Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama

Journal Information
ISSN / EISSN : 2580-7900 / 2686-0198
Total articles ≅ 41
Filter:

Latest articles in this journal

Yunus Doang
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama, Volume 4, pp 20-33; doi:10.36972/jvow.v4i1.71

Abstract:
Saat Virus COVID-19 menjadi pandemic dampaknya hamper disemua bidang kehidupan dan rasakan oleh banyak negara di dunia ini. Salah satu dampaknya adalah meningkatnya angka kemiskinan. Di Indonesia sendiri diperkirakan 1, 2 juta akan terinfeksi dan akan menurunkan laju pertumbuhan ekonomi 1 – 4 persen kemudian menaikan juga tingkat kemiskinan dari 9, 2 % pada September 2019 ke 9,7 % pada akhir 2020. Ini berarti aka nada 1,3 juta orang yang akan jatuh miskin, dengan proyeksi terburuk tingkat kemiskinan akan menjadi 12,4 % dan ini berarti bahwa 8,5 juta orang akan jatuh miskin. Dalam alkitab kemiskinan banyak disinggung, kemiskinan dalam PL adalah suatu keadaan yang buruk dan keji yang menghina martabat manusia dan berlawanan dengan kehendak Allah. Sedangkan dalam PB konsep Miskin dimaknai secara utuh yaitu miskin secara rohani (Matius 5:3) dan juga miskin secara sosial (Lukas 4: 18-19). Perhatian Allah kepada kemiskinan sering ditekankan dalam Perjanjian Lama: (1) Allah menjadi pembebas dan pelindung kaum miskin. (2) melalui nabi-nabi-Nya Allah mengutuk bentuk-bentuk penindasan dan ketidakadilan kepada orang-orang miskin. (3) perhatian Allah dinyatakan dalam hukum-hukum-Nya. Tuhan Yesus dalam Injil memproklamasikan gerakan Tahun Yobel. Dia mengasihi orang-orang miskin dan mengutuk penindasan terhadap kaum miskin. Kabar baik-Nya diproklamasikan kepada orang-orang miskin, buta, tuli, kelaparan, dan kusta. Gereja harus berpihak kepada kaum miskin karena hal ini merupakan refleksi dari solidaritas Allah kepada mereka yang menderita dan hina. Kasih dan pembelaan Allah kepada orang miskin.. Pandemi COVID-19 dan dampaknya terhadap kemiskinan harus juga menjadi bagian umat Kristen secara bersama-sama dengan komponen bangsa yang lain untuk menangulanginya. Prespektif teologis yang harus dibangun adalah bahwa Allah mengasihi dan adil bagi mereka kaum marginal dan miskin. Gereja harus menjadi bagian dari solusi dari setiap kondisi apapun yang terjadi di dalam masyarakat, bangsa dan negara.
Boydo Rajiv Hutagalung
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama, Volume 4, pp 67-81; doi:10.36972/jvow.v4i1.78

Abstract:
Ibadah daring merupakan praktik kerohanian yang penting di masa pandemi Covid-19 yang tidak bisa diabaikan. Persoalannya, gaya berbusana umat dalam ibadah sering kali tidak sesuai dengan kaidah berbusana yang baik benar seperti berbusana layaknya dalam ibadah secara langsung. Umat Kristen sepatutnya hidup sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan termasuk ketika berpakain. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kepustakaan dan tafsir naratif berdasarkan nas 1 Korintus 11: 2-16 yang menjadi acuan penulis untuk mengungkapkan etika tentang berpakaian dalam ibadah daring.
Kezia Inriyani Pobuti, Rohani Siahaan
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama, Volume 4, pp 1-19; doi:10.36972/jvow.v4i1.60

