Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ)

Journal Information
ISSN / EISSN : 2715-9868 / 2715-9752
Total articles ≅ 77
Filter:

Latest articles in this journal

Syukaisih Syukaisih, Hayana Hayana, Alida Zaresi
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ), Volume 3, pp 15-19; https://doi.org/10.37385/ceej.v3i1.435

Abstract:
Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang sekitar 70-120 mm (bervariasi tergantung Negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup melalui mulut pada ujung lainnya (Jaya, 2009). Berbagai dampak dan bahaya merokok, dalam rokok terkandung tidak kurang dari 4.000 zat kimia beracun. Berdasarkan survey awal yang dilakukan di SMPN 7 Pekanbaru, guru bidang kesiswaan mengatakan bahwa, siswa SMPN 7 sudah ada yang merokok. Siswa pernah kedapatan merokok diluar lingkungan sekolah dan guru memberikan peringatan agar tidak mengulangi perilaku merokok tersebut. Guru hanya memberikan sanksi bagi siswa yang merokok, namun untuk pemberian informasi tentang apa saja kandungan yang ada didalam rokok yang bisa membahaya bagi kesehatan, tidak pernah diinformasikan kepada siswa. Kata Kunci :Rokok, Pengetahuan, SMPN 7 Pekanbaru
Alfia Khairunnisa, Siti Aisyah, Sukma Dina, Rinda Pangestuti
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ), Volume 3, pp 20-27; https://doi.org/10.37385/ceej.v3i1.452

Abstract:
Maraknya pemberitahuan terkait kekerasan sesksual pada anak dan wanita menunjukan angka yang tinggi dan pada setiap tahunnya terus meningkat.Oleh karena itu,kita perlu mengadakan sosialisasi,edukasi dan memberikan tips dan trik mengenai upaya pencegahan kekerasan seksual pada anak dan wanita.Kekerasan seksual bisa terjadi dimanapun baik dikota maupun di perkampuangan baik kekerasan seksual verbal maupun nonverbal,hal ini dikhawatirkan terjadi diwilayah Desa Srimahi,Tamanrahayu dan Bantar gebang yang memiliki jumlah anak remaja dan wanita yang luamayan banyak. Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) yang diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat. Metode yang digunakan adalah melalui obervasi lapangan, wawancara, pembuatan What’sApp Group. sosialisasi, webinar, pembuatan poster, serta diskusi. Hasil dari kegiatan ini ternyata masyarakat antuasias dan menganggap ini adalah bentuk kegiatan yang menarik dan sangat bermanfaat. Kata kunci : Kekerasan Seksual, Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS)
Nuryanti Nuryanti, Haniah Lubis, Survia Eva Putriani
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ), Volume 3, pp 8-14; https://doi.org/10.37385/ceej.v3i1.437

Abstract:
Ketidakfahaman terhadap gizi seimbang dialami oleh generasi milenial, yang menyebabkan berbagai masalah kesehatan mereka alami, diantaranya: depresi, hiperaktif, gangguan lambung, stroke, gangguan telinga, hipertensi, kondisi psikotik, gangguan mata, kolesterol tinggi, dan diabetes tipe-2. Untuk itu penting adanya edukasi mengenai gizi seimbang. Metode kegiatan dilakukan melalui edukasi mengenai gizi seimbang dengan tahap-tahap kegiatan: 1) memberikan pre test tentang pemahaman generasi milenial mengenai gizi seimbang, 2) pelaksanaan kegiatan edukasi gizi seimbang dengan media video, poster, dan ppt, 3) melakukan sesi tanya jawab, 4) melakukan post test tentang pemahaman generasi milenial mengenai gizi seimbang. Setelah dilakukan kegiatan edukasi, maka diperoleh hasil pre test dan post test diperoleh bahwa adanya peningkatan pemahaman terhadap gizi seimbang oleh peserta. Yaitu: kategori baik dari 5% menjadi 35%. Sedangkan untuk pengetahuan pentingnya gizi seimbang dengan kategori sedang naik dari 45% menjadi 65%. Sedangkan untuk pengetahuan pentingnya gizi seimbang dengan kategori kurang turun dari 50% menjadi 0%. Diharapkan kegiatan edukasi mengenai gizi seimbang bermanfaat bagi generasi milineal maupun di kalangan generasi kolonial. Oleh karena itu diharapkan agar tidak melupakan pesan gizi seimbang. Keywords: edukasi, kesehatan, gizi seimbang, gaya hidup, generasi milenial.
Bagas Megi Azis Priyatna, Dery Ramadhan, Rinda Pangestuti
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ), Volume 3, pp 28-34; https://doi.org/10.37385/ceej.v3i1.450

