Jurnal Pendidikan Matematika

Journal Information
ISSN / EISSN : 2086-8235 / 2597-3592
Total articles ≅ 77
Filter:

Latest articles in this journal

Anggietyas Damaningrum, Mega Teguh Budiarto
Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 12, pp 71-82; https://doi.org/10.36709/jpm.v12i1.15254

Abstract:
Hasil studi PISA 2018 menyatakan bahwa tingkat literasi matematis siswa di Indonesia masih rendah. Pembelajaran matematika yang dihubungkan dengan budaya merupakan suatu cara untuk meningkatkan literasi matematis siswa. Pendekatan yang menghubungkan antara budaya, matematika, dan pendidikan adalah etnomatematika. Salah satu budaya di Kabupaten Ponorogo adalah kesenian Reyog Ponorogo. Kesenian tersebut diiringi oleh alat musik yang disebut gamelan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk etnomatematika pada alat musik kesenian Reyog Ponorogo ditinjau dari aspek literasi matematis. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Subjek dalam penelitian ini yaitu pengrajin alat musik kesenian Reyog Ponorogo. Penentuan subjek tersebut sesuai dengan syarat penentuan informan pada penelitian etnografi, yaitu enkulturasi penuh, keterlibatan langsung, suasana budaya yang dikenal, waktu yang cukup dan non analitis. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dan pedoman wawancara sebagai instrumen pendukung. Keabsahan data menggunakan triangulasi teknik (metode), dimana peneliti melakukan pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan adanya konsep matematika pada alat musik Reyog Ponorogo yaitu konsep geometri, transformasi, dan barisan geometri. Dengan demikian alat musik kesenian Reyog Ponorogo dapat dijadikan sebagai alternativ pembelajaran guna meningkatkan literasi matematis siswa.
Vivin Andini, Attin Warmi, Haerudin Haerudin
Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 12, pp 106-116; https://doi.org/10.36709/jpm.v12i1.15086

Abstract:
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan jenis dan faktor kesalahan siswa ditinjau berdasarkan teori Newman menggunakan soal kemampuan berpikir kritis matematis pada topik bangun ruang sisi datar. Pendekatan yang digunakan penelitian ini kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian yang dipilih dari SMP Negeri yang ada di Kabupaten Karawang pada kelas VIII, dengan jumlah 20 orang ditetapkan dengan hasil analisis tes soal esai kemampuan berpikir kritis dan dipilih 5 orang untuk diwawancarai. Pengumpulan data menggunakan tes soal esai kemampuan berpikir kritis, wawancara, dan dokumetasi. Data hasil tes dan tanya jawab akan dianalisis berdasarkan teknik analisis data yaitu: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) pada tahap kesalahan membaca soal sebanyak 46%, (2) kesalahan memahami soal sebanyak 62%, (3) kesalahan transformasi soal sebanyak 57%, (4) kesalahan keterampilan proses sebanyak 67%, dan (5) kesalahan menulis jawaban akhir sebesar 77%. Faktor penyebab adalah siswa tidak teliti dalam membaca soal, tidak memahami materi, tidak menguasai materi dan lainnya.
NiLuh Sulistyani, Silvia Silvia, Lucia Endy Gracia Alfreda
Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 12, pp 24-35; https://doi.org/10.36709/jpm.v12i1.15291

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis desain pembelajaran matematika berbasis HOTS serta menganalisis tantangan mahasiswa dalam mengembangkan pembelajaran matematika berbasis HOTS dalam konteks perkuliahan Pengajaran Mikro. Subjek penelitian ini adalah 16 mahasiswa yang mengikuti perkuliahan Pengajaran Mikro kelas B. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah penyebaran angket, observasi, dan wawancara. Data hasil penelitian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain pembelajaran matematika berbasis HOTS terlihat pada dalam kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup pembelajaran. Pada kegiatan pendahuluan, penerapan HOTS terlihat dalam kegiatan apersepsi dan motivasi. Penerapan HOTS pada inti pembelajaran dilakukan dengan memberikan soal atau masalah HOTS, menerapkan pembelajaran berbasis masalah (problem-based), menggunakan alat peraga, gambar, dan media lainnya untuk menemukan konsep, dan melakukan tanya jawab untuk merangsang mahasiswa berpikir kritis. Pada kegiatan penutup, aktivitas HOTS terlihat dalam menarik kesimpulan dan penugasan dengan pemberian proyek. Namun, dalam persiapan dan pelaksanaan pembelajaran, mahasiswa mengalami beberapa tantangan dan kesulitan, diantaranya menemukan ide pembelajaran, membuat masalah dengan level HOTS, tidak mudah membuat mahasiswa memahami materi matematika, memerlukan waktu yang lebih lama dan perlunya pemahaman mendalam mengenai pembelajaran berbasis HOTS. Dengan mengetahui kesulitan-kesulitan yang dialami mahasiswa dalam mendesain pembelajaran berbasis HOTS ini dapat membantu dosen menentukan metode pembelajaran yang tepat untuk meminimalisir kesulitan tersebut.
Arum Niti Wijayanti, Ely Susanti
Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 12, pp 1-13; https://doi.org/10.36709/jpm.v12i1.12598

