Jurnal HPJI

Journal Information
ISSN / EISSN : 2407-9170 / 2654-4873
Current Publisher: LPPM UNPAR (10.26593)
Total articles ≅ 7
Filter:

Articles in this journal

Alfiani Yogaturida Isnaini, Latif Budi Suparma, Suryo Hapsoro Tri Utomo
Published: 26 July 2019
Jurnal HPJI, Volume 5, pp 119-128; doi:10.26593/jh.v5i2.3372.119-128

Abstract:
The city ring road of Wonogiri Regency should be constructed based on a pavement design which ensure safety, convenience, but still economical. For this reason, a road pavement design method is needed to be applied in this road design process. The MDP 2017 and AASHTO 1993 road pavement design methods are methods that are often used in Indonesia to design concrete slab for pavement. This study uses both methods to determine the thickness of the concrete slab on the pavement of the Wonogiri Regency City Ring Road. The results of this study indicate that the concrete slab thickness for pavement calculated by MDP 2017 is 31 cm, while that calculated with AASHTO 1993 is 32.25 cm. The difference in the thickness of the concrete plates obtained from these two methods is relatively small. Keywords: road pavement, pavement design, concrete slab, road pavement thickness Abstrak Jalan lingkar kota Kabupaten Wonogiri harus dibangun berdasarkan rancangan perkerasan jalan yang aman, nyaman, namun tetap ekonomis. Untuk itu, diperlukan suatu metode perancangan perkerasan jalan yang tepat untuk diterapkan pada proses perancangan jalan ini. Metode-metode perancangan perkerasan jalan MDP 2017 dan AASHTO 1993 merupakan metode-metode yang sering digunakan di Indonesia untuk perancangan tebal pelat beton untuk perkerasan jalan. Studi ini menggunakan kedua metode tersebut untuk menentukan tebal pelat beton pada perkerasan jalan lingkar kota Kabupaten Wonogiri. Hasil studi ini menunjukkan bahwa tebal pelat beton untuk perkerasan jalan yang dihitung dengan MDP 2017 adalah 31 cm, sedangkan yang dihitung dengan AASHTO 1993 adalah 32,25 cm. Beda tebal pelat beton yang diperoleh dari kedua metode ini relatif kecil. Kata-kata kunci: perkerasan jalan, perancangan perkerasan, pelat beton, tebal perkerasan jalan
Greece Maria Lawalata
Published: 26 July 2019
Jurnal HPJI, Volume 5, pp 97-108; doi:10.26593/jh.v5i2.3370.97-108

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Qadriathi Dg Bau, Reza Muhajir, Batara Surya
Published: 26 July 2019
Jurnal HPJI, Volume 5, pp 75-84; doi:10.26593/jh.v5i2.3368.75-84

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
, Greece Maria Lawalata
Published: 26 July 2019
Jurnal HPJI, Volume 5, pp 65-74; doi:10.26593/jh.v5i2.3367.65-74

