Jurnal Administrasi Publik

Journal Information
ISSN / EISSN : 2087-8923 / 2549-9319
Current Publisher: FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (10.31506)
Total articles ≅ 30
Filter:

Latest articles in this journal

Kiki Hardiyanti
Jurnal Administrasi Publik, Volume 11; doi:10.31506/jap.v11i2.8342

Abstract:
Masalah sampah di Indonesia adalah masalah nasional, dan berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Pasal 18 Ayat (6) bahwa pemerintah daerah berhak menetapkan peraturan daerah dan peraturan-peraturan lain untuk melaksanakan otonomi dan tugas pembantuan, sehingga daerah memiliki peran untuk mengentaskan masalah sampah didaerahnya. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 11 Ayat (2) yaitu urusan pemerintah wajib sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) terdiri atas urusan pemerintah yang berkaitan dengan pelayanan dasar dan urusan pemerintah yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar. Kemudian, Pasal 12 Ayat (1) t poin (c) yaitu pekerjaan umum dan penataan ruang, dan Ayat (1) poin (e) yaitu lingkungan hidup. Salah satu daerah yang tidak luput mengalami masalah sampah yaitu Kabupaten Demak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengentahui bagaimana capaian kebijakan pengelolaan sampah yang dilakukan di Kabupaten Demak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Kriteria yang digunakan untuk menilai evaluasi yaitu efektivitas, efesiensi, kecukupan, responsivitas dan ketepatan. Hasil penulisan menunjukkan bahwa kebijakan pengelolaan sampah yang dilakukan di Kabupaten Demak melalui Dinas Lingkungan Hidup belum optimal, kususnya pengelolaan sampah yang dilakukan di TPA Kalikondang.Kata Kunci: Sampah, Kabupaten Demak, Evaluasi Kebijakan
Rima Adhi Hapsari
Jurnal Administrasi Publik, Volume 11; doi:10.31506/jap.v11i2.8385

Abstract:
Otonomi desa memiliki salah satu tujuan untuk meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat desa guna mempercepat perwujudan kesejahteraan umum yang tercantum dalam Undang Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa. Namun pada realitanya, kegiatan pelayanan administrasi kependudukan pada Pemerintah Desa Ngimbrang belum berjalan secara optimal, hal tersebut disebabkan oleh masih terdapat aparat yang kurang paham dalam menggunakan komputer dan aplikasi pelayanan kependudukan, selain itu masih kurangnya kedisiplinan aparat dalam melaksanakan pekerjaannya. Maka, diperlukan pengembangan kapasitas sumber daya manusia bagi aparatur desa dalam rangka optimalisasi pelayanan administrasi kependudukan. Dalam rangka membantu adaptasi dan proses dalam pelayanan administrasi kependudukan dengan sistem komputer ini, diperlukan adanya pengembangan kapasitas SDM aparat Pemerintah Desa Ngimbrang dengan menggunakan model pengembangan kapasitas SDM Grindle dalam rangka optimalisasi pelayanan administrasi kependudukan. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara terstruktur dan dokumentasi, serta sumber data terdiri dari informan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kapasitas SDM aparatur Pemerintah Desa Ngimbrang dilakukan melalui 2 jenis kegiatan, yaitu Pembimbingan Teknis (Bimtek) serta kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat). Tahapan tersebut sejauh ini sudah dilaksanakan dengan baik karena sudah berpedoman pada regulasi yang ada dan selalu berkoordinasi dengan organisasi pemerintah daerah yang ada diatas pemerintah desa.
Lintang Kinanti, Rina Yulianti, Yeni Widyastuti
Jurnal Administrasi Publik, Volume 11; doi:10.31506/jap.v11i2.10147

