Jurnal As-Salam

Journal Information
ISSN / EISSN : 2528-1402 / 2549-5593
Current Publisher: Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam (10.37249)
Total articles ≅ 44
Filter:

Latest articles in this journal

Yunie Amalia Rakhmyta, Rusmiati
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 379-390; doi:10.37249/as-salam.v4i2.186

Abstract:
Idiomatic expressions are expressions whose meanings cannot be derived from their literal meaning. Thus, it is viewed as a challenging part for EFL learners in either understanding or practicing them. However, using them in oral spoken adequately signifies that someone is a proficient English user. This research is carried out to depict the learner's application of idiomatic expressions in spoken English. It is performed to address the accompanying examination questions: (1) Do EFL learners of the English Department in IAIN Takengon use idiomatic expressions in speaking? (2) What type of idioms do they produce in speaking? (3) What is the most frequently used idiom type in their speaking?. 20 students' recordings were collected and analyzed using the descriptive qualitative method. The result shows that the learners use idiomatic expressions. The learners produced only three types of idiomatic expressions, namely phrasal verb idiom, tournures idiom, and irreversible compound idiom. Of all, phrasal verb idiom is the most frequently used. It is suggested that the learners are encouraged to be exposed to English more often to apply more idiomatic expressions in their speaking.
Mukhlis Lbs, Muhammad Hasyimsyah Batubara
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 318-331; doi:10.37249/as-salam.v4i2.211

Abstract:
Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari tentang metode pendidikan Islam dan pengaplikasianya. Pendekatan kajian diprogram dengan pendekatan kepustakaan, dimana data investigasi dihimpun dari sumber literature. Untuk pengambilan data yaitu dengan menghimpun rujukan tentang ranah kajian, selanjutnya menelisik karya pihak yang diteliti, kemudian megumpulkan karya dari sumber dan pihak lain berkenaan pandangan pihak yang diteliti. Setelah terkumpul selanjutnya data penelitian diulas memakai pendekatan interpretasi atau analisis konsep. Kesimpulan penelitian ini menyebutkan pandangan Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari tentang metode pendidikan Islam dan pengaplikasianya dapat ditinajau dalam: Pertama, sistem pengelolaan pendidikan. Kedua, kurikulum dan bahan ajar pendidikan Islam. Ketiga, metode, proses dan evaluasi pengajaran pendidikan Islam. Keempat, relasi peserta didik dan pendidik dalam penyelenggaraan pendidikan.
Rupiah
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 364-378; doi:10.37249/as-salam.v4i2.198

Abstract:
Madrasah sudah menerapkan program full day school, program ini selain memiliki kekuatan dan kebaikan juga memiliki problematika tersendiri. Tujuan artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses penerapan program full day school serta apa problematikanya. Metode penelitian yang digunakan berupa penelitian kualitatif. Hasil penelitian ditemukan bahwa madrasah sudah menerapkan program full day school, dalam menerapkan program ini pembelajaran berakhir pada pukul 14.40 WIB dilanjutkan dengan program ekstrakurikuler dan sholat asar berjamaah guru dan siswa, barulah siswa diperbolehkan pulang. Adapun problematika paling besar yang ditemukan berupa kelelahan pada siswa, sehingga pembelajaran tidak berjalan dengan maksimal. Problematika lain berupa siswa yang tidak membawa bekal berupa makanan dan minuman, serta kurangnya waktu siswa bersosialisasi dan membantu orang tua karena siswa harus pulang di sore hari. Pihak sekolah sudah berupaya mengatasi problematika yang dihadapi, tetapi belum bisa mengatasi masalah dengan maksimal. Program full day school sebaiknya dievaluasi serta dihentikan untuk sementara, hingga ditemukan program belajar yang lebih baik.
Rofiqotul Aini, Moh. Nurul Huda
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 345-363; doi:10.37249/as-salam.v4i2.222

