Pontianak Nutrition Journal (PNJ)

Journal Information
ISSN / EISSN : 2622-1691 / 2622-1705
Published by: Poltekkes Kemenkes Pontianak (10.30602)
Total articles ≅ 56
Filter:

Latest articles in this journal

Intan Ariestia, Suaebah Suebah, Nopriantini Nopriantini
Pontianak Nutrition Journal (PNJ), Volume 4, pp 105-111; https://doi.org/10.30602/pnj.v4i2.904

Abstract:
Salah satu pesan gizi seimbang khususnya untuk anak usia sekolah dasar yaitu dengan mengkonsumsi sayur dan buah sesuai dengan kebutuhan. Penelitian ini merupakan penelitian Quasy-Experiment dengan desain one group pretest and posttest design. Responden penelitian yaitu anak sekolah dasar negeri 2 jungkat yang berjumlah 37 orang sesuai dengan total sampel yang dihitung, analisis data menggunakan uji Wilcoxon Sign test. Pengetahuan menunjukkan bahwa ada pengaruh pendidikan gizi terhadap peningkatan pengetahuan menggunakan media audio kinestetik (lagu dan senam sayur dan buah). Selain itu, untuk hasil konsumsi sayuran menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan terhadap konsumsi sayuran setelah diberikan media audio kinestetik (lagu dan senam sayur dan buah). Sedangkan untuk hasil penelitian konsumsi buah menunjukkan bahwa tidak terdapat prbedaan yang signifikan terhadap konsumsi buah setelah diberikan media audio kinestetik (lagu dan senam sayur dan buah). Pendidikan gizi menggunakan media audio kinestetik (lagu dan senam sayur dan buah) dapat meningkatkan pengetahuan gizi anak sekolah dasar.
Rafika Cristin Cikita, Yanuarti Petrika, Edy Waliyo
Pontianak Nutrition Journal (PNJ), Volume 4, pp 100-104; https://doi.org/10.30602/pnj.v4i2.903

Abstract:
Stunting adalah gangguan pada pertumbuhan yang terjadi akibat kekurangan gizi kronis atau disebabkan penyakit infeksi. Diketahui bahwa pada anak stunting pada saluran cernanya terjadi petumbuhan bakteri pathogen, prebiotic adalah zat dalam bahan makanan seperti serat yang tidak dapat dicerna dan secara selektif dapat merangsang pertumbuhan dan aktivitas bakteri, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tepung pisang kepok (musa paradisiaca) pada anak stunting terhadap penurunan bakteri e.coli di wilayah Jungkat Kabupaten Mempawah. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan rancangan Pretest and Posttest Control-Group Design, dengan 40 sampel yang diambil dengan cara purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan di desa Jungkat, Kabupaten Mempawah. Data dianalisis menggunakan uji Paired T-Test dan uji Wilcoxon Signed Ranks. Rata-rata terjadi penurunan jumlah bakteri e.coli sebelum diberikan tepung pisang yaitu sebesar 76.350,30 koloni dan sesudah diberikan tepung pisang yaitu 56.903,30 koloni. Pemberian tepung pisang kepada balita stunting yang diukur melalui feses menurunkan jumlah bakteri e.coli dalam usus balita.
Febriana Restuning Wulan
Pontianak Nutrition Journal (PNJ), Volume 4, pp 96-99; https://doi.org/10.30602/pnj.v4i2.832

Abstract:
Abstrak Mie merupakan makanan cepat saji yang digemari banyak orang meski kandungannya tidak baik. Namun, tetap saja banyak yang mengonsumsi makanan ini secara terus-menerus. Keunggulan pada mahasiswa yang tinggal jauh dari orang tua. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk mengetahui tingkat kesadaran mahasiswa IAIN Kudus terhadap Bahaya konsumsi mie instan, agar dapat mengonsumsi makanan yang lebih baik. Pada penelitian ini akan menggunakan angket gform yang di sebar melalui online . Responden berjumlah 25 orang yang dipilih secara acak. Berdasarkan penelitian, banyak mahasiswa yang suka terhadap mie instan. Mereka tahu bahaya makan mie secara terus menerus. Bagi para mahasiswa dapat memilih atau membuat sendiri miei dengan bahan alam.Kata kunci : mie instan, mahasiswa, alami.
Irodatul Aqlul Hana, Iman Jaladri, Rezza Dewintha, Mulyanita Mulyanita
Pontianak Nutrition Journal (PNJ), Volume 4, pp 124-128; https://doi.org/10.30602/pnj.v4i2.907

