Jurnal Hexagro

Journal Information
ISSN / EISSN : 2549-2691 / 2686-3316
Published by: Universitas Perjuangan Tasikmalaya (10.36423)
Total articles ≅ 49
Filter:

Latest articles in this journal

Mp. Rus Ir. Rusmiyati, Felya Rindiani, Istikomah
Jurnal Hexagro, Volume 5, pp 76-88; https://doi.org/10.36423/hexagro.v5i2.773

Abstract:
Analisis Pendapatan dan Tingkat Keuntungan Usaha Tahu dan Tempe di Desa Batu Timbau Kababupaten Kutai Timur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan dan tingkat keuntungan yang diperoleh usaha tahu dan tempe yang ada di Desa Batu Timbau. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret hingga Mei 2020. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian adalah sampel jenuh dengan jumlah responden 2 orang pengusaha. Data dianalisis untuk memperoleh biaya total, penerimaan dan pendapatan serta serta tingkat keuntungan. Hasil pada penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan pengusaha tahu dan tempe di Desa Batu Timbau sebesar Rp.13.084.298,61/bulan dengan tingkat keuntungan sebesar 1,8. Kata kunci: Tahu, Tempe, Pendapatan, Tingkat Keuntungan.
Asya Utari Rahmawati, Dona Setia Umbara, Budhi Wahyu Fitriadi
Jurnal Hexagro, Volume 5, pp 115-127; https://doi.org/10.36423/hexagro.v5i2.660

Abstract:
California papaya is one of the leading commodities with good potential to be developed. Urug Village, Kawalu District, Tasikmalaya City is one of the centers papaya California fruit production. The purpose of this study is to identify the marketing channels for California papayas in Urug Village and to analyze the efficiency of marketing of California papayas in Urug Village. The analytical tool in this study uses the analysis of the marketing margin approach, farmer's share analysis, and profit and cost ratio analysis. The results showed that there were four marketing channels. A relatively efficient marketing channel is marketing channel III (farmer - retailer - consumer) because it has the smallest marketing margin, the largest farmer's share, and the ratio of profit to cost has a value of more than one.Keywords: marketing channel, california papayaABSTRAKPepaya California merupakan salah satu komoditas unggulan yang memiliki potensi yang cukup baik untuk terus dikembangkan. Kelurahan Urug, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya merupakan salah satu sentra produksi buah pepaya california. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi saluran pemasaran pepaya California di Kelurahan Urug dan menganalisis efisiensi pemasaran pepaya California di Kelurahan Urug. Alat analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis pendekatan marjin pemasaran, analisis farmer’s share, dan analisis rasio keuntungan dan biaya. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat empat saluran pemasaran. Saluran pemasaran yang relatif efisien adalah saluran pemasaran III (petani – pedagang pengecer – konsumen) karena memiliki marjin pemasaran terkecil, farmer’s share paling besar, dan rasio keuntungan terhadap biaya memiliki nilai lebih dari satu.Kata kunci: saluran pemasaran, pepaya california
Nesa Volantina, Budhi Wahyu Fitriadi, Reny Hidayati
Jurnal Hexagro, Volume 5, pp 102-114; https://doi.org/10.36423/hexagro.v5i2.855

Abstract:
Fluktuasi harga yang terjadi pada komoditas cabai merah besar di Provinsi Jawa Barat selalu terjadi. Dengan adanya fluktuasi harga tersebut maka selalu dihadapkan dengan adanya risiko harga yang diterima. Sewaktu-waktu harga sangat tinggi tetapi dalam waktu dekat harga dapat turun secara drastis. Sepanjang tahun 2017-2021 cabai merah besar di Provinsi Jawa Barat harga terendah sebesar 25.900/kg sedangkan harga tertinggi Rp. 73.800/kg. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko harga dan factor-faktor yang mempengaruhi tingkat risiko harga cabai merah besar di Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa harga bulanan cabai merah besar periode Januari 2017-Juni 2021. Analisis data yang digunakan yaitu menghitung koefisien variasi serta regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat risiko harga cabai merah besar di Provinsi Jawa Barat cenderung tinggi. Faktor-faktor yang mempengaruhi risiko harga cabai yaitu faktor harga cabai merah kriting substitusi, pendapatan, dan permintaan konsumen berpengaruh positif, sedangkan faktor jumlah produksi dan harga cabai sebelumnya berpengaruh negatif
Doni Sahat Tua Manalu
Jurnal Hexagro, Volume 5, pp 65-75; https://doi.org/10.36423/hexagro.v5i2.791

