Jurnal As-Salam

Journal Information
ISSN / EISSN : 25281402 / 25495593
Current Publisher: Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam (10.37249)
Total articles ≅ 29
Filter:

Latest articles in this journal

Rosliana Harahap
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 167-179; doi:10.37249/as-salam.v4i1.144

Abstract:
Mathematical literacy is the capacity of individuals to formulate, use and interpret mathematics in various contexts. Mathematical literacy skills consist of 6 levels, level I, II, and III are low level thinking abilities while level IV, V and VI are high level thinking abilities. These levels can be measured using PISA questions, PISA questions are arranged with content, context and process. Mathematical literacy ability can develop human mindset so that it can find solutions to every problem. This research was conducted to determine the level of literacy ability of students in the first semester of TMA IAIN Takengon TA. 2019 / 2020. This study uses a quantitative description approach. population and sample of 11 students in semester I of TMA IAIN Takengon. The students will be given a math literacy ability test which will be calculated on average. The results of the 11 students' mathematical literacy ability test at level I have an average score of 68.18 so that the mathematics literacy ability of students is in the moderate category, at level II the average score of the student is 69.09 in the medium category, level III average score students are 67.72 in the medium category, the average level IV score of students is 51.81 in the low category, at level V the average score of students is 45 in the low category and at level VI the average score of students is 28.63 in the category low. And the score of 11 students' mathematical literacy ability is 55,076 in the low category. Because the overall mathematical literacy ability of students in the category is low so it must be done innovation and development of appropriate learning models so that students' mathematical literacy skills are even better. Keywords: Literacy ability, Mathematics, PISA Abstrak: Kemampuan literasi matematika adalah kapasitas individu untuk memformulasikan, menggunakan, dan menafsirkan matematika dalam berbagai konteks. Kemampuan literasi matematika dapat mengembangkan pola pikir manusia sehingga dapat menemukan solusi dari setiap masalah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kemampuan literasi mahasiswa semester I TMA IAIN Takengon TA. 2019/2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskripsi kuantitatif. Dengan populasi dan sampel seluruh mahasiswa semester I TMA IAIN Takengon yang berjumlah 11 orang. Mahasiswa akan diberikan tes kemampuan literasi matematika yang selanjutnya nilainya akan dihitung rata-ratanya. Hasil tes kemampuan literasi matematika 11 mahasiswa tersebut pada level I memilki rata-rata nilai 68,18 sehingga kemampuan literasi matematika mahasiswa dalam kategori sedang, pada level II rata-rata hasil tes kemampuan literasi matematika mahasiswa adalah 69,09 dalam katerogi sedang, pada level III nilai rata-rata hasil tes kemampuan literasi matematika mahasiswa adalah 67,72 dalam kategori sedang, pada level IV rata-rata nilai hasil tes kemampuan literasi matematika mahasiswa adalah 51,81 dalam kategori rendah, pada level V nilai rata-rata kemampuan literasi matematika mahasiswa adalah 45 dalam kategori rendah dan pada level VI rata-rata nilai kemampuan literasi matematika mahasiswa adalah 28,63 dalam kategori rendah. Dan nilai rata-rata kemampuan literasi matematis 11 mahasiswa tersebut adalah 55,076 dalam kategori rendah. Karena kemampuan literasi mahasiswa matematika dalam kategori rendah maka perlu dilakukan inovasi pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan literasi matematika mereka. Kata Kunci : Kemampuan literasi, Matematika, PISA
Muhammad Hasyimsyah Batubara, Muhammad Gita Swara Mahardhika
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 61-78; doi:10.37249/as-salam.v4i1.175