Abstract:
Fokus tulisan ini Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau di Kota Tangerang. Permasalahan yang ada yakni keterbatasan lahan dan anggaran, belum adanya peraturan daerah yang mengatur tentang pengelolaan ruang terbuka hijau di Kota Tangerang, keterbatasan sumber daya manusia, masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam ikut menjaga dan peduli akan adanya ruang terbuka hijau di Kota Tangerang. Sehingga masalah ini yang menjadi permasalah utama dalam pengoptimalisasian pengelolaan ruang terbuka hijau (RTH) yang ada di Kota tangerang. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menekankan pada teori fungsi manajemen menurut George R Terry terdapat empat fungsi manajemen yaitu Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan, dan Pengawasan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan itu menurut Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau yang ada di Kota Tangerang ini belum berjalam optimal. Karena masih banyak fungsi-fungsi manajemen yang terdapat di dalam pengelolaan RTH ini berjalan dengan semestinya, seperti dalam perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan yang di butuhkan sebagai mencapai tujuan yang optimal bagi pengelolaan ruang terbuka hijau (RTH) yang ada di Kota Tangerang.
Rika Tri Rahmadani, Arenawati Arenawati, Yeni Widyastuti
Jurnal Administrasi Publik, Volume 11; doi:10.31506/jap.v11i2.10076

Abstract:
Penelitian ini menganalisis tentang Pengaruh Tingkat Profesionalisme Terhadap Kinerja Pegawai di Badan Pertanahan Nasional Kota Cilegon. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Banyaknya keluhan yang ditujukan kepada BPN Kota Cilegon khususnya dalam sistem pelayanannya, pengarsipan data/berkas pemohon kurang baik, kurangnya pendidikan dan pelatihan yang diikuti oleh pegawai BPN Kota Cilegon, Kedisiplinan pegawai dalam menaati peraturan masih kurang, penempatan pegawai dan pekerjaan yang tidak sesuai dengan keahlian dan latar belakang pendidikan. Untuk mengukur tingkat Profesionalisme (X) digunakan teori dari Martin JR dengan Indikator : Kemahiran, kesiapan, Tanggungjawab dalam Pelayanan, Disiplin, Sikap Pegawai . Untuk variable Kinerja digunakan Teori Mitchel dengan indikator : Kualitas Kerja, Ketetapan Waktu, Inisiatif, Kemampuan dan Komunikasi. Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif korelatif yang mengukur pengaruh profesionalisme terhadak kinerja pegwai. Populasi penelitian ini adalah semua pegawai di BPN Kota Cilegon. Dengan menggunakan total sampling atau sample jenuh, maka sampel penelitian ini adalah sebanyak 77 orang pegawai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh profesionalisme terhadap kinerja pegawai adalah sebesar 52,7 % selebihnya 47,3 dikarenakan faktor lain.
Wyke Santika Dewi
Jurnal Administrasi Publik, Volume 11; doi:10.31506/jap.v11i2.9502

Abstract:
The death certificate is an important document for individuals and countries because ownership of a death certificate can be used for insurance, retirement, inheritance management and the determination of a widow or widower in the National Identity Card. For Countries, deeds are also important as the statistical. The lack of public awareness in Madiun regarding the ownership of a death certificate has prompted the Madiun City government to create an innovative death certificate service, namely “Lempeng Gapit”, or better known as “One-day Service for Managing Population Document and Civil Registration Officers who send it and get there”. This research aims to explain about the attributes or characteristics of “Lempeng Gapit” innovation in Madiun City using the Rogers 2003 theory which there are 5 dimensions, namely Relative Advantage, Suitability, Complexity, Possibility to Try, and Ease of Observation. The type of research is a qualitative descriptive research method. Sources of data in this tudy consisted of primary data sources, namely several informants and secondary data sources in the form of documents related to research. The data collection technique is structured documentation interviews. The data analysis technique is an interactive data analysis consisting of data reduction, data presentation, conclusions, and verification. In maintaining the validity of the research data, this study used source triangulation technique and triangulation methods. The results showed that the existence of “Lempeng Gapit” innovation made it easier for people to obtain a death certificate and “Lempeng Gapit” innovation in Madiun City can efficiently time, energy and costs in providing services of population administration.
Nikki Prafitri, Siti Hardianti
Jurnal Administrasi Publik, Volume 11; doi:10.31506/jap.v11i2.10075

