Fitri Wahyuni, Lomo Mula Tua, Nely Toding Bunga
Jurnal Asiimetrik: Jurnal Ilmiah Rekayasa & Inovasi pp 71-78; doi:10.35814/asiimetrik.v3i1.1879

Abstract:
In the current technological development, the electric motor is the most popular in various industrial applications. Electric motors today have evolved very quickly and have a significant impact on the lives of the wider community. The use of environmentally friendly and efficient energy is one of the reasons why this motorbike has become a pioneer of technological advances, especially in the automotive world. This research focuses on conducting a comprehensive analytical study on one type of electric motor, namely synchronous because it is widely applied in various conditions today. The analysis was carried out using a computational method by applying the finite element as a method of solving the magnetic field case involving Maxwell's equations and its impact on the torque generated in this synchronous motor. From the computation results, it is found that this synchronous motor does have a high torque when the magnetic field flux works constantly at 0.015 Wb. With an average torque generated by this synchronous motor of 1.5 kW.
Y. Martin, A. Suwandi
Jurnal Asiimetrik: Jurnal Ilmiah Rekayasa & Inovasi, Volume 2, pp 77-84; doi:10.35814/asiimetrik.v2i2.1369

Abstract:
Indonesia dikenal sebagai Negara dengan sumber daya alam yang melimpah, termasuk dibagian industri perikanan dan kelautan, yang dimana di setiap tahunnya tingkat konsumsi ikan meningkat disetiap tahunnya. Dengan meningkatnya kebutuhan ikan disetiap tahunnya, dibutuhkan alat tangkap ikan yang lebih efisien demi memenuhi permintaan produktivitas tersebut, salah satunya yaitu alat bantu tangkap ikan, yaitu fishing deck machinery tipe hidrolik. Alat ini menggunakan roda gigi untuk dapat memutar tiang pengangkatnya. Berdasarkan fungsi tersebut, komponen roda gigi menjadi bagian yang penting dalam menopang beban tiang dan kompoenen lainnya yang bergerak memutar. Roda gigi yang dipakai adalah jenis roda gigi lurus. Untuk mendapatkan hasil analisis tegangan roda gigi menggunakan bantuan software Solidwork, sedangkan untuk desainnya digunakan software Inventor. Dengan mendapatkan hasil analisis tegangan roda gigi ini, dapat mengoptimalkan pemilihan dimensi serta material yang digunakan untuk aplikasinya.
Amin Nur Akhmadi, Agus Suprihadi
Jurnal Asiimetrik: Jurnal Ilmiah Rekayasa & Inovasi, Volume 2, pp 71-76; doi:10.35814/asiimetrik.v2i2.1302

Abstract:
Sistem penggerak utama motor starter berfungsi untuk mempermudah proses menghidupkan engine, dimana sistem motor starter merupakan suatu sistem kelistrikan yang bekerja dengan tenaga elektromagnetik terhadap motor starter arus searah dengan mekanisme merubah energi listrik yang berasal dari baterai dengan sumber arusnya menjadi energi mekanik berupa putaran. Energi mekanik inilah yang selanjutnya digunakan untuk melakukan gerakan awal saat engine akan dihidupkan dengan cara memutar flywheel melalui perkaitan gigi antara roda gigi pinion pada starting motor dengan roda gigi cincin pada flywheel. Alat peraga adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Secara umum alat peraga pembelajaran dalam pendidikan disebut media, yaitu berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk berpikir, perancangan merupakan proses awal dari kegiatan pembuatan produk. Perancangan bertujuan untuk memberikan keputusan-keputusan yang akan mempengaruhi langkah dalam proses pembuatan produk peraga, membuat peraga motor starter dengan memberi tanda alur garis pada bagian luar komponen motor starter dipresentasikan pada gambar pembuatan trainer motor starter cutting bisa digunakan sebagai alat peraga pada mata kuliah perawatan mesin yang mampu memberikan penjelasan tentang nama-nama komponen pada motor stater.
Tri Mulyanto, Supriyono, Rian Adi Gunawan
Jurnal Asiimetrik: Jurnal Ilmiah Rekayasa & Inovasi, Volume 2, pp 107-114; doi:10.35814/asiimetrik.v2i2.1406

Abstract:
Styrofoam telah banyak digunakan sebagai kemasan atau pembungkus. Limbah produk-produk ini mengakibatkan polusi lingkungan karena sifatnya yang sulit terurai secara alami dan jika dalam penangannya tidak baik, maka akan menghasilkan zat berbahaya ke udara. Pada penelitian ini digunakan metode perancangan Pahl & Beitz untuk merancang mesin pengolah limbah styrofoam dengan metode sabuk pemanas, mesin akan dapat mengolah limbah styrofoam menjadi bahan baku produk berbahan plastik. Cara kerja mesin menggunakan prinsip ekstrusi, dimana styrofoam dicacah kemudian diekstrusi melalui sabuk pemanas agar mencapai titik leleh, kemudian dialirkan melalui cetakan untuk menghasilkan produk dengan bentuk penampang sesuai penampang cetakan. Hasil perancangan diperoleh mesin pengolah limbah styrofoam dengan metode sabuk pemanas yang digerakkan motor listrik 750 Watt dengan putaran 1400 rpm dan kapasitas rencana 15,26 kg/jam.
Iwan Setyawan, Sandy Reynaldy Riawan, Sri Poernomo Sari, Ridwan
Jurnal Asiimetrik: Jurnal Ilmiah Rekayasa & Inovasi, Volume 2, pp 133-138; doi:10.35814/asiimetrik.v2i2.1470