Abstract:
Today students’ are sometime less interested in understanding active and passive voice, so that when they learn it, there is a lot of incomprehension in understanding it, especially in transforming active to passive voice. This research are to know and to find out the most dominant the students’ difficulties in transforming active to passive voice form at fourth semester students’ STAIN Gajah Putih Takengon Aceh in 2017/2018 Academic Year. This study was conducted using a qualitative approach. The source of the data for this study was taken at fourth semester students’ of English Department of STAIN GP Takengon Aceh. Besides, the source of data in this research also a grammar lecturer. The technique of data collection were used observation, documentation, and interviews technique. The data analysis were used the Miles and Huberman’s models, including reduction of data, display, and conclusions; drawing/verifying. The outcomes of analysis, the researcher found the most dominant students’ difficulties in changing active to passive voice were: difficulties in determining subject, difficulties in using auxiliary verb be, and difficulties in using verb3 in passive voice and most dominant difficulties was found in form of past continuous they are not able to understand well, due to still use tools (dictionary). Based on the findings of this study, the researcher concluded that some students’ have a fairly good ability in understanding passive voice form, but some of the other students’ must also improve their understanding in English grammar. Keywords: Active and Passive Voice, Analysis, Students’ Difficulties Abstrak: Dewasa ini mahasiswa terkadang kurang tertarik untuk memahami bentuk active dan passive voice, sehingga ketika mereka mempelajarinya, ada banyak kesulitan dalam memahaminya, terutama dalam mengubah bentuk active menjadi passive. Penelitian ini untuk melihat dan mengetahui kesulitan paling dominan dalam mengubah bentuk active menjadi passive mahasiswa semester empat prodi bahasa Inggris STAIN Gajah Putih Takengon Aceh pada Tahun Akademik 2017/2018. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian ini diambil dari mahasiswa semester empat prodi bahasa Inggris STAIN Gajah Putih Takengon Aceh dan dosen prodi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil analisis, peneliti menemukan kesulitan siswa yang paling dominan dalam mengubah active menjadi passive adalah: kesulitan dalam menentukan subjek, mengunakan auxiliary verb be, dan kesulitan dalam menggunakan kata kerja bentuk ke 3, dan yang paling dominan ditemukan kesulitan dalam merubah past continuous, sehingga membutuhkan alat (kamus). Berdasarkan temuan penelitian ini, peneliti menyimpulkan bahwa beberapa mahasiswa memiliki kemampuan yang cukup baik dalam memahami bentuk passive, tetapi beberapa siswa lain harus meningkatkan pemahaman mereka dalam tata bahasa Inggris. Kata Kunci: Active dan Passive Voice, Analisis, Kesulitan Siswa
R Mochamad A
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 124-142; doi:10.37249/as-salam.v4i1.168

Abstract:
This study aims to analyze the salat movements associated with Covid-19 and economic turbulence. The secret in the salat movement gives health to the human body. By continuing to carry out the obligation of salat as a Muslim, and the current economic condition shaken by Covid-19, could become one of the strongholds of economic turbulence. Data is taken from content in the form of stages of ablution and salat movement, secondary data obtained from the Central Bureau of Statistics (BPS), World Health Organization (WHO), International Monetary Fund (IMF), and Worldbank. This study uses a content analysis methodology, with a Hahslm theory approach that integrates Covid-19, Islamic economics and religiosity and the Koran. The results show that health, patience and religiosity can strengthen the resilience of Covid-19 as well as by offering salat to face the economic crisis. Keywords: Islam, Health, Salat Movement, Covid-19, Economy Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gerakan sholat yang berkaitan dengan Covid-19 serta turbulensi ekonomi. Rahasia dalam gerakan shalat memberikan kesehatan bagi tubuh manusia. Dengan tetap menjalankan kewajiban salat sebagai seorang umat Islam, dan keaadan ekonomi saat ini yang tergunvang oleh Covid-19 bisa menjadi salah satu benteng pertahanan terhadap turbelensi ekonomi. Data diambil dari konten berupa tahapan wudu dan gerakan salat, data sekunder diperoleh dari Biro Pusat Statistik (BPS), World Health Organization (WHO), International Monetary Fund (IMF), dan Worldbank. Studi ini menggunakan metodologi analisis konten, dengan pendekatan teori Hahslm yang mengintegrasikan Covid-19, ekonomi dan religiusitas Islam dan Al-Quran. Hasil menunjukkan bahwa kesehatan, kesabaran, dan religiusitas dapat memperkuat ketahanan diri dari Covid-19 serta dengan salat untuk menghadapi krisis ekonomi. Kata-kata kunci: Islam, Kesehatan, Gerakan Shalat, Covid-19, Ekonomi
Rohman
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 152-166; doi:10.37249/as-salam.v4i1.161