Abstract:
Penulisan karya ilmiah ini dilatar belakangi dengan sebuah tujuan untuk melihat lagu hymn karya Charles Wesley memiliki relevansi di dalam sebuah penginjilan, yang dilakukan oleh Wesley bersaudara. Wesley bersaudara merupakan salah satu tokoh gerejawi yang mempunyai peran besar dalam berkembangnya pelayanan penginjilan di Inggris. Masing-masing diantara Wesley bersaudara mempunyai peran tersendiri ketika menjalankan pelayanan. John Wesley terkenal dengan khotbahnya yang membangun dan displin dalam iman kepada Yesus Kristus, sedangkan Charles Wesley terkenal dengan kemampuannya dalam menulis lirik lagu. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah dengan menggunakan metode kualitatif. Dan untuk melakukan metode penelitian tersebut hal yang akan dilakukan, yaitu: Pertama, pengambilan dan pengumpulan data melalui buku, jurnal, dan skripsi online yang berkaitan dengan judul yang dibahas dalam karya tulis ini. Kedua, observasi lagu-lagu ciptaan Charles Wesley. Dalam karya ilmiah ini, penulis mencoba untuk membuktikan bahwa lagu hymn karya Charles Wesley mempunyai relevansi di dalam penginjilan Wesley bersaudara berperan sejauh mana nyanyian yang diciptakan oleh Charles Wesley, mendukung khotbah dari John Wesley, dan pelayanan penginjilan yang dikerjakan menghasilkan makna baru. Setiap syair mengandung makna yang mendalam dalam menggugah hati jemaat, sehingga lewat nyanyian mampu membuat jemaat bertobat, dan mengalami peneguhan iman di dalam Yesus kristus.The writing of this scientific work was motivated to see the role of a song in evangelism, carried out by the Wesley brothers. The Wesley brothers were one of the ecclesiastical figures who had a large role in developing evangelistic services in England. Each of the Wesley brothers has its role when running services. John Wesley is famous for his constructive preaching and discipline in faith in Jesus Christ, while Charles Wesley is famous for writing song lyrics. The research method used in writing this thesis is to use qualitative methods. And to do the research method, the things that will be done are: First, data collection and collection through books, journals, and online thesis related to the title discussed in this paper. Second, observation of songs by Charles Wesley. In this scientific work, the author tries to prove that the role of singing in the Wesley evangelization of brothers plays the extent to which the song was created by Charles Wesley, supporting John Wesley’s sermon. Each poem contains a profound meaning in moving the congregation's hearts so that singing can make the church repent and experience the confirmation of faith in Jesus Christ.
Yosefo Gule
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama, Volume 4, pp 54-66; doi:10.36972/jvow.v4i1.74

Abstract:
Menyikapi perkembangan penyebaran Covid-19 yang semakin masif dan cepat maka PGI bersinergi dengan pemerintah untuk menghambat penyebaran Covid-19 dengan menghimbau gereja-gereja untuk memindahkan seluruh aktifitas gereja, menjadi aktifitas dan ibadah keluarga di rumah masing-masing. Dampak aturan tersebut ialah kepala keluarga mengambil peran sebagai imam dalam menjalankan ibadah di tengah-tengah keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan kepala keluarga sebagai imam di tengah-tengah keluarga dimasa pandemi Covid-19. Metode penulisan pada artikel ini adalah menggunakan metode kajian kualitatif deskriptif dengan pendekatan library research, membaca dan membandingkan sejumlah referensi. Secara konseptual peranan seorang kepala keluarga sebagai imam sangatlah penting mengingat kepala keluarga berperan menjaga kerohanian keluarganya di hadapan Allah dan gereja. Adapun yang menjadi fungsi utama imam keluarga ialah mampu menuntun dan memimpin ibadah keluarga baik pada hari minggu maupun pada hari-hari biasa; rajin membaca Alkitab; tekun berdoa setiap hari; setia memberikan persembahan persepuluhan; persembahan ibadah keluarga; menjadi penasehat dan teladan yang baik bagi keluarga secara khusus dimasa pandemi Covid-19.
Anggreani N. Paat
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama, Volume 4, pp 34-53; doi:10.36972/jvow.v4i1.79

