Scripta: Jurnal Ilmiah Mahasiswa

Journal Information
EISSN : 2656-9809
Current Publisher: Bangka Belitung University (10.33019)
Total articles ≅ 20
Filter:

Latest articles in this journal

Yeriko Anugrah Simarmata, Niken Harwanti Bakri, Sonia Devi Lawolo, Rahmayanti Rahmayanti
Scripta: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Volume 2, pp 58-77; doi:10.33019/scripta.v2i1.22

Abstract:
Korupsi terjadi secara sistematis dan meluas, tidak hanya merugikan keuangan dan perekonomian negara, tetapi juga merupakan pelanggaran terhadap hak-hak sosial dan ekonomi masyarakat secara luas, sehingga digolongkan sebagai extraordinary crime sehingga pemberantasannya harus dilakukan dengan cara yang luar biasa. Penyimpangan dalam proses pengadaan barang dan jasa yang merugikan keuangan negara merupakan salah satu bentuk tindak pidana korupsi. Salah satu kasus korupsi dalam pengadaan barang/jasa pemerintah adalah kasus korupsi pengadaan di Dinas Kesehatan Kabupaten Toba Samosir dengan Terdakwa dr. Haposan Siahaan, M.Kes. (Putusan PN Medan No. 64/ Pid.Sus.K/ 2013/ PN.Mdn). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian yuridis normatif , Sifat penelitian ini termasuk penelitian yang bersifat deskriptif. Tiada hukuman tanpa kesalahan, strategi yang tepat untuk mencegah atau meminimalisir potensi korupsi sehingga dapat dideteksi sejak awal, upaya pencegahan dan pengawasan untuk menanggulangi munculnya “tanda-tanda bahaya” yang diperkirakan akan berpotensi korupsi. Pengguna dan penyedia haruslah selalu berpatokan kepada filosofi pengadaan barang/jasa, tunduk kepada etika dan norma pengadaan barang/jasa yang berlaku. Terdakwa dipandang mampu mempertanggung jawabkan perbuatannya, oleh karenanya Terdakwa harus dinyatakan bersalah dan dijatuhi pidana yang jenis serta lamanya pidana penjara, besarnya denda dan besarnya uang pengganti. Terdakwa dinyatakan bersalah dan dijatuhi pidana, maka sesuai dengan ketentuan Pasal 222 ayat (1) KUHAP.
Finna Listiyani, Abdul Rahmad Zalukhu, Markus Gaurifa, Rahmayanti Rahmayanti
Scripta: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Volume 2, pp 14-28; doi:10.33019/scripta.v2i1.18

Abstract:
Tindakan korupsi yang merugikan keuangan Negara merupakan salah satu bagian dari tindak pidana yang memiliki hukuman yang paling berat di antara jenis tindakan korupsi yang lain. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis penyebab timbulnya Tindak Pidana Korupsi yang merugikan keuangan negara serta penerapan hukum terhadap terpidana yang melakukan tindak pidana korupsi sesuai dengan putusan pengadilan Nomor: 17/Pid.Sus-TPK/2016/PN.Mdn. Metode pendekatan penelitian ini adalah yuridis normatif, untuk mengetahui penerapan asas-asas yang terdapat dalam peraturan perundang-undangan. Sumber bahan hukum yang digunakan terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan bahan hukum tersier. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tindak Pidana Korupsi terkait dengan kerugian keuangan negara atas nama terpidana Parno yang pada tingkat Pengadilan Negeri Medan menghukum dengan pidana penjara, denda dan uang pengganti dan dinyatakan secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi.
Nopa Laura, Sujadmi Sujadmi, Putra Pratama Saputra
Scripta: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Volume 2, pp 29-43; doi:10.33019/scripta.v2i1.19