Abstract:
Bisnis pemerintah desa sebagai wujud entrepreneurial government merupakan implikasi dari diberlakukannya otonomi desa. Melalui bisnis pemerintah desa diharapkan mampu mewujudkan kemandirian desa dan meningkatkan perekonomian desa. Bisnis pemerintah desa di Desa Sukaratu dikelola oleh BUM Desa. BUM Desa Sukaratu merupakan salah satu BUM Desa yang dianggap cukup berkembang dalam mengembangkan bisnis pemerintah desa. Namun dalam pelaksanaannya BUM Desa Sukaratu belum mampu memberikan kontribusi bagi PADes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi bisnis pemerintah desa melalui BUM Desa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik analisis data interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan BUM Desa, kinerja komunikasi stakeholder, kapasitas dan komitmen bisnis, sosialisasi serta partisipasi masyarakat dalam forum penting BUM Desa merupakan faktor-faktor yang mampu mempengaruhi keberhasilan implementasi bisnis pemerintah desa melalui BUM Desa.Kata kunci: Bisnis Pemerintah Desa, Implementasi Kebijakan, BUM Desa
Merinda Ulfatiyana
Jurnal Administrasi Publik, Volume 11; doi:10.31506/jap.v11i2.9323

Abstract:
The dominance of the use of private vehicles in Madiun often causes traffic jams, especially in the education area at the rush hour. In line with this situation, traffic accidents often occurred especially on a particular lot of students who do not have a driver's license but already drive private vehicles to school. In East Java, the level of traffic accidents and traffic violations are highest in Madiun City, followed by Jember, Jombang. The municipal government of madiun through the department of transportation launched a free school transportation program to suppress accident rates and traffic infraction by students. Free School Transportation Program is an innovation from Madiun City Transportation Agency to provide free school transportation services for students. Therefore, diffusion of innovation or the process of spreading innovation is necessary to raise people's awareness of the Free School Transportation Program. This study aims to determine the diffusion of service innovation for the Free School Transportation Program in Madiun City using 4 (four) important elements of diffusion of innovation by Rogers. The research method is descriptive qualitative method. This research uses in observation, depth interview, and documentation as the data gathering technique, with data sources are informers and documentation. The results of this study indicate that the diffusion of service innovation for the Free School Transportation Program in Madiun City is running quite well and suitable to public service standards.Keywords: Diffusion of Innovation
Afrizal Efendi, Izzatu Imaarotissaamiyy Alqudsiyy, Kandung Sapto Nugroho
Jurnal Administrasi Publik, Volume 11; doi:10.31506/jap.v11i1.8294