Abstract:
Pada awal tahun 2020, dunia dihebohkan dengan merebaknya jenis virus baru yaitu Coronavirus disease 2019 (COVID-19). Dampak mewabahnya virus ini dirasakan oleh dunia pendidikan. Dampak yang paling dikhawatirkan adalah efek jangka panjang. Kondisi demikian mengganggu pencapaian kematangan mahasiswa dalam meraih tujuan belajarnya, baik secara akademis, psikologis, dan spiritualitas. Dampak tersebut juga dialami mahasiswa Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empirik mengenai pendampingan pastoral terhadap penyesuaian diri pada mahasiswa IAKN Kupang dalam menghadapi pandemi Covid-19 serta untuk mengetahui seberapa besar sumbangan efektif pastoral terhadap penyesuaian diri. Metode dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan mengambil subyek 10 orang mahasiswa IAKN Kupang. Hasil dari penelitian ini bahwa kesepuluh mahasiswa cukup mampu menyesuaikan diri terhadap pandemic Covid 19. Hal tersebut tidaklah lepas dari peran orangtua, kampus, gereja, dan pemerintahan sebagai pendamping. Pendampingan yang diberikan orang-orang yang ada disekitar mahasiswa berupa nasihat dan saran untuk hidup sehat, mematuhi protokol kesehatan, dan tetap bersemangat dalam menjalani perkuliahan online. Orangtua dan pendamping dapat sebagai seorang penolong dan pendengar bagi mahasiswa untuk bertahan dan melewati suatu keadaan yang di alaminya, khususnya di saat pandemi Covid-19
Ibelala Gea
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama, Volume 3, pp 29-40; doi:10.36972/jvow.v3i2.52

Abstract:
Artikel ini bertujuan mendeskripsikan kepemimpinan manusia dengan kepemimpinan Yesus dan mengapa kepemimpinan Yesus direkomendasikan sebagai teladan pemimpin masa kini. Metode penelitian menggunakan studi literatur dengan menganalisis, membandingkan dan menyimpulkan pendapat dari sebanyak 31 referensi, yaitu 18 jurnal ilmiah, 11 buku, 1 prosiding dan 1 Alkitab LAI. Hasil penelitian menyimpulkan kepemimpinan manusia cenderung mengutamakan kemampuan lahiriah seperti: kompentensi sumber daya manusia, strategi marketing komunikasi, metoda, materi yang dikemas dalam kesalehan, kesantunan yang bersifat drama dengan motif self interest. Kepemimpinan manusia cenderung menjadi sumber masalah di mana para pemimpin kurang mengaklimatisasi diri, bersahabat dengan orang–orang tertentu. Sehingga terbentuk kelompok pro-kontra dalam satu institusi, angkuh, senang dilayani dari pada melayani. Sedangkan kepemimpinan Yesus tidak mengabaikan kemampuan lahiriah, tetapi lebih mengutamakan kepemimpinan dari hati berdasarkan kasih yang tulus ikhlas, tidak membedakan siapapun, musuh dikasihi dan dituntun-Nya kepada kebenaran. Yesus sebagai hamba, melayani dan bukan dilayani, bukan pencitraan. Dia bertindak sebagai gembala, tidak membiarkan seorang pun binasa, hadir di tengah-tengah mereka yang menderita dan termarjinalkan. Seluruh kepemimpinan-Nya dan keputusan-Nya berdasarkan kehendak Allah, tidak mengorbankan siapapun. Kepemimpinan manusia cenderung tidak berintegritas, sedangkan Yesus mengutamakan integritas, hidup dalam kejujuran yang sempurna. Yesus mengajarkan bahwa “Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat” (Mat.5:37). Kepemimpinan Yesus relevan sebagai teladan bagi pemimpin masa kini.
Alberth Darwono Sarimin
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama, Volume 3, pp 1-14; doi:10.36972/jvow.v3i2.47

Abstract:
The existensi of the church in this world because of mandate mission of Jesus Christ. To know how the church can serve community well, in this paper the Colossians become a focus of research and the reason to choose this letter was the collosians consist of plural community.The purpose of this paper is to look at how religion sociology influences social life and theology can drive social change system. While the research method that was used is library researchSocial structure that is formed in Colossian community provides an opportunity for the growth of false teaching and seeing this social structure strongly built in Colossian Paul raised a theology of fullness of God in Christ and belivers are fulfilled in Christ. In other words that the supremacy of Christ in everything and over everythingThe existence of the church has a role to drive social system and to apply that system Christ should be supremed, supremacy of Christ is above the mission and the church has a strategy to carry out its mission. In other words, to be able to serve community, the church should place Christ over everything and have a strategy in carrying out its mission so that the church which is a sub system in the community able to move a larger system Keywords: Fulllness, fulfilled, supremacy, Christ
Harun Y. Natonis
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama, Volume 3, pp 15-27; doi:10.36972/jvow.v3i2.48