Abstract:
Kearifan lokal terdiri dari berbagai macam tradisi dan budaya yang ada didalamnya. Lahirnya sebuah tradisi menjadi salah satu ciri khas yang di bentuk oleh masyarakat dalam suatu daerah. Tradisi juga dilahirkan sebagai wujud nilai lokal yang akan di turunkan secara turun temurun kepada generasi selanjutnya. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi eksistensi tradisi berladang yang berbasis kearifan lokal, terutama pada tradisi pisau kuai dan ngirec padei di Desa Mancung, Bangka Barat. Penelitian ini menggunakan Teori Small is Beautiful milik E.F. Schumacher yang menggagas bahwa masyarakat lokal bisa maju dengan memanfaatkan hal kecil salah satunya nilai lokal yang dimiliki oleh suatu masyarakat. Ada satu konsep besar dalam teori ini yaitu Ekosialisme, dimana dalam ekososialisme terdapat enam komponen diantaranya: ekololasisme/kelestarian, kesederhanaan, keuntungan, kerukunan, kebebasan, dan pertanggungjawaban. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang sumber data primernya dari wawancara tidak terstruktur dengan informan. Jumlah infoman dalam penelitian ini adalah 18 orang terdiri dari masyarakat yang masih melaksanakan tradisi pisau kuai dan ngirec padei, tokoh adat, kepala desa, tokoh agama, dan PPL di Kecamatan. Temuan utama penelitian ini yaitu menjelaskan mengenai sejarah munculnya tradisi pisau kuai dan ngirec padei, penggunaan tradisi pisau kuai dan ngirec padei. Selain itu juga ditemukan faktor yang mendorong masih bertahannya tradisi pisau kuai dan ngirec padei yaitu: sebagai motivasi masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan, masih tingginya kepercayaan masyarakat, pengetahuan masyarakat tentang tradisi, dan sebagai orientasi meningkatnya ekonomi masyarakat.
Rani Dian Sari, Bustami Rahman, Luna Febriani
Scripta: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Volume 2, pp 91-103; doi:10.33019/scripta.v2i1.24

Abstract:
Zakat merupakan sebuah ibadah maliah ijtima’iyah yang mempunyai tujuan kesejahteraan dunia dan akhirat. Islam telah menetapkan zakat sebagai kewajiban dan menjadikannya sebagai salah satu rukun yang memposisikannya pada kedudukan tinggi lagi mulia. Hal ini berimplikasi pada spiritual individu baik muzaki maupun mustahik. Spiritual merupakan pemahaman keagamaan yang dogmatis bahwa segala perintah agama adalah perintah yang harus dilaksanakan sebagai bentuk kesadaran tauhid. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi makna spiritual zakat bagi muzaki dan mustahik di Kelurahan Tuatunu Indah Kota Pangkalpinang. Penelitian ini menggunakan Teori Protestan Ethic dari Max Weber. Teori ini menjelaskan hubungan antara agama degan aktifitas ekonomi yang ada didalam masyarakat. Terdapat konsep utama dalam teori ini yaitu The Calling, dimana The Calling atau panggilan suci ini menimbulkan sebuah dampak kerja yang sungguh-sungguh tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup, tetapi juga terdapat misi suci agar dirinya menjadi pilihan Tuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data primer yang diperoleh dari wawancara dengan informan. Jumlah informan dalam penelitian ini adalah 18 orang yang terdiri dari muzaki dan mustahik di Kelurahan Tuatunu Indah Kota Pangkalpinang. Hasil penelitian ini yaitu menjelaskan tentang aktifitas zakat di Kelurahan Tuatunu Indah Kota Pangkalpinanag. Selain itu juga ditemukan makna spiritual zakat bagi muzaki diantaranya: zakat dimaknai dapat membersihkan dan menyuburkan harta, tabungan amal untuk akhirat. Kemudian ditemukan makna spiritual zakat bagi mustahik yaitu: zakat dimaknai sebagai rasa syukur kepada Allah, dan pertolongan Allah. Makna spiritual zakat bagi muzaki dan mustahik tersebut dalam perspektif protestant ethic didasari oleh the calling/panggilan suci untuk berubadah.
Kevin Sabri
Scripta: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Volume 2, pp 1-13; doi:10.33019/scripta.v2i1.15

