Journal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial

Journal Information
ISSN / EISSN : 2355-0236 / 2684-6985
Total articles ≅ 8
Filter:

Articles in this journal

Admin J-Ips
Journal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Volume 11, pp 278-286; doi:10.37304/jp-ips.v11i02.512

Abstract:
ABSTRAKPenelitian ini dilatar belakangi oleh motivasi kerja karyawan karena untuk mewujudkantujuan perusahaan tidaklah mudah diperlukan sumber daya manusia yang profesional, manajemenyang baik dan organisasi yang sehat. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Motivasiinstrinsik karyawan perusahaan bisa dikatakan sudah cukup baik karena sebagian besar karyawanPT. Dwie Warna Karya GHOM (Golden Hill Oil Mill) Desa Sei Hanyo Kecamatan Kapuas HuluKabupaten Kapuas sudah memperoleh keberhasilan dalam mencapai sesuatu dan sebagian besardari mereka memperoleh pengakuan dari atasan mereka, dan sifat pekerjaan yang dilakukan sudahsesuai dengan standar pekerjaan dan mereka mempunyai rasa tanggung jawab yang baik terhadappekerjaan yang mereka jalani. Motivasi ekstrinsik karyawan perusahaan bisa dikatakan kurang baikdikarenakan jawaban dari masing-masing narasumber atau karyawan banyak yang mengeluh.Yang pertama terhadap kebijakan organisasi perusahaan yang masih tidak jelas dan tidaktetap sewaktu-waktu bisa mengalami perubahan dan tidak ada ketegasan terhadap peraturan yangdiberlakukan, yang kedua terhadap pelaksanaan kebijakan organisasinya juga tidak jelas karenadari kebijakannya yang tidak tetap selalu berubah-ubah membuat pelaksanaannya pun tidak baik,yang ketiga terhadap hubungan interpersonal tidak ada permasalahan dalam hubungan antar sesamerekan kerja karyawan memiliki hubungan kerja yang baik, yang keempat terhadap kondisi kerjadisini karyawan itu sendiri banyak mengeluh terutama terhadap perlengkapan kerja contohnyaseperti pemberian APD (alat perlindungan diri) padahal setiap 6 bulan sekali ada anggaran untukhal itu. Begitu juga terhadap alat-alat penunjang kerja yang sangat masih kurang, dan yang keenamsistem upah dan gaji dalam pelaksanaan penggajian masih tidak tepat waktu dikarenakan pada saatclosing dari pihak estate selalu terlambat untuk closing payroll, maka dari itu pihak pabrik jugaakan menerima gaji pun terlambat.Kata Kunci: Motivasi Instrinsik dan Ekstrinsik
Admin J-Ips
Journal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Volume 11, pp 260-269; doi:10.37304/jp-ips.v11i02.510

Abstract:
ABSTRAKPenelitian Tindakan Kelas (PTK) guna meningkat hasil belajar penjasorkes. Subjek dalampenelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas II pada SDN 1 Sungai Undang, yang terdiri dari 21orang peserta didik. Untuk teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes.Penelitian ini menggunakan analisis nilai rata-rata kelas dan persentase ketuntasan belajar individudan secara klasikal. Ada hasil pembelajaran pada pembelajaran awal sebelum tindakan persentaseketuntasan adalah 52%, dengan dilakukannya tindakan pembelajaran metode pembelajaranMenggunakan Metode Drill pada siklus I meningkat menjadi 67%, dan pada siklus II denganpersentase aktivitas pemBelajaran memenuhi standar ketuntasan efektifitas belajar mencapai 100%.Ada Peningkatan hasil pembelajaran data awal diperoleh nilai rata-rata pembelajaran dari 69,33 pratindakan pembelajaran, setelah dilaksanaan pembelajaran dengan metode Menggunakan MetodeDrill meningkat menjadi 71,62 pada siklus I dengan persentase ketuntasan 67%. Pada Siklus II ratarata nilai meningkat menjadi 75,48Kata Kunci: Hasil belajar, Bahasa Indonesia, Metode Drill
Admin J-Ips
Journal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Volume 11, pp 287-295; doi:10.37304/jp-ips.v11i02.513