Abstract:
Juan dari penelitian ini adalah untuk beberapa hal. Pertama, apa sesungguhnya kepemimpinan transformatif dari perspektif Pendidikan Agama Kristen. Kedua, bagaimana karakteristik kepemimpinan transformatif dalam perspektif Pendidikan Agama Kristen. Ketiga, bagaimana strategi dalam mengimplementasikan kepemimpinan transformatif dalam perspektif Pendidikan Agama Kristen?. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perspektif Pendidikan Agama Kristen, kepemimpinan transformatif dilihat dalam karakter kepemimpinan Yesus. Kepemimpinan transformatif Yesus menunjukkan bahwa dalam kepemimpinan, seorang pemimpin harus berwibawa. Dengan kewibawaan, maka pemimpin menjalankan kepemimpinan dengan perencanaan dan strategi yang matang. Strategi yang matang menolong pemimpin dan masyarakatnya menyelesaikan masalah. Pemimpin ini memiliki kompetensi mengetahui karakter setiap individu yang dipimpinnya. Pemimpin juga mampu memandang masa depan masyarakatnya dan menghendaki masyarakatnya dapat berkembang secara mandiri. Dan yang paling utama pemimpin ini adalah pemimpin yang mampu menjadi teladan bagi masyarakatnya.
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama, Volume 3, pp 41-53; doi:10.36972/jvow.v3i2.46

Abstract:
Banyak paham tentang keselamatan yang berkembang di kalangan kekristenan yang pada umumnya betumpu pada Tuhan Yesus sebagai jalan keselamatan. Namun, paham universalisme adalah menyimpang dari Alkitab dan menyesatkan banyak orang. Karena itu, penulis tergerak untuk menulis Keselamatan Universalisme Versus Soteriologi Kristen Dalam Persfektif Alkitab. Melalui tulisan ini, penulis ingin mengkritisasi paham universalisme berdasarkan Alkitab sehingga dapat menemukan pemahaman yang sejati tentang keselamatan berdasarkan Alkitab. Berdasarkan hasil penelitian didapat bahwa paham universlisme bertentangan dengan Alkitab karena meyakini bahwa pada akhirnya semua manusia akan selamat. Namun berdasarkan Alkitab dikethui bahwa ada manusia yang beroleh selamat dan ada juga yang binasa atau dihukum ; Paham univeraslisme juga meyakini bahwa karena kasih karunia Allah maka semua manusia akan diselamatkan. Namun berdasarkan Alkitab dapat diketahui bahwa kasih Allah akan manusia di dunia ini sehingga telah mangaruniakan Anak-Nya yang tunggal. Begitu Tuhan Yesus mati di atas kayu salib, maka ada titik peralihan – hanya orang yang percaya yang beroleh selamat, sementara yang tidak percaya Tuhan Yesus akan binasa selama-lamanya ; Selain itu, paham universlisme juga meyakini bahwa manusia dapat menyelamatkan dirinya melalui perbuatan baik. Tetapi Alkitab mengajarkan bahwa manusia diselamatkan karena kasih karunia Allah dan karena iman kepad Tuhan Yesus. Perbuatan baik manusia tidak ampu untuik menyelamatkan manusia.
Bone Pandu Wiguna
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama, Volume 3, pp 54-64; doi:10.36972/jvow.v3i2.55