Abstract:
Kelompok difabel merupakan akses penting dalam pelayanan publik karna masuk ke dalam sektor peningkatan kesejahteraan sosial untuk menghindari pungli terhadap difabel yang kemudian lahirnya birokrat pelayanan publik menjadi khawatiran tumbuhnya sektor pungli: maladministrasi dalam melayani masyaarkat dan terkhusus difabel. Tujuan penelitian ini unuk menggetahui peran ombudsman dalam meningkatkan pelayanan difabel di rumah sakit bakti wara. Pelayanan merupakan bentuk perhatian untuk mendapatkan hak-hak sebagai masyarakat dan publik sebagai pelangan, maka setiap warga Negara dalam suatu komunitas yang ikut berpatisipasi di dalam pemerintahan disebut sebagai penyelenggaraan pelayanan publik. Adapun penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan tujuan untuk mengetahui peran ombudsman dalam meningkatkan pelayanan difabel di rumah sakit bakti wara. Adapun hasil penelitian dalam jurnal ini Berdasarkan data ombudsman RI pada tahun 2017-2018 menerima laporan/pengaduan masyarakat serta kelompok difabel atas dugaan maladministrasi rumah sakit dalam pelayanan publik sebanyak 2.130-9.446 laporan.
Meta Nopita, Sujadmi Sujadmi, Putra Pratama Saputra
Scripta: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Volume 2, pp 44-57; doi:10.33019/scripta.v2i1.20

Abstract:
Local wisdom consists of various traditions and cultures in it. The birth of a tradition is one of the characteristics formed by people in an area. Tradition is also born as a form of local value which will be passed down for generations to the next generation. The purpose of this study is to identify the existence of a tradition of farming based on local wisdom, especially in the tradition of the kuai knife and ngirec padei in Mancung Village, West Bangka. This research uses E.F.'s ‘Small is Beautiful’ Theory. Schumacher who initiated that local people can advance by utilizing small things, one of which is the local value held by a community. There is one big concept in this theory, namely Ecocialism, where in eco-socialism there are six components including: ecololasism / sustainability, simplicity, profit, harmony, freedom, and accountability. This study uses a descriptive qualitative approach whose primary data sources are from unstructured interviews with informants. The number of information in this study is 18 people consisting of people who still carry out the tradition of the kuai knife and ngirec padei, traditional leaders, village heads, religious leaders, and PPL in the District. The main findings of this study are explaining the history of the emergence of the tradition of the kuai knife and ngirec padei, the use of the tradition of the kuai knife and ngirec padei. It also found factors that encourage the survival of the tradition of the kuai knife and ngirec padei, namely: as a motivation of the community in preserving the environment, high public trust, community knowledge about tradition, and as an orientation to the increasing economic community.
Muhammad Adli Fahmi Lubis, Joken Kevi Rivanto Sagala, Ronald Carolin Waruwu, Rahmayanti Rahmayanti
Scripta: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Volume 2, pp 78-90; doi:10.33019/scripta.v2i1.23

Abstract:
Kejahatan pencabulan terhadap anak merupakan bagian dari kejahatan terhadap kesusilaan bagi seorang anak. Dimana perbuatan cabul tersebut tidak saja terjadi pada orang dewasa tetapi juga terjadi pada anak dibawah umur. Baik secara langsung maupun tidak langsung anak-anak yang menjadi korban kejahatan pencabulan mengalami berbagai gangguan terhadap dirinya baik itu fisik maupun non-fisik yang ditimbulkan dari peristiwa tersebut. Dalam penulisan skripsi ini (penulis membahas permasalahan tentang perlindungan hukum terhadap korban tindak pidana pencabulan yang dilakukan ayah tiri kepada anak tiri. Pelaku kejahatan pencabulan terhadap anak dibawah umur dalam melakukan suatu kejahatannya dilakukan dengan berbagai macam cara untuk pemenuhan atau pencapaian hasrat seksualnya, tidak hanya anak-anak yang menjadi korban akan tetapi anak terkadang dapat menjadi seorang pelaku pencabulan.
Anis Safitri, Anisa Fitri, Bayu Septian
Scripta: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Volume 1, pp 130-139; doi:10.33019/scripta.v1i2.12

