Jurnal As-Salam

Journal Information
ISSN / EISSN : 2528-1402 / 2549-5593
Published by: Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam (10.37249)
Total articles ≅ 82
Filter:

Latest articles in this journal

Abdul Hafiz
Jurnal As-Salam, Volume 5, pp 43-52; doi:10.37249/assalam.v5i1.245

Abstract:
Penelitian ini memaparkan tentang hasil kepuasan pengguna lulusan alumni program studi Pendidikan Islam Anak usia Dini pada STAIN Gajah Putih Takengon, Aceh Tengah, Aceh. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode survei. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner yang telah disusun sesuai tujuan penelitian. Peneliti melibatkan 51 pengguna lulusan dari berbagai latar belakang pekerjaan. Dari Penelitian ini terungkap bahwa sebanyak 70,6% Pengguna lulusan merasa puas atas kinerja yang dilakukan, kemudian sebanyak 24,8% responden menyatakan sangat puas dan 4,6% lainnya menyatakan kurang puas dengan kinerja yang dilakukan oleh lulusan.
Joni Harnedi, Yulizar Yulizar
Jurnal As-Salam, Volume 5, pp 76-89; doi:10.37249/assalam.v5i1.240

Abstract:
Penelitian ini mengangkat tema pariwisata syariah di Aceh Tengah serta peluang dan tantangan STAIN Gajah Putih dalam mendirikan prodi pariwisata syariah. Riset ini merupakan riset lapangan (field research) dengan memakai pendekatan kualitatif. Sedangkan untuk melihat peluang dan tantangan STAIN Gajah Putih dalam perintisan pogram studi pariwisata syariah, maka dalam penelitian ini menggunakan analisa SWOT. Adapun peluang dan tantangan STAIN Gajah Putih Takengon dalam mendirikan program studi pariwisata syariah dapat diketahui, pertama, kekuatan (strengths) adanya transformasi kelembagaan STAIN Gajah Putih menjadi IAIN, adanya dukungan dari Bupati Aceh Tengah dalam pendirian prodi pariwisata syariah. Kedua, kelemahan (Weaknesses), belum adanya role model program studi pariwisata syariah dan belum tersedianya SDM dosen pariwisata di STAIN Gajah Putih. Ketiga, peluang (Opportunities), belum ada program studi pariwisata syariah di provinsi Aceh, bahkan di Indonesia masih 4 perguruan tinggi yang mempunyai program studi pariwisata syariah, yakni IAIN Batusangkar, IAIN Bukittinggi, Sekolah Tinggi Ekonomi Manajemen Bisnis Islam (STMBI) Al-Aziziyah Randudongkal Pemalang, STAIN Pare-Pare dengan prodi pariwisata Islam. Keempat, ancaman (threats), semakin meningkatnya persaingan global khususnya pariwisata syariah, semakin selektif dan rasional dalam masyarakat dalam memilih lembaga pendidikan, dan letak kampus STAIN Gajah Putih yang jauh dari wilayah perkotaan menjadi ancaman serius bagi pendirian program studi pariwisata syariah dan keberlanjutannya.
Zakiul Fuady Muhammad Daud
Jurnal As-Salam, Volume 5, pp 62-75; doi:10.37249/assalam.v5i1.261

Abstract:
Perbedaan agama dalam sebuah keluarga pada masyarakat Indonesia tidak bisa dielakkan karena Indonesia bersifat pluralis. Namun demikian, dalam pandangan Islam, hal ini akan berdampak kepada masalah kewarisan dimana perbedaan agama merupakan salah satu penghalang untuk mendapatkan warisan. Untuk mengatasi hal ini kebanyakan hakim memberikan harta warisan kepada ahli waris yang berbeda agama melalui wasiat wajibah. Namun, dalam kasus ini, hakim tidak memberikan wasiat wajibah kepada ahli waris yang berbeda agama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui alasan hakim dalam memutuskan perkara tersebut dan menganalisis putusan yang diambil dalam perspektif syara’. Penelitian ini merupakan penelitian gabungan antara kajian yuridis normatif dan yuridis empiris dimana peneliti mencoba menganalisis putusan hakim yang bersifat yuridis empiris berdasarkan kepada perspektif syara’. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim memutuskan tidak memberikan wasiat wajibah kepada ahli waris yang berbeda agama berlandaskan kepada KHI pasal e tentang kualifikasi ahli waris. Putusan ini sudah sesuai dengan syara’ karena tidak bertentangan dengan hadits dan asas dalam hukum kewarisan Islam bersifat ijbari yang tidak bisa dikompromikan kecuali dengan dalil lain.
Musradinur Musradinur, Bulqies Noverlian
Jurnal As-Salam, Volume 5, pp 34-42; doi:10.37249/assalam.v5i1.238