Abstract:
Beribadah sering hanya diartikan sebagai kegiatan umat untuk mendapatkan berkat dari Tuhan. Ibadah di gereja akan mengangkat kerohanian mereka dan memberi harapan yang lebih menyenangkan dalam kehidupan mereka.Ibadah yang berasal dari kata abodah, berarti melayani, memberikan sesuatu kepada Tuan (Tuhan) yang sudah lebih dulu bertindak. Jadi ibadah merupakan jawab manusia atas tindakan Allah yang terlebih dulu berfirman, bertindak, dan memberi kepada manusia.Ibadah harus peka terhadap perubahan yang terjadi tentang kenyataan hidup dan perubahan pandangan-pandangan manusia. Ibadah haruslah bersangkut-paut dengan keadaan nyata dalam hidup ini. Ibadah dapat menjadi sumber untuk pembaharuan gereja. Pengalaman beribadah dapat merupakan saat untuk mengkomunikasikan isi dari pengajaran Alkitab kepada kenyataan keseharian kita.Ibadah yang diperkenalkan Wesley mendukung dan merangsang pembaharuan.Ia tidak mencoba untuk mengubah secara besar-besaran ibadah Inggris, namun ia mendukung perubahan-perubahan yang timbul yang mengubah baik bentuk maupun maksud dari ibadah.John Wesley menghargai liturgi dan Ekaristi dalam tradisi gereja Anglikan. Tetapi dia, walaupun pada mulanya agak terpaksa, akhirnya mengakui nilai-nilai praktis kotbah spontan, doa bebas dan nyanyian pujian. Inilah sumbangasih Wesley yang terpenting dalam sejarah keKristenan di Inggris pada abad 18 tentang liturgy gereja.Kotbah spontan dilakukan dikarenakan John tidak punya cukup waktu untuk menuliskan semua kotbahnya, dimana dia harus berkotbah sehari kadang lebih dari satu kali.Kotbahnya bersifat doctrinal, etis, tetapi selalu bersemangat.Hampir semua “Pengajaran atau doktrin Wesleyan” itu terdapat dalam kotbah-kotbahnya.Doa bebas dilakukan sebagai tambahan dari doa2 yang sudah ada dalam liturgy Anglikan.Nyanyian2 digubah (olah Charles Wesley) untuk situasi/ibadah2 tertentu.Wesley menggunakan nyanyian pujian menjadi alat mengajar dan alat untuk mengubahkan seseorang. Nyanyian pujian merupakan suatu penyataan theologia dan sebagai suatu sarana dalam menjalankan pengajaran Alkitabnya.John Wesley bukan saja mempengaruhi isi dan cara dari ibadah-ibadah di Inggris, ia juga memperkenalkan bentuk-bentuk baru dalam beribadah. Kebaktian Larut Malam (Watch Night Service).Perjamuan Kasih (Love Feast Service) dan Kebaktian Perjanjian dan Kebaktian Perjanjian (Covenant Renewal Service).Wesley agak segan untuk menyimpang dari ibadah Anglikan, tapi ia bersedia untuk memberikan tambahan-tambahan bentuk baru dan beberapa penghapusan. Ada dua kriteria: (1)apakah mereka sejalan dengan kebiasaan-kebiasaan dari gereja kuno? Dan (2)apakah ini memiliki kuasa untuk membawa keselamatan?Apakah tradisi ini masih penting untuk masa kini? Tradisi dapat dan harus digunakan. Tradisi harus digunakan secara cermat dengan mengambil daripadanya hal-hal yang dapat bermanfaat bagi Ibadah didalam suatu jemaat modern. Ibadah harusnya “diubah menurut keragaman dari Negara, waktu, tingkah laku orang-orangnya sehingga tidak ada yang ditetapkan yang melawan perintah Allah”.Fokus dalam Gereja Methodist adalah hasil dari ibadah itu sendiri dan bukan pada peristiwa atau tindakan ibadah itu saja. Itu sebabnya pada akhir khotbah hampir selalu dilakukan “Altar Calling” (“Panggilan Kemuridan”).Hubungan Ibadah dengan pengabaran Injil janganlah diabaikanIbadah harus terjadi diluar dinding-dinding bangunan Gereja. Karena pekabaran Injil tidak selalu harus berarti mengumpulkan orang kedalam Gereja. Situasi di Indonesia sekarang dengan wabah pandemi Covid-19 membuktikan, bahwa Gereja harus inovatif dalam beribadah. Tidak ada lagi ibadah dalam gedung gereja. Gereja melakukan inovasi dalam ibadah on line. Kotbah2 yang di up load di media massa, FB, twiter, instagram dll memungkinkan didengar oleh banyak orang. Dalam situasi Wabah korona ibadah bukan hanya pada kesaksian melalui kata, melainkan dengan tindakan nyata. Ibadah tradisionil harus ditinggalkan dan diganti dengan ibadah inovatif, sesuai dengan tehnologi yang dimiliki.
Back to Top Top