Abstract:
Negative impacts from the implementation of road construction, namely increasing carbon emissions or Greenhouse Gas Emissions, need to be taken into account, because it is very influential on climate change. Indonesia will experience significant losses due to climate change, because Indonesia is an island-shaped country. The longer dry season will increase the frequency of extreme weather, and heavy rains are increasingly likely to increase flooding. The Green Road Program is a program that has the potential to reduce carbon emissions from the implementation of road construction. Currently the Green Road Rating Program has been held in Indonesia for 3 years, from 2015 until 2017. By looking at the results obtained in other countries, the Green Road Program has the potential to reduce carbon emissions starting at around 28%, for roads with rigid pavement, up to around 37%, for roads with flexible pavements. When linked to the planned road construction in the 2014-2019 Directorate General of Highways Strategic Plan, which is 2,650 km of non-toll national roads and 1,000 km of toll roads, the implementation of the Green Road Program has the potential to reduce carbon emissions between 1.5 million tons and 2.0 million tons of CO2 equivalent. Keywords: implementation of road construction, carbon emissions, green roads, green road ranking Abstrak Dampak negatif yang berasal dari pelaksanaan konstruksi jalan, yaitu meningkatnya emisi karbon atau emisi Gas Rumah Kaca, perlu diperhitungkan, karena sangat berpengaruh terhadap perubahan iklim. Indonesia akan mengalami kerugian yang signifikan akibat perubahan iklim, karena Indonesia merupakan suatu negara yang berbentuk kepulauan. Musim kering yang semakin panjang akan meningkatkan frekuensi cuaca ekstrim, dan hujan lebat yang semakin sering berpeluang untuk meningkatkan terjadinya banjir. Program Jalan Hijau merupakan suatu program yang berpotensi untuk mengurangi emisi karbon yang berasal dari pelaksanaan konstruksi jalan. Saat ini Program Pemeringkatan Jalan Hijau telah diselenggarakan di Indonesia selama 3 tahun, yaitu pada tahun 2015 sampai dengan tahun 2017. Dengan melihat hasil yang diperoleh di negara lain, Program Jalan Hijau berpotensi mengurangi emisi karbon mulai dari sekitar 28%, untuk jalan dengan perkerasan kaku, hingga sekitar 37%, untuk jalan dengan perkerasan lentur. Bila dikaitkan dengan rencana pembangunan jalan yang terdapat pada Rencana Strategis Direktorat Jenderal Bina Marga 2014-2019, yaitu 2.650 km jalan nasional nontol dan 1.000 km jalan tol, implementasi Program Jalan Hijau berpotensi mengurangi emisi karbon antara 1,5 juta ton hingga 2,0 juta ton CO2 ekuivalen. Kata-kata kunci: pelaksanaan konstruksi jalan, emisi karbon, jalan hijau, pemeringkatan jalan hijau
Published: 26 July 2019
Jurnal HPJI, Volume 5, pp 85-96; doi:10.26593/jh.v5i2.3369.85-96

Abstract:
Road infrastructure is one component of land transportation and has an important role for the movement of people and goods and regional development. In its implementation, a minimum service standard is needed to ensure the level of service expected road users. In this study, the process of preparing minimum service standards for national roads was discussed. The preparation is carried out through several stages so as to produce a list of indicators and parameters that can be implemented for national roads in Indonesia. The list of indicators and parameters was obtained through collecting data from previous studies, regulations, best practices on the implementation of minimum service standards in other countries, as well as discussions with road operators, academics, and road users. The list of indicators and parameters is then validated by distributing questionnaires back to road operators, academics, and road users to be assessed quantitatively on the level of importance and ease of implementation. Data from respondents were then analyzed using quadrant analysis to obtain priority indicators and parameters proposed to be used in minimum service standards of national roads. Keywords: road infrastructure, national roads, minimum service standards, level of service Abstrak Infrastruktur jalan merupakan salah satu komponen dalam penyelenggaraan transportasi darat dan memiliki peranan penting untuk pergerakan orang dan barang serta pengembangan wilayah. Dalam penyelenggaraannya, diperlukan suatu standar pelayanan minimal untuk menjamin tingkat pelayanan yang diharapkan oleh pengguna jalan. Pada kajian ini dibahas proses penyusunan standar pelayanan minimal untuk jalan nasional nontol. Penyu-sunan dilakukan melalui beberapa tahapan sehingga menghasilkan daftar indikator dan parameter yang dapat diimplementasikan untuk jalan nasional di Indonesia. Daftar indikator dan parameter tersebut diperoleh melalui pengumpulan data dari studi terdahulu, peraturan, best practice penerapan standar pelayanan minimal di negara lain, serta diskusi dengan penyelenggara jalan, akademisi, dan pengguna jalan. Daftar indikator dan parameter tersebut kemudian divalidasi dengan penyebaran kuesioner kembali ke penyelenggara jalan, akademisi, dan pengguna jalan untuk dinilai secara kuantitatif tingkat kepentingan dan kemudahan implementasinya. Data dari responden kemudian dianalisis menggunakan analisis kuadran untuk mendapatkan indikator dan parameter prioritas yang diusulkan untuk digunakan dalam standar pelayan minimal jalan nasional nontol. Kata-kata kunci: infrastruktur jalan, jalan nasional, standar pelayanan minimal, tingkat pelayanan
, , Suryo Hapsoro Tri Utomo
Published: 26 July 2019
Jurnal HPJI, Volume 5, pp 109-118; doi:10.26593/jh.v5i2.3371.109-118