Abstract:
Tujuan penelitian tentang efektivitas penerapan Total Quality Management di MIN 1 Takengon, Aceh Tengah, Aceh adalah untuk mengetahui bagaimana pola penerapan Total Quality Management di sekolah tersebut. Meskipun masih ada kekurangan dan kendala, akan tetapi lembaga tersebut secara terus menerus melakukan perbaikan. Penelitian tersebut dilakukan dengan pendekatan kualitatif, yang mana penelitian tersebut berbasis pemahaman dengan didasarkan pada metodologi penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metodologi yang menyelediki gejala-gejala sosial dan fenomena yang terjadi di masyarakat. Studi kasus dipilih sebagai jenis penelitian yang tepat untuk digunakan dalam penelitian tersebut. Hasil penelitian mengungkapkan Total Quality Managemen di MIN 1 Takengon Aceh Tengah sangat efektif terus berupaya dengan maksimal untuk menerapkan Total Quality Management dengan terus berinovasi dan melakukan pengembangan dalam proses belajar mengajar, untuk menghasilkan lulusan yang bermutu, serta terus berusaha memberikan dan meningkatkan mutu layanan. Hal tersebut ditandai dengan begitu tinggi antusias dari masyarakat tiap tahunnya untuk menyekolahkan anaknya ke MIN 1 Takengon Aceh Tengah. Peningkatan mutu layanan madrasah diwujudkan dalam bentuk rencana strategis dan rencana operasional madrasah yang terdiri dari visi, misi, dan tujuan, menjaga standar mutu yang telah ditetapkan melalui proses pembelajaran di kelas dan di luar kelas, ataupun pembelajaran yang bersifat membentuk karakter siswa sesuai ajaran Islam.
Trifanny Magistra Audia Rahman, Taufik Rahman, Ara Hidayat
Jurnal As-Salam, Volume 5, pp 20-33; doi:10.37249/assalam.v5i1.250

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan bagaimana manajemen sumber dana di Pondok Pesantren Modern Al-Ihsan Baleendah Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian tentang manajemen sumber dana di Pondok Pesantren Modern Al-Ihsan Baleendah dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1) Sumber dana pondok pesantren secara garis besar dapat dikelompokkan atas tiga sumber, yaitu: Pemerintah berupa dana BOS, Orang tua santri berupa SPP, uang dapur santri, dan ZISWAF, serta unit usaha mandiri berupa Koppontren Al-Ihsan. 2) Pengalokasian sumber dana sesuai dengan ketentuan yang berlaku dengan dibuat RAPBM dan dilakukannya pencatatan untuk setiap transaksi. 3) Bentuk pertanggungjawaban sumber dana tergolong baik karena dibuat dalam bentuk laporan harian, bulanan, maupun tahunan. 4) Solusi untuk mengatasi hambatan dalam mengelola kekurangan dana untuk menjalankan kegiatan dengan cara terlebih dahulu memanfaatkan sumber dana yang tersedia tergolong cukup karena setidaknya memenuhi kebutuhan minimal dalam mencapai tujuan kegiatan pembelajaran pondok pesantren.
Rofiqotul Aini, Moh. Nurul Huda
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 345-363; doi:10.37249/as-salam.v4i2.222

Abstract:
Era revolusi Industri 4.0 ditandai dengan melejitnya arus teknologi dan informasi. Kurikulum pendidikan juga harus menyesuaikan dengan berubahnya zaman. Kurikulum 2013 yang sekarang ini digunakan mengalami beberapa revisi sebagai upaya penyempurnaan kurikulum sesuai dengan kebutuhan dan perubahan zaman. Dampak dari revisi tersebut juga mengharuskan revisi terhadap buku ajar. Kualitas buku ajar harus dipertanyakan dan ditelaah kembali supaya buku yang digunakan sesuai dengan perkembangan zaman dan juga sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Berangkat dari kegelisahan ini, penelitian tentang analisis kualitas buku ajar PAI sangatlah penting untuk diteliti. Penelitian memiliki tujuan untuk mengetahui kualitas buku ajar PAI Tingkat SMP kelas VII. Penilaian dilakukan dengan menggunakan instrumen berdasarkan pada standar BSNP yaitu penilaian kualitas kelayakan isi, kelayakan penyajian, kelayakan bahasa, dan kelayakan kegrafikaan. Penelitian ini adalah study literature dengan menggunakan analisis data content analysis. Analisis kualitas buku ajar dilakukan secara sistematik, objektif, dan kuantitatif. Hasil yang diperoleh adalah: pertama, penilaian komponen isi memperoleh skor 88 dengan persentase sebesar 91,67%; kedua, penilaian komponen penyajian memperoleh skor 54 dengan persentase sebesar 90%; ketiga, penilaian aspek bahasa mendapatkan skor 47 dengan persentase 97%, keempat, penilaian aspek kegrafikaan memperoleh skor 197 dengan persentase 94,71%. Secara keseluruhan hasil analisis kualitas buku ajar PAI dilihat dari empat komponen penilaian adalah 93,68% dengan predikat sangat layak.
Nurmalina
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 332-344; doi:10.37249/as-salam.v4i2.206