Abstract:
Era revolusi Industri 4.0 ditandai dengan melejitnya arus teknologi dan informasi. Kurikulum pendidikan juga harus menyesuaikan dengan berubahnya zaman. Kurikulum 2013 yang sekarang ini digunakan mengalami beberapa revisi sebagai upaya penyempurnaan kurikulum sesuai dengan kebutuhan dan perubahan zaman. Dampak dari revisi tersebut juga mengharuskan revisi terhadap buku ajar. Kualitas buku ajar harus dipertanyakan dan ditelaah kembali supaya buku yang digunakan sesuai dengan perkembangan zaman dan juga sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Berangkat dari kegelisahan ini, penelitian tentang analisis kualitas buku ajar PAI sangatlah penting untuk diteliti. Penelitian memiliki tujuan untuk mengetahui kualitas buku ajar PAI Tingkat SMP kelas VII. Penilaian dilakukan dengan menggunakan instrumen berdasarkan pada standar BSNP yaitu penilaian kualitas kelayakan isi, kelayakan penyajian, kelayakan bahasa, dan kelayakan kegrafikaan. Penelitian ini adalah study literature dengan menggunakan analisis data content analysis. Analisis kualitas buku ajar dilakukan secara sistematik, objektif, dan kuantitatif. Hasil yang diperoleh adalah: pertama, penilaian komponen isi memperoleh skor 88 dengan persentase sebesar 91,67%; kedua, penilaian komponen penyajian memperoleh skor 54 dengan persentase sebesar 90%; ketiga, penilaian aspek bahasa mendapatkan skor 47 dengan persentase 97%, keempat, penilaian aspek kegrafikaan memperoleh skor 197 dengan persentase 94,71%. Secara keseluruhan hasil analisis kualitas buku ajar PAI dilihat dari empat komponen penilaian adalah 93,68% dengan predikat sangat layak.
Nurmalina
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 332-344; doi:10.37249/as-salam.v4i2.206

Abstract:
Penerapan sistem pembelajaran moving class menjadikan guru bidang studi berkewajiban terhadap pengelolaan sarana dan prasarana pembelajaran dikelas bidang studi yang diampunya. Penelitian ini bermaksud untuk memahami implementasi sistem pembelajaran moving class untuk meningkatkan pengelolaan sarana serta prasarana pendidikan pada SMP Negeri 1 Simpang Mamplam Kabupaten Bireuen. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Yang menjadi subjek penelitian pada penelitian ini yaitu kepala sekolah dan wakil bidang kurikulum serta guru bidang studi. Metode penghimpunan data dengan observasi, interview serta studi dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penerapan sistem pembelajaran moving class di SMP Negeri 1 Simpang Mamplam adalah: (a) sarana dan prasarana pembelajaran lebih terpelihara; (b) pengadaan sarana pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan media pembelajaran masing-masing bidang studi; (c) guru bidang studi menjadi penanggung jawab sarana pembelajaran di kelasnya; (d) kerusakan sarana dan prasarana pembelajaran dapat diminimalisir; (e) guru bidang studi berusaha mewujudkan suasana kelas yang memikat dan menyenangkan dengan membuat kreasi mading, pojok baca, tempat duduk yang bervariasi, serta penyediaan map gantung untuk hasil kerja siswa dikelas tersebut, dengan harapan peserta didik merasa senang dan termotivasi dalam belajar yang pada akhirnya akan berdampak kepada peningkatan mutu SMP Negeri 1 Simpang Mamplam Kabupaten Bireuen.
Maskuri, Muhammad Riza, Subardi
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 284-300; doi:10.37249/as-salam.v4i2.223

Abstract:
Lembaga pendidikan Islam Dayah merupakan tradisi belajar mengajar Islam yang telah ada sejak masuk dan berkembangnya Islam ke Nusantara pada abad ke-8 Masehi. Perkembangan institusi Dayah sejak kemunculannya mengalami pasang surut dengan perubahan sosial yang terjadi di masyarakat Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memberikan interpretasi atas perubahan institusi pendidikan Islam Dayah pasca kemerdekaan Indonesia yang menjadi momentum kebangkitannya pasca penjajahan dan perkembangannya pasca reformasi, khususnya sejak ditetapkannya Undang-Undang Pemerintahan Aceh No.11 Tahun 2006. Penelitian ini dilakukan secara sengaja di Dayah di Aceh. Untuk menggali data terkait, penelitian ini melakukan wawancara terhadap sejumlah informan yang terdiri dari Praktisi Dinas Pendidikan, Abu, Teungku dan pengurus Dayah di Aceh. Untuk mendukung data terkait, penelitian ini juga menggunakan observasi dan studi dokumenter tentang Dayah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan Dayah pasca kemerdekaan Indonesia sangat dipengaruhi oleh jaringan Dayah Darussalam Labuhan Haji Aceh Selatan yang dikembangkan oleh Abuya Syeikh Muhammad Wali Al-Khalidy. Sementara itu, perkembangan Dayah pasca reformasi mulai bergeser pengelolaannya dari pola berbasis masyarakat menjadi berbasis pemerintahan dengan melibatkan Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah berupa pengawasan, pengawasan mutu dan penguatan kapasitas manajerial sebagai wujud implementasi Undang-Undang Pemerintahan Aceh Nomor 11 Tahun 2006.
Imam Munandar
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 260-268; doi:10.37249/as-salam.v4i2.214