Abstract:
In this study a software-based modeling study that can accommodate the needs to determine the surface conditions of pavement, plan for handling road damage, and predict the remaining life of pavement services. The data used in this study are primary data from the Pavement Condition Index survey on a Yogyakarta–Magelang road segment Magelang, KM 10+000-KM 11+000, and secondary data, in the form of Surface Distress Index data, International Roughness Index data, and traffic data obtained from the National Road Planning and Supervision of the Special Province of Yogyakarta. The software used in this study is Borland Delphi 7.0 software. From this study, a software called Modrova was produced. This study shows that the Modrova software is valid to use because the resulting error is relatively small. Keywords: road surface conditions, road damage, road pavement, remaining life of road pavement Abstrak Pada studi ini dikaji suatu pemodelan berbasis perangkat lunak yang dapat mengakomodir kebutuhan untuk menentukan kondisi permukaan perkerasan jalan, merencanakan penanganan kerusakan jalan, serta mempre-diksi sisa umur layanan perkerasan jalan. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer hasil survei Pavement Condition Index pada ruas jalan Yogyakarta-Magelang, KM 10+000-KM 11+000 dan data skunder, berupa data Surface Distress Index, data International Roughness Index, serta data lalu lintas yang diperoleh dari Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Perangkat lunak yang digunakan pada studi ini adalah perangkat lunak Borland Delphi 7.0. Dari studi ini dihasilkan suatu perangkat lunak yang diberi nama Modrova. Studi ini menunjukkan bahwa perangkat lunak Modrova valid untuk digunakan karena kesalahan yang dihasilkan relatif kecil. Kata-kata kunci: kondisi permukaan jalan, kerusakan jalan, perkerasan jalan, sisa umur perkerasan jalan
Published: 26 July 2019
Jurnal HPJI, Volume 5, pp 129-136; doi:10.26593/jh.v5i2.3373.129-136

Abstract:
The number of traffic accidents, including motorcycle traffic accidents in the City of Bandung in 2013–2017 tends to decrease. However, traffic accidents involving motorbikes still dominate traffic accidents that occur. The proportion of traffic accidents involving motorbikes is still the highest compared to those of other traffic accidents, and reaches a maximum in 2015, which is 93% of the number of traffic accidents in the City of Bandung. In addition, the chance of death in motorcycle traffic accidents is still relatively high, which is between 9% and 21%. The high chance of death victims requires a more in-depth study to improve traffic safety, especially in motorcycle use. Keywords: traffic accidents, motorcycle traffic accidents, traffic accident victims, traffic safety Abstrak Jumlah kecelakaan lalu lintas, termasuk kecelakaan lalu lintas sepeda motor di Kota Bandung pada tahun 2013–2017 cenderung mengalami penurunan. Walaupun demikian, kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor masih mendominasi kecelakaan lalu lintas yang terjadi. Proporsi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor masih yang terbesar dibandingkan dengan kejadian kecelakaan lalu lintas yang lain, dan mencapai maksimum pada tahun 2015, yaitu 93% terhadap jumlah kecelakaan lalu lintas di Kota Bandung. Selain itu, peluang terjadinya korban meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas sepeda motor masih relatif tinggi, yaitu antara 9% hingga 21%. Tingginya peluang terjadinya korban meninggal dunia ini membutuhkan penelitian yang lebih mendalam untuk meningkatkan keselamatan berlalu lintas, khususnya dalam penggunaan sepeda motor. Kata-kata kunci: kecelakaan lalu lintas, kecelakaan lalu lintas sepeda motor, korban kecelakaan lalu lintas, keselamatan lalu lintas
Back to Top Top