Abstract:
ASI Eksklusif adalah ASI yang diberikan kepada bayi sejak dilahirkan selama enam bulan tanpa menambahkan dan/atau mengganti dengan makanan atau minuman lain. Pengetahuan merupakan faktor yang penting untuk terbentuknya tindakan seseorang. Terdapat berbagai macam media pendidikan yang dapat dilakukan salah satunya adalah media video animasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian media video terhadap peningkatan pengetahuan gizi ibu menyusui. Metode : Penelitian ini adalah pre-experiment dengan rancangan pretest-posttest one group design subjek penelitian adalah ibu menyusui di Desa Seponti Jaya. Sebanyak 25 Sample dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan wawancara langsung. Data analisis dengan menggunakan Wilcoxon untuk melihat perbedaan pengaruh pemberian media sebelum dan setelah diberikan intervensi. Hasil Penelitian : Rata-rata pengetahuan antara sebelum dan setelah diberikan edukasi terjadi peningkatan dengan p-value < 0,01. Kesimpulan penelitian : Ada pengaruh edukasi gizi melalui Media Video sebelum dan sesudah diberikan intervensi terhadap pengetahuan gizi ibu menyusui
Sutyawan Sutyawan, Novidiyanto Novidiyanto
Pontianak Nutrition Journal (PNJ), Volume 4, pp 112-118; https://doi.org/10.30602/pnj.v4i2.905

Abstract:
Teh kombucha merupakan jenis minuman tinggi antioksidan dan terbukti efektif dalam mengurangi resiko diabetes melitus. Daun teh tayu berasal dari Pulau Bangka berpotensi dikembangkan menjadi minuman fermentasi teh kombucha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan karakteristik kimia dan aktivitas antioksidan pada teh hitam kombucha dari daun tayu dan teh komersil. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Mei hingga Juli 2021 dengan menerapkan metode ekperimental murni. Tahapan penelitian diawali dari proses pembuatan teh kering hitam dari daun tayu, proses fermentasi minuman teh, dan analisis sampel. Analisis perbedaan data menggunakan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan kandungan protein, lemak, dan kadar abu pada teh kombucha hitam komersil lebih tinggi dibandingkan teh kombucha tayu. Namun perbedaan signifikan antar kedua jenis teh kombucha hanya pada kandungan protein (p0.05).
Rabiatul Khairunnisa, Ikawati Sulistyaningsih, Didik Hariyadi
Pontianak Nutrition Journal (PNJ), Volume 4, pp 119-123; https://doi.org/10.30602/pnj.v4i2.906

Abstract:
Salah satu pemanfaatan limbah tempurung kelapa dengan menjadikan tempurung kelapa sebagai adsorben arang aktif. Arang aktif merupakan arang yang telah mengalami proses dengan pemanasan tinggi atau dengan direaksikan menggunakan bahan-bahan kimia, sehingga pori-pori yang dimiliki menjadi terbuka dan mampu menjadi adsorben atau zat penyerap pada permukaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh adsorben arang aktif tempurung kelapa terhadap kualitas minyak goreng bekas berdasarkan uji kadar air dan indeks bias cahaya. Penelitian ini menggunakan Pre-Post Test design. Sampel adalah tempurung kelapa yang didapatkan dari penjual kelapa dan minyak goreng kemasan tropical yang dibagi menjadi 3 kategori, yang pertama minyak yang tidak mengalami proses pemanasan, ke 2 minyak B dengan 1 kali penggorengan dan minyak C dengan 3 kali penggorengan. Hasil penelitian terdapat perubahan kadar air pada minyak setelah diberi arang aktif tempurung kelapa minyak B 0,1% sudah sesuai dengan standar SNI sedangkan untuk minyak C 0,5% belum memenuhi standar SNI. Untuk rata-rata indeks bias setelah minyak diberikan arang aktif mendekati garis normal dan nilai indeks bias masih dibawah standar SNI. Terdapat pengaruh arang aktif terhadap kualitas minyak goreng bekas dengan adanya perubahan kadar air dan indeks bias cahaya pada minyak
Armenia Eka Putriana, Masfufah Masfufah, Ni Ketut Kariani
Pontianak Nutrition Journal (PNJ), Volume 4, pp 93-95; https://doi.org/10.30602/pnj.v4i1.725