Abstract:
ABSTRAKMotivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak didalam diri siswa yang menimbulkankegiatan belajar menjamin kelangsungan dan memberikan arah pada kegiatan belajar sehinggatujuan yang dikehendaki dapat tercapai. Dalam motivasi belajar dorongan merupakan kekuatanmental untuk melakukan kegiatan dalam rangka pemenuhan harapan dan dorongan dalam hal iniadalah pencapaian tujuan. Ada dua jenis motivasi yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik.Guru sebagai pendidik dan pengajar tentu mengupayakan agar siswa dan siswi dapat belajar denganbaik, sehingga prestasi belajar meningkat sehinggadapat menyamai prestasi belajar temantemannya atau bahkan diatas rata-rata kelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa sajaupaya guru untuk memotivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPS di SMP Negeri 2 PalangkaRaya.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dengan melibatkan 45orang siswa SMP Negeri 2 Palangka Raya, Data dijaring melalui angket secara tertutup (angkettertutup) untuk siswa yang diperkuat dengan hasil wawancara kepada Guru IPS dan dianalisisdengan menggunakan rumus persentase. Dari hasil wawancara diketahui bahwa dari 90 populasisiswa kelas VIII-8, VIII-9 dan VIII-10 masih ada siswa yang memperoleh nilai dibawah KKM(Kriteria Ketuntasan Minimal) yaitu 75, hal ini dikarenakan banyaknya siswa kurang aktif dalammengikuti KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) yang berlangsung. ada siswa yang menggunakanwaktunya untuk hal-hal yang kurang bermanfaat dengan bermain dengan kawan-kawannya saatproses pembelajaran berlangsung, Dari hasil angket upaya guru untuk memotivasi belajar siswadalam pembelajaran IPS di SMP Negeri 2 Palangka Raya dinyatakan bahwa guru telah melakukanupaya dalam memotivasi belajar siswa. Usaha-usaha yang telah dilakukan oleh guru antara lain :memberikan angka/nilai, memberi hadiah, memberi ulangan, memberi pujian, memberi hukumandan memberi metode pembelajaran yang bervariasi.Kata Kunci: Upaya Guru, motivasi
Admin J-Ips
Journal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Volume 11, pp 236-243; doi:10.37304/jp-ips.v11i02.507

Abstract:
ABSTRAKBeberapa permasalahan yang sering muncul dalam dunia pendidikan adalah, banyaknyamasyarakat yang berminat menggeluti profesi ini, namun sangat sedikit dari mereka yang benarbenar berkompeten di bidang profesi keguruan, atau dengan kata lain belum memenuhi kriteriakompetensi profesional guru. Guru yang memiliki kompetensi profesional guru adalah guru yangberkualitas, berkompeten, dan guru yang dikehendaki untuk mendatangkan suasana belajar yangmenyenangkan serta mampu mempengaruhi proses belajar siswa yang nantinya akan menghasilkanminat belajar siswa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kompetensi profesinalguru terhadap minat belajar siswa.Sampel dalam penelitian ini terdiri dari guru dan siswa. Hasil penelitian ini diperolehpersamaan regresi linier Y = 7,665 + 0,285X. Dari persamaan tersebut diketahui nilai regresivariabel X sebesar 0,285 yang berarti bahwa setiap penambahan 1 nilai kompetensi profesionalguru, maka nilai minat belajar siswa bertambah sebesar 0,285.Nilai signifikan = 0,003 < 0,05.Karenanilai signifikan lebih kecil dari nilai probabilitas 0,05 maka dari itu dapat diartikan bahwaterdapat pengaruh yang signifikan kompetensi profesional guru terhadap minat belajar siswa diMTsN 2 Kota Palangka Raya.Berdasarkan hasil perhitungan koefisien determinasi R Square (R2)diperoleh nilai R2 = 0,588. Artinya adalah pengaruh kompetensi profesional guru terhadap minatbelajar siswa sebesar 58,8% dengan kategori sedang. Sedangkan sisanya 41,2% dipengaruhi olehvariabel – variabel lain diluar model regresi dalam penelitian ini.Kata Kunci : Kompetensi Profesional Guru , Minat Belajar Siswa
Admin J-Ips
Journal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Volume 11, pp 252-259; doi:10.37304/jp-ips.v11i02.509

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Admin J-Ips
Journal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Volume 11, pp 296-301; doi:10.37304/jp-ips.v11i02.514

Abstract:
ABSTRAKKualitas pelayanan ini dapat diartikan sebagai tingkat kepuasan tamu atau konsumen.Sedangkan tingkat kepuasan tamu ini sendiri dapat diperoleh dari perbandingan atas jenispelayanan yang nyata diterima oleh konsumen dengan jenis pelayanan yang diharapkan olehkonsumen. Jenis kualitas pelayanan yang baik adalah jenis pelayanan yang memuaskan dan sesuaidengan pelayanan yang diharapkan oleh konsumen. Namun jika pelayanan ini dapat melampauiharapan konsumen, maka jenis kualitas pelayanan ini dapat dikategorikan sebagai pelayanan yangsangat berkualitas atau sangat memuaskan. Sedangkan jenis kualitas pelayanan yang buruk adalahjenis pelayanan yang berada jauh di bawah standar atau tidak sesuai dengan ekspekstasi pelayananyang diharapkan oleh konsumen. Hasil penelitian: Diketahui Nilai F Hitung adalah sebesar321.444. karena nilai f hitung 321.444 > f table 2.60, maka kualitas Jasa secara simultanberpengaruh terhadap Kepuasan Konsumen.Kata Kunci: Kualitas Jasa Pelayanan, Kepuasan Konsumen
Admin J-Ips
Journal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Volume 11, pp 270-277; doi:10.37304/jp-ips.v11i02.511