Abstract:
Currently, Hoax in Indonesia is very urgent. According to the data from Kemenkominfo 2017, in total 800.000 sites in Indonesia was indicated as a hoax information disseminator. Nowadays, it is difficult to differentiate hoax and fact in the Internet. One of the cause is most of smartphone users shared the information without recheck them. Finally, it caused the great excitement. Information literacy is very important to face the scattered hoax. American Library Association defines that information literacy is a set of abilities requiring individuals to recognize when information is needed and have the ability to locate, evaluate, and use effectively the needed information. Based on the problem, “Game EdukasiLiterasiInformasi (GERASI)” can be the appropriate solution. The concept of GERASi are: (1) the knowledge presentation in each level is about the ethic in sharing information and tips in identifying the hoax, (2) the training for being the smartphone users who use the ethic before sharing the information, (3) the learning about the important of critical thinking in understanding hoax pictures and news in the Internet. The educative game also provides the tutorial to use “Turn Back Hoax Website” made by Anti Hoax Community as the place for reporting the hoax. We hope that GERASI and Turn Back Hoax can be the facilitator in building the characters of smartphone users who are smart and iteration.
Trisna Malinda
Scripta: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Volume 1, pp 156-168; doi:10.33019/scripta.v1i2.14

Abstract:
This study exposes about society changes when the formation and development of Trans Village program from isolation to acculturation. Its purpose is to identify how the community change from isolated to acculturated and changes then forms a social identity in Trans Village. The Theory used in this field is Henri Taifel’s social identity theory that stated the individual concept forms by their experience in the group by acknowledging and applied the social values, participate, and develops their sense of care and pride of their group. This research uses descriptive qualitative research. Data collection techniques through observation, interviews, and documentation. This study also uses data analysis techniques by reducing data, displaying data and drawing conclusions. The number of informants used is 9 people filtered through purposive sampling. The results of this study indicate that the process from isolation to community acculturation occurred at the time of the formation and development of the Trans Village in Kurau Village. At first, the transmigrant communities are isolated from the local community so there are no interactions. Then by the time being, Trans Village leads to the transformation of social identity. Social identity is formed starting from the awareness, relationships, collaboration and harmonization among the people. People who were initially isolated have now become acculturated in Kampung Trans. This condition can be seen from the merging of the community, namely the local community and transmigrants in Trans Village which caused mixing between cultures so that new cultures are formed while still preserving old cultures. People live mingled by promoting the values ​​and rules that exist in Kampung Trans.
Aziz Darmanto, Fentya Dyah Rahmawati
Scripta: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Volume 1, pp 116-129; doi:10.33019/scripta.v1i2.11

Abstract:
Indonesia is a nation with a variety of characters in each region. Each region has wisdom values ​​that emerge as norms and guidelines for behavior. These values ​​as local wisdom. That is a picture of an area that is characterized by national identity. Denial of these values ​​will cause deviation. This deviation can be in the form of unpleasant acts, violence, and other crimes. One seed of crime that appears can have a very wide impact. The climax is causing a stigma from outside society. Talking about the stigma itself, it is interesting to study the phenomenon of study in Jabung District, East Lampung Regency. This area is stigmatized as a begal village because in the past there were a handful of unscrupulous people who carried out this kind of action in this area, so that all of them concerning Jabung District seemed identical to the begal. The impacts that the authors found from this stigma include: discrimination, investment difficulties, and seeds of easy-to-develop crime. When examined, begal itself is not a teaching of Lampung's local wisdom known as Piil Pesenggiri and of course gives stigma easily rather than being a national character. From this, it can be seen how the stigma begal arises because the erosion of the value of existing local wisdom. Therefore, strengthening and internalizing the values ​​of Piil Pesenggiri's local wisdom to the next generation of the nation becomes important to fight the existing stigma. One way is by instilling four pillars of Pesenggiri Piil for elementary students through practice-based education and cultural, social, and compassionate understanding of the motherland.
Back to Top Top