Abstract:
Pipa kalor merupakan salah satu jenis pendingin yang memanfaatkan sistem dua fase yang memiliki kemampuan memindahkan kalor yang cukup tinggi. Perangkat ini tidak mengkonsumsi energi mekanik dan kinerja termal tergantung pada struktur sumbu. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat pipa kalor lurus tembaga dengan sumbu kapiler Screen Mesh 300 sebanyak 6 layer. Pada penelitian ini dilakukan pengujian dengan memvariasikan filling rasio, FR40%,60% dan 80%. Pengambilan data diambil menggunakan data aquisition Labjack U6 Pro. Termokopel ditempatkan di beberapa titik kemudian diolah dengan sistem labview. Dari hasil penelitian, didapatkan temperatur steady evaporator tertinggi dengan Filling Rasio 40% pada beban kalor 10W sampai 175W. Untuk FR 80% menghasilkan temperatur evaporator yang paling rendah pada beban kalor 10W hingga 100W. Untuk beban kalor yang lebih tinggi 175W hingga 275W, FR 60% menghasikan temperature evaporator terendah diantara FR 40% dan FR 80%. Selanjutnya, tahanan termal pada FR 80% menghasilkan nilai terbesar untuk semua beban kalor. Sedangkan FR 60% menghasilkan tahanan termal yang hampir sama dengan dengan FR 80% untuk beban kalor 25W hingga 275W. Namun demikian pada beban kalor 10W, FR 60% menghasilkan tahanan termal yang lebih rendah diantara FR40% dan FR 80%. Dengan demikian, dari hasil temperatur dan tahanan termal untuk pipa kalor dengan range beban kalor yang yang lebih luas, FR 60% menghasilkan kinerja terbaik dibandingkan FR 80% dan FR 40%.
Riyan Ariyansah, Istianto Budhi Rahardja, Adhes Gamayel
Jurnal Asiimetrik: Jurnal Ilmiah Rekayasa & Inovasi, Volume 2, pp 95-106; doi:10.35814/asiimetrik.v2i2.1386

Abstract:
Di pabrik kelapa sawit, Water Treatment Plant adalah stasiun yang digunakan khusus untuk melakukan proses pengolahan air. Adapun tahapan-tahapan dari proses pengolahannya adalah dari sungai, waduk (reservoir) untreated tank, clarifier tank, water basin, sand filter, treated water tank dan selanjutnya dikirim untuk domestik dan air untuk kebutuhan dalam pengoperasian Boiler. Kualitas air yang dihasilkan sangat tergantung bagaimana cara pengolahan dan jumlah chemical yang dibutuhkan dalam kg/jam, dan kinerja dari chemical juga dipengaruhi oleh desain dari Water Treatment Plant itu sendiri. Adapun jenis chemical yang ada pada pengolahan air di Water Treatment Plant adalah untuk koagulan digunakan alum (Nalco 3276) sebagai pembuat flock dan utuk flokulasi digunakan Nalco 8173. Untuk meningkatkan kerja dari Nalco 3276 sebagai pembuat flock adalah dengan cara menyebarkan keseluruh bagian sisi pipa dan menurunkan laju kecepatannya sehingga flocknya dapat terbentuk secara sempurna dan juga memudahkan kerja dari Nalco 8173 sebagai penjaring atau penangkap flock. Dengan alasan ini dibuatlah sebuah alat guna menunjang kinerja dari Nalco 3276 yaitu Static Mixer Pipe sebagai pengaduk dan menaikkan turbulensi dari Re 95.808,800 hingga menjadi Re 191.912,2400. Sedangkan penambahan Head loss yang terjadi adalah sebesar 0,4542 m dari total Head loss desain awal yaitu 5,343 m. Penambahan Static Mixer Pipe akan menghasilkan dua kali pengadukan yang lebih besar dari aliran turbulen yang terjadi sehingga akan menghasilkan pembentukan flock yang lebih banyak sehingga menghasilkan kualitas air yang lebih baik untuk proses pengolahan air di pabrik minyak kelapa sawit (PMKS).
Aa Sagung Sri Ratih Paramitha, I Gede Eka Lesmana
Jurnal Asiimetrik: Jurnal Ilmiah Rekayasa & Inovasi, Volume 2, pp 85-94; doi:10.35814/asiimetrik.v2i2.1374