Abstract:
This research tries to look closely at the background, organizing principle, and how the English in Focus coursebook is designed. To figure out the answer, the research employs a qualitative study with a descriptive approach. The book itself is analyzed by using three parameters set by Canale and Swain, namely 1. The background, 2.Organizing principle, and 3.Type of the syllabus. The research has found that the book is designed to be used in a target-removed context in the EFL context. Furthermore, the book follows the functional/notional syllabus. The conceptualization of language is designed to follow communicative functions, incorporating Canale and Swain's language model involving linguistic, discourse socio-cultural, and strategic components. Following that, the book integrates other syllabus strands. The functional approach is shown by different language functions presented to students, while the discourse syllabus is realized in the speech acts involving politeness and formal and informal language. The structural syllabus is indicated by the grammar items to be learned by students inductively. However, some issues should be addressed in the book. The strategic competence that underlies the syllabus is limitedly realized in the classroom activities. In this case, the books should consider the tasks that enable students to develop their skills in avoiding communication breakdowns such as turn-taking and repair.
Muhammad Hasyimsyah Batubara, Delfia Herwanis, Dharma
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 301-317; doi:10.37249/as-salam.v4i2.207

Abstract:
Reading comprehension is a skill that must be possessed by students so that they can take the main ideas of the text correctly. Based on researchers' observations, almost all students at SMA N 15 Takengon Binaan Nenggeri Antara experienced difficulty reading comprehension skills. The researcher applied (OK5R Strategy) to determine its effect on students' reading comprehension of descriptive texts. This research uses quantitative methods with the type of experimental research and data collection using observation and tests. The sample used in this study was X IPA3 as an experimental class and X IPS2 as a control class, each consisting of 20 students. The findings on using the OK5R strategy positively affect the learning achievement of students' reading comprehension in grade X SMA N 15 Takengon Binaan Nenggeri Antara. Based on these results, teachers can practice this strategy in the teaching and learning process.
Lola Mandasari, Elfi Rahmadhani, Septia Wahyuni
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 269-283; doi:10.37249/as-salam.v4i2.205

Abstract:
Tujuan dari penelitian ini adalah melihat gambaran umum efektivitas perkuliahan daring pada mata kuliah analisis kompleks selama masa pandemic Covid 19 ditinjau dari hasil belajar dan respon mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa semester VI Tadris Matematika IAIN Takengon yang mengambil mata kuliah analisis kompleks. Efektivitas perkuliahan daring pada mata kuliah analisis kompleks ditinjau dari hasil belajar mahasiswa yang diperoleh mahasiswa pada akhir semester, dan respon mahasiswa yang diukur menggunakan angket secara online dengan menggunakan google form. Angket berisikan pernyataan terkait respon mahasiswa dengan menggunakan skala Guttman, dan kemudian dihitung persentasenya untuk menentukan kriteria interpretasi skala Guttman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 83 % mahasiswa tuntas belajar pada mata kuliah analisis kompleks, sisanya 17% tidak tuntas. Persentase rata-rata ketuntasan belajar mahasiswa yang mengambil mata kuliah analisis kompleks sebesar 78,75%, dengan tingkat capaian efektivitas “cukup efektif”. Hasil perhitungan persentase respon mahasiswa terhadap perkuliahan daring pada mata kuliah analisis komplek adalah 42% dengan kriteria interpretasi “cukup efektif”. Dari dua penemuan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa efektivitas perkuliahan analisis kompleks secara daring masih dalam kategori “cukup efektif”, karena masih banyak kendala dan keterbatasan yang dihadapai oleh mahasiswa dan dosen dalam pelaksanaannya.
Elismarwati
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 231-245; doi:10.37249/as-salam.v4i2.187

Abstract:
Pandemi Covid-19 telah membuat perubahan besar di sektor pendidikan, terutama sekolah. Sekolah di seluruh Indonesia saat pandemi Covid-19 didorong melakukan pembelajaran secara online. Persepsi guru Pendidikan Agama Islam terhadap pembelajaran berpengaruh terhadap proses pendidikan, demikian juga halnya persepsi guru terhadap kebijakan pendidikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi guru terhadap pembelajaran dan kebijakan pendidikan selama pandemi Covid-19. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ditemukan bahwa guru merasa tidak puas terhadap pembelajaran yang dilakukan secara online, pembelajaran secara online belum berjalan dengan efektif, guru juga masih kesulitan dalam melaksanakan pembelajaran secara online dan kesulitan dalam menguasai alat pengajarannya. Persepsi guru terhadap kebijakan pendidikan menunjukkan hal baik, karena sekolah siap dalam hal kebijakan, peraturan serta infrastruktur TIK berupa internet. Jaringan internet yang ada disekolah sangat membantu guru yang kesulitan untuk mendapatkan sinyal di rumah, sehingga guru dapat melaksanakan pembelajaran online dari sekolah dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.
Back to Top Top