Abstract:
PT Trisna Naga Asih adalah produsen buah naga di Jawa Barat yang terletak di Kabupaten Subang. Pada saat pascapanen buah naga dilakukan sortasi dan grading, namun terdapat buah yang tidak terserap oleh pasar dinamakan sebagai premium grade C sebanyak rata-rata dalam setahun 369,7 kg/bulan sehingga dapat menjadi kelemahan bagi PT Trisna Naga Asih. Buah Naga selain dikonsumsi secara langsung, dapat dijadikan sebagai produk turunan salah satunya mi. Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan dan mengkaji ide perencanaan bisnis baru berupa produk mi buah naga. Metode penelitian yang digunakan untuk pemilihan lokasi penelitian adalah purposive sampling dengan alasan salah satu produsen buah naga terbesar di Jawa Barat. Matriks Internal Eksternal (IE) digunakan untuk menganalisis lingkungan internal dan lingkungan eksternal perusahaan dan metode studi kelayakan bisnis digunakan untuk menganalisis aspek non finansial dan finansial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan oleh perusahaan adalah strategi WO. Berdasarkan analisis non finansial dan finansial ide perencanaan bisnis pengolahan buah naga menjadi Produk Mibuga pada PT Trisna Naga Asih Kabupaten Subang layak dijalankan.
Dwi Putriana Kinding
Jurnal Hexagro, Volume 5, pp 89-101; https://doi.org/10.36423/hexagro.v5i2.837

Abstract:
Hambatan dalam pemasaran produk pertanian masih sering dialami oleh petani disebabkan yang masih sulitnya mengontrol harga jual produknya. Kecamatan Karangreja terletak pada dataran tinggi yang merupakan daerah sentra produksi kentang dengan jumlah petani kentang dan produksi kentang yang terbesar di Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis saluran pemasaran serta efisiensi pemasaran kentang di Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga yang dipilih secara sengaja (purposive sampling) sebagi daerah sentra produksi kentang. Pengambilan data dilakukan melalui observasi dan wawancara langsung kepada petani serta lembaga pemasaran yang terlibat sebagai reponden. Penentuan responden pada petani dilakukan menggunakan metode stratified random sampling sedangkan pada lembaga pemasaran dengan metode snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2 saluran pemasaran kentang yang setara Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga, yaitu: Saluran I: Petani Kentang → Pedagang Pengumpul → Pedagang Pengecer → Konsumen, Saluran II: Petani Kentang → Pedagang Pengumpul → Pedagang Pengecer → Konsumen. Perolehan nilai margin pemasaran yang lebih kecil yaitu sebesar Rp 1.512/kg pada saluran 2 dan saluran 1 sebesar Rp 2.017/kg. sedangkan persentase farmer’s share saluran 2 sebesar 98,6% lebih besar dari saluran 1 yaitu 83,3%, menjadikan saluran pemasaran 2 dianggap lebih efisien dibandingan saluran pemasaran 1.
Muhammad Nursan, Johan Wahyudi, Akhmad Syafruddin, Anas Pattaray
Jurnal Hexagro, Volume 5, pp 54-64; https://doi.org/10.36423/hexagro.v5i2.853