Abstract:
ABSTRAKUpaya meningkatkan profesionalisme guru merupakan salah satu kewajiban kepala sekolahdalam meningkatkan mutu pendidikan baik pada kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian,kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Dalam lembaga pendidikan profesionalitas seorangguru sangat diperlukan karena untuk menghasilkan peserta didik yang berkualitas. Dari hasilpenelitian ditemukan bahwa: (1) Upaya kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi pedagodikguru dengan cara mengadakan pembinaan dan pengawasan secara langsung kepada guru terkaitdengan proses pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas. Selain itu, juga dengan cara penilaianterhadap laporan tertulis yang dibuat oleh guru berupa perangkat pembelajaran yang dibutuhkandalam proses pembelajaran, seperi Program Tahunan (PROTA), Program Semester (PROMES),dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). (2) Upaya kepala sekolah dalam meningkatkankompetensi kepribadian guru dengan cara memberikan contoh yang baik terhadap guru. Di sampingitu, kepala sekolah selalu mengadakan pengawasan terhadap guru baik di dalam kelas maupun diluar kelas. Jika ada perilaku guru yang berseberangan atau tidak sesuai dengan norma kompetensikepribadian guru, maka kepala sekolah melakukan pembinaan berupa pendekatan individual sertamemberikan teguran secara langsung terhadap guru tersebut. (3) Upaya kepala sekolah dalammeningkatkan kompetensi sosial dengan cara menciptakan nuansa kebersamaan dan kekeluargaandengan cara meningkatkan komunikasi antarguru. Sehingga tercipta suasana kerja yang harmonisdan nyaman di dalam lingkungan sekolah. (4) Upaya kepala sekolah dalam meningkatkankompetensi profesional guru, dengan cara melakukan pembinaan maupun mengikut sertakan gurudalam kegiatan diklat, seminar, workshop, maupun KKG, untuk memperluas pengetahuan guruserta mendapatkan ilmu yang baru, sehingga mampu menerapkannya dalam proses pembelajaran disekolah dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran dan Output peserta didik.Kata Kunci: Kepala sekolah, Profesionalisme guru
Admin J-Ips
Journal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Volume 11, pp 244-251; doi:10.37304/jp-ips.v11i02.508

Abstract:
ABSTRAKKualitas pelayanan sangat penting pada industri jasa, kualitas pelayanan terbaik merupakansuatu profit strategi untuk meningkatkan lebih banyak pelanggan baru, mempertahankan pelangganyang ada, menghindari kaburnya pelanggan, dan menciptakan keunggulan khusus yang tidak adahanya bersaing dari segi harga. Apabila pelayanan yang diterima atau dirasa sesuai dengan yangdiharapkan oleh pelanggan, maka kualitas pelayanan dapat dipersepsikan baik dan memuaskan.Keberhasilan suatu perusahaan sangat dipengaruhi oleh bagaimana perusahaan tersebut memberikepuasan dan kebahagian kepada pelanggan. Perusahaan sebagai individu dalam suatu sistemmemfokuskan kegiatan kepada pelanggan sebagai konsumen jasa, agar dapat lebih efektif danefisien dalam menjalankan kegiatan dalam memberikan atau menyediakan jasa maupun produkyang berkualitas sesuai dengan harapan pelanggan. Dilain pihak, perusahaan sebagai suatu sistemjuga harus membahagiakan pelanggan internal, dalam hal ini adalah karyawan (produsen jasa).Tujuannya agar dapat menghasilkan layanan yang berkualitas sesuai dengan harapan pelangganeksternal.Dari lima dimensi kualitas pelayanan yang digunakan untuk melihat kualitas pelayanan jasapada laundry Ririn di jalan G. Obos XII Palangka Raya yaitu Tangibel (Berwujud), Reliability(Kehandalan), Responsiviness (Ketanggapan), Assurance (Jaminan), dan Empathy (Empati) dapatdisimpulkan bahwa kualitas pelayanan jasa yang ada di laundry Ririn Palangka Raya sangat baik.Ini bisa dilihat dari hasil wawancara yang dilakukan peneliti kepada para informan. Dan laundryRirin Palangka Raya selalu meningkatkan kualitas guna menciptakan hubungan yang salingmenguntungkan bagi para pelanggan dan pemberi pelayanan secara terus-menerus.Kata Kunci: Kualitas Pelayanan Jasa
Back to Top Top