Abstract:
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui proses berpikir matematis aspek abstraksi siswa kelas XI menggunakan pembelajaran creative problem solving pada materi barisan dan deret aritmetika. Subjek penelitian ini adalah 31 siswa kelas XI MIPA 2 SMA Negeri 4 Palembang. Proses pembelajaran disesuaikan dengan langkah-langkah pembelajaran creative problem solving. Pengumpulan data dilakukan dengan tes dan wawancara. Soal tes terdiri dari 3 soal uraian. Tes dilakukan untuk mengetahui proses berpikir matematis aspek abstraksi siswa yang muncul saat mengerjakan soal. Wawancara dilakukan untuk menggali alasan siswa dalam menyelesaikan soal tes. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa setelah dilakukan pembelajaran menggunakan CPS, tidak semua tahapan proses berpikir matematis aspek abstraksi siswa ditunjukkan secara bersamaan dalam menyelesaikan masalah untuk setiap indikator berpikir matematis aspek abstraksi. Proses spesialisasi dan observasi pola ditunjukkan ketika siswa mengidentifikasi masalah, membuat pola dan menyusunnya menjadi sebuah strategi penyelesaian masalah. Tetapi pada proses memeriksa konjektur, siswa masih perlu dilatih untuk membuat pembuktian dan penyelesaian dengan cara yang beragam agar terbiasa dalam memeriksa dugaan penyelesaian masalah.
Anggun Lestari, Fatrima Santri Syafri
Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 12, pp 14-23; https://doi.org/10.36709/jpm.v12i1.14789

Abstract:
Soal open-ended merupakan soal yang cara pengerjaannya dapat dilakukan lebih dari satu cara. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan soal open-ended materi geometri (luas permukaan dan volume balok) dengan pendekatan berbasis Realistic Mathematics Education (RME) yang memiliki efek potensial. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan jenis design reseach tipe development reseach yang terdiri dari tiga tahap yaitu self evaluation, prototyping, kemudian tahap small group. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan analisis data kemudian dilakukan wawancara dan pemberian tes soal kepada subjek penelitian, dan subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 04 Lebong. Dalam pelaksanaan penelitian hingga uji kelas kecil ini menghasilkan 80% anak tuntas dan 20% anak belum tuntas sehingga dapat dikatakan bahwa potensial kemampuan soal open-ended pada materi luas permukaan dan volume balok valid dan praktis serta prototype pada soal open-ended dengan pendekatan RME yang dikembangkan ini memberikan efek potensial positif terhadap hasil tes yang dilakukan siswa.
Nur Ismiyati, Ryan Angga Pratama
Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 12, pp 60-70; https://doi.org/10.36709/jpm.v12i1.15842

Abstract:
Pendidikan di era teknologi mewajibkan setiap pendidik untuk menerapkan dan mengaplikasikan teknologi informasi dan komunikasi baik secara terintegrasi, sistematis, dan efektif. Salah satu contohnya adalah dengan proses pembelajaran dalam bentuk e-learning berbasis edmodo. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui bagaimana proses pembelajaran dengan e-learning berbasis edmodo, kelebihan dan kekuranggan penggunaan edmodo dan saran untuk edmodo dalam proses pembelajaran kedepannya di lingkungan program studi pendidikan matematika. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan subjek dalam penelitian ini sebanyak 13 orang mahasiswa. Data penelitian ini diperoleh melalui observasi dan wawancara. Dimensi penelitian yang ingin didapatkan adalah keaktifan di dalam kelas dan cara pengungkapan ide dan gagasan secara virtual. Hasilnya menunjukkan bahwa proses pembelajaran berjalan secara aktif dan menyenangkan, kefleksibelan waktu dan tempat dalam pelaksanaanya, melatih disiplin mahasiswa dalam menghadiri perkuliahan online dan mengumpulkan tugas. Walaupun demikian kekurangan proses pembelajaran dengan edmodo yakni ketergantungan dengan alat elektronik dan akses penggunaan jaringan internet.
Dwi Nikmatul Masrukha, Mega Teguh Budiarto
Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 12, pp 50-59; https://doi.org/10.36709/jpm.v12i1.15324

Abstract:
Tingkat literasi matematis di negara Indonesia masih rendah daripada negara lainnya. Salah satu cara untuk meningkatkan literasi matematis adalah dengan memasukkan unsur etnomatematika dalam pembelajaran. Salah satu budaya yang terdapat di Kabupaten Gresik adalah kesenian batik pamiluto ceplokan yang terdiri dari berbagai motif dan memiliki nilai tersendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan mendeskripsikan etnomatematika batik pamiluto ceplokan di Gresik ditinjau dari aspek literasi matematis. Penelitian ini dilakukan di Desa Cerme Lor dan Desa Sawo Kabupaten Gresik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya konsep matematika pada batik pamiluto ceplokan di Gresik yaitu konsep geometri (persegi, persegipanjang, segitiga, belahketupat, lingkaran, jajargenjang, elips, dan balok), konsep transformasi (translasi, refleksi, dan rotasi), dan konsep perkalian. Dengan demikian, batik pamiluto ceplokan di Gresik dapat digunakan media pembelajaran guna meningkatkan literasi matematis siswa.
Winda Putri Ayu Kusuma Wurdani, Mega Teguh Budiarto
Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 12, pp 94-105; https://doi.org/10.36709/jpm.v12i1.15255