Abstract:
Tulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala, peluang dan strategi pengembangan pembinaan usaha ekonomi produktif oleh PT. Indonesia Power Suralaya PGU di Kelurahan Suralaya Kecamatan Pulo Merak Kota Cilegon Provinsi Banten berupa pembuatan sambel krétég. Kajian dilakukan dengan metode mix method, dengan kuantitatif pendekatan survei kuisioner tertutup pada stakeholder kemudian didukung dengan kualitatif dengan melakukan triangulasi sumber dan teknik. Adapun Karakteristik responden dan informan yang diwawancara adalah para stakeholder pemberdayaan ini diantaranya pihak pemerintahan, media, civil society, serta dari privat sector di lingkungan Kelurahan Suralaya. Hasil kajian menunjukkan bahwa (a) kondisi tingkat gotong royong 75 persen; (b) kondisi toleransi di tengah-tengah warga sangat tinggi; (c) tingkat kerentanan konfilk yang terdapat di masyarakat 64 persen warga sulit berkonflik/ diprovokasi; (d) kondisi tingkat kerekatan dan saling tolong menolong dalam keluarga cukup tinggi; (e) tingkat partisipasi dan peran kelompok dalam pembangunan kelurahan, 94 persen berperan aktif. Berdasarkan hasil survei, observasi analisis yang dilakukan, maka dapat diperoleh kesimpulan, bahwa kendala pengembangan pembuatan sambal krétég melalui Omah Krétég Anggana adalah permodalan, strategi pengembangan sebaiknya dengan ekspansi pemasaran. Namun harus diawali dengan pengembangan sumber daya manusia karena merupakan faktor yang terpenting dari sebuah bisnis usaha serta perlunya colaborasi-bekerjasama dengan pemerintah daerah. Pada akhirnya team penulis mendorong untuk dilakukannya kajian tersendiri tentang keterkaiatan social capital yang sangat kental dengan institusi bisnis di Kelurahan Suralaya Pulo Merak Cilegon. ABSTRACT This paper aims to identify obstacles, opportunities and strategies for developing productive economic business development by PT. Indonesia Power Suralaya PGU, in Suralaya Sub-District, Pulo Merak District, Cilegon City, in the form of making krétég sauce. The study was conducted using the mix method, with a quantitative closed questionnaire survey approach to stakeholders then supported qualitatively by triangulating sources and techniques. The characteristics of the respondens and informants interviewed were the empowerment stakeholders including the government, the media, civil society, as well as from the private sector in Suralaya Village. The results of the study show that (a) the condition of the mutual cooperation level of 75 percent; (b) conditions of tolerance in the midst of citizens are very high; (c) the level of conflict vulnerability in the community 64 percent of the people are difficult to conflict / provoked; (d) the condition of the level of attachment and mutual help in the family is quite high; (e) the level of participation and group roles in village development, 94 percent play an active role. Based on the results of the survey, observations of the analysis carried out, it can be concluded that the constraints to the development of the making of krétég sambal through Omah Krétég Anggana are capital, development strategies should be with marketing expansion. But it must start with the development of human resources because it is the most important factor of a business venture and the need for collaboration with local governments. In the end, the team of writers pushed for a separate study of social capital that was very thick with business institutions in the Suralaya Pulo Merak Cilegon.
Siti Annisa Silvia Rosa, Ira Irawati, Djadja Saefullah, Rita Myrna
Jurnal Administrasi Publik, Volume 11; doi:10.31506/jap.v11i1.7976

Abstract:
LIPI merupakan lembaga pemerintah yang menjadi rujukan penelitian lembaga riset yang ada di Indonesia, namun demikian produktivitas dalam publikasi hasil penelitiannya dinilai masih rendah. Hal ini dikarenakan beberapa hal yang menjadi kendala diantaranya yaitu LIPI belum memanfaatkan partnership dalam produktivitas hasil penelitiannya. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini memiliki tujuan untuk memahami dan mendiskripsikan partnership dalam produktivitas publikasi hasil penelitian di LIPI. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa partnership dengan berbagai pihak dalam penelitian dapat meningkatkan produktivitas publikasi hasil riset. Namun demikian, simpulan dari riset ini yaitu bahwa kerjasama yang dilakukan oleh LIPI masih dilaksanakan sebatas teknis administratif saja, belum ditujukan untuk meningkatkan output publikasi ilmiah yang dikelola oleh peneliti. LIPI belum memanfaatkan partnership sebagai dalam produktivitas publikasi hasil risetnya. Tidak adanya road map kerjasama dan juga sanksi tegas bagi peneliti yang tidak melaporkan kegiatan kerjasamanya semakin memperkuat bahwa kerjasama yang berjalan di LIPI baru hanya sebatas administratif saja. Kata kunci: partnership, produktivitas, publikasi hasil penelitian
Putrika Isma Ayutasya, Dian Purwanti, M. Rijal Amirulloh
Jurnal Administrasi Publik, Volume 11; doi:10.31506/jap.v11i1.8644

Abstract:
Aplikasi pendaftaran antrian permohonan paspor online yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi melalui surat edaran Direktorat Jenderal Imigrasi Nomor IMI-UM.01.01-4166 sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan keimigrasian, dalam pengimplementasiannya masih terdapat berbagai permasalahan sehingga menyebabkan pelayanan pembuatan paspor terkendala. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh implementasi aplikasi pendaftaran antrian online terhadap efektivitas layanan pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Sukabumi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling, dengan jumlah responden sebanyak 99 responden dengan presisi 10%. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi pendaftaran antrian permohonan paspor online berpengaruh positif terhadap efektivitas layanan pembuatan paspor. Kata kunci: Aplikasi pendaftaran, Efektivitas, Implementasi kebijakan, Pelayanan, Paspor
Back to Top Top