Abstract:
West Sumbawa Regency (KSB) is one area with abundant natural resource potential, especially in the mining sector. This causes a high influx of migrant workers so that it has an impact on the absorption of the number of local workers and there is competition for jobs. This study aims to provide an overview of the internal and external conditions of the local workforce and formulate strategies for developing local workers in improving the regional economy of KSB. This research includes descriptive research. Determination of respondents was done by purposive sampling as many as 40 respondents. The data collected were analyzed using descriptive analysis and SWOT analysis. The results showed that the internal condition of the local workforce in KSB was still greater than the weakness factor compared to the strength factor, while for the external factor the opportunity factor was still greater than the threat factor. The strategy for developing local workers in improving the regional economy of KSB is the WO or Turn Around strategy which includes improving the skills of workers in the formal and informal sectors, especially for local workers, improving facilities and infrastructure as well as supporting human resources for BLK for training and improving business skills. local workers in various sectors, accelerating services and business investment regulations in KSB so that they can absorb more local workers.
Sustiyana Sustiyana, Iswahyudi Iswahyudi
Jurnal Hexagro, Volume 4; https://doi.org/10.36423/hexagro.v4i2.470

Abstract:
Setiap komoditi pertanian mempunyai risikonya tersendiri, terutama pada komoditi strategis yang mempunyai daya beli tinggi seperti komoditi cabai. Risiko dialami oleh tiap stakeholder yang berperan dalam rantai pasok mulai dr produsen, pedagang, hingga ke konsumen, sehingga keberagaman risiko tersebut perlu dikaji secara komprehensif. Dalam penelitian ini menggunakan metode purposive dengan analisis deskriptif kualitatif dengan teknik brainstorming dalam Focus Group Discussion pada stakeholder terkait. Berdasarkan hasil penelitian risiko tertinggi dialami oleh petani yaitu sebesar 41%, pengepul 16%, pedagang besar 23%, pedagang eceran 13%, dan konsumen 7%.
Kusuma Agdhi Rahwana, Arga Sutrisna
Jurnal Hexagro, Volume 4; https://doi.org/10.36423/hexagro.v4i2.429

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh program kesejahteraan terhadap kepuasan pegawai pada Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Deskriptif analisis dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara, kuesioner dan studi pustaka. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai negeri sipil pada Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran.Metode Analisis data yang digunakan adalah Regresi Sederhana, dimana data yang diolah dengan bantuan SPSS.Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh antara program kesejahteraan terhadap kepuasan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran.
Ari Arisman, Adhitya Rahmat Taufiq
Jurnal Hexagro, Volume 4; https://doi.org/10.36423/hexagro.v4i2.491

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh orientasi pasar terhadap keunggulan bersaing dan dampaknya pada kinerja pemasaran komoditi buah manggis di Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan tekknik survey kepada 108 petani buah manggis yang berada di Kabupaten Tasimalaya. Hasil penelitian dengan menggunakan alat analisis SEM menunjukan bahwa orientasi pasar secara langsung mampu menciptakan keunggulan bersaing dan keunggulan bersaing ini mampu berkonstribusi dalam meningkatkan kinerja pemasaran komoditi buah manggis di Kabupaten Tasikmalaya.
Ilham Martadona, Siti Khairani Elhakim
Jurnal Hexagro, Volume 4; https://doi.org/10.36423/hexagro.v4i2.489

Abstract:
The agricultural sector, especially the food crops sub-sector is an important sub-sector to realize food security which is a national development goal. Agricultural insurance is a solution offered by the government through the Ministry of Agriculture to overcome crop failure caused by extreme climate change, which will have an impact on national food security. The purpose of this study was to analyze factors associated with the participation of farmers in the successful implementation of the program asu warranty rice farming in the city of Padang . Data collection consists of primary and secondary data. Data collection techniques using surveys and interviews, with the number of research respondents as many as 60. Data analysis using quantitative analysis with the Structural Equation Modeling approach - martial Least Square (SEM-PLS). The results showed that the characteristics of farmers had a negative or opposite effect on the success of the AUTP program in Padang , the stronger the characteristics of farmers would reduce the success of the AUTP program . Variables that have a significant effect are the characteristics of the nut; level of education; s IKAP to change; farm experience ; and land area .Keywords: AUTP, Farmer Participation, SEM-PLS Analysis
Back to Top Top