Abstract:
Penyelenggaraan KKN Universitas Islam 45 Bekasi tahun 2022 ini ada pada situasi covid-19 yang melanda dunia. Pandemi Covid-19 berdampak paling buruk, terutama meningkatnya kerentanan anak-anak muda untuk menjadi korban kekerasan. Pandemi Covid-19 telah mengilhami ledakan kasus kekerasan terhadap anak muda, jadi dalam kasus ini keamanan kejahatan ingin memenuhi hak-hak yang diperoleh untuk setiap anak. Tujuan Studi ini untuk mengungkap persiapan kejahatan yang akan menyelamatkan Anda dari kekerasan terhadap anak muda selama pandemi covid-19 dan keamanan kejahatan bagi anak-anak muda yang dilecehkan di seluruh dunia pandemi covid19. Teknik penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pidana normatifdengan pendekatan hukum. Strategi seri kain hukum yang digunakan dalam studi yaitu melihat file atau bahan pustaka. Penataan kembali zat-zat kejahatan yang digunakan adalah aset-aset kejahatan nomor satu dan zat kejahatan sekunder. Strategi evaluasi fakta telah dianalisis secara kualitatif dan disajikan secara sistematis deskriptif. Konsekuensi dari melihat tampilan bahwa upaya pemerintah untuk menyelamatkan Anda dari kekerasan Anak-anak selama Pandemi Covid-19 diambil melalui pencegahan kejahatan kejahatan dengan tujuan menyelamatkan Anda dari terjadinya pelanggaran dan keamanan tindak pidana represif dalam bentuk sanksi termasuk denda, hukuman penjara, dan konsekuensi tambahan yang diberikan jika perselisihan telah terjadi atau telah dilakukan pelanggaran. Semua pihak, masing-masing rumah tangga dan pemerintah, harus berusaha dan membela anak-anak muda agar terhindar dari segala tindakan kekerasan. Kata Kunci :KKN, Pandemi,Pencegahan kekerasan , Anak
Tri Purnama Sari, Fitriani Astika, Roslia Asrin
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ), Volume 3, pp 1-7; https://doi.org/10.37385/ceej.v3i1.336

Abstract:
Beberapa Faktor Yang Dapat Menyebebkan Kerusakan Arsip Yaitu Faktor Instrinsik (Kualitas Kertas, Pengaruh Tinta, Dan Pengaruh Perekat) Dan Faktor Ekstrinsik (Faktor Lingkungan Fisik, Biologis Dan Kimiawi). Adapun yang menjadi Mitra dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah Klinik Pratama UWA Medika Kota Pekanbaru Riau, berdasarkan survey dan wawancara yang dilakukan ditemukan beberapa masalah seperti pendidikan Petugas kesehatan yang berkerja di bagian rekam medis tidak sesuai dengan bidang ilmunya dimana petugas rekam medis merupakan tenaga kebidanan, selain itu petugas kesehatan tersebut belum pernah mengikuti pelatihan tentang pengelolaan rekam medis yang sesuai standar penyelenggaraan rekam medis. Tim PKM juga melihat bahwasannya petugas kesehatan melakukan ISOMA di ruang rekam medis hal ini dapat menyebabkan kerusakan rekam medis baik itu dari faktor interistik maupun Ekstrinsik. Tahapan pelaksanaan kegiatan PKM ini dilakukan dengan mengadopsi langkah-langkah action research yang terdiri dari 3 tahapan, yaitu: tahapan perancangan, pelatiha/ penyuluhan, dan evaluasi. Hasil PKM ini didapat bahwa pemahaman petugas kesehatan setelah diberikannya penyuluhan mengalami peningkatan yaitu 80% petugas kesehatan sudah memahami dan mengetahui tentang Pencegahan Dan Pemeliharaan Rekam Medis dan sisanya masih belum memahami hal ini bisa saja disebabkan karena basic pendidikan petugas kesehatan yang tidak sesuai. Minimnya Pengetahuan pengetahuan petugas kesehatan mengenai Pencegahan Dan Pemeliharaan Rekam Medis Dari Resiko Kerusakanakan mengakibatkan tingginya resiko kerusakan pada berkas rekam medis seperti terkena tumpahan makanan dan minuman, termakan oleh rayap ditambah lagi berkas rekam medis yang tidak memiliki map akan semakin mudah terjadi kerusakan. Kata Kunci: Pencegahan, Pemeliharaan, Kerusakan, Rekam Medis
Tsalitsatul Maulidah, Sukiyanto Sukiyanto, Ika Farida Yuliana, Nur Faizah Rohmatul Lailia
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ), Volume 2, pp 128-136; https://doi.org/10.37385/ceej.v2i3.337