Abstract:
Penerapan sistem pembelajaran moving class menjadikan guru bidang studi berkewajiban terhadap pengelolaan sarana dan prasarana pembelajaran dikelas bidang studi yang diampunya. Penelitian ini bermaksud untuk memahami implementasi sistem pembelajaran moving class untuk meningkatkan pengelolaan sarana serta prasarana pendidikan pada SMP Negeri 1 Simpang Mamplam Kabupaten Bireuen. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Yang menjadi subjek penelitian pada penelitian ini yaitu kepala sekolah dan wakil bidang kurikulum serta guru bidang studi. Metode penghimpunan data dengan observasi, interview serta studi dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penerapan sistem pembelajaran moving class di SMP Negeri 1 Simpang Mamplam adalah: (a) sarana dan prasarana pembelajaran lebih terpelihara; (b) pengadaan sarana pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan media pembelajaran masing-masing bidang studi; (c) guru bidang studi menjadi penanggung jawab sarana pembelajaran di kelasnya; (d) kerusakan sarana dan prasarana pembelajaran dapat diminimalisir; (e) guru bidang studi berusaha mewujudkan suasana kelas yang memikat dan menyenangkan dengan membuat kreasi mading, pojok baca, tempat duduk yang bervariasi, serta penyediaan map gantung untuk hasil kerja siswa dikelas tersebut, dengan harapan peserta didik merasa senang dan termotivasi dalam belajar yang pada akhirnya akan berdampak kepada peningkatan mutu SMP Negeri 1 Simpang Mamplam Kabupaten Bireuen.
Rupiah
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 364-378; doi:10.37249/as-salam.v4i2.198

Abstract:
Madrasah sudah menerapkan program full day school, program ini selain memiliki kekuatan dan kebaikan juga memiliki problematika tersendiri. Tujuan artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses penerapan program full day school serta apa problematikanya. Metode penelitian yang digunakan berupa penelitian kualitatif. Hasil penelitian ditemukan bahwa madrasah sudah menerapkan program full day school, dalam menerapkan program ini pembelajaran berakhir pada pukul 14.40 WIB dilanjutkan dengan program ekstrakurikuler dan sholat asar berjamaah guru dan siswa, barulah siswa diperbolehkan pulang. Adapun problematika paling besar yang ditemukan berupa kelelahan pada siswa, sehingga pembelajaran tidak berjalan dengan maksimal. Problematika lain berupa siswa yang tidak membawa bekal berupa makanan dan minuman, serta kurangnya waktu siswa bersosialisasi dan membantu orang tua karena siswa harus pulang di sore hari. Pihak sekolah sudah berupaya mengatasi problematika yang dihadapi, tetapi belum bisa mengatasi masalah dengan maksimal. Program full day school sebaiknya dievaluasi serta dihentikan untuk sementara, hingga ditemukan program belajar yang lebih baik.
Yunie Amalia Rakhmyta, Rusmiati
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 379-390; doi:10.37249/as-salam.v4i2.186

Abstract:
Idiomatic expressions are expressions whose meanings cannot be derived from their literal meaning. Thus, it is viewed as a challenging part for EFL learners in either understanding or practicing them. However, using them in oral spoken adequately signifies that someone is a proficient English user. This research is carried out to depict the learner's application of idiomatic expressions in spoken English. It is performed to address the accompanying examination questions: (1) Do EFL learners of the English Department in IAIN Takengon use idiomatic expressions in speaking? (2) What type of idioms do they produce in speaking? (3) What is the most frequently used idiom type in their speaking?. 20 students' recordings were collected and analyzed using the descriptive qualitative method. The result shows that the learners use idiomatic expressions. The learners produced only three types of idiomatic expressions, namely phrasal verb idiom, tournures idiom, and irreversible compound idiom. Of all, phrasal verb idiom is the most frequently used. It is suggested that the learners are encouraged to be exposed to English more often to apply more idiomatic expressions in their speaking.
Mukhlis Lbs, Muhammad Hasyimsyah Batubara
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 318-331; doi:10.37249/as-salam.v4i2.211

Abstract:
Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari tentang metode pendidikan Islam dan pengaplikasianya. Pendekatan kajian diprogram dengan pendekatan kepustakaan, dimana data investigasi dihimpun dari sumber literature. Untuk pengambilan data yaitu dengan menghimpun rujukan tentang ranah kajian, selanjutnya menelisik karya pihak yang diteliti, kemudian megumpulkan karya dari sumber dan pihak lain berkenaan pandangan pihak yang diteliti. Setelah terkumpul selanjutnya data penelitian diulas memakai pendekatan interpretasi atau analisis konsep. Kesimpulan penelitian ini menyebutkan pandangan Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari tentang metode pendidikan Islam dan pengaplikasianya dapat ditinajau dalam: Pertama, sistem pengelolaan pendidikan. Kedua, kurikulum dan bahan ajar pendidikan Islam. Ketiga, metode, proses dan evaluasi pengajaran pendidikan Islam. Keempat, relasi peserta didik dan pendidik dalam penyelenggaraan pendidikan.
Back to Top Top