Abstract:
Budaya sekitar dapat dijadikan sebagai bahan ajar dalam matematika. Pembelajaran matematika berbasis budaya disebut dengan etnomatematika. Salah satu bentuk budaya yang ada yaitu budaya masyarakat Gresik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan etnomatematika apa saja yang terdapat pada sistem mata pencaharian usaha kerajinan anyaman rotan, serta mendeskripsikan bentuk literasi matematis pada usaha kerajinan anyaman rotan masyarakat Gresik. Subjek penelitian ini yaitu 4 orang pengrajin anyaman rotan masyarakat Gresik. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Berdasarkan pengumpulan data ditemukan adanya konsep matematika pada usaha kerajinan anyaman rotan yaitu terdapat aktivitas mengukur berupa konsep pengukuran dalam pembuatan kerajinan anyaman rotan serta terdapat konsep geometri pada bentuk kerajinan tersebut diantaranya yaitu konsep lingkaran, bangun ruang sisi datar berupa balok, bangun ruang sisi lengkung berupa tabung tanpa tutup, dan transformasi (refleksi dan translasi). Dengan konsep matematika yang ditemukan tersebut dapat diterapkan dalam pembelajaran matematika sehingga akan membantu siswa memahami konsep matematika serta memiliki kemampuan literasi matematis. Siswa harus memiliki kemampuan literasi matematis agar dapat menggunakan matematika secara kontekstual.
Karina Nurwijayanti, Muhammad Rijal Alfian
Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 12, pp 36-49; https://doi.org/10.36709/jpm.v12i1.14915

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan problem solving dan konvensional ditinjau dari prestasi belajar, kemampuan berpikir kritis, dan kepercayaan diri. Penelitian ini merupakan quasi eksperimen dengan pretest-posttest non-equivalent group design. Populasi penelitian ini yaitu siswa kelas VII SMPN 1 Kediri. Pengambilan sampel dilakukan secara acak, kelas VII A terpilih sebagai kelas eksperimen dan kelas VII B terpilih sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan non tes. Tes digunakan untuk mengukur prestasi belajar dan kemampuan berpikir kritis, sedangkan nontes digunakan untuk mengukur kepercayaan diri siswa dan keterlaksanaan pembelajaran. Uji one sample t test digunakan untuk menguji keefektifan pendekatan pembelajaran. Uji two group manova digunakan untuk menguji perbedaan kefektifan. Jika terdapat perbedaan yang signifikan maka dilakukan uji independent sample t-test untuk mengetahui pembelajaran mana yang lebih efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pendekatan pembelajaran problem solving efektif ditinjau dari prestasi belajar, kemampuan berpikir kritis, dan kepercayaan diri; (2) pendekatan pembelajaran konvensional tidak efektif ditinjau dari prestasi belajar, kemampuan berpikir kritis, dan kepercayaan diri; dan (3) pendekatan pembelajaran problem solving lebih efektif dibandingkan dengan pendekatan pembelajaran konvensional ditinjau dari prestasi belajar, kemampuan berpikir kritis, dan kepercayaan diri.
Salma Viamita, Ramlah Ramlah, Sutirna Sutirna
Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 12, pp 83-93; https://doi.org/10.36709/jpm.v12i1.15089

Abstract:
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan kemampuan sintesis oleh siswa SMP berdasarkan self-esteem pada materi Bangun Ruang Sisi Datar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian diambil sebanyak 3 siswa masing-masing dengan kategori rendah, sedang, dan tinggi dari hasil analisis angket self-esteem yang selanjutnya akan dideskripsikan. Seluruh instrumen yang digunakan sebelum diberikan melalui proses analisis validasi, reliabilitas, daya pembeda dan indeks kesukaran. Seluruh instrumen yang digunakan sebelum diberikan melalui proses analisis validasi, reliabilitas, daya pembeda dan indeks kesukaran. Hasil tersebut kemudian dapat dianalisis menggunakan tahapan reduksi menyajikan, dan mengambil kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa dengan kategori self-esteem tinggi pada kemampuan sintesisnya, yaitu mampu merumuskan masalah, merencanakan masalah dan memproduksikan masalah dengan baik dan benar. Siswa dengan kategori self-esteem sedang pada kemampuan sintesisnya, yaitu hanya mampu merumuskan dan merencanakan masalah, sedangkan pada tahap memproduksi masalah secara matematis siswa belum dapat menguasainya. Siswa dengan kategori self-esteem rendah pada kemampuan sintesinya yaitu mampu merencanakan masalah dengan baik, namun tidak dapat merumuskan dan memproduksikan masalah.
Back to Top Top