Abstract:
Gerakan literasi dirasa sangat penting karena dengan diadakannya kegiatan ini anak-anak mampu bersosialisasi melalui kemampuan berbahasanya dan memahami makna suatu informasi dengan sejelas-jelasnya. Metode yang digunakan yaitu metode kulitatif deskriptif yang dirancang untuk memperoleh informasi tentang suatu gejala saat penelitian dilakukan Pelaksanaan pengabdian ini dilakukan di desa Kendal. Partisipan utama dalam pengabdian ini adalah seluruh anak-anak yang ada didesa kendal. Namun hasil observasi minat anak-anak yang mengikuti pendampingan ini berjumlah 28 anak yang berusia 6-8 tahun. Dalam upaya meningkatkan minat baca peneliti menggunakan beberapa strategi yaitu eduation, aproach, dream, action, evaluation. Hasil dari kegiatan ini mempunyai dampak perubahan yaitu anak-anak antusias mengikuti kegiatan yang diselenggarakan seperti menulis puisi, menulis pantun, membaca, berhitung bersama, ini menunjukkan bahwa masyarakat sudah mulai tertarik dengan kegiatan literasi. Selain itu, adanya peningkatan kunjungan perpustakaan. Dalam kunjungan ke perpustakaan anak usia dini lebih gemar membaca buku yang ada gambarnya contohnya komik atau buku dongeng. Kunjungan anak lebih banyak ketika pada sore hari karena pada pagi hari anak harus sekolah kecuali hari minggu anak bisa berkunjung pagi. Selain itu, terdapat perubahan dari orang tua dibuktikan dengan ketika masyarakat berkunjung ke Taman Expressi orang tua selalu mengarahkan anaknya untuk membaca ke perpustakaan sudut taman baca. Dengan demikian kegiatan ini menunjukkan bahwa anak usia-6-8 tahun antusias untuk datang ke perpustakaan seluruhnya hadir semua artinya adanya minat dari anak terkait dengan gerakan literasi. Kata Kunci: Literasi; Minat baca; Covid-19
Moh. Rivaldi Mappa, Moh. Rasyid Kuna, Hairil Akbar
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ), Volume 2, pp 63-67; https://doi.org/10.37385/ceej.v2i3.294

Abstract:
Coronavirus adalah kelompok virus yang menyebabkan infeksi saluran nafas pada manusia mulai dari batuk pilek hingga yang lebih serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Penyebaran virus ini sangat cepat sehingga semua negara di dunia tak terkecuali di Indonesia yang tentu saja membuat semua orang khawatir akan terjadi penularan yang lebih massif, maka diperlukan upaya nyata untuk mensosialisasikan serta mengedukasi masyarakat dalam memanfatkan tumbuhan endemik daerah salah satunya tumbuhan nanas, Tujuan dilakukannya pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat (dosen dan mahasiswa) mengenai manfaat buah nanas sebagai antioksidan. Kegiatan pengabdian dilakukan di Kampus Institut Kesehatan dan Teknologi Graha Medika Kotamobagu. Langkah pertama yang dilakukan pada pengabdian ini adalah mencari informasi mengenai kandungan buah nanas yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan dari berbagai jurnal penelitian baik nasional maupun internasional dan langkah selanjutnya yaitu proses pelaksanaan pengabdian masyarakat. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah buah nanas memiliki kemampuan untuk meningkatkan imunitas karena terdapat sejumlah derivat yaitu senyawa fenolik seperti asam fenolik, flavonoid, tanin, lignin, nonfenolik seperti karotenoid dan vitamin C yang memiliki kemampuan sebagai antioksidan dan antikarsinogenik. Beberapa penelitian juga melaporkan bahwa buah nanas merupakan sumber antioksidan dari berbagai kandungan fitokimia senyawa fenolik dan flavonoid, dimana antioksidan bekerja dengan menangkap radikal bebas, sehingga dapat menghambat proliferasi sel kanker dan menjadi agen antikanker. Kata Kunci : Antioksidan, Nanas, Kotamobagu
Sitti Nurul Hikma Saleh, Agustin Agustin, Muzayyana Muzayyana, Hairil Akbar
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ), Volume 2, pp 52-56; https://doi.org/10.37385/ceej.v2i3.297