Abstract:
This study aims to show the application of the strategy and Madrasah leadership management towards quality improvement of education. The location of the study was conducted at Madrasah Aliyah Negeri 1 Yogyakarta (MAN 1 Yogyakarta). This type of research is a qualitative descriptive and data collection method is done by non-participant observation, in-depth interviews, and documentation. The result shown that the head of madrasah had applied strategic steps towards quality improvement of education. The priority in teachers’ training to improve their skill and learning process among students in three domains; academic, tahfidz and research. In optimizing these steps madrasah collaborates with education stakeholders, universities, training centers, academics and the community to provide guidance and assistance in improving the learning process in the internal madrasah. Besides the head of the madrasah manage activities by distributing responsibilities to each field in the madrasah organization. In addition, the relationship between the headmaster and its member are built through an intensive dialogical approach and open communication with the aim that works can be carried out together in order to improve the quality of education. Keywords: Strategy, Management, Quality of Education, Madrasah Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperlihatkan penerapan strategi dan pengendalian kepemimpinan Madrasah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Lokasi penelitian dilakukan di Madrasah Aliyah Negeri 1 Yogyakarta (MAN 1 Yogyakarta). Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi non partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa langkah-langkah strategis yang dilakukan kepala madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan berupa prioritas pada kegiatan pelatihan terhadap guru untuk meningkatkan skil mereka, dan prioritas peningkatan proses pembelajaran di kalangan siswa dalam tiga ranah yaitu akademis, tahfidz, dan riset. Dalam optimalisasi langkah-langkah tersebut pihak madrasah melakukan kerja sama dengan para stakeholders pendidikan, yakni perguruan tinggi, balai pelatihan, akademisi dan masyarakat guna memberi bimbingan dan pendampingan dalam meningkatkan proses pembelajaran di internal madrasah. Sementara pengendalian yang dilakukan kepala madrasah terhadap aktivitas kerja dengan cara mendistribusikan tanggung jawab terhadap masing-masing bidang dalam organisasi madrasah. Di samping itu hubungan kepala madrasah dengan bawahan dibangun dengan pendekatan dialogis dan keterbukaan komunikasi yang intensif dengan tujuan agar aktivitas kerja dapat dilakukan secara bersama-sama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Kata Kunci: Strategi, Pengendalian, Kepemimpinan, Mutu Pendidikan, Madrasah.
Putri Wulan Dhari
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 110-123; doi:10.37249/as-salam.v4i1.169

Abstract:
This study aims to described an language error in scientific article made by lecturer in STAIN Gajah Putih Takengon. The data of this research were taken from four scientific article made by lecturer in STAIN Gajah Putih Takengon. Research data in the form of errors in Indonesian language in spelling, diction, sentences, and paragraphs contained in a scientific article. Data collection techniques in the form of documentary study technique . The research results show that; 1) 753 data errors were found in the total; 2) the most common language errors is in spelling, which is 463 data, 3) errors in diction which is 215 data; 4) errors in the use of sentences of 67 data; and 5) errors in the paragraph aspects were found in 8 data.Keywords: language errors, scientific article Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kesalahan berbahasa dalam artikel ilmiah dosen STAIN Gajah Putih Takengon. Sumber data penelitian ini adalah empat artikel ilmiah dosen STAIN Gajah Putih Takengon. Data penelitian berupa kesalahan berbahasa Indonesia dalam ejaan, diksi, kalimat, dan paragraf yang terdapat dalam artikel ilmiah. Teknik pengumpulan data berupa teknik studi dokumenter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) ditemukan kesalahan berbahasa sebanyak 753 data secara keseluruhan; 2) kesalahan berbahasa yang paling banyak ditemukan adalah kesalahan pada ejaan, yaitu sebanyak 463 data; 3) kesalahan dalam pemilihan kata (diksi), yaitu sebanyak 215 data; 4) kesalahan dalam pemakaian kalimat sebanyak 67 data; dan 5) kesalahan pada aspek pemaragrafan ditemukan sebanyak 8 data.Kata kunci: kesalahan berbahasa, artikel ilmiah
Nurul Qomariyah Ahmad, Suminah, Ruri Amanda
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 95-109; doi:10.37249/as-salam.v4i1.166