Abstract:
Saat ini, pemanfaatan pesawat udara dalam moda transportasi semakin meluas, tidak hanya mengambil peran sebagai media untuk transportasi penumpang, tetapi juga digunakan sebagai media untuk melakukan uji kalibrasi terhadap navigasi pendukung keselamatan penerbangan. Uji Kalibrasi di lakukan dengan membawa alat uji di dalam pesawat yang digunakan dan melakukan prosedur untuk mengkalibrasi navigasi penerbangan termasuk manuver yang dibutuhkan. Pemanfaatan pesawat yang biasanya di gunakan untuk melakukan ferry dengan fungsi kembali ke base untuk melakukan perawatan pesawat atau membawa penumpang dari satu daerah ke daerah lain. Pesawat dengan tipe dan interval waktu penggunaan yang sama akan memiliki perbedaan konsumsi bahan bakar apabila digunakan dalam jenis pemanfaatan terbang yang berbeda. Hal ini dapat dilihat dengan melakukan uji ANOVA dan t-test menggunakan SPSS. Saat dilakukan uji dengan SPSS didapatkan hasil uji t-test menunjukkan nilai Signifikan atau Sig. sebesar 0,002 sehingga hipotesa adanya perbedaan konsumsi bahan bakar saat melakukan ferry dan kalibrasi dapat di terima. Sehingga perlu di lakukan penjadwalan terbang yang baik agar setiap pesawat dapat memasuki masa perawatan rutin yang sesuai dengan waktu yang ditentukan.
Ferry Budhi Susetyo, Imam Basori, Dwi Maryanto
Jurnal Asiimetrik: Jurnal Ilmiah Rekayasa & Inovasi, Volume 2, pp 125-131; doi:10.35814/asiimetrik.v2i2.1445

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh direct-quenching dan furnace-quenching dengan media air terhadap nilai kekerasan dan struktur makro hasil hardfacing menggunakan elektroda HV 600. Proses direct quenching satu dilakukan hardfacing dua lapis dengan satu kali quenching menggunakan air, pada proses direct quenching dua dilakukan hardfacing dua lapis dengan dua kali quenching menggunakan air. Selanjutnya pada spesimen furnace quenching dilakukan proses hardfacing dua lapis, kemudian dilanjutkan proses heat treatment dengan variasi holding time (10, 20 dan 30 menit) lalu dilakukan quenching menggunakan air. Kekerasan furnace quenching lebih tinggi jika dibandingkan direct quenching. Pada spesimen furnace quenching semakin lama holding time dalam furnace maka nilai kekerasannya akan menurun. Penggunaan direct quenching sangat menjanjikan, karena dapat meningkatkan nilai kekerasan tanpa mengeluarkan biaya untuk pemanasan ulang dalam tungku (furnace heat treatment).
Rafiansyah Putra, Mahfudz Al Huda
Jurnal Asiimetrik: Jurnal Ilmiah Rekayasa & Inovasi, Volume 2, pp 115-124; doi:10.35814/asiimetrik.v2i2.1372

Abstract:
Produk Wellhead digunakan sebagai penutup kepala sumur setelah pengeboran minyak selesai dilakukan. Produk ini dibuat dengan proses turning dan milling. Permasalahan yang dihadapi adalah masih ditemukan cacat dimensi ovality proses pemesinan. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan setting parameter optimum dari proses pemesinan turning dan milling dengan model persamaan regresi yang optimal. Parameter yang ditentukan adalah Kecepatan Potong (Vc), Kecepatan Pemakanan (f), dan Kedalaman Potong (Ap). Dengan metode experimental yang dilakukan dengan mengambil 20 sampel produk dengan setting parameter yang berbeda-beda. Hasil percobaan yang dilakukan, pada proses turning parameter yang paling berpengaruh terhadap ovality adalah kedalaman potong (Ap), dan pada proses milling adalah Kecepatan Potong (F). Selanjutnya dilakukan analisa dengan metode Surface Responseuntuk mendapatkan persamaan regresi optimal untuk ovality.
Rudiansyah, A. Suwandi
Jurnal Asiimetrik: Jurnal Ilmiah Rekayasa & Inovasi, Volume 2, pp 45-50; doi:10.35814/asiimetrik.v2i1.1226

Abstract:
Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan. Namun faktanya, masih banyak nelayan yang hidup dalam garis kemiskinan karena ketidak mampuan para nelayan untuk menangkap ikan semaksimal mungkin. Untuk memecah permasalahan tersebut, diperlukan sebuah alat bantu tangkap ikan, alat ini merupakan alat yang digunakan untuk membantu mempermudah para nelayan menangkap ikan. Berdasarkan 51 proses manufaktur alat bantu tangkap ikan, komponen penyusun alat terdiri atas base, support base, rangka bawah, rangka atas, rangka sliding, hidrolik, bracket, pin dan motor penggerak. Dari hasil analisis DFMA, total waktu yang dibutuhkan untuk membuat alat bantu tangkap ikan yaitu 1397 menit. Adapun total biaya yang dibutuhkan untuk membuat 1 set alat bantu tangkap ikan adalah sebesar Rp 9.950.000,-.
Back to Top Top