Abstract:
Pola asuh pada bayi meliputi pemberian gizi yang cukup dan seimbang melalui pemberian ASI. Pada bayi pemberian ASI yang tidak benar ditengarai sebagai penyebab tingginya angka kesakitan dan gizi kurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lama pemberian ASI dengan status gizi balita di Kabupaten Donggala. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Total responden adalah 88 balita. Analisis data menggunakan metode chi square. Hasil menunjukkan bahwa lama pemberian ASI sebagian besar selama 6 bulan. Terdapat balita memiliki status gizi pendek berdasarkan PB/U sebanyak 31 balita. Dan secara statistik tidak ada hubungan antara lama pemberian ASI dan status gizi balita dengan p value 0.170.
Duhita Diantiparamudita Utama, Mohammad Djali, Yana Cahyana
Pontianak Nutrition Journal (PNJ), Volume 4, pp 86-92; https://doi.org/10.30602/pnj.v4i1.724

Abstract:
Kulit biji kakao merupakan kulit tipis, lunak dan agak berlendir yang menyelubungi keping biji kakao yang dihasilkan dari sisa produksi pengolahan biji kakao. Keberadaan limbah kulit biji kakao sering kali dibiarkan begitu saja menjadi sampah industri pengolahan cokelat sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan. Padahal kulit biji kakao diketahui masih mengandung senyawa aktif seperti polifenol dan antioksidan yang berpotensi dimanfaatkan sebagai produk fungsional. Namun, komponen bioaktif dalam bahan berlignoselulosa sulit dipisahkan sehingga ekstrak bioaktif yang didapat kurang maksimal. Oleh karena itu dilakukan pretreatment delignifikasi dengan menggunakan metode ozonasi dan pemanasan uap bertekanan untuk mendegradasi komponen lignoselulosa yang mengikat senyawa bioaktif tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode pretreatment ozonasi dengan pemanasan uap bertekanan dalam meningkatkan perolehan senyawa polifenol dan aktivitas antioksidan pada ekstrak kulit biji kakao. Perlakuan dalam penelitian ini yaitu tanpa pretreatment, pretreatment ozonasi (laju alir oksigen= 2L/menit, t= 1 menit, konsentrasi= 18 ppm) dan pretreatment pemanasan uap bertekanan (autoklaf, T=129oC, 2 atm, t= 5 menit). Parameter yang diukur meliputi total fenol dan aktivitas antioksidan. Berdasarkan hasil penelitian, metode pretreatment pemanasan uap bertekanan menunjukkan hasil terbaik dengan perolehan senyawa polifenol (GAE) 10,13 mg/g dan aktivitas antioksidan (IC50)277,14 ppm. Sedangkan pada metode pretreatment ozonasi menghasilkan perolehan senyawa polifenol (GAE) 7,62 mg/g dan aktivitas antioksidan (IC50) 559,24 ppm. Kedua metode pretreatment tersebut secara keseluruhan meningkatkan perolehan baik polifenol maupun aktivitas antioksidan dibandingkan dengan tanpa perlakuan (GAE 3,97 mg/g, IC50 1361,18 ppm). Hal ini menunjukkan bahwa perlakuan pretreatment delignifikasi penting dilakukan untuk meningkatkan perolehan polifenol dan aktivitas antioksidan ekstrak kulit biji kakao.
Ratih Puspaningsih, Raden Edi Fitriyanto, Yasmini Fitriyati
Pontianak Nutrition Journal (PNJ), Volume 4, pp 79-85; https://doi.org/10.30602/pnj.v4i1.726