Abstract:
The mualaf community of Kala Hamlet, Wih Ilang Village , Central Aceh Regency, Aceh Province, embraced Islam simultaneously and massively. They are Karo Catholics who previously lived in the Karo District of North Sumatra Province. One of the reasons for the transfer of the Karo community to the Kala hamlet was to make a living. The transfer process has been going on since the 1990. It takes process and effort to become a good Muslim. The purpose of this research is to know the religious transformation in the field of worship. This research uses descriptive qualitative with in-depth interview techniques, FGD, documentation and observation. The validity of the data uses triangulation techniques with Milles and Hubberman analysis . Based on the results of the study, it was found that the converts of the people of Kala underwent a process of transforming religious life in the field of worship by committing to perform worship according to Islamic teachings properly and correctly , despite the limited conditions and constraints when embracing Islam had been 30 years old . thus causing them to experience delays in understanding the Koran reading and prayer reading in worship rituals. In addition there are still many practices of compassion that they have not yet understood and will result in suboptimal levels of worship. Keywords: Transformation, Religious, Mualaf Abstrak: Masyarakat mualaf Dusun Kala Desa Wih Ilang Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh memeluk agama Islam secara serempak dan masif. Mereka merupakan keturunan suku Karo beragama Katholik yang sebelumnya berdomisili di Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara. Salah satu alasan perpindahan masyarakat Karo tersebut ke Dusun Kala untuk mencari penghidupan. Proses perpindahan sudah berlangsung sejak tahun 1990-an. Dibutuhkan proses dan usaha agar menjadi seorang Muslim yang baik. Tujuan dari penelitian ini mengetahui transformasi keagamaan pada bidang ibadah. Penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam, FGD, dokumentasi dan observasi. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi dengan analisis Milles and Hubberman. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa masyarakat mualaf Dusun Kala menjalani proses transformasi kegamaan pada bidang ibadah dengan berkomitmen menjalankan ibadah sesuai ajaran Islam secara baik dan benar, walaupun kondisi yang terbatas serta mengalami kendala ketika memeluk agama Islam sudah berusia 30 tahun. sehingga menyebabkan mereka mengalami keterlambatan dalam memahami bacaan Alquran maupun bacaan doa dalam ritual ibadah. Selain itu masih banyak praktik ibadah yang belum mereka pahami dan akan berakibat tidak optimalnya tataran ibadah. Kata Kunci: Transformasi, Keagamaan, Mualaf
Rini Yusmarti, Yasir Arafat, Dessy Wardiah
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 143-151; doi:10.37249/as-salam.v4i1.160

Abstract:
The focus of this research is on the supervisory management of academic supervisors at MTs Negeri 2 Ogan Ilir. The research objective is to look at how to manage academic supervision in MTs Negeri 2 Ogan Ilir, such as planning, implementing, evaluating, and following up on academic supervision. This research uses a qualitative approach. The results obtained from the perspective of academic supervision planning at MTs Negeri 2 Ogan Ilir can be said to work well with the supervision planning program. Academic oversight by supervisors at MTs Negeri 2 Ogan Illir has been carried out but not yet optimal because the frequency of visits is still lacking. An evaluation of academic oversight at MTs Negeri 2 Ogan Ilir has been carried out but not yet effective. The follow-up of the academic supervision conducted by the supervisor in MTs Negeri 2 Ogan Ilir is quite adequate. Keywords: Management, Academic Supervision, and Supervisor. Abstrak: Fokus penelitian ini pada manajemen pengawas akademik pengawas di MTs Negeri 2 Ogan Ilir. Tujuan penelitian adalah untuk melihat bagaimana mengelola pengawasan akademik di MTs Negeri 2 Ogan Ilir, seperti perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan menindaklanjuti pengawasan akademik. Jenis penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian diperoleh dari sisi perencanaan pengawasan akademik di MTs Negeri 2 Ogan Ilir dapat dikatakan berhasil dengan baik dengan program perencanaan pengawasan. Pengawasan akademik oleh pengawas di MTs Negeri 2 Ogan Illir telah dilakukan tetapi belum optimal karena frekuensi kunjungan masih kurang. Evaluasi pengawasan akademik di MTs Negeri 2 Ogan Ilir telah dilakukan tetapi belum efektif. Tindak lanjut dari pengawasan akademik yang dilakukan oleh pengawas di MTs Negeri 2 Ogan Ilir cukup memadai. Kata Kunci: Manajemen, Pengawasan Akademik, Pengawas.
Mukhlis Lbs
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 79-94; doi:10.37249/as-salam.v4i1.170