Abstract:
Wanita usia subur cenderung menderita anemia dikarenakan wanita mengalami menstruasi setiap bulan, dan ini akan diperberat jika asupan zat besi dari makanan sehari-hari rendah. Wanita usia subur yang mengalami anemia gizi besi akan mudah sakit karena daya tahan tubuh yang rendah, sehingga produktivitas belajar mahasiswa akan menurun. Salah satu buah yang bermanfaat untuk meningkatkan Hb adalah mengkonsumsi buah nanas, selain asupan tablet Fe pada wanita. Nanas merupakan salah satu buah yang mengandung vitamin C dan dapat membantu meningkatkan kadar hemoglobin. buah nanas merupakan sumber fitokimia termasuk bioflavonoid dan tannin, juga sangat kaya akan anti oksidan yang dikenal sebagai flavonoid dan asam fenolik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan ceramah, dan diskusi tentang cara pengolahan dan pemanfaatan buah nanas pada wanita usia subur. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 18 Oktober 2021. Sasaran kegiatan aitu mahasiswa pada usia subur yang telah berusia > 18 Tahun. Pengolahan buah nanas dilakukan menggunakan buah nanas yang berkualitas baik. mahasiswa telah memahami tentang pengolahan dan manfaat mengkonsumsi buah nanas. Buah nanas merupakan buah yang memiliki rasa manis dan sedikit asam. Kandungan gizi dari nanas antara lain, vitamin C 79%, vitamin B6 5%, vitamin A 1%, besi 1%, magnesium 3% , folat dan zat lainnya.  Buah nanas sangat baik untuk meningkatkan hemoglobin bagi para siswi usia subur di Institut Kesehatan dan Teknologi Graha Medika, dengan kegiatan ini mahasiswa mulai memahami terkait cara pengolahan dan tentang Manfaat mengkonsumsi buah nanas untuk meningkatkan hemoglobin pada wanita usia subur. Kata Kunci: Edukasi, Olahan Buah, Buah Nanas, Usia Subur
Ni Luh De Erik Trisnawati, Ni Komang Sukreni, Gede Widiastina
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ), Volume 2, pp 120-127; https://doi.org/10.37385/ceej.v2i3.324

Abstract:
B’onic Food sebagai bisnis rumahan yang dirintis LKSA Ananda Seva Dharma sebagai wadah anak-anak untuk mengembangkan kemampuan wirausahanya, ternyata menghadapi permasalahan kesulitan perhitungan harga pokok produksi dan penyusunan pembukuan. Ketidakmampuan dalam menghitung harga pokok produk berdampak pada sulitnya menentukan harga jual, sedangkan keterbatasan pengetahuan dalam hal pencatatan keuangan menyebabkan mereka tidak mampu menyusun pembukuan. Maka solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah memberikan pelatihan perhitungan harga pokok produksi dan penyusunan pembukuan sederhana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan memberikan pelatihan dan pendampingan langsung kepada mitra. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan peningkatan kemampuan pengelola usaha rumahan B’onic Food rintisan anak-anak LKSA Ananda Seva Dharma, dalam menghitung harga pokok produksi dan menyusun pembukuan sederhana. Hal ini juga ternyata sangat berdampak pada semangat wirausaha anak-anak LKSA Ananda Seva Dharma dalam mengelola usaha rumahan ini. Ketika mereka akhirnya mampu mengetahui jumlah penjualan dan keuntungan yang diperoleh, anak-anak mulai lebih bersemangat untuk secara bersama-sama menyusun strategi untuk meningkatkan pemasaran produknya.                   Keywords: LKSA, Industri Rumahan, Pembukuan Sederhana;
Luh Kartika Ningsih, Ni Made Rianita, Komang Puspawati
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ), Volume 2, pp 110-119; https://doi.org/10.37385/ceej.v2i3.323

Abstract:
Kerajinan tangan menjadi salah satu warisan budaya yang harus tetap dilestarikan keberadannya. Salah satu diantaranya kerajinan tangan tenun songket. Keberadaanya saat ini mulai mengkhawatirkan karena minat penerus tidak berbanding lurus dengan kondisi saat ini. Tujuan dari kegiatan ini adalah melestarikan kerajinan tangan tenun songket melalui pengembangan sumber daya manusia dan pemasaran terhadap produk yang dihasilkan. Menumbuhkan minat para generasi muda sebagai penerus warisan budaya sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan dengan cara memberikan pemahaman serta memberikan penjelasan tentang proses pemasaran produk melalui internet marketing. Manfaat yang dapat dirasakan oleh mitra adalah dapat menambah wawasan tentang pengelolaan sumber daya manusia serta pemahaman tentang pemasaran produk melalui internet marketing untuk perluasan pasar.                   Keywords: Pelestarian kerajinan tangan, UMKM, Kewirausahaan
Back to Top Top