Abstract:
Latar Belakang: Berat badan lahir rendah masih menjadi penyebab kesakitan dan kematian pada bayi baru lahir. Kejadian bayi berat badan lahir rendah mencapai sekitar 20 juta kelahiran pertahun di seluruh dunia. Faktor risiko kejadian bayi berat badan lahir rendah antara lain usia ibu, hipertensi, umur kehamilan, jenis kelamin, paritas, jarak kehamilan, dan pendidikan ibu. Gunung Kidul pada tahun 2018 menjadi kabupaten dengan angka prevalensi tertinggi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Berdasarkan latar belakang, perlu dilakukan analisis mengenai faktor risiko kejadian bayi berat badan lahir rendah di RSUD Wonosari tahun 20z19 Tujuan Penelitian: Mengetahui faktor risiko bayi berat badan lahir rendah (BBLR) di RSUD Wonosari tahun 2019. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain case-control ­­­­­­­­­yang menggunakan data sekunder rekam medis RSUD Wonosari tahun 2019 dengan teknik purposivel sampling dimana besar sampel sejumlah 100. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil: Analisis bivariat memperoleh hasil usia ibu (p value 0.003, OR 3.881 CI 95% 1,561-9,650), hipertensi (p value 0.000 OR 5.091 CI 95% 2,091-12,396), umur kehamilan (p value 0.000 OR 38.500 CI 95% 4,921-301,195), jenis kelamin (p value 0.548 OR 1.272 CI 95% 0,580-2,790), paritas (p value 0.001 OR 3,768 CI 95% 1.647-8.620, jarak kehamilan (p value 0.002 OR 3.841 CI 95% 1.610-9.161). Analisis multivariat memperoleh hasil usia ibu kurang dari 20 dan lebih dari atau sama dengan 35 (p value 0.034, aOR 6.147 CI 95% 1.151-32.840), ibu menderita hipertensi (p value 0.001, aOR 13.255 CI 95% 2,986-58,842), umur kehamilan kurang dari 37 minggu (p value 0.002, aOR 36,473 CI 95% 3,666-362,839), paritas 1 dan lebih dari 4 (p value 0,049, aOR 4,316 CI 95%1,007-18,490), jarak kehamilan kurang dari atau sama dengan 24 bulan (p value 0,008, aOR 14,470 CI 95% 2,036-102,818), pendidikan di bawah SMA (p value 0,000, aOR 5 ,913 CI 95% 1,402-24,94). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara usia ibu kurang dari 20 dan lebih dari 35 tahun, ibu yang menderita hipertensi, umur kehamilan kurang dari 37 minggu, paritas 1 dan lebih dari 4, jarak kehamilan kurang dari atau sama dengan 24 bulan, pendidikan ibu kurang dari SMA dengan kejadian bayi berat badan lahir rendah di RSUD Wonosari tahun 2019.
Shelly Festilia
Pontianak Nutrition Journal (PNJ), Volume 4, pp 75-78; https://doi.org/10.30602/pnj.v4i1.902

Abstract:
Stunting terjadi akibat dari tidak tercukupinya asupan zat gizi, kondisi kesehatan yang buruk serta pola asuh yang kurang memadai. Asupan zat gizi pada masa pertumbuhan khususnya saat balita memiliki pengaruh pada tinggi badan yang akan terlihat pada waktu yang relatif lama. Selain asupan faktor lain seperti penyakit infeksi juga turut menjadi penyebab stunting. Program pemerintah melalui PIS PK dengan indikator keluarga sehat diharapkan dapat menurunkan angka kejadian stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa determinan kejadian stunting meliputi asupan dan indikator keluarga sehata pada anak balita. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan penelitian kasus kontrol. Hasil penelitian menunjukkan balita yang mengalami penyakit infeksi mempunyai resiko 2 kali lebih besar terjadinya stunting. Balita dengan tingkat konsumsi protein kurang mempunyai resiko 3 kali lebih besar terjadinya stunting. Balita dengan asupan zink kurang beresiko 7 kali terjadinya stunting. Keluarga dengan indikator keluarga sehat sebagai faktor pencegah timbulnya stunting. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsumsi zink yang kurang mempunyai faktor resiko lebih besar dengan kejadian stunting, sedangkan indikator keluarga sehat menjadi peluang untuk mencegah anak stunting.
Back to Top Top