Abstract:
The aim of this research is to look at the thoughts of the founder of NU KH. Hasyim Ash'ari on the concept of education so that it can be obtained comprehensively. This research model is carried out using a library-research approach, in collecting data carried out by collecting references on the topic being studied, tracing the work of the character being studied, and looking for the work of other parties with regard to the thought of Hadratus Shaykh Hasyim Asy'ari ideologically, social, cultural and religious. The research data consisted of primary sources and secondary data. After the research data has been collected, it is processed by reading and classifying its contents, then data interpretation is carried out through the content of ideas or concept analysis. The findings in this research are that KH. Hasyim Ash'ari on the concept of education: First, it is seen from the aspect of the relationship between science and religion that cannot be separated. Secondly, education must contain moral values through aesthetic values with sufistic breath. Third, applying the principles of ahl as-Sunnah wa al-Jamaah (tawazun, tawassuth, ta‘adul and tasamuh) in the implementation of education. Keywords: KH. Hasyim Ash'ari, Thought, Education Abstrak: Penelitian ini tujuannya melihat pemikiran pendiri NU KH. Hasyim Asy’ari terhadap konsep pendidikan sehingga dapat diperoleh dengan komprehensif. Model penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kepustakaan (library-research), dalam pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan rujukan mengenai topik yang sedang kaji, menelusuri karya tokoh yang sedang diteliti, dan mencari karya pihak lain yang berkenaan dengan pemikiran Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari secara ideologis, sosial, kultural dan keagamaan. Data penelitian terdiri dari sumber primer dan data sekunder. Setelah dikumpulkan data penelitian diolah dengan dibaca dan diklasifikasikan isinya, selanjutnya dilakukan interpretasi data melalui isi gagasan atau analisa konsep (conten analysis).Temuan dalam penelitia ini bahwa pemikiran KH. Hasyim Asy’ari terhadap konsep pendidikan: Pertama, dilihat dari aspek hubungan ilmu dan agama yang tidak bisa dipisahkan. Kedua, pendidikan harus memuat nilai-nilai moral melalui nilai-nilai estetis yang bernafaskan sufistik. Ketiga, menerapkan prinsip-prinsip ahl as-Sunnah wa al-Jamaah (tawazun, tawassuth, ta‘adul dan tasamuh) dalam pelaksanaan pendidikan. Kata kunci: KH. Hasyim Asy’ari, Pemikiran, Pendidikan
Abdul Hafiz
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 1-12; doi:10.37249/as-salam.v4i1.150

Abstract:
This research is the result of tracer study alumni of Islamic Education programs for Early Childhood students at STAIN Gajah Putih Takengon, Aceh Tengah, Aceh. The need for tracer study data for alumni of study programs is needed to map the alumni existence and as an input for evaluating the internal quality of the study programs that have been implemented and taught to alumni. By using the census method, researchers took the entire PIAUD study program alumni, while the key informants in this study were 428 PIAUD Early Study alumni and graduate users. However, after conducting this research a total of 144 graduates were recorded. While supporting informants came from the head of the PIAUD study program, academic staff of STAIN GPA and other information. From this study it was revealed that graduates of the PIAUD study program had worked in various early childhood education institutions, such as being a TPA teacher, family planning teacher, kindergarten/RA teacher, civil servant, school principal, and school supervisor. And the average waiting period for them to get a job is less than one year. Keywords: Tracer Study, Alumni, Islamic Education programs for Early Chilhood Students Abstrak: Penelitian ini merupakan hasil tracer study alumni program studi Pendidikan Islam Anak usia Dini pada Sekolah Tinggi Agama Islam Takengon, Aceh Tengah, Aceh. Kebutuhan akan data tracer study Alumni Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini STAIN GPA sangat dibutuhkan untuk memetakan keberadaan alumni serta sebagai bahan masukan evaluasi terhadap mutu internal pelaksanaan program studi yang telah dijalankan dan diajarkan kepada alumni. Dengan menggunakan metode sensus, peneliti mengambil keseluruhan alumni prodi PIAUD, adapun yang menjadi informan kunci dalam penelitian ini adalah 428 alumni Prodi Pendidikan Islam Anak usia Dini dan pengguna lulusan. Namun setelah melakukan penelitian ini total lulusan yang terdata berjumlah 144 lulusan. Sementara informan pendukung berasal dari ketua prodi PIAUD, staf bagian akademik STAIN GPA dan informasi lainnya. Dari Penelitian ini terungkap bahwa lulusan prodi PIAUD telah bekerja di berbagai lembaga pendidikan anak usia dini. Mulai dari guru TPA, guru KB, guru TK/RA, PNS, kepala sekolah, maupun pengawas sekolah. Dan rata-rata masa tunggu mereka dalam mendapatkan pekerjaan kurang dari satu tahun. Kata Kunci: Tracer Study, Alumni, Mahasiswa Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Barkat Amiruddin
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 28-36; doi:10.37249/as-salam.v4i1.146

Abstract:
Learning from Home Program have started since the covid19 pandemic entered Indonesia. Educators and education staff have implemented this program in schools. The purpose of this study was to determine the perceptions of teaching staff and education staff towards Learning from Home Program, the positive and negative impacts of the Learning from Home Program, and the obstacles in implementing the Learning from Home Program. The research method used is descriptive research with a qualitative approach. This research was conducted in 4 schools in the Central Bengkulu area, with 72 respondents. The results of the study found that most of the teaching staff and education staff did not like the Learning from Home Program, which was 61.1% or as many as 44 people. Positive impacts of the Home Learning Program, namely: (a) Learning becomes more time-efficient; (b) Train students to be more independent and responsible; (c) Making teachers more creative in making learning media and quizzes and multimedia supporting the learning process; and others. The negative impacts of the Home Learning Program, namely: (a) Reduced communication between teacher and students; (b) Learning becomes more difficult to control; (c) Difficulties in evaluating children; and others. Constraints in the implementation of the Learning from Home Program, namely: (a) Not all students have the tools to support the learning process; (b) Poor internet network in remote areas; (c) Lack of interaction and communication between students and teachers; and (d) There are still students who underestimate online learning. Keywords: Perception, Educators, Educators, Learning from Home Program Abstrak: Program belajar dari rumah sudah mulai dilakukan sejak pandemi covid19 masuk ke Indonesia. Tenaga pendidik dan tenaga kependidikan telah menerapkan program ini disekolah. Tujuan penelitian untuk mengetahui persepsi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan terhadap program belajar dari rumah, dampak positif dan negatif Program Belajar dari Rumah, serta kendala dalam penerapan Program Belajar dari Rumah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di 4 sekolah di daerah Bengkulu Tengah, dengan jumlah responden sebanyak 72 orang. Hasil penelitian ditemukan bahwa sebagian besar Tenaga pendidik dan tenaga kependidikan tidak menyukai Program belajar dari Rumah, yaitu sebanyak 61,1% atau sebanyak 44 orang. Dampak positif Program Belajar dari Rumah, yaitu: (a) Pembelajaran menjadi lebih hemat waktu; (b) Melatih siswa lebih mandiri dan bertanggung jawab; (c) Membuat guru lebih kreatif dalam membuat media pembelajaran dan kuis serta multimedia pendukung proses pembelajaran; dan lain-lain. Dampak negatif Program Belajar dari Rumah, yaitu: (a) Komunikasi yang berkurang antara guru dan siswa; (b) Pembelajaran jadi lebih susah untuk di control; (c) Kesulitan dalam evaluasi terhadap anak; dan lain-lain. Kendala dalam penerapan Program Belajar dari Rumah, yaitu: (a) Tidak semua siswa mempunyai alat pendukung proses pembelajaran; (b) Buruknya jaringan internet di daerah pedalaman; (c) Kurangnya interaksi dan komunikasi antara siswa dan guru; dan (d) Masih ada siswa yang menganggap remeh terhadap pembelajaran daring. Kata Kunci: Persepsi, Tenaga Pendidik, Tenaga Kependidikan, Program Belajar dari